Rumahku Surgaku

Keluarga Sakinah Mawaddah wa Rohmah

KONSULTASI PROBLEM KELUARGA

Posted by Farid Ma'ruf pada April 15, 2007

Keluarga Samara. Membentuk keluarga sakinah mawaddah wa rahmah (samara) terbukti tidak semudah membalik telapak tangan. Banyak sekali permasalahan yang timbul, baik sebelum pernikahan ataupun ketika pernikahan sudah terjadi. Perbedaan pemikiran, komunikasi yang tidak efektif, intervensi pihak ketiga, cemburu buta, dan lain sebagainya membuat kehidupan rumah tangga terguncang. Bahtera rumah tangga pun oleng bahkan terancam karam.

Dengan niat membantu keluarga-keluarga muslim untuk membentuk keluarga samara, Forum Pengajian Keluarga Samara Kab. Bantul bekerja sama dengan Radio Mentari 73,8 FM menghadirkan pengajian dan konsultasi on air.

 Jadwal pengajian dan konsultasi adalah sebagai berikut :

Senin, pukul 16.00 – 17.00 bersama Ustadzah Hesti Rahayu, S.Sn.

Rabu,  pukul 16.00 – 17.00 bersama Ustadzah Lies Arifah, S.Pd.

Sabtu, pukul 20.00 – 21.00 bersama Ustadz Aruman, S.Sn.

 
Pertanyaan, keluhan, curhat bisa dikirim melalui sms ke nomor 0817277321 atau telepon ke nomor 0274 7864122. Semua pertanyaan akan diusahakan untuk dijawab dan dicarikan solusinya. (www.keluarga-samara.com).

46 Tanggapan to “KONSULTASI PROBLEM KELUARGA”

  1. muslimah said

    Boleh dong tukar informasi…

  2. Galih said

    saya ada pertyanyaan, suami kakaksaya sudah sakit strok 2 tahun dan ia slalu minta cerai kepada istrinya, bagaimana kira 2x penyelesaiannya ?

  3. mohammad agus ali husnaini said

    http://faridm.multiply.com/r/b

  4. Arni d Malang said

    Kt beri pengertian bahwa sakit merupakan cobaan dr Allah, kt tanya mengapa meminta cerai pdhl kt itu hal yg d benci Allah swt

    • aya said

      saya bingung..saya harus curhat ke siapa?

    • muslimah said

      bercerai adalah pekerjaan halal yg dibenci Allah. tp apa salah kalau selama 8 thn pernikahan tidak ada perubahan positif dari suami. suami saya suka begadang, malam melek, siang tidur. suka keluyuran, sering ga pulang. dia lbh senang menghbskan wkt sm tmn2nya dr pada pulang ketemu anak istri. suami saya g punya kerjaan tetap. dan suka menyerah. 8 thn ini sy banting tulang sendiri. tp skrng sy baru saja keguguran & hrs istirahat. saat sy keguguran suamipun sering ninggalin saya. sejak saya g kerja, hmpir tiap hr org dtng nagih hutang. suami malah tmbh sering ga pulang. pdhal rmh msh ngontrak & bbrp bulan lg kontrakan hbs. walau sy msh syng sm dia, apa slh klo sy minta cerai?

  5. Ramadhan said

    Apakah seorang suami boleh melebihi kepentingan orang tua dari pada seorang istri? Setiap ada masalah keluarga suami apakah istri perlu dilibatkan dalam penyelesaian masalah?
    Mohon tanggapannya

  6. febirianto said

    assalam mualaikum…saya seorang suami yang dituntut cerai sama istri saya.karena saya tidak kerja dan saya berteman dengan seorang perempuan tapi saya selalu mengelak untuk pisah..karena saya punya anak 3orang,bagaimana jalan solusinya mohon pendapatnya

  7. tata said

    Mohon pencerahan, apakh benar kalau suami sudah berzinah maka Allah sdh tdk memandang mrk sbg suami istri lg Dan sang istri sudah tdk halal lg utk dicampuri? Jd bgmn kl sang suami tdk mau menceraikan istrinya? Apakah sdh tertutup kesempatan utk membina klg samara lg?mohon solusi dlm pndangan islam?

    • sariani said

      Ass….ustad/ustazah saya sudah menikah selama 4 tahun selama itu pula suami saya sering tidak menghargai saya misalnya dia sll berjudi, dan pernah tidur dengan pelacur jarang sholat kalau diingatkan sll marah rasanya saya tidak sanggup lagi menjalani kehidupan sprt ini setiap kali saya minta pisah diberubah untuk beberapa hari kemudian diulangi lagi. Mohon solusi agar saya bisa keluar dr masalah ini. Terima kasih

  8. imaz said

    Aslm,Bgi mana membetulkan bacaan sholat suami yg slh.saya sudah coba waktu sholat jamaah pas di srt yg salah tsbt saya kencangkan suara sy. tapi sampai sekarang blm ada perubahan.saya coba tilawah sendiri dgn suara agak krs di surat yg sama tp blm berhasil.pernah saya ingatkan untuk sholat saja karena waktunya sdh mau berakhir dia malah mrh besar.dgn alasan sok mengatur.sampai-sampai 2 hari saya di cuekin. itu jg tiap hr saya coba komunikasi.saya mohon solusinya bgi mana cara memberitahunya dan menghilangkan sifat krs kepalanya.terima kasih.

  9. HAMBA ALLAH said

    Ass……
    begini ustad ..saya sedang kebingungan …saya sudah menikah selama 9 thn…..baru2 ini suami saya mengakui kalo dia tidur dengan pelacur waktu ada perjalanan ke luar kota karena ajakan kawannya…..dan dia merasa berdosa….dan ingin bertobat…..tapi ustad…hati saya terlanjur sakit karena selama pernikahan kami sangat saling menyayangi dan mencintai sebetulnya saya tau dia suami yang baik dan bertanggung jawab…kehidupan kami sangat bahagia…dan bila saya tanyakan tentang bagaimana rupa wanita pelacur itu saja dia tidak ingat…….bila saya tanyakan apa salah saya dia jawab tidak ada…..saya sungguh bingung ustad…..ingin rasanya meninggalkannya…tapi saya kasian melihat 2 anak saya yang sangat menyayangi ayahnya…dan dia berjanji tidak akan melakukannya lagi dan tidak akan pernah meninggalkan saya…..tolong berikan saya solusi ustad…karena saya sudah berserah diri pada Allah SWT tetapi masih saya dalam keadaan bingung……sebelumnya terima kasih
    Wassalam…..

  10. Ass….

    saya mau bertanya,bagaimana caranya menghindari pertengkaran….?

  11. M. Djohar said

    Assalamualaikum,

    Saya seorang suami dengan 1 anak permpuan masih Play group . Saya juga merupakan anak pertama dari 5 bersaudara. awal permasalahannya adalah kecemburuan dalam hal ekonomi, padahal dulu sebelum menikah saya sudah menjelaskan bahwa saya akan menyekolahkan adik2 saya yang belum rampung kuliah dan sekolahnya. sampai saat ini saya masih membiayai kuliah adik saya yang bungsu yg sudah semester 6.
    Beberapa kali saya cukup merasa sakit hati terhadapa perlakuan istri saya, dari mulai tidak menyediakan makanan/minum dirumah sampai tidak mau campur sama saya. Pemicunya tak lain adalah kecemburuan atas perhatian saya terhadap perusahaan atau pun keluarga. padahal keluarga saya cukup membantu saya apalagi dahal hal finansial, banyak aset2 keluarga yang telah dijual sewaktu usaha saya membutuhkan dukungan keuangan. walaupun sebagian telah saya ganti, namun belum semuanya. karena uangnya masih berputar didalam bisnis saya.
    Perhatian saya memang sangat besar kepada perusahaan dan keluarga saya tapi bukan berarti saya mngabaikan istri saya, tahun 2008 saya telah membangun sebuah rumah namun sampai saat ini rumah tersebut belum rampung bagian atasnya, rencana saya menyelesaikanya tahun ini, saat ini rumah tersebut sedang saya agunkan ke bank untuk finishing bagian atasnya dan sebagian lagi sebagai tambahan modal usaha dan kemungkinan akhir tahun ini juga akan saya tebus kembali.
    Secara ekonomi istri saya tetap merasa kekurangan walau telah meliki rumah yang lumayan besar dan kendaraan, karena uang bulanan dianggapnya masih kecil. padahal jika saya hitung kebutuhan standar dirumah seharusnya cukup jika pengeluaran yang besar dan dia menggunakan credit card saya yang membayarnya.
    Hal yang sebenarnya saya benci adalah tidak ada sambuatannya saat saya pulang kerja ( melihat muka saya pun tidak mau) dan perhatiannya terhadap keluarga saya, dia menganggap jika keluarga saya datang ke rumah merupakan beban baginya, dan pasti ada saja komplainya tentang keluarga saya. padahal belum tentu setahun sekali pun keluarga saya dapat datang ke jakarta.
    Padahal saya sangat senang jika keluarga saya datang kerumah, saya mendapat informasi tentang kampung saya dan selalu di hidangkan makanan, maklum istri saya tidak menghidangkan makanan buat saya.
    Saya pernah membicarakan hal ini kepada mertua dan kakak ipar saya, mereka hanya menyarankan saya bersabar, dan mereka mengatakan bahwa beberapa dari mereka bersaudara hanya istri saya yang individualis dan lain dari yang lainya.

    Sudah 3 bulan ini saya tidak lagi tidur seranjang dengan istri saya, semenjak kedua orang tua datang kerumah, komplain istri saya sangat menyinggung perasaan saya.serta ucapannya yang mengatakan punya harta juga banyak utang buat apa. mending tak punya harta tapi tidak punya utang. Pernah saya jelaskan jika hutang tersebut merupakan utang perusahaan dan jika sesuatu terjadi menimpa saya ( mati ) asuransi akan mengcover utang-utang perusahaan yang menjaminkan aset pribadi saya terasuk rumah tidak akan disita.
    padahal di saat awal menikah dulu pd saat ekonomi saya kekuragan dan saya tidk punya utang dia pernah mengatakan ” Gue hidup sama lo mau beli apa apa juga susah”
    Saya berencana akhir tahun ini meninggal rumah tersebut dan membuat wasiat bahwa rumah tersebut saya hibahkan kepada putri saya dan meninggalkan perusahaan kepada adik saya ( adik tersebut sedang saya bimbing dikantor semenjak dia menyelesaikan S1 nya dan dia juga indkost karena istri saya tidak mau keluarga saya tinggal di rumah) agar sumber penghasilan keluarga (anak maupun orang tua)masih ada .sementara saya akan mencari kota lain atau pulang kampung yang mana akan berguna untuk memperhatikan keadaan orang tua yang mulai sakit2an.
    sebagai seorang muslim walau diizinkan untuk memiliki istri lebih dari satu tetapi hal tersebut tidak akan saya lakukan. 1 aja gak bisa diarahkan gimana kalo punya lebih.

    Mohon pencerahannya, apakah keputusan saya ini melanggar aturan agama?
    Jika memang ini melanggar aturan agama berikan saran apa yang sebaiknya saya lakukan, dan sejujurnya keinginan saya untuk menggugat kepengadilan agama selalu datang.

    Thanks
    Djohar

    • Fatimah said

      Saudara M Djohar….
      Saran dari saya sebaiknya anda ajak Istri anda untuk datang kepada orang ‘alim atau ulamak yang sholeh,, untuk belajar ttg hak-hak Suami dan juga ttg hak-hak Istri… setiap masalah pasti dapat diselesaikan.. Agar Istri Anda ta’at pada Anda mendekatlah kepada Allah dan Rosulnya dengan sering membaca sholawat sebanyak mungkin paling sedikitnya 100x setiap hari, tujukan bacaan tersebut kepada Istri Anda, InsyaAah Istri Anda Akan sayang dan ta’at pada Anda… dan jgn pernah punya niat atau rencana yang bersifat putus asa, karna itu hanya akan mengakibatkan kerugian yang sangat besar, yang tiada guna lagi penyesalan, krn waktu tidak pernah mundur…

  12. lia said

    assalamu alaikum ustad, saya seorang ibu rumah tangga dari 1 org putri yang berusia 6 thn, saya punya kesulitan dalam menjalani rumah tangga sudah tiga kali sama mengetahui suami saya selingkuh dengan wanita lain yang sudah berumah tangga juga, kejadian sekali bahkan sampe 2 kali saya berusaha mencoba memaafkan, tapi untuk yang ke 3 kalinya rasanya begitu berat untuk memaafkan kesalahannya. klo saya tidak ingat sama allah dan anak mungkin sudah dari dulu saya berpisah. saya minta saran ustad apa yang harus saya lakukan sekarang mengingat kepercayaan saya sekarang terhadap suami sudah hilang.

  13. HENDRO said

    Apakah istri saya ber-SMS mesra dengan teman SD nya dulu cinta monyetnya dan sudah menikah dapat disebut selingkuh? terima kasih.

  14. suami saya selingkuh dengan mantan smp apa yang harus saya lakukan

  15. puspa said

    Assalamualaikum,

    Saya seorang istri yg sudah berrumah tangga selama 6 thn dan sudah dikaruniai seorang anak laki2 berumur 5 thn.
    Sejak awal sebelum menikah, mertua saya kurang bisa menirima saya. dengan berjalannya waktu akhirnya kami menikah.
    Sejak awal menikah sampai sekarang ini mertua saya masih blm bisa menirima saya,
    dan saya jg tdk suka sikapnya yg selalu ingin mencampuri dan mengatur rumah tangga saya, mertua saya jg sering membanding2kan saya dengan wanita pilihannya u/ suami saya tp suami saya tetap mimilih saya sebagai istrinya.

    Dengan adanya masalah itu akhirnya saya mengajak suami untuk jarang2 berkunjung ke rumah mertua karena saya merasa tdk nyaman di rumah mertua. Sekitar 1 s/d 2 bln sekali saya berkunjung ke rumah mertua itupun hanya sekitar 2 s/d 3 jam dan tidak pernah menginap disana.
    Sedangkan dr pihak mertua menginginkan untuk sering2 berkunjung ke rumahnya (jarak rumah mertua dgn rumah saya sekitar 3km) dan menginginkan sesekali saya mau menginap disana.

    Yang menjadi pertanyaan saya adalah:
    1. Apa yg harus saya lakukan dlm menghadapi mertua saya?
    2. Selama ini yg memutuskan waktu berkunjung ke rumah mertua adalah saya bukan suami saya, apakah sikap saya sdh benar?
    3. Selama ini juga saya menekan suami saya untuk bisa menuruti kata hati saya dan suami saya jg menuruti karena dia tdk ingin ada perselisihan di antara kita, apakah sikap saya sudah benar?

    Terima kasih atas jawaban yg di berikan.

  16. Diyah said

    Assalammu’alaikum Wr Wb

    Seminggu setelah menikah saya mengikuti suami dan tinggal bersama ibu mertua. Rumah saya dengan rumah yg sekarang terpisah oleh pulau yang jarak tempuhnya sekitar 26 jam kendaraaan darat. Kondisinya suami tidak ingin meninggalkan ibunya sampai kapanpun, meskipun saat ini ibu mertua masih sehat dalam menjalankan pekerjaannya dan tinggal tidak jauh dari anak perempuannya. Ibu mertua hanya memiliki 2 anak, suami saya adalah anak keduanya. Yang saya tanyakan adalah apakah saya salah jika menginginkan atap sendiri, tujuanku hanya ingin menjadi pasangan yang dewasa dan mandiri, karena suami saya termasuk anak manja. Terima kasih

    Wassalammu’alaikum Wr wb

  17. nengsri said

    bagaimana menghadapi suami yang terlalu cuek dan dingin

  18. yani said

    saya seorang janda 1 anak dan 2 tahun ini sudah menikah dengan lajang. ayah dari anak saya masih hidup. suami saya melarang mantan suami saya untuk menemui anaknya dan memberi nafkah pada anaknya. sehingga gara-gara permasalahan ini timbul persekcokan antara saya dan suami saya,karena saya tidak setuju dengan keputusannya. saya mohon solusinya,menurut ajaran islam apakah saya harus menuruti keinginan suami saya agar tidak mempertemukan mantan suami saya dengan anaknya dan melarang memberi nafkah kepada anaknya atau bagaimana sebaiknya sikap saya?

  19. apri martin said

    ass. ustad sya adlah seorang suami, dimana posisi saya dikerjaan adalh dibawah isteri.karen itulah kami slalu cekcok karena isteri saya selalu membawa permasalahn kantor kerumah dan dirumah ia merasa masih sebagai atasan saya dan selalu begitu,dan suatu ketika saya menegurnya kalau itu salah tapi dia malah balik marah dan mendiami saya sudah sampai 10 hari,terakhir kata2nya keuar dia minta berpisah dengan saya kalau saya masih selalu tidak ikut aturanya. mohon petunjuknya APA YANG HARUS SAY LAKUKAN? APAKAH SAYA TERIMA PERMINTAAN NYA ITU?
    terima kasih. was

  20. Hary said

    Assalmu’alaikum…
    saya seorng laki2 yg menikah blm genap 1th.selama saya menikah dgn istri,saya tidak mendapatkan nafkah batin yg seperti saya harapkan.jujur…saya menikah dengan dia bkan lantaran cinta tp krn bsa dibilang sebagai pelarian krn saya dlu di tinggalkan wanita impian saya,apakah saya salah jika saya ingin berpisah dari dia krn saya merasa tidak pernah mendapatkan nafkah batin spt yg saya harapkan,krn saya takut jika saya meneruskan rumah tangga ini saya akan mencari kepuasan di luar rumah.
    mohon bantuanya,terima kasih

  21. anisa said

    semoga menjadi bagus

  22. anisa said

    Bagus

  23. tomy said

    bagus

  24. anonim said

    Assalammualaikum
    Kami adalah pasangan yg menikah muda.
    Pada saat menikah umur saya baru 21 tahun, sedangkan istri saya 19 tahun.
    Sebelum itu kami sudah berpacaran 4tahun, tetapi LDR karena saya kuliah sekolah tinggi kedinasan di Jakarta sedangkan istri saya di kampung halaman kami. Saya merasa mantap menikahi dia, setelah saya lulus langsung diterima bekerja di salah satu instansi pemerintah. Karena tugas saya, maka saya dituntut untuk mutasi setiap 2-4 tahun sekali.
    Di sinilah masalah di antara kami muncul. Padahal sejak dari pacaran saya sudah menekankan kepada istri saya bahwa suatu saat kondisi keluarga kami akan seperti ini nantinya.
    Memang sekarang kami belum terlalu jauh dari kampung halaman, kami di Kalimantan sedangkan orang tua kami di Sumatra.
    Tapi, jika saya mengandaikan suatu saat akan dimutasi ke tempat yang lebih jauh, seperti wilayah Indonesia bag. Timur istri saya selalu menolak. Dia dari jauh hari sudah menekankan tidak mau ikut dan akan menetap bersama orang tua di Sumatra.
    Alhamdulillah Kami sudah punya satu anak. Saya ingin anak dan istri saya mau nendampingi saya kemana pun saya ditugaskan. Terus terang saya sedih, apabila mengingat perkataan istri saya. Sekarang kami di Kalimantan ini, kalau ada uang lebih istri saya selalu ingin pulang kampung. Saya kasian ketika melihat dia menangis memohon pulang kepada saya. Atasan saya di kantor sudah berulamg kali memberikan pengertian kepada istri saya. Tapi tetap saja istri saya belum mau mengerti keadaan saya. Bagaimana seharusnya sikap saya? Karena yang saya tahu setelah menikah, istri wajib mendampingi suami baik susah ataupun senang. Dalam hati saya kecewa, tapi sampai sekarang saya tidak bisa berbuat apa2.
    Wallahualam. Terima kasih

  25. Muhammad Nurrahman Rifai said

    Langsung saja pada pertanyaan inti.
    1. Bagaimanakah hukumnya suami yang sudah lama tidak memberikan nafkah bathin pada istrinya?
    2. Bagaimanakah hukumnya istri yang sudah lama tidak mau diajak berhubungan intim oleh suaminya?
    Mohon pencerahan beserta ayat-ayat dan sunah Rasul serta dalil pendukungnya via email di atas.

  26. PUTRA said

    Assalamu’alaikum
    sy pria yg dah 4 tahun lbh menikah tp blm memiliki anak..kami berdua bekerja,sy sbg PNS di salah satu instansi dan istri di bangian pendidikan,awal kami nikah Alhamdulillah baik2 saja,kemudian di tahun kedua pernikahan kami mulai ada konflik krn ada teman sekantor istri yg dekat ma istri sy beda usia 3 tahun ama istri sy dan pria itu dah di angkat sebagai adik angkat ma istri sy..pulang dan pergi kantor kadang mereka bersama,pernah pun nginap di rumah kami dan yg buat sy kesal adalah istri sy mengagumi dia dan lebih perhatian ketimbang suami nya sendiri kemudian semua perkataan dy dituruti ma istri sy sedangkan perkataan suami selalu di bantah dan kebiasaan pulang istri sy kerja selalu marah2 sperti sy tdk di anggap lg sbg suami dia..dah sy kasi pngarahan dgn kata2 yg lembut tp dy slalu membantah…yg sy mo tanyakan adalah
    1. Apa yg harus sy lakukan terhadap istri sy?
    2. Apakah tindakan istri sy termasuk selingkuh?
    3. Tolong kata-kata bimbingan buat sy apakah hrs sabar atau pisah secara baik2 krn rumah tangga kami tidak sehat lagi..
    terima kasih.
    Wassalamu’alikum wr wb

  27. Banyu said

    Ass … saya langsung ke pokok persoalan dan sangat butuh bantuan secepatnya :
    Tahun 1994 adik saya Lelaki menikah dan di tahun 2000 mendapatkan anak. Dalam perjalanan hidup memang terlihat pasang surut ekonominya. Dlm kehidupan sehari-hari memang terlihat tdk ada masalah, ttp sebenarnya dia sering curhat dgn saya. suatu ketika ekonominya aga terpuruk apapun dia lakukan tuk kebutuhan hidupnya. Tetapi sepertinya dia tidak mau menerima atas sikon tsb, hanya kamuflase saja. Adik saya menjadi makelar/bisnis sampingan dan terkadang tidak pulang tetapi tetap komunikasi, Suatu ketika dia mendapat isu dari beberapa kawan bahwasanya anak yg dilahirkan itu bukan anaknya….. Saat ini istrinya meninggalkan rumah tanpa pamit. dan adik saya tidur sendiri jg terkadang tidur dirumah kawan. suatu ketika dia pulang barang-barang tersebut sudah habis di rumah kontrakannya jg dgn membawa uang orang lain yg menjadi tanggung jawab adik saya dibawa oleh istri dan anggota keluarganya, adik saya tdk mencari dan pasrah saja. Suatu ketika adik saya mendapatkan job untuk membantu menolong seorang ibu dgn status janda dlm hal peminjaman uang ke bank. Entah bgmn singkatnya adik saya ternyata terjalin hubungan dgn dia. 3 minggu sdh istrinya pergi dan sulit berkomunikasi dikarenakan HP semuanya mati. Singkat kata Adik saya sampai terjalin hubungan pernikahan dgn wanita itu dgn sah yg dihadiri oleh keluarga kedua belah pihak. Saat ini perkawinan adik saya sdh diketahui oleh istrinya, tetapi istrinya tidak mau menemui dikarenakan adik saya ingin membawa anaknya tsb untuk tes DNA, sehingga dia dan keluarga berkeberatan untuk tes tsb.
    Hingga saat ini saya melihat adik saya berjalan seperti tidak ada masalah.
    Pertanyaannya adalah :
    Bagaimana tentang status Perkawinan adik saya dilihat secara agama islam. Karena sampai saat ini adik saya terlihat tenang tetapi ada raut terkadang sesekali termenng.

  28. agus yogya said

    Assalamu’alaikum wr wb,
    share para mualim, ini ada sedikit problem yang memerlukan masukan ikhwan dan akhwat. Jika suami punya tanggung jawab ekonomi keluarga. Maka sejauh mana tanggung jawab istri atas managemen keuangan keluarga ? Bolehkah istri merahasiakan keuangan keluarga pada suami dengan dalih tabungan atau alasan lain ? Dan bagaimana hukumnya bila istri membelanjakan uang tanpa sepengetahuan suami ? Sampai2 untuk menhitung zakat aja istri tidak mau melakukannya karena takut kehitung pemasukan sebenarnya. Mohon saran.
    Wassalmu’alaikum wr wb.

  29. rica said

    berdosakah kita kepada anak jika kita bercerai???
    Balas

  30. Ass. Hasil konsultasi dg Psikolog @ suami sakit rohani akibat salah didik ortu profesi tkng becak miskin segalanya seperti iman, harta,ilmu n moral. Ortu kawinkan suamiq dengan adik kandung buat naikkan taraf hidup pake aliran sesat dan syaratnya kawin lagi – kawin lagi sampai berulang ulang. Cara bela diri bejat moralnya zolimi istri n didik anak jadi durhaka. Psikolog sudah ga sanggup disarankan ke Ustad. Padahal suami tiap hari jadi imam sholat baik di rumah maupun di kantor. Mohon doa n solusi agar suami berubah karakter takut n malu kepada Allah SWT sehingga berhenti berbuat maksiat. Wass.

  31. cattleya said

    assalaamualaikum,
    ustad, saya sudah menikah hampir 15 tahun, dan saya merasakan perkawinan saya sangat hambar, ditahun ke 2 pernikahan saya sudah hampir minta cerai, tp krn berbagai pertimbangan akhirnya tidak saya ungkapkan, tapi jujur ustad, semakin lama rasa cinta saya ke suami semakin berkurang, dr awal suami saya mmg sangat pelit dalam hal keuangan, saya diperlakukan benar2 seperti hanya akan menghabiskan duitnya saja, bahkan apapun pengeluaran sampai sekecil2nya harus saya laporkan padanya, hal ini lah yg membuat saya jadi kesal dan merasa sangat tidak dihargai suami, bahkan sering dia lupa memberi saya nafkah bulanan jika tidak saya minta, karena saya bekerja dan punya penghasilan sendiri, saya biarkan saja, tapi lama kelamaan saya tidak tahan juga ustad. Puncaknya akhirnya pada tahun ini saya minta cerai padanya, dan mengutarakan semua penyebab saya minta cerai, tapi dia tidak mau menceraikan saya,dia minta maaf, sementara saya benar2 sudah benci dan tidak bisa mencintainya lagi, walaupun saya sudah berusaha semampu saya. Dia memohon kepada saya agar mau mencintai dia lagi, tapi betul2 saya tidak bisa dan keburu membencinya. Saya mohon ustad, bolehkah saya kekeh ttp meminta cerai, karena memang saya tidak bisa mencintai suami lagi, saya takut melakukan dosa krn tidak bisa mencintai suami saya, demikian saja ustad, terimakasih

  32. sulastri said

    hamba Allah bertanya

    Assalamu’alaikum ustad,,,

    saya seorang wanita yang telah menikah sudah berjalan hampir 4 tahun..
    saya ingin curhat,, sebelum saya menikah saya adalah wanita wirausaha( alhamdulliah sudah mapan)saya menikah sudah cukup umur, dan masih tinting pada saat itu, , menikah dengan duda beranak 1 (tapi anak diurusi oleh nenek dari istri yg sudah almarhumah ) tapi sayapun tidak pernah dikenalkan dan tidak tau anak tersebut. suami saya adalah karyawan biasa saja yang penghasilannya pun biasa saja( belum memiliki apa -apa) dan mengenai pemahaman agama juga menurut pandangan saya juga biasa saya,, dia menjalankan ibadah sholat setelah mengenal dengan saya..( alhamdulliah mau mengerjakan sholat ) krn menurut info kawannya selama 6 tahu menduda jarang menjalankan sholat
    yang ingi saya tanyakan,, sebelum menikah, saya sudah punya ada tabungan seperti rumah, mobil dan usaha( maaf ustad bukannya saya pamer,dan takabur atau sombong ) .dan setelah menikah jalan 2 tahun,, saya menyarankan kepada suami saya untuk menjalankan usaha karena saya pikir semua perekonomian dalam arti kata rumah ,(saya yg bagun) mobil saya yang beli ,,suami saya hanya memberikan uang gaji bulanan saja untuk makan belum lebih dari pada itu
    oleh sebab itu saya meminjamkan sejumlah dana yang cukup besar untuk menjalankan usaha supaya saya tinggal menikmati hasilnya ( tidak terlalu capek lagi ustad ), tetapi alhasil sudah hampir 1 tahun modal saya belum bisa dicicil atau dikembalikan, karena usahanya ternyata belum lancar yang ada untuk gaji karyawan , suami pinjam lagi kesaya
    saya terkadang pusing,,, capek sendiri,, karena suami saya sifatnya agak keras ,, memang selama pernikahan suami saya tidak pernah memukul,, tetapi kalo berbicara mulutnya pedas,, setiap habis bertengkar saya selalu menagis,, bukan karena dipukul tetapi karena kalo bicara nyelekit
    contoh,, ketika saya membagun rumah (dana dari saya) saya kepingin model ini dan itu , suami tidak setuju,, setelah jadi tidak sesuai,, saya kecewa yang ada komennya hanya bongkar aja lagi,,, sakit rasanya.. dan banyak hal ustad,,,
    terkadang jika setelah bertengkar saya ingi cerai saja ,, karena saya dibuat kesel hati,,dan mengenai uang yang dipinjam suami bagaimana ya ustad?
    untuk itu tolong kasih saran , dan jalan terbaik untuk saya yang sedang mengalami kesedihan,,ini,,

    wassalam..

  33. Muh.Kan'an Lainufar said

    mohon nasehat dan bimbingan untuk permasalahan keluarga kecil kami.
    saya seorang ayah muda dengan balita berusia -+ 3bulan,hampir setahun menikah. saya bekerja di kota A sebagai karyawan kontrak dan memiliki toko online,saya mengontrak dikota A,namun istri berada di kota B ikut dengan ortunya dan bekerja dikota B juga. Yang menjadi masalah adalah istriku mengejar karir dan studinya.Ia menjadi dosen di PTS kota B dan sekarang sedang S3 dikota A. Ia ke kota A jika ada kuliah saja.
    Saya melihat dan merasa istri lebih mementingkan karir dan studinya,sebelum menikah ia memang sering mendapat beasiswa untuk s2 dan s3. mulanya saya setuju asalkan ia bisa bertanggungjawab,namun kini berbeda. Ia sibuk kuliah s3 dan bekerja sebagai dosen.Bahkan anak kami yang berusia 3 bln diberi sambungan susu formula dan diasuh pembantu.Saya sendiri tidak tiap hari dirumah,seminggu skali saya pulang menengok anak istri. Istri tidak mau ikut saya di kota A karena alasan pekerjaan sebagai dosen.Jujur antara saya dan istri memang memiliki pendidikan brbeda,istri S3 dan saya hanya D3 dri segi gaji pun istri lebih banyak.
    Pernah saya meminta isrti saya untuk ikut saya ke kota A sambil kuliah s3 dan mengelola toko online dan melepaskan pekerjaannya sebagai dosen.Tapi ia menolak alasannya gengsi jika ia lulusan beasiswa S2 luar negeri dan mendapat beasiswa S3 hanya menjadi IRT dan mengelola toko online.
    Sebagai suami saya merasa rendah bila istri berkata2 seperti itu,apalagi jika menyangkut keuangan.
    Meskipun ia mendapat beasiswa,tpi msh juga hrs mengeluarkan biaya yg lmyn banyak untuk kuliah dan riset. Istri lebih condong ke orang tuanya ketimbang dengan saya. mertua saya menstir istri saya,yg saya khawatirkan bkn keadaan saya tp putra balita saya yg msh 3bln. Saya pernah memberinya pilihan: resign sbgai dosen,ikut dengan saya kekota A sambil kuliah S3 dan mengurus anak atau merawat anak sambil bekerja sebagai dosen tp kuliah S3 dipending dulu.Tp ia menolak,mertua saya sering ikut campur urusan RT kami krn itu selepas menikah saya mengambil KPR di kota A. Saya menjadi rendah kala istri tidak menghargai hasil jerih payah saya
    Bgaimana saya harus bersikap untuk mendidik dan membimbing istri saya?Wassalam

  34. hendri said

    saya seorang lduda dan menikah dengan seorang janda dan janda tersebut punya seorang anak perempuan yang bukan anak sendiri melainkan anak angkat namun dari kecil dia diadopsi dari adik mantan suami. setiap hari wlau kami telah menikah kami tidur terpisah karena anak perempuan dari istri tersebut minta ditemani dan sekarang kami hidup terpisah karena sy harus menjaga orangtua yang tinggal satu – satunya dengan anak – anak saya sendiri.sedang istri tidak mau diajak serumah karena orang tua saya (bapak ) tidak menyetujui pernikahan sy dengan istri saya yang kedua ini karena umur saya dengan istri lebih tua istri selisih 4 tahun. mohon solusi apa yang harus saya lakukan sy ingin mempunyai keluarga yang sakinah mawaddah dan warohma.

  35. Eman Sulaiman said

    Assalamualaikum wr.wb

    Ustad, saya mau bertanya bagaimana sikap seorang istri terhaapa suaminya yang sering bermain sama wanita lain, sehingga istri pun merasa cemburu karena suaminya??

    apa yang harus aku lakukan terhadap adikku yang sering bertanya tanya tentang masalah rumah tangganya,,

    Pak ustad mohon pencerahannya,,

  36. Dahir said

    Assalamu’alaikum wr wb
    sy sdh 3bln brturut2 tdk pnah memberi nafkah lahir dan bhatin kpd istri sy. Yg ksmua itu bkan d sgaja. Apakah sdh jth talak,dan tlak brp jg msh bs kah kami rujuk kembali . Ats jwbn ny saya ucpkn trimakasih

  37. fiddah said

    Assalam mu’alaikum wr.wb
    Ustadz saya sedang ada problem.mau tanya gugurkah kewajiban seorang abang terhadap adik kandung perempuannya yg sudah berumah tangga sedangkan si abang sudah berkeluarga
    Mohon di jawab ustadz
    Wassalam mu’alaikum wr.wb

  38. Sm said

    Saya ingin bertanya seputar problema rumah tangga.saya adalah seorang wanita dg satu orang anak.13 yang lalu ketika saya hamil 8 bln ,suami saya pergi untuk keluar jawa dg tujuan bekerja bersama bapak saya.namun dlm perjalanan sampai di surabaya dia meninggalkan atau memisahkan diri dari bapak saya tanpa meninggalkan pesan apapun.akhirnya bapak saya melanjutkan perjalanan ke luar jawa seorang diri.sejak saat itu suami saya tidak memberi kabar sama sekali hingga saat ini.namun meskipun tdk memberi kabar, saya selalu mengetahui ketika dia pulang kerumah orang tuanya.beberapa x saya coba menemui dia tapi selalu di halangi oleh orang tuanya.meskipun saya datang dg anak saya sekalipun tetap tdk di ijinkan untuk bertemu.saya sudah mencoba menghubungi no hp nya yang sy dapat dr temannya tetapi dia selalu bilang salah sambung.dan berpura pura seolah olah tdk kenal siapa saya.sejak saat itu saya berdiam dan nekat untuk bekerja ke LN karena biaya hidup dan biaya pendidikan anak yg harus sy penuhi.sementara tak ada pihak yg membantu kebutuhan kami.bahkan mertua tak memberi meski hanya sebutir nasi.waktu terus berlalu hingga 13 tahun lamanya.dan anak sy sudah kelas 2 SMP.saya masih bersabar.tak pernah ada keinginan untuk menggugat atau bercerai sepihak.karena tidak ada masalah yg jelas di antara kami.namun beberapa tahun terakhir sy dengar kabar dia akan menikah dg seorang honorer yg masih tinggal sekampung.wanita itu mengejar siang malam bahkan tidak malu memposting foto berpelukan di dinding fbnya dg suami saya.yang ingin saya tanyakan apakah suami saya bisa melakukan proses cerai tanpa surat nikah.atau bisa menikah tanpa surat cerai.jika bisa apakah pernikahan mereka bisa di batalkan.lalu apa wanita yg menjadi pacar suami saya bisa di adukan untuk di proses hukum.terima kasih atas jawabannya.

    20 Agustus 2016 22.42

  39. dungdeng said

    Saya dan istri sudah sudah hampir setahun membina rumah tangga..kebetulan kami dalam waktu dekat ini sedang menunggu kelahiran putra pertama kami..namun beberapa hari ini ada sesuatu hal yang mengganjal dalam hati saya..ceritanya saya akan diajak lamaran kerabat keluarga keluar kota tapi memang belum pasti..dan disaat yang sama kebetulan istri habis mengalami flex pada kehamilannya..singkat cerita saya mengetahui isi percakapan istri dengan kakak sepupu perempuannya..terus terang saya kecewa membaca isi dari percakapan tersebut..terutama disitu saya dianggap tidak pengertian karena lebih mementingkan acara keluarga dibandingkan menemani istri..dan yang lebih anehnya orangtua saya dianggap adem ayem saja mengenai kondisi istri saya tersebut, sebagai catatan padahal saya diminta sama istri memang untuk tidak menceritakan kondisi gangguan kehamilan kepada siapapun termasuk orangtua saya sendiri.. Dan disitu ada pernyataan dari istri bahwa kelak pada saat persalinannya nanti, dia akan merasa lebih nyaman untuk ditemani oleh kakak sepupu perempuannya dibandingkan dengan ibu saya..
    Bagaimana saya harus menyikapi kondisi seperti ini?
    Sebagai catatan kakak sepupu perempuan istri saya tersebut mengalami kegagalan dalam membina rumah tangganya dan sekarang menjadi istri kedua dari pernikahan keduanya, saya takut istri saya menjadikan dia sebagai panutannya

  40. assalamualaikum ustadz dan ustadzah….saya ingin berkonsultasi problem rumah tangga saya.
    1. dulu sy bekerja d perusahaan…..
    tp setelh saya hamil 8 bln sy mmutuskn berhenti dr pekerjaan kr alasan kesehatan sy dan byi sy..itu jg atas persetujuan suami..tp baru2 ini suami sy beberapa kali bertnya” anak umur sudah hampir 2thn..ap gak ad keinginan untuk kerja??apa mw selamany seperti ini ( IRT)..padahl hasil dr kerja suami jg alhmdllh sudah lbh dr ckup..tp knpa suami bertanya seperti itu?? lntas saya harus bagaimana??
    2.suami pernh bilng kesaya apa sy tdk menggap ortuny itu ortu sy??( bru kira2 1 bln saya tdk telfn ortuny ) mmng ortuny jauh..tp beberapa bln sebelumny kmi berlibur krmh ortu suami cukup lama..tp suami tdk pernh berinisiatif menghubungi ortu saya wlupn hny sekedar bertany kabar…
    hrs bagaimanakah sy??
    3.sy bingung…suami beberapa x transfer uang untuk ortuny..tp hny memberi ke ortu saya 100rb sj sangat jarang..jd apa yg hrs saya lkukn dgn semua ini??mohon jawaban dan solusiny…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: