Rumahku Surgaku

Keluarga Sakinah Mawaddah wa Rohmah

Indahnya Ta’aruf Secara Islami

Posted by Farid Ma'ruf pada Mei 6, 2009

Zahrina Nurbaiti

Zahrina Nurbaiti

Oleh : Zahrina Nurbaiti

BaitiJannati — Sengaja kugoreskan tulisan ini, kado untuk teman-teman FB ku yang sedang ta’aruf, atau yang akan melakukan ta’aruf secara Islami. Juga bagi pasangan yang sudah pernah melakukan ta’aruf Islami,kado tulisan ini kupersembahkan sebagai kenang-kenangan yang terindah yang pernah dilalui dahulu. Kudoakan semoga Allah SWT selalu memudahkan dan melancarkan ta’aruf Islami yang sedang atau akan berlangsung. Bagi pasangan yang sudah melakukan ta’aruf Islami, semoga langgeng pernikahannya, hingga kematianlah yang memisahkan kita dari pasangan kita. Aamiin

Bagi setiap aktivis da’wah, yang sudah memilih da’wah sebagai jalan hidupnya, tentunya harus memiliki kepribadian Islamiyyah yang berbeda dengan orang-orang yang belum tarbiyah tentunya. Salah satu akhlak (kepribadian Islami) yang harus dimiliki setiap ikhwan atau akhwat adalah ketika memilih menikah tanpa pacaran. Karena memang dalam Islam tidak ada konsep pacaran, dengan dalih apapun. Misalnya, ditemani orang tualah, ditemani kakak atau adiklah sehingga tidak berdua-duan. Semua sudah sangat jelas dalam Alqur’an surat Al Isra ayat 32 yang artinya ”Dan janganlah kamu mendekati zina ; (zina) itu sungguh perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk.”. Apalagi sudah menjadi fihtrah bagi setiap pria pasti memiliki rasa ketertarikan pada wanita begitu pula sebaliknya. Namun Islam memberikan panduan yang sangat jelas demi kebaikan ummatnya. Mampukah tiap diri kita menata semua, ya perasaan cinta, kasih sayang benar-benar sesuai dengan syari’ah? Dalam buku Manajemen Cinta karya Abdullah Nasih Ulwan, juga disebutkan, cinta juga harus dimanage dengan baik, terutama cinta pada Allah SWT, Rasulullah SAW, cinta terhadap orang-orang shalih dan beriman. Jadi tidak mengumbar cinta secara murahan atau bahkan melanggar syariat Allah SWT.

Lalu bagaimanakah kiat-kita ta’aruf Islami yang benar agar nantinya tercipta rumah tangga sakinah mawaddah warohmah, berikut pengalaman penulis 14 tahun lalu yaitu :

1.Melakukan Istikharoh dengan sekhusyu-khusyunya
Setelah ikhwan mendapatkan data dan foto, lakukanlah istikharoh dengan sebaik-baiknya, agar Allah SWT memberikan jawaban yang terbaik. Dalam melakukan istikharoh ini, jangan ada kecenderungan dulu pada calon yang diberikan kepada kita. Tapi ikhlaskanlah semua hasilnya pada Allah SWT. Luruskan niat kita, bahwa kita menikah memang ingin benar-benar membentuk rumah tangga yang sakinah mawaddah warohmah. Seseorang biasanya mendapatkan sesuatu sesuai dengan apa yang diniatkannya.

2.Menentukan Jadwal Pertemuan (ta’aruf Islami)
Setelah Ikhwan melakukan istikharoh dan adanya kemantapan hati, maka segerlah melaporkan pada Ustadz, lalu Ustadz pun memberikan data dan foto kepada Ustadzah (guru akhwat), dan memberikan data dan foto ikhwan tersebut kepada Akhwat. Biasanya akhwat yang memang sudah siap, Insya Allah setelah istikharoh juga segera melaporkan kepada Ustadzahnya. Lalu segeralah atur jadwal pertemuan ta’aruf tersebut. Bisa dilakukan di rumah Ustadzah akhwatnya. Memang idealnya kedua pembimbing juga hadir, sebagai tanda kasih sayang dan perhatian terhadap mutarabbi (murid-murid). Hendaknya jadwal pertemuan disesuaikan waktunya, agar semua bisa hadir, pilihlah hari Ahad, karena hari libur.

3.Gali pertanyaan sedalam-dalamnya
Setelah bertemu, hendaknya didampingi Ustadz dan Ustadzah, lalu saling bertanyalah sedalam-dalamnya, ya bisa mulai dari data pribadi, keluarga, hobi, penyakit yang diderita, visi dan misi tentang rumah tangga. Biasanya pada tahap ini, baik ikhwan maupun akhwat agak malu-malu dan grogi, maklum tidak mengenal sebelumnya. Tapi dengan berjalannya waktu, semua akan menjadi cair. Peran pembimbing juga sangat dibutuhkan untuk mencairkan suasana. Jadi tidak terlihat kaku dan terlalu serius. Dibutuhkan jiwa humoris, santai namun tetap serius.
Silakan baik ikhwan maupun akhwat saling bertanya sedalam-dalamnya, jangan sungkan-sungkan, pada tahap ini. Biasanya pertanyaan-pertanyaan pun akan mengalir.

4.Menentukan waktu ta’aruf dengan keluarga akhwat
Setelah melakukan ta’aruf dan menggali pertanyaan-pertanyaan sedalam-dalamnya, dan pihak ikhwan merasakan adanya kecocokan visi dan misi dengan sang akhwat, maka ikhwan pun segera memutuskan untuk melakukan ta’aruf ke rumah akhwat, untuk berkenalan dengan keluarga besarnya. Ini pun sudah diketahui oleh Ustadz maupun Ustadzah dari kedua belah pihak. Jadi memang semua harus selalu dikomunikasikan, agar nantinya hasilnya juga baik. Jangan berjalan sendiri. Sebaiknya ketika datang bersilaturahim ke rumah akhwat, Ustadz pun mendampingi ikhwan sebagai rasa sayang seorang guru terhadap muridnya. Tetapi jika memang Ustadz sangat sibuk dan ada da’wah yang tidak bisa ditinggalkan, bisa saja ikhwan didampingi oleh teman pengajian lainnya. Namun ingat,ikhwan jangan datang seorang diri, untuk menghindarkan fitnah dan untuk membedakan dengan orang lain yang terkenal di masyarakat dengan istilah ’ngapel’ (pacaran).
Hendaknya waktu ideal untuk silaturahim ke rumah akhwat pada sore hari, biasanya lebih santai. Tapi bisa saja diatur oleh kedua pihak, kapan waktu yang paling tepat untuk silaturahim tersebut.

5.Keluarga Ikhwan pun boleh mengundang silaturahim akhwat ke rumahnya
Dalam hal menikah tanpa pacaran, adalah wajar jika orang tua ikhwan ingin mengenal calon menantunya (akhwat). Maka sah-sah saja, jika orang tua ikhwan ingin berkenalan dengan akhwat (calon menantunya). Sebaiknya ketika datang ke rumah ikhwan, akhwat pun tidak sendirian, untuk menghindari terjadinya fitnah. Dalam hal ini bisa saja akhwat ditemani Ustadzahnya ataupun teman pengajiannya sebagai tanda perhatian dan kasih sayang pada mutarabbi.

6.Menentukan Waktu Khitbah
Setelah terjadinya silaturahim kedua belah pihak, dan sudah ada kecocokan visi dan misi dari ikhwan dan akhwat juga dengan keluarga besanya, maka jangalah berlama-lama. Segeralah tentukan kapan waktu untuk mengkhitbah akhwat. Jarak waktu antara ta’aruf dengan khitbah, sebaiknya tidak terlalu lama, karena takut menimbulkan fitnah.

7.Tentukan waktu dan tempat pernikahan
Pada prinsipnya semua hari dan bulan dalam Islam adalah baik. Jadi hindarkanlah mencari tanggal dan bulan baik, karena takut jatuh ke arah syirik. Lakukan pernikahan sesuai yang dicontohkan Rasulullah SAW, yaitu sederhana, mengundang anak yatim, memisahkan antara tamu pria dan wanita, pengantin wanita tidak bertabarruj (berdandan),makanan dan minuman juga tidak berlebihan.

Semoga dengan menjalankan kiat-kiat ta’aruf secara Islami di atas, Insya Allah akan terbentuk rumah tangga yang sakinah mawaddah warohmah…yang menjadi dambaan setiap keluarga muslim baik di dunia maupun di akhirat.

Teriring doaku yang tulus kepada ikhwah dan akhwat fillah yang akan melangsungkan pernikahan kuucapkan ”Baarokallahu laka wa baaroka ’alaika wajama’a bainakumaa fii khoirin..

Dan bagi sahabat-sahabatku yang belum menikah, teriring doa yang tulus dari hatiku, semoga Allah SWT memberikan jodoh yang terbaik untuk semua baik di dunia maupun di akhirat..Aamiin ya Robbal ’alamiin. (www.baitijanati.wordpress.com)

Sumber : FB Ustzh Zahrina N

Iklan

154 Tanggapan to “Indahnya Ta’aruf Secara Islami”

  1. JABRIG said

    assalamualaikum wr wb

    ummi kebetulan ane lagi taaruf nih ama akhwat. mudah2an taarufnya islami sesuai dg yang ummi paparkan. sekalian minta doanya ya, agar segalanya dipermudah Allah SWT, Amiin. jazakallah

    • Hj. Zahrina Nurbaiti, MM said

      Wa’alaikumussalam wr.wb

      Akhi Jabrig,semoga dimudahkan Allah SWT. Aamiin

    • Hj. Zahrina Nurbaiti, MM said

      Wa’alaikumussalam wr.wb

      Akhi Jabrig,semoga dimudahkan Allah SWT dalam mendapatkan pasangan yang shalih. Aamiin

      • iin rusmalina said

        bu aku lagi binggu nih sebener ya aku udah laku kan selayak ya suami isti padahal ku baru pacaran
        aku itu itu perbuatan yang di larang agama dan hukum ya dosa besar bagai manah cra untuk bertubat dan tidak akan menggulani kembali

      • nandita said

        asssalamualaiaikum umi…..

      • nandita said

        assalamualaikum umi, umi saya telah di khitbah oleh seorang ikhwan dan kedua orang tua sudah sama menyetujui. tapi karena suatu hal, ortu saya agak meragukan walau awalnya merestui sehingga ortu menyuruh dia jika serius menikah untuk menunggu saya selesai kuliah dan itu waktu yg tidak sebentar, padahal jarak waktu antara ta’aruf ,khitbah,n nikah sebaiknya tidak terlalu lama, karena takut menimbulkan fitnah.nah jika sperti tu apakah ta’aruf boleh dilanjutkan lagi atau diputus dlu khitbahnya? tolong bimbingannya ya ukhti. jazakallah atas solusinya. wassalam.

      • izin share ya, Umi 🙂

  2. orang ikhwan said

    seorang teman berkata:
    syarat seorang ikhwan bila ingin melamar akhwat soleha adalah:

    1.IP/IPK minimal 2,89
    2.harus satu organisasi
    3.sederajat status sosialnya atw minimal sama

    rasanya aq mw bunuh diri aja ataw cari pasangan yg wanita biasa2 aja….klu cari akhwat yg sbnrnya sih ya susah,,,makan hati…mending cari yg akhwat biasa walaupun tak sholat,,daripada gk ada sama sekali ataw bunuh diri….
    gmn tuh…???

    • Hj. Zahrina Nurbaiti, MM said

      Assalamu’alaikum wr.wb

      Akhi,sebagai orang beriman,bunuh diri sangat dilarang oleh Allah SWT. Apalagi sampai berputus asa dr rahmat Allah SWT. Beusahalah tuk menjadi ikhwan yg shalih, Insya Allah jodoh antumpun akan shalihah pula. Kami saja, Alhamdulillah hanya ta’aruf satu pekan dan Alhamdulillah pernikahan kami sdh berlangsung 16 tahun.

      Dibutuhkan pemahaman Islam yg mendalam akhi. Mosok,ndak dapat akhwat smp ada keinginan bunuh diri? Cobalah mempelajari Islam lbh dalam lagi. Kalai belum dapat jodoh sekarang, mungkin Allah SWT punya rencana yg jauh lbh baik lagi tuk antum. Mohon ndak terlalu banyak kriteria ya Akhi. Allah SWT sgt2 tahu siapa yg terbaik tuk kita. Semoga dimudahkan Allah SWT

  3. dee said

    apa yang di maksud dengan menimbulkan fitnah…?ana belum begitu paham…?afwan mohon bimbingannya

  4. fiqs said

    assalamu’alaikum wr wb.

    artikelnya bagus,
    jadi tahu apa yang harus dilakukan pas ta’aruf! (doa-kan ana ya!)
    ….jazakumullah khairan katsira

    Wassalamu’alaikum wr wb

  5. zefri said

    untuk “orang ikhwan” mngkin teman anda salah menafsirkan ttg seorang akhwat, dan bila kita belum mendapatkan wanita sholehah bukan berarti wanita yang tidak shalat itu baik bagi kita, ingat tak manusia yang sempurna kecuali Rasulullah SAW.

  6. niensda said

    Ass.wr.wb..Ummi sy akhwat yg sedang proses mencari jodoh..tolong ummi beri info kalau ada ustadzah/ustadz yang menyediakan media ta aruf dengan calonnya sekalian ..terima kasih sebelumnya

  7. sukadukakehidupan said

    Ass.Wr.Wb,
    bagaimana caranya supaya kita yakin dengan istikhoroh yg kita lakukan itu merupakan jawaban dari Alloh SWT, sementara hati telah cenderung kepada ikhwan yg bersangkutan? lalu, mana yang lebih prioritas/baik, seorang ikhwan bersilaturrahim ke keluarga akhwatnya dulu atau menngenalkan akhwat ke keluarga ikhwannya dulu? ana hanya sedang berpikir mana yg lebih sedikit dampak buruknya, bila terjadi penolakan di salah satu pihak keluarga.
    Syukron
    Wass.wr.wb

    http://sukadukakehidupan.wordpress.com

    • Hj. Zahrina Nurbaiti, MM said

      Wa’alaikumussalam wr.wb

      Sebaiknya ketika melakukan istikharoh,lakukan dg niat ikhlas,hati yg bersih,tanpa adanya kecenderungan kepada siapapun. Insya Allah jika niat kita benar dan cara istikharoh pun benar,maka pasti akan diberikan petunjuk oleh Allah SWT. Aamiin

  8. MUCHSONI said

    Assalamu’alaikum wr wb,ummi bagaimana kiat2 menghilangkan rasa tidak percaya diri/nerves terhadap akhwat yang dari segi pengetahuan agamanya lebih sedangkan disisi lain ana ingin mengkhitbah akhwat tersebut,sukron
    wassalamu’alaikum wr wb

    • Hj. Zahrina Nurbaiti, MM said

      Wa’alaikumussalam Wr.wb

      Kiat2nya biasanya dg banyak berdzikir ya Akhi. Hidup ini kan berproses. Memang idealnya pemahaman agama antar pasangan juga sekufu. Semua bisa dipelajari akhi,jika ada kesungguhan dan azzam yang kuat tuk terus belajar. Pasangan hidup yg baik akan saling melengkapi,saling asih,asah dan asuh. Itu biasanya yang kami lakukan. Alhamdulillah ana selesaikan S2 dulu,baru sekarang suami ana lanjutkan S2. Syukur jika nanti S3 bisa bersama2. Mohon doanya. Aamiin

  9. sebuah obsesi diri dengan mempertahankan kaidah cinta dan rumah tangga secara syariat dimata sesama dan sang pencipta

  10. fauzy said

    Subhanallah..benar2 indah apa yang telah diaturkan dalam Islam dalam proses sebuah pernikahan

  11. Aa' said

    “Alhamdulillah…” dengan paparan antum tadi saya jadi lebih mengerti dan memantapkan ilmu serta pengetahuan ta’aruf saya.

    jazakumulloh khoiron

  12. aryu said

    jazakalloh 🙂
    artikel nya menambah pengetahuan saya ttg taaruf.

  13. Ndaru said

    Assalamualaikum….ummi ikhwan sedang proses mencari jodoh..tolong ummi beri info kalau ada ustadzah/ustadz yang menyediakan media ta aruf dengan calonnya sekalian ,khusus nya daerah jogja…terima kasih sebelumnya..
    wassalamu’alaikum wr wb

    Tanggapan :
    Jogja daerah mana?

  14. Assalamualikum Ummi……………………
    Islam itu agama yang indah. Proses menuju sebuah pernikahn di atus sedemikian indah. Gak ada yang patah hati. gak ada yang zina. Aku salut……….. banget
    Aku se masih 19 tahun…. aku gak nerti banyak tentang ta’aruf. basic pendi2kan agama aku dapat dari tingkt TK sampai SMP. Ktika SMA n skarang di Universitas aku gak dapat banyak ilmu agama.
    Aku ingin se kali law diantara orang2 yang membaca situs ini mau berbagi ilmu denganku
    Singgah ke FB aku ya gadis.sahid@yahoo.com atau 081977460081

    • Hj. Zahrina Nurbaiti, MM said

      Assalamu’alaikum Wr.Wb

      Silakan mba request ke FB ke 2 saya Zahrina Nurbaiti II,yg pertama Alhamdulillah sdh full. Jazaakumullah khairan

  15. Yunita said

    Asslmkm,ummi sy pgn bgt sgra mnyempurnkn dien mll ta’aruf scr islami.hal ini sdh prnh sy utarakan k murabbi,tp pihak murabbi tdk brani mnjanjikn u mncrikn calon.pdhal byk tmn2 sy yg sdh ckp umur u sgr mnikah.justru yg srgkali dtg u brknalan dr org2 yg tdk ikt tarbiyah.sy hrs bgmana?

    • Irwansyah said

      Ganti aza murabbi nya,,,
      masak murabbinya ngak bisa mencarikan anti pasangan hidup anti,,
      coba sharing dengan akhwat2 yg lain mengenai ta’arruf..
      insya allah nnti pasti ada hasilnya

  16. abu said

    assalamualaikum…
    saya laki-laki biasa.saya bukan seorang ikhwan yang suka liQa,saya pun tidak punya murobi khusus.
    tapi saya seoarang muslim. saya ingin memiliki istri solehah.
    apakah hanya orang yang suka liqa za yag boleh mendapatkan kriteria akhwat…?????

    • Hj. Zahrina Nurbaiti, MM said

      Wa’alaikumussalam wr.wb

      Pak Abu, pada prinsipnya dalam sebuah pernikahan dibutuhkan visi dan misi yg sama dalam mewujudkan RT yang SAMARA tentunya. Sebagai contoh,ana ndak mungkin mendapat dukungan da’wah yg luar biasa,kalau bukan dr suami yg jg paham akan LQ dan tarbiyah misalnya.

      Intinya,dengan kesamaan visi dan misa dalam membangun RT yang SAMARA,insya Allah kebahagiaan lahir dan bathin akan lbh ,udah diwujudkan. Pengalaman pribadi kami menunjukkan 16 tahun membina RT SAMARA dg memiliki visi dan misi yg sama sbg agent of change, Insya Allah kebahagiaan akan lbh mudah diwujudkan

  17. Aini said

    Sblum.x mmbca tntang artikel ini aq brmimpi mnikah dng cra ta’aruf n bru prtma kali aq rasa.kn indah.x perasaan dng seorg pria yg tdk aq kenal… Mungkinkh ini slah 1 prtnda dr Allah bhwa aq hrus ta’aruf, mngingat aq skrg brpcran dng pria non muslim?? Aq sdar, aq sdah bnyak brbuat dosa yg amat sngat.. Tp msih pantas.kh aq mndpat.kn pria yg sprti dlm mimpi.ku?? Sosok pria yg sprti.x rjin bribadah?? Aq ingin ada org yg bsa mnyelmat.kn aq d dunia n akhirat sblum trlmbat.. Mhon bntuan.x aq tdk ingin smkin tnggelam dlm dosa.. Pngetahuan.ku tntg agma Islma jg sngat minim.. Tolong aq.. Mhon bntuan.x d bls d FB.ku dng alamat email.ku..

    • makhluk berdosa said

      Saudariku.. jgn pernah berputus asa terhadap rahmat dan ampunan Allah, aku sendiri adalah salah satu mahkluk yang boleh di katakan sangat berdosa, bahkan sampai tulisan ini aku buatpun aku masih berbuat dosa,tapi selalu ada keyakinan dalam dadaku bahwa suatu saat Allah akan membuka pintu hatiku dan menyirami dengan cahaya hidayah Nya, hingga Hati, mata, tangan dan seluruh panca indera ini tidak lagi berbuat dosa.., Aku yakin Allah maha pengasih dan maha Pengampun..,
      Saudariku.. jangan pernah berputus harapan dengan Allah…, simak kisah di bawah ini..
      Pada zaman Nabiullah Musa As, datanglah kepada Beliau seorang wanita untuk bertobat kepada Allah atas semua kesalahan yang telah dia perbuat selama ini.Wanita tersebut berkata:” Wahai Nabiullah, saya jauh-jauh datang kesini hanya untuk bertaubat kepada Allah, mohonkan Taubatku diterima oleh-Nya”. Nabi Musa AS, berkata:” Gerangan dosa apakah yang telah engkau perbuat, hingga engkau ingin bertaubat kepada Allah SWT?”. Wanita tersebut berkata kembali:” Aku telah berzina dengan seseorang dan telah melahirkan seorang bayi, karena rasa malu dan takut diketahui oleh orang lain, maka aku bunuh bayi terserbut”. Demi mendengar itu semua, Nabi Musa sangatlah marah, lalu Beliau berkata:” Pergilah engkau, jangan kau bakar aku dengan api neraka yang diakibatkan oleh perbuatanmu itu!!”. Wanita tersebut menangis lalu berkata:” Wahai Nabi Allah, tidakkah aku dapat bertaubat kepada Allah, dan aku berjanji tidak akan mengulangi semuanya itu”. Nabi Musa AS, masih dalam keadaan marah mengusir wanita tersebut sambil berkata:” Dosamu terlalu besar dan tidak bisa dimaafkan”. Lalu pulanglah wanita tersebut sambil menangis. Tidak lama dari kejadian tersebut, datanglah Malaikat jibril kepada Nabi Musa AS. Jibril berkata:” Wahai Musa, Allah telah menengurmu, mengapa engkau tolak tobatnya wanita tersebut, padahal wanita tersebut telah benar-benar mengakui kesalahan dan menyesal atas semua kesalahannya itu, dia ingin kembali ke jalan yang benar, harusnya Engkau membimbingnya bukannya mengusirnya!!!”. Demi mendengar itu semua, Nabi Musa berkata:” Dosa wanita tersebut terlalu besar wahai Jibril, dan Aku tidak yakin Allah akan mengampuni dosa tersebut”. Jibril berkata:” Allah maha pengampun lagi maha mendengar taubat dari Hamba-Nya yang benar-benar ingin bertaubat, Bahkan dosa yang lebih besar dari itupun Allah pasti akan mengampuninya”. Berkata Nabi Musa AS:” Dosa apakah yang lebih besar daripada dosa wanita yang telah berzina dan membunuh anak dari hasil perzinahan tersebut, Ya Jibril???”. Jibril menjawab:” Seseorang yang meninggalkan Sholat dengan sengaja”. Mendengar itu semua Nabi Musa menangis dan dia menyesal atas kekeliruan yang telah Beliau lakukan kepada wanita yang benar-benar ingin bertaubat.
      Sekali lagi saudariku, janganlah berputus harapan pada Allah, sesungguhnya Allah sangat menyayangi makhluknya..
      “Katakanlah: “Hai hamba-hambaKu yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Az-Zumar: 53)
      “Jika kalian melakukan kesalahan-kesalahan (dosa) hingga kesalahan kalian itu sampai ke langit, kemudian kalian bertaubat, niscaya Allah SWT akan memberikan taubat kepada kalian.” (Hadist diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari Abi Hurairah, dan ia menghukumkannya sebagai hadits hasan dalam kitab sahih Jami’ Shagir – 5235)
      Semoga Allah memberikan hidayahNya, membuka hati dan fikiran kita, menerima taubat kita dan menggolongkan kita kepada orang2 yang di ampuni dosanya dan di terima segala amal kebajikan kita… Amiinn..

  18. miko said

    Asw
    Umi pertam salam kenal dan silaturahmi dari saya
    saya sekarang sedang ikhtiar mencari istri, saya berdomisili di Jogja, apakh umi ada akwat yang bisa di kenalkan kepada saya
    Walaikum salam

  19. Ahmad said

    Asw ane ikhwan tinggal di jkt, umur 30, maisyah cukup. Sampai skrng ane blm menikah karena blm ketemu akhwat yg cocok. Ditambah lagi prosedur yg ada serasa memperumit ane untuk menemukan akhwat yg cocok. Ada bbrp tawaran akhwat yg ane cocok, tapi tidak tarbiyah. Ane bingung nih ustadz. Kalau ada washilah lewat internet, mohon diinformasikan

    • Hj. Zahrina Nurbaiti, MM said

      Wa’alaikumussalam wr.wb

      Akhi Ahmad,afwan setahu ana ndak terlalu sulit. Caranya coba antum komunikasikan dg baik dg MR antum. Biasanya mudah, apalagi ikhwan biasanya,pasti sudah dicarikan MR ya akhi. Insya Allah kalau tarbiyah antum intensif dan baik,pasti juga sdh dicarikan MR antum. Semoga dimudahkan Allah SWT. Aamiin

  20. nia prima said

    Assalamualaikum, sangat senang menemukan ummi di dunia maya…. slam kenal dan hormat saya…
    ttg ta’aruf…indah ummi. tapi utk saat ini msh sgt trauma. mhn bimbingannya.. syukron 🙂

  21. zahra said

    assalamualaikum..Ummi,artikel nya sungguh luar biasa & sunggh sangat bermanfaat buat saya,ada yg mau saya tanya kan sm Ummi yaitu apakah taaruf sorang wanita yg blum pernah mnikah dngan seorang wanita yg pernah menikah (janda) tatacara nya sm sperti yg Ummi paparkan trsbt diatas,dan Ummi sy seorang wanita berusia 28thn sedang akan menju proses taaruf bersama seorang ikhwan yg kira2 berusia 4 tahn lbih muda dr saya….bagaimana mnrut pendapat Ummi, apakh perbedaan umur kami akan menjadi masalah dlm kami membina rmh tangga nantinya,1 lagi Ummi…apakah ngobrol di hp tuk bs saling mengenal lbih jauh masing2x pribadi,apakh itu salah Ummi,mohon jawabn nya Ummi,smoga Ummi berkenan menjawab pertanyaan saya…..syukron Ummi

    • Hj. Zahrina Nurbaiti, MM said

      Wa’alaikumussalam wr.wb

      Ukhti Zahra yg dirahmati Allah SWT. Kedewasaan seseorang tdklah bisa diukur dg usia. Namun bisa dilihat dr akhlaq dan pemahaman agamanya. Ndak masalah beda 4 tahun. Teman saya malah dapat ikhwan beda 7-9 tahun dg ikhwan,bahagia2 saja hingga kini Alhamdulillah.

      Sebaiknya dihindarkan ta’aruf yg bisa mengotori hati Ukhti dg sms,saling bertelepon dsb. Kecuali sdh dikhitbah,maka dibolehkan bertelepon seperlunya untuk mengatur pernikahan (rapat ttg banyak undangan yg akan diundang,dimana walimahnya,tanggal berapa dsb). Namun komunikasi seperlunya saja.

  22. Eko said

    Semoga berkenan, saya dan pasangan juga sedang dalam rencana pernikahan. semoga lancar Amin …

  23. queen said

    duuuh ummi????ana msih SMA.bca gnian jd mlayang jauh w.tp this artikel mnmbah wawasan ku “bout taaruf geto.thenks umi..oya buat para pembaca artikel ini,ana pesen,,,say no to pacaran forever…!!!!pacaran gak banget deh yhaaa???pacaran is kuno BGT.

  24. akhwat tak sempurna said

    assalamu alaykum
    Subhanallah…islam begitu indah ,dan tertib… Allah telah menyusun sedemikian rinci tiap-tiap masalah yang ditemui manusia…semoga kita semua sll memperoleh petunjuk dan rahmat-Nya dalam hal apapun,tak terkecuali dlm urusan jodoh..
    jazzakumullah

    • Hj. Zahrina Nurbaiti, MM said

      Wa’alaikumussalam wr,wb

      Ukhti akhwat tak sempurna, Alhamdulillah. Waiyyakum. Sebuah pengalaman pribadi yg bisa dishare ke teman2 agar pernikahan berlangsung secara Islami. Aamiin

  25. subhanallah, lahaulawalaquwata…
    benner, ana juga segera berta’aruf, mengkhitbah dan menikah..
    tapi…

    siapa ya, yang mau????

  26. Uthie said

    Assalamualaikum,wr,wb

    Umi,,,, aku maw tanya? apakah kembali lagi dengan mantan pcar dengan cara tidak bertemu smapai waktunya tiba untuk melamae itu juga termasuk kategori ta`aruf??????

    Terima kasih atas jawabannya

    Wassalamualaikum wr,wb

    • Hj. Zahrina Nurbaiti, S.sos.S.Sos. I,MM said

      Wa’alaikumussalam wr.wb

      Selama sdh bertobat,ndak berkomunikasi dalam jarak yg lama dan jauh misalnya. Tiba2 ia ingin khitbah syah2 saja. Intinya Islam sangat2 melarang pacaran Mba. Dalilnya surat 17 ayat 32. Mendekati zina saja ndak boleh,apalagi pacaran.

      Ta’aruf adalah proses mengenal pasangan kita,dimana ikhwan sdh ada kemantapan hati setelah istikharoh untuk segera melamar sang akhwat. Jarak antara ta’aruf & khitbah pun ndak boleh terlalu lama. Dapat mengotori hati Mba. Ta’aruf pun bisa gagal,belum tentu menuju pernikahan. Semua tentu saja ndak terlepas dari taqdir-NYA

  27. Indah megasari nasution said

    assalam’mualaikum
    trimakasih uMmi, atas artikel’a yang sungguh Luar biasa !!!
    saat ingin sekali melakukan ta’aruf,tapi sepertinya kog sulit yaa …
    mohon bimbingannya yaa ummi

  28. sitti NurWahidah said

    Assalamu’alaikum…salam knal ummi..sy seorang akhwat n baru bca artikael ini,syukron..telah berbagi ilmu….,ana pernah ta’aruf v krna kurangx ilmu jd banyak ksalahan…do’akan aj y ummi mdahan ana segera bertemu jdoh dgn jalan yg benar sesuai syari’ah…Aamiin….

  29. pipit puspitasari said

    Assalamu’alaikm salam knl ummi .. saya seorang akhwat baru baca artikel ini, ana ingin berta’aruf tapi ana blm menemukan yang cocok… doa kan ana ya umi mdah2n ana segera bertemu jdh yang benar sesuau syari’h

    • Hj. Zahrina Nurbaiti, MM said

      Wa’alaikumussalam wr.wb

      Ukhti Pipit yang dirahmati Allah SWT. Insya Allah,sy doakan semoga Allah SWT memberikan pasangan hidup yg sekufu dg anti. Yakinlah Insya Allah,jika kita shalihah,maka jodoh kitapun akan shalih. Demikian janji Allah SWT. Pasngan hidup kita adalah REFLEKSI dari DIRI KITA.

      Jadi,jika kita ingin mendapatkan suami yg shalih,maka kita pun harus terlebih dahulu menjadi akhwat shalihah. Semoga dimudahkan Allah SWT. Aamiin

    • supriyadi said

      udah dapet blom…pit

  30. Stya said

    artikelnya bagus,
    jadi tahu banyak tentang ta’aruf secara islami
    mohon do’anya..
    semoga ana dapat menemukan kecocokan
    untuk pasangan hidup

  31. fitri said

    Assalmu’alaikum wr wb

    saya mempunyai hubungan dekat dengan teman laki2, dan berdalih kami berta’aruf..
    kami saling bercerita ttg keluarga, kegemaran, dll. kami tdk pernah jalan berdua, tp kami sering sms2an, dan telp2an untuk saling mengenal…
    tp saya belum berniat untuk menikah di waktu dekat, umur saya 21 th, dan saya ingin menikah di umur 24 tahun,bolehkah ta’aruf terlalu awal ini dilakukan???

  32. Sulistianto said

    Assalamu’alaikum.
    Ummi, saya seorang pria berusia 24thn. saat ini saya sedang menunggu wisuda kuliah dan belum punya pekerjan. Masalah yang saya hadapi yaitu bahwa saya sangat mengharapkan untuk segera menikah karena sangat takut untuk terjerumus dalam zina. Dan saya sangat mendambakan keluarga yg islami. Namun ada ketakutan-ketakutan dalam diri saya karena selama ini bagi saya sangat sulit untuk menemukan wanita yg baik menurut syariat islam. Selain itu saya masih dalam proses mencari pekerjaan. Tolong beri saya masukan doa serta ikhtiar yang harus saya lakukan agar diberi kemudahan.
    terimakasih
    Wassalamu’alaikum.

  33. Nur Kayyasah said

    Assalamu’alaykum…..ustadzah,
    Alhamdulillah, ilmunya smakin mnambah pengetahuan ana.
    Ana mohon ijin utk bbagi catatan ustadzah di FB….Jazakillah. Afwan. Smg dpt lbh membawa manfaat bg yang lain.

  34. Puji Utami said

    Assalamu’alaikum ustadzah…
    saya adalah seorang perempuan biasa, yang berharap bisa menjalani ta’aruf. saat ini saya sedang gundah. kegundahan ini diawali saat saya ikut sholat berjama’ah, hati saya tergetar dengan ayat2 Allah saat ikut sholat berjama’ah. perasaan ini tidk terjadi satu kali saja. dan seiring berjalanny waktu, saya ingin mengenal siapa yg mengimami. seorng imam yg telah melantunkn ayat2 Allah dgn begitu indahnya. dan saat mengetahuinya sy semakin ingin mengenalny. tapi dia adl seorng imam muda yang begitu sholeh dan seorang khafid. terkadng sy merasa tidk pants untuk mengenalny, tp sy jg ingin mendpt imam sepertiny untuk kluarga sy mendatang. pantaskh saya mengenalnya ustadzah? tolong beritahu saya bagaimana sy harus bersikap dengan masalah hati saya ustadzah. afwan…

  35. dhaniar said

    assalamu’alaikum
    saya seorang plajar SMA kelas 3, saya baru berpacaran dengan pacar saya 6 bulan yang lalu, karena hubungan kami, akhirnya dia memutuskan hubungan kami alasan, ingin belajar dan kami telah melanggar syariat agama.
    tapi memutuskan hubungan itu salah satu yang dibenci oleh allah karena memutuskan tali silahturrahim yang harus dibina antar sesama manusia.
    jujur, walaupun saya bersekolah di sekolah islam, saya kurang memperhatikan agama saya.
    oleh karena ini saya sangat depresi, saya kehilangan keceriaan saya dan setiap harinya saya hanya bisa menangis.
    tolong masukannya.

  36. Naziha said

    Subhanalloh. mohon ijin copy ? Jazakillaha

  37. chodijah said

    bismillah…ummi apakah salat istikharah bisa dilakukan sebelum tau ikhwannya itu?…saya mahasiswi semester 7 ummi di perjalanan kehidupan ini banyak yang mau mengenalkanku dengan laki2, tapi sebelum dikenalkan pun aku sudah menolaknya,karena aku sebelumnya sudah mengenal ikhwan yang sama2 berjuang berda’wah (ikhwan yang hanif)tp bukan ikhwan yang melakukan proses tarbiyah, kita sama dalam satu sepemahaman fiqih.apakah yang saya lakukan salah??apa yang harus saya lakukan??

  38. karina said

    aslamualaikum…

    doakan saya ya umi…
    semoga saya bisa menjalankannya….

    bangga rasanya bila saya bisa melakukannya….
    subhanallah…

  39. boy said

    izin share ummi

  40. hanina said

    Subhanalloh..Izin Copy.

  41. mei said

    semoga sya bisa melakukan taaruf sesuai ajran agama islam yg sesungguhnya… Amin

  42. Ayu said

    Assalammualaikum wr.wb
    ukhti,,,,,,,,,
    seblumnya saya sangat menginginkan Ta aruf,,,,
    tpi tak tau mengapa orang tua saya tidak menyetujui nya,,
    saya sangat bingung ukhti,,,,,,,,
    bantu saya dong dalam mencari jalan keluarnya,,,,,,,,,,

    • waa’laikum salam…

      mungkin salah satu penyebab kemungkinannya itu banyak….

      ana juga pernah seperti itu,,,,tapi ana melakukan penegasan bahwa..ana tidak akan berpacaraan selain berta’aruf….dan banyak2lah berbuat baik kepada orang tua ukhti….supaya mereka bisa menghormati apa2 yang ukhti putuskan dan lakukan..dan banyak2lah berdzikir dan berdoa…

  43. wawan setiawan said

    assalamualikum………… af 1 sebelumnya y. austadzah ana sedang terkena virus merah jambu n dg seorang akhwat sebaiknya ana melakukan ap y?

  44. wawan setiawan said

    assalamualikum………… af 1 sebelumnya y. austadzah ana sedang terkena virus merah jambu n dg seorang akhwat sebaiknya ana melakukan ap y?

  45. fikar said

    assalamualaikum..
    umi saya 20 tahun masih kuliah dan saya ingin ber ta’aruf dengan wanita yang sudah saya kenal dan sudah saya yakini walaupun blum istikharoh. bgmn menurut umi?

    saya masih kuliah, apakah baik berta’aruf cukup lama, mngkin sekitar 4 tahun????

    tolongmasukannya umi… trimakasih

  46. assalamua’laikum ummi..

    ana seorang ikhwan di jakarta…ana mempunyai rencana di masa depan insya allah ..ana ingin berta’aruf dengan seorang akhwat..???

    ada sesuatu yang masih kurang meyakinkan ana..??yaitu…apakah mencari akhwat..harus mempunyai kenalan ustadz yang kerja di pesantren…sedangkan kenalan ana ustadz yang berdakwah…sudah tidak di pesantern lagi…yang saya ingin tanyakan….apakah ustadz yang yang tidak belajar di pesantren semacam itu bisa membantu ana…mencarikan seorang akhwat…???

  47. lely said

    assalamualaikum….
    ummi….
    afwan an mohon masukanny…
    ane berta’aruf dengn seorang ikhwan yang dikenalkan dengan anggota keluarga ane, namun ane tdak begitu suka karena latar belakangny, an dan ikhwan tersebut tidak saling memberi kepastian,, karena hal ini, tiba2 an kenal ikhwan melalui dunia maya, entah kenapa ikhwan tersebut mengajak berta’aruf lewat dunia maya juga, karena ikhwan tersebut sangatlah berbeda dengan ikhwan yang dikenalkan dengan keluagra ane, ane pun menanggapinya dengan serius….
    an bingung sekarang, keduany memang ingin menuju hubungan yang serius, namun an bingung harus bagaimana bertindak selanjutnya,,,,

    • ikhwan tangguh said

      Jangan pernah percaya ukhti,,
      sama ikhwan yang yg mau ngajak ta’aruf dr dunia maya,,
      Terus terang aza ni ya ukhti…
      banyak kejadian2 buruk yang dialami oleh akhwat ketika berta’aruf d dunia maya,,
      dr cerita “true story” yg pernah ana baca,,
      banyak dr akhwat2 kita tertipu sama orang2 yang mengaku “ikhwan” kemudian mereka ta’aruf d dunia maya,,
      mereka malah TERTIPU sama orang tersebut (yg ngaku ikhwan) sampai berujung tindakan “pemerko****n” oleh orang tersebut,,
      ngakunya pengen ta’aruf, kemudian ngajak jumpa,,
      kemudian ktika jumpa “sok” berlagak gaya ikhwan padahal bukan. n di hatinya tidak ada sama sekali niat untuk berta’aruf sama ukhti, yg ada hanyalah niat untuk menjerumuskan ukhti.
      afwan klu kalimat2 ana terlalu vulgar, tpi itulah realita yg pernah terjadi d kalangan dakwah, bagi mereka yg mau mencoba2 ta’aruf lewat Dunia maya…
      perlu antum ketahui wahai ukhti,,
      semenjak merebaknya dunia maya sejenis Fb tau yg lainnya ke permukaan,,
      banyak INTELEJEN-INTELEJEN asing yg ingin merusak KEHORMATAN para akhwat melalui media dunia maya…
      sehingga ia membuat para akhwat terpesona dengan tutur kata2nya, gambar2nya d profilnya, sehingga seorang akhwat tertarik buat ta’aruf dengan nya.
      perlu antum ketahui,,
      klu memang dia ikhwan sejati,,
      pasti dia ngajak ta’aruf melalui jalur MR bukan via dunia maya.

      Tanggapan :
      Benar, hindari taaruf di dunia maya saja. Sebaiknya ada “mak comblang” yg bs dipertanggung jawabkan di dunia nyata.

  48. alfarabie said

    assaalm , ummi afwan mau tanya, kalo taaruf sendiri ada batasan waktunya ga? kemudian komunikasi seperti apa yang di perbolehkan saat taaruf itu? jazkillah

  49. Ulfa Khairunisa said

    Assalamualaikum WrWb..

    Umi ada yang mau aku tanyain?

    Proses ta’aruf itu sepertinya menakutkan, membingungkan dsb….
    mungkin karena aku belum mengenal arti Ta’aruf itu sendiri.

    Aku dalam keadaan bimbang saat ini.
    Ada seorang ikhwan yang baru saja kenal denganku.. karena sang ikhwan tidak ingin adanya pacaran (ta’aruf) ikhwan pun mengajak rencananya untuk ta’aruf akan tetapi yang saya ketahui ta’aruf itu tidak ada yg dinamakan SMS dan telephone2an akan tetapi kami masih melakukan hal tersebut.

    Apakah hal tersebut masih bisa dibilang ta’aruf?

    dan yang aku tau proses ta’aruf itu terbilang cepat kurang lebih 3 bulan.
    permasalahannya ada di proses itu umi.
    sepertinya aku masih belum bisa dilepas oleh kedua orang tuaku.
    beliau selalu bilang kenal dulu kan tidak ada salahnya. menikah itu sekali seumur hidup loh..
    kalian belum saling kenal…

    dan aku jadi bingung langkah kedepannya bagaimana???

    Mohon sarannya ya Umi..

    Terima Kasih

    • ikhwan tangguh said

      KLu itu toh,,
      bukan ta’aruf namanya,,
      tpi pacaran yg berkedok ta’ruf,,
      afwan sebelumnya..
      mana ada ta’ruf pake telepon2nan segala..
      apalagi sama akhwat..
      perlu antum ketahui, klu ta’aruf tu melalui jalur MR, bukan jalur telepon2 gitu..
      perlu antum laporkan itu ke MURAbbiyah antum,,
      atas apa yg dilakukan oleh ikhwan tersebut, yg ngakunya ikhwan..

  50. ami said

    Asslamu’alaikum ummi mau tanya,
    kl ikhwan dan akhwatnya sudah saling kenal karena dulunya 1 sekolah, apakah proses ta’arufnya sama dengan yg di atas?
    sedangkan ikhwan dan akhwatnya sama2 ngaji, mempunyai ustad dan ustazah masing2.

  51. sigit said

    ass ww
    ummi….ana seneng baca pengalaman taaruf yang ummi kerjakan. Btw, bagaimana perasaan hati ummi pada saat menjalankan taaruf ? karena pasti harus menjaga hati ummi bukan.

    Ummi, pekerjaan saya banyak banget relasi bisnis dengan banyak orang. Bagaimana dengan kondisi ini, dengan resepsi yang sederhana.

    syukron ummi

  52. izam said

    stlah membaca artikel ini saya tdk ragu lagi dengan keputusan yg sy ambl untk tdk pacaran mekpipun sering didikatai keputusan saya itu kolot

  53. fitri sulastri said

    assalamualaikum wr wb
    ummi saya sangat tertarik dengan pertemuan dengan cara taaruf namun di domisili saya sekarang sangat sulit untuk bisa menemukan media taaruf yang sesuai dengan syariaat islam ,saya akhwat usia 27 tahun ,

    Tanggapan :
    Domisili dimana itu? Apa tdk ada komunitas muslim?

  54. alfathunnisa said

    Assalamu’alaikum ummi..
    alhamdulillah sekali saya menemukan artikel ummi.
    Di umur saya sekarang (25 tahun) saya sering merasa jodoh saya kok nggak dateng2.. dan sering merasa gelisah.
    bagaimana cara mengatasi kegelisahan itu Ummi??

    jazakumullah.

  55. brother fatih said

    Assalamualaikum.wr.wb.
    Setelah membaca artikel ini, saya merasa beruntung. tahapan ta’aruf yang sedang saya lakukan ternyata sudah memenuhi koridor syar’i (semoga). Saya ikhwan, yang tengah ta’aruf dengan akhwat, proses yang telah dilalui adalah tahap ta’aruf keluarga, saya sudah bersilaturahmi dengan keluarga akhwat, dan akhwat pun sudah diundang untuk bersilaturahmi ke keluarga saya.

    Ummi, ada sedikit kebimbangan yang saya hadapi sekarang, keluarga saya tergolong keluarga mapan, sementara keluarga akhwat berasal dari keluarga sederhana, saya pribadi tidak melihat perbedaan itu sebagai suatu masalah, namun orang tua sedikit mempermasalahkannya, terkait dengan kekhawatiran akan beban yang akan ditanggung saya ke depan, ke khawatiran jika perbedaan kondisi ekonomi itu akan memengaruhi kehidupan keluarga yang akan saya bangun nanti.

    mohon masukannya ummi, kira-kira apa yang harus saya lakukan untuk meyakinkan orang tua?

  56. bidin said

    alhamdulillah.. pas banget buat ana, terimakasih ibu artikelnya..

  57. Altaxes said

    Assalamualaikum Bu…
    Saya mau bertanya,Saya seorang ikhwan,umur 25 thn.2 bln sblmnya sy diperkenalkan oleh orang tua dgn seorang wanita dgn maksud utk dijodohkan, tetapi kita dipisahkan jarak yg jauh sehingga tidak dimungkinkan untuk bertemu.krn itu utk mengetahui ttg dirinya sebagai referensi saya, selama ini yg saya lakukan adalah dgn sms dan menelepon, dan sampai sekarang mmg blm ada pmbicaraan ke arah yg serius antara sy dan dia,krn saya merasa masih harus mmpersiapkan diri, jd msh sprti teman.
    Apakah ini dilarang dlm agama?
    sblumnya terima kasih jawabannya

  58. dilla said

    emg bs pa

  59. rafiza yanti said

    assalammualaikum wr.wb

    umi senang berkenalan dengan umi, umi aku sering sekali pacaran dan ujung-ujungnya aku sering disakiti oleh mantan-mantan aku dan cintaku kandas ditengah jalan,,umi aku lelah seperti ini,aku ingin mendapatkan cinta yang tulus dan seorang yang akan menikahi ku dengan cinta dan penuh kasih sayangnya,,
    umi aku ingin ta’aruf, aku tak ingin lagi untuk pacaran yang menjadikan itu sia-sia buatku..
    umi aku mohon bantu aku untuk tawakal dalam pencarian jodoh..

  60. Muhammad Idris said

    Assalamu’alaikum…

    Umi, ana mahasiswa.
    Menurut umi, waktu yang pas untuk ta’aruf ??? kapan ???
    Boleh gaki klu sekarang, ana mau ta’aruf ???
    Tolong beri saran.

  61. ibnu said

    ma kasih atas ilmunya ummi…
    boleh copy paste kn ummi..
    do’akn sya agar tetap pda jlan ini…
    agar sya dpat mnkah tanpa pcran..

  62. Sri Mulyani said

    Assalamu’alaikum……

    Umi, saya seorg single parents, sdh 3,5 th suami ku meninggal.
    Gimana ya Umi sekarang saya mau membuka diri dan berniat utk berumah tangga lagi, tapi bingung.
    Umur saya 41 th dan bekerja. Mohon bantuannya dari Umi. Terima kasih,.

  63. fikri said

    aslm.
    saya mau bertanya sumber yang dijadikaan rujukan oleh Ustzh Zahrina N dalam membuat tulisan tentang ta’aruf ini. al-quran kah? hadist kah? kalau hadist, siapa perawinya dan seberapa sahih hadist tersebut? mohon bimbingannya. mohon maaf pula bila cara penyampaiannya kurang baik.
    wslm

  64. wawan said

    islam itu indah,,,,,,,,,,,,,,

  65. d-loser said

    ta’aruf itu indah ya bagi semua orang?

  66. Noor said

    Salam

    Saya ingin sekali ta’aruf, namun saya bukan tipe akhwat yang bergamis dan berjilbab besar.
    Namun alhamdulillah saya tidak pernah pacaran karena saya takut mendekati zina.
    Kadang saya merasa tidak PD untuk ta’aruf dengan ikhwan yang pengamalan agamanya bagus, karena mereka pasti memandag sebelah mata kepada akhwat-akhwat yang setipe dengan saya.
    Jujur, sedari kecil saya tidak merasa nyaman memakai rok karena saya tipe yang sangat aktif.
    Meski begitu saya selalu berusaha untuk sedikit lebih feminine saat saya menghadiri pengajian atau undangan yang sifatnya resmi.
    Kadang saya bertanya : Apakah mungkin saya bisa mendapatkan pasangan yang agamanya baik, mengingat keadaan saya yang hanya manusia yang penuh kekurangan.
    Karena sudah menjadi fitrah seorang Muslimah untuk mendapatkan pasangan yang bisa menjadi Imam yang bisa membimbing dan mengarahkan ke jalan yang diridhoi Allah.
    Mungkin ga sih Ummi keinginan saya itu bisa terwujud?

  67. Hamba said

    Assalamu’alaikum……

    Umi, saya berkeinginan utk melakukan ta’aruf, tetapi saya belum mendapatkan petunjuk mengenai akhwat yang hendak saya khitbah,
    lalu kemampuan ilmu agama yang saya miliki tidak sebanyak dengan akhwat yang hendak saya khitbah, mengenai kedua hal ini bagaimana sikap saya lebih lanjut umi?
    Terima kasih atas jawabannya umi…
    Smg umi dan keluarga selalu diberkati Allah SWT…

    Waslm..

  68. Triya Suhada said

    Assalamu’alaikum,,,,
    Ummi, saya mau brtanya, , , !!
    Apakah muka kita harus bersih dan tanpa ada noda sedikitpun, jika kita ingin melakukan ta’aruf,,,,,??
    Wassalam,,,,,,

  69. Dwi said

    Assalamualaikum….ummi akhwan sedang proses mencari jodoh..tolong ummi beri info kalau ada ustadzah/ustadz yang menyediakan media ta aruf dengan calonnya sekalian ,khusus nya daerah Jakarta…terima kasih sebelumnya..
    wassalamu’alaikum wr wb

  70. erni said

    subhanallah artikelnya bagus banget umi.tadinya saya tidak tau apa itu taaruf.jd sekarang saya tertarik untuk bertaaruf dng seseorang.tp saya sendiri tidak tau siapa orangnya.

  71. erni said

    islam itu emang indah ya sampai proses pendekatan aja ada etikanya.rasanya ingin memperdalam lg tentang islam.umi apa saya salah kl ada yg berniat bertaaruf dng saya.terus saya tolak karna saya belum siap untuk di khitbah oleh dia.tp dia mau nunggu untuk saya sampai saya siap.sedangkan saya belum siap dan saya merasa dia bukan yg terbaik buat saya.mohon di bantu umi

  72. […] 2 11. Cara Mendapatkan Jodoh Berdasarkan Koridor Agama Islam 12. Melajang, Kebebasan Sunyi 13. Indahnya Ta’aruf Secara Islami 14. Ta’aruf Gagal Terus 15. Seputar Khitbah Dalam Pandangan Islam 16. Mahar oleh Helvy Tiana […]

  73. rosmeylina deni said

    Assalamuakalikum umi,,saya berkenalan dengan pria di madinah-makkah,,dia seorang guide umroh kami,,9 hari saya mengenalnya,,dan ad rasa tertarik kepadanya..dimata saya dia mempunyai akhlak yg bagus (idaman wanita muslimah),,ada kelembutan sekaligus ketegasan didirinya yang membuat saya ‘jatuh cinta’ padanya (tapi umi umur kami berbeda 6 thn,,saya lebih tua)..saya pun sudah mengatakan akan hal ini kepadanya,,dia tidak menolak maupun mengiyakan pernyataan saya..
    sekembalinya saya ketanah air saya selalu memikirkan dia
    pertanyaan saya umi,,apakah perkenalan kami ini sudah bisa saya bawa ke dalam sholat istikharah,,mengingat perkenalan kami hanya 9hr (tapi kami msh suka kontak lewat facebook umi)
    tolong jawabannya umi,,untuk saya seseorang yang sudah merindukan kekasih yang halal

  74. umar muchtar said

    Umar Muchtar berkata :

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Ummi, ane masih kuliah, InsyaAllah 1 smster lg, amin..
    ane tertarik melakukan ta aruf sesuai ajaran islam, cuma ane bingung, tidak ada contoh dlm lingkungan ane yg pernah melakukan ta aruf jadi kalo cuma sekedar membaca2 aja ane masih bingung.. banyak pertanyaan yang ingin ane tanyakan..
    gimana yah baiknya spaya rasa ingin tau ane bisa terselesaikan..
    sesungguhnya ane berniat melakukan ta aruf,, syukran bila ingin dibantu,,
    jika tdk keberatan bls ke email ane aja..
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

  75. Assalamualaikum ummi…
    Alhmdullah sy bru akan melakukan ta’aruf….
    tp ummi,bagaimna klau ana sdah mengenal ikhwan itu n jg sbaliknya dia jg sdah mengenal ana lewat komunikasi seluler n chat sblmnya? kmi jga sdah pernh bertatap muka 2x..

    setelah merasa kami cocok,kami mengutarakan niat kami kpda kakak ana…
    kbetulan kakak ana seorang ustadz ddaerah ana n ikhwan itu jg shabat dakwah kakak ana …
    Alhamdulillah kakak merestui..
    apakah ini masih termasuk ta’aruf ummi?

  76. Pramesti said

    assalamuallaikum waroh matuloh hi wabbarokatuh

    ummi, aku suka banget sama artikel ummi yang ini, sebenarnya aku uda tau kalo dalam islam gak boleh pacaran, yang dibolehin ta’aruf, tapi aku ttep masi pacaran, ummi aku minta solusi ummi, aku uda suka banget sama co aku, ya dia juga tauu kalo dalam islam ga boleh pacaran, ya pokoknya dia type aku bgt lahh,, emt, imannya bagus banget dia ummi, dia slalu kasih tahu aku tentang pendidikan agama islam, aku ingin ummi kasih saran ke aku, apa yang harus aku lakukan????

  77. Suci Irianeu Airinita Aryanti said

    Assalamualaikum Umi..
    Sy mau izin copy..

    Selain itu.. Saya mau sedikit curhat sama Umi..
    Saat ini sy sdg menjalankan Ta’aruf dg Pria yg inshaALLAH masuk dalam golongan Muslim yg baik.. Hubungan sy sdh hampir 3tahun ini.. Sudah sejak lama kami mempunyai komitmen untuk menikah.. InshaALLAH Lillahita’ala sy ingin menikah dg nya krna Kesetiaannya trhdap Islam.. Namun sampai saat ini kami belum juga mencapai cita2 kami untuk menjalin rumah tangga dikarenakan terhalang keinginan ortunya.. Ortunya dari Suku Jawa dan sy sndri dari Sunda.. Kami bnr2 brsabar sampai saat ini,sy pun sngat mengharap restu dari ortunya.. Tp ortunya ingin mendapat menantau dari Suku Jawa.. MasyaALLAH.. Apakah pernikahan itu hrus melihat dari hal seperti itu..? Sy merasa sedih,begitu jg dia.. Benarkah restu Allah tergantung pd restu orangtua.. Maka dari itu kami msh tetap bertahan, dan sampai kpan pertahanan kami ini Umi.. Sy meminta solusi terbaik.. Tanpa hrus mengakhiri hubungan.. Jazakallah Umi atas waktu dan Jawabannya.. Wassalamualaikum..

  78. paksi said

    kulo rockers neh,,, bingung pa ada yang mo ta’aruf ma ane.. piss

  79. Vinna said

    Assalamualaikum Ummi,

    Subhanallah artikelnya bagus sekali, ummi saya seorang wanita yg belum sepenuhnya bs dikatakan muslim sejati, karena saya merasa pengetahuan saya tentang islam belum begitu baik, tp saya sangat tertarik sekali dengan ta’aruf, apa boleh ya ummi? mohon diberi masukannya, Surkon Ummi 🙂

  80. Danu said

    assalamuallaikum waroh matuloh hi wabbarokatuh,

    Ummi,saat ini saya sedang ta’aruf dengan akhwat,minta saran nya ummi….dia orangnya cuek banget

  81. lina dwi a said

    Terimakasih umi atas infonya yang sangat berguna…mohon doanya supaya saya bisa menjalankan syariat tersebut,Amiinn…

  82. Lastry said

    AssaLamuaLaikumm,,
    Umi,,
    apa menunggu seseorang tanpa jawabban dn hanya mengasi respon dgn bhs tubuh bisa dibilang ta’aruf ??
    sedang kendala semakin besar umi tuk dilewaty?
    Mohon jawabanya uMi
    makasih
    assaLamuaLaikum

  83. Aslmkum,,,,
    mudah2an dengan adax penjelasan di atas smua tau ta’aruf yg benar

  84. fathiyatul said

    maaf numpang copy paste…

  85. fahrul said

    Assalamu’alaikum.
    semogabisabermanfaat buat kita semua.

  86. Chen said

    Setelah membaca artikel ini saya benar2 tau umi bahwa ta’aruf emang yg di sarankan agama…. hehehe

  87. m.jamil said

    asslkm wr.wb. ummi ane mau tanya gmn si klo org sdh niat untuk ber ta aruf tp g ada yg menjembataninya atau g tau wadah tempat taarufnya? atas jwbnny ane ucapin trmksh

  88. Yah Nurfahriyah said

    Asslmkm..wr..wb..

    Saya ingin berta’aruf ..
    InsaAllah..

    Mohon do’anya.
    Syukron

  89. ejamghazali said

    bgaimana caraber ta’aruf dgn betul ya umi..mohon caranya…telah sy tinggalkan segala prkara yg mndkatkan dgn fitnah,maksiat dan zina….

  90. nazmi said

    seandainya,laki laki nya ilmu agamanya bagus karna keluarn pesantren tapi pendidikan umum nya sd,sedangkan perempuan nya D3 dan pengetahuan agamanya nya sedikit jauh dari pengetahuan agama laki lakinya.. tapi mereka saling mencintai ! bagaimana menurut pendapat ummi ???

  91. fisabillah said

    assalamualaikum….

    sungguh indah sekali iya… ta’aruf secara islam,
    namun, dngn pribadi saya sndri ingin sekali kedua orang tua saya bisa setuju dngn hub saya… bgmn iya? apkh ada pendpt..

  92. assalammualaikum
    umi aku wanita usia 26, aku sudah bekerja, ibu ku ingin sekali aku menikah, tetapi hingga saat ini aku belum mempunyai calon, setidaknnya ada perkenalan taaruf umi. bagaimana ya agar bisa ikut taaruf. mungkin aku akan bertemu jodoh yang di berikan Allah untuk ku dan keluarga ku.

    amin

    • haryo said

      Assalamu’alaikum
      Ana pengen segera mendapatkan istri sholehah, usia ana 27 tahun bekerja sebagai karyawan swasta. akankah kutemukan jodoh disini

  93. aidil said

    assalamualikum umi
    saya mau tanya” saya sudah pacaran selama hampir 4 thn tp saya belum melakukan istikhoroh
    banyak sekali rintangan yg kami hadapi umi” kami berada di 2 pulau
    bagai mana ya umi solusinya agar kami bisa bersatu” selama ini kami blum ada kejelasan yg pasti

  94. asmkm….alangkah indahnya bisa menemukan perjaka soleh yg sesuai agama jg harapan keluarga..dg mengikuti taaruf islami..artinya blm pernah pacaran versi umum sekarang ini..dan menerima aku ap adanya…

  95. firdaus said

    afwan, apa dalilnya bila harus ditemani kawan atau ustadz?, bukankah sendiri dan tanpa pemberitahuan boleh? mohon penjelasannya……

  96. Ari suhendri said

    ass ustzah.. terima kasih tulisannya sangat bermanfaat sekali buat saya yg insyallah mencoba untuk taaruf kepada seorang wanita…..

  97. Sama,saya juga lum dpt media…

  98. assalamu’alaikm wr.wb
    afwan ganggu ummi, sy mo tax… sy kn msh mhsiswa baru trus d tawarin tuk ta’aruf sama tmn organisasi… ikhwan.x itu jg tmn organisasi tp jarang saling komunikasi..
    apakah sy trima tawaran i2 atau tdk??

    kmudian, sy jg ad amanah dr ortu tuk S2 dhulu sblum nikah,, itu cara slsaikn bagaimana?? syukron

  99. wahyu ajah said

    subhanallah… pngn bgt saya taarufan.

  100. wahyu ajah said

    assalamualaikum… ibu saya mohon doanya agar supaya taarufan saya bisa sukses sesuai yg saya harapkan.. tp ada sedikit masalah.. yg mungkin bisa membuat saya takut…” karna ibu dia ga setuju.. padahal saya blm bertemu keluarganya. tapi calon saya sudah menceritakan keadaan saya. dan calon saya minta saya terus berjuang. gmn hukumnya jika ibu dia ga setuju? dan saya harus bagaimana?. mohon jawabanya. karna kami berdua sudah berniat baik untuk menikah.

  101. fy said

    assalamu’alaykum ummi..
    jazaakillah artikelny
    alhamdullah ana dlm proses ta’aruf 3 minggu, kami belum pernah kenal sebelumnya, dan kami dikenalkan oleh teman. minggu ini rencanany beliau akan datang ke rumah ana.. kami ta’aruf tidak dmediasi MR dg alasan beliau tdk aktif sdh 1 tahun.
    yang ingin ana tanyakan, bagaimana sebaiknya proses perkenalan beliau ke keluarga ana maupun ana ke keluarga beliau? apa saja yang perlu ana persiapkan maupun beliau persiapkan?
    ana tidak ada tempat bertanya ummi, jadi ana mohon jawabany mll mail ana, jazaakillah..

  102. eka said

    Assalamu’alaikum Umi
    Saya berniat untuk menikah muda dgn tujuan menjaga iffah. namun lembaga tmpat sya kuliah tidak memperbolehkan mahasiswanya untuk menikah sebelum lulus. Saran Umi bagaimana? krna sya khawatir dgn keadaan lingkungan sya saat ini, ikhtilat sudah biasa. mohon sarannya Umi. Syukron jazakallah 🙂

  103. assalamu’alaikum ummi….
    kali ini saya sedang berkenalan dengan seorang laki2 lwt tmn sy,sy mengenal lwt sms.
    kami ngobrolin pekerjaan n belom pernah bertemu.
    apa kali ini sy termasuk ta’aruf?
    apakah sy jg sebaiknya beristikhoroh?

  104. Assalamualikum ummi…
    umi saya masih sekolah namun ada seorang ikhwan yang melamar. dia bersedia untuk menunggu saya, menurutr ummi bagai mana apa saya harus menerima dia ? kalau saya terima apa tidak akan dikatakan pacaran ?
    syukran atas jawabannya………

  105. Akhi Zoel said

    Assalamua’alykum ummi, afwan ana mau tnya nih…
    1. Kapan dan harus seperti apa criteria ikhwan yg harus sdh siap menikah? Krna terus terang umur ana baru 21 thn, tpi ana udh pngen nikah krna ga sanggup mendpatkan serangan2 syahwat dari luar.. tp wlaupun umur ana bru 21 thn ana sdh bkerja smbil kuliah…
    2. Ana mau mengkhitbah akhwat yg satu organisasi dengan ana krna sdkit bnyak ana sdh memahami karakterisitik dia krna ktika memimpin rpat sedikit bnyak tahulah sifat dia seperti apa.jd waktu taarufnya gak akan terlalu lama.., tapi ana bngung hrus mulai dari mna, mau mnta tlong ke ustdz ana tp ana nya canggung krna ust ana pun blm menikah dan msh muda.
    3. Keluarga ana ga faham bgaimna cara menikah secara islami, dan spertinya keluarga sang akhwat pun demikian, nah bgaimana caranya menyamakan pemahaman kelauarga ana sma keluarga sang akhwat? Apakah bisa ana menikah secara islami?

    Syukran ummi, sblumnya dan mhon bimbingannya……

  106. siddik said

    assalammualaikum ummi ,izin bertanya ummi kalau proses mencari data dan beristiqoroh selesai dan ad sepakat antara ikhwan dan akhwan tetapi ikhwan belum mau melanjut k proses slnjutnya karna sedang dalam proses mencari ilmu dan materi gimana ummi kiranya ap yg perlu d jga dlam proses ini yg mungkin memerlukan banyak waktu ?

  107. yoes said

    Terima kasih sebelumnya untuk penjelasan mengenai tahapan2 taaruf. Akan tetapi ada hal yg bisa mengganggu hati kami dalam menjalani proses tersebut. Keadaan yg dipaparkan di atas belum memberikan penjelasan bagaimana seandainya pada tahapan tertentu terjadi ketidakcocokan pada salah satunya. Apa yg paling baik utk dilakukan? Bagaimana cara yg paling ma’ruf utk menjelaskan pada keluarga kedua belah pihak, mengingat tidak semua anggota keluarga setara pehaman tentang taaruf ini.

  108. Dewi said

    Assalamualaikum wrb.
    salam sejahtera selalu buat ummi.
    prknalkan sya akhwat 31 th, bekerja di persh nasional, saat ini saya berencana
    ingin menjalin hubungan yg serius utk menikah, bila ummi brkenan mohon bantuan infonya dari ustad/ustdah yg bisa membantu memperkenalkan saya dengan ikhwan yg baik dan soleh.
    Terima kasih,semoga amal dan kebaikannya mndapatkan balasan Allah SWT.
    Assalamualaikum wrb.

  109. boneka said

    Assalamu’alaikum..
    Ummi izin bertanya
    Klo di FB ada ikhwan yg mengajak ta’aruf , bagaimanakah sikap/tanggapan kita sebagai muslimah?
    Apakah boleh menolak? Dan bagaimana cara yg baik?

  110. ainul mardiyah said

    assalamualaikum ustadzah…

    sya seorang akhwat, baru sja sy melalukan taaruf,,,sblumnya teman sy henda mengenalkan temannya yg sedang mencari istri, tp sblum sy menyatakan ingin taaruf sya sudah mencari data mengenai si ihkwan. melalui fb dan twitter. sya mulai tertarik,,, (sy sangat susah suka dg lawan jenis ustadzah, krna sy pernah pacaran dli),,, bbrapa hri yg lalu sy dikabari ternyta setelah si ikhwan tidak mendapatkan gambaran sedikitpun tentang sya,,, sedangkan sy terlanjur sudah menanamkan rasa. sya tipe orang yg sangat susah untuk membuang prasaan, masih dan masih berharap,,, sya menolak bbrapa org yg dijodoh2 dg sya,,, sy susah suka dg orang baru ustadzah,,,bagaimana ustadzah sya melawan gundah yang hebat,,,

  111. Trust cobain said

    Amin

  112. ummy kulsum said

    assalamualaikum umi

  113. ummy kulsum said

    assalamualaikum umi. saya umi kulsum saya ingin ber ta’aruf tapi belum ada ikhwan yang saya tau,saya sibuk kerja mungkin. mohon doa nya.

  114. muslimah said

    Assalamualaikum wr wb
    Umi saya akhwat yang sudah kurang lebih 10 x ta’aruf dan gagal,dengan rata2 khasusnya sama saat ta’aruf si ikhwan merasa sudah cocok dan insya Allah dlm beberapa minggu akan datang mengkhitbah, tapi setelah batas waktu yang ditunggu ternyata si ikhwan tidak datang. Mohon bantuannya umi kira2 apa yang salah dari saya,oiya dgn kegagalan yg berkali2 ini juga ayah dan temanku bilang jangan2 kamu terkena gangguan jin sehingga sering kali yang datang tertolak, aku langsung istighfar aku ga mau percaya yg seperti itu, gmn menurut umi?syukron

  115. usi said

    assalammualaikum
    umi apakah saya salah meminta kpd allah swt pgn ta,aruf dgn seseorang tetapi saya belum wkt nya untuk memasuki jenjang pernikahan ,sedang kan cwo ny udh pas untuk msk jenjang pernikahan

  116. nisa said

    anak SMA boleh ta’aruf?

  117. HAMBA ALLAH said

    Assalamualaikum wr wb
    saya ingin menanyakan hukum jika saling berkomunikasi via media sosial/SMS/telpon antara akhwat dan ihwan yang sedang bertaaruf di perbolehkan ?

  118. yuli said

    Assalamu’alaikum.. ummi, saya mau nanya apakah mungkin saya menjadi pilihan seorang ikhwan sedangkan saya bukan akhwat yang terikat dengan sebuah tarbiah atw semacamnya…

    mohon bimbingannya ummi

  119. yuli said

    assalamu’alaikum ummy…
    saya mau nanya, saya mencari seorang ustadz untuk jadi calon suami. tp yang menghubungi saya bkn ikhwan malahan org biasa
    ummy saya takut dengan keluarga yang akan saya bina nantinya, saya maw menerapkan agama yang ketat di keluarga saya nantinya, tp gmn ummy, saya takut laki2 itu tdk bs menerima keinginan saya

    mohon bimbingannya ummy

  120. sutopo said

    mkasih ukh…
    wah lengkap banget nih panduan untnuk ta’aruf an …
    moga2 bisa mendaptakan yang terbaik amin..
    selalu untuk memantaskan diri , perbaiki diri dan tentunya selalu istiqomah di Jalan-Nya

  121. abdullah rosyid said

    Alhamdulillah , ana sedang proses ta’aruf dg seorang akhwat. meskipun ia sudah semester akhir dan ana baru masuk semester 3. semoga dimudahkan n diberkahi. syukron katsiiron atas artikel ibu, sangat bermanfaat. Mohon do’akan agar kami dimudahkan mmbangun keluarga sakinah mawaddah warrohmah, amin

  122. Assalamu’alaikum Ummy…

    Ana pengen minta pendapat ummy. Perkenalkan ana Ikhwan usia 29th. Ana sangat ingin melakukan proses ta’aruf dengan seorang akhwat yang mana dia masih ada hubungan saudara dg ana hubungan saudara dr kakek-nenek kami, sy dr keturunan nenek, sedang akhwat dr keturunan kakek. Yang ana ketahui secara adat ana Minang, tidak masalah. Perbedaan umur kami jg terpaut jauh dia 9th lebih kecil dr ana, n masih kuliah. Ana dg akhwat ini baru kenal, karen beliau dr taman SD sampai Diniyah Putri (Setingkat SMA) tinggal d asrama, jarang pulang. makanya ana baru kenal. pas ana pulang kampung kemaren kebetulan jg besoknya balek dr kampung menuju Padang, pas juga akhwat ini mau balek ke Padang, Ayahnya menitipkan akhwat ini ke ana karena masih keluarga dan juga lokasi kampus dekat dari rumah ana. Anapun menyanggupi, lagian ana juga bareng orang tua. ana sih sebelumnya jg pernah ketemu sekali ama nih akhwat waktu masih sekolah diniyah dulu. yang membuat ana kagum pertama adalah sikapnya yg ramah n santun ama orang tua. dr situ ana tertarik. cuma masalahnya dari akhwat ini, se akan dia mengganggap ana seperti Abang nya. kalo berpamitan sm org tua n saudara, selalu cium tangan.. anapun sampe terkejut, takut karena g mukhrim… ana jg belum banyak mengenalnya. gmn cara ana ta’arufan ama akhwat ini. Ana sangat inginkan beliau menjadi pendamping ana yang sah secara Agama. namun kondisinya ini… Ana jd bingung sendiri. Ana pengen coba proses ta’aruf dg akhwat ini langsung via proposal atau menemui dan minta ijin ke orang tua beliau langsung. Gimana yang bagus..? anapun juga siap dengan hasil keputusan yang d berikan nantinya. karena kita manusia hanya bisa berikhtiar dan berdoa. selebihnya Allah yg punya kuasa. Gimana pendapat ummi..mohon d emailkan ummi

    Jazakillah khoir ummi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: