Rumahku Surgaku

Keluarga Sakinah Mawaddah wa Rohmah

Motor Terpental dan Hati yang Tergadai

Posted by Farid Ma'ruf pada Oktober 5, 2019

Oleh : Hesti Rahayu

“Uh mbak….dia itu dateng kemari, sambil ngglesot2…nyembah2 sambil nangis. Dia bilang… tolong Bu…. tolong saya… Saya nggak bisa makan, anak2 nggak bisa sekolah, utang saya numpuk Bu…suami juga nggak ada kerja… ”

Seorang sahabat bercerita dengan ekspresif… menceritakan kisah tetangganya yang terjerat RIBA.

Ya apalagi yang bisa bikin manusia ngglesot2 nggak karuan seperti itu kecuali riba?
Hidup seperti tercekik ribuan onak duri dan rasanya sampe kadang pengen bunuh diri.
Lalu apakah kemudian utang dan ribanya terlunasi?

Tentu saja tidak. Seringkali malah nambah dan nambah terus. Gali lubang tutup lubang. Gitu terusss seperti candu….

“Tolong ya Bu….tolong saya….begitu mbak…. ngglesot2 sambil nangis nggak karuan…” Menghela nafas.

“Sampe ujung-ujungnya… tetanggaku itu bilang mo minjem BPKB motorku mbak,” lanjutnya.

Leherku tanpa terasa menjulur ke arahnya… Trus? Tanyaku. Penasaran.

“Denger mau pinjem BPKB, suamiku langsung kasi peringatan sakjane. Emak juga. Tapi waktu itu aku masih baru banget di sini…belum kenal karakter orang-orang sini… Jadi ya lugunya…BPKB itu aku kasihkan ke dia mbak. Aku bener2 nggak tega liat orang nangis ngglesot2 dan bilang nggak bisa makan kayak gitu…”

Ternyata BPKB motor itu oleh tetangganya digadaikan ke seorang rentenir sebagai jaminan pinjaman sejumlah uang.
Sampe kemudian sahabatku ini rumahnya didatangi orang tak dikenal yang ternyata adalah debt kolektor penagih utang.

Kaget… marah…tapi nggak bisa apa-apa karena sohibku nggak mau ribut. Dan tentu saja juga takut rumahnya digedor orang yang sangar2 begitu.

Sempat berdebat dengan debt kolektor…tapi akhirnya ya mental. Kalah atau mengalah… entahlah. Namanya juga ngadepin debt kolektor…

Si debt kolektor bersikukuh kalo sohibku yang ngutang. Soalnya kan nama yang tertera di BPKB, namanya dia….

Akhirnya singkat cerita…sohibku menjual motor kesayangannya… untuk menutup utang tetangganya itu!!! 😰😱

MasyaAllah…. mulutku sampe mangap denger poin ini. Kuamati wajahnya lebih seksama…
Ya Allah manusia atau malaikat sih orang di depanku ini? Baiikkk bangeett ampun2an….

Dan kurang ajarnya ya menurutku…. Si tetangga itu hingga sekarang nggak pernah mbahas itu lagi dan sama sekali nggak ada iktikad mengembalikan uang sohibku yang udah ngejual motornya demi dia.

Rupanya utang mengutang ini juga udah biasa buat si tetangga. Kadang karena emang benar2 nggak punya duit, tapi tak jarang juga karena faktor gaya hidup yang lebih besar pasak daripada tiang. Membeli barang-barang konsumtif yang harusnya bisa ditahan ketimbang beli, tapi efeknya malah nyusahin diri sendiri dan orang lain.

Astaghfirullah….
Itulah RIBA. Seorang yang memakan riba… niscaya seperti orang gila atau kerasukan setan (seperti yang disebutkan dalam Q.S . Al Baqarah: 275). Hanya orang gila yang tega berperilaku sangat rakus, tamak, dan tidak peduli.

Tidak peduli tetangganya terpental motornya gara2 perbuatannya…. Tak peduli hati nuraninya hilang kemana. Boro2 bicara iman. Hatinya….kemana? Melihat tetangganya berkorban sedemikian rupa sementara dia enak2 aja.

Ini hanya skala kecil. Skala individu. Lalu bagaimana bila sebuah negeri di-bahanbakari dengan RIBA? Akan jatuh berapa banyak orang yang akan menjadi korban kegilaan ini?

Ingat-ingatlah sabda Rasulullah SAW:
إِذَا ظَهَرَ الزِّنَا وَالرِّبَا فِي قَرْيَةٍ ، فَقَدْ أَحَلُّوا بِأَنْفُسِهِمْ عَذَابَ اللهِ

“Apabila zina dan riba telah nampak di suatu negeri, maka sungguh penduduk negeri itu telah menghalalkan azab Allah bagi diri-diri mereka.” [HR. Al-Hakim dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu’anhuma, Shahihut Targhib: 2401]
.
.

Nauzubillahi min dzalik.
Diceritakan kembali dari kisah nyata.

Sumber : https://www.facebook.com/hesti.rhy/posts/10217370447907620

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: