Rumahku Surgaku

Keluarga Sakinah Mawaddah wa Rohmah

Poligami Mubah, Bukan Sunnah

Posted by Farid Ma'ruf pada Juli 30, 2016

poligamiSeseorang bertanya via WA (saya copas apa adanya): “Aslm wrwb…afwan bertanya tadz..jd hukum poligami itu mubah ya tadz,bukan sunah seperti yg selama ini sy sering dengar…”

Saya balas: “Mubah saja”.

Meski singkat, mungkin jawaban ini sudah memuaskannya. Buktinya dia tak lagi melanjutkan pertanyaannya, selain ucapan terima kasih.

Dan memang, poligami itu hukumnya mubah, bukan sunnah, apalagi wajib.

Sebagai perbuatan mubah, para lelaki diperbolehkan berpoligami, dan wanita boleh dipoligami, jika menghendakinya. Karena mubah, maka tidak boleh ada pengharaman jika ada yang ingin menunaikannya. Poinnya, mau poligami silakan, jika tidak juga tak mengapa. Poligami adalah solusi islami sebagai jalan keluar bila ada lelaki yang ingin menikahi lebih dari satu wanita.

Tetapi poligami bukanlah amalan sunnah yang manusia didorong-dorong melakukannya. Tidak ada nash yang menunjukkan bahwa pelaku poligami derajatnya lebih tinggi dibanding lelaki yang istrinya hanya satu. Tidak ada dalil yang menjelaskan kedudukan pelaku poligami lebih mulia ketimbang suami monogami, dan karenanya perlu mendapat apresiasi lebih.

Karena itu sungguh mengherankan kalau ada beberapa (oknum) pria yang sering mengklaim poligami hukumnya sunnah, dan karena itu mereka gencar mendakwahkannya. Misalnya, memasang foto diri bersama dua istri, lalu dengan bangga menulis caption, “Ayo, siapa berani menyusul?”.

Lho, poligami itu bukan soal berani atau takut. Poligami bukan juga soal bernyali atau gocik.

Salah seorang kawan saya sudah lama hijrah di Jakarta. Kami tidak saling kontak. Dalam satu kesempatan bertemu di Surabaya, dia berkata, “Antum kok istrinya cuma satu sih? Ayo dong. Aku lho sudah punya dua!”. Bla, bla, blaa… lalu dia pun memberi kuliah indahnya poligami

Hey, kalau memang istri Antum sudah dua, atau tiga, atau empat, terus mengapa?

Andaikan hukum poligami itu sunnah atau wajib, patutlah seorang hamba berbangga karena telah melakukan ketaatan lebih besar kepada Rabb-Nya. Semua lelaki pasti juga berlomba-lomba mengejarnya, karena di situlah kemuliaan. Tapi ini kan (hanya) mubah? Jaiz. Boleh. Jadi, ya biasa sajalah. Yang sudah berpoligami tak usah “moyok-moyokin” lelaki lain untuk mengikuti jejaknya. Sebaliknya yang istrinya (cuma) satu juga nggak perlu merasa terintimidasi atau terobsesi harus segera mengejar rekannya itu. Biasa aja keles… 🙂

Ada juga yang status FB-nya isinya itu-itu saja. Hari ini upload foto atau video pelaku poligami, disusul penjelasan keutamaan poligami. Kalau sudah gitu bisa ditebak isi komentarnya. Sahut-sahutan, gojlok sana sini, biasanya didominasi para lelaki.

Jangan begitulah… kayak nggak punya tema lain untuk diangkat.

Terus terang saya risih dengan obrolan sejenis itu secara vulgar. Selain hukumnya hanya mubah, POLIGAMI ITU BUKAN UNTUK BANYAK DIPERBINCANGKAN, TETAPI UNTUK LANGSUNG DIAMALKAN, bila memang benar-benar siap dengan segala konsekwensinya. Menyibukkan diri diskusi ngalor ngidul seputar poligami kok rasanya kurang proporsional mengingat problematika umat begitu banyak ragam dan jumlahnya.

Ada juga yang ngeles berargumen bahwa itu dilakukannya mengingat masih banyak orang, wabil khusus kalangan istri, yang menolak poligami. IMHO, kalau alasannya cuma itu ya gampang saja. Buatlah tulisan tentang HUKUM POLIGAMI DALAM ISLAM, dengan bahasan serius, disertai hujjah yang kuat. Insya Allah itu sudah cukup membungkam kritik atau memberikan pencerahan kepada para penentang poligami. Tapi kalau isinya hanya slengekan, gojekan, sayangilah waktu ini kok dihabiskan hanya untuk obrolan yang kurang bermanfaat.

.
.
.

*BERSAMBUNG* tapi nggak janji ya, ini hanya antisipasi kalau-kalau ada komentar yang perlu diluruskan lewat status berikutnya, hehe…

 

Sumber :

Status FB Ustadz Muhammad Ihsan Abdul Djalil

POLIGAMI MUBAH, BUKAN SUNNAHSeseorang bertanya via WA (saya copas apa adanya): “Aslm wrwb…afwan bertanya tadz..jd…

Posted by M Ihsan Abdul Djalil on Friday, July 29, 2016

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: