Rumahku Surgaku

Keluarga Sakinah Mawaddah wa Rohmah

“Kutukan” Ayah

Posted by Farid Ma'ruf pada Oktober 4, 2014

kasetAdalah seorang keluarga yg mempunyai banyak anak perempuan. Sang Ayah sangat gemar mendengarkan alunan musik dan lalu jawa. Nembang jowo, Gending jawa, bahkan Uyon-uyon (pada ngerti kagak). Sedang anak2 perempuannya sama sekali.tidak suka. Anak jaman sekarang..
Setiap sang ayah membeli kaset baru, dia putar2 terus seharian, bahkan berhari2. Nah, anak2 perempuannya sangat tidak suka. Akhirnya mereka sembunyikan. awal disembunyikan deket tape. Nanti sehari dua hari gak terdengar kaset itu diputar. setelah ketemu, diputar2 lagi sama Sang Ayah. Lalu disembunyikan lagi lebih “mendalam”. Ketemu lagi. Umpetin lagi, sampe persembunyian yg paling dalam adalah di bawah tempat tidur sangAyah sendiri. ini persembunyian paling aman. sesuai teori: Tempat teraman untuk sembunyi adalah tempat yg paling tidak aman.
Begitu terus kejadiannya setiap ada terbitan gending jawa.
Hingga suatu saat…
hingga suatu hari
Hari yg sangat mengerikan itu terjadi! Apa itu?
KASET2 YANG SELAMA INI HILANG, DITEMUKAN SANG AYAH!
Sang Ayah naik pitam (pitam itu sebenarnya kendaraan apa sih?). Sang Ayah naik pitam dan ditabraklah Anak2 perempuannya. “Ayoo, ngakuuu! Kelakuan siapa iniiii??” bentak sang ayah setelah anak2nya dikumpulkan. Maka Si Bungsulah yg dikorbankan oleh kakak2nya. Masih dalam keadaan naik pitam (padahal pitamnya tinggi banget) sang ayah memarahin si bungsu. hingga muncul semacam kutukan, “Saya doakan kamu dapat suami yang suka nembang jawaaa!”
Ringkas cerita kejadian itu berlalu. Si Putri Bungsu menganggap remeh kutukan sang ayah. mana ada lelaki di jamanku nanti masih suka nmbang jawa. kaset tentang nembang/ uyon2 jawa saja sudah gak terbit lagi. (uyon2 itu beda banget dengan pop/campursari).
Ringkas cerita (lagi). Putri Bungsu tumbuh dewasa. waktunya dia mempunyai suami. ada juga beberapa yang sempat meminang dan melamar. Tapi ada saja yang membikin gagal. bahkan ada karena restu sang ayah.
Hingga akhirnya ada seorang lelaki yang meminang dan mendapat restu dari ortu.
Ringkas cerita ia menikah dan punya suami.
Ringkas cerita disuatu malam sang suaminya merayu istrinya dengan lantunan tembang jawa (gandrung). betapa SHOCK sang istri itu. berikut cuplikan curahan hatinya langsung dari TKP
“Gak kebayang olehku, ada seorang pemuda jaman sekarang, modern, aktivis lagi, masih menjiwai benar menyanyikan mocopat bahkan utk merayu istrinya. Oh, tidaaak. mana mungkin. di hardisknya tersimpan file2 mp3 gending jawa, wayang. Bahkan bisa mendalang. Astaghfirullah, kutukan ayahku berlaku untukku.”
Nah, pendengar yg budiman, demikian kisah hidup dari istriku. GLODAX! berarti aku buah kutukan ayahnya dong. wkkkkk
Hikmah: Bagi para ahwat, jangan brani2 membuat orang tua marah sehingga mereka gak sengaja mengeluarkan kata kutukan. yg pernah mengalami, segera bertaubat, dan mintalah ortu mencabut kutukannya. kalo tidak, berhati2lah. boleh jadi apa yang menimpa istriku akan terjadi pada Anda. Anda mendapat suami, dan itu adalah saya. ha ha ha….
ups
tenang2, istriku gak bernasib seburuk itu. saya dah berhasil menarik kutukan itu. yaitu dengan tidak nembang jawa di rumah.
oke? ada yg mau aku kutuk? (www.baitijannati.wordpress.com)

Sumber

Catatan redaksi :

Kutukan dalam tulisan ini bukan dalam makna sebenarnya. Tulisan ini tidak ada hubungannya dengan hal mistis.

Iklan

2 Tanggapan to ““Kutukan” Ayah”

  1. asmasofi said

    ustad farid bisa mendalang?? applause…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: