Rumahku Surgaku

Keluarga Sakinah Mawaddah wa Rohmah

7 Tanda Muslimah Penggoda Suami Orang

Posted by Farid Ma'ruf pada Juni 7, 2014

lirikan-muslimahOleh : Iwan Januar

Assalamu’alaykum, salam Sabtu seru!

Apa kabar akhwat fillah! Semoga Allah memberikan kemudahan dan keberkahan sepanjang hari ini. Semoga Allah juga menjauhkan ukhti fillah dari berbagai perbuatan keji baik yang disadari maupun yang tak disadari.

Ada alasan mengapa kalimat terakhir saya tuliskan, karena sebagai insan amat mungkin bagi kita  — khususnya Anda kaum Hawa – mengerjakan satu perbuatan yang tak pernah disadari mendorong diri sendiri dan orang lain ke tepi jurang perbuatan dosa. Salah satunya tanpa sadar banyak perempuan yang memainkan peran sebagai penggoda suami orang.

Bila itu dilakukan dengan kesadaran maka itu patut dimintai istighfar sebanyak-banyaknya. Itu berarti Anda, ukhti fillah, sudah menjadi agen syetan yang senang melihat terpisahnya pasangan suami istri di dunia ini. Sebagaimana tutur kata Nabi saw.:

“Sesungguhnya Iblis meletakkan singgasananya di atas air (laut)[1] kemudian ia mengutus bala tentaranya. Maka yang paling dekat dengannya adalah yang paling besar fitnahnya. Datanglah salah seorang dari bala tentaranya dan berkata, “Aku telah melakukan begini dan begitu”. Iblis berkata, “Engkau sama sekali tidak melakukan sesuatupun”. Kemudian datang yang lain lagi dan berkata, “Aku tidak meninggalkannya (orang yang ia goda -pent) hingga aku berhasil memisahkan antara dia dan istrinya. Maka Iblis pun mendekatinya dan berkata, “Sungguh hebat engkau” [HR Muslim IV/2167 no 2813].

Berhati-hatilah dalam pergaulan dengan kaum lelaki. Karena kerusakan sosial banyak terjadi di area hubungan pria dan wanita. Apalagi di zaman sekarang, era sekulerisme-liberalisme, dimana dalam area publik mudah terjadi ikhtilat (campur baur) pria dan wanita dengan disertai interaksi di antara mereka. Di pasar, di kantor, di kampus, bahkan hingga ke majlis talim dan jejaring sosial.

Ada beberapa tanda yang bila Anda, akhwat fillah, melakukan hal ini bisa jadi tergolong sedang ‘menggoda’ dengan tanda disadari, di antaranya:

Bila bertemu dengan ikhwan/pria itu disadari atau tidak Anda kerap melakukan flirting, meliriknya diiringi dengan senyuman.

Dengan alasan konsultasi pekerjaan  — atau mungkin masalah agama – Anda kerap mengirim pesan kepadanya via jejaring sosial. Padahal urusan pekerjaan itu bisa Anda tanyakan pada orang lain sesama muslimah. Atau jawaban dari ikhwan tersebut sebenarnya sudah jelas tinggal Anda move on tapi Anda terus saja mengirim pesan padanya.

Setiap ada momen spesial tentang pria itu, Anda ada di barisan orang pertama yang mengucapkan selamat, atau malah memberi gift padanya. Wah, wah, wah.

Entah disadari atau tidak setiap Anda tahu ada kesempatan bertemu dengan pria itu, Anda berdandan lebih catchy, menarik perhatian.

Anda tidak merasa malu mengambil momen bersama seperti makan siang bersama, tugas kantor bersama atau foto bersama.

Sama sekali tidak ada perasaan risih kalau Anda mengatakan ‘say’ atau ‘beib’ kepadanya apakah dalam pembicaraan langsung atau ketika ber-sms, dsb.
Ketika ada momen berbicara dengannya Anda merasa emosi bisa lepas, bisa tertawa, dan gembira. Iffah atau sikap menjaga diri Anda mendadak luntur bila bertemu dengannya.

Sekarang cobalah jujur pada diri sendiri; apakah Anda memang menyimpan perasaan suka pada pria itu? Bila ‘iya’, maka berhati-hatilah. Sebagai seorang muslimah sudah semestinya menjaga diri dari perbuatan yang tidak diridloi Allah SWT. Apalagi bila sampai merusak rumah tangga orang lain atau menimbulkan gunjingan dari orang-orang di sekitar Anda berdua.

Mulailah menghiasi kepribadian Anda dengan takwa. Munculkan rasa takut dan malu kepada Allah SWT. Bayangkan bila Anda sudah berumah tangga lalu suami Anda menghadapi kondisi seperti itu. Bukankah sebagai istri Andapun akan merasa sedih dan marah? Begitupula perempuan lain pun akan merasakan hal yang serupa. Maka, pagarilah diri dan lingkungan dengan hukum-hukum Allah.

Memang, perempuan akan jauh lebih dimuliakan dan dijaga kehormatannya, lebih banyak terlindung dari dosa jika mereka hidup dalam naungan Syariat Islam. Di luar kehidupan Islam, tabir yang memuliakan wanita justru terkoyak-koyak [iwanjanuar.com]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: