Rumahku Surgaku

Keluarga Sakinah Mawaddah wa Rohmah

Menjadi Perempuan Produktif

Posted by Farid Ma'ruf pada Juni 11, 2013

muslimah_pengajianSyariahPublications.Com — Terbukanya akses pendidikan, berhasil memproduksi banyak perempuan cerdas. Kiprah mereka di lapangan pekerjaan pun tak diragukan. Dokter, guru, karyawan kantor, pekerja pabrik, bahkan pebisnis banyak digeluti kaum hawa.

Tak sedikit dari mereka yang paham betul bekerja itu mubah alias tidak wajib. Tapi, mereka memang tipikal perempuan yang tak bisa diam. Perempuan kreatif yang ingin terus berkarya dan produktif. Mereka ingin menyumbangkan tenaga, ilmu, pikiran dan ketrampilannya demi kemaslahatan diri, keluarga atau bahkan umat. Bukankah ada investasi pahala pula atas kontribusi positif mereka.

Walhasil, bekerja bagi para perempuan ini bukan sekadar ikhtiar menjemput rezeki, tapi sarana berbagi atau mengabdi. Terlebih, banyak profesi yang membutuhkan ketekunan, kelembutan, atau ketelitian yang lebih mumpuni jika dikendalikan perempuan.

Selama menaati rambu-rambu syariat Islam, tak ada yang bisa melarang aktivitas para perempuan aktif ini. Seperti tetap menutup aurat, menjaga kehormatan, menjaga pergaulan, dan tidak menelantarkan tugas pokoknya di rumah. Pasalnya, tugas utama sebagai ummu wa robbatul bayt (ibu dan pengurus rumah) dan melayani suami tak dapat digantikan orang lain.

Lantas aktivitas apa saja yang memungkinkan perempuan tetap berkontribusi positif bagi umat tanpa melalaikan tugas utamanya sebagai ibu rumah tangga? Berikut beberapa yang bisa dijadikan alternatif bagi yang ingin tetap kreatif dan produktif:

1. Mengembangkan Hobi dan Talenta

Hobi selain mengibur diri, juga bisa menghasilkan rezeki. Coba kembangkan hobi atau talenta Anda, tentunya yang syar´i tanpa menghabiskan energi. Memasak, menjahit, merajut, mendaur-ulang, dan sejenisnya. Kalau bukan dikomersialisasi, siapa tahu bisa memenuhi kebutuhan sendiri. Daripada membeli mukena misalnya, bisa membuat sendiri sehingga lebih hemat misalnya.

2. Menjadi Pendidik

Sebagai ibu, mendidik adalah keahlian wajib. Kembangkan tak hanya mendidik anak, juga anak orang lain. Mungkin dengan mengajar formal atau nonformal. Ya, menjadi guru adalah pilihan tepat banyak perempuan. Bisa dipilih, apakah mengajar paruh waktu, sekolah yang tidak full day, atau memberikan les privat di rumah.

3. Menjadi Penulis, Editor, atau Penerjemah

Menulis bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja. Sangat cocok untuk ibu rumah tangga sekalipun. Selain mencerdaskan, juga menebarkan inspirasi, ilmu dan pemahaman. Demikian pula jika ada yang ahli bahasa asing, bisa menjadi penerjemah. Siapa tahu dari tangan kaum ibu lahir karya-karya fomumenal tentang tips kerumahtanggaan, mendidik anak (parenting), kitab fikih keperempuanan atau fikih anak dan sejenisnya.

4. Menjadi Trainer, Inspirator, atau Public Speaker

Umat perempuan juga butuh motivasi dalam menjalankan hidup ini. Apalagi banyak ilmu di luar bangku sekolah yang tak dimiliki kaum perempuan. Seperti ilmu kerumahtanggaan, teknik mendidik anak, dll. Tak sedikit mereka memperolehnya dari seminar, workshop, dan sejenisnya. Banyak yang bisa digali dari profesi ini, karena belum banyak pula perempuan yang menggeluti.

5. Menjadi Desainer

Umumnya perempuan suka keindahan dengan detail. Tak sedikit yang suka berimajinasi tentang interior rumah, desain fashion, desain furnitur, dll. Kembangkanlah jika memiliki minat di bidang ini, karena kelak masyarakat membutuhkan sentuhan desain-desain yang islami dan syar’í.(kholda) (www.syariahpublications.com)

Sumber : Tabloid Media Umat edisi 104

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: