Rumahku Surgaku

Keluarga Sakinah Mawaddah wa Rohmah

Dari Catatan Seorang Akhwat

Posted by Farid Ma'ruf pada Juni 28, 2012

Saudaraku yang dirahmati Allah..
Masihkan kita tega berkata “Suamiku I belong to you and you belong to me?”. Sadarilah sepenuhnya bahwa suami adalah milik Allah, bukan milik kita, ia hanya amanah. Bersiap menikah berarti siap untuk dimadu, siap untuk ditinggal mati/syahid, siap menderita, siap menjadi sahabat, siap menjadi partner dalam duka maupun suka, siap segalanya bahkan siap dicerai. Rasanya tidak pantas jika kita telah menyadari bahwa diri kita tidaklah sempurna dihadapan siapapun, termasuk dihadapan suami tercinta. Apalagi sudah faham atas hukum poligami , kemudian mencari-cari alasan dan dalil untuk melarang apalagi mengultimatum suami agar jangan sampai poligami. Mencintai bukan berarti mengekang, mencintai berarti kebahagiaanmu adalah kebahagiaanku juga. Menikah berarti ibadah.

Bukankah kita diutamakan untuk peduli dan mengutamakan saudara kita? Bukankah pengorbanan di jalan Allah itu pahalanya sangat besar
Bukankah pengorbanan berarti memberi atau merelakan apa yang paling kita cintai dan sayangi untuk Allah, Islam dan saudari kita?
Sadarkah wahai ummahat..
Bahwa ada banyak muslimah lain di luar sana yang ingin menjaga kehormatannya, menjaga kesucian interaksinya dengan lawan jenis, ingin merasakan support dari seorang imam ketika mereka lelah dalam mengarungi hidup dan perjuangan ini?
Mereka merindukan juga belaian kasih sayang yang tulus dari seorang suami yang soleh sebagaimana antunna?
Ummahat,
Bukankah antunna juga pernah merasakan hal yang sama ketika dalam penantian jodoh?
Bukankah ketika antunna merindukan suami antunna pulang, si akhwat lain justru dalam penantian yang tidak jelas. Ketika suami antum pulang belum tentu bisa melayaninya sempurna. Sementara di luar sana ada merindukan untuk melayani? Pilih mana antunna ditinggalkan tanpa tanggung jawab (dicerai) atau berbagi dengan ukhti yang lain yang juga punya hak atas suami antunna?
Kedengarannya kejam dan tega tapi maaf inilah hukum syara’ yang tidak selamanya membuat kita ‘nyaman’ jika tidak disertai keikhlasan yang tinggi.
Begitu banyak akhwat yang punya persyaratan dan minta komitmen khusus kepada suaminya agar tidak mau poligami setelah menikah tapi kenyataan dia tak mampu memberi yang terbaik bagi suaminya. Janganlah jadi wanita egois yang menyakiti suami dan akhwat lain?

Jangan egois saudariku, anggap ahkwat lain sedang dihadapan antunna dan berkata dengan pelan dan linangan air mata,
Ukhty…
Ukhty telah bersuami bukannya prihatin atas nasib kami yang masih dalam penantian, malah justru mencemburui dan membenci kami padahal kami belum tentu bermaksud meminta suami antunna, hanya mengetuk kesadaran dan kepedulian antunna?
Pilih mana, mendengar kabar suami anda menikah lagi karena takut berzina, atau mendengar dia digerebek dalam kos-kosan atau hotel karena sedang in the ‘Hoy’ dengan wanita jalang?
Adakah antunna merasa bahwa antunna turut andil dalam kasus ini?

Pada faktanya, berapa banyak wanita yang dibunuh karena meminta dinikahi sementara si pria sudah punya istri?
Berapa banyak bayi digugurkan karena anak lahir di luar?
Berapa banyak istri ke 2 yang harus dicerai karena monogami yang dipaksakan? Berapa banyak anak yang lahir tanpa bapak?
Berapa banyak generasi yang seharusnya tumbuh normal dalam pengasuhan seorang ayah namun terlantar karena keegoisan sang Ibu yang lebih memilih bercerai daripada dimadu?
Dan banyak lagi fakta lain yang patut kita renungkan.

Bukankah kita semua sudah tau ayat berikut?
“Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” (QS An-Nur: 30)

Mari kita bantu mereka, bagi anda yang sudah benar-benar siap untuk dimadu, ada baiknya jika anda sendirilah yang mencarikan pasangan yang ideal dan tepat bagi suami anda untuk jadi partner sejati menuju ridho dan Jannah-Nya. Indahnya tak terukir melalui kata-kata jika kita mampu bersama-sama mencintai ia (akhwat) yang suami kita cintai.
Jika menikah karena Allah, semua akan terasa indah. Poligami, cerai atau rujuk semua kan terasa indah. Indah sekali. Jangan tunggu suami melakukan pelanggaran hukum syara baru bertindak bahkan menyesal. Jaga interaksi suami anda dengan perempuan ajnabi dengan menawarkan diri jadi perantara jika memang suami sudah ada kecenderungan ke sana. Jangan hanya bisa terdiam dalam luka, komunikasikanlah dari hati ke hati.
Wahai ukhty..
Ada jannah menanti orang-orang yang ikhlas dan rela berkorban bagi suaminya. Toh, di syurga pun kita akan bersaing dengan bidadari-bidadari nan jelita. Jangan membuatnya cemburu dengan menguasai suami anda saat ini, padahal anda masih banyak menyakiti suami. Atau jauh dari kata memuaskan atas pelayanan anda.
Ukhty,
Bukan bermaksud menghujat apalagi membenci ..
Hanya sekedar perenungan bersama agar kita semua menjadi hamba yang utama dan diridho Allah. Maafkanlah saya yang dhoif. (www.baitijannati.wordpress.com)

Sumber : http://www.facebook.com/photo.php?fbid=3417868246053&set=a.1058751349605.2009723.1250532423&type=1

12 Tanggapan to “Dari Catatan Seorang Akhwat”

  1. yadi taryadi said

    Subhanallah, good. I like it, ternyata di jaman kini msh ada juga wanita yg punya pendirian seperti ini. Ikhlas dan rela hati atas ketentuan hukum-hukum-Nya. Allahu Akbar … 3x

  2. aimee said

    sepertinya antum salah mengartikan maksud ayat Allah diatas..seharusnya antum yang harus mampu menjaga pandangan dan kemaluan karena itu lebih suci untuk antum..bukan mebandingkan dg yg inthehy di hotel! itu mah bukan cara orang muslim. antum juga sebagai imam sudahkan sempurna dalam melayani? sebagai ayah sudah sempurna? thing`s again. selamat berjuang memperindah agama kita bukan hanya dengan poligami

  3. irma said

    enya, kumaha sih, jangan munafik ah

  4. RENDAHKAN HATI DAN TANGGAPI DENGAN BAIK SETIAP TAUTAN ORANG,,, selanjutnya silahkan anda memilih bukan MENCACI,, tetap semangat Allahuakbar,,,

  5. ummu khadijah said

    Jangan suudzon mbak. Kalo sebagian wanita ada yg tdk mau suaminya menikah lagi tdk selalu karena membenci akhwat yg bujang. Ato mengekang suami. 1 mslh itu punya banyak sudut pandang. Jgn berlebihan dlm mslh agama. Apalagi jodoh. Jodoh itu spt mati. Di tangan Allah saja. Jodoh seorg laki2 tdk diatur oleh wanita manapun. Kamu bukan tuhan.!! Dan jgn merubah ayat. Ayatnya itu hanya boleh, bahkan diakhir Allah mengatakan lebih suka dgn laki2yg berhati hati. Krn poligami itu dkt dgn kedzaliman. Allah lbh tau dari kamu!! So.. Awas bahaya mendustakan ayat ayat Allah. Poligami itu boleh.. Sgt kondisional. Jadi jgn dipaksa paks atas dasar agama pula. Jgn memfitnah islam. Ini bidah. Saran saya hentikan provokasi spt ini

    • Abu Hasan said

      Astagfirullah Ukhti, Ini adalah Ajaran Islam, hanya musuh2 Allah yg tidak suka dengan syariat Allah, Ingat !!!!!

    • ahm said

      Perasaan penulis hanya menegur wanita yg melarang keras suaminya nikah lagi (bukankah perilaku istri seperti itu mengatur jodoh juga ya, melebihi Tuhan geto.). Lebay deh si ibu. Penulis sudah menulis dengan baik dan cukup objektif. wanita yg sensi aja yg ga muat ama logika penulis🙂

  6. Faradilla Alkhonsa said

    subhanallah… semoga allah memudahkan…

  7. cintakita said

    ukhty ummu khadijah yang dirahmati Allah,jodoh dan mati sangat beda, mati sudah pasti sementara pasangan belum tentu….ayat mana yang mengatakan jodoh sudah ditentukan? semoga Allah mengampuni yang salah dan memberkahi yang benar………selanjutnya hanya pada Allah kita berserah….ada yaumul hizab yang menanti, ada malaikat yg jadi saksi, ada Allah yang Maha mengetahui setiap niat dan aktftas hati kita

  8. aftoni said

    ╔══╦═╦═╦══╦═╦═╗
    ║║║║║║║╠╗╔╣║║║║
    ║║║║╦║║║║║║╦║╔╝
    ╚╩╩╩╩╩╩╝╚╝╚╩╩╝

  9. aftoni said

    Duhai kekasih hati
    Kugubahkan nasyid ini
    Sebagai cinta suci dalam naungan Ilahi
    Hari demi hari
    Bersamamu kulewati
    Dalam suka dalam duka
    Dalam meniti ridhoNya
    Ikrarkan bersama untuk di jalanNya
    Bahtera rumah tangga
    Teladankan Rasul mulia
    Didik putra-putri sebagai amanah Ilahi
    Bekali akhlaq imani
    Jadikan mu’min sejati
    إنشاء الله …. إنشاء الله … إنشاء الله
    (Ayo bernasyid biar kian romantis dan makin sayang keluarga)😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: