Rumahku Surgaku

Keluarga Sakinah Mawaddah wa Rohmah

Pake ‘Hate’ Jangan Hape

Posted by Farid Ma'ruf pada Oktober 4, 2009

oleh Sucipto

Handphone merupakan sarana yang bisa dimanfaatkan untuk kebaikan dan keburukan. Tergantung pemakainya sendiri. Ditangan orang-orang yang beriman dan bertakwa peralatan tersebut akan bermanfaat sekali. Karena digunakan untuk mendukung aktivitas ketakwaannya. Misalnya digunakan untuk menjalin silaturahim atau juga digunakan untuk berdakwah di jalan Allah SWT, mengajak saudara muslim untuk menjalankan ketaatan kepada Allah SWT.

Namun sebaliknya, bila alat tersebut jatuh ke tangan orang-orang yang suka bermaksiat, maka akan digunakan untuk mendukung hal-hal yang berbau maksiat dan dosa. Contohnya digunakan untuk bermesra-mesraan dengan lawan jenis yang non muhrim, atau HP (baca:hape) digunakan untuk menipu orang lain dengan janji uang tunai atau barang mewah dengan syarat menyebutkan nomer rekening. Dalam kondisi seperti ini, tentu sebuah alat hanya akan mendukung bertambahnya dosa-dosa. Naudzubillah min dzalik.

Seperti halnya pasangan muda ini yang bertekad membangun kehidupan rumah tangga dengan semangat dakwah. Sang suami selalu memanfaatkan fungsi hape, selain untuk sarana komunikasi, hape juga dimanfaatkan untuk alarm, sebagai sarana membangunkan sholat tahajud. Maklum, akhir-akhir ini agenda qiyamul lail sering terlewat. Sang suami juga tidak bisa mengandalkan istri untuk membangunkan.”Beberapa bulan terakhir ini, tahajudku sering terlewat. Karena itu, aku coba memanfaatkan alarm hape,” kata sang suami saat mengevaluasi diri dengan sang istri.

Karena itu, setiap menjelang tidur sang suami tak lupa pencat-pencet keyboard hape untuk menyeting waktu tahajud. ”03.00 am,” begitu tulis sang suami, ia memastikan fungsi alarm sudah diaktifkan.

Hari-hari pun berlalu, setiap bunyi khas alarm hape bersuara memecah keheningan malam, memaksa sang suami untuk bangkit dari alam tidur. Tapi apa yang terjadi, ia tak beranjak bangun menuju tempat wudhu dan mendirikan sholat sunnah yang sangat disukai orang-orang sholeh ini. Sang suami malah memencet tombol keyboard untuk memastikan alarm hape mati. Setelah itu, ia melanjutkan kembali merangkai mimpi yang sempat terhenti.

Kejadian ini terus berulang, kemudian menjadi seremoni jelang tidur. Menghidupkan alarm hape, dengan harapan bisa bagun di sepertiga malam. Akan tetapi setelah alarm hape ‘berteriak’ pertanda waktu tahajud. Seketika itu juga, ia mematikan sumber suara itu. Sepertinya lagu almarhum mbah Surip “Bangun lagi…Tidur lagi” menjadi ‘stereotype’nya.

Tentu kebiasaan kurang baik ini menjadi sorotan khusus sang istri, yang menghendaki sang suami menjadi tauladan keluarga. “Saya udah berusaha untuk tahajud say, tapi kebablasan terus,” kata sang suami menjelaskan.

Mendengarkan ‘pembelaan’ suami, sang istri hanya bersungat-sungut,”Makanye bang kalo mau sholat tahajud, niatnya ditaruh di hate (baca:hati) jangan di hape.” Sementara sang suami hanya nyengir kuda disamping istri yang tak lelah mengingatkan supaya baik ruhiyahnya.***
Sucipto
Media & Newsroom
Rumah Zakat Indonesia
Jl. Matraman Raya 148 Jakarta Timur

Sumber : www.eramuslim.com

3 Tanggapan to “Pake ‘Hate’ Jangan Hape”

  1. jaeni Marjuki said

    subhanalloh percis cerita diatas seperti apa yang sedang saya alami sekarang. aku memohon ampun pada-Mu ya Robb atas segala kelalaianku, cukuplah dengan kisah ini membuatku sadar . terima kasih pada penulis sungguh tulisan ini bermanfaat. Lanjutkan!

  2. eka said

    izin di share ya

  3. sumardi said

    Sebagai seorang suami: Kebiasaan yang dilakukan bangun sepertiga malam, semua itu tergantung pada yang menjalankan, karena kalau niat mau shalat tahajud pasti langsung bangun tapi kalau kembali malas harus sang istri harus ikut bangun/mendukung, karena kesuksesan keluarga itu didukung seoran istri, ingat ada pepatah: keberhasilan keluarga adalah tergantung kepada istri (ibunnya anak-anak) dikala seorang istri berbuat menyeleweng/selingkuh atau yang laiannya maka lambat laun keluarga itu akan hancur

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: