Rumahku Surgaku

Keluarga Sakinah Mawaddah wa Rohmah

Aku Ingin menjadi Penyelamat Bumi (Pendidikan Politik Anak Sejak Dini)

Posted by Farid Ma'ruf pada April 25, 2009

nopriade herman

Nopriadi Herman

Malam itu saya bersama keluarga menikmati film The Day After Tomorrow. Sebuah film lama yang sengaja saya putar untuk sebuah agenda besar keluarga. Apa itu?
Sekedar memperkenalkan diri. Saya saya hidup bahagia denga seorang istri cantik dan 3 putra-putri yang lucu. Yang kecil baru sekolah TK (5 tahun), kemudian abangnya kelas 1 SD (7 tahun) dan yang sulung kelas 3 SD (8 tahun).

Kembali ke masalah nonton film! Film yang kami tonton ini memvisualisasikan bagaimana dahsyatnya dampak global warming yang mengakibatkan miliaran manusia tewas, hancurnya ratusan negara serta musnahnya banyak makhluk hidup. Indonesia? Negeri kita ini termasuk yang tidak begitu diperhitungkan karena dianggap sudah tenggelam.

Film ini tidaklah sempurna, tapi gambaran kehidupan es di mana-mana cukup membuat cemas anak-anak. Yang kecilpun bertanya: “Apa ini betulan? Apakah ini akan sampai ke tempat kita?”. Abang dan Kakaknya menunggu jawaban dari saya.

Saya mengatakan bahwa ini Insya Allah akan terjadi saat Abi, sebutan anak-anak untuk saya, telah meninggal dunia dan kalian sudah besar seperti Abi. Mereka menjawab “Ohh..enak Abi”. Seakan mereka tidak terima kalau menghadapi itu tanpa orang tuanya.
Sambil tersenyum saya mengatakan pada mereka, “Global warming tidak akan terjadi bila kalian mau menghentikannya”. Merekapun bertanya “Bagaimana?”.
Dengan bahasa mereka saya jelaskan apa itu global warming, bagaimana mengatasinya dan apa yang harus mereka perankan dalam hidup ini.

Setelah acara nonton bersama itu anak saya sudah merasa memiliki predikat baru. Predikat ini sampai sekarang ia banggakan dan rasakan. Predikat itu adalah sebagai “Penyelamat Bumi”. Gelar inilah yang sering saya jadikan senjata untuk memotivasi mereka dalam banyak hal kebaikan. Alhamdulillah image diri berhasil memotivasi mereka untuk melakukan hal baik dan belajar banyak hal. Disamping masalah agama, mereka juga sudah saya kenalkan melalui internet apa itu bumi, tata surya, galaxi dan lain-lain. Bahkan, yang paling kecil sudah diajarkan oleh Uminya bagaimana berpidato di hadapan manusia terutama rakyat AS (produsen CO2 terbesar) untuk bersama-sama bertanggung jawab menghentikan global warming.

Bagaimana dengan anda dan anak-anak anda? (Berbagilah cerita bagaimana pendidikan politik di keluarga🙂 )

Kalau belum ada rencana dan belum tergerak dengan cerita ini, ada baiknya anda membaca pembuka makalah yang pernah saya sampaikan dalam sebuah workshop. Pembukanya begini :

“Ilmuwan: Pemanasan Global Setara dengan Senjata Pemusnah Masal”. . Kalimat ini dicuplik dari judul berita di harian Republika pada bulan November 2005. Satu judul untuk menarik perhatian tentang dahsyatnya global warming bagi kehidupan manusia. Dalam berita itu dicatat Robert May, presiden lembaga ilmiah Inggris terkemuka, Royal Society, memberi peringatan tentang bahaya global warming pada konferensi 12 hari di Montreal terkait nasib Protokol Kyoto. Ia mengatakan, “Dampak pemanasan global banyak dan serius: naiknya permukaan laut, perubahan dalam ketersediaan air bersih dan meningkatnya berbagai kejadian luar biasa -banjir, kekeringan dan topan- yang konsenkuensi seriusnya meningkat menjadi sebanding dengan senjata pemusnah masal”.

Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon menyerukan pentingnya tindakan untuk mengatasi pemanasan global, dan memperingatkan bahwa dunia pada saat ini berada di ambang bencana. Ban memberi komentar pada suratkabar International Herald Tribune, “Saya selalu menyebutkan pemanasan global akan menjadi masalah yang paling penting. Sekarang saya yakin bahwa kita kini berada di ambang bencana, jika kita tidak melakukan tindakan apapun.” Ia juga mencatat meningkatnya pencairan sungai es (gletser) dan es di kutub, serta menandaskan bahwa hancurnya es di Antartika itu akan menaikkan ketinggian air laut sampai enam meter atau 18 kaki, yang bisa menenggelamkan kota-kota pantai New York, Mumbai dan Shanghai. Ia berkata, “Saya tidak menyebarkan kepanikan. Tapi saya yakin bahwa kita saat ini makin mendekati saat-saat yang mengerikan itu”
Lengkapnya bisa diakses di http://nopriadi.multiply.com/journal/item/23/Global_warming_kapitalisme_dan_islam

Itulah global warming.
Dalam sebuah konferensi Internasional di UGM, seorang pakar lingkungan hidup dari Inggris mengatakan yang kurang lebih “Bumi tempat kita tinggal sekarang tidak akan kita nikmati next 50 tahun akan datang disebabkan global warming. Perlu diingat, waktu terus berjalan dengan sangat cepat. Manusia harus berpikir keluar kotak. Berpikir secara tidak biasa untuk menyelamatkan bumi”.  Pada saat diberi kesempatan, saya menyampaikan sebuah pernyataan dan ajakan pada audiens (terdiri dari tokoh-tokoh agama, aktivis lingkungan, mahasiswa, intelektual kampus dari berbagai Negara) dengan ungkapan yang kurang lebih:
“We realize that global warming threats our earth. We have many problems in this earth. We’ve heard that the people should think outside the box. I just wanna say that you couldn’t think outside the box if you are still in secular framework. We need to solve the problems with a new perspective. We need a new way to manage the civilization. We need Islam. Islam really could solve our problems…..”.
Saat itu saya tidak lupa mengundang audiens untuk mempelajari Islam dalam rangka menyelamatkan bumi. We need Islam to stop Global Warming.
Speech dan provokasi singkat saya waktu itu mendapat sambutan tepuk tangan yang meriah.

Kembali ke persoalan anak. Saya tidak percaya dengan ungkapan ‘biar anak menentukan sendiri  mereka mau menjadi apa’. Saya tidak percaya sepenuhnya. Yang saya yakini adalah saya punya tanggung jawab dihadapan Allah SWT akan menjadikan anak seperti apa. Menjadikan anak seperti apa? Sejak dini anak harus dididik dengan persoalan-persoalan besar peradaban. Sejak dini mereka harus dikenalkan betapa tidak beresnya pengaturan peradaban hari ini. Sejak dini mereka harus dipahamkan agar terlibat dalam menyelamatkan bumi. Berlebihan? Mungkin? Oleh sebab itu jadikanlah anak kita sebagai ‘Penyelamat Bumi’.
Semoga Allah SWT menjadikan saya dan keluarga sebagai khalifah fil ardhi penjaga bumi bersama orang-orang ikhlas. Amien….

source image, http://www.imdb.com/title/tt0319262/plotsummary

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: