Rumahku Surgaku

Keluarga Sakinah Mawaddah wa Rohmah

Agar Anak Merasa Senang Beribadah Selama Ramadhan

Posted by Farid Ma'ruf pada September 9, 2008

Diasuh oleh Dra. (Psi) Zulia Ilmawati

Ustadzah Dra. (Psi.) Zulia Ilmawati

Ustadzah Dra. (Psi.) Zulia Ilmawati

Pertanyaan :

Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Tanpa terasa, Ramadhan telah tiba. Bulan yang penuh rahmah dan berkah. Bulan yang penuh dengan pengampunan dan pembebasan dari api neraka. Buat kita orang tua, yang telah berpuluh kali menjalani puasa tentu sudah tahu apa tujuan, makna dan faedah puasa, tapi bagaimana dengan anak-anak kita? Apa kiat-kiat yang bisa kita lakukan agar anak merasa senang dengan datangnya bulan Ramadhan, dan menjalaninya dengan baik. Terimakasih untuk saran-sarannya ibu.
Wassalamu’alaikum Wr.Wb.
Nadia
Bandung

Wa’alaikumsalam Wr.Wb.

Ibu Nadia yang baik,

Mengantarkan anak untuk berpuasa dan memahami maknanya, memang bukanlah pekerjaan mudah. Keberhasilan yang kita harapkan memerlukan persiapan sejak jauh hari. Kiat-kiat yang bisa dilakukan orang tua, untuk merancang pola pendidikan terbaik buat anak selama bulan Ramadhan antara lain adalah :.

1. Mengenalkan Ramadhan agar anak terkondisi dengan datangnya bulan Ramadhan.

Jauh sebelum Ramadhan datang, orang tua hendaknya rajin mengumpulkan kisah-kisah menarik seputar Ramadhan. Pilihkanlah kisah-kisah sahabat dan perjuangan Rasulullah yang berhasil di bulan Ramadhan. Pengalaman-pengalaman masa kecil orang tua pun akan sangat menyenangkan bagi anak-anak jika dikisahkan satu atau dua pekan sebelum datangnya Ramadhan. Melakukan pengkondisian menyambut Ramadhan juga dapat dilakukan dengan memberikan pemahaman yang memadai tentang keutamaan Ramadhan. Jika pengkondisian ini dilakukan berulang-ulang sejak sebelum Ramadhan tiba, sangat mungkin akan tumbuh niat yang kuat pada anak untuk berpuasa Ramadhan.

2. Menyambut Ramadhan dengan Keriangan dan Keceriaan

Rasulullah telah menasehati Abdullah bin Mas’ud untuk menyambut Ramadhan dengan wajah yang berseri tidak cemberut. Keriangan atau keceriaan dapat diciptakan misalnya dengan mengajak anak untuk mengikuti acara-acara penyambutan Ramadhan dengan berpawai keliling membawa poster-poster atau seruan-seruan bulan Ramadhan.

3. Mempersiapkan jadwal khusus buat anak

Perubahan jadwal sehari-hari selama Ramadhan juga memerlukan persiapan, agar tidak mengagetkan. Membiasakan anak bangun sahur, misalnya, bukan hal yang ringan. Orang tua perlu merancang cara khusus dan istimewa untuk membuat anak mau membuka mata dengan gembira. Misalnya dengan menyediakan menu sahur yang istimewa. Waktu sahur sebaiknya diakhirkan (kira-kira satu atau setengah jam menjelang shalat subuh) sebagaimana anjuran Rasulullah.

4. Menjalankan ibadah dengan gembira.

Perasaan senang tanpa tekanan dalam beribadah sangat penting bagi anak. Kondisikan lingkungan bermain dan kehidupan sehari-hari si anak dengan menyenangkan sehingga anak akan tertarik untuk mulai turut mencoba. Misalnya dengan mengundang kawan-kawan dekatnya berbuka puasa di rumah. Mengajak anak-anak untuk meramaikan syiar Ramadhan dengan sholat tarawih berjamaah di masjid, mengaji dan mengkaji Quran, menyimak ceramah-ceramah agama, menyuruh mereka mengantar makanan ke masjid untuk orang yang berbuka puasa, lebih menggemarkan berinfak, shadaqah dan lainnya. Stimulusi anak dengan pahala dan surga yang dijanjikan Allah untuk orang yang giat  beribadah selama bulan Ramadhan.

5. Memberikan alternatif pengisian waktu yang positif kepada anak

Untuk mengalihkan perhatian anak-anak dari rasa lapar, bisa menggunakan berbagai jenis permainan. Sejak di jaman kehidupan Rasulullah saw, para sahabat muslimah telah merancang kreativitas bagi putra-putrinya, khusus untuk menggembirakan hati mereka agar melupakan waktu yang terasa berjalan lambat selama berpuasa. Seperti nampak dalam sebuah kisah, ketika Rasulullah Saw mengutus seseorang pada hari Asyura ke perkampungan orang-orang Anshar dan berkata, “Siapa yang pagi ini shaum hendaklah ia shaum dan menyempurnakan puasanya. Maka kami pun menyempurnakan puasa hari itu dan kami mengajak anak-anak kami shaum. Mereka kami ajak ke masjid, lalu kami beri mereka mainan dari benang sutra. Jika mereka menangis minta makan kami berikan mainan itu sampai datang waktu berbuka.” (HR Bukhari-Muslim)

6. Melatih berpuasa dengan bertahap

Melatih puasa pada anak dapat dilakukan dengan bertahap, misalnya mengijinkan anak berbuka sampai jam 10, lalu jam 12 dan seterusnya sampai akhirnya penuh sampai waktu berbuka. Berikan penghargaan dan pujian untuk anak yang sabar. Jika memungkinkan berikan hadiah yang mendidik misalnya, berupa alat-alat belajar. Terhadap anak yang baru berlatih puasa (belum kuat dan gampang terpengaruh), sebaiknya mereka dijauhkan bermain dari anak-anak yang malas berpuasa. Dekatkan dengan anak-anak lainnya yang tekun berlatih.

Demikian ibu Nadia, perhatian yang intens dan cara-cara yang bijak dalam mempersiapkan dan menjalankan ibadah selama Ramadhan Insya Allah akan dapat menggugah kesadaran anak-anak untuk berpuasa dan beribadah lain dengan gembira. Selamat Berpuasa, semoga keberkahan Ramadhan akan ibu dan keluarga dapatkan. Amiin…. (www.baitijannati.wordpress.com)

Sumber : http://www.suara-islam.com

Satu Tanggapan to “Agar Anak Merasa Senang Beribadah Selama Ramadhan”

  1. bulan ramadhan bagi saya adalah karunia dan rahmat yang sesalu dan selalu saya tunngu,baik saya pribadi maupun istri kecuali anak,karena mereka masih blajar memaknainya.merekapun tetap saya ajarkan bagaimana nikmanya melakukan puasa dan manfaatnya,baik bagi kesehatan apalagi bekal kita kelak dikemudian hari saat Allah memanggil kita kelak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: