Rumahku Surgaku

Keluarga Sakinah Mawaddah wa Rohmah

Angka Cerai Tinggi, Beda Partai Jadi Salah Satu Penyebab

Posted by Farid Ma'ruf pada Juli 18, 2008

Keluarga Samara. Kasus perceraian di Indonesia cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Gejolak yang mengancam kehidupan struktur keluarga ini semakin bertambah jumlahnya terutama pada tiga tahun terakhir ini. Hal ini diungkap Dirjen Bimas Islam Nasaruddin Umar di Jakarta, Selasa (15/7).
“Setiap tahun ada dua juta perkawinan, tetapi yang memilukan perceraian bertambah menjadi dua kali lipat, setiap 100 orang yang menikah, 10 pasangannya bercerai, dan umumnya mereka yang baru berumah tangga,” jelas Nazaruddin.

Terungkap pula bahwa salah satu sebab yang mendasari perceraian ini karena ada peningkatan perbedaan politik atau partai politik antara suami dan istri terkait Pemilihan Umum dan Pemilihan Kepala Daerah (Pemilu dan Pilkada).

Islam dengan tegas menyatakan dalam Al-Quran bahwa perceraian itu adalah suatu perbuatan yang halal, tetapi paling dibenci Allah, namun perceraian itu menjadi fenomena yang terjadi di masyarakat Indonesia.

“Dalam Al-Quran 80 persen ayat membicarakan tentang penguatan bangunan rumah tangga, hanya sebagian kecil yang membicarakan masalah penguatan negara, bangsa apalagi masyarakat, sebab keluarga adalah sendi dasar terciptanya masyarakat yang ideal, mana mungkin negara dibangun di atas bangunan keluarga yang berantakan,” ujar Nazaruddin.

Ia menegaskan, apabila angka perceraian di masyarakat terus mengalami peningkatan, itu menjadi bukti kegagalan dari kerja Badan Penasehat Pembinaan Pembinaan Pelestarian Perkawinan (BP4).

Terkait dengan perceraian akibat Pemilu yang disebabkan oleh perbedaan pandangan dan pilihan partai politik, harus dihindari. Karena itu ia mengimbau kepada umat Muslim agar menghindari adanya perbedaan yang dapat menjurus kepada perceraian.

“Urusan politik adalah urusan sesaat, sementara urusan keluarga adalah urusan seumur hidup. Bahkan sampai akhirat,” lanjutnya.

Ia juga menjelaskan, pada kasus perceraian suami-isteri ternyata jumlah isteri yang menggugat cerai suami makin meningkat. Hal ini merupakan fenomena baru di enam kota besar di Indonesia.

Tingginya permintaan gugat cerai isteri terhadap suami tersebut, diduga karena kaum perempuan merasa mempunyai hak yang sama dengan lelaki, atau akibat globalisasi sekarang ini, atau kaum perempuan sudah kebablasan.

“Kesadaran atau kebablasan, itulah antara lain yang menjadi perhatian kita semua sebagai umat beragama,” kata Nasaruddin.

Sementara itu, data dari Departemen Agama menyebutkan penyebab perceraian antara lain karena ketidakharmonisan rumah tangga (mencapai 46.723 kasus), faktor ekonomi (24.252 kasus), krisis keluarga (4. 916 kasus), cemburu (4.708 kasus), poligami (879 kasus), kawin paksa (1.692 kasus), kawin bawah umur (284 kasus), penganiayaan dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) sebanyak 916 kasus. (www.baitijannati.wordpress.com)

Sumber : http://www.suara-islam.com

Satu Tanggapan to “Angka Cerai Tinggi, Beda Partai Jadi Salah Satu Penyebab”

  1. Duh Gusti… mosok cuman karena beda partai aja sampe mesti cerai… menyedihkan😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: