Rumahku Surgaku

Keluarga Sakinah Mawaddah wa Rohmah

Agar Anak Terbiasa Berdakwah

Posted by Farid Ma'ruf pada Juli 10, 2008

Assalaamu’alaikum Wr.Wb

Pengasuh Rubrik Konsultasi Keluarga yang saya hormati, Saya ibu dari 3 orang anak.  Anak pertama saya, laki-laki berumur10 tahun, kedua perempuan 7 tahun dan yang ketiga perempuan juga masih 3 tahun. Alhamdulillah mereka tumbuh sehat dan menyenangkan. Kalau sedikit nakal, namanya juga anak-anak. Saya dan suami kebetulan cukup aktif dalam kegiatan dakwah sejak kami masih sama-sama kuliah dulu. Setelah saya berkeluarga, saya ingin agar anak-anak kelak juga mengikuti jalan kehidupan seperti yang sudah kami pilih, yaitu kehiduppan dalam dakwah. Apa yang seharusnya saya lakukan, agar anak-anak kelak senang berada dalam kehidupan dakwah dan menjadi pengemban dakwah yang tangguh? Apakah mungkin saya bisa memulainya sejak dari sekarang. Terima kasih untuk saran-sarannya?

Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

Rina

Bogor

Wa’alaikumsalam Wr.Wb.

Ibu Rina yang baik,

Alhamdulillah, saya senang membaca surat ibu yang menceritakan bagaimana ibu dan suami begitu menikmati kehidupan dakwah. Dan keinginannya untuk mengenalkan  kehidupan dakwah sejak dini kepada anak-anak, juga harapan-harapannya agar kelak  mereka menjadi pengemban dakwah yang tangguh. Dakwah Islam sesungguhnya memang membutuhkan para pengemban yang tangguh. Dan seorang pengemban  dakwah yang tangguh tidak akan lahir begitu saja. Tapi harus melalui proses dan upaya terus menerus, bahkan sejak dari masa kanak-kanak. Maka, mengajak anak “berdakwah” sedari dini sangatlah penting agar anak-anak sudah terbiasa dengan kegiatan dakwah agar akhirnya dia juga bercita-cita menjadi pengemban dakwah yang tangguh.

Ibu Rina yang baik,

Mengenalkan kehidupan dakwah pada anak-anak dapat dimulai dengan melibatkan anak dalam aktivitas dakwah. Hal ini penting untuk memberikan contoh dan lingkungan yang kondusif, sehingga suasana dakwah sudah bisa dirasakan anak sejak dini. Ajaklah anak turut serta  ketika ibu menjadi peserta atau pembicara dalam pengajian, diskusi, seminar  atau bahkan aksi-aksi protes di jalanan. Sesampai di rumah, anak bisa diminta pendapatnya tentang  kegiatan yang baru saja ia ikuti. Bisa juga ditanya tentang materi yang disampaikan ibu, respon atau tanggapan para peserta, bahkan mungkin tanpa kita duga ia juga mempunyai  kritik dan saran buat ibu. Sebelum memutuskan untuk mengajak anak pergi berdakwah tentu harus dipertimbangkan kondisi kesiapan anak. Maka, lakukan persiapan seperlunya  agar anak di sana bisa  merasa nyaman dan tidak malah  menimbulkan masalah.

Ibu Rina yang baik,

Mengajak anak terlibat dakwah bisa juga dilakukan secara tidak langsung. Misalnya dengan  membantu orang tua saat orang tua tidak di rumah. Ketika ibu harus bergegas pergi pagi-pagi untuk urusan dakwah, ajaklah anak yang besar  membantu adiknya menyiapkan keperluan sekolah, atau membantu membereskan rumah. Sehingga ketika ibu kembali rumah sudah rapi. Dengan cara itu, anak akan melihat langsung kesibukan orang tua dalam dakwah. Dan anak juga bisa merasakan langsung bagaimana ia ternyata bisa membantu mendukung dakwah meski hanya dengan melakukan sebagian kecil pekerjaan ibu di rumah. Cara lain yang juga penting untuk mengajak anak berdakwah adalah dengan menciptakan suasana dakwah di rumah. Misalnya dengan mengembangkan kebiasaan saling nasehat menasihati atau  seringnya rumah dijadikan sebagai tempat aktivitas dakwah.

Ibu Rina yang baik,

Untuk menumbuhkan semangat dan motivasi ibu bisa menceritakan kepada anak-anak bagaimana kehidupan Rasulullah dan para sahabat. Sampaikan kepada mereka bahwa kehidupan Rasulullah dan para sahabat tidak pernah lepas dari kehidupan dakwah. Ceritakan bagaimana perjuangan Rasulullah dan para sahabat menyebarkan Islam ke seluruh dunia. Sesekali, penting untuk disampaikan kepada anak janji-janji Allah untuk para pengemban dakwah.  Tidak ada salahnya  jika anak juga diberikan penjelasan yang benar tentang jihad misalnya. Ketika tengah melihat tivi atau membaca koran biasanya ada topik yang menarik. Bagus bila anak sudah langsung bisa berkomentar dan memberikan pendapat. Kita tinggal  menambahi atau memberikan arahan serta solusi menurut Islam. Kalau anak-anak belum memberikan respon, kita bisa memancingnya dengan bertanya kepada mereka, apa tanggapannya setelah melihat itu semua. Bukan hanya tanggapan, bila perlu ajaklah anak memberikan respon secara kongkrit.  Bisa juga dengan mengajak mereka berdoa bersama-sama setelah selesai shalat berjamaah agar  Allah memberikan pertolongan kepada mereka. Jangan lupa biasakan anak juga berdoa untuk keselamatan dan kejayaan umat Islam di seluruh dunia.  Demikian Ibu Rina, mudah-mudahan kelak anak-anak ibu benar-benar menjadi pengemban dakwah yang tangguh. Amiin. (www.konsultasi-islam.com)

sumber : http://www.suara-islam.com

Satu Tanggapan to “Agar Anak Terbiasa Berdakwah”

  1. satu perkongsian yang baik dan ilmiah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: