Rumahku Surgaku

Keluarga Sakinah Mawaddah wa Rohmah

Jantung Balita Bocor karena Bapak Merokok

Posted by Farid Ma'ruf pada Februari 29, 2008

Oleh : M Ihsan Abdul Jalil

Keluarga Samara. Dua hari lalu saya ke kantor klien, kami ada janji ketemu. Tak lama kemudian datang tamu lain, kami sama-sama menunggu di ruang tamu. Kenalan singkat terjadi. “Bapak punya korek”, tanyany. Saya jawab, “Maaf, saya tidak merokok”. Sopan.
Dia mulai mengeluarkan rokok dari saku. Maaf pak, bisakah bapak tidak merokok di ruangan seperti ini?”
Keberanian saya menegur, membuat nyalinya ciut. Batal merokok..

“Sejak kapan merokok?” tanya saya…
“Sejak sekolah”
Saya nanya lagi, “Apakah bapak tidak tahu bahaya rokok?”
“Ya tahu, tapi lebih bahaya lagi yang tidak merokok. Teman-teman saya merokok, makanya saya merokok juga. Perokok pasif lebih bahaya”
“Lha kalau bapak tahu seperti itu, mengapa bapak merokok di samping saya yang tidak merokok? khan sama saja bapak membahayakan saya?”. SKAK MAT…

Saya sebenarnya tak peduli orang merokok..
itu pilihan mereka sendiri khan?
sudah jelas ditulis merokok dapat menyebabkan penyakit jantung, kanker, impotensi… ehh maksa nekat saja, ya udah ambil itu semua penyakit, hehehe…

Pernah di bus umum, 2 anak muda (sangar pisan) merokok di kursi belakang saya persis. Saya langsung noleh, “Mas, maaf, saya kalau ada yang merokok langsung pusing. Bisakah sampeyan tidak merokok di kendaraan umum seperti ini?”. Ehh… dia nurut juga sama penumpang yang punya nyali.. padahal kalau mereka tersingggung terus nantang saya, jelas saya kalah karena gak bisa bela diri, wakakak…

Buat para perokok, pikirkan dampaknya seperti case di bawah ini…
Jangan demi kesenangan pribadi lalu anda menyakiti anak istri….
Buat para istri, apa enaknya punya suami merokok?
Minta mereka berhenti sekarang juga…
Bau napasnya itu lho… hehehe…

(www.keluarga-samara.com)

Berita Terkait :

Rabu, 20 Feb 2008,
Jantung Abel Bocor karena Bapak Merokok
SURABAYA, JAWA POS – Shalsabella Aurellia, balita 3,8 tahun yang menderita kebocoran jantung, mulai kemarin (19/2) dirawat di bagian anak RSU dr Soetomo, Surabaya. Selama pemeriksaan, balita asal Solo itu sama sekali tidak menangis.

Rona mata Abel (panggilan akrab Shalsabella) justru tampak cerah, menyiratkan harapan. Anak pertama pasangan Hari Susianto, 30, dan Wahyuni, 28, itu tiba di RSU dr Soetomo sekitar pukul 10.00.

“Abel seharian tidak bisa tidur. Dia terus berceloteh semalaman (Senin malam lalu, Red),” cerita Wahyuni kepada Jawa Pos ketika menunggu giliran diperiksa. Di sampingnya, Abel tampak cuek. Matanya sibuk melihat seluruh isi ruang tunggu.

Di RSU dr Soetomo Abel diperiksa di ruang echocardiography (khusus pemeriksaan jantung). Di ruang itu sudah menunggu beberapa dokter. Mereka antara lain Prof Dr dr Teddy Ontoseno SpA(K) Sp JP dan dr Mahrus Rahman SpA(K).

Teddy mengatakan, pihaknya menyambut positif upaya pengobatan Abel. Menurut dia, penanganan terhadap kebocoran jantung pada balita seperti itu sangat tepat. Sebab, penderita masih memiliki masa depan yang panjang. “Kemungkinan penderita sembuh seperti anak-anak normal cukup besar,” katanya.

Mengapa jantung bayi bisa bocor? Teddy menjelaskan, hal itu sangat dipengaruhi perilaku ibu ketika hamil. Kata dia, fase yang menentukan adalah pada trimester pertama pembentukan janin. Pada fase inilah, jantung bayi terbentuk.

Teddy menambahkan, ibu hamil yang perokok pasif berisiko pada janin yang dikandungnya. Di antaranya jantung janin tak terbentuk sempurna. Dalam kasus Abel, suami Wahyuni memang perokok berat. “Ketika mengandung Abel, saya sering menghirup asap rokok suami saya,” cerita Wahyuni. “Saya sudah mengingatkan berulang-ulang, tapi dia (suaminya, Red) tidak menghiraukan,” keluhnya.

Senada dengan Teddy, dokter spesialis bedah toraks kardiovaskuler Prof Dr dr Paul Tahalele FCTS mengatakan, fase kehamilan tersebut penting untuk dijaga. Selain ibu yang perokok pasif, penyebab kebocoran pada jantung pada bayi, antara lain, obat-obatan. “Bisa jadi ibu sempat minum obat antihamil ketika mengandung. Biasanya mereka hendak menggugurkan kandungannya, tapi tidak jadi,” terangnya.Pemeriksaan Abel dilanjutkan hari ini.

Seperti diberitakan, Abel yang berasal dari keluarga miskin itu bisa dirujuk ke Surabaya berkat kepedulian beberapa pengusaha yang dikoordinatori Ny Shinta Agus Wibisono. (aga/kum)

Sumber:
Jawa Pos, 20 Februari 2008

2 Tanggapan to “Jantung Balita Bocor karena Bapak Merokok”

  1. Rirrie Fardiwan, SH said

    Saya setuju dengan beberapa hal tersebut diatas, meskipun saya sendiri adalah perokok yang tidak terlalu aktif atau kurang lebih 3 – 4 batang/hari kecuali kalau ada tamu yg ngobrol semalaman bisa 1 bungkus sehari. memang kalau di pikir rokok tidak nyaman bagi orang yg bukan perokok, saya sendiri saja yg perokok merasa tidak nyaman apabila saya sedang tidak merokok tetapi dekat saya ada yg merokok, maka dari itu saya menghimbau kepada bapak2 yg perokok kalau bisa merokok tidak di tempat yg tidak ada instalasi udara yg baik atau hindarkan merokok didalam rumah, lebih baik diluar rumah di tempat terbuka, itu yg saya lakukan selama ini dan akibatnya saya lebih jarang merokoknya karena timbul rasa malas untuk merokok karena mesti keluar rumah terlebih dahulu meskipun sebatas teras, hal ini bisa mengurangi kebiasaan merokok dan Insya Allah bisa hilang total.

  2. Informasi yang sangat bermanfaat. izin share ya ? Makasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: