Rumahku Surgaku

Keluarga Sakinah Mawaddah wa Rohmah

What Women Doesn’t Love a Valentine Card

Posted by Farid Ma'ruf pada Februari 14, 2008

Oleh : Rusyda Ummu Hafidz

baitijannati. Ya…itulah semboyan yang sedang digalakkan di shoping centre Kotara. Kalau melihat secara general, memang hampir tidak ada perempuan yang tidak suka mendapatkan kartu yang berisi ucapan-ucapan cinta, kasih sayang dan rindu. Padahal ucapan-ucapan seperti itu digalakkan setiap tahun pada tanggal 14 Februari, dengan sebutan Valentine Day. Untuk mengetahui lebih lengkap dari history valentine day dan bagaimana hukum merayakannya silahkan klik kedua link ini:

Ada Apa Dengan Valentine’s Day ?

Aku masih ingat ketika masa SMP dulu, kebetulan aku punya saudara sepupu yang lahir tgl 13 February. Sebelum itu aku tidak mengenal sama sekali istilah Valentine Day. Karena dialah akhirnya aku mengenalnya. Saat-saat menjelang Valentine Day dia sudah sibuk mencari card dan kado. Belum lagi tgl 13 adalah ultahnya dia, ya wes tambah sibuk aja. Aku masih ingat usulan dia kepada ketua kelas agar tgl 14 diadakan perayaan, dengan bertukar kado. Tambah bingung dah aku, ndak pernah melakukannya, tapi akhirnya dia juga yang pilihkan kadonya, dan dia juga yang tuliskan cardnya, dan dia juga yang berikan kado itu pada orang lain. Aku sendiri gak tahu apa isinya, dan diperuntukkan untuk siapa, cuman kasih uang dan bawa aja ke kelas…Astagfirullah betapa jahil dan bodohnya aku terhadap Islam.

Yah saya rasa, tradisi-tradisi macam itu masih berjaya hingga saat ini. Buktinya siaran TV masih aktiv mengiklankannya dan shopping centre juga tidak mau ketinggalan moment untuk memasarkan productnya.

Kalaulah saya dulu dan para pemuda dan pemudi sekarang berfikir jernih, apa sih Valentine Day itu? Apa manfaatnya? Apakah bisa membuat kita masuk syurga dengan merayakannya? Gak bakalan deh aku dulu dan para pemuda pemudi saat ini jadi korban advertising.

Perlu para pemuda pemudi ketahui, bahwasannya para marketer itu mereka mempelajari Psikologis orang, so mereka tahu betul bagaimana untuk memasarkan produk, palagi untuk para cewek, mereka menjadi korban yang paling Top list untuk para marketer. Sampai akhirnya keluar slogan seperti judul diatas, itu kan seperti ngejek cewek yang gak mau ngikutin valentine day dan wajib bagi cowok untuk memberikan hadian dan card agar mampu menarik perhatian sang cewek.

Belum lagi para marketer itu menggunakan para selebrity untuk menyokong product-productnya. Last week saya baca di koran, karena paris Hilton menggunakan bikini jenis x (ndak hapal apa brandnya) di Bondi Beach, maka order atas bikini itu naek sampai 60%..Astaghfirullah. Kalau di valentine day ini yang laris tentulah perhiasan, coklat, bunga, dan berbagai hal yang berikatan dengan perempuan dan cinta. Yang sebetulnya yang menentukan mana product yang berkaitan dengan wanita dan cinta adalah para marketer juga.

Fenomena ini juga bisa kita lihat saat Perayaan Natal di Aussie, yang menjadi sasarannya adalah anak-anak. Karena Natal terkenal dengan memberikan hadiah, maka toylah yang paling laris. Namun juga hari saling memberi bagi setiap orang, so hampir semua product juga dapat sasaran kenaikan penjualan.

Yah…semua itu adalah permainan para marketer, mereka saat ini yang mengontrol dunia dan yang menentukan standart mana yang baik dan tidak. Seperti halnya ketika mereka menentukan mana wanita yang bisa disebut cantik (langsing, seksi, halus) dan tidak, menentukan orang disebut kelas atas (mobilnya Lexus, kacamata Gucci dll) atau tidak dll.

Suamiku pernah bilang, dua profesi yang merusak dunia ini adalah Marketing dan Pengacara. Di tangan marketing, barang yang tidak berguna menjadi sangat most wanted, ditangan marketing juga yang menentukan opini dunia. Maka ketika Bush ingin melakukan penyerangan ke Iraq dulu, dia menyewa seorang marketer (perempuan), sehingga mampu mengarahkan opini masa. Kalau Pengacara lain lagi, mereka bisa membuat orang yang bersalah menjadi Benar dan sebaliknya. Aku jadi manggut-manggut aja mendengar penjelasannya…emang betul sih D

Satu lagi, Kalaulah para suami menanyakan kepada para istri, Apakah mereka mau merayakan hari kasih sayang, dengan memberikan sedikit perhatian (gak usah banyak-banyak) dan meluangkan waktu sebentar untuk cakap dengan sang istri untuk menceritakan aktivitas apa saja yang telah suami lakukan, dan sedikit tanya apa yang sang istri lakukan, kalau sempet ya ucapkan terima kasih kalau gak sempet gpp, yang penting salah satu aja dari option diatas dilakukan…pasti jawaban sang istri, mau setiap hari untuk merayakannya🙂, namun tak mau merayakan di tgl 14 feb, takut menyerupai orang kafir. Sang istri juga gak perlu bunga atau coklat atau perhiasan kok, kalau dikasih ya gpp, ikhlas aja menerimanya D

So janganlan sampai kita ngikut-ngikut tanpa tanpa hukum Islamnya, dan jangan sampai jadi korban marketing. Jadikan Islam standart dalam melakukan seluruh aktivitas, jadikan Islam sebagai patokan menentukan mana yang baik dan buruk dan kalaulah ada kebingungan dalam mengambil sikap, kembalikan semuanya pada Al-qur’an dan As-sunnah. Kita juga bisa menjadi pengarah opini masa, dengan menjadi pengemban, praktikkan dan menyebarkan Islam. (www.baitijannati.wordpress.com)

** yang lagi nunggu harga bunga turun, sekarang lagi mahal-mahalnya, biasanya menjelang valentine day….diskon besar-besaran deh**

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: