Rumahku Surgaku

Keluarga Sakinah Mawaddah wa Rohmah

Terimakasih, Cinta

Posted by Farid Ma'ruf pada November 12, 2007

Oleh : Helvy Tiana Rosa

baitijannati. Keluarga kami terbiasa saling mendoakan, memberi ucapan selamat dan kado bila ada yang berulang tahun atau sedang merayakan hari bahagia. Di luar itu sering juga saling memberikan sesuatu secara tiba-tiba, tak peduli hari apa pun itu kiranya.

Saya mempunya kebiasaan mengoleksi semua kartu ucapan yang pernah diberikan suami saya: Mas Tomi, untuk saya. Sebagian besar kartu itu merupakan kartu ucapan selamat ulang tahun, kartu ulang tahun pernikahan dan kartu ucapan selamat atas kesuksesan yang diraih.


Di antara semua kartu yang saya simpan, ada satu ucapan manis yang justru tidak ditulis di selembar kartu cantik, melainkan di atas kertas putih biasa. Tapi di antara semua, itulah ucapan dari Mas yang selalu menjadi ‘kartu’ kebanggaan saya.


Bagi saya, dalam kehidupan rumah tangga kami, ridha suami sangat penting. Dan luar biasa bahwa saya mendapatkan ridhanya selalu dalam setiap langkah saya! Padahal langkah-langkah itu menurut banyak kalangan “terlalu panjang” dan kadang “jauh” dari rumah. Lalu saya berpikir, berapa banyak suami di dunia ini yang seridha Mas terhadap istrinya?


“Selama di jalanNya, untukNya dan karenaNya…,” kata Mas Tomi pasti. “Tapi harus bisa bagi waktu ya…,” senyumnya lagi.


Bagi Mas, yang penting saya tak egois. Saya harus berbuat yang terbaik untuk keluarga. Tapi itu tak cukup. Sebisa mungkin, sekecil apa pun, saya harus terlibat dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan. Dan di atas segalanya tentu saja: menjadi abdi illahi sejati! Dan bukankah itu semua satu paket bernama: hablu minallah, hablu minannaas?


Hari ini, sehari sesudah ulangtahun saya ke 35, saya buka lagi kartu-kartu ucapan dari Mas. Tapi yang satu itu, yang tidak tertulis dalam kartu…tak mungkin saya lupakan. Sebab itu adalah salah satu “ijazah” penting saya, yang dikeluarkan oleh Mas Tomi:


00.50 Wib, 2 April


Istriku sayang,
Selamat ulang tahun
Semoga Allah selalu ridho padamu


You have been a great wife for me
A great mother for Faiz
A good sister for Bhimo, Menuk, Kiki
And a sweet daughter for my mother


I owe you so much
For your love, caring
And compassion


Happy Birthday,
My beautiful lady
May I be your good husband
Always


Yours forever
,

Satryatomo


Dan tanpa bisa saya tahan, selalu saja air mata saya menitik usai membacanya kembali.


Mas, mungkin belum ada hal yang sungguh berarti, yang pernah kulakukan, apalagi untukmu. Tapi “ijazah” ini, ridha Mas ini, menjadi salah satu yang sangat berarti dalam kehidupanku. Sesuatu yang membuatku semangat senantiasa untuk melangkah….

Terimakasih, cinta…


(Helvy Tiana Rosa)

15 Tanggapan to “Terimakasih, Cinta”

  1. nurlina said

    seandainya semua bisa mendapatkan seperti yang mb Helvy dapat saya yakin apapun masalah yangtrjadi didalam RT kita saya yakin akan dapat terselesaikan dgn hati yang lapang…terimakasih Tuhan Engkau ciptakan kehidupan RT seperti mereka…..saling pengertian saling menghargai dan saling menyayangi

  2. Dina nursidiq said

    Terharu membacanya…Semoga ALLAH SWT senantiasa memberikan kebarokahan pada rumah tangga mbak Helvy..amin

  3. mutiara cinta said

    Mba Helvi teruslah menjadi inspirasi bagi saya dan muslimah lainnya…

  4. […] Taut Tetap ke Terimakasih,Cinta […]

  5. Asih said

    Subhanallah, sebuah keluarga yang saling menyayangi melahirkan potensi yang luar biasa. Karya-karya Mba Helvi sungguh produktif, indah dan istimewa. Bahkan Faiz pun sudah berkarya sedari kecil.
    Cinta yg krn Allah,abadi.

  6. subhanallah maha kasih sayang Allah yang telah menganugerahi Mb Helvy dan keluarga yang dipenuhi rasa cinta didalamnya, seandainya semua insan dapat menjalankan hidup ini dengan penuh cinta betapa indahnya dunia…….. terimakasih cinta.

  7. Najwa Airina Lidia said

    Subhannallah.Itulah gambaran RT yang dibangun atas dasar mencari ridho Allah. kebahagiaan istri ada pd keridhoan Suami, Suami mendidik istri dg cinta ksih semata-mata krn Allah. smg apa yg dialami Mba Helvi jg dpt di rsakan ibu2 kaum musliamh yg lain. smg linduingan Allah snntiasa menyertai.amiin

  8. […] Februari 12, 2008 pada 6:56 pm (Renungan) Terima kasih ya Allah, atas segala karuniaMu pada hambaMu yang lemah ini. Berlinang air mata ini, ketika membaca tulisan mbak Helvy Tilana Rosa di website keluarga samara https://baitijannati.wordpress.com/2007/11/12/terimakasih-cinta/  […]

  9. bangzenk said

    alhamdulillah.. Terima kasih, Ya Maha Pencinta..

  10. semoga cinta selalu mengalir bersama arus darah. tiada henti.

    subhanallah, hanya cinta saja yang bisa menggiring kita menuju kecintaan-Nya.

    salam cinta,

  11. nie said

    subhanallah…
    andai saya yg menerima ucapan itu….tdk cuma air mata yg meneteskan krn haru u/ keluarga mba, pastilah hati juga ikut memuja Rab yg telah menyebarkan begitu bnyk cinta di dunia….Ya Allah tebarkan semua cinta-Mu untuk para suami…Amin.
    terima kasih cinta…terima kasih Allah atas cinta-Mu….

  12. laila said

    Seandainya allah menciptakan semua suami2 seperti suami mba, ya allah tidak akan ada istri yg di sakiti. Ya allah berikan hamba yg seperti itu . . .

  13. Zalfa said

    Subhanalloh.. sangat menyentuh..

  14. Nenk Ayhu said

    Semoga suatu saat bisa seperti ini …

  15. nonik said

    subhanallah… semoga saya bisa seperti mbak, kebetulan hari ini ultah pernikahan saya ke-5. do’akan saya semoga saya bisa seperti mbak. amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: