Rumahku Surgaku

Keluarga Sakinah Mawaddah wa Rohmah

9 Gadis yang Tidak Dinikahi Laki-laki

Posted by Farid Ma'ruf pada September 17, 2007

Written by Zuhair Qarami

 

Keluarga Samara. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh jurusan psikologi (ilmu jiwa) pada Fakultas Adab (sastra) di Universitas Zaqaqiq, Mesir dengan judul: “Kepribadian Remaja Putri, Tata Cara kesiapan Jiwa dalam Menghadapi Pernikahan, dan Masa Perubahan Jiwa Pasca Nikah Secara Khusus” menyimpulkan ada 9 tipe gadis yang tidak diminati oleh para pemuda:

 

 

Pertama: Gadis Pencemburu

 

Pencemburu adalah sifat pertama kali yang dihindari oleh para pemuda dari calon istri-istri mereka. Cemburu disini bermakna keraguan. Para pemuda itu menuntut adanya sebagian sifat cemburu yang memperkuat ikatan cinta, akan tetapi mereka menolak ketidak percayaan (keraguan) yang menimbulkan petaka dalam kehidupan rumah tangga. Mereka menginginkan kepercayaan dari para istri mereka, dan tidak suka jika mereka menceritakan atau mengungkap setiap langkah yang dilaluinya.

 

Kedua: Gadis Egois, sok menjadi ratu

 

Adapun gadis yang kedua adalah gadis yang egois, ingin berkuasa, menginginkan dari suaminya segenap kecintaan, ketundukan, dan kepasrahan hanya kepadanya saja. Dia akan marah jika melihat suaminya lebih mementingkan orang lain atau mencintai selain dirinya. Seperti cemburu kepada kerabat suami, atau teman-temannya. Perbuatan ini kadang menimbulkan banyak permasalahan. Dengan sikap seperti itu, dia telah mempersempit kepribadian suami, dan menyebabkan timbulnya permasalahan dengan kerabatnya. Dengan sikap seperti itu, dia telah menjadikan suami benci dengan kehidupan rumah tangganya. Sikap yang demikian tidak termasuk cinta, tetapi ambisi kepemilikan dan penguasaan. Maka wajib bagi gadis ini untuk menyadari bahwa mereka adalah kerabat suami, yang tidak mungkin ia bebas lepas dari mereka, begitu pula sebaliknya mereka tidak mungkin bebas lepas darinya.

 

Ketiga: Gadis Durhaka

 

Yaitu istri yang tidak ridha dengan kehidupannya. Dia senantiasa membangkang pada suami dan menggerutu tentang segala sesuatu. Dia tidak bersikap qonaah (menerima apa adanya), senantiasa menginginkan tambahan dan lebih. Dengan sikap seperti ini, dia telah menekan suami hingga mau memenuhi keinginannya. Dia tidak peduli darimana sang suami bisa memenuhi berbagai tuntutan itu, dan bagaimana ia bisa mendapatkan harta tersebut. Dia adalah jenis istri perusak. Dia hanya mencari untuk diri dan kebahagiannya sendiri, terutama harta, bukan cinta. Dia tidak menjaga suami atau rumahnya. Biasanya keadaan yang seperti ini berakhir dengan perceraian.

 

Keempat: Gadis yang cuek dan masa bodoh

 

Gadis ini tidak layak disebut sebagai seorang istri. Dia sama sekali tidak menaruh perhatian pada suami, tidak juga pada rumahnya. Tidak berusaha memenuhi kebutuhan suami atau permintaannya. Di sini sang suami merasa bahwa si istri tidak mencintainya, atau tidak menganggapnya. Kadang yang demikian membuat sang suami bersikap kasar kepada istri sebagai usaha untuk meluruskannya. Akan tetapi jika sang istri memiliki sifat seperti ini, maka akan sulit merubahnya. Hal ini menjadikan sang suami tidak menaruh perhatian terhadap istri, tidak mesra dengannya dalam segala hal, dan bisa menyebabkan perpisahan. Maka mulai sekarang seharusnya istri mulai memberikan perhatian terhadap suami.

 

Kelima: Gadis yang Kekanak-kanakkan

 

Yaitu gadis yang senantiasa tergantung pada ibunya, dan terus terikat dengannya, bersandar kepadanya dalam segala hal. Dia bertindak dengan malu, tidak mampu mengemban tanggung jawab. Kebanyakan ibunyalah yang memberikan keputusan dan berkuasa pada seluruh urusan rumah. Maka sang putripun bersandar kepadanya dalam segala hal seperti apa yang dia kerjakan saat masih kanak-kanak. Dengan sifat seperti itu, dia tidak layak menjadi seorang ibu bagi putra-putranya, dikarenakan putra-putranya akan menjadi pribadi-pribadi yang terputus, tidak utuh. Adapun sang suami, maka ia merasa seolah-olah telah menikahi ibu mertuanya, karena dialah yang mengatur segala keperluannya. Maka wajib bagi para gadis untuk belajar memikul tanggung jawab dan berbuat secara dewasa.

 

Keenam: Gadis yang meninggalkan Tugas Rumah Tangga

 

Kebanyakan gadis seperti ini adalah gadis yang bekerja (wanita karir). Akan tetapi, ada perbedaan antara istri yang bekerja dan istri yang pergi meninggalkan tanggung jawab rumah. Artinya ada banyak istri yang bekerja, tetapi mereka dapat melakukan segenap pekerjaan rumah tangga dan memberikan perhatian terhadap berbagai keperluan suami dan anak-anak mereka. Pekerjaan mereka tidak membuat mereka durhaka terhadap keluarga. Maka istri harus menyeimbangkan antara pekerjaan dengan suami dan anak-anaknya. Janganlah pekerjaan membuat keluarga terhalangi dari perhatian dan kasih sayangnya. Sehingga sang suami merasa kehilangan kemesraan, akhirnya timbullah permasalahan diantara mereka.

 

Ketujuh: Gadis yang Lemah

 

Yaitu seorang gadis yang terbiasa pasrah terhadap keadaan di sekitarnya, apakah terhadap keluarga atau teman-temannya. Dia sangat lemah untuk bisa mengambil keputusan dengan dirinya sendiri, tidak berusaha mengadakan musyawarah atau menampakkan pendapat apapun. Kepribadian yang lemah, penurut, dan tidak terbiasa memikul tanggung jawab. Kebanyakan penyebabnya adalah keluarga, yaitu dengan sikap keras sang ayah, dan diamnya ibu. Maka sang suamipun kehilangan teman yang bisa memberikan nasihat, atau masukan-masukan dalam berbagai urusannya.

 

Kedelapan: Gadis yang membuat was was

 

Yaitu gadis yang menggambarkan suaminya dengan gambaran yang terburuk. Sebagai contoh, jika suami terkena penyakit mulas, maka sang istri membesar-besarkannya serta meyakininya bahwa sang suami menderita usus buntu. Jika panas sang suami meningkat dia berkata bahwa dia telah terkena demam. Jika sang suami terlambat, dia berkeyakinan telah terjadi kecelakaan atau terkena sesuatu yang tidak disukai. Istri semacam ini akan mendorong suami untuk selalu was-was dan berkhayal macam-macam serta selalu khawatir.

 

Kesembilan: Gadis yang Sok Sempurna

 

Yaitu gadis yang berambisi untuk mengerjakan sesuatu dengan benar, dan terlalu berlebih-lebihan di dalamnya sehingga sang suami dan orang-orang yang tinggal di sekitarnya terkadang merasa jengkel. Sifat seperti itu membuatnya fanatik buta dalam kehidupan rumah tangga. Dia menginginkan kesempurnaan dalam segala hal. Jika pergi salah seorang teman maka harus membawa hadiah berharga dan mahal dibungkus dengan bungkus yang mewah dan seterusnya. Sifat seperti ini dimungkinkan akan membuat suami melakukan respon yang mungkin bisa menjadi seorang laki-laki yang keras dan menolak apa saja yang dilakukan istri, sekalipun perbuatan itu untuk kepentingannya, dan dia tidak lagi mementingkan keridhaan istrinya

 

Sekarang, carilah untuk dirimu sendiri wahai saudariku, sifat manakah dari kesembilan sifat tersebut yang kamu miliki? Kemudian bersihkanlah dari dirimu agar kehidupan rumah tanggamu selamat dan bahagia. (www.keluarga-samara.com)

 

Diambil dari: Majalah Qiblati Edisi 11 TAhun II

 

 

13 Tanggapan to “9 Gadis yang Tidak Dinikahi Laki-laki”

  1. dewo said

    Kalau tidak dinikahi, terus diapain dong? Masak dibiarin nganggur gitu aja? Padahal cuantik dan sueksi gitu?

  2. HERI said

    KALAU ADA 1 DARI 9 SIFAT TERSEBUT TAPI ADA 8 SIFAT KEBALIKANNYA SAYA MAU TUH NIKAHI SEMUA TUH GADIS

  3. bakazero said

    kalo point 1 mungkin banyak lah, dan menurut saya, cemburunya bisa kok di wajarkan saja…

  4. Kok nggak ada kriteria gadis yang jelek ya?
    Apa moral sudah semakin membaik, atau orang sudah pada munafik?🙄

    *lihat ke atas*

    Hoo, kepribadian, tho… Hmm… *manggut-manggut*

  5. uma said

    kalo menurutku cwok tu terlalu banyak menuntutdari cewek sedangkan mereka jarang melaksanakan kewajiban

  6. azumi said

    aduh jadi takut deh,masalahnya aku manja!!!! tapi aku sudah menikah alhamdulilah untungnya,tapi takut di tinggalkan suami,so aku harus bisa merubah sikap ku nih?????

  7. amelie said

    ada artikel 9 perjaka yang tidak akan dipertimbangkan menjadi suami oleh seorang gadis?

  8. Anie said

    9 karakter gadis /wanita yang tidak diinginkan pria? boleh juga … buat masukan para wanita.semoga lebih baik ,dewasa dan menentramkan…
    but… buat pria… sama aja.. bagi anda yang mempuanyai salah satu atau lebih dari kearakter diatas juga… anda tidak dinginkan pula oleh para pria.
    so… bila dinginkan…. jadilah sama-sama orang yang menentramkan dan menyenakan … karena kita semua ingin berbahagia.
    Ok.. !
    semoga tidak saling nyalahin yaaa…

  9. aniezz said

    bagus tuh,buat intropeksi diri,sbg cewe,trims yaaaaaaaaa

  10. nita said

    Assl.wr.wb

    ini hanya usul saja..bisa ga akhwat tau..ikhwan seperti apa yang sebaiknya dipilih untuk menjadi seorang suami..karena jaman sekarang dan untuk kedepannya..seorang ikhan sangat dituntut tanggung jawabnya.

    nt17sh@gmail.com

  11. sutriana lasmo said

    aku pecemburuuuuuuuuuu pantesan lum laku laku hahahahahahaha

  12. Dian said

    Thanks for share this

  13. Nurul said

    Jika tanpa kusadari sebenarnya ada sifat² seperti itu dalam diriku…semoga aku dapat membersihkannya…Amin…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: