Rumahku Surgaku

Keluarga Sakinah Mawaddah wa Rohmah

RUMAH: ISTANA BAGI PEREMPUAN BERKARYA

Posted by Farid Ma'ruf pada Agustus 2, 2007

Oleh : Nafiisah FB

(AlPen ProSa Jakarta, buku kecil 2007)

Baitijannati. Fenomena perempuan bekerja saat ini bukan lagi menjadi pemandangan luar biasa. Tidak bisa dipungkiri bahwa tuntutan hidup yang semakin menjadi-jadi saat ini membuat orang termasuk perempuan harus ikut memeras tenaga dan putar otak untuk bisa menyambung hidup.

Para perempuan terutama kaum ibu kerap dihadapkan kepada pilihan yang sulit. Mereka sadar bahwa ada konsekuensi besar yang mau tidak mau mereka tanggung demi membantu suami atau keluarga mengepulkan asap dapur. Tugas utama yaitu menjadi ibu dan istri terpaksa tidak bisa dipenuhi sepenuhnya. Munculnya perasaan bersalah kadang tidak terelakkan, walaupun suami dengan segala kerelaan hati telah mengijinkan.

Anak-anak ditinggalkan ketika mereka masih tidur. Hanya kecupan yang bisa diberikan sebelum diri meninggalkan rumah. Sang Ibu pulang, buah hati pun telah terlelap nyenyak. Kembali hanya kecupan dan tatapan kangen yang bisa diberikan. Ritual makan bersama di meja makan, memasak, dan menjadi orang yang pertama dan utama menjadi tempat curhat bagi orang-orang tercinta harus direlakan hilang setengahnya. Sabtu dan Minggu saat off kerja dihabiskan sepenuhnya hanya untuk keluarga, namun rasanya itu tetap tidak cukup mengganti waktu di hari-hari sebelumnya.

Sebagian ibu memilih untuk bekerja paruh waktu untuk menghindari situasi tersebut. ”Yang wajib cari nafkah, kan, tetap suami. Kita cuma bantu.” Begitu alasan yang diberikan sebagian ibu yang memilih bekerja paruh waktu.

Ngantor Di Rumah, Solusi Yang Menjanjikan

Kerja di rumah atau membuka bisnis rumahan kini semakin banyak dilirik para ibu untuk sebagai alternatif mendapatkan penghasilan tambahan. Keinginan untuk bisa tetap dekat dan menjalani komunikasi yang hangat dengan anak-anak dan suami menjadi salah satu alasan.

Banyak pilihan pekerjaan atau bisnis yang bisa dijalankan oleh para ibu. Beberapa pilihan di antaranya :

Pekerjaan yang berhubungan dengan jasa

a. Penerjemah

Menjalani pekerjaan ini tidak harus lebih dulu memiliki sertifikat. Bagi para ibu yang memang menguasai bahasa asing: Inggris, Korea, Mandarin, Arab, Jepang, Jerman, atau yang lainnya bisa mengaktualisasi kemampuannya sekaligus memperoleh pendapatan.

b. Jasa pengetikan

Untuk menjalani pekerjaan ini, syaratnya tidak neko-neko. Bisa membaca, mampu mengetik dengan komputer, dan sedikit pengetahuan tentang EYD (Ejaan Yang Disempurnakan) sudah cukup menjadi modal awal. Tidak punya komputer? Bisa join-an dengan teman.

c. Jasa Info Riset

Lihai memilih dan memilah alias rajin mengeliping berita dan mahir ber-internet menjadi syarat awal bagi para ibu yang berniat menekuni profesi ini. Biasanya yang sering menggunakan jasa ini adalah para penulis.

d. Parcel

Menjalani profesi ini membutuhkan jiwa seni, terutama ketika proses penyusunan barang dan pengepakan. Ini harus banyak dilatih, melihat, dan memantau terus perkembangan jenis wadah, model pengepakan, dan item barang yang ditawarkan.

e. Konsultan

Latar belakang profesi tertentu, misalnya: psikolog, keuangan, desainer, dan lain-lain bisa menjadi modal tambahan, tapi walaupun tanpa background seperti itu pun para ibu bisa menjalani profesi ini. Bukankah setiap ibu memang seorang konsultan? Paling tidak bagi anak-anak dan suaminya. Coba, deh, ikut komunitas yang konsen ke bidang keahlian tertentu. Para ibu bisa saling sharing dan nantinya bisa lebih kaya pengalaman serta memiliki arah yang lebih jelas dalam menekuni profesi ini.

f. Fitness & Gym Centre Muslimah

Kalau para ibu memiliki modal lumayan bisnis ini pantas dilirik. Muslimah khususnya para ibu kan juga harus sehat dan fit dalam menjalani aktivitasnya. Apalagi banyak dari kita yang sebenarnya ingin sekali mencicipi fasilitas fitness & gym centre, tapi kondisi tempat yang pria dan wanita campur-baur membuat kita banyak yang memilih mundur. Tempat kebugaran muslimah bisa juga diperuntukkan bagi anak-anak. Para ibu melatih anak-anak secara dini menyenangi olahraga sebagai salah satu perilaku hidup sehat. Ibu dan anak sehat serta bisa tetap menjaga kedekatan dan komunikasi yang hangat.

Pekerjaan yang berhubungan dengan ketrampilan tertentu

a. Salon Muslimah

Para perempuan, termasuk muslimah, pasti ingin tampil segar. Ini peluang besar. Apalagi masih sangat jarang orang yang konsen membuat salon khusus muslimah. Bisnis ini bukan hanya urusan modal, tapi yang terpenting adalah kemampuan untuk memberikan kepuasan kepada pelanggan. Rajin-rajinlah memantau perkembangan gaya rambut atau kerudung cantik karena itu menjadi salah satu kartu as buat para ibu mencuri hati konsumen.

b. Katering dan order kue

Buat para ibu yang hobi memasak, senang mengutak-atik resep, pekerjaan ini benar-benar layak untuk ditekuni. Soal modal bisa dikomunikasikan dengan teman atau relasi. Mulailah dari komunitas yang kecil, seputar rumah atau tetangga, tidak usah langsung yang bermodal besar. Pembuktian kelezatan, higienitas, dan kehalalan, itu yang penting. Promo dari mulut ke mulut biasanya lebih cespleng dalam pelebaran bisnis seperti ini.

c. Membuat perhiasan

Kalung, gelang, dan bros adalah sedikit dari ragam perhiasan dan aksesoris yang digemari wanita. Peluang pasar masih terbuka lebar.

d. Penulis

Bisa membaca dan menulis? Punya minat besar untuk berbagi perasaan dan pikiran melalui tulisan? Nah, profesi ini bisa menjadi alternatif bagus bagi para ibu. Apalagi banyak bacaan anak saat ini yang terlalu dewasa dan secara konten mengajarkan anak hidup bebas aturan, mengikis keimanan mereka, dan perlahan membawa mereka melupakan bagaimana berkepribadian Islami dan akhlakul karimah. Kalau para ibu khawatir terhadap fenomena serbuan bacaan yang merusak dan kesulitan mencari bacaan yang ”sehat” untuk anak-anak mereka, mengapa bukan para ibu yang menciptakan bacaan sehat itu?

e. Desain dan program Web

Pekerjaan ini memang membutuhkan skill tinggi. Perlu peralatan penunjang seperti komputer dan internet untuk menjalankan pekerjaan ini. Pendidikan khusus bisa menjadi nilai plus. Namun, jika sudah memilikinya mengapa tidak diberdayakan menjadi sesuatu yang menghasilkan?


Beberapa Langkah Untuk Bekerja Di Rumah

  • Jangan tunda untuk telusuri potensi diri sekarang

Mulailah dari sekarang, detik ini juga ketika Anda membaca buku ini dan berniat untuk menjadikan rumah sebagai kantor Anda untuk menelusuri potensi, kemampuan, dan minat yang Anda miliki. Buat daftar pilihan dan alasan mengapa profesi itu yang Anda akan tekuni, karena dari sana Anda akan lebih jelas melihat diri Anda. Keluarga dan sahabat layak pula menjadi tempat untuk dimintai pendapat, karena mereka adalah orang-orang yang akan memberikan dukungan utama bagi Anda.

  • Jangan ragu mencari informasi yang terkait

Beberapa pilihan telah ditentukan. Setelah itu segera mencari segala informasi yang berkaitan, seperti: akses peluang, permodalan, potensi hambatan, dan lain-lain, melalui internet, surat kabar, buku, seminar, atau obrolan dengan para tetangga Anda. Mulailah menjadikan ngerumpi menjadi aktivitas yang bermanfaat.

  • Jangan takut untuk memulai

Jika analisa kekuatan, kelemahan, peluang, dan hambatan sudah dibuat, tinggal menentukan kapan Anda akan mulai. Yakinlah Allah SWT akan selalu membukakan jalan bagi kita yang berniat mulia membantu perekonomian keluarga, mengaktualisasikan kemampuannya tanpa ingin melalaikan kewajiban. Setelah itu jalani dengan bertawakal sekaligus berikhtiar secara halal.

  • Jangan lupakan dukungan orang-orang sekitar Anda

Ingat, lho, Anda meniatkan ini bukan demi kepuasan pribadi. Keluarga tetap segalanya. Pastikan suami mendukung Anda, memberikan ridlo, dan anak-anak merasa nyaman dengan aktifitas Anda nantinya. Tidak ada salahnya meminta saran dan dukungan orang tua, saudara, dan sahabat. Jika semua itu Anda telah dapatkan, ”energi” ekstra akan selalu menyertai Anda menjadi Ratu Bisnis di rumah Anda.

  • Jangan malas untuk terus belajar

Manusia itu tidak ada yang sempurna. Terus dan terus belajar, mau merenungi kesalahan dan memperbaikinya segera akan menjadikan Anda menjadi sosok yang lebih baik. Itu pula yang akan menjadikan Anda semakin piawai menjalani profesi Anda.

Tulisan ini bukan hanya diperuntukkan bagi para ibu, kok. Para calon ibu pun sudah saatnya untuk menjadikan rumah sebagai kantor dan pusat bisnis sebagai pilihan, agar bisa merintis ”kerajaan” bisnis mulai dari sekarang.

Semoga tulisan yang sederhana ini bisa menjadi inspirasi bagi para perempuan muslim yang ingin membantu keluarga sekaligus berkarya. Kita mampu dan kita bisa asal kita mau memperjuangkannya, memperjuangkan nasib perut dan aktualisasi diri tanpa harus kehilangan surga di rumah kita. (www.baitijannati.wordpress.com)

Sumber : Alpen Prosa

3 Tanggapan to “RUMAH: ISTANA BAGI PEREMPUAN BERKARYA”

  1. Amalia wahid said

    Assalamu’alaikum…

    Tulisan yang bagus. Dan saya sangat setuju dengan tulisan diatas. Allah sebenarnya sudah menyediakan ladang amal yang luar biasa luas bagi seorang perempuan justru di rumahnya sendiri. Alhamdulillah malah bisa terhindar dari berbagai fitnah dan menuai pahala yang luar biasa besar bila dikerjakan dengan ikhlas dan karena ALLAH.

    Terutama karena seorang Ibu adalah madrasah utama bagi anak2nya. Pencetak para mujahid dan mujahidah yang unggul.

    • fery luna said

      assalamu’alaikum
      saya sangat setuju sekali,saya adalah seorang ibu yg berpikir 1bulan untuk meninggalkan pekerjaan,saya bertekat membantu ekonomi keluarga mengurus anak sendiri(anak tdk les,dirumah tdk pakai pembantu)jadi semua dilakukan brsama dengan anak2. alhasil anak2 mandiri,bertanggung jawab, kreatif bisa berbagi(anak saya yg no2 homeschooller)jadi anak saya keluar ruamah utk les musik dll.(tdk bisa di ajarkan di rmh)allhamdulillah.. anak saya 16thn usianya sudah bisa menjahit kebaya pengantin,sedikit bermain organ(blm begitu lancar),mengajar bhs inggris dan matematika di sekitar lingkungan(gratisan berbagi ilmu)
      sekarang saya mempersiapkan anak perampuan saya untuk menjadi calon ibu rumah tangga yang serba bisadan ber manfaat dan selamat dunia akhirat.amin……home schooling is the best.

  2. Alhamdulillah. Tulisan ini sangat bermanfaat bagi Ibu yang jujur pada fitrahnya juga calon ibu tentunya.
    Selamat berjuang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: