Rumahku Surgaku

Keluarga Sakinah Mawaddah wa Rohmah

Pengabdian seorang Umi

Posted by Farid Ma'ruf pada Februari 7, 2007

Yesterday, I visited my friends, they just delivered their baby last week. The first one is from Jordan n the other one is from Saudi Arabia. I learned a lot of knowledge n spirit of life from them. I just want tell about my friend who is from Jordan.

Her name is Su’ad, she have husband from Palestine n have 2 sons. She came to hospital at 27 of December, First day, the contraction happened every half an hour, second day it happened every 10 minutes and last day it happened every 2 minutes. I can’t imagine what she feels. When I delivered my baby, I just take 6 hours until my baby come to this world.

Sebelum dia pergi ke hospital, kami sempat bertemu. Dia bilang ke aku, ‘I will contact u, if Iam still a life’ with sweet smile in her face. Aku sempat memeluknya dengan erat sambil membisikkan ‘Be patience n be strong sister, InsyaAllah Allah with u’. Aku sempat termenung cukup lama….memang ketika seorang umi akan mengantarkan kehidupan untuk jundinya, umi sudah harus siap menerima semua resikonya, resiko itu tidak hanya sakit yang luar biasa (kaum laki-laki tidak pernah bisa berempati dalam hal ini), namun juga kematianpun siap dihadapi. Bagi seorang umi, kehidupan anaknya adalah kehidupannya, umi siap melakukan apapun untuk jundi-jundinya.

Akhirnya, ketika semua orang sedang sholat Ied, dokter memutuskan untuk operasi, karena contraction telah menyebabkan dia kesakitan sekali. Su’ad hanya sempat call aku untuk made do’a for her. Aku tanya kedia…apa yang bisa aku bantu, dan dia hanya berkata ‘just make do’a for me Rusyda, Iam very tired, do’a to Allah to give me power so I can give my life to my baby’. Aku hanya meneteskan air mata mendengar kata-kata dia yang begitu penuh dengan ketawaqalan kepada Allah.

Alhamdulillah, Operation sukses, dan babynya lahir dengan selamat, Temanku juga selamat. Namun, setelah melahirkan baby, tidaklah tuntas sampai disitu perkara seorang umi. Sang umi masih harus merasakan kesakitan yang tak tahu sampai kapan usainya. Seluruh badan seorang umi akan sakit semua dan dalam kondisi seperti itu, umi tetap harus menjalankan tugas-tugasnya sebagai seorang ibu. Menyusui…memberikan kasih sayang baik pada si baby juga pada jundinya yang lain. Subhanalloh…tidaklah heran ada sebuah hadits ‘Syurga ada dibawah kaki ibu’.

Setelah beberapa hari di hospital, akhirnya sister Su’ad pulang, aku langsung kerumahnya. Ketika aku datang dia langsung berkata kepadaku ‘Alhamdulillah Rusy, Palestinian boy is healthy n strong, he will be mujahid InsyaAllah’. Duggg berdebar hatiku….pernahkah aku berniatan seperti itu, setelah sakit yang diderita hanya untuk memberikan kehidupan pada sang jundi, temanku sudah berniat akan memberikan kehidupan jundinya untuk Syahid di jalan Allah. Subhanalloh….

Saat itu, temanku masih belum bisa bergerak leluasa karena jahitan diperutnya belum begitu pulih, bahkan dia bilang satu sisi ok tapi sisi yang lain jahitannya tidak mau menutup, bahkan setelah diangkat jahitannya, kulitnya masih terbuka. Dan kemaren, ketika saya berkunjung lagi, luka itu semakin parah. Dia terkena infection. MasyaAllah….dia sempat menangis mendengar berita itu. Nursenya sempat cakap sama dia, kalau temenku harus back to hospital atau menemui dokter, kalau dia mendiamkan saja, dia bisa meninggal. Alhamdulillah, dokter sudah berikan antibiotic….dan tunggu hasilnya har senin. Namun…dia adalah orang yang kuat. Dia sesekali cakap ke saya ‘saya berharap, jika saya meninggalpun, saya berdoa semoga Allah menyetarakan saya dengan orang mati syahid, sebagaimana janjiNya…Amien’. Meski dia tidak bisa bergerak sama sekali dan merasakan sakit yang luar biasa karena infection, disela-sela kunjungan kami, dia masih mau mengajak aku untuk berdiskus tentang kondisi ummah ini. Kami sempat berdiskus tentang kehidupan di palestine, aku bilang ke dia, aku tidak bisa bayangkan bagaimana hidup disana, setiap hari harus siap dengan peperangan siap mengantarkan nyawa. Dia menjawab, ‘untuk bisa bayangkan kehidupan disana kamu harus tinggal disana, setalah satu atau dua tahun kamu akan terbiasa, bahkan kamu akan mencintai jihad melawan israel, kamu tidak akan takut lagi akan kematian dan kamu tidak akan takut akan sakit akibat peperangan. Mertua dan semua saudara suamiku masih tinggal disana, dan mereka tidak mau pindah kenegri manapun, bahkan untuk holidaypun mereka tak mau, mereka terlalu sayang terhadap battle melawan yahudi, mereka tidak mau kehilangan kesempatan untuk syahid di jalan Allah’. Subhanalloh….selama ini aku hanya baca di artikel-artikel saja tentang kehidupan di Palestine, namun kali ini aku mendengarnya secara nyata.

Itulah salah satu profile seorang umi, dan bagaimana pengabdiannya terhadap keluarganya dan Allah. Tergambar nyata betapa pengabdian seorang ibu sepanjang masa dan betapa tulusnya. Saya mohon, teman-teman semua berdoa untuk teman saya Su’ad agar segera diberi kesembuhan dan segera pulih kembali…Amienn.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: