Rumahku Surgaku

Keluarga Sakinah Mawaddah wa Rohmah

Merajut Kembali Benang Ukhuwah

Posted by Farid Ma'ruf pada Februari 2, 2007

Oleh: Ummu Hafizh

baitijannati – Dua kubu massa saling berhadapan. Mereka saling lempar, saling pukul, dan pada akhirnya saling bunuh. Di Surabaya, Jakarta, Ambon, Poso dan di daratan Arab, semuanya terjadi demikian. Namun sayang, setelah diselidiki, ternyata mereka sama-sama muslim. Benarkah sesama muslim itu bersaudara? Bila benar, mengapa hal di atas bisa terjadi? Memang demikianlah yang banyak terjadi di berbagai belahan bumi. Umat Islam bermusuhan dengan sesamanya, sehingga dampaknya bisa kita lihat. Umat Islam kini rusak dalam jurang kehancuran. Padahal kalau kita menengok sejarah Islam terdahulu, kita akan tercengang. Umat Islam terdahulu adalah umat yang kuat serta disegani musuh-musuhnya, bahkan merupakan umat yang tak tertandingi oleh satupun umat lain yang ada di muka bumi ini dalam hal kejayaan. Intinya, umat Islam saat itu mampu mencapai kejayaan yang gilang gemilang dan sangat luar bisa.

Namun sekarang kok malah rapuh seperti ini? Penyebabnya tidak lain adalah hancurnya jalinan benang ukhuwah Islamiyah. Umat Islam sekarang lebih mengutamakan ikatan golongan ketimbang ikatan aqidah. Hal inilah yang menyebabkan begitu gampangnya umat Islam tercerai berai menjadi banyak golongan. Padahal hal itu dilarang oleh Allah Rabbul ‘Alamin.

“Dan berpegang teguhlah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kalian bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kalian dulu bermusuhan maka Allah mempersatukan hati kalian, lalu menjadilah kalian karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara, dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk” (Qs. Ali Imron [3]: 103).

“Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat.” (Qs. Ali Imron [3]: 105)

Juga Rasulullah Saw memberi peringatan pada umatnya tentang kehancuran umat akibat perpecahan.

“Sesungguhnya Allah SWT telah menggulung bagiku bumi ini sehingga aku dapat melihat ufuk timur dan ufuk baratnya. Sesungguhnya kekuasaan umatku akan sampai kepada apa yang digulungkan kepadaku tadi. Kekuasan umatku mencakup bangsa hitam maupun putih. Dan aku memohon kepada Rabbku untuk umatku agar umatku itu tidak binasa akibat kelaparan yang sangat, dan agar mereka tidak dapat dihancurkan oleh musuh dari luar mereka. Rabbku seraya menyatakan: Wahai Muhammad, sesungguhnya apabila Aku menetapkan suatu ketetapan maka hal tersebut tidak akan dapat ditolak. Aku memberikan bagi umatmu agar mereka tidak binasa akibat kelaparan yang mewabah serta musuh dari luar diri mereka tidak dapat menguasainya sekalipun mereka berkumpul dari berbagai penjuru hingga sebagian umatmu itu menghancurkan sebagian yang lain, dan sebagian mencaci sebagian yang lain.”

Dari hadits di atas, jelaslah bahwa hancurnya umat Islam serta mampunya musuh Islam menguasai umat Islam bukanlah disebabkan karena kelaparan atau kekurangan makanan. Namun, hancurnya umat Islam dan dapatnya dikuasai musuh adalah karena terjadi keterpecahbelahan, perselisihan, serta permusuhan di dalam tubuh umat Islam sendiri. Naudzubillah min syarri dzalik!

Wahai saudariku, masih ingatkah kita dengan penderitaan saudara kita di palestina, masih sempat berdoakah kita untuk saudara kita yang sedang di siksa oleh Amerika di Iraq, masih menengokkah saudara-saudara kita yang saat ini masih mencari kehidupan kembali setelah cobaan tsunami menimpa mereka.

Barangsiapa yang tidak memperhatikan kepentingan kaum muslimin, maka ia bukanlah termasuk di antara mereka. Dan barangsiapa yang tidak berada di waktu pagi dan petang selaku pemberi nasehat bagi Allah dan rasulNya, bagi kitabNya, bagi pemimpinnya dan bagi umumnya kaum muslimin, maka ia bukanlah termasuk di antara mereka.” [HR. ath-Thabrani].

Janganlah karena kita berbeda partai, berbeda suku dan Negara lantas kita bermusuhan. Janganlah karena kita disibukkan dengan aktifitas sehari-hari kita lupakan saudara-saudara kita. Janganlah karena kita sendiri sedang diberi cobaan oleh Allah berupa kesempitan dalam hidup akhirnya kita egois dan tidak peduli dengan saudara-saudara kita yang lain.

Kamu akan melihat orang-orang yang beriman saling berkasih sayang, saling mencintai, saling mengasihi yaitu bagaikan satu tubuh. Apabila satu anggota saja sakit, maka tertariklah bagian anggota yang lain ikut sakit dengan tidak dapat tidur dan badan panas.” [HR. Bukhari Muslim].

Sesungguhnya petunjuk Allah sudah jelas melalui firmannya, dan sesungguhnya sudah jelas teladan yang telah diberikan Rasulullah kepada kita, dengan kejayaan Islam dimasa lalu. Marilah kita rajut kembali benang ukhuwah ini, tidak perduli kita dari partai mana, tidak perduli kita dari Negara mana, tidak perduli kita dari golongan kaya atau miskin. Selama kita mengaku orang Islam, marilah kita saling berangkulan, saling mendoakan dan saling membantu. Sehingga kejayaan yang telah hilang bisa kita raih kembali.

“Sesungguhnya kaum mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah di antara saudaramu itu, dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat.” (Al Hujurat :10)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: