<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Rumahku Surgaku</title>
	<atom:link href="http://baitijannati.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://baitijannati.wordpress.com</link>
	<description>Keluarga Sakinah Mawaddah wa Rohmah</description>
	<lastBuildDate>Tue, 22 May 2012 13:07:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='baitijannati.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Rumahku Surgaku</title>
		<link>http://baitijannati.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://baitijannati.wordpress.com/osd.xml" title="Rumahku Surgaku" />
	<atom:link rel='hub' href='http://baitijannati.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Merencanakan Keluarga Tanpa Keluarga Berencana</title>
		<link>http://baitijannati.wordpress.com/2012/05/06/merencanakan-keluarga-tanpa-keluarga-berencana/</link>
		<comments>http://baitijannati.wordpress.com/2012/05/06/merencanakan-keluarga-tanpa-keluarga-berencana/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 May 2012 23:38:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Farid Ma'ruf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Muslimah Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[kb]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga berencana]]></category>
		<category><![CDATA[vasektomi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://baitijannati.wordpress.com/?p=773</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Nindira Aryudhani, S.Pi, M.Si (Aktivis Muslimah Hizbut Tahrir ) baitijannati &#8212; Laju pertumbuhan penduduk tergolong tinggi. Di Bogor misalnya, rata-rata pertumbuhan penduduk mencapai 2,79 persen. Ketua Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Berencana (BPMKB) Kota Bogor, Nia Kurniasih mengatakan, sensus penduduk 2000 mencatat jumlah penduduk Kota Bogor sebanyak 750.819 jiwa. Dengan laju pertumbuhan di atas [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&#038;blog=719720&#038;post=773&#038;subd=baitijannati&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong>Oleh Nindira Aryudhani, S.Pi, M.Si</strong><br />
<strong>(Aktivis Muslimah Hizbut Tahrir )</strong></p>
<p><a href="http://baitijannati.wordpress.com/" target="_blank"><em><strong><a href="http://baitijannati.files.wordpress.com/2012/05/bkkbn.jpg"><img class="alignright  wp-image-774" title="bkkbn" src="http://baitijannati.files.wordpress.com/2012/05/bkkbn.jpg?w=230&h=202" alt="" width="230" height="202" /></a>baitijannati</strong></em></a> &#8212; Laju pertumbuhan penduduk tergolong tinggi. Di Bogor misalnya, rata-rata pertumbuhan penduduk mencapai 2,79 persen. Ketua Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Berencana (BPMKB) Kota Bogor, Nia Kurniasih mengatakan, sensus penduduk 2000 mencatat jumlah penduduk Kota Bogor sebanyak 750.819 jiwa. Dengan laju pertumbuhan di atas 2 persen, jumlahnya diperkirakan mencapai satu juta jiwa pada 2012.<span id="more-773"></span></p>
<p>Laju pertumbuhan penduduk idealnya 0,5 persen. “Kami harapkan tidak ada lagi keluarga yang tidak menjadi peserta KB,” kata Nia. Untuk menggencarkan upaya pengendalian penduduk melalui program KB, pihaknya telah meminta dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat serta Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).</p>
<p>Tahun ini, dua pihak tersebut akan menyediakan seluruh kebutuhan alat kontrasepsi dan pendukung lainnya. Bahkan, tahun ini tidak ada pengadaan dari APBD. Semuanya sudah dipenuhi oleh pemprov dan BKKBN pusat (republikaonline, 19/03/2012). Hal ini sejalan dengan anggaran untuk BKKBN 2012 yang meningkat sekitar Rp 100 miliar dibandingkan 2011. Anggaran 2011 Rp 2,4 triliun, 2012 menjadi Rp 2,5 triliun (okezone.com, 09/12/2011).</p>
<p><strong>PENGEBIRIAN</strong></p>
<p>KB bertujuan meningkatkan kesejahteraan ibu-anak dalam rangka mewujudkan NKKBS (Norma Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera). Ini menjadi dasar terwujudnya masyarakat sejahtera, dengan mengendalikan kelahiran sekaligus terkendalinya pertambahan penduduk.</p>
<p>Tujuan khusus KB adalah meningkatkan jumlah penduduk untuk menggunakan alat kontrasepsi, menurunkan jumlah angka kelahiran bayi dan meningkatkan kesehatan keluarga berencana dengan cara penjarangan kelahiran (Wikipedia, 20/04/2012).</p>
<p>Salah satu program KB yang baru-baru marak dipraktikkan adalah vasektomi. Yakni, pemotongan saluran sperma yang menghubungkan buah zakar dengan kantong sperma, sehingga tidak dijumpai lagi bibit dalam ejakulat seorang pria. Tindakan sejenis pada perempuan disebut tubektomi (Wikipedia, 20/04/2012).</p>
<p>Di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu misalnya, para pria diusulkan mendapat hadiah Rp 1 juta dari kepala daerah jika bersedia di-vasektomi (republikaonline, 13/04/2012). Ketika berita ini meluas, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Situbondo, Jawa Timur, mengeluarkan fatwa menghalalkan praktik vasektomi untuk program KB atau menjarangkan kehamilan.</p>
<p>Sugiri Syarief, Kepala BKKBN, menyatakan bahwa vasektomi dulu diharamkan karena dilakukan dengan cara memutuskan, memotong permanen saluran vas diferens saluran sperma laki-laki dari buah zakar ke saluran keluarnya. Tapi sekarang, vasektomi hanya mengikat saluran vas deferens. Jika sewaktu-waktu diinginkan, maka ikatan itu bisa dibuka kembali (suaramerdeka.com, 17/04/2012).</p>
<p>Padahal, meski saluran sperma yang telah dipotong/diputus bisa disambung kembali (rekanalisasi) dengan cara microsurgery, namun kembalinya kesuburan tidak bisa seperti semula. Semakin lama seorang pria di-vasektomi maka kembalinya kesuburan akan berkurang. Contohnya seorang klien yang telah di-vasektomi selama tiga tahun lalu melakukan rekanalisasi maka kemampuan untuk mempunyai anak tinggal 50%, lalu setelah lima tahun akan turun menjadi 20% (doktersehat.com, 01/12/2009).</p>
<p>Jadi, hakikatnya vasektomi dan tubektomi adalah pengebirian. Peluang kembali untuk memiliki keturunan hampir mustahil. Hal ini diperkuat Sekretaris Komisi Fatwa MUI Pusat, Asrorun Niam Sholeh. Ia mengatakan, dalam kajian ulama bahwa vasektomi dan tubektomi adalah ‘pemandulan tetap’. Ia juga menegaskan, “Fatwa haram terhadap vasektomi dan tubektomi sudah dikeluarkan sejak 2009 setelah MUI mendengar pendapat ahli dan kajian dalam perspektif hukum Islam. Kami sampai pada kesimpulan bahwa alat kontrasepsi itu adalah pemandulan tetap dan terlarang dalam hukum Islam.” (BBC Indonesia, 17/04/2012).</p>
<p>Bagaimanapun, harus dipahami bersama bahwa KB bukanlah suatu kewajiban dengan konsekuensi dosa jika tidak dilaksanakan. Karena KB memang tidak memiliki status fardhu (wajib) sebagaimana sholat lima waktu ataupun fardhu yang lain. Jadi tidak perlu takut berdosa jika tidak menjadi akseptor KB.</p>
<p>Memang, LKKNU berniat membawa wacana fatwa wajib Keluarga Berencana (KB) ke tengah Konferensi Besar Nahdatul Ulama 2012 di Cirebon, karena program KB dinilai mampu membawa kemaslahatan umat (republikaonline, 15/03/2012). Namun, ayat berikut ini harus menjadi pengingat paling awal: “Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?” (TQS Al-Maidah [05]: 50).</p>
<p><strong>RENCANA ILAHI</strong></p>
<p>Merencanakan keluarga agar sejahtera, bukan semata-mata dengan KB. Apalagi jika diniatkan untuk mengerem populasi. Allah SWT memiliki rencana tersendiri dalam pengendalian populasi. Bukankah di dunia ini selalu ada kematian, perang, bencana alam, kecelakaan dan musibah lainnya yang berpotensi merenggut nyawa manusia?</p>
<p>Mengenai kesejahteraan, juga bukan ditentukan oleh jumlah anak. Allah SWT pun sudah menjamin rezeki tiap-tiap makhluk di muka bumi ini. Termasuk kelahiran anak, sudah dijamin rezekinya. Sebagai muslim, tidak ada alasan untuk khawatir atas kesejahteraan. Manusia diberi akal agar kreatif dan berdaya menghidupi dirinya sendiri.</p>
<p>Firman Allah Swt:</p>
<p><em>“Dan nikahkanlah orang-orang yang masih sendiri (belum menikah) di antara kalian, demikian pula orang-orang yang shalih dari kalangan budak laki-laki dan budak perempuan kalian. Bila mereka dalam keadaan fakir maka Allah akan mencukupkan mereka dengan keutamaan dari-Nya.”</em> (TQS An-Nuur [24]: 32).</p>
<p>Allah Swt juga berfirman: “Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kami-lah yang akan Memberi Rezeki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar.” (TQS Al-Israa [17]: 31).</p>
<p>Lebih dari itu, tujuan pembangunan institusi keluarga memang untuk regenerasi. Pernikahan bukan sekadar legalisasi hubungan seksual. Betapa rendahnya manusia jika itu menjadi motif utamanya. Sabda  Rasulullaah saw:</p>
<p><em>“Menikahlah kalian dengan wanita yang penyayang lagi subur, karena (pada hari kiamat nanti) aku membanggakan banyaknya jumlah kalian di hadapan umat-umat yang lain.”</em>(HR. Abu Dawud no. 2050).</p>
<p>Patut diduga, pengebirian hanyalah upaya genocida terselubung dengan motif pengendalian populasi umat Islam. Pengebirian bahkan merupakan upaya jitu pemasaran seks bebas. Siapa bisa menjamin bahwa para pria/wanita yang telah dikebiri akan setia pada pasangannya? Bukankah sekarang zamannya perselingkuhan? Bukankah mereka sudah tidak memiliki risiko hamil lagi? Wajar jika pengebirian dikhawatirkan membuka lebar pintu seks bebas.</p>
<p>Berdasarkan uraian di atas, jelaslah bahwa fatwa penghalalan pengebirian telah terlontar tanpa memperhatikan efek dominonya. Mengingat, zaman kebebasan seperti saat ini masih sangat potensial membuat para pria ataupun wanita lebih mudah tergoda untuk berzina.</p>
<p>Padahal zina adalah perbuatan yang dilaknat Allah Swt, sebagaimana firman-Nya: “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (TQS Al-Israa [17]: 32). Wallaahu a’lam bish showab [<a href="http://baitijannati.wordpress.com/" target="_blank">www.baitijannati.wordpress.com</a>].</p>
<p>Sumber : <a href="http://hizbut-tahrir.or.id/2012/05/06/merencanakan-keluarga-tanpa-keluarga-berencana/">http://hizbut-tahrir.or.id/2012/05/06/merencanakan-keluarga-tanpa-keluarga-berencana/</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/baitijannati.wordpress.com/773/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/baitijannati.wordpress.com/773/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/baitijannati.wordpress.com/773/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/baitijannati.wordpress.com/773/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/baitijannati.wordpress.com/773/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/baitijannati.wordpress.com/773/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/baitijannati.wordpress.com/773/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/baitijannati.wordpress.com/773/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/baitijannati.wordpress.com/773/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/baitijannati.wordpress.com/773/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/baitijannati.wordpress.com/773/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/baitijannati.wordpress.com/773/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/baitijannati.wordpress.com/773/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/baitijannati.wordpress.com/773/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&#038;blog=719720&#038;post=773&#038;subd=baitijannati&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://baitijannati.wordpress.com/2012/05/06/merencanakan-keluarga-tanpa-keluarga-berencana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5db4c5e4e99c900e96651e7e7268e5a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">faridm</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://baitijannati.files.wordpress.com/2012/05/bkkbn.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bkkbn</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Majalah Cermin Wanita Shalihah Edisi 2 (April-Mei 2012)</title>
		<link>http://baitijannati.wordpress.com/2012/04/24/majalah-cermin-wanita-shalihah-edisi-2-april-mei-2012/</link>
		<comments>http://baitijannati.wordpress.com/2012/04/24/majalah-cermin-wanita-shalihah-edisi-2-april-mei-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Apr 2012 09:43:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Farid Ma'ruf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[cermin wanita shalihah]]></category>
		<category><![CDATA[majalah cws]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://baitijannati.wordpress.com/?p=767</guid>
		<description><![CDATA[Telah terbit majalah Cermin Wanita Shalihah (CWS) edisi ke-2. Editorial CWS kali ini mengangkat judul &#8220;Kebangkitan Perempuan untuk Peradaban&#8221;. Berikut ini judul-judul rubrik majalah Cermin Wanita Shalihah edisi ke-2 (April-Mei 2012): - Fokus 1-Muslimah Peduli: Agar Perjuangan lebih Bermakna - Fokus 2-Muslimah Bicara: Gaung Perjuangan Perempuan untuk Peradaban. - Suara Intelektual: Tantangan Dakwah Perempuan Asia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&#038;blog=719720&#038;post=767&#038;subd=baitijannati&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Telah terbit majalah Cermin Wanita Shalihah (CWS) edisi ke-2. Editorial CWS kali ini mengangkat judul &#8220;Kebangkitan Perempuan untuk Peradaban&#8221;.<br />
Berikut ini judul-judul rubrik majalah Cermin Wanita Shalihah edisi ke-2 (April-Mei 2012):<br />
- Fokus 1-Muslimah Peduli: Agar Perjuangan lebih Bermakna<br />
- Fokus 2-Muslimah Bicara: Gaung Perjuangan Perempuan untuk Peradaban.<br />
- Suara Intelektual: Tantangan Dakwah Perempuan Asia Tenggara<br />
- Ruang Juru Bicara MHTI: Pergerakan Perempuan Dunia untuk Khilafah.<span id="more-767"></span><br />
- Ekonomi: Miras dan Keuntungan Ekonomi Kapitalis<br />
- Tsaqofah: Khitbah<br />
- Sosok Teladan: Zubaidah Istri Khalifah, Arsitek Peradaban<br />
- Remaja Prestatif: Gaul Tanpa Seks Bebas<br />
- Keluarga Sakinah: Membangun Komunikasi Efektif dengan Anak<br />
- Tafsir: Wanita dan Kekuasaan<br />
- Tanya Jawab: Hukum Gugat Cerai<br />
- Kesehatan: Menjaga Alat Reproduksi<br />
- Halalan Thoyyiban: Kenyal-kenyal Mencurigakan<br />
- Muslimah Mancanegara: Mendakwahkan Islam di Inggris<br />
- Mutiara Do&#8217;a: Do&#8217;a Penguat Perjuangan<br />
- Kisah Inspiratif: Pejuang Khilafah Yang ulet dan Percaya Diri</p>
<p>Majalah Cermin Wanita Shalihah dikeluarkan oleh Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia<br />
Kantor DPP Hizbut Tahrir Indonesia, Crown Palace No. 25A, Jl. Prof. Soepomo, Tebet, Jakarta Selatan<br />
Telp: 021-83787370<br />
Fax: 021-32802746<br />
Email redaksi: redaksi.cerminwanitashalihah@hizbut-tahrir.or.id</p>
<p><a href="https://baitijannati.files.wordpress.com/2012/04/cws_edisi2.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-768" title="cws_edisi2" src="https://baitijannati.files.wordpress.com/2012/04/cws_edisi2.jpg" alt="" width="509" height="720" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/baitijannati.wordpress.com/767/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/baitijannati.wordpress.com/767/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/baitijannati.wordpress.com/767/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/baitijannati.wordpress.com/767/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/baitijannati.wordpress.com/767/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/baitijannati.wordpress.com/767/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/baitijannati.wordpress.com/767/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/baitijannati.wordpress.com/767/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/baitijannati.wordpress.com/767/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/baitijannati.wordpress.com/767/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/baitijannati.wordpress.com/767/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/baitijannati.wordpress.com/767/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/baitijannati.wordpress.com/767/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/baitijannati.wordpress.com/767/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&#038;blog=719720&#038;post=767&#038;subd=baitijannati&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://baitijannati.wordpress.com/2012/04/24/majalah-cermin-wanita-shalihah-edisi-2-april-mei-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5db4c5e4e99c900e96651e7e7268e5a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">faridm</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="https://baitijannati.files.wordpress.com/2012/04/cws_edisi2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">cws_edisi2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>HTI: Perempuan Miliki Peran Besar Mendidik Generasi</title>
		<link>http://baitijannati.wordpress.com/2012/04/08/hti-perempuan-miliki-peran-besar-mendidik-generasi/</link>
		<comments>http://baitijannati.wordpress.com/2012/04/08/hti-perempuan-miliki-peran-besar-mendidik-generasi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Apr 2012 10:53:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Farid Ma'ruf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Jundiku]]></category>
		<category><![CDATA[mendidik generasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://baitijannati.wordpress.com/?p=760</guid>
		<description><![CDATA[REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA &#8212; Perempuan memiliki peranan besar dan strategis dalam mendidik generasi agar tidak terjebak dalam perilaku negatif yang berdampak merusak kehidupan mereka, kata aktivis Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia, Uta Ulin Nuha Zuhroh. &#8220;Namun kenyataannya peran perempuan sebagai ibu yang menjadi sekolah pertama bagi anak-anaknya juga sedang dipertaruhkan menghadapi pengaruh lingkungan yang tidak selalu kondusif [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&#038;blog=719720&#038;post=760&#038;subd=baitijannati&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<div>
<p><a href="http://baitijannati.files.wordpress.com/2012/04/massa-hizbut-tahrir-indonesia-hti-melakukan-aksi-simpatik-tentang-khilafah.jpg"><img class="alignright  wp-image-761" title="massa-hizbut-tahrir-indonesia-hti-melakukan-aksi-simpatik-tentang-khilafah-" src="http://baitijannati.files.wordpress.com/2012/04/massa-hizbut-tahrir-indonesia-hti-melakukan-aksi-simpatik-tentang-khilafah.jpg?w=252&h=182" alt="Massa Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) melakukan aksi simpatik tentang khilafah." width="252" height="182" /></a>REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA &#8212; Perempuan memiliki peranan besar dan strategis dalam mendidik generasi agar tidak terjebak dalam perilaku negatif yang berdampak merusak kehidupan mereka, kata aktivis Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia, Uta Ulin Nuha Zuhroh.<span id="more-760"></span></p>
<p>&#8220;Namun kenyataannya peran perempuan sebagai ibu yang menjadi sekolah pertama bagi anak-anaknya juga sedang dipertaruhkan menghadapi pengaruh lingkungan yang tidak selalu kondusif bagi pembangunan kepribadian dan mentalitas anak,&#8221; katanya di Yogyakarta, Ahad.</p>
<p>Menurut dia di sela-sela diskusi &#8220;Menyelamatkan Generasi, Peran Intelektual Muslimah dalam Membangun Peradaban&#8221;, perempuan saat ini dengan perannya sebagai ibu sering mengalami dilema dan kegalauan.</p>
<p>&#8220;Kiprah perempuan yang saat ini meluas ke ranah publik dalam aspek ekonomi, politik, sosial maupun pendidikan memiliki tuntutan tersendiri yang harus dipenuhi,&#8221; katanya.</p>
<p>Ia mengatakan, perempuan, dalam hal ini ibu, ternyata mengalami pergeseran dalam tugasnya. Saat ini perempuan harus bersusah payah ikut mencari uang sampai ke luar negeri bahkan dengan taruhan nyawa.</p>
<p>&#8220;Perempuan lebih berkiprah dalam kariernya daripada mendidik anak. Terpengaruh dengan sudut pandang Barat, perempuan itu wajib bekerja, karena wanita yang tidak bekerja dikatakan tidak produktif, apalagi kalau hanya sekadar ibu rumah tangga,&#8221; katanya.</p>
<p>Menurut dia, kondisi itu dapat berdampak pada pendampingan dan pendidikan generasi yang akan jauh dari optimal, karena merasa cukup dengan menyerahkan pendidikan kepada sekolah formal, yang penting bisa membayar meskipun semahal apa pun.</p>
<p>&#8220;Hal itu disebabkan sistem kapitalisme yang diadopsi oleh negeri ini telah memaksa para perempuan untuk bekerja. Hal itu bukan keinginan sejati para perempuan tetapi karena tuntutan kebutuhan dan kondisi,&#8221; katanya.</p>
<p>Ia mengatakan, secara individual, seorang perempuan harus kembali memahami Islam dalam mengatur segala aspek kehidupannya, termasuk mendidik generasi. &#8220;Secara kolektif, Allah SWT telah mewajibkan untuk menerapkan Islam secara menyeluruh. Itulah kunci peradaban yang akan kita bangun,&#8221; katanya.</p>
</div>
</div>
<div></div>
<div><strong>Redaktur:</strong> Heri Ruslan</div>
<div><strong>Sumber:</strong> antara</div>
<div>Sumber : <a href="http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/12/04/08/m25mhw-hti-perempuan-miliki-peran-besar-mendidik-generasi">http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/12/04/08/m25mhw-hti-perempuan-miliki-peran-besar-mendidik-generasi</a></div>
<div>Minggu, 08 April 2012, 16:32 WIB</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/baitijannati.wordpress.com/760/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/baitijannati.wordpress.com/760/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/baitijannati.wordpress.com/760/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/baitijannati.wordpress.com/760/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/baitijannati.wordpress.com/760/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/baitijannati.wordpress.com/760/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/baitijannati.wordpress.com/760/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/baitijannati.wordpress.com/760/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/baitijannati.wordpress.com/760/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/baitijannati.wordpress.com/760/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/baitijannati.wordpress.com/760/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/baitijannati.wordpress.com/760/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/baitijannati.wordpress.com/760/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/baitijannati.wordpress.com/760/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&#038;blog=719720&#038;post=760&#038;subd=baitijannati&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://baitijannati.wordpress.com/2012/04/08/hti-perempuan-miliki-peran-besar-mendidik-generasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5db4c5e4e99c900e96651e7e7268e5a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">faridm</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://baitijannati.files.wordpress.com/2012/04/massa-hizbut-tahrir-indonesia-hti-melakukan-aksi-simpatik-tentang-khilafah.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">massa-hizbut-tahrir-indonesia-hti-melakukan-aksi-simpatik-tentang-khilafah-</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Broken Home Berujung Seks Bebas</title>
		<link>http://baitijannati.wordpress.com/2012/03/06/broken-home-berujung-seks-bebas/</link>
		<comments>http://baitijannati.wordpress.com/2012/03/06/broken-home-berujung-seks-bebas/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Mar 2012 11:25:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Farid Ma'ruf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga Samara]]></category>
		<category><![CDATA[broken home]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://baitijannati.wordpress.com/?p=753</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Kholda Naajiyah (Aktivis Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia) BaitiJannati &#8211; Sebut saja namanya Saras (16), siswi SMA swasta di Surabaya yang terjerumus pelacuran. “Semua berawal ketika ibu saya meninggal dan ayah saya menikah lagi. Sejak saat itu, saya jarang mendapatkan perhatian dari ayah dan hampir tidak pernah mendapatkan uang jajan,” katanya. Sarah yang waktu itu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&#038;blog=719720&#038;post=753&#038;subd=baitijannati&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong>Oleh Kholda Naajiyah</strong></p>
<p style="text-align:center;"><em>(</em><em>Aktivis Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia</em><em>)</em></p>
<p><em><a href="http://baitijannati.wordpress.com/" target="_blank"><strong><a href="http://baitijannati.files.wordpress.com/2012/03/broken-home.jpg"><img class="alignright size-thumbnail wp-image-754" title="broken-home" src="http://baitijannati.files.wordpress.com/2012/03/broken-home.jpg?w=150&h=122" alt="" width="150" height="122" /></a>BaitiJannati</strong> </a></em>&#8211; Sebut saja namanya Saras (16), siswi SMA swasta di Surabaya yang terjerumus pelacuran. “Semua berawal ketika ibu saya meninggal dan ayah saya menikah lagi. Sejak saat itu, saya jarang mendapatkan perhatian dari ayah dan hampir tidak pernah mendapatkan uang jajan,” katanya.<span id="more-753"></span></p>
<p>Sarah yang waktu itu masih SMP memutuskan ikut kakek neneknya. Tanpa bimbingan langsung dari orang tua, pergaulan Sarah tak terkontrol. Mulailah dia berkenalan dengan rokok, minuman keras, bahkan obat-obatan terlarang. “Saya kenal teman-teman yang nakal itu pas SMP,” ungkapnya.</p>
<p>Permasalahan lebih pelik dia hadapi waktu duduk di bangku SMA. Sarah merasa kasihan melihat kakek-neneknya yang tak memiliki uang untuk biaya sekolah. “Kondisi itulah yang akhirnya mendorong saya jatuh ke pergaulan bebas. Saya dikenalkan oleh teman kepada pria hidung belang untuk mendapatkan uang. Sekolah juga saya tinggalkan,” katanya.</p>
<p>Cerita lain dituturkan Anggi (nama samaran, 17) yang saat diwawancarai sedang hamil tujuh bulan. Lagi-lagi, masalah rumah tangga yang memicunya lari ke pergaulan  bebas. Kisah kelamnya berawal dari perceraian ayah dan ibunya yang sudah sama-sama memiliki calon pasangan baru. “Saya sempat ikut ayah, tetapi selalu bertengkar dengan ibu tiri. Akhirnya, saya pergi ke tempat ibu kandung,” ujarnya.</p>
<p>Di sana, ia mendapatkan perlakuan sama dari ayah tiri. Akhirnya, Anggi memutuskan tidak ikut siapa-siapa. Dia menerima tawaran kerja salah seorang temannya di sebuah warung di Lamongan. “Saya pikir kerja di warung cuma bikin minum dan menyiapkan makanan. Tapi, ternyata tidak,” akunya.</p>
<p>Dia malah dikenalkan pada dunia malam oleh teman-temannya. Dari situ dia mulai merokok, minum miras, narkoba, dan pergaulan bebas. “Awalnya, saya kaget, sering menangis, dan ingin pulang. Tetapi, teman saya terus mempengaruhi. Akhirnya, saya terjerumus ke dunia malam itu,” ungkapnya.</p>
<p>Ketika disinggung masalah kehamilannya, dia mengaku siap punya anak meski khawatir kesulitan untuk merawat. “Nanti saya tunjukkan ke ibu saya. Kalau tidak mau merawat, saya ingin ada orang yang mau mengadopsi anak saya ini,” tuturnya.</p>
<p>Kisah Angel (bukan nama sebenarnya) tak kalah mengejutkan. Dia mengaku mengenal narkoba sejak kelas IV SD. “Saat SD, saya memang sudah berteman dengan anak-anak SMA,” ucap perempuan yang sekarang duduk di bangku SMA kelas X itu.</p>
<p>Segala polemik hidup Angel sejatinya berawal dari lingkungan keluarga yang sangat tidak kondusif. Dia mengenal hubungan intim justru dari ulah kakak kandungnya. Orang tuanya pun memberikan label nakal terhadap Angel dan mengirimnya ke sebuah panti asuhan di Porong. “Saya tidak betah dan sempat pulang ke rumah,” katanya.</p>
<p>Sesampai di rumah, orang tuanya  memberikan pilihan sekolah atau bekerja. Kalau pilih sekolah, dia hanya diberi uang Rp 3 juta untuk seluruh biaya sampai lulus. “Akhirnya, dengan terpaksa, saya memilih bekerja di perusahaan mebel,” katanya.</p>
<p>Kepada semua anak seusianya, Angel berpesan agar tidak menyia-nyiakan perhatian yang diberikan orang tua meski sangat sedikit. Dia mengatakan, di luar sangat banyak anak yang hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. “Saya tahu betul, banyak sekali anak yang sudah benar-benar kehilangan kasih sayang. Itu sangat berbahaya,” ujarnya.</p>
<p>Kisah-kisah pilu di atas bukan fiksi, melainkan nyata, ada di tengah-tengah kita. Mereka adalah anak-anak korban trafficking yang sedang ditangani oleh Yayasan Hot Line Surabaya dan Yayasan Hot Line Pendidikan Jawa Timur (Jawa Pos, 11/2/2012).</p>
<p>Masih banyak cerita pilu di kalangan anak-anak seperti mereka yang tidak terekspose. Ya, dunia anak saat ini begitu dekatnya dengan perzinahan, seks bebas dan bahkan pelacuran. Pertanyaannya, ada apa dengan para orangtua? Ke mana saja mereka?</p>
<p><strong>K</strong><strong>orban Broken Home</strong></p>
<p>Bila dicermati, mayoritas anak-anak di atas berasal dari keluarga broken home. Broken home, yakni kondisi hilangnya perhatian keluarga atau kurangnya kasih sayang dari orang tua disebabkan beberapa hal. Bisa karena perceraian, sehingga anak hanya tinggal bersama satu orang tua kandung. Bahkan akibat perceraian, banyak anak yang dititipkan ke kakek-neneknya, karena orang tua tunggalnya sibuk bekerja.</p>
<p>Broken home bisa juga terjadi pada anak yang meski orangtuanya tidak cerai, tapi terlalu sibuk. Mereka abai terhadap kebutuhan kasih sayang anak-anaknya. Terlebih di zaman teknologi saat ini, kerap menjadi alasan bagi orang tua untuk merasa tenang dan nyaman berjauhan lama dari anaknya. Padahal anak butuh kontak fisik, lebih dari sekadar suara orang tuanya. Apalagi bagi anak usia dini, ketersediaan orangtua di sisinya sangat penting.</p>
<p>Broken home juga terjadi pada kondisi rumah yang seperti neraka, dimana orang tua kerap bertengkar di depan anak-anak. Ini karena orang tua tidak dewasa dalam bersikap, tanpa memikirkan dampak bagi anak-anak mereka.</p>
<p>Akibat broken home, fungsi keluarga tidak berjalan ideal. Di antaranya <strong><em>P</em></strong><strong><em>ertama,</em></strong> fungsi afeksi atau kasih sayang.  Karena tidak mendapatkan limpahan kasih sayang, anak-anak mencari perhatian di luar rumah. Entah dari sahabat, pacar atau bahkan lelaki hidung belang.</p>
<p><strong><em>Kedua</em></strong>, fungsi rekreasi. Keluarga idealnya tempat menyenangkan bagi anak, dimana ia merasakan rindu dengan kehangatannya. Keluarga harusnya menentramkan, membuat rileks dan gembira. Namun, broken home menyebabkan anak tidak betah di rumah, bahkan tempat yang paling dibenci. Akibatnya ia lari ke dunia luar yang ia anggap lebih peduli.</p>
<p><strong><em>Ketiga</em></strong>, fungsi edukatif. Orangtua semestinya menjadi pendidik dan teladan bagi anak-anaknya. Broken home justru menciptakan ketidakpercayaan anak pada orangtua. Bahkan anak menjadi trauma dengan institusi pernikahan.</p>
<p>Tentu saja, tidak berfungsinya keluarga di atas, berdampak buruk bagi perkembangan anak. Dalam ilmu kejiwaan dikatakan, seorang broken home akan mengalami <strong><em>P</em></strong><strong><em>ertama</em></strong>, broken heart, yakni  kepedihan dan kehancuran hati sehingga memandang hidup ini sia-sia dan mengecewakan.</p>
<p>Kecenderungan ini membentuk si anak menjadi orang yang krisis kasih dan biasanya lari kepada hal-hal yang bersifat seksual, karena menganggap hanya seks yang memberi kepuasan dan kebahagiaan. Misalnya terjerumus seks bebas, homoseks, lesbian, jadi simpanan, tertarik dengan isteri/suami orang, dll.</p>
<p><strong><em>Kedua</em></strong>, broken relation, yakni anak merasa bahwa tidak ada orang yang perlu dihargai, tidak ada orang yang dapat dipercaya serta tidak ada orang yang dapat diteladani. Kecenderungan ini membentuk si anak menjadi orang yang masa bodoh terhadap orang lain, ugal-ugalan, cari perhatian, kasar, egois, dan tidak mendengar nasihat orang lain. Ia cenderung “semau gue”.</p>
<p><strong><em>Ketiga</em></strong>, broken values, yakni si anak kehilangan “nilai kehidupan” yang benar. Baginya dalam hidup ini tidak ada yang baik, benar, atau merusak yang ada hanya yang “menyenangkan” dan yang “tidak menyenangkan”. Apa saja yang menyenangkan dilakukan dan sebaliknya.</p>
<p>Kondisi ini tak bisa terus menerus dibiarkan. Anak-anak adalah para calon pemimpin di masa depan. Apa jadinya jika sejak kecil kurang kasih sayang sehingga tidak termotivasi untuk berprestasi. Walhasil, generasi mendatang bisa lebih buruk dari generasi orang tua mereka.</p>
<p><strong>U</strong><strong>jian Keluarga</strong><strong></strong></p>
<p>Harus diakui, fakta buruk pada anak broken home adalah dampak dari egoisme orang tua. Walaupun tidak bisa disalahkan 100 persen karena ada andil si anak juga, namun orang tua memang harus berkaca. Seperti fenomena yang terjadi belakangan ini, dimana orang tua dengan mudahnya memutuskan tali perceraian tanpa memikirkan dampaknya bagi si anak.</p>
<p>Padahal, semestinya orang tua berusaha sekuat tenaga untuk mempertahankan rumah tangga. Janganlah begitu mudah mengucap kata talak hanya karena sedikit rasa jenuh dengan pasangan. Sebab ketika menikah lagi, si anak bukannya bahagia malah terasing di rumahnya sendiri dengan ayah/ibu tiri. Termasuk ketika menghadapi ujian dan cobaan, janganlah orang tua bertengkar habis-habisan di depan anak-anak.</p>
<p>Selain itu, orangtua masa kini, kadang juga terlalu sibuk dengan urusan mereka hingga mereka lupa bahwa mereka memiliki anak yang wajib diperhatikan. Lalu kadang mereka juga menganggap bahwa anak tidak perlu tahu masalah orang tua. Padahal adakalanya anak harus diajak bicara agar merasa berharga. Orang tua hendaknya menciptakan situasi rumah yang hangat, menentramkan dan menyenangkan bagi anak-anak. Jadikan semboyan rumahku surgaku benar-benar nyata di benak anak.</p>
<p>Keluarga seperti ini hanya bisa dibangun dengan pondasi Islam. Saat keluarga mendapat cobaan dan ujian, apakah masalah ekonomi, kenakalan anak, kejenuhan dalam pernikahan, dan lain lain, selalu disandarkan kepada Allah SWT. Ia yakin dengan firman Allah SWT: <em>“Fainna ma’al usri yusro, inna ma’al usri yusro”</em> Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” [Alam Nasyrah:5-6]</p>
<p>Mereka juga menyandarkan pada firman Allah SWT surat Al Baqarah: <em>“Laa yukalli-fullahu nafsan illa wus’aha; laha makasabat wa’alaiha maktasabat” </em>Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya” [Al Baqarah:286]</p>
<p>Karena itu, agar tidak terjerumus menjadi broken home, orang tua hendaknya memperbaharui lagi tujuan pernikahan itu sendiri, mereview kembali apa fungsi pernikahan, visi dan misinya dalam mengarahkan keluarga dan mendidik anak. Hanya dengan mengembalikan fungsi keluarga pada posisinya, anak-anak terhindar dari broken home. Selanjutnya, tidak akan ada lagi kisah-kisah pilu korban traficking atau seks bebas seperti dialami Sarah dan teman-temannya seperti di atas.(<a href="http://baitijannati.wordpress.com/" target="_blank">www.baitijannati.wordpress.com</a>)</p>
<p>Sumber : <a href="http://hizbut-tahrir.or.id/2012/03/06/broken-home-berujung-seks-bebas/">http://hizbut-tahrir.or.id/2012/03/06/broken-home-berujung-seks-bebas/</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/baitijannati.wordpress.com/753/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/baitijannati.wordpress.com/753/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/baitijannati.wordpress.com/753/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/baitijannati.wordpress.com/753/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/baitijannati.wordpress.com/753/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/baitijannati.wordpress.com/753/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/baitijannati.wordpress.com/753/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/baitijannati.wordpress.com/753/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/baitijannati.wordpress.com/753/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/baitijannati.wordpress.com/753/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/baitijannati.wordpress.com/753/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/baitijannati.wordpress.com/753/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/baitijannati.wordpress.com/753/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/baitijannati.wordpress.com/753/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&#038;blog=719720&#038;post=753&#038;subd=baitijannati&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://baitijannati.wordpress.com/2012/03/06/broken-home-berujung-seks-bebas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5db4c5e4e99c900e96651e7e7268e5a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">faridm</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://baitijannati.files.wordpress.com/2012/03/broken-home.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">broken-home</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sakinah Mawaddah wa Rahmah</title>
		<link>http://baitijannati.wordpress.com/2012/03/01/sakinah-mawaddah-wa-rahmah/</link>
		<comments>http://baitijannati.wordpress.com/2012/03/01/sakinah-mawaddah-wa-rahmah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Mar 2012 13:05:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Farid Ma'ruf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga Samara]]></category>
		<category><![CDATA[makna keluarga sakinah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://baitijannati.wordpress.com/?p=748</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Wahyudi Ibnu Yusuf, M.Pd. Ketiga istilah ini dapat kita temui dalam firman Allah: وَمِنْ آَيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآَيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ Artinya: Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&#038;blog=719720&#038;post=748&#038;subd=baitijannati&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong>Oleh : Wahyudi Ibnu Yusuf, M.Pd.</strong></p>
<p><a href="http://baitijannati.files.wordpress.com/2012/03/keluarga_samara.jpg"><img class="alignright  wp-image-749" title="keluarga_samara" src="http://baitijannati.files.wordpress.com/2012/03/keluarga_samara.jpg?w=210&h=120" alt="" width="210" height="120" /></a>Ketiga istilah ini dapat kita temui dalam firman Allah:</p>
<p align="right">وَمِنْ آَيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآَيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ</p>
<p>Artinya: <em>Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa cinta dan kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir</em> (QS. Ar Rum [30]:21)<span id="more-748"></span></p>
<p>Dalam Tafsirnya Al alusi menyatakan sakinah adalah merasa cenderung (muyul) kepada pasangan. Kecenderungan ini satu hal yang wajar karena seseorang pasti akan cenderung terhadap dirinya. Padahal menurut imam Ibnu Katsir wanita (Hawa) diciptakan dari tulang rusuk laki-laki yang sebelah kiri. Allah SWT juga telah menegaskan bahwa laki-laki memiliki kecenderungan pada wanita. Allah berfirman:</p>
<p align="right">زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ</p>
<p>Artinya: <em>Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita</em>, (QS ali ‘Imran [3]: 14)</p>
<p>Apabila kecenderungan ini disalurkan sesuai dengan aturan Islam maka yang tercapai adalah ketentraman dan ketenangan. Karena makna lain dari sakinah adalah ketenangan sebagaimana firman Allah:</p>
<p align="right">هُوَ الَّذِي أَنزلَ السَّكِينَةَ فِي قُلُوبِ الْمُؤْمِنِينَ لِيَزْدَادُوا إِيمَانًا مَعَ إِيمَانِهِمْ وَلِلَّهِ جُنُودُ السَّمَوَاتِ وَالأرْضِ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا</p>
<p>Artinya: <em>Dia-lah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana,</em> (QS Al Fath: 4)</p>
<p>Demikian pula firman Allah SWT:</p>
<p align="right">لَقَدْ رَضِيَ اللَّهُ عَنِ الْمُؤْمِنِينَ إِذْ يُبَايِعُونَكَ تَحْتَ الشَّجَرَةِ فَعَلِمَ مَا فِي قُلُوبِهِمْ فَأَنزلَ السَّكِينَةَ عَلَيْهِمْ وَأَثَابَهُمْ فَتْحًا قَرِيبًا</p>
<p>Artinya: <em>Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon, maka Allah mengetahui apa yang ada dalam hati mereka lalu menurunkan ketenangan atas mereka dan memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat (waktunya)<sup> </sup></em>(Qs. Al fath:18)</p>
<p>Ketenangan dan ketentraman inilah yang menjadi salah satu tujuan pernikahan. Karena pernikahan adalah sarana efektif untuk menjaga kesucian hati dan terhindar dari perzinahan. Nabi saw bersabda:</p>
<p align="right">يا معشر الشباب من استطاع الباءة فليتزوج فإنه أغض للبصر وأحصن للفرج</p>
<p>Artinya: <em>“Wahai para pemuda, siapa saja di antara kalian yang telah mampu menanggung beban, hendaklah segera menikah. Karena pernikahan dapat menundukan pandangan dan menjaga kemaluan”</em> (Muttafaq ’alayhi dari jalur Abdullâh ibn Mas’ûd)</p>
<p>Mengenai pengertian mawaddah menurut Imam Ibnu Katsir adalah al mahabbah (rasa cinta) sedangkan ar rahmah adalah ar-ra’fah (kasih sayang). Dalam tafsir al Alusi penulis mengutip pendapat Hasan, Mujahid dan Ikrimah yang menyatakan mawaddah adalah makna kinayah dari nikah yaitu jima’ sebagai konsekuensi dari pernikahan. Sedangkan ar rahmah adalah makna kinayah dari keturunan yaitu terlahirnya keturunan dari hasil pernikahan. Masih dalam tafsir al Alusi ada juga yang mengatakan bahwa mawaddah berlaku bagi orang yang masih muda sedangkan ar-rahmah bagi orang yang sudah tua.</p>
<p>Implementasi dari mawaddah wa rahmah ini adalah sikap saling menjaga, melindungi, saling membantu, memahami hak dan kewajiban masing-masing antara lain memberikan nafkah bagi laki-laki. Sangat indah perumpamaan yang disebutkan dalam al qur’an mengenai interaksi suami-istri. Allah berfirman:</p>
<p align="right">هُنَّ لِبَاسٌ لَكُمْ وَأَنْتُمْ لِبَاسٌ لَهُنَّ</p>
<p>Artinya: <em>Mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka.</em>(QS. Al-baqarah [2]: 187)</p>
<p>Pakainan adalah lambang dari kehormatan dan kemuliaan karena salah satu fungsi pakaian adalah untuk menutup aurat. Aurat sendiri maknanya adalah sesuatu yang memalukan. Karena memalukan maka harus ditutup. Maka demikianlah seharusnya hubungan suami-istri. Satu sama lain harus saling menutupi kekurangan pasangannya dan bersinergi untuk mempersembahkan yang terbaik.</p>
<p>Sebagai penutup tulisan singkat ini. Kita harus sadar bahwa pasangan hidup, termasuk kecenderungan/ ketenangan (as sakiinah), rasa cinta (mawaddah) dan kasih sayang (ar rahmah) adalah sebagian dari banyak nikmat yang Allah berikan kepada hamba-hambanya khususnnya hambanya yang beriman. Perhatikanlah redaksi ayat pada surah ar rum diatas “Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri” dan “dijadikan-Nya diantaramu rasa sinta dan kasih sayang” dalam ayat ini Allah menegaskan bahwa Dirinyalah yang memberikan itu semua kepada hamba-hambanya. <em>Wabil khusus</em> ar-rahmah adalah adalah bentukan (Musytaq) dari salah satu sifat dan Asma Allah yaitu <em>rahima</em>. Demikian pula ar-ra’fah yang merupakan salah salah satu asma dan sifat Allah ar-rauuf (yang Maha kasih).</p>
<p>Untuk apa semua ini? Tidak lain agar manusia berfikir “Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir”. Setelah itu beiman, beramal dan bersyukur atas segala nikmat yang Allah berikan yang seandainya kita hitung nikmat tersebut dengan alat hitung secangggih apapun kita pasti takkan mampu menghitunnya.<em>Allahummaghfir lana, Allahummaj’alna ‘ibadaka shalihin wa syakiriin. Amiin. </em>(<a href="http://baitijannati.wordpress.com/" target="_blank">www.baitijannati.wordpress.com</a>)</p>
<p>Yogyakarta, 21 Februari 2010</p>
<p>Al Faqr ilallah, Wahyudi Abu Syamil Ramadhan</p>
<p>Ket:  Foto hanya ilustrasi</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/baitijannati.wordpress.com/748/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/baitijannati.wordpress.com/748/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/baitijannati.wordpress.com/748/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/baitijannati.wordpress.com/748/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/baitijannati.wordpress.com/748/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/baitijannati.wordpress.com/748/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/baitijannati.wordpress.com/748/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/baitijannati.wordpress.com/748/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/baitijannati.wordpress.com/748/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/baitijannati.wordpress.com/748/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/baitijannati.wordpress.com/748/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/baitijannati.wordpress.com/748/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/baitijannati.wordpress.com/748/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/baitijannati.wordpress.com/748/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&#038;blog=719720&#038;post=748&#038;subd=baitijannati&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://baitijannati.wordpress.com/2012/03/01/sakinah-mawaddah-wa-rahmah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5db4c5e4e99c900e96651e7e7268e5a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">faridm</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://baitijannati.files.wordpress.com/2012/03/keluarga_samara.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">keluarga_samara</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Republik Zina Menunggu Binasa</title>
		<link>http://baitijannati.wordpress.com/2012/02/10/republik-zina-menunggu-binasa/</link>
		<comments>http://baitijannati.wordpress.com/2012/02/10/republik-zina-menunggu-binasa/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Feb 2012 10:48:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Farid Ma'ruf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Muslimah Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[zina]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://baitijannati.wordpress.com/?p=739</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Asri Supatmiati, S.Si BaitiJannati &#8211; Masih gadis sudah tidak perawan? Tak perlu mengernyitkan dahi. Saat ini perempuan belum menikah tapi sudah tidak virgin bukanlah barang langka. Survey terbaru  yang dilakukan lembaga internasional DKT bekerja sama dengan Sutra and Fiesta Condoms mengungkap, remaja tak lepas dari seks bebas. Buktinya, 462 responden berusia 15 sampai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&#038;blog=719720&#038;post=739&#038;subd=baitijannati&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong>Oleh : Asri Supatmiati, S.Si</strong></p>
<p><a href="http://baitijannati.wordpress.com/" target="_blank">BaitiJannati </a>&#8211; Masih gadis sudah tidak perawan? Tak perlu mengernyitkan dahi. Saat ini perempuan belum menikah tapi sudah tidak virgin bukanlah barang langka. Survey terbaru  yang dilakukan lembaga internasional DKT bekerja sama dengan Sutra and Fiesta Condoms mengungkap, remaja tak lepas dari seks bebas. Buktinya, 462 responden berusia 15 sampai 25 tahun semua mengaku pernah berhubungan seksual. Semua, 100 persen! Dan, mayoritas mereka melakukannya pertama kali saat usia 19 tahun. Survey dilakukan Mei 2011 di Jakarta, Surabaya, Bandung, Bali, dan Yogyakarta <em>(Republika.co.id, 12/12/2011).<span id="more-739"></span></em></p>
<p>Selanjutnya, data yang diungkap lebih miris lagi. Yakni, sebanyak 88 persen hubungan seks dilakukan bersama pacar, 9 persen dengan sesama jenis (terutama wanita), dan 8 persen dengan PSK (untuk pria). Umumnya mereka melakukan zina di tempat kos (33 persen), hotel atau motel (28 persen), sementara rumah 24 persen. Lama pacaran mereka sebelum berhubungan seksual, rata-rata satu tahun.</p>
<p>Perzinaan agaknya sudah menjadi gaya hidup sebagian warga berhaluan liberal di Republik ini. Tepatnya, sejak kran liberalisasi di berbagai bidang  dibuka, <em>life style </em>ala Barat yang sarat dengan gelagak syahwat turut menjadi penumpang gelap. Dilegalkan tidak, tapi merebak di mana-mana. Pornografi, pornoaksi, pelacuran, permesuman dan hiburan maksiat, begitu dekat, mengulik urat syahwat.</p>
<p>Tak peduli lelaki baru baligh, atau gadis bau kencur, jika saraf-saraf nafsunya sudah diobrak-abrik, apa pun dilakukan. Jika pintu legal pernikahan begitu terjal, zina gratis jadi pelampiasan. Toh suka sama suka, saling menguntungkan, tak ada yang dirugikan. Dan lebih penting, toh tak ketahuan. Boro-boro dikenai rajam atau sekadar dikucilkan, dengan bangga pelaku zina mem-videokan adegan vulgarnya.</p>
<p>Bagaimana dengan memperkosa? Memang terlalu berat risikonya. Kalau zina suka sama suka, tidak ada delik pidananya. Perkosaan hanya dilakukan mereka yang “kebelet” melampiaskan nafsu tapi tak punya pacar, atau tak punya uang untuk membayar pelacur. Juga, yang tak kuat nikah karena biaya administrasinya mahal, atau tak punya calon saking tak lakunya. Dan, di negeri ini, tipe seperti inipun tak kalah banyaknya. Fenomena pemerkosaan di angkutan umum adalah salah satunya. Korbannya sudah banyak berjatuhan, perempuan semakin terancam di luar sana. Kejahatan seksual mengintai setiap detik. Kalau tak diperdaya dengan rayuan gombal, dicaplok para pemerkosa. Duh!</p>
<p><strong>Melarang atau Merangsang?</strong></p>
<p>Omong kosong jika negara melindungi warganya. Yang ada bukannya melarang, malah merangsang mereka untuk menjadi penikmat syahwat.  Memblokir situs porno hanya sebatas niat baik. Baru sejenak sudah jebol lagi. Bahkan dipelopori jajaran pejabat sendiri (ingat kasus anggota DPR yang ketahuan mengakses situs porno saat sidang?).</p>
<p>Juga, tidak pernah bersedia menghukum berat para pelaku zina. Bagaimana pelaku zina akan kapok, kalau ketahuan justru dinikahkan? Jangan heran jika kita membaca berita, tiap hari selalu ada episode-episode anyar video-video mesum amatir dengan aktor-aktris muda-mudi yang dimabuk asmara, pelajar kurang ajaran, atau pasangan selingkuh.</p>
<p>Sekali lagi, negara justru menggelontorkan kebijakan yang memperlonggar perzinaan. Media massa, novel, komik, iklan, lukisan, sinetron, film, foto, lagu dan tayangan<em> realty show</em> bertema cabul pun bebas beredar. Tidak akan dibredel sekalipun sudah protes massal oleh masyarakat. Pelacuran, eksploitasi aurat perempuan, dan tempat-tempat hiburan yang menjajakan syahwat, dibiarkan. Tidak akan ditutup asal menyumbang pajak.</p>
<p>Di sisi lain, negara membuat berbagai larangan untuk menyumbat penyaluran syahwat dengan cara-cara legal. Usia pernikahan terus dinaikkan, biaya nikah dimahalkan dan syarat penikahan diperketat. Termasuk, upaya pelarangan poligami sekalipun bagi mereka yang mampu. Mungkin memang inilah yang diharapkan negara liberal ini: industri porno menggeliat, zina dini meningkat, pemerkosaan berlipat, kehamilan di luar nikah tumbuh cepat, aborsi dipersingkat, dan lahirlah generasi-generasi bejat. Persis di Barat, yang kini di ambang kebinasaan. Akankah Republik ini diam saja menunggu saat yang sama?</p>
<p><strong>Menolak Agama?</strong></p>
<p>Fenomena di atas tentu bukan perkara remeh. Muda-mudi calon pemimpin masa depan, sudah sedemikian amoral. Berani menghalalkan zina yang jelas-jelas diharamkan. Anehnya, terhadap persoalan ini, tidak ada -kecuali kalangan Islam– yang menuding sistem hidup sekuler-liberallah yang menjadi akar masalahnya. Padahal sistem inilah yang “mewajibkan” remaja pacaran, hingga merasa tak gaul tanpa berhubungan badan dengan pujaan hatinya.</p>
<p>Sistem inilah yang mengajarkan, bahwa perempuan harus membuka auratnya, mempertontonkan kepada lelaki bukan mahromnya. Sistem inilah yang memandu tumbuh kembang remaja, tanpa didampingi kedua orangtuanya yang sangat sibuk digilas roda perekonomian. Sistem inilah yang memberhalakan materi, uang dan kenikmatan seksual.</p>
<p>Memang, mereka mengharapkan “agama” (baca: Islam) mampu menyelesaikan persoalan ini. Pada saat remaja ketahuan amoral, segera semua pihak berteriak “ini karena kurangnya pendidikan agama” atau “para ulama harusnya lebih berperan membina akhlak remaja” dan para guru dan orangtua harus menanamkan nilai-nilai moral lebih intens pada anak-anaknya.”</p>
<p>Agama dijadikan tong sampah saja, sekadar untuk memperbaiki keadaan yang sudah rusak. Anak nakal dan bandel, dikirim ke pesantren. <em>Image </em>pesantren sebagai pendidikan mulia pun babak belur. Terlebih lagi, pada saat yang sama diopinikan bahwa pesantren adalah “produsen” teroris.  Lulusan pesantren, orang-orang mukhlis itu, didakwa membahayakan eksistensi negara. Sementara para pelaku maksiat dianggap pahlawan penyumbang devisa.</p>
<p>Tapi, baiklah, agama (baca: Islam) bersedia memperbaiki keadaan. Bahkan punya sulosi komprehensif untuk menuntaskan segala persoalan. Bukan hanya mengatasi perzinaan, itu terlalu “mudah.” Bahkan mengatasi kemiskinan, kelaparan, ketimpangan sosial, kriminalitas, dll, serahkan saja padanya.</p>
<p>Tapi, mengapa ketika Islam -yang dipeluk mayoritas penduduk negeri ini– mengajukan syariatnya  sebagai solusi, dicap mengancam eksistensi negara, radikal, ekstrimis, intoleran, bahkan antipemerintah? Kenapa negara dengan setia menerapkan sekulerisme, padahal sekulerisme itu sendirilah yang melahirkan semua kebobrokan sosial ini? Sebaliknya, kenapa menuduh ideologi Islam, yang belum pernah diberi kesempatan memerintah negeri ini, dengan tuduhan-tuduhan miring? Tampak jelas, siapa yang bermuka dua, antara butuh dan tidak butuh terhadap Islam.</p>
<p>Inilah tanda-tanda akhir zaman. Ketika perzinaan merajalela dan masyarakat menganggapnya biasa. Kalau sudah begini, Republik ini tinggal menunggu kebinasaan. Diriwayatkan dalam Shahih Bukhari, Abu Malik al Asy’ari bahwa dia mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “<em>Sungguh ada dari umatku beberapa kaum yang menghalalkan/menganggap halal perzinahan, sutera, minuman keras, dan musik-musik.”</em>(HR. Bukhari)</p>
<p>Diriwayatkan pula dari Abu Hurairah r.a, dari Nabi SAW beliau bersabda: <em>“Demi Allah yang diriku di tangan-Nya, tidaklah akan binasa umat ini sehingga orang-orang lelaki menerkam wanita di tengah jalan (dan menyetubuhinya) dan di antara mereka yang terbaik pada waktu itu berkata, “alangkah baiknya kalau saya sembunyikan wanita ini di balik dinding ini.”</em> (HR. Abu Ya’la. Al Haitsami berkata, “perawi-perawinya shahih.” Lihat Majmu’ Zawaid: 7/331)(*) (<a href="http://baitijannati.wordpress.com/" target="_blank">www.baitijannati.wordpress.com</a>)</p>
<p>Sumber : <a href="http://hizbut-tahrir.or.id/2012/02/10/republik-zina-menunggu-binasa/">http://hizbut-tahrir.or.id/2012/02/10/republik-zina-menunggu-binasa/</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/baitijannati.wordpress.com/739/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/baitijannati.wordpress.com/739/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/baitijannati.wordpress.com/739/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/baitijannati.wordpress.com/739/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/baitijannati.wordpress.com/739/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/baitijannati.wordpress.com/739/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/baitijannati.wordpress.com/739/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/baitijannati.wordpress.com/739/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/baitijannati.wordpress.com/739/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/baitijannati.wordpress.com/739/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/baitijannati.wordpress.com/739/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/baitijannati.wordpress.com/739/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/baitijannati.wordpress.com/739/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/baitijannati.wordpress.com/739/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&#038;blog=719720&#038;post=739&#038;subd=baitijannati&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://baitijannati.wordpress.com/2012/02/10/republik-zina-menunggu-binasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5db4c5e4e99c900e96651e7e7268e5a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">faridm</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Wahai Pria, Hormatilah Wanita!</title>
		<link>http://baitijannati.wordpress.com/2012/02/07/wahai-pria-hormatilah-wanita/</link>
		<comments>http://baitijannati.wordpress.com/2012/02/07/wahai-pria-hormatilah-wanita/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Feb 2012 21:19:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Farid Ma'ruf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Muslimah Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[pemerkosaan]]></category>
		<category><![CDATA[perkosaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://baitijannati.wordpress.com/?p=728</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Kholda Naajiyah baitijannati &#8212; Mahasiswi kebidanan ini hanya bisa menangis meratapi nasibnya. Ia menjadi korban pemerkosaan, entah ke berapa juta di dunia ini. Pelakunya bukan hanya satu, tapi lima orang pemuda mabuk. Shock kehilangan kehormatan, JM (18) pun depresi. Kisah JM hanyalah sepenggal pilu korban kejahatan. Sudah berderet-deret korban bernasib tragis akibat ulah sadis dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&#038;blog=719720&#038;post=728&#038;subd=baitijannati&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong><a href="http://baitijannati.files.wordpress.com/2012/02/tersangka-perkosaan.jpg"><img class="alignright size-thumbnail wp-image-737" title="tersangka-perkosaan" src="http://baitijannati.files.wordpress.com/2012/02/tersangka-perkosaan.jpg?w=150&h=84" alt="" width="150" height="84" /></a>Oleh : Kholda Naajiyah</strong></p>
<p><a href="http://baitijannati.wordpress.com/" target="_blank">baitijannati</a> &#8212; Mahasiswi kebidanan ini hanya bisa menangis meratapi nasibnya. Ia menjadi korban pemerkosaan, entah ke berapa juta di dunia ini. Pelakunya bukan hanya satu, tapi lima orang pemuda mabuk. <em>Shock</em> kehilangan kehormatan, JM (18) pun depresi.<span id="more-728"></span></p>
<p>Kisah JM hanyalah sepenggal pilu korban kejahatan. Sudah berderet-deret korban bernasib tragis akibat ulah sadis dan biadab berjatuhan. Rasanya situasi dunia saat ini sudah demikian mengerikan. Di Indonesia, negeri yang dikenal zamrud khatulistiwa pun, seolah tak ada lagi tempat yang aman, nyaman dan damai untuk menikmati hidup.</p>
<p>Tingkat sadisme sudah melewati ambang batas. Tak ada lagi hati nurani, tak ada lagi rasa kemanusiaan. Bahkan tak jarang, manusia justru berperilaku lebih rendah dari binatang. Ya, betapa sekarang begitu mudah kita menemukan berita di luar nalar seperti: ibu membunuh anak kandung, ayah menghamili anak kandung, laki-laki bersetubuh dengan sesamanya, wanita menikahi wanita, anak-anak memerkosa teman kecilnya, perempuan diperkosa rame-rame di angkot, wanita keterbelakangan mental dihamili, anak kecil dijadikan budak nafsu, dll.</p>
<p>Sungguh, kejahatan-utamanya pada perempuan, dewasa maupun anak-anak-semakin masif. Betapa tidak amannya menjadi seorang perempuan di alam liberal ini. Ibaratnya: saat kecil dicabuli, besar sedikit diperkosa atau dijual ke pelacuran, sudah hamil diaborsi atau dinikahkan dengan non Muslim, setelah nikah dicerai atau diselingkuhi, lalu ketika jadi janda dijadikan selingkuhan, dizinahi ganti-ganti. <em>Na’udubillahi minzalik. </em>Di mana letak kehormatan kaum hawa? Mengapa dunia saat ini begitu kejam terhadap perempuan?</p>
<p><strong>Kiprah Positif</strong></p>
<p>Perempuan masa kini sewaktu-waktu diintai marabahaya. Padahal, Islam tidak melarang sama sekali perempuan untuk beraktivitas. Perempuan dipersilakan mengaktualisasikan dirinya sebagaimana halnya laki-laki. Sekolah, kuliah atau bahkan bekerja dengan berbagai profesi adalah aktivitas yang tak bisa hanya dilakukan di dalam rumah. Banyak perempuan bergelar doktor atau bahkan profesor dan bertekad mengabdikan ilmunya ke masyarakat.</p>
<p>Ada yang mengabdi menjadi guru, perawat, bidan, dokter, penjahit, desainer, konsultan dan ilmuwan. Selain itu, juga menjadi pengemban dakwah yang mengedukasi kaum perempuan agar pandai menjaga harkat dan martabatnya. Umumnya, aktivitas mereka tentu di luar rumah.</p>
<p>Ketidakamanan dan kerawanan sosial tidak mungkin serta-merta membendung aktivitas positif wanita tersebut. Karena bagaimanapun, umat membutuhkan sentuhan dingin tangan-tangan para perempuan cerdas yang berkiprah di masyarakat itu. Apa jadinya jika tidak ada bidan wanita, dokter wanita, guru wanita, penjahit wanita, dai wanita dan seterusnya?</p>
<p>Artinya, keberadaan wanita memang tidak serta merta disalahkan atas kerawanan sosial ini. Yang perlu digarisbawahi, mengapa situasi dan kondisi tidak kondusif bagi pergerakan wanita di manapun mereka berada?</p>
<p><strong>Rapuhnya Hukum Sosial</strong></p>
<p>Kejahatan disebabkan banyak faktor, ibarat lingkaran setan. Pelaku kejahatan ada yang didorong desakan ekonomi, desakan nafsu, atau pengaruh lingkungan. Pengangguran, kemiskinan dan ketidakadilan mendorong orang berbuat nekat. Kriminalitas makin subur dengan dibukanya lebar-lebar peredaran minuman keras, konten porno, industri hiburan, kebebasan pers dan propaganda-propaganda menyesatkan.</p>
<p>Sistem hukum yang lemah dalam menjerat pelaku kriminal, juga makin menyuburkan kejahatan. Tak heran bila anak-anak ingusan pun sudah lihai berlakon sebagai penjahat. Mencuri, menjambret atau menipu pun sanggup.</p>
<p>Lebih dari itu, tidak tegaknya tatanan sosial berupa aturan yang tegas dalam mengatur interaksi sosial menjadi biang malapetaka ini. Interaksi laki-laki-perempuan yang campur baur tanpa aturan, membuka peluang tindak kejahatan seksual di antara mereka. Ditambah masing-masing individu tidak bertakwa-sehingga tidak saling menundukkan pandangan-maka  semakin terbuka kesempatan terjadinya kasus-kasus asusila.</p>
<p>Inilah buat diterapkannya tata aturan pergaulan ala sekulerisme, kapitalisme, dan demokrasi. Bertameng hak asasi, interaksi sosial laki-laki dan perempuan sedemikian bebasnya. Ditambah lagi keterbukaan informasi, segala informasi sampah merasuki otak-otak manusia yang sudah bejat ini. Jadilah seonggok daging bernama hati dalam diri manusia ini membusuk.</p>
<p><strong>Resakralisasi Nizham Ijtima’i</strong></p>
<p>Penerapan sistem sosial Islam sebagai salah satu pilar mewujudkan masyarakat yang mulia, bermartabat dan harmonis adalah suatu keharusan. Aturan inilah yang mampu mewujudkan keharmonisan masyarakat yang berperadaban mulia. Aturan ini harus dikembalikan pada posisinya yang sakral, sebagaimana dahulu ketika globalisasi budaya sampah dari Barat belum mendunia. Sebaliknya, tata pergaulan Islam (<em>an-nizham al-ijtima’i</em>) inilah yang harus diglobalkan.</p>
<p>Tentu, sistem sosial ini tak bisa berdiri sendiri demi meminimalkan, atau bahkan menghapuskan kriminalitas, khususnya kejahatan seksual. Harus ditopang negara yang kuat yang disokong sistem hukum yang tegas, sistem ekonomi yang adil, sistem pendidikan yang cerdas dan sistem Islam lainnya dalam naungan khilafah.</p>
<p>Di antara aturan tersebut, negara wajib mengatur secara tegas batas interaksi antara laki-laki dan perempuan. Kehidupan laki-laki terpisah dari kehidupan perempuan. Semua pintu yang mengarah pada pergaulan bebas dan aktivitas campur-baur (<em>ikhtilath</em>) laki-laki dan perempuan ditutup rapat-rapat. Perempuan dan laki-laki yang bukan mahram dilarang berduaan dan bersepi-sepi (<em>khalwat</em>). Perempuan hanya dibolehkan keluar rumah dengan pakaian sempurna (jilbab dan khimar) dan dengan menaati tata pergaulan Islam.</p>
<p>Namun demikian, laki-laki dan perempuan boleh bertemu dan berinteraksi dalam berbagai aktivitas saat ada kepentingan yang dibolehkan syariah seperti urusan jual-beli, kesehatan, pendidikan, perwakilan (wakalah); atau dalam rangka melaksanakan perintah syariah semisal haji, zakat, menjenguk orang sakit dan sebagainya.</p>
<p>Dengan penerapan hukum-hukum Islam telah terjamin sebuah kehidupan masyarakat yang mulia dan beradab. Laki-laki dan perempuan melaksanakan aktivitas kehidupan sehari-hari dengan cara yang terhormat. Laki-laki wajib menghargai, menghormati dan melindungi perempuan. Tidak memperlakukannya keji dan biadab.</p>
<p>Imam Ali as menukil hadits dari Rasulullah SAW mengatakan, “Seseorang tidak akan menghormati kaum perempuan, kecuali jika orang tersebut berjiwa besar dan mulia. Dan seseorang tidak akan merendahkan kaum perempuan, kecuali jika orang itu berjiwa rendah dan hina.”</p>
<p>Dalam sejarah panjang kekhilafahan selama 13 abad, sangat sedikit ditemukan perempuan sebagai korban kekejian. Kaum perempuan tetap berkecimpung di dunia sains dan akademik tanpa mengurangi sedikitpun kualitas keagamaan, iffah, ketakwaan, kepribadian dan martabatnya sebagai Muslimah. Mereka juga tidak mendapat hambatan apapun di ranah ilmu keagamaan.</p>
<p>Sudah selayaknya mereka bisa berkiprah di masyarakat sambil tetap mempertahankan hijab dan wibawanya sebagai muslimah sejati. Ini hanya bisa terwujud jika negara benar-benar mencampakkan sekulerisme-kapitalisme.(<a href="http://baitijannati.wordpress.com/" target="_blank">www.baitijannati.wordpress.com</a>)</p>
<p>Sumber : <a href="http://hizbut-tahrir.or.id/2012/02/07/wahai-pria-hormatilah-wanita/">http://hizbut-tahrir.or.id/2012/02/07/wahai-pria-hormatilah-wanita/</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/baitijannati.wordpress.com/728/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/baitijannati.wordpress.com/728/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/baitijannati.wordpress.com/728/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/baitijannati.wordpress.com/728/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/baitijannati.wordpress.com/728/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/baitijannati.wordpress.com/728/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/baitijannati.wordpress.com/728/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/baitijannati.wordpress.com/728/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/baitijannati.wordpress.com/728/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/baitijannati.wordpress.com/728/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/baitijannati.wordpress.com/728/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/baitijannati.wordpress.com/728/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/baitijannati.wordpress.com/728/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/baitijannati.wordpress.com/728/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&#038;blog=719720&#038;post=728&#038;subd=baitijannati&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://baitijannati.wordpress.com/2012/02/07/wahai-pria-hormatilah-wanita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5db4c5e4e99c900e96651e7e7268e5a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">faridm</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://baitijannati.files.wordpress.com/2012/02/tersangka-perkosaan.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">tersangka-perkosaan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ikhwan &#8211; Akhwat &#8211; Ta&#8217;aruf</title>
		<link>http://baitijannati.wordpress.com/2012/02/05/ikhwan-akhwat-taaruf/</link>
		<comments>http://baitijannati.wordpress.com/2012/02/05/ikhwan-akhwat-taaruf/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Feb 2012 05:03:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Farid Ma'ruf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pra Nikah]]></category>
		<category><![CDATA[taaruf vs pacaran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://baitijannati.wordpress.com/?p=721</guid>
		<description><![CDATA[oleh Ustadz Felix Siauw 01. ada temen nanya, mas kalo ta&#8217;aruf trus ajak jalan2 beduaan gitu boleh nggak dalam Islam?, sy jawab &#8220;nggak, maksiat tu namanya, khalwat&#8221; &#160; 02. &#8220;dlm Islam khalwat (dua2an tanpa mahram) tu gak boleh, krn kata Rasul yg ketiganya setan&#8221; (makanya jgn deket2 org pacaran, dikira setan) &#160; 03. dia nanya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&#038;blog=719720&#038;post=721&#038;subd=baitijannati&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;">oleh <a href="http://www.facebook.com/UstadzFelixSiauw">Ustadz Felix Siauw</a></p>
<p><a href="http://baitijannati.files.wordpress.com/2012/02/taarufvspacaran.jpg"><img class="alignright  wp-image-722" title="taarufvspacaran" src="http://baitijannati.files.wordpress.com/2012/02/taarufvspacaran.jpg?w=180&h=186" alt="" width="180" height="186" /></a>01. ada temen nanya, mas kalo ta&#8217;aruf trus ajak jalan2 beduaan gitu boleh nggak dalam Islam?, sy jawab &#8220;nggak, maksiat tu namanya, khalwat&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>02. &#8220;dlm Islam khalwat (dua2an tanpa mahram) tu gak boleh, krn kata Rasul yg ketiganya setan&#8221; (makanya jgn deket2 org pacaran, dikira setan)<span id="more-721"></span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>03. dia nanya lg &#8220;kl nelp2 aja, kan gak khalwat toh mas?&#8221; &gt;&gt; sy jwb &#8220;sama aja, berdua2an di dunia maya, sayang2an, terbuai2an, pliss deh!&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>04. dia gak puas &#8220;kl ta&#8217;aruf disitu ada adiknya yg SD boleh nggak?&#8221; &gt;&gt; sy jawab &#8220;nggaaaaak! (sambil *jitak) sama aja itu mah&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>05. dia tobat lalu nanya &#8220;jadi gmn dong mas?&#8221; &gt;&gt; sy jwb &#8220;datengi ayah ibunya, ngobrol ttg rencanamu mau nikahin anaknya, be a man&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>06. eh dia nanya lg &#8220;kan ta&#8217;aruf sama orangnya bukan bpk/ibuny? &gt;&gt; sy jwb &#8220;ya iya lah, tapi yg punya dia kan bapaknya, kcuali dia janda?!&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>07. mukanya mupeng, nanya lg &#8220;kl kita ta&#8217;aruf tapi urusannya diserahkan pada Allah kapan nikahnya?&#8221; &gt;&gt; sy jwb &#8220;wah, antum mah gak serius..&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>08. &#8220;lha terus gmn mas, sy kan msh kuliah?&#8221; &gt;&gt; sy jawab aja &#8220;ya udah, putusin aja..&#8221; <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>&nbsp;</p>
<p>09. dear muslimah yg dirahmai Allah, suatu hal yg baik (apalagi nikah) mestilah diawali dengan hal yang baik pula, betul apa betul? <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>&nbsp;</p>
<p>10. kalo awalnya ukhti udah diajak maksiat (belum juga nikah) dengan pacaran, susah dia bisa nunjukin jalan yg bener pas dah nikah</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>11. kl dia berani bermaksiat padahal Allah slalu liat, siapa yang jamin stelah nikah nanti dia gak maksiat sama yg lain saat ukhti tak liat?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>12. kl sekarang aja dia dah berani nabur benih dosa, kira2 apa yg dipanen nanti pas dah nikah? &gt;&gt; masya Allah..</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>13. bukan iri, bukan nyinyir, cuma melaksanakan kewajiban dan tanda kasih dari sesama Muslim buat muslim yang lain, gak ada manfaat pacaran</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>14. laki2 soleh dididik Nabi saw untuk menjauhi wanita sebagai bentuk pe-mulia-an kepadanya, bukan karna tak suka, hanya menghormati</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>15. laki2 soleh dididik al-Qur&#8217;an untuk menghormati dan memuliakan wanita dengan meminangnya apabila dia memang sudah siap, bukan pelarian</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>16. laki2 yg soleh melindungi kehormatan dirinya dan namanya dengan berdiam dari urusan2 yang belum mampu dia kerjakan, termasuk nikah</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>17. jadi muslimah, jangan tertipu, bentar lagi banyak cowok2 yg mau enaknya doang cuma modal coklat n kata2 saduran, jiplakan ndeso</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>18. modal coklat n kata2 manis memikat, namun tak ada yg ditawarkan pada masa depan kecuali gelimang dosa dan makisiat.. masya Allah</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>19. semoga dengan beristiqamah, Allah pilihkan bagimu laki2 terbaik yang dengannya engkau dicemburui bidadari, yg mjaga kehormatan <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>&nbsp;</p>
<p>follow<strong> @felixsiauw</strong> on twitter for more.. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Sumber : http://www.facebook.com/notes/ustadz-felix-siauw/ikhwan-akhwat-taaruf/10150629383201351</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/baitijannati.wordpress.com/721/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/baitijannati.wordpress.com/721/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/baitijannati.wordpress.com/721/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/baitijannati.wordpress.com/721/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/baitijannati.wordpress.com/721/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/baitijannati.wordpress.com/721/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/baitijannati.wordpress.com/721/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/baitijannati.wordpress.com/721/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/baitijannati.wordpress.com/721/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/baitijannati.wordpress.com/721/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/baitijannati.wordpress.com/721/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/baitijannati.wordpress.com/721/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/baitijannati.wordpress.com/721/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/baitijannati.wordpress.com/721/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&#038;blog=719720&#038;post=721&#038;subd=baitijannati&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://baitijannati.wordpress.com/2012/02/05/ikhwan-akhwat-taaruf/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5db4c5e4e99c900e96651e7e7268e5a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">faridm</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://baitijannati.files.wordpress.com/2012/02/taarufvspacaran.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">taarufvspacaran</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bersahabat dengan Anak</title>
		<link>http://baitijannati.wordpress.com/2012/02/04/bersahabat-dengan-anak/</link>
		<comments>http://baitijannati.wordpress.com/2012/02/04/bersahabat-dengan-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Feb 2012 22:03:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Farid Ma'ruf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Jundiku]]></category>
		<category><![CDATA[bersahabat dengan anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://baitijannati.wordpress.com/?p=731</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Zulia Ilmawati BaitiJannati &#8212; Setiap manusia, tidak terkecuali anak, membutuhkan sahabat dalam hidupnya. Anak membutuhkan sahabat untuk bermain, berinteraksi dan berbagi cerita tentang pengalaman sehari-hari. Sahabat bisa membuat anak lebih terbuka karena posisi mereka sejajar, bisa saling mengisi, sekalipun sering diselingi pertengkaran. Karena itu, sahabat penting untuk anak karena membuat mereka banyak belajar dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&#038;blog=719720&#038;post=731&#038;subd=baitijannati&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong>Oleh : Zulia Ilmawati</strong></p>
<p><a href="http://baitijannati.files.wordpress.com/2012/02/ibu_anak_baca-buku.jpg"><img class="alignright size-thumbnail wp-image-735" title="ibu_anak_baca-buku" src="http://baitijannati.files.wordpress.com/2012/02/ibu_anak_baca-buku.jpg?w=150&h=123" alt="" width="150" height="123" /></a><a href="http://baitijannati.wordpress.com/" target="_blank">BaitiJannati</a> &#8212; Setiap manusia, tidak terkecuali anak, membutuhkan sahabat dalam hidupnya. Anak membutuhkan sahabat untuk bermain, berinteraksi dan berbagi cerita tentang pengalaman sehari-hari. Sahabat bisa membuat anak lebih terbuka karena posisi mereka sejajar, bisa saling mengisi, sekalipun sering diselingi pertengkaran. Karena itu, sahabat penting untuk anak karena membuat mereka banyak belajar dan merasa senang.<span id="more-731"></span></p>
<p>Bersahabat dengan anak, merupakan salah satu bentuk pola pengasuhanyang dapat diterapkan orangtua dalam pendidikan anak. Dalam kesehariannya, anak-anak tidak hanya membutuhkan orangtua sebagai teladan, tetapi juga membutuhkan sosok sahabat yang bisa menjadi partner dalam dunianya sehingga ia merasa senang, ceria dan nyaman dengan diri dan lingkungannya.</p>
<p>Sebagai sosok yang terdekat dengan anak, orangtua harus bisa berperan dan memposisikan diri sebagai sahabat mereka. Sebagai sahabat, semestinya orangtua akan bisa menjadi teman yang menyenangkan buat anak, membantu menyelesaikan masalah, mengingatkan kalau berbuat salah atau hanya sekadar tempat menumpahkan keluh-kesah, bertukar pengalaman dan sebagainya.<br />
<strong>Mengapa Perlu Bersahabat dengan Anak?</strong></p>
<p>Teman tidak selamanya dapat memberikan nasihat yang terbaik buat anak, apalagi jika mereka masih anak-anak atau remaja. Teman yang dipilih anak ada kalanya bukan teman yang baik, kadang malah menjerumuskan anak. Bersahabat dengan anak, membuat kita sebagai orangtua akan semakin mudah memahami sifat dan karakter anak, kekurangan dan kelebihannya serta kebiasaan baik dan buruk anak. Dengan begitu kita bisa mengoptimalkan potensinya dan memperbaiki kekurangan anak. Bersahabat dengan anak juga akan meringankan orangtua karena biasanya ia akan bercerita kepada kita tentang apa saja yang dialami.</p>
<p>Semestinya orangtua adalah sosok pertama yang didatangi jika anak mengalami masalah. Maka dari itu, mulailah bersahabat dengan anak sejak dini. Jangan tunggu sampai anak besar. Berapapun waktu yang tersisa di sela-sela kesibukan orangtua harus dimanfaatkan dengan benar. Semakin dini hubungan terjalin, semakin baik bagi perkembangan hubungan dan mental anak.</p>
<p>Komunikasi yang lancar dan harmonis antara orangtua dan anak akan memudahkan orangtua dalam menerapkan pola dan metode pengasuhan dalam pendidikan keluarga. Komunikasi merupakan jalan untuk menumbuhkan pengertian dan kepercayaan sehingga hubungan orangtua anak lebih terbuka dan harmonis. Kepercayaan dari anak ini sangat berarti hingga ia besar nanti. Saat ia menghadapi masalah ia akan menjadikan orangtua sebagai tempat curahan hati dan berbagi beban. Pemahaman, pengertian, kepercayaan dan jalinan komunikasi yang lancar merupakan modal utama kekuatan sebuah hubungan, termasuk hubungan orangtua dan anak.</p>
<p>Rasulullah saw. memberikan teladan bagi kita bagaimana beliau sangat dekat dengan anak-anak. Rasulullah saw. biasa menemani anak-anak dalam banyak kesempatan. Suatu saat menemani Ibnu Abbas berjalan berdua. Pada kesempatan lain menemani keponakannya, Ja’far. Kadang-kadang beliau juga menemani Anas. Menjadi hak anak, mendapatkan pendampingan dari orangtua.<br />
<strong>Kiat Menjadi Sahabat Anak</strong></p>
<p><strong><em>Pertama</em></strong>: Jadilah pendengar yang baik dan aktif untuk anak sehingga ia merasa dihargai dan dicintai. Berikan respon positif dan logis ketika anak bercerita atau curhat, karena kitalah sahabat terbaik mereka. Ajukan pertanyaan-pertanyaan seputar ceritanya, tetapi jangan sampai membuat privasinya terusik dan terganggu. Berikan saran atau pendapat yang bisa ia mengerti sebagai anak-anak. Tidak sedikit orangtua yang memaksakan anaknya untuk selalu menerima pendapat atau jalan pikiran sendiri. Tanpa sadar, orangtua sering menerapkan komunikasi satu arah, orangtua bicara, anak harus mendengar. Apapun yang mereka katakan, sebaiknya perlihatkan bahwa kita menghargai pendapatnya. Setidaknya beri anak kesempatan untuk mengungkapkan pikiran dan tunjukkan bahwa kita mendengarkan. Bangun rasa saling pengertian; masing-masing pihak berusaha memahami sudut pandang pihak lain. Di sini, lagi-lagi orangtua yang harus mengawali.</p>
<p><strong><em>Kedua</em></strong>: Libatkan diri kita dalam kegiatan dan dunia anak. Seorang sahabat akan berupaya memahami apa yang disukai dan tidak disukai sahabatnya. Sebagai sahabat, orangtua harus mampu menyelami dunia anak. Temani dan dampingi anak ketika bermain. Pahami kebiasaan-kebiasaan yang ia lakukan saat bermain. Perhatikan pola bermain anak. Ajaklah anak berbicara secara aktif agar kecerdasannya terstimulasi secara efektif.Sekali waktu Rasulullah saw. pernah lama sekali sujud dalam shalatnya. Salah seorang sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya engkau lama sekali sujud hingga kami mengira ada sesuatu kejadian atau Anda sedang menerima wahyu.” Nabi Muhammad saw. menjawab, “Tidak ada apa-apa. Aku ditunggangi oleh cucuku, maka aku tidak mau tergesa-gesa sampai dia puas.” Anak yang dimaksud ialah Hasan atau Husain.</p>
<p><strong><em>Ketiga</em></strong>: Berikan teguran secara proporsional dan rasional. Ketika anak berbuat salah, tegur ia dengan sikap tidak menghakimi. Jangan mengekspresikan kemarahan berlebihan yang akan membuat dirinya tertekan dan merasa direndahkan. Hal ini  akan berdampak negatif terhadap perkembangan kepribadiannya. Suatu ketika seorang anak kecil dibawa kepada Nabi Muhammad saw. untuk didoakan dan diberi nama. Anak tersebut dipangku oleh beliau. Tiba-tiba anak itu kencing, lalu orang-orang yang melihatnya berteriak. Beliau berkata, “Jangan diputuskan anak yang sedang kencing, biarkanlah dia sampai selesai dulu kencingnya.” Beliau pun berdoa dan memberi nama, kemudian membisiki orangtuanya supaya jangan mempunyai perasaan bahwa beliau tidak senang terkena air kencing anaknya. Ketika mereka telah pergi, beliau mencuci sendiri pakaian yang terkena kencing tadi.</p>
<p><strong><em>Keempat</em></strong>: Berikan pujian untuk setiap keberhasilan yang dia raih agar ia merasa dihargai dan termotivasi. Rasulullah saw. senang bermain-main dengan anak-anak dan kadang-kadang beliau memangku mereka. Beliau menyuruh Abdullah, Ubaidillah, dan lain-lain dari putra-putra pamannya Al-Abbas <em>ra</em>. untuk berbaris lalu berkata, “Siapa yang terlebih dulu sampai kepadaku akan aku beri sesuatu (hadiah).” Lalu mereka pun berlomba-lomba menuju beliau, kemudian duduk di pangkuan beliau. Rasulullah saw. kemudian menciumi mereka dan memeluk mereka. Berikan penghargaan atas semua perbuatan baik yang dilakukan oleh anak walaupun hanya sekadar pujian, ciuman atau pelukan. Dengan begitu, anak belajar untuk menghargai dirinya sendiri dan akan berusaha keras untuk menjadi yang terbaik demi menyenangkan hati orangtuanya.</p>
<p><strong><em>Kelima</em></strong>: Berikan kepercayaan kepada anak. Dalam persahabatan ada kepercayaan dan penghargaan atas kemampuan sahabatnya. Sesekali biarkan anak mencoba sendiri hal-hal yang ingin dia lakukan, asal tidak membahayakannya, seperti mandi dan makan sendiri atau mencoba permainan baru. Cara ini dapat menumbuhkan kepercayaan dirinya, tidak selalu bergantung kepada orang lain, merasa dihargai dan bisa mandiri. Dengan penghargaan dan kepercayaan, kemampuannya akan lebih berkembang.</p>
<p><strong><em>Keenam</em></strong>: Jadilah orangtua yang menyenangkan buat anak. Orangtua yang menyenangkan akan membuat anak merasa aman dan nyaman di dekatnya. Dengan begitu, ketika memberikan pemahaman kepada anak tentang suatu hal, maka anak dengan mudah dan enak akan memahami dan menerima. Komunikasi akan berjalan baik jika anak merasa aman dan nyaman saat berdekatan dengan orang tuanya. Bila anak sudah merasa aman atau nyaman berkomunikasi dengan kita, maka ia akan lebih terbuka. Ketika melakukan kesalahan, biasanya ia akan dengan sukarela mengaku pada orangtuanya. Sebaliknya, kalau mereka sudah takut dan merasa terancam, maka komunikasi pun tidak akan berlangsung baik.</p>
<p><strong><em>Ketujuh</em></strong>: Jangan malu mengakui kesalahan atau kekurangan diri. Jangan ragu untuk belajar kepada anak jika memang mereka memiliki ilmu yang belum kita miliki. Orangtua, harus selalu siap dikoreksi.</p>
<p><strong><em>Kedelapan</em></strong>: Ungkapkan rasa sayang. Katakan bahwa kita mencintai dirinya, bagaimanapun keadaannya. Tunjukkan pula dengan sikap sehingga jika anak sedang berbuat salah, ia tak perlu ragu mengakuinya kepada kita.<br />
Dengan berusaha menjadi sahabat, insya Allah orangtua akan menjadi lebih dekat dengan anak. Bila anak merasa dekat dengan orangtua, proses pendidikan juga insya Allah akan berjalan lebih lancar. Anak tidak merasa takut atau terbebani. Anak akan lebih mudah menerima arahan orangtua, sedemikan sehingga harapan orangtua agar anaknya kelak tumbuh menjadi anak yang shalih, seorang pejuang Islam terpercaya, insya Allah juga akan mudah diwujudkan.<em> AlLahu a’lam. (<a href="http://baitijannati.wordpress.com/" target="_blank">www.baitijannati.wordpress.com</a>)</em></p>
<p><em></em><strong>[<em>Zulia Ilmawati</em></strong><em> adalah Pemerhati Masalah Anak dan Keluarga.</em><strong>]</strong></p>
<p>Sumber : Majalah Al Waie edisi Februari 2012</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/baitijannati.wordpress.com/731/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/baitijannati.wordpress.com/731/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/baitijannati.wordpress.com/731/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/baitijannati.wordpress.com/731/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/baitijannati.wordpress.com/731/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/baitijannati.wordpress.com/731/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/baitijannati.wordpress.com/731/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/baitijannati.wordpress.com/731/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/baitijannati.wordpress.com/731/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/baitijannati.wordpress.com/731/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/baitijannati.wordpress.com/731/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/baitijannati.wordpress.com/731/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/baitijannati.wordpress.com/731/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/baitijannati.wordpress.com/731/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&#038;blog=719720&#038;post=731&#038;subd=baitijannati&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://baitijannati.wordpress.com/2012/02/04/bersahabat-dengan-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5db4c5e4e99c900e96651e7e7268e5a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">faridm</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://baitijannati.files.wordpress.com/2012/02/ibu_anak_baca-buku.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">ibu_anak_baca-buku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perkara Syar&#8217;i Tapi Mis-Context</title>
		<link>http://baitijannati.wordpress.com/2012/01/15/perkara-syari-tapi-mis-context/</link>
		<comments>http://baitijannati.wordpress.com/2012/01/15/perkara-syari-tapi-mis-context/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Jan 2012 02:21:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Farid Ma'ruf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[poligami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://baitijannati.wordpress.com/?p=710</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Dr. Fahmi Amhar Baitijannati &#8211; Ada perkara-perkara mubah yang diizinkan oleh syariat Islam, tetapi hanya pasti barokahnya bila sistem Islam diterapkan di atasnya. Sedang bila dipaksakan pada context sistem &#8220;turbo-capitalisme&#8221; saat ini, tantangan dan resiko kegagalannya terlalu besar. Misalnya: - menikah di usia dini Karena pendidikan yang diberikan saat ini tidak menyiapkan orang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&#038;blog=719720&#038;post=710&#038;subd=baitijannati&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong>Oleh : Dr. Fahmi Amhar</strong></p>
<p><strong><em><a href="http://baitijannati.files.wordpress.com/2012/01/famhar.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-711" title="famhar" src="http://baitijannati.files.wordpress.com/2012/01/famhar.jpg" alt="" width="180" height="137" /></a>Baitijannati </em></strong>&#8211; Ada perkara-perkara mubah yang diizinkan oleh syariat Islam, tetapi hanya pasti barokahnya bila sistem Islam diterapkan di atasnya. Sedang bila dipaksakan pada context sistem &#8220;turbo-capitalisme&#8221; saat ini, tantangan dan resiko kegagalannya terlalu besar. Misalnya:<span id="more-710"></span></p>
<p>- <strong>menikah di usia dini</strong></p>
<p>Karena pendidikan yang diberikan saat ini tidak menyiapkan orang sehingga sebelum baligh sudah tahu segala kewajiban syar&#8217;inya.  Walhasil setelah menikah terus didera banyak sekali masalah, tidak sedikit yang justru menjadi kontra produktif untuk dakwah.</p>
<p>- <strong>menikah sirri</strong></p>
<p>Karena pemerintah hanya punya komitmen untuk melindungi pernikahan yang secara administratif tercatat resmi. Sebaliknya, banyak orang sengaja menikah sirri untuk menghindari konsekuensi hukum dari pernikahannya, misalnya pegawai korporasi tertentu dilarang menikah dengan sesama pegawai, padahal mereka kenalnya ya itu, jadi terpaksa menikah sirri, daripada salah satu dipecat!</p>
<p>- <strong>menikahi wanita ahli kitab  </strong></p>
<p>Karena tidak ada jaminan akan melengkapi &#8220;melihat Islam&#8221; yang sebelumnya hanya ditemukan di ruang publik menjadi juga di ruang privat.  Dalam negara Islam, seorang wanita ahli kitab melihat syariat Islam yang penuh berkah dilaksanakan di ruang publik.  Di sekolah dia melihat Islam.  Di tempat kerja dia melihat Islam.  Tetapi seperti apa Islam di dalam rumah tangga, sementara dia lahir dan dibesarkan bukan di keluarga muslim?  Untuk itulah, Islam memberikan kesempatan dia melihat Islam dipraktekkan di dalam keluarga, dengan menjadi istri seorang lelaki muslim yang shaleh. Kalau sekarang kebalikannya!  Di luar rumah yang ada hanya kapitalisme, sekulerisme, liberalisme.  Apakah seorang lelaki muslim justru akan menambah masalah dengan memasukkan wanita yang belum mengenal Islam ke dalam keluarganya?</p>
<p>- <strong>menikahi lebih dari 1 istri  </strong></p>
<p>Karena negara tidak akan pro-aktif campur tangan bila ada istri-istri yang ditelantarkan.  Negara ini hanya datang ketika &#8220;dipanggil&#8221; oleh istri yang menggugat cerai.  Padahal ada istri yang &#8220;tahu diri&#8221;, bahwa dia kalah cantik, kalah muda, kalah cerdas, tidak akan &#8220;laku&#8221; lagi bila cerai, sehingga akhirnya pasrah didholimi demikian.  Hanya negara Islam yang akan proaktif menjaga agar tidak ada satupun warganya yang terdholimi oleh warga lainnya, hatta itu suaminya sendiri.</p>
<p>- <strong>memiliki banyak anak  </strong></p>
<p>Karena bisa jadi justru akan menjadi mangsa pola konsumsi dan sistem pendidikan kapitalis.  Dalam negara Islam, setiap jiwa dijamin oleh negara.  Jadi banyak anak memang banyak rejeki, karena nantinya pendidikannya dijamin negara. Kalau sakit juga ada jaminan kesehatan dari negara.  Sekarang?  Banyak anak, berarti orang tua makin kewalahan mengurusnya.  Akhirnya anak diserahkan &#8220;dididik&#8221; oleh TV yang acaranya tidak islami.  Masuk sekolah kalau yang murah ya konten Islamnya minimal.  Jadilah banyak anak hanya memberikan lebih banyak korban untuk kapitalsme.</p>
<p>Jadi marilah, kita lebih proporsional dan kontekstual dalam mengatakan &#8220;syariat Islam&#8221;, termasuk ketika setengah menganjurkan untuk &#8220;menikah dini &#8211; daripada pacaran&#8221;, membela &#8220;menikah sirri &#8211; daripada berzina&#8221;, mensunnahkan &#8220;berpoligami &#8211; untuk membuat lebih banyak wanita bahagia&#8221;, mendorong &#8220;banyak anak &#8211; karena Nabi akan berbangga dengan jumlah ummatnya&#8221;, ataupun sebaliknya, menggugat kehalalan &#8220;menikahi ahli kitab&#8221;.  Semua ada konteksnya !Konteksnya adalah: ADA NEGARA YANG BERKOMITMEN MENERAPKAN SISTEM ISLAM DI ATASNYA. (<a href="http://baitijannati.wordpress.com/" target="_blank">www.baitijannati.wordpress.com</a>)</p>
<p>Sumber : <a href="http://www.facebook.com/notes/fahmi-amhar/perkara-syari-tapi-mis-context/10150490831026921">http://www.facebook.com/notes/fahmi-amhar/perkara-syari-tapi-mis-context/10150490831026921</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/baitijannati.wordpress.com/710/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/baitijannati.wordpress.com/710/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/baitijannati.wordpress.com/710/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/baitijannati.wordpress.com/710/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/baitijannati.wordpress.com/710/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/baitijannati.wordpress.com/710/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/baitijannati.wordpress.com/710/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/baitijannati.wordpress.com/710/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/baitijannati.wordpress.com/710/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/baitijannati.wordpress.com/710/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/baitijannati.wordpress.com/710/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/baitijannati.wordpress.com/710/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/baitijannati.wordpress.com/710/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/baitijannati.wordpress.com/710/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&#038;blog=719720&#038;post=710&#038;subd=baitijannati&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://baitijannati.wordpress.com/2012/01/15/perkara-syari-tapi-mis-context/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5db4c5e4e99c900e96651e7e7268e5a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">faridm</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://baitijannati.files.wordpress.com/2012/01/famhar.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">famhar</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
