<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Rumahku Surgaku</title>
	<atom:link href="http://baitijannati.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://baitijannati.wordpress.com</link>
	<description>Keluarga Sakinah Mawaddah wa Rohmah</description>
	<lastBuildDate>Sun, 19 Feb 2012 16:40:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='baitijannati.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Rumahku Surgaku</title>
		<link>http://baitijannati.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://baitijannati.wordpress.com/osd.xml" title="Rumahku Surgaku" />
	<atom:link rel='hub' href='http://baitijannati.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Republik Zina Menunggu Binasa</title>
		<link>http://baitijannati.wordpress.com/2012/02/10/republik-zina-menunggu-binasa/</link>
		<comments>http://baitijannati.wordpress.com/2012/02/10/republik-zina-menunggu-binasa/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Feb 2012 10:48:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Farid Ma'ruf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Muslimah Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[zina]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://baitijannati.wordpress.com/?p=739</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Asri Supatmiati, S.Si BaitiJannati &#8211; Masih gadis sudah tidak perawan? Tak perlu mengernyitkan dahi. Saat ini perempuan belum menikah tapi sudah tidak virgin bukanlah barang langka. Survey terbaru  yang dilakukan lembaga internasional DKT bekerja sama dengan Sutra and Fiesta Condoms mengungkap, remaja tak lepas dari seks bebas. Buktinya, 462 responden berusia 15 sampai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&amp;blog=719720&amp;post=739&amp;subd=baitijannati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong>Oleh : Asri Supatmiati, S.Si</strong></p>
<p><a href="http://baitijannati.wordpress.com/" target="_blank">BaitiJannati </a>&#8211; Masih gadis sudah tidak perawan? Tak perlu mengernyitkan dahi. Saat ini perempuan belum menikah tapi sudah tidak virgin bukanlah barang langka. Survey terbaru  yang dilakukan lembaga internasional DKT bekerja sama dengan Sutra and Fiesta Condoms mengungkap, remaja tak lepas dari seks bebas. Buktinya, 462 responden berusia 15 sampai 25 tahun semua mengaku pernah berhubungan seksual. Semua, 100 persen! Dan, mayoritas mereka melakukannya pertama kali saat usia 19 tahun. Survey dilakukan Mei 2011 di Jakarta, Surabaya, Bandung, Bali, dan Yogyakarta <em>(Republika.co.id, 12/12/2011).<span id="more-739"></span></em></p>
<p>Selanjutnya, data yang diungkap lebih miris lagi. Yakni, sebanyak 88 persen hubungan seks dilakukan bersama pacar, 9 persen dengan sesama jenis (terutama wanita), dan 8 persen dengan PSK (untuk pria). Umumnya mereka melakukan zina di tempat kos (33 persen), hotel atau motel (28 persen), sementara rumah 24 persen. Lama pacaran mereka sebelum berhubungan seksual, rata-rata satu tahun.</p>
<p>Perzinaan agaknya sudah menjadi gaya hidup sebagian warga berhaluan liberal di Republik ini. Tepatnya, sejak kran liberalisasi di berbagai bidang  dibuka, <em>life style </em>ala Barat yang sarat dengan gelagak syahwat turut menjadi penumpang gelap. Dilegalkan tidak, tapi merebak di mana-mana. Pornografi, pornoaksi, pelacuran, permesuman dan hiburan maksiat, begitu dekat, mengulik urat syahwat.</p>
<p>Tak peduli lelaki baru baligh, atau gadis bau kencur, jika saraf-saraf nafsunya sudah diobrak-abrik, apa pun dilakukan. Jika pintu legal pernikahan begitu terjal, zina gratis jadi pelampiasan. Toh suka sama suka, saling menguntungkan, tak ada yang dirugikan. Dan lebih penting, toh tak ketahuan. Boro-boro dikenai rajam atau sekadar dikucilkan, dengan bangga pelaku zina mem-videokan adegan vulgarnya.</p>
<p>Bagaimana dengan memperkosa? Memang terlalu berat risikonya. Kalau zina suka sama suka, tidak ada delik pidananya. Perkosaan hanya dilakukan mereka yang “kebelet” melampiaskan nafsu tapi tak punya pacar, atau tak punya uang untuk membayar pelacur. Juga, yang tak kuat nikah karena biaya administrasinya mahal, atau tak punya calon saking tak lakunya. Dan, di negeri ini, tipe seperti inipun tak kalah banyaknya. Fenomena pemerkosaan di angkutan umum adalah salah satunya. Korbannya sudah banyak berjatuhan, perempuan semakin terancam di luar sana. Kejahatan seksual mengintai setiap detik. Kalau tak diperdaya dengan rayuan gombal, dicaplok para pemerkosa. Duh!</p>
<p><strong>Melarang atau Merangsang?</strong></p>
<p>Omong kosong jika negara melindungi warganya. Yang ada bukannya melarang, malah merangsang mereka untuk menjadi penikmat syahwat.  Memblokir situs porno hanya sebatas niat baik. Baru sejenak sudah jebol lagi. Bahkan dipelopori jajaran pejabat sendiri (ingat kasus anggota DPR yang ketahuan mengakses situs porno saat sidang?).</p>
<p>Juga, tidak pernah bersedia menghukum berat para pelaku zina. Bagaimana pelaku zina akan kapok, kalau ketahuan justru dinikahkan? Jangan heran jika kita membaca berita, tiap hari selalu ada episode-episode anyar video-video mesum amatir dengan aktor-aktris muda-mudi yang dimabuk asmara, pelajar kurang ajaran, atau pasangan selingkuh.</p>
<p>Sekali lagi, negara justru menggelontorkan kebijakan yang memperlonggar perzinaan. Media massa, novel, komik, iklan, lukisan, sinetron, film, foto, lagu dan tayangan<em> realty show</em> bertema cabul pun bebas beredar. Tidak akan dibredel sekalipun sudah protes massal oleh masyarakat. Pelacuran, eksploitasi aurat perempuan, dan tempat-tempat hiburan yang menjajakan syahwat, dibiarkan. Tidak akan ditutup asal menyumbang pajak.</p>
<p>Di sisi lain, negara membuat berbagai larangan untuk menyumbat penyaluran syahwat dengan cara-cara legal. Usia pernikahan terus dinaikkan, biaya nikah dimahalkan dan syarat penikahan diperketat. Termasuk, upaya pelarangan poligami sekalipun bagi mereka yang mampu. Mungkin memang inilah yang diharapkan negara liberal ini: industri porno menggeliat, zina dini meningkat, pemerkosaan berlipat, kehamilan di luar nikah tumbuh cepat, aborsi dipersingkat, dan lahirlah generasi-generasi bejat. Persis di Barat, yang kini di ambang kebinasaan. Akankah Republik ini diam saja menunggu saat yang sama?</p>
<p><strong>Menolak Agama?</strong></p>
<p>Fenomena di atas tentu bukan perkara remeh. Muda-mudi calon pemimpin masa depan, sudah sedemikian amoral. Berani menghalalkan zina yang jelas-jelas diharamkan. Anehnya, terhadap persoalan ini, tidak ada -kecuali kalangan Islam– yang menuding sistem hidup sekuler-liberallah yang menjadi akar masalahnya. Padahal sistem inilah yang “mewajibkan” remaja pacaran, hingga merasa tak gaul tanpa berhubungan badan dengan pujaan hatinya.</p>
<p>Sistem inilah yang mengajarkan, bahwa perempuan harus membuka auratnya, mempertontonkan kepada lelaki bukan mahromnya. Sistem inilah yang memandu tumbuh kembang remaja, tanpa didampingi kedua orangtuanya yang sangat sibuk digilas roda perekonomian. Sistem inilah yang memberhalakan materi, uang dan kenikmatan seksual.</p>
<p>Memang, mereka mengharapkan “agama” (baca: Islam) mampu menyelesaikan persoalan ini. Pada saat remaja ketahuan amoral, segera semua pihak berteriak “ini karena kurangnya pendidikan agama” atau “para ulama harusnya lebih berperan membina akhlak remaja” dan para guru dan orangtua harus menanamkan nilai-nilai moral lebih intens pada anak-anaknya.”</p>
<p>Agama dijadikan tong sampah saja, sekadar untuk memperbaiki keadaan yang sudah rusak. Anak nakal dan bandel, dikirim ke pesantren. <em>Image </em>pesantren sebagai pendidikan mulia pun babak belur. Terlebih lagi, pada saat yang sama diopinikan bahwa pesantren adalah “produsen” teroris.  Lulusan pesantren, orang-orang mukhlis itu, didakwa membahayakan eksistensi negara. Sementara para pelaku maksiat dianggap pahlawan penyumbang devisa.</p>
<p>Tapi, baiklah, agama (baca: Islam) bersedia memperbaiki keadaan. Bahkan punya sulosi komprehensif untuk menuntaskan segala persoalan. Bukan hanya mengatasi perzinaan, itu terlalu “mudah.” Bahkan mengatasi kemiskinan, kelaparan, ketimpangan sosial, kriminalitas, dll, serahkan saja padanya.</p>
<p>Tapi, mengapa ketika Islam -yang dipeluk mayoritas penduduk negeri ini– mengajukan syariatnya  sebagai solusi, dicap mengancam eksistensi negara, radikal, ekstrimis, intoleran, bahkan antipemerintah? Kenapa negara dengan setia menerapkan sekulerisme, padahal sekulerisme itu sendirilah yang melahirkan semua kebobrokan sosial ini? Sebaliknya, kenapa menuduh ideologi Islam, yang belum pernah diberi kesempatan memerintah negeri ini, dengan tuduhan-tuduhan miring? Tampak jelas, siapa yang bermuka dua, antara butuh dan tidak butuh terhadap Islam.</p>
<p>Inilah tanda-tanda akhir zaman. Ketika perzinaan merajalela dan masyarakat menganggapnya biasa. Kalau sudah begini, Republik ini tinggal menunggu kebinasaan. Diriwayatkan dalam Shahih Bukhari, Abu Malik al Asy’ari bahwa dia mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “<em>Sungguh ada dari umatku beberapa kaum yang menghalalkan/menganggap halal perzinahan, sutera, minuman keras, dan musik-musik.”</em>(HR. Bukhari)</p>
<p>Diriwayatkan pula dari Abu Hurairah r.a, dari Nabi SAW beliau bersabda: <em>“Demi Allah yang diriku di tangan-Nya, tidaklah akan binasa umat ini sehingga orang-orang lelaki menerkam wanita di tengah jalan (dan menyetubuhinya) dan di antara mereka yang terbaik pada waktu itu berkata, “alangkah baiknya kalau saya sembunyikan wanita ini di balik dinding ini.”</em> (HR. Abu Ya’la. Al Haitsami berkata, “perawi-perawinya shahih.” Lihat Majmu’ Zawaid: 7/331)(*) (<a href="http://baitijannati.wordpress.com/" target="_blank">www.baitijannati.wordpress.com</a>)</p>
<p>Sumber : <a href="http://hizbut-tahrir.or.id/2012/02/10/republik-zina-menunggu-binasa/">http://hizbut-tahrir.or.id/2012/02/10/republik-zina-menunggu-binasa/</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/baitijannati.wordpress.com/739/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/baitijannati.wordpress.com/739/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/baitijannati.wordpress.com/739/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/baitijannati.wordpress.com/739/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/baitijannati.wordpress.com/739/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/baitijannati.wordpress.com/739/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/baitijannati.wordpress.com/739/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/baitijannati.wordpress.com/739/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/baitijannati.wordpress.com/739/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/baitijannati.wordpress.com/739/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/baitijannati.wordpress.com/739/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/baitijannati.wordpress.com/739/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/baitijannati.wordpress.com/739/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/baitijannati.wordpress.com/739/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&amp;blog=719720&amp;post=739&amp;subd=baitijannati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://baitijannati.wordpress.com/2012/02/10/republik-zina-menunggu-binasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5db4c5e4e99c900e96651e7e7268e5a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">faridm</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Wahai Pria, Hormatilah Wanita!</title>
		<link>http://baitijannati.wordpress.com/2012/02/07/wahai-pria-hormatilah-wanita/</link>
		<comments>http://baitijannati.wordpress.com/2012/02/07/wahai-pria-hormatilah-wanita/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Feb 2012 21:19:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Farid Ma'ruf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Muslimah Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[pemerkosaan]]></category>
		<category><![CDATA[perkosaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://baitijannati.wordpress.com/?p=728</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Kholda Naajiyah baitijannati &#8212; Mahasiswi kebidanan ini hanya bisa menangis meratapi nasibnya. Ia menjadi korban pemerkosaan, entah ke berapa juta di dunia ini. Pelakunya bukan hanya satu, tapi lima orang pemuda mabuk. Shock kehilangan kehormatan, JM (18) pun depresi. Kisah JM hanyalah sepenggal pilu korban kejahatan. Sudah berderet-deret korban bernasib tragis akibat ulah sadis dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&amp;blog=719720&amp;post=728&amp;subd=baitijannati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong><a href="http://baitijannati.files.wordpress.com/2012/02/tersangka-perkosaan.jpg"><img class="alignright size-thumbnail wp-image-737" title="tersangka-perkosaan" src="http://baitijannati.files.wordpress.com/2012/02/tersangka-perkosaan.jpg?w=150&#038;h=84" alt="" width="150" height="84" /></a>Oleh : Kholda Naajiyah</strong></p>
<p><a href="http://baitijannati.wordpress.com/" target="_blank">baitijannati</a> &#8212; Mahasiswi kebidanan ini hanya bisa menangis meratapi nasibnya. Ia menjadi korban pemerkosaan, entah ke berapa juta di dunia ini. Pelakunya bukan hanya satu, tapi lima orang pemuda mabuk. <em>Shock</em> kehilangan kehormatan, JM (18) pun depresi.<span id="more-728"></span></p>
<p>Kisah JM hanyalah sepenggal pilu korban kejahatan. Sudah berderet-deret korban bernasib tragis akibat ulah sadis dan biadab berjatuhan. Rasanya situasi dunia saat ini sudah demikian mengerikan. Di Indonesia, negeri yang dikenal zamrud khatulistiwa pun, seolah tak ada lagi tempat yang aman, nyaman dan damai untuk menikmati hidup.</p>
<p>Tingkat sadisme sudah melewati ambang batas. Tak ada lagi hati nurani, tak ada lagi rasa kemanusiaan. Bahkan tak jarang, manusia justru berperilaku lebih rendah dari binatang. Ya, betapa sekarang begitu mudah kita menemukan berita di luar nalar seperti: ibu membunuh anak kandung, ayah menghamili anak kandung, laki-laki bersetubuh dengan sesamanya, wanita menikahi wanita, anak-anak memerkosa teman kecilnya, perempuan diperkosa rame-rame di angkot, wanita keterbelakangan mental dihamili, anak kecil dijadikan budak nafsu, dll.</p>
<p>Sungguh, kejahatan-utamanya pada perempuan, dewasa maupun anak-anak-semakin masif. Betapa tidak amannya menjadi seorang perempuan di alam liberal ini. Ibaratnya: saat kecil dicabuli, besar sedikit diperkosa atau dijual ke pelacuran, sudah hamil diaborsi atau dinikahkan dengan non Muslim, setelah nikah dicerai atau diselingkuhi, lalu ketika jadi janda dijadikan selingkuhan, dizinahi ganti-ganti. <em>Na’udubillahi minzalik. </em>Di mana letak kehormatan kaum hawa? Mengapa dunia saat ini begitu kejam terhadap perempuan?</p>
<p><strong>Kiprah Positif</strong></p>
<p>Perempuan masa kini sewaktu-waktu diintai marabahaya. Padahal, Islam tidak melarang sama sekali perempuan untuk beraktivitas. Perempuan dipersilakan mengaktualisasikan dirinya sebagaimana halnya laki-laki. Sekolah, kuliah atau bahkan bekerja dengan berbagai profesi adalah aktivitas yang tak bisa hanya dilakukan di dalam rumah. Banyak perempuan bergelar doktor atau bahkan profesor dan bertekad mengabdikan ilmunya ke masyarakat.</p>
<p>Ada yang mengabdi menjadi guru, perawat, bidan, dokter, penjahit, desainer, konsultan dan ilmuwan. Selain itu, juga menjadi pengemban dakwah yang mengedukasi kaum perempuan agar pandai menjaga harkat dan martabatnya. Umumnya, aktivitas mereka tentu di luar rumah.</p>
<p>Ketidakamanan dan kerawanan sosial tidak mungkin serta-merta membendung aktivitas positif wanita tersebut. Karena bagaimanapun, umat membutuhkan sentuhan dingin tangan-tangan para perempuan cerdas yang berkiprah di masyarakat itu. Apa jadinya jika tidak ada bidan wanita, dokter wanita, guru wanita, penjahit wanita, dai wanita dan seterusnya?</p>
<p>Artinya, keberadaan wanita memang tidak serta merta disalahkan atas kerawanan sosial ini. Yang perlu digarisbawahi, mengapa situasi dan kondisi tidak kondusif bagi pergerakan wanita di manapun mereka berada?</p>
<p><strong>Rapuhnya Hukum Sosial</strong></p>
<p>Kejahatan disebabkan banyak faktor, ibarat lingkaran setan. Pelaku kejahatan ada yang didorong desakan ekonomi, desakan nafsu, atau pengaruh lingkungan. Pengangguran, kemiskinan dan ketidakadilan mendorong orang berbuat nekat. Kriminalitas makin subur dengan dibukanya lebar-lebar peredaran minuman keras, konten porno, industri hiburan, kebebasan pers dan propaganda-propaganda menyesatkan.</p>
<p>Sistem hukum yang lemah dalam menjerat pelaku kriminal, juga makin menyuburkan kejahatan. Tak heran bila anak-anak ingusan pun sudah lihai berlakon sebagai penjahat. Mencuri, menjambret atau menipu pun sanggup.</p>
<p>Lebih dari itu, tidak tegaknya tatanan sosial berupa aturan yang tegas dalam mengatur interaksi sosial menjadi biang malapetaka ini. Interaksi laki-laki-perempuan yang campur baur tanpa aturan, membuka peluang tindak kejahatan seksual di antara mereka. Ditambah masing-masing individu tidak bertakwa-sehingga tidak saling menundukkan pandangan-maka  semakin terbuka kesempatan terjadinya kasus-kasus asusila.</p>
<p>Inilah buat diterapkannya tata aturan pergaulan ala sekulerisme, kapitalisme, dan demokrasi. Bertameng hak asasi, interaksi sosial laki-laki dan perempuan sedemikian bebasnya. Ditambah lagi keterbukaan informasi, segala informasi sampah merasuki otak-otak manusia yang sudah bejat ini. Jadilah seonggok daging bernama hati dalam diri manusia ini membusuk.</p>
<p><strong>Resakralisasi Nizham Ijtima’i</strong></p>
<p>Penerapan sistem sosial Islam sebagai salah satu pilar mewujudkan masyarakat yang mulia, bermartabat dan harmonis adalah suatu keharusan. Aturan inilah yang mampu mewujudkan keharmonisan masyarakat yang berperadaban mulia. Aturan ini harus dikembalikan pada posisinya yang sakral, sebagaimana dahulu ketika globalisasi budaya sampah dari Barat belum mendunia. Sebaliknya, tata pergaulan Islam (<em>an-nizham al-ijtima’i</em>) inilah yang harus diglobalkan.</p>
<p>Tentu, sistem sosial ini tak bisa berdiri sendiri demi meminimalkan, atau bahkan menghapuskan kriminalitas, khususnya kejahatan seksual. Harus ditopang negara yang kuat yang disokong sistem hukum yang tegas, sistem ekonomi yang adil, sistem pendidikan yang cerdas dan sistem Islam lainnya dalam naungan khilafah.</p>
<p>Di antara aturan tersebut, negara wajib mengatur secara tegas batas interaksi antara laki-laki dan perempuan. Kehidupan laki-laki terpisah dari kehidupan perempuan. Semua pintu yang mengarah pada pergaulan bebas dan aktivitas campur-baur (<em>ikhtilath</em>) laki-laki dan perempuan ditutup rapat-rapat. Perempuan dan laki-laki yang bukan mahram dilarang berduaan dan bersepi-sepi (<em>khalwat</em>). Perempuan hanya dibolehkan keluar rumah dengan pakaian sempurna (jilbab dan khimar) dan dengan menaati tata pergaulan Islam.</p>
<p>Namun demikian, laki-laki dan perempuan boleh bertemu dan berinteraksi dalam berbagai aktivitas saat ada kepentingan yang dibolehkan syariah seperti urusan jual-beli, kesehatan, pendidikan, perwakilan (wakalah); atau dalam rangka melaksanakan perintah syariah semisal haji, zakat, menjenguk orang sakit dan sebagainya.</p>
<p>Dengan penerapan hukum-hukum Islam telah terjamin sebuah kehidupan masyarakat yang mulia dan beradab. Laki-laki dan perempuan melaksanakan aktivitas kehidupan sehari-hari dengan cara yang terhormat. Laki-laki wajib menghargai, menghormati dan melindungi perempuan. Tidak memperlakukannya keji dan biadab.</p>
<p>Imam Ali as menukil hadits dari Rasulullah SAW mengatakan, “Seseorang tidak akan menghormati kaum perempuan, kecuali jika orang tersebut berjiwa besar dan mulia. Dan seseorang tidak akan merendahkan kaum perempuan, kecuali jika orang itu berjiwa rendah dan hina.”</p>
<p>Dalam sejarah panjang kekhilafahan selama 13 abad, sangat sedikit ditemukan perempuan sebagai korban kekejian. Kaum perempuan tetap berkecimpung di dunia sains dan akademik tanpa mengurangi sedikitpun kualitas keagamaan, iffah, ketakwaan, kepribadian dan martabatnya sebagai Muslimah. Mereka juga tidak mendapat hambatan apapun di ranah ilmu keagamaan.</p>
<p>Sudah selayaknya mereka bisa berkiprah di masyarakat sambil tetap mempertahankan hijab dan wibawanya sebagai muslimah sejati. Ini hanya bisa terwujud jika negara benar-benar mencampakkan sekulerisme-kapitalisme.(<a href="http://baitijannati.wordpress.com/" target="_blank">www.baitijannati.wordpress.com</a>)</p>
<p>Sumber : <a href="http://hizbut-tahrir.or.id/2012/02/07/wahai-pria-hormatilah-wanita/">http://hizbut-tahrir.or.id/2012/02/07/wahai-pria-hormatilah-wanita/</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/baitijannati.wordpress.com/728/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/baitijannati.wordpress.com/728/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/baitijannati.wordpress.com/728/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/baitijannati.wordpress.com/728/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/baitijannati.wordpress.com/728/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/baitijannati.wordpress.com/728/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/baitijannati.wordpress.com/728/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/baitijannati.wordpress.com/728/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/baitijannati.wordpress.com/728/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/baitijannati.wordpress.com/728/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/baitijannati.wordpress.com/728/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/baitijannati.wordpress.com/728/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/baitijannati.wordpress.com/728/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/baitijannati.wordpress.com/728/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&amp;blog=719720&amp;post=728&amp;subd=baitijannati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://baitijannati.wordpress.com/2012/02/07/wahai-pria-hormatilah-wanita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5db4c5e4e99c900e96651e7e7268e5a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">faridm</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://baitijannati.files.wordpress.com/2012/02/tersangka-perkosaan.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">tersangka-perkosaan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ikhwan &#8211; Akhwat &#8211; Ta&#8217;aruf</title>
		<link>http://baitijannati.wordpress.com/2012/02/05/ikhwan-akhwat-taaruf/</link>
		<comments>http://baitijannati.wordpress.com/2012/02/05/ikhwan-akhwat-taaruf/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Feb 2012 05:03:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Farid Ma'ruf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pra Nikah]]></category>
		<category><![CDATA[taaruf vs pacaran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://baitijannati.wordpress.com/?p=721</guid>
		<description><![CDATA[oleh Ustadz Felix Siauw 01. ada temen nanya, mas kalo ta&#8217;aruf trus ajak jalan2 beduaan gitu boleh nggak dalam Islam?, sy jawab &#8220;nggak, maksiat tu namanya, khalwat&#8221; &#160; 02. &#8220;dlm Islam khalwat (dua2an tanpa mahram) tu gak boleh, krn kata Rasul yg ketiganya setan&#8221; (makanya jgn deket2 org pacaran, dikira setan) &#160; 03. dia nanya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&amp;blog=719720&amp;post=721&amp;subd=baitijannati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;">oleh <a href="http://www.facebook.com/UstadzFelixSiauw">Ustadz Felix Siauw</a></p>
<p><a href="http://baitijannati.files.wordpress.com/2012/02/taarufvspacaran.jpg"><img class="alignright  wp-image-722" title="taarufvspacaran" src="http://baitijannati.files.wordpress.com/2012/02/taarufvspacaran.jpg?w=180&#038;h=186" alt="" width="180" height="186" /></a>01. ada temen nanya, mas kalo ta&#8217;aruf trus ajak jalan2 beduaan gitu boleh nggak dalam Islam?, sy jawab &#8220;nggak, maksiat tu namanya, khalwat&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>02. &#8220;dlm Islam khalwat (dua2an tanpa mahram) tu gak boleh, krn kata Rasul yg ketiganya setan&#8221; (makanya jgn deket2 org pacaran, dikira setan)<span id="more-721"></span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>03. dia nanya lg &#8220;kl nelp2 aja, kan gak khalwat toh mas?&#8221; &gt;&gt; sy jwb &#8220;sama aja, berdua2an di dunia maya, sayang2an, terbuai2an, pliss deh!&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>04. dia gak puas &#8220;kl ta&#8217;aruf disitu ada adiknya yg SD boleh nggak?&#8221; &gt;&gt; sy jawab &#8220;nggaaaaak! (sambil *jitak) sama aja itu mah&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>05. dia tobat lalu nanya &#8220;jadi gmn dong mas?&#8221; &gt;&gt; sy jwb &#8220;datengi ayah ibunya, ngobrol ttg rencanamu mau nikahin anaknya, be a man&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>06. eh dia nanya lg &#8220;kan ta&#8217;aruf sama orangnya bukan bpk/ibuny? &gt;&gt; sy jwb &#8220;ya iya lah, tapi yg punya dia kan bapaknya, kcuali dia janda?!&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>07. mukanya mupeng, nanya lg &#8220;kl kita ta&#8217;aruf tapi urusannya diserahkan pada Allah kapan nikahnya?&#8221; &gt;&gt; sy jwb &#8220;wah, antum mah gak serius..&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>08. &#8220;lha terus gmn mas, sy kan msh kuliah?&#8221; &gt;&gt; sy jawab aja &#8220;ya udah, putusin aja..&#8221; <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>&nbsp;</p>
<p>09. dear muslimah yg dirahmai Allah, suatu hal yg baik (apalagi nikah) mestilah diawali dengan hal yang baik pula, betul apa betul? <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>&nbsp;</p>
<p>10. kalo awalnya ukhti udah diajak maksiat (belum juga nikah) dengan pacaran, susah dia bisa nunjukin jalan yg bener pas dah nikah</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>11. kl dia berani bermaksiat padahal Allah slalu liat, siapa yang jamin stelah nikah nanti dia gak maksiat sama yg lain saat ukhti tak liat?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>12. kl sekarang aja dia dah berani nabur benih dosa, kira2 apa yg dipanen nanti pas dah nikah? &gt;&gt; masya Allah..</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>13. bukan iri, bukan nyinyir, cuma melaksanakan kewajiban dan tanda kasih dari sesama Muslim buat muslim yang lain, gak ada manfaat pacaran</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>14. laki2 soleh dididik Nabi saw untuk menjauhi wanita sebagai bentuk pe-mulia-an kepadanya, bukan karna tak suka, hanya menghormati</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>15. laki2 soleh dididik al-Qur&#8217;an untuk menghormati dan memuliakan wanita dengan meminangnya apabila dia memang sudah siap, bukan pelarian</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>16. laki2 yg soleh melindungi kehormatan dirinya dan namanya dengan berdiam dari urusan2 yang belum mampu dia kerjakan, termasuk nikah</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>17. jadi muslimah, jangan tertipu, bentar lagi banyak cowok2 yg mau enaknya doang cuma modal coklat n kata2 saduran, jiplakan ndeso</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>18. modal coklat n kata2 manis memikat, namun tak ada yg ditawarkan pada masa depan kecuali gelimang dosa dan makisiat.. masya Allah</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>19. semoga dengan beristiqamah, Allah pilihkan bagimu laki2 terbaik yang dengannya engkau dicemburui bidadari, yg mjaga kehormatan <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>&nbsp;</p>
<p>follow<strong> @felixsiauw</strong> on twitter for more.. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Sumber : http://www.facebook.com/notes/ustadz-felix-siauw/ikhwan-akhwat-taaruf/10150629383201351</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/baitijannati.wordpress.com/721/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/baitijannati.wordpress.com/721/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/baitijannati.wordpress.com/721/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/baitijannati.wordpress.com/721/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/baitijannati.wordpress.com/721/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/baitijannati.wordpress.com/721/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/baitijannati.wordpress.com/721/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/baitijannati.wordpress.com/721/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/baitijannati.wordpress.com/721/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/baitijannati.wordpress.com/721/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/baitijannati.wordpress.com/721/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/baitijannati.wordpress.com/721/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/baitijannati.wordpress.com/721/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/baitijannati.wordpress.com/721/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&amp;blog=719720&amp;post=721&amp;subd=baitijannati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://baitijannati.wordpress.com/2012/02/05/ikhwan-akhwat-taaruf/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5db4c5e4e99c900e96651e7e7268e5a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">faridm</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://baitijannati.files.wordpress.com/2012/02/taarufvspacaran.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">taarufvspacaran</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bersahabat dengan Anak</title>
		<link>http://baitijannati.wordpress.com/2012/02/04/bersahabat-dengan-anak/</link>
		<comments>http://baitijannati.wordpress.com/2012/02/04/bersahabat-dengan-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Feb 2012 22:03:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Farid Ma'ruf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Jundiku]]></category>
		<category><![CDATA[bersahabat dengan anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://baitijannati.wordpress.com/?p=731</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Zulia Ilmawati BaitiJannati &#8212; Setiap manusia, tidak terkecuali anak, membutuhkan sahabat dalam hidupnya. Anak membutuhkan sahabat untuk bermain, berinteraksi dan berbagi cerita tentang pengalaman sehari-hari. Sahabat bisa membuat anak lebih terbuka karena posisi mereka sejajar, bisa saling mengisi, sekalipun sering diselingi pertengkaran. Karena itu, sahabat penting untuk anak karena membuat mereka banyak belajar dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&amp;blog=719720&amp;post=731&amp;subd=baitijannati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong>Oleh : Zulia Ilmawati</strong></p>
<p><a href="http://baitijannati.files.wordpress.com/2012/02/ibu_anak_baca-buku.jpg"><img class="alignright size-thumbnail wp-image-735" title="ibu_anak_baca-buku" src="http://baitijannati.files.wordpress.com/2012/02/ibu_anak_baca-buku.jpg?w=150&#038;h=123" alt="" width="150" height="123" /></a><a href="http://baitijannati.wordpress.com/" target="_blank">BaitiJannati</a> &#8212; Setiap manusia, tidak terkecuali anak, membutuhkan sahabat dalam hidupnya. Anak membutuhkan sahabat untuk bermain, berinteraksi dan berbagi cerita tentang pengalaman sehari-hari. Sahabat bisa membuat anak lebih terbuka karena posisi mereka sejajar, bisa saling mengisi, sekalipun sering diselingi pertengkaran. Karena itu, sahabat penting untuk anak karena membuat mereka banyak belajar dan merasa senang.<span id="more-731"></span></p>
<p>Bersahabat dengan anak, merupakan salah satu bentuk pola pengasuhanyang dapat diterapkan orangtua dalam pendidikan anak. Dalam kesehariannya, anak-anak tidak hanya membutuhkan orangtua sebagai teladan, tetapi juga membutuhkan sosok sahabat yang bisa menjadi partner dalam dunianya sehingga ia merasa senang, ceria dan nyaman dengan diri dan lingkungannya.</p>
<p>Sebagai sosok yang terdekat dengan anak, orangtua harus bisa berperan dan memposisikan diri sebagai sahabat mereka. Sebagai sahabat, semestinya orangtua akan bisa menjadi teman yang menyenangkan buat anak, membantu menyelesaikan masalah, mengingatkan kalau berbuat salah atau hanya sekadar tempat menumpahkan keluh-kesah, bertukar pengalaman dan sebagainya.<br />
<strong>Mengapa Perlu Bersahabat dengan Anak?</strong></p>
<p>Teman tidak selamanya dapat memberikan nasihat yang terbaik buat anak, apalagi jika mereka masih anak-anak atau remaja. Teman yang dipilih anak ada kalanya bukan teman yang baik, kadang malah menjerumuskan anak. Bersahabat dengan anak, membuat kita sebagai orangtua akan semakin mudah memahami sifat dan karakter anak, kekurangan dan kelebihannya serta kebiasaan baik dan buruk anak. Dengan begitu kita bisa mengoptimalkan potensinya dan memperbaiki kekurangan anak. Bersahabat dengan anak juga akan meringankan orangtua karena biasanya ia akan bercerita kepada kita tentang apa saja yang dialami.</p>
<p>Semestinya orangtua adalah sosok pertama yang didatangi jika anak mengalami masalah. Maka dari itu, mulailah bersahabat dengan anak sejak dini. Jangan tunggu sampai anak besar. Berapapun waktu yang tersisa di sela-sela kesibukan orangtua harus dimanfaatkan dengan benar. Semakin dini hubungan terjalin, semakin baik bagi perkembangan hubungan dan mental anak.</p>
<p>Komunikasi yang lancar dan harmonis antara orangtua dan anak akan memudahkan orangtua dalam menerapkan pola dan metode pengasuhan dalam pendidikan keluarga. Komunikasi merupakan jalan untuk menumbuhkan pengertian dan kepercayaan sehingga hubungan orangtua anak lebih terbuka dan harmonis. Kepercayaan dari anak ini sangat berarti hingga ia besar nanti. Saat ia menghadapi masalah ia akan menjadikan orangtua sebagai tempat curahan hati dan berbagi beban. Pemahaman, pengertian, kepercayaan dan jalinan komunikasi yang lancar merupakan modal utama kekuatan sebuah hubungan, termasuk hubungan orangtua dan anak.</p>
<p>Rasulullah saw. memberikan teladan bagi kita bagaimana beliau sangat dekat dengan anak-anak. Rasulullah saw. biasa menemani anak-anak dalam banyak kesempatan. Suatu saat menemani Ibnu Abbas berjalan berdua. Pada kesempatan lain menemani keponakannya, Ja’far. Kadang-kadang beliau juga menemani Anas. Menjadi hak anak, mendapatkan pendampingan dari orangtua.<br />
<strong>Kiat Menjadi Sahabat Anak</strong></p>
<p><strong><em>Pertama</em></strong>: Jadilah pendengar yang baik dan aktif untuk anak sehingga ia merasa dihargai dan dicintai. Berikan respon positif dan logis ketika anak bercerita atau curhat, karena kitalah sahabat terbaik mereka. Ajukan pertanyaan-pertanyaan seputar ceritanya, tetapi jangan sampai membuat privasinya terusik dan terganggu. Berikan saran atau pendapat yang bisa ia mengerti sebagai anak-anak. Tidak sedikit orangtua yang memaksakan anaknya untuk selalu menerima pendapat atau jalan pikiran sendiri. Tanpa sadar, orangtua sering menerapkan komunikasi satu arah, orangtua bicara, anak harus mendengar. Apapun yang mereka katakan, sebaiknya perlihatkan bahwa kita menghargai pendapatnya. Setidaknya beri anak kesempatan untuk mengungkapkan pikiran dan tunjukkan bahwa kita mendengarkan. Bangun rasa saling pengertian; masing-masing pihak berusaha memahami sudut pandang pihak lain. Di sini, lagi-lagi orangtua yang harus mengawali.</p>
<p><strong><em>Kedua</em></strong>: Libatkan diri kita dalam kegiatan dan dunia anak. Seorang sahabat akan berupaya memahami apa yang disukai dan tidak disukai sahabatnya. Sebagai sahabat, orangtua harus mampu menyelami dunia anak. Temani dan dampingi anak ketika bermain. Pahami kebiasaan-kebiasaan yang ia lakukan saat bermain. Perhatikan pola bermain anak. Ajaklah anak berbicara secara aktif agar kecerdasannya terstimulasi secara efektif.Sekali waktu Rasulullah saw. pernah lama sekali sujud dalam shalatnya. Salah seorang sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya engkau lama sekali sujud hingga kami mengira ada sesuatu kejadian atau Anda sedang menerima wahyu.” Nabi Muhammad saw. menjawab, “Tidak ada apa-apa. Aku ditunggangi oleh cucuku, maka aku tidak mau tergesa-gesa sampai dia puas.” Anak yang dimaksud ialah Hasan atau Husain.</p>
<p><strong><em>Ketiga</em></strong>: Berikan teguran secara proporsional dan rasional. Ketika anak berbuat salah, tegur ia dengan sikap tidak menghakimi. Jangan mengekspresikan kemarahan berlebihan yang akan membuat dirinya tertekan dan merasa direndahkan. Hal ini  akan berdampak negatif terhadap perkembangan kepribadiannya. Suatu ketika seorang anak kecil dibawa kepada Nabi Muhammad saw. untuk didoakan dan diberi nama. Anak tersebut dipangku oleh beliau. Tiba-tiba anak itu kencing, lalu orang-orang yang melihatnya berteriak. Beliau berkata, “Jangan diputuskan anak yang sedang kencing, biarkanlah dia sampai selesai dulu kencingnya.” Beliau pun berdoa dan memberi nama, kemudian membisiki orangtuanya supaya jangan mempunyai perasaan bahwa beliau tidak senang terkena air kencing anaknya. Ketika mereka telah pergi, beliau mencuci sendiri pakaian yang terkena kencing tadi.</p>
<p><strong><em>Keempat</em></strong>: Berikan pujian untuk setiap keberhasilan yang dia raih agar ia merasa dihargai dan termotivasi. Rasulullah saw. senang bermain-main dengan anak-anak dan kadang-kadang beliau memangku mereka. Beliau menyuruh Abdullah, Ubaidillah, dan lain-lain dari putra-putra pamannya Al-Abbas <em>ra</em>. untuk berbaris lalu berkata, “Siapa yang terlebih dulu sampai kepadaku akan aku beri sesuatu (hadiah).” Lalu mereka pun berlomba-lomba menuju beliau, kemudian duduk di pangkuan beliau. Rasulullah saw. kemudian menciumi mereka dan memeluk mereka. Berikan penghargaan atas semua perbuatan baik yang dilakukan oleh anak walaupun hanya sekadar pujian, ciuman atau pelukan. Dengan begitu, anak belajar untuk menghargai dirinya sendiri dan akan berusaha keras untuk menjadi yang terbaik demi menyenangkan hati orangtuanya.</p>
<p><strong><em>Kelima</em></strong>: Berikan kepercayaan kepada anak. Dalam persahabatan ada kepercayaan dan penghargaan atas kemampuan sahabatnya. Sesekali biarkan anak mencoba sendiri hal-hal yang ingin dia lakukan, asal tidak membahayakannya, seperti mandi dan makan sendiri atau mencoba permainan baru. Cara ini dapat menumbuhkan kepercayaan dirinya, tidak selalu bergantung kepada orang lain, merasa dihargai dan bisa mandiri. Dengan penghargaan dan kepercayaan, kemampuannya akan lebih berkembang.</p>
<p><strong><em>Keenam</em></strong>: Jadilah orangtua yang menyenangkan buat anak. Orangtua yang menyenangkan akan membuat anak merasa aman dan nyaman di dekatnya. Dengan begitu, ketika memberikan pemahaman kepada anak tentang suatu hal, maka anak dengan mudah dan enak akan memahami dan menerima. Komunikasi akan berjalan baik jika anak merasa aman dan nyaman saat berdekatan dengan orang tuanya. Bila anak sudah merasa aman atau nyaman berkomunikasi dengan kita, maka ia akan lebih terbuka. Ketika melakukan kesalahan, biasanya ia akan dengan sukarela mengaku pada orangtuanya. Sebaliknya, kalau mereka sudah takut dan merasa terancam, maka komunikasi pun tidak akan berlangsung baik.</p>
<p><strong><em>Ketujuh</em></strong>: Jangan malu mengakui kesalahan atau kekurangan diri. Jangan ragu untuk belajar kepada anak jika memang mereka memiliki ilmu yang belum kita miliki. Orangtua, harus selalu siap dikoreksi.</p>
<p><strong><em>Kedelapan</em></strong>: Ungkapkan rasa sayang. Katakan bahwa kita mencintai dirinya, bagaimanapun keadaannya. Tunjukkan pula dengan sikap sehingga jika anak sedang berbuat salah, ia tak perlu ragu mengakuinya kepada kita.<br />
Dengan berusaha menjadi sahabat, insya Allah orangtua akan menjadi lebih dekat dengan anak. Bila anak merasa dekat dengan orangtua, proses pendidikan juga insya Allah akan berjalan lebih lancar. Anak tidak merasa takut atau terbebani. Anak akan lebih mudah menerima arahan orangtua, sedemikan sehingga harapan orangtua agar anaknya kelak tumbuh menjadi anak yang shalih, seorang pejuang Islam terpercaya, insya Allah juga akan mudah diwujudkan.<em> AlLahu a’lam. (<a href="http://baitijannati.wordpress.com/" target="_blank">www.baitijannati.wordpress.com</a>)</em></p>
<p><em></em><strong>[<em>Zulia Ilmawati</em></strong><em> adalah Pemerhati Masalah Anak dan Keluarga.</em><strong>]</strong></p>
<p>Sumber : Majalah Al Waie edisi Februari 2012</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/baitijannati.wordpress.com/731/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/baitijannati.wordpress.com/731/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/baitijannati.wordpress.com/731/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/baitijannati.wordpress.com/731/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/baitijannati.wordpress.com/731/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/baitijannati.wordpress.com/731/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/baitijannati.wordpress.com/731/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/baitijannati.wordpress.com/731/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/baitijannati.wordpress.com/731/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/baitijannati.wordpress.com/731/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/baitijannati.wordpress.com/731/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/baitijannati.wordpress.com/731/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/baitijannati.wordpress.com/731/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/baitijannati.wordpress.com/731/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&amp;blog=719720&amp;post=731&amp;subd=baitijannati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://baitijannati.wordpress.com/2012/02/04/bersahabat-dengan-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5db4c5e4e99c900e96651e7e7268e5a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">faridm</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://baitijannati.files.wordpress.com/2012/02/ibu_anak_baca-buku.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">ibu_anak_baca-buku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perkara Syar&#8217;i Tapi Mis-Context</title>
		<link>http://baitijannati.wordpress.com/2012/01/15/perkara-syari-tapi-mis-context/</link>
		<comments>http://baitijannati.wordpress.com/2012/01/15/perkara-syari-tapi-mis-context/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Jan 2012 02:21:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Farid Ma'ruf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[poligami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://baitijannati.wordpress.com/?p=710</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Dr. Fahmi Amhar Baitijannati &#8211; Ada perkara-perkara mubah yang diizinkan oleh syariat Islam, tetapi hanya pasti barokahnya bila sistem Islam diterapkan di atasnya. Sedang bila dipaksakan pada context sistem &#8220;turbo-capitalisme&#8221; saat ini, tantangan dan resiko kegagalannya terlalu besar. Misalnya: - menikah di usia dini Karena pendidikan yang diberikan saat ini tidak menyiapkan orang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&amp;blog=719720&amp;post=710&amp;subd=baitijannati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong>Oleh : Dr. Fahmi Amhar</strong></p>
<p><strong><em><a href="http://baitijannati.files.wordpress.com/2012/01/famhar.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-711" title="famhar" src="http://baitijannati.files.wordpress.com/2012/01/famhar.jpg" alt="" width="180" height="137" /></a>Baitijannati </em></strong>&#8211; Ada perkara-perkara mubah yang diizinkan oleh syariat Islam, tetapi hanya pasti barokahnya bila sistem Islam diterapkan di atasnya. Sedang bila dipaksakan pada context sistem &#8220;turbo-capitalisme&#8221; saat ini, tantangan dan resiko kegagalannya terlalu besar. Misalnya:<span id="more-710"></span></p>
<p>- <strong>menikah di usia dini</strong></p>
<p>Karena pendidikan yang diberikan saat ini tidak menyiapkan orang sehingga sebelum baligh sudah tahu segala kewajiban syar&#8217;inya.  Walhasil setelah menikah terus didera banyak sekali masalah, tidak sedikit yang justru menjadi kontra produktif untuk dakwah.</p>
<p>- <strong>menikah sirri</strong></p>
<p>Karena pemerintah hanya punya komitmen untuk melindungi pernikahan yang secara administratif tercatat resmi. Sebaliknya, banyak orang sengaja menikah sirri untuk menghindari konsekuensi hukum dari pernikahannya, misalnya pegawai korporasi tertentu dilarang menikah dengan sesama pegawai, padahal mereka kenalnya ya itu, jadi terpaksa menikah sirri, daripada salah satu dipecat!</p>
<p>- <strong>menikahi wanita ahli kitab  </strong></p>
<p>Karena tidak ada jaminan akan melengkapi &#8220;melihat Islam&#8221; yang sebelumnya hanya ditemukan di ruang publik menjadi juga di ruang privat.  Dalam negara Islam, seorang wanita ahli kitab melihat syariat Islam yang penuh berkah dilaksanakan di ruang publik.  Di sekolah dia melihat Islam.  Di tempat kerja dia melihat Islam.  Tetapi seperti apa Islam di dalam rumah tangga, sementara dia lahir dan dibesarkan bukan di keluarga muslim?  Untuk itulah, Islam memberikan kesempatan dia melihat Islam dipraktekkan di dalam keluarga, dengan menjadi istri seorang lelaki muslim yang shaleh. Kalau sekarang kebalikannya!  Di luar rumah yang ada hanya kapitalisme, sekulerisme, liberalisme.  Apakah seorang lelaki muslim justru akan menambah masalah dengan memasukkan wanita yang belum mengenal Islam ke dalam keluarganya?</p>
<p>- <strong>menikahi lebih dari 1 istri  </strong></p>
<p>Karena negara tidak akan pro-aktif campur tangan bila ada istri-istri yang ditelantarkan.  Negara ini hanya datang ketika &#8220;dipanggil&#8221; oleh istri yang menggugat cerai.  Padahal ada istri yang &#8220;tahu diri&#8221;, bahwa dia kalah cantik, kalah muda, kalah cerdas, tidak akan &#8220;laku&#8221; lagi bila cerai, sehingga akhirnya pasrah didholimi demikian.  Hanya negara Islam yang akan proaktif menjaga agar tidak ada satupun warganya yang terdholimi oleh warga lainnya, hatta itu suaminya sendiri.</p>
<p>- <strong>memiliki banyak anak  </strong></p>
<p>Karena bisa jadi justru akan menjadi mangsa pola konsumsi dan sistem pendidikan kapitalis.  Dalam negara Islam, setiap jiwa dijamin oleh negara.  Jadi banyak anak memang banyak rejeki, karena nantinya pendidikannya dijamin negara. Kalau sakit juga ada jaminan kesehatan dari negara.  Sekarang?  Banyak anak, berarti orang tua makin kewalahan mengurusnya.  Akhirnya anak diserahkan &#8220;dididik&#8221; oleh TV yang acaranya tidak islami.  Masuk sekolah kalau yang murah ya konten Islamnya minimal.  Jadilah banyak anak hanya memberikan lebih banyak korban untuk kapitalsme.</p>
<p>Jadi marilah, kita lebih proporsional dan kontekstual dalam mengatakan &#8220;syariat Islam&#8221;, termasuk ketika setengah menganjurkan untuk &#8220;menikah dini &#8211; daripada pacaran&#8221;, membela &#8220;menikah sirri &#8211; daripada berzina&#8221;, mensunnahkan &#8220;berpoligami &#8211; untuk membuat lebih banyak wanita bahagia&#8221;, mendorong &#8220;banyak anak &#8211; karena Nabi akan berbangga dengan jumlah ummatnya&#8221;, ataupun sebaliknya, menggugat kehalalan &#8220;menikahi ahli kitab&#8221;.  Semua ada konteksnya !Konteksnya adalah: ADA NEGARA YANG BERKOMITMEN MENERAPKAN SISTEM ISLAM DI ATASNYA. (<a href="http://baitijannati.wordpress.com/" target="_blank">www.baitijannati.wordpress.com</a>)</p>
<p>Sumber : <a href="http://www.facebook.com/notes/fahmi-amhar/perkara-syari-tapi-mis-context/10150490831026921">http://www.facebook.com/notes/fahmi-amhar/perkara-syari-tapi-mis-context/10150490831026921</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/baitijannati.wordpress.com/710/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/baitijannati.wordpress.com/710/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/baitijannati.wordpress.com/710/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/baitijannati.wordpress.com/710/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/baitijannati.wordpress.com/710/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/baitijannati.wordpress.com/710/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/baitijannati.wordpress.com/710/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/baitijannati.wordpress.com/710/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/baitijannati.wordpress.com/710/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/baitijannati.wordpress.com/710/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/baitijannati.wordpress.com/710/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/baitijannati.wordpress.com/710/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/baitijannati.wordpress.com/710/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/baitijannati.wordpress.com/710/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&amp;blog=719720&amp;post=710&amp;subd=baitijannati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://baitijannati.wordpress.com/2012/01/15/perkara-syari-tapi-mis-context/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5db4c5e4e99c900e96651e7e7268e5a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">faridm</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://baitijannati.files.wordpress.com/2012/01/famhar.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">famhar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menjadi Ibu Kreatif</title>
		<link>http://baitijannati.wordpress.com/2011/12/27/menjadi-ibu-kreatif/</link>
		<comments>http://baitijannati.wordpress.com/2011/12/27/menjadi-ibu-kreatif/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Dec 2011 10:53:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Farid Ma'ruf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kiat Praktis]]></category>
		<category><![CDATA[ibu kreatif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://baitijannati.wordpress.com/?p=742</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Kholda Naajiyah BaitiJannati &#8212; Menjadi ibu adalah sunatullah bagi para perempuan. Sebuah fase kehidupan yang seolah mengalir, tampak mudah dilakoni oleh semua perempuan.  Padahal, banyak hal baru yang ditemui ibu seiring dengan perannya sebagai manajer rumah tangga. Saat menikah, ia dituntut mampu melayani suami dengan baik. Menyediakan makanan kesukaannya, segala keperluannya, hingga memuaskan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&amp;blog=719720&amp;post=742&amp;subd=baitijannati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong>Oleh : Kholda Naajiyah</strong></p>
<p><a href="http://baitijannati.files.wordpress.com/2012/02/ibu_kreatif.jpg"><img class="alignright size-thumbnail wp-image-743" title="ibu_kreatif" src="http://baitijannati.files.wordpress.com/2012/02/ibu_kreatif.jpg?w=150&#038;h=141" alt="" width="150" height="141" /></a><a href="http://baitijannati.wordpress.com/" target="_blank">BaitiJannati</a> &#8212; Menjadi ibu adalah sunatullah bagi para perempuan. Sebuah fase kehidupan yang seolah mengalir, tampak mudah dilakoni oleh semua perempuan.  Padahal, banyak hal baru yang ditemui ibu seiring dengan perannya sebagai manajer rumah tangga.<span id="more-742"></span></p>
<p>Saat menikah, ia dituntut mampu melayani suami dengan baik. Menyediakan makanan kesukaannya, segala keperluannya, hingga memuaskan nalurinya. Lalu ketika hamil, ia harus belajar bagaimana menjadi calon ibu. Apa yang harus dilakukan selama masa kehamilan, bagaimana agar lancar dalam persalinan, dst. Begitu si kecil lahir, tambah banyak lagi pelajaran yang harus diserap ibu: bagaimana cara menyusui, merawat bayi, jika bayi sakit, dst.</p>
<p>Ketika di bayi tumbuh menjadi kanak-kanak, ibu harus terus memberikan rangsangan, mendampinginya bermain sembari belajar, mengajarkannya berbagai ilmu kehidipan, dst. Pendek kata, ibu adalah murid, di mana sepanjang usianya harus terus belajar. Sebab, tidak ada ilmu pasti, bagaimana menjalankan peran sebagai ibu. Setiap saat, setiap waktu ada pelajaran baru yang harus dipelajarinya. Untuk itu, ibu dituntut kreatif, terlebih memang tidak ada sekolah khusus bagi kaum ibu.</p>
<p>Berikut beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk menjadi kreatif:</p>
<p><strong>1. Mencoba hal-hal baru</strong></p>
<p>Dalam hal apapun, ibu jangan takut mencoba hal-hal baru yang selama ini belum pernah dilakukan. Yang penting halal, boleh dipraktikkan. Seperti mencoba resep masakan baru, yang belum pernah disajikan di rumah. Menyediakan cemilan yang belum pernah disajikan, sehingga penghuni rumah tidak bosan. Termasuk mendesain ulang interior. Ya, sekali waktu, ubahlah penempatan perabot rumah atau mengganti warna cat tembok. Suasana baru, akan menimbulkan semangat baru. Terlebih anak-anak, cepat sekali bosan. Desain ulang kamarnya, niscaya membuat anak betah beraktivitas di kamar  “baru”-nya.</p>
<p><strong>2. Terus belajar</strong></p>
<p>Belajar bisa dilakukan kapan saja, di mana saja dan melalui cara apa saja. Ibu pun harus menambah wawasannya, baik membaca buku, mengikuti pelatihan/seminar, browsing internet, dll. Dalam kaidah Islam ada ungkapan seperti: “belajarlah sampai ke negeri Cina”, “belajar dari sejak buaian ibu sampai ke liang lahat”, ”untuk meraih kebahagaiaan di dunia capailah dengan ilmu, untuk meraih kebahagiaan di akhirat capailah dengan ilmu dan untuk meraih kedua-duanya capailah dengan ilmu”. Itu adalah ungkapan untuk memotivasi kita dalam membangun semangat belajar. Dan orang yang selalu belajar akan memiliki pola pikir kreatif dalam kesehariannya.</p>
<p><strong>3. <em>Sharing</em> dengan orang-orang kreatif</strong></p>
<p>Jika ingin mengetahui karakter seseorang, lihatlah dengan siapa dia berteman. Itu mungkin ungkapan yang tepat untuk menggambarkan betapa pentingnya arti seorang teman. Jika Anda selalu berhubungan dengan orang-orang kreatif, Anda akan menjadi orang kreatif. Jadi, sekali waktu ngobrollah dengan teman soal kerumahtanggaan. Muslimah tak harus membahas soal  dakwah melulu dengan teman satu pengajian, tapi juga <em>sharing</em> tentang pernak-pernik rumah tangga. Niscaya ada inspirasi-inspirasi baru dari obrolan itu.</p>
<p><strong>4. Ciptakan suasana kondusif</strong></p>
<p>Buatlah rumah tempat yang nyaman dan menyenangkan bagi seluruh anggota keluarga, juga tamu atau saudara yang datang. Suasana yang menyenangkan (<em>fun</em>), penuh rasa humor, spontan, dan memberi ruang bagi individu untuk melakukan berbagai permainan atau percobaan. Jangan jadikan rumah tegang karena seluruh penghuni serius atau lengang tanpa obrolan plus candaan. Meski tetap menjaga suasana spiritual, memegang teguh rasa hormat, kepercayaan dan komitmen sebagai norma yang berlaku, suasana rumah yang “cair” membantu penghuni merasa bahagia. (<a href="http://baitijannati.wordpress.com/" target="_blank">www.baitijannati.wordpress.com</a>)</p>
<p>Sumber : Tabloid Media Umat edisi 62</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/baitijannati.wordpress.com/742/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/baitijannati.wordpress.com/742/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/baitijannati.wordpress.com/742/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/baitijannati.wordpress.com/742/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/baitijannati.wordpress.com/742/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/baitijannati.wordpress.com/742/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/baitijannati.wordpress.com/742/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/baitijannati.wordpress.com/742/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/baitijannati.wordpress.com/742/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/baitijannati.wordpress.com/742/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/baitijannati.wordpress.com/742/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/baitijannati.wordpress.com/742/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/baitijannati.wordpress.com/742/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/baitijannati.wordpress.com/742/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&amp;blog=719720&amp;post=742&amp;subd=baitijannati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://baitijannati.wordpress.com/2011/12/27/menjadi-ibu-kreatif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5db4c5e4e99c900e96651e7e7268e5a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">faridm</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://baitijannati.files.wordpress.com/2012/02/ibu_kreatif.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">ibu_kreatif</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>JAMPERSAL Tidak Bisa Menyelamatkan Nyawa Ibu</title>
		<link>http://baitijannati.wordpress.com/2011/11/24/jampersal-tidak-bisa-menyelamatkan-nyawa-ibu/</link>
		<comments>http://baitijannati.wordpress.com/2011/11/24/jampersal-tidak-bisa-menyelamatkan-nyawa-ibu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Nov 2011 13:08:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Farid Ma'ruf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[jampersal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://baitijannati.wordpress.com/?p=692</guid>
		<description><![CDATA[Senantiasa berkontribusi untuk menyelesaikan problem-problem umat, Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia menyelenggarakan Forum Muslimah untuk Peradabanke 6 pada Jum’at 18 November 2011 di Auditorium Graha Nandika Sucofindo, Jakarta.  Forum mengkritisi program Jaminan Persalinan (JAMPERSAL) yang dilaunching Kementrian Kesehatan RI sejak awal tahun 2011. Ratu Erma Rahmayanti selaku Pimpinan Pusat Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia mengarahkan diskusi agar umat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&amp;blog=719720&amp;post=692&amp;subd=baitijannati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Senantiasa berkontribusi untuk menyelesaikan problem-problem umat, Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia menyelenggarakan<strong> Forum Muslimah untuk Peradaban</strong>ke 6 pada Jum’at 18 November 2011 di Auditorium Graha Nandika Sucofindo, Jakarta.  Forum mengkritisi program Jaminan Persalinan (JAMPERSAL) yang dilaunching Kementrian Kesehatan RI sejak awal tahun 2011.<span id="more-692"></span></p>
<p>Ratu Erma Rahmayanti selaku Pimpinan Pusat Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia mengarahkan diskusi agar umat Islam banyak menengok <em>tarikh</em> (sejarah) Islam. Akan ditemukan bahwa sejak awal peradaban Islam sudah memandu bahwa pelayanan kesehatan bagi setiap individu rakyat adalah tanggung jawab negara. Berbagai bukti sejarah mencatat bahwa negara Khilafah Islamiyah sepanjang 13 abad sudah menjamin pelayanan persalinan yang aman dan bermartabat. Kata ‘kuret’ (Kuretase) misalnya berasal dari sebutan dalam kedokteran Islam ‘<em>al Quraits</em>‘ untuk  alat pembersih rahim.</p>
<p>Dr Arum Harjanti, salah satu pembicara menggambarkan bahwa Jampersal adalah program baru pemerintah yang diharapkan menolong kaum ibu agar mendapatkan pelayanan persalinan oleh tenaga medis. Benarkah Jampersal bisa menekan Angka kematian Ibu (AKI) yang 90% dipicu oleh faktor terlambat mengakses layanan persalinan oleh tenaga medis? Karena minimnya biaya yang disiapkan oleh pemerintah, Arum meragukan  program ini  efektif menekan AKI.  Mengingat mahalnya harga obat, juga<em>sarana dan prasarana semisal transportasi</em> terutama karena kondisi geografis yang sulit, belum lagi rendahnya penghargaan terhadap  jasa tenaga medis, seringkali besarnya jaminan pemerintah ini tidak realistis untuk memberikan pelayanan persalinan yang layak.</p>
<p>Selanjutnya DR Rini Syafri dari Lajnah Maslahiyah Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia  menyampaikan kritiknya bahwa umat patut mempertanyakan mengapa program pemerintah terkait kesehatan tidak kunjung menekan angka kematian? Selama hampir 20 tahun AKI hanya turun dari 390 (1991) menjadi  228 (2007). Pemerintah Indonesia telah menjadikan pelayanan publik termasuk kesehatan berbasis <em>‘jasa yang diperdagangkan’</em>. Karenanya tidak nampak keseriusan kebijakan untuk melayani rakyat. Pemerintah meratifikasi GATS (General Agreement Trade and Services), menjadikan ranah kesehatan sebagai jasa yang diperdagangkan. Semestinya paradigma kebijakan pelayanan adalah tanggung jawab untuk memenuhi semua hajat hidup rakyat, sebagaimana diperintahkan syariat Islam.</p>
<p>Di akhir forum Iffah Ainur Rochmah, Juru Bicara Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia (MHTI) dalam rilisnya menyampaikan bahwa MHTI telah menerima puluhan surat kaum ibu dan para bidan berisi keluhan dan testimoni  mereka terkait program Jampersal. MHTI menegaskan JAMPERSAL adalah kebijakan setengah hati pemerintah dalam pelayanan publik. Seolah memahami persoalan masyarakat, namun justru memberikan pelayanan yang menyengsarakan kaum ibu. Target penurunan AKI tak lebih hanya <em>lips service</em> untuk mencapai target MDGs 2015, tanpa benar-benar menghilangkan faktor-faktor penyebab tingginya AKI. Lebih jauh, program ini juga rawan ditunggangi agenda kontrol populasi melalui program KB.</p>
<p>Karenanya, MHTI menuntut  pemerintah memberikan pelayanan persalinan yang layak dan bermartabat. Negara akan mampu melakukan itu dan dengan menyediakan dana yang mencukupi jika menjadikan tanggung jawab pelayanan sebagai paradigma,bukan menjadikan kesehatan sebagai jasa yang diperdagangkan. Juga negara seharusnya mengambil sistem ekonomi Islam menggantikan sistem ekonomi kapitalisme</p>
<p>Hanya dengan sistem Islam pelayanan persalinan yang layak dan bermartabat bisa diperoleh masing-masing individu umat. Ingatlah bahwa sejak 13 abad lalu khalifah kaum muslimin telah menyediakan rumah sakit, tenaga medis, logistik dan pembiayaan yang memadai. Khalifah Harun Ar Rasyid telah memerintahkan kas Baitul Mal untuk mendirikan RS, RS bersalin, sekolah kebidanan dan bahkan industri farmasi.[<a href="http://baitijannati.wordpress.com/" target="_blank">www.baitijannati.wordpress.com</a>] MMC</p>
<p>Sumber : <a href="http://hizbut-tahrir.or.id/2011/11/23/jampersal-tidak-bisa-menyelamatkan-nyawa-ibu/">http://hizbut-tahrir.or.id/2011/11/23/jampersal-tidak-bisa-menyelamatkan-nyawa-ibu/</a></p>

<a href='http://baitijannati.wordpress.com/2011/11/24/jampersal-tidak-bisa-menyelamatkan-nyawa-ibu/img_9940/' title='img_9940'><img data-attachment-id='693' data-orig-size='448,299' data-liked='0'width="150" height="100" src="http://baitijannati.files.wordpress.com/2011/11/img_9940.jpg?w=150&#038;h=100" class="attachment-thumbnail" alt="img_9940" title="img_9940" /></a>
<a href='http://baitijannati.wordpress.com/2011/11/24/jampersal-tidak-bisa-menyelamatkan-nyawa-ibu/img_9809/' title='img_9809'><img data-attachment-id='694' data-orig-size='448,299' data-liked='0'width="150" height="100" src="http://baitijannati.files.wordpress.com/2011/11/img_9809.jpg?w=150&#038;h=100" class="attachment-thumbnail" alt="img_9809" title="img_9809" /></a>
<a href='http://baitijannati.wordpress.com/2011/11/24/jampersal-tidak-bisa-menyelamatkan-nyawa-ibu/img_9856/' title='img_9856'><img data-attachment-id='695' data-orig-size='448,299' data-liked='0'width="150" height="100" src="http://baitijannati.files.wordpress.com/2011/11/img_9856.jpg?w=150&#038;h=100" class="attachment-thumbnail" alt="img_9856" title="img_9856" /></a>
<a href='http://baitijannati.wordpress.com/2011/11/24/jampersal-tidak-bisa-menyelamatkan-nyawa-ibu/img_9876/' title='img_9876'><img data-attachment-id='696' data-orig-size='448,299' data-liked='0'width="150" height="100" src="http://baitijannati.files.wordpress.com/2011/11/img_9876.jpg?w=150&#038;h=100" class="attachment-thumbnail" alt="img_9876" title="img_9876" /></a>

<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/baitijannati.wordpress.com/692/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/baitijannati.wordpress.com/692/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/baitijannati.wordpress.com/692/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/baitijannati.wordpress.com/692/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/baitijannati.wordpress.com/692/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/baitijannati.wordpress.com/692/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/baitijannati.wordpress.com/692/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/baitijannati.wordpress.com/692/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/baitijannati.wordpress.com/692/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/baitijannati.wordpress.com/692/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/baitijannati.wordpress.com/692/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/baitijannati.wordpress.com/692/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/baitijannati.wordpress.com/692/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/baitijannati.wordpress.com/692/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&amp;blog=719720&amp;post=692&amp;subd=baitijannati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://baitijannati.wordpress.com/2011/11/24/jampersal-tidak-bisa-menyelamatkan-nyawa-ibu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5db4c5e4e99c900e96651e7e7268e5a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">faridm</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://baitijannati.files.wordpress.com/2011/11/img_9940.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">img_9940</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://baitijannati.files.wordpress.com/2011/11/img_9809.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">img_9809</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://baitijannati.files.wordpress.com/2011/11/img_9856.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">img_9856</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://baitijannati.files.wordpress.com/2011/11/img_9876.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">img_9876</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menghadapi Anak Tanpa Emosi</title>
		<link>http://baitijannati.wordpress.com/2011/11/23/menghadapi-anak-tanpa-emosi/</link>
		<comments>http://baitijannati.wordpress.com/2011/11/23/menghadapi-anak-tanpa-emosi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Nov 2011 00:50:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Farid Ma'ruf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>
		<category><![CDATA[menghadapi anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://baitijannati.wordpress.com/?p=707</guid>
		<description><![CDATA[Assalaamu’alaikum Wr.Wb Ibu Pengasuh Rubrik Konsultasi Keluarga yang saya hormati.  Ada yang ingin saya tanyakan, terkait dengan apa yang sering saya alami. Kenapa ya  saya ini cepet sekali emosi dalam menghadapi anak? Padahal saya sadar ini tidak  baik buat anak saya yang masih balita. Tapi semakin ditahan rasa emosi malah semakin menjadi, mohon solusinya ya. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&amp;blog=719720&amp;post=707&amp;subd=baitijannati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Assalaamu’alaikum Wr.Wb</em></p>
<p>Ibu Pengasuh Rubrik Konsultasi Keluarga yang saya hormati.  Ada yang ingin saya tanyakan, terkait dengan apa yang sering saya alami. Kenapa ya  saya ini cepet sekali emosi dalam menghadapi anak? Padahal saya sadar ini tidak  baik buat anak saya yang masih balita. Tapi semakin ditahan rasa emosi malah semakin menjadi, mohon solusinya ya. Jazakillah khair.<span id="more-707"></span></p>
<p><em>Wassalamu’alaikum Wr.Wb.</em></p>
<p>FR, Malang</p>
<p><em>Wa’alaikumsalam Wr.Wb.</em></p>
<p>Ibu FR yang baik,</p>
<p>Anak adalah anugerah dan amanah yang diberikan Allah SWT pada para orang tuanya. Sebagai amanah, semua yang dilakukan orang tua terhadap anaknya (bagaimana merawat, membesarkan dan mendidiknya) akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat kelak. Itulah menjadi penting memahami bagaimana mendidik anak, mendoakannya selalu, sekaligus senantiasa menanamkan kesabaran saat mendidik mereka.</p>
<p>Ibu FR yang baik,</p>
<p>Selaras dengan tumbuh kembangnya, pada anak balita biasanya akan mulai terjadi perubahan-perubahan perilaku. Di  antaranya adalah muncul sikap penolakan anak terhadap lingkungan sosialnya. Gejala seperti ini biasanya dimulai saat anak berusia 2,5 tahun sampai 3 tahun. Keakuan anak-anak ini mulai muncul dan mereka mulai ingin membedakan dirinya dengan orang lain. Pada saat itu pula, si kecil sudah mulai mencoba keinginannya sendiri. Perubahan-perubahan ini yang lantas dipersepsi oleh para orang tua bahwa anak  menjadi mulai sulit diatur, maunya sendiri dan sebagainya, yang tidak jarang kemudian sering menimbulkan kerepotan dalam memperlakukan mereka. Kondisi demikian ini, insya Allah akan mereda seiring dengan bertambahnya usia, berkembangnya kemampuan berpikir dan kemampuan lainnya.</p>
<p>Ibu FR yang baik,</p>
<p>Saya sangat bisa memahami, terkadang memang emosi kita akan ikut terpancing saat menghadapi anak yang demikian. Rasanya sulit sekali ditahan, dan semakin ditahan justru ingin semakin diledakkan. Akhirnya yang kemudian biasa muncul adalah luapan kemarahan. Tapi ingatlah, amarah seringkali akan mendekatkan diri kita kepada hal-hal yang berbahaya. Tanpa kita sadari anak terkadang akan menjadi sasaran kemarahan kita. Hal ini tentu sangat tidak baik untuk perkembangan perilakunya. Bukankah anak balita banyak belajar dari apa yang mereka lihat dan dengar? Maka, Anda harus sangat hati-hati ketika memperlakukan mereka. Dan yang pasti, kemarahan tidak akan mendekatkan kita dengan surga. Rasulullah SAW bersabda:</p>
<p><em>“Dahulu ada seorang lelaki yang datang menemui Rasulullah SAW dan mengatakan, “Wahai Rasulullah, ajarkanlah kepada saya sebuah ilmu yang bisa mendekatkan saya ke surga dan menjauhkan dari neraka.”Maka beliau bersabda,“Jangan tumpahkan kemarahanmu. Niscaya surga akan kau dapatkan.”</em> (HR. Thobrani)</p>
<p>Ibu FR yang baik,</p>
<p>Memang tidak mudah menahan emosi (kemarahan). Tapi sebagaimana tabiatnya, bahwa emosi adalah bagian dari naluri, maka saat keinginan untuk marah itu muncul tidak harus dipenuhi. Tapi bisa dialihkan atau ditunda (ditahan). Anda harus bisa menakar dan memahami kadar emosi Anda sendiri, pada saat kapan dan situasi seperti apa biasanya muncul. Sehingga Anda akan lebih mudah untuk mengontrol atau mengendalikannya. Rasulullah juga telah mengajarkan bagaimana semestinya memperlakukan anak-anak. Abu Hurairah meriwayatkan bahwa suatu ketika Rasulullah SAW menciumi Hasan bin Ali dan di dekatnya ada Al-Arqa’ bin Hayis At-Tamimi sedang duduk. Ia kemudia berkata, “Aku memiliki sepuluh orang anak dan tidak pernah aku mencium seorang pun dari mereka”. Rasulullah segera memandang kepadanya dan berkata:<em>“Barang siapa tidak mengasihi, maka ia tidak akan dikasihi”.</em> (HR. Bukhari)</p>
<p>Ibu FR yang baik,</p>
<p>Islam juga sudah mengajarkan bagaimana cara mengendalikan emosi (kemarahan) kita. <em>Pertama</em>, bacalah ta’awudz ketika marah. <em>Kedua,</em> ubahlah posisi ketika marah. <em>Ketiga,</em> diam atau tidak bicara. Ketika Anda  diam, maka Anda akan menjaga diri dari berbicara atau berbuat sesuatu yang menyakitkan anak yang kemudian akan disesali, dan sekaligus Anda dapat menjadi model bagaimana mengontrol emosi diri sendiri bagi anak. Ambillah waktu sejenak untuk merencanakan dan merenungkan apa yang harus Anda lakukan. <em>Keempat,</em>berwudhulah.  Jika keempat langkah tadi belum mampu meredakan amarah, ambillah langkah pamungkas, yaitu dengan melaksanakan shalat dua rakaat. Insya Allah dengan shalat amarah akan dapat diredakan.[<a href="http://konsultasi.wordpress.com/" target="_blank">www.konsultasi.wordpress.com</a>]</p>
<p>Sumber : Tabloid Media Umat, November 2011</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/baitijannati.wordpress.com/707/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/baitijannati.wordpress.com/707/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/baitijannati.wordpress.com/707/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/baitijannati.wordpress.com/707/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/baitijannati.wordpress.com/707/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/baitijannati.wordpress.com/707/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/baitijannati.wordpress.com/707/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/baitijannati.wordpress.com/707/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/baitijannati.wordpress.com/707/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/baitijannati.wordpress.com/707/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/baitijannati.wordpress.com/707/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/baitijannati.wordpress.com/707/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/baitijannati.wordpress.com/707/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/baitijannati.wordpress.com/707/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&amp;blog=719720&amp;post=707&amp;subd=baitijannati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://baitijannati.wordpress.com/2011/11/23/menghadapi-anak-tanpa-emosi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5db4c5e4e99c900e96651e7e7268e5a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">faridm</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Belajar dari Pengorbanan Ummu Imaroh</title>
		<link>http://baitijannati.wordpress.com/2011/11/05/belajar-dari-pengorbanan-ummu-imaroh/</link>
		<comments>http://baitijannati.wordpress.com/2011/11/05/belajar-dari-pengorbanan-ummu-imaroh/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Nov 2011 12:36:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Farid Ma'ruf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[ummu imaroh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://baitijannati.wordpress.com/?p=688</guid>
		<description><![CDATA[Pengantar Pada setiap Bulan Dzulhijjah, umat Islam selalu diingatakan tentang hakikat pengorbanan.  Tentu saja, karena pada bulan ini terdapat hari raya Idul Adha yang dilatarbelakangi oleh sikap pengorbanan Nabiyullah Ibrahim As. dan Ismail As.   Kisah pengorbanan keduanya senantiasa abadi, hingga tak satu pun jiwa orang-orang yang beriman kepada Allah SWT melewatkan peristiwa paling spektakuler di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&amp;blog=719720&amp;post=688&amp;subd=baitijannati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pengantar</strong></p>
<p>Pada setiap Bulan Dzulhijjah, umat Islam selalu diingatakan tentang hakikat pengorbanan.  Tentu saja, karena pada bulan ini terdapat hari raya Idul Adha yang dilatarbelakangi oleh sikap pengorbanan Nabiyullah Ibrahim As. dan Ismail As.   Kisah pengorbanan keduanya senantiasa abadi, hingga tak satu pun jiwa orang-orang yang beriman kepada Allah SWT melewatkan peristiwa paling spektakuler di dunia tersebut.<span id="more-688"></span></p>
<p>Membicarakan kisah pengorbanan, khususnya bagi muslimah, tentu bisa digali dari berbagai peristiwa baik yang dialami para nabi, shahabat atau pun orang-orang shalih di masa lalu.  Terlebih, kehidupan umat Islam di awal pertumbuhannya penuh dengan lika-liku yang tak lepas dari pengorbanan kaum perempuan.  Salah satu sosok pahlawan perempuan di masa Nabi Muhammad Saw. adalah Nusaibah Binti Ka’ab ra.  Jiwa pengorbanannya menjadikan setiap orang yang menelurusuri sejarah peri kehidupannya, tertegun takjub, bahwa ternyata seorang perempuan mampu menjadi orang terkemuka di hadapan Nabi  dan umat Islam pada masa itu.  Tulisan berikut akan memaparkan bentuk pengorbanan salah seorang shahabiyat Nabi Saw. tersebut.</p>
<p><strong>Keimanan yang Lurus</strong></p>
<p>Dia bernama Nusaibah Binti Ka’ab bin Amru bin ‘Auf al shohabiyyah al Fadhillah al Mujahidah al Anshoriyyah al Khazrajiyyah.  Ummu Imaroh adalah julukan bagi wanita mulia ini.  Beriman di kala kebanyakan orang mengingkari ajaran Nabi Muhammad Saw. adalah perkara yang tidak mudah.  Namun, demikianlah yang dilakukan Ummu Imaroh kala itu.  Suatu saat beliau menyimak paparan yang disampaikan suaminya, Zaid Bin Ashim yang baru saja menerima dakwah Islam dari Mush’ab Bin Umair.  Zaid menceritakan tentang seorang Rasul yang diutus dari kalangan Quraisy dan menyeru kepada manusia untuk beriman kepada Allah SWT.  Dakwah sang Rasul yang begitu tegar dan berani meski mendapatkan tantangan yang luar biasa pun disampaikan Zaid dengan penuh keyakinan.  Ia pun menceritakan betapa yang disampaikan Mush’ab Bin Umair tersebut telah membuat dirinya takjub hingga mengimani ajaran Rasulullah Saw.</p>
<p>Saat itulah hati Ummu Imaroh bergetar.  Beliau tak dapat menyembunyikan bisikan hati kecilnya untuk turut mengimani apa yang dibawa Rasul tersebut.  Tak ada alasan untuk menolak, tak ada keberatan untuk meningggalkan, maka Ummu Imaroh selanjutnya menyatakan, <em>“Saya beriman kepada Allah sebagai ilah (Tuhan) dan Muhammad sebagai Nabi”. </em>Dengan demikian<em> </em>Ummu Imaroh telah membuat keputusan awal yang paling baik dan menentukan sejarah kehidupannya kelak.  Beliau mulia karena memilih Islam.</p>
<p>Itulah pengorbanan pertama Ummu Imaroh.  Beliau rela mengubur kesombongan yang biasanya ada pada manusia tatkala diseru untuk meninggalkan keyakinan lamanya.  Kondisi seperti ini tentu jarang dijumpai saat ini.  Bahkan tak sedikit dijumpai muslim yang tidak rela meningalkan keyakinan yang bertentangan dengan aqidah Islam.  Mereka bersyahadat namun mengemban sekulerisme, pluralisme dan liberalisme.  Dan itu terjadi karena mereka tidak mau menanggalkan kesombongan dirinya; merasa memiliki kehidupan atau merasa mampu membuat aturan yang adil untuk manusia.  Padahal semua itu hanya omong kosong.  Tidakkah Ummu Imaroh telah memberikan pelajaran mendasar bagi kita?</p>
<p><strong>Teguh dalam Janji di Hadapan Rasul</strong></p>
<p>Tak cukup sekedar beriman, Ummu Imaroh yang telah membulatkan keimanan itu pun hendak menunjukkan kesetiaannya kepada Rasulullah Saw.  Bersama suami dan kedua putranya, yaitu Hubaib dan Abdullah, Ummu Imaroh ikut dalam rombongan yang berjalan ke bukit Aqobah untuk menyatakan baiat atau janji kesetiaan kepada Rasulullah Saw. sebagai pemimpin dan kepala negara bagi kaum muslim.  Peristiwa tersebut lebih dikenal dengan Baiat Aqobah kedua yang terjadi pada malam ke 13 bulan Dzulhijjah tahun ke 13 kenabian.</p>
<p>Inilah bentuk pengorbanan yang kedua dari sang politisi muslimah tersebut.  Keikutsertaannya ini tentu layak diperhitungkan sebagai bentuk pengorbanan beliau dalam bidang politik.  Beliau tak ingin ketinggalan memperoleh kebaikan dari peristiwa baiat Aqobah kedua yang merupakan salah satu pilar bersejarah berdirinya daulah (negara) Islam di Madinah.  Tak lama setelah peristiwa tersebut Rasulullah Saw. memerintahkan kaum muslimin di Mekkah untuk berhijrah ke Madinah dan menegakkan masyarakat di sana.</p>
<p>Ummu Imaroh bukanlah orang yang tidak peduli dengan nasib agama Islam yang terus mendapat hinaan dan tantangan dari penduduk kafir Quraisy.  Beliau juga menyadari bahwa dirinya adalah bagian dari orang-orang yang siap membantu dakwah Nabi Saw. di Madinah.  Meski beliau seorang perempuan, kesadaran politik yang dimilikinya begitu tinggi, tak kalah oleh mereka yang laki-laki.  Beliau adalah salah satu dari dua orang yang terlibat dalam Baiat Aqobah kedua tersebut.</p>
<p>Inilah yang seharusnya disadari setiap muslimah abad ini.  Kehidupan sekuler yang materialitsik telah melupakan tugas politik mereka.  Kepedulian terhadap kondisi umat dan agama ini seharusnya menjadi bagian dalam kehidupan mereka.  Sayangnya, masih banyak yang cuek alias tidak peduli.  Tak hanya itu, kesadaran atas kondisi umat yang memprihatinkan saat ini seharusnya juga diikuti oleh semangat untuk memperbaiki dengan berdakwah beramar makruf nahi munkar, menentang semua bentuk kedholiman dan berperan aktif dalam dakwah menegakkan negara Islam.  Ummu Imaroh sebenarnya telah memberikan inspirasi bagi muslimah untuk tidak ragu mengambil posisi terdepan dalam perjuangan dakwah Islam melalui kesadaran politik Islam yang dimilikinya.</p>
<p><strong>Bertempur di Bukit Uhud</strong></p>
<p>Janji setia yang beliau ikrarkan di Bukit Aqobah itu pun ternyata bukan omong kosong.  Sungguh beliau telah mewujudkannya melalui sepak terjangnya membantu dakwah Islam di Madinah dan terlibat secara aktif dalam setiap peristiwa besar yang dialami kaum muslim.</p>
<p>Ummu Imaroh memang layak mendapat julukan pahlawan perempuan Anshar.  Kepahlawanannya sangat menonjol terutama dari aktivitas beliau yang mengikuti berbagai peperangan melawan orang-orang kafir.  Beliau turut serta dalam Perang Uhud, Perjanjian Hudaibiyah, Umrah Qadha’, Perang Hunain dan Perang Yamamah di mana tangannya terpotong .   Dapatkah kita membayangkan bagaimana jiwa seorang perempuan yang terlibat dalam berbagai medan pertempuran?  Jika ia seorang pengecut, tentu tak akan hadir di medan laga.  Jika ia bukan orang yang yakin akan pahala dan kebaikan yang besar di sisi Allah SWT tentu ia lari dan bersembunyi.  Namun itulah Ummu Imaroh.  Beliau telah meyakinkan diri menjadi bagian yang bisa berarti dalam setiap kesempatan.</p>
<p>Dalam Perang Uhud, Ummu Imaroh ikut bersama suami dan kedua anaknya.  Pada waktu itu beliau membawa tempat yang berisi air. Beliau mendapati Rasulullah Saw. bersama para shahabatnya.  Namun tatkala pasukan Islam mulai mengalami kekalahan, Ummu Imaroh pun maju ke medan perang untuk ikut bertempur menggunakan pedang dan panah.</p>
<p>Ketika ada salah seorang musuh yang datang hendak menyerang Rasulullah Saw.  Ummu Imaroh dan beberapa shahabat membentuk tameng pertahanan untuk melindungi Rasulullah Saw.  hingga orang yang hendak menyerang Rasulullah tersebut sempat memukul Ummu Imaroh .  Kegigihan Ummu Imaroh dalam melindungi Rasulullah Saw. ini terlihat dari sabda beliau, “<em>Aku tidak menoleh ke kiri dan ke kanan melainkan melihat Ummu Imarah”.</em> Dan benar saja, pengorbanan Ummu Imaroh dalam perang Uhud ini tampak dari 12 bekas luka di tubuhnya.</p>
<p>Ummu Imaroh memang perempuan pemberani.  Ia rela mengorbankan jiwa dan raganya.  Tatkala Rasulullah Saw. melihat lukanya, Beliau Saw. bersabda kepada anak Ummu Imaroh, yaitu Abdullah,<em> ” Ibumu, ibumu…balutlah lukanya. Ya Allah, jadikanlah mereka sahabat saya di surga “.</em></p>
<p>Mendengar doa yang disampaikan Rasulullah Saw. tersebut Ummu Imaroh pun berkata :<em>“Aku tidak menghiraukan lagi apa yang menimpaku dari urusan dunia ini “.</em> Kalimat seperti ini tentu tak akan keluar dari mulut manusia yang lebih mencintai dunia.  Cukuplah hal ini menjadi bukti bahwa Ummu Imaroh adalah orang yang telah menjual apa yang dimilikinya di dunia ini dengan surga.  Inilah bentuk pengorbanan yang paling tinggi dari seorang manusia untuk Rabbnya.</p>
<p>Namun, bagaimana dengan kebanyakan muslimah kini.  Kata-kata surga bak nyanyian merdu yang biasa menghiasi telinga mereka namun tak berbekas dalam jiwa dan amalan.  Kerinduan pada keridloan Allah SWT seakan jauh dari harapan, apalagi jika harus dibayar dengan dunia dan isinya.  Kenikmatan dunia telah banyak melalaikan visi dan misi yang seharusnya dimiliki muslimah.  Jangankan terluka oleh goresan pedang dan anak panah -sebagaimana Ummu Imaroh- kebanyakan perempuan kini malah berlomba-lomba mempercantik diri, memoles dan memuluskan tubuh bahkan tak sedikit yang harus operasi plastik.  Sesudah itu, mereka jajakan kecantikannya itu di hadapan laki-laki demi segenggam uang yang pasti akan habis dalam waktu cepat, bukan balasan surga yang pasti kekalnya seperti yang bakal diperoleh Ummu Imaroh.  Tidakah kita malu, mengapa masih saja tertipu oleh silaunya dunia?</p>
<p><strong>Isteri dan Ibu Teladan</strong></p>
<p>Ummu Imaroh memang bukan perempuan biasa.  Ketangguhan di medan juang, tak mengurangi rasa tanggung jawabnya sebagai muslimah.  Ia tetap mampu mengemban kewajibannya sebagai isteri bagi suaminya dan ibu bagi anak-anaknya.  Pengorbanannya sebagai isteri nampak dari sikapnya terhadap kedua suaminya.  Dengan suami yang pertama, Ia mampu menjadi pendamping dan teman perjuangan saat suami isteri ini menyatakan baiat di bukit Aqobah dan bersungguh-sungguh dalam membantu dakwah Rasulullah Saw di Madinah.</p>
<p>Adapun setelah hidup dengan suaminya yang kedua, Ummu Imaroh pun tak pernah tertinggal untuk mendampingi suaminya dan memberikan berbagai pertolongan di medan pertempuran.  Keduanya nampak dalam Perang Uhud, peristiwa Hudaibiyah, Perang Khaibar, Perang Hunain dan Perang Yamamah.  Inilah pengorbanannya sebagai isteri seorang pejuang yang siap berjuang kapan pun, di mana pun dan dengan resiko apapun.  Ummu Imaroh telah memerankannya dengan sangat baik.</p>
<p>Tidakkah seharusnya hal ini menjadi inspirasi bagi para istri di jaman modern kini.  Tak seharusnya para isteri lebih mementingkan karirnya di luar rumah, jauh dari suami atau bahkan memiliki dunia sendiri yang lebih mereka cintai dari pada kehidupan rumah bersama suami dan keluarga.  Kemandirian perempuan yang dipropagandakan kaum feminis dan penggiat gender berhasil menipu sebagian perempuan, sehingga mereka lebih rela meninggalkan suaminya, tak hanya dalam aktivitas bahkan ikatan penikahan.  Perceraian meningkat karena isteri merasa lebih mandiri secara ekonomi, memiliki kebebasan mengatur urusannya sendiri tanpa campur tangan suami, atau semata-mata karena tidak <em>qonaah</em> (menerima) apa yang diberikan suami.  Sementara godaan pria lain terus mengintai, akibatnya perselingkuhan pun tak terhindarkan.  Dan akhirnya ikatan pernikahan mudah lepas oleh ganasnya kehidupan sekuler.  Inilah penyakit yang banyak menghinggapi para isteri saat ini.  Kesetiaan Ummu Imaroh pada sang suami selayaknya memberikan pengaruh, bahwa ikatan pernikahan sesungguhnya adalah jalan menuju ketaqwaan, jalan menuju diraihnya berbagai kebaikan sebagai suami isteri.</p>
<p>Ummu Imaroh juga layak menjadi ibu teladan.  Beliau telah mampu mengantarkan putra putrinya sebagai generasi pembela Islam.  Tak sedikit pun muncul keraguan dalam hantinya untuk melepas kedua putranya (Habib dan Abdullah) di setiap medan pertempuran dan tugas dakwah lainnya.  Keteguhan kedua putranya mengemban amanah dakwah Islam cukup menjadi bukti bahwa mereka hidup dalam suasana pembinaan ruhiyyah yang baik di dalam keluarga yang tentu tak lepas dari pengaruh Ummu Imaroh, sang ibu.</p>
<p>Saat perang Badar, anaknya -Abdullah- dengan gagah berani ikut berjuang menegakkan panji-panji Islam sehingga Islam memperoleh kemenangan.  Adapun kiprah Habib nampak saat ia memegang amanat sebagai utusan Khalifah Abu Bakar untuk menyampaikan surat kepada Musailamah al Kadzdzab.  Ummu Imaroh pun mendorong agar anaknya mampu mengemban amanat tersebut dengan baik.  Namun rupanya Habib harus syahid tatkala membela Islam di hadapan kekufuran tersebut.</p>
<p>Mendengar kematian anaknya itu, Ummu Imaroh bukannya kecewa.  Ia malah menerimanya dengan penuh keyakinan bahwa putranya mendapatkan kedudukan tinggi di sisi Allah SWT.  Ia menerima berita kematian itu dengan penuh kemuliaan serta kebanggaan karena telah mempersembahkan yang terbaik untuk Islam dan kaum muslim.</p>
<p>Pengorbanan hakiki seorang ibu terhadap sang anak sepertinya menjadi barang langka saat ini.  Terlebih saat ibu lebih senang menjadikan anaknya sebagai mesin uang, penghias rumah dan penyanjung harga diri alias prestise.  Jangankan menanamkan ruh jihad pada anak, mereka malah antipati terhadap pemahaman Islam yang dianggap radikal.  Berapa banyak pula ibu yang justru lebih memilihkan lembaga pendidikan yang berorientasi keilmuan dan pekerjaan saja untuk anaknya.  Sementara pendidikan yang lebih menekankan pembentukan kepribadian Islam dianggap kuno, ketinggalan jaman, dan tidak bermutu.  Itu semua tentu tidak mencerminkan sosok ibu yang baik.  Keteladan Ummu Imaroh dalam mengarahkan buah hatinya selayaknya menginspirasi setiap ibu untuk mencetak generasi yang siap mengemban tanggung jawab masa depan Islam dan kaum muslim.</p>
<p><strong>Pengorbanan Sepanjang Hayat</strong></p>
<p>Ummu Imaroh memang telah dimuliakan Allah SWT melalui pengorbanannya di sepanjang hayat.  Perang Yamamah yang bertujuan untuk menumpas gerakan Musailamah telah membawanya pada puncak pengorbanan.  Saat itu Ummu Imaroh dan anaknya -Abdullah- ikut serta dalam perang Yamamah.  Musailamah yang sebelumnya telah membunuh Habib terbunuh oleh Abdullah -anak Ummu Imaroh yang lain.  Inilah pengorbanan terakhirnya.  Beberapa tahun setelah peristiwa Perang Yamamah tersebut, Ummu Imaroh meninggal dunia.  Beliau pulang dengan dua belas bekas tusukan dan kehilangan satu tangan serta satu anaknya, semua diperolehnya dari medan pertempuran.</p>
<p>Itulah pengorbanan yang ikhlas semata-mata karena Allah SWT.  Beliau tidak mengenal kesal, mengeluh, mengadu, apalagi bersedih meski tubuhnya terluka sekalipun, meski belahan jiwanya hilang sekalipun.  Karena sesungguhnya obat dari berbagai tantangan tersebut adalah harapan yang begitu tinggi untuk meraih ridhwanullah.</p>
<p>Seandainya kaum muslimah saat ini memiliki <em>himmah</em> dan cita-cita semulia Ummu Imaroh, niscaya mereka tidak mudah melupakan Allah SWT dan berputus asa dari rahmat-Nya.  Sungguh, menapaki kehidupan ini memang penuh cobaan.  Tantangan perjuangan pun akan datang silih berganti.  Namun, janji Allah SWT pasti ditepati.  Dia akan menolong orang-orang yang menolong agama-Nya.  Artinya, jika kaum muslim saat ini kembali kepada agama Alllah SWT, menjunjung tinggi syariat Islam sebagai satu-satu pengatur kehidupan mereka, niscaya umat Islam bisa keluar dari keterpurukan, kehinaan dan ancaman musuh-musuh Islam.  Semua itu telah dibuktikan sendiri oleh Ummu Imaroh, ia telah memperoleh kemenangan hakiki, saat segala daya upaya telah diberikan untuk menolong agama Allah SWT meski harus menjalani berbagai kesulitan dan kesakitan.</p>
<p><strong>Penutup</strong></p>
<p>Pengorbanan Ummu Imaroh memang tak dapat disetarakan dengan pengorbanan Nabi Ibrahim as.dan Nabi Ismail as.  Meski kedua kisah pengorbanan ini ada yang terjadi pada Bulan Dzulhijjah, masing-masing memang memiliki dimensi yang berbeda.  Namun, sebagai sosok perempuan yang rela mengorbankan apa yang dimilikinya di tengah kesulitan hidup pada zamannya, Ummu Imaroh layak menjadi teladan kaum ibu dan perempuan pada umumnya di masa kini.</p>
<p>Berkaca pada keteladanan tersebut, kaum muslimah saat ini harus memiliki kesadaran politik Islam meski mereka sebagai seorang ibu dan isteri.  Peran aktifnya sangat diperlukan untuk membangun masyarakat Islam.  Muslimah manapun juga berhak mendapatkan surga sebagaimana Ummu Imaroh jika mereka mampu mempersembahkan jiwa dan raganya untuk Allah SWT semata-mata.  Dunia ini terlalu kecil dan tak layak ditukar oleh surga yang luasnya tak dapat diperhitungkan manusia.  Semoga akan terlahir Ummu Imaroh lain di  sepanjang perjalanan umat Muhammad Saw ini. <em>Aamiin</em>. [] <strong>Noor Afeefa</strong></p>
<p>Rujukan</p>
<p>Dr. Ahmad Sudirman Abbas, M.A, Mukjizat Doa dan Air Mata Ibu, Qultum Media, 2009.</p>
<p>Muhammad Ali Quthb, Perempuan Agung di Sekitar Rasulullah Saw, PT Mizan Publika</p>
<p>Sumber : <a href="http://hizbut-tahrir.or.id/2011/11/05/belajar-dari-pengorbanan-ummu-imaroh/">http://hizbut-tahrir.or.id/2011/11/05/belajar-dari-pengorbanan-ummu-imaroh/</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/baitijannati.wordpress.com/688/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/baitijannati.wordpress.com/688/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/baitijannati.wordpress.com/688/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/baitijannati.wordpress.com/688/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/baitijannati.wordpress.com/688/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/baitijannati.wordpress.com/688/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/baitijannati.wordpress.com/688/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/baitijannati.wordpress.com/688/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/baitijannati.wordpress.com/688/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/baitijannati.wordpress.com/688/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/baitijannati.wordpress.com/688/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/baitijannati.wordpress.com/688/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/baitijannati.wordpress.com/688/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/baitijannati.wordpress.com/688/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&amp;blog=719720&amp;post=688&amp;subd=baitijannati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://baitijannati.wordpress.com/2011/11/05/belajar-dari-pengorbanan-ummu-imaroh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5db4c5e4e99c900e96651e7e7268e5a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">faridm</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Melejitkan Kecerdasan Berbasis Spiritual</title>
		<link>http://baitijannati.wordpress.com/2011/11/02/melejitkan-kecerdasan-berbasis-spiritual/</link>
		<comments>http://baitijannati.wordpress.com/2011/11/02/melejitkan-kecerdasan-berbasis-spiritual/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Nov 2011 13:04:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Farid Ma'ruf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[kecerdasan spiritual]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://baitijannati.wordpress.com/?p=684</guid>
		<description><![CDATA[oleh Fahmi Amhar &#160; baitijannati &#8212; Apakah yang bisa membuat Anda atau anak-anak Anda doyan belajar?  Kita melihat, banyak orang malas belajar, apalagi bila itu menyangkut pelajaran yang dinilai sulit, seperti matematika atau bahasa Inggris.  Padahal, sebenarnya semua anak pernah mengalami masa-masa belajar yang menyenangkan.  Hampir setiap anak suka belajar naik sepeda, berenang, atau menggunakan HP,  [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&amp;blog=719720&amp;post=684&amp;subd=baitijannati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center">oleh <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1005666222">Fahmi Amhar</a></p>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_685" class="wp-caption alignright" style="width: 190px"><a href="http://baitijannati.files.wordpress.com/2011/11/abbas.jpg"><img class="size-full wp-image-685" title="Abbas" src="http://baitijannati.files.wordpress.com/2011/11/abbas.jpg" alt="" width="180" height="196" /></a><p class="wp-caption-text">Abbas ibnu Firnas (abad 9 M), orang pertama yang terbang dengan teknologi.</p></div>
<p><em><a href="http://baitijannati.wordpress.com/" target="_blank">baitijannati</a></em> &#8212; Apakah yang bisa membuat Anda atau anak-anak Anda doyan belajar?  Kita melihat, banyak orang malas belajar, apalagi bila itu menyangkut pelajaran yang dinilai sulit, seperti matematika atau bahasa Inggris.  Padahal, sebenarnya semua anak pernah mengalami masa-masa belajar yang menyenangkan.  Hampir setiap anak suka belajar naik sepeda, berenang, atau menggunakan HP,  meski tidak ada sekolah yang memberinya nilai.<span id="more-684"></span></p>
<p><span style="direction:ltr;">Setidaknya ada empat motivasi yang mendorong anak-anak sehingga suka belajar. </span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pertama adalah pengalaman sehari-hari.  Bila sesuatu yang dipelajari dapat langsung digunakan dalam kehidupan sehari-hari, maka itu akan membuat mereka bersemangat mempelajarinya.   Itulah mengapa semua anak semangat belajar naik sepeda atau menggunakan HP tanpa perlu ada yang menyuruh atau menilainya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kedua adalah menyadari tantangan.  Bila anak menyadari apa saja yang pasti akan dihadapinya di masa mendatang atau di tempat baru yang pasti dapat dikunjunginya, maka mereka akan bersemangat untuk mempelajari ilmu yang diperlukan untuk menghadapi tantangan itu.  Maka anak yang tahu akan diajak wisata ke luar negeri atau bertemu orang asing akan lebih semangat belajar bahasa Inggris, dibanding yang tidak punya harapan untuk itu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ketiga adalah mendapatkan teladan.  Bila anak bertemu atau mendapatkan contoh sosok teladan yang menekuni suatu bidang ilmu, maka dia bisa terinspirasi untuk jadi menyukai bidang ilmu tersebut.  Seorang anak yang telah menonton film kisah Thomas Alva Edison bisa terinspirasi untuk tekun belajar fisika dan hobby utak-atik elektronika agar mengikuti jejak sang penemu lampu listrik itu seperti halnya anak yang rajin berlatih bola karena terinspirasi idola bola Zinedine Zidan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Motivasi pertama dapat disebut “experiential”, motivasi kedua “adventurial”, dan motivasi ketiga “historical”.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Motivasi yang keempat adalah yang terunik, karena dapat mendorong orang mempelajari sesuatu yang di luar pengalaman sehari-hari, melebihi tantangan yang ada, dan nyaris tidak ada contohnya dalam sejarah.  Motivasi ini muncul dari kekuatan di luar dunia – yakni Allah swt, dan karena itu disebut juga “transendental”.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kaum muslimin terdahulu memberikan contoh, bagaimana mereka termotivasi belajar, mengembangkan kreativitas ilmiah dan menerapkan teknologi secara arif, oleh dorongan ayat-ayat Qur’an dan sabda Nabi saw.  Maka mereka meraih banyak hal, jauh di atas yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari, melebihi yang dibutuhkan untuk menaklukkan musuh-musuhnya seperti Romawi atau Persia, dan menorehkan peradaban jauh di atas para teladannya yakni bangsa Yunani atau bangsa Cina.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ayat yang pertama kali turun bukanlah ayat tentang ibadah mahdhoh seperti sholat, bukan pula ayat tentang keutamaan jihad, melainkan ayat tentang belajar.</p>
<p><em>Bacalah dengan nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah, Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar dengan perantaraan tulis-baca, Dia mengajarkan manusia apa yang tak diketahuinya. </em>(QS al-Alaq 1-5)<em> </em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ditambah sejumlah hadits, di mana Rasulullah sangat mengapresiasi pencari ilmu.</p>
<p><em>Siapa yang berjalan untuk menuntut ilmu, Allah akan memudahkan baginya jalan ke sorga”  </em>(HR Muslim)<em> </em></p>
<p><em> “Para malaikat selalu membentangkan sayapnya menaungi para penuntut ilmu karena senang dengan perbuatan itu, dan orang alim dimintakan ampun </em></p>
<p><em>oleh penduduk langit dan bumi dan ikan-ikan di dalam air.  </em></p>
<p><em>Kelebihan orang alim atas ahli ibadah bagaikan kelebihan cahaya rembulan atas cahaya bintang”  </em>(HR Abu Daud)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em> </em></p>
<p>Selain memberi motivasi secara umum, ada sekitar 800 ayat Qur’an yang secara spesifik mendorong kaum muslim agar mempelajari suatu hal.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ayat  <em>“Dan [mengapa kalian tidak memperhatikan] langit, bagaimana ia ditinggikan?”</em> (QS al-Ghasiyah:18) dijadikan pendorong belajar astronomi.  Pada abad 9 M, di Baghdad, orang biasa menggunakan kitab Almagest karya astronom Yunani Ptolomeus dalam kajian “tafsir” atas ayat tersebut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sedang ayat “<em>Hai jama&#8217;ah jin dan manusia, </em></p>
<p><em>jika kamu sanggup melintasi penjuru langit dan bumi, </em></p>
<p><em>maka lintasilah, kamu tak dapat menembusnya, kecuali dengan kekuatan.” </em>(Qs. 55 Ar-Rahman :33) telah mendorong Abbas Ibnu Firnas dari Cordoba (abad 9 M) untuk menciptakan gantole dan parasut, yang dengan itu dia telah menjadi manusia pertama yang terbang dengan peralatan teknologi.</p>
<p><em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p>Sedang Hasan al Rammah (abad 13 M) mengembangkan hampir 70 resep bahan peledak hingga torpedo mungkin karena termotivasi ayat “<em>Siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan itu) kamu menggetarkan musuh Allah, musuhmu dan selain mereka yang kamu tak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya …”  </em>(Qs. 8-Al-Anfaal :60).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam kaitan teknologi, Rasulullah memandang manusia lebih tahu urusannya, sehingga beliau mendorong agar ada yang belajar ke Cina, yang tentu saat itu kaitannya dengan teknologi.  Sungguh, sebagian sahabat benar-benar pergi sampai ke Cina, antara lain untuk belajar teknologi membuat kertas, sehingga di masa Utsman bin Affan, Qur’an sudah dapat ditulis di atas mushaf (kertas).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Karena Nabi juga pernah mengatakan <em>“Jika mati manusia, terputuslah amalnya kecuali tiga hal, shadaqah jariah, ilmu yang bermanfaat dan anak yang shaleh yang mendoakan dirinya”  </em>(HR Muslim), maka pada masa keemasan Islam, banyak orang kaya ataupun penguasa yang ingin menorehkan namanya dalam keharuman ilmu. Mereka melakukan wakaf berupa pembangunan lab riset atau observatorium, lengkap dengan kebun yang luas untuk menghidupi para ilmuwannya agar melakukan riset.  Hasilnya antara lain adalah suatu tabel almanak astronomi yang paling mutakhir dan akurat di zamannya.  Tabel itulah yang akan dibawa-bawa oleh para pelaut dan mujahidin menembus batas cakrawala dunia Islam, menemukan tempat-tempat baru yang perlu disampaikan risalah Islam atas mereka, juga untuk selangkah lebih maju dari para pelaut penjajah yang selalu mengintai kelemahan dan kelengahan kaum muslim.  Shadaqah jariyah yang sekaligus memiliki output ilmu yang manfaat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Karena iklim cerdas di masyarakat seperti itu, tak heran bila para penguasa juga dikelilingi penasehat yang terdiri dari para ulama dan ilmuwan, sehingga kebijakan-kebijakannya tak melenceng dari dalil Qur’an dan Sunnah, dan juga tidak pernah mengabaikan sunnatullah yang ditemukan secara empirik dan ilmiah.  Meski penguasa dapat silih berganti, tetapi politik teknologi nyaris tidak berubah.  Negara tetap pro pencerdasan rakyat, memberi akses pendidikan yang maksimal kepada rakyat, dan menghargai karya para ulama dan ilmuwan sebagaimana mestinya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Inilah kecerdasan berbasis spiritual.  Berawal dari sebuah dorongan transendental (Qur’an dan Sunnah), diproses dengan sebuah metodologi yang dibentengi syariah oleh orang-orang yang sejak kecil dididik dalam pendidikan Islam, dan akhirnya menerapkan teknologi yang ditemukannya untuk memberi rahmat seluruh alam. (<a href="http://www.baitijannati.wordpress.com">www.baitijannati.wordpress.com</a>)</p>
<p>Sumber : <a href="http://www.facebook.com/notes/fahmi-amhar/melejitkan-kecerdasan-berbasis-spiritual/10150362637796921">http://www.facebook.com/notes/fahmi-amhar/melejitkan-kecerdasan-berbasis-spiritual/10150362637796921</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/baitijannati.wordpress.com/684/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/baitijannati.wordpress.com/684/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/baitijannati.wordpress.com/684/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/baitijannati.wordpress.com/684/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/baitijannati.wordpress.com/684/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/baitijannati.wordpress.com/684/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/baitijannati.wordpress.com/684/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/baitijannati.wordpress.com/684/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/baitijannati.wordpress.com/684/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/baitijannati.wordpress.com/684/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/baitijannati.wordpress.com/684/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/baitijannati.wordpress.com/684/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/baitijannati.wordpress.com/684/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/baitijannati.wordpress.com/684/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&amp;blog=719720&amp;post=684&amp;subd=baitijannati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://baitijannati.wordpress.com/2011/11/02/melejitkan-kecerdasan-berbasis-spiritual/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5db4c5e4e99c900e96651e7e7268e5a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">faridm</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://baitijannati.files.wordpress.com/2011/11/abbas.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Abbas</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
