<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Rumahku Surgaku</title>
	<atom:link href="http://baitijannati.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://baitijannati.wordpress.com</link>
	<description>Keluarga Sakinah Mawaddah wa Rohmah</description>
	<lastBuildDate>Fri, 20 Jan 2012 13:36:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='baitijannati.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Rumahku Surgaku</title>
		<link>http://baitijannati.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://baitijannati.wordpress.com/osd.xml" title="Rumahku Surgaku" />
	<atom:link rel='hub' href='http://baitijannati.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Perkara Syar&#8217;i Tapi Mis-Context</title>
		<link>http://baitijannati.wordpress.com/2012/01/15/perkara-syari-tapi-mis-context/</link>
		<comments>http://baitijannati.wordpress.com/2012/01/15/perkara-syari-tapi-mis-context/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Jan 2012 02:21:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Farid Ma'ruf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[poligami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://baitijannati.wordpress.com/?p=710</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Dr. Fahmi Amhar Baitijannati &#8211; Ada perkara-perkara mubah yang diizinkan oleh syariat Islam, tetapi hanya pasti barokahnya bila sistem Islam diterapkan di atasnya. Sedang bila dipaksakan pada context sistem &#8220;turbo-capitalisme&#8221; saat ini, tantangan dan resiko kegagalannya terlalu besar. Misalnya: - menikah di usia dini Karena pendidikan yang diberikan saat ini tidak menyiapkan orang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&amp;blog=719720&amp;post=710&amp;subd=baitijannati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong>Oleh : Dr. Fahmi Amhar</strong></p>
<p><strong><em><a href="http://baitijannati.files.wordpress.com/2012/01/famhar.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-711" title="famhar" src="http://baitijannati.files.wordpress.com/2012/01/famhar.jpg" alt="" width="180" height="137" /></a>Baitijannati </em></strong>&#8211; Ada perkara-perkara mubah yang diizinkan oleh syariat Islam, tetapi hanya pasti barokahnya bila sistem Islam diterapkan di atasnya. Sedang bila dipaksakan pada context sistem &#8220;turbo-capitalisme&#8221; saat ini, tantangan dan resiko kegagalannya terlalu besar. Misalnya:<span id="more-710"></span></p>
<p>- <strong>menikah di usia dini</strong></p>
<p>Karena pendidikan yang diberikan saat ini tidak menyiapkan orang sehingga sebelum baligh sudah tahu segala kewajiban syar&#8217;inya.  Walhasil setelah menikah terus didera banyak sekali masalah, tidak sedikit yang justru menjadi kontra produktif untuk dakwah.</p>
<p>- <strong>menikah sirri</strong></p>
<p>Karena pemerintah hanya punya komitmen untuk melindungi pernikahan yang secara administratif tercatat resmi. Sebaliknya, banyak orang sengaja menikah sirri untuk menghindari konsekuensi hukum dari pernikahannya, misalnya pegawai korporasi tertentu dilarang menikah dengan sesama pegawai, padahal mereka kenalnya ya itu, jadi terpaksa menikah sirri, daripada salah satu dipecat!</p>
<p>- <strong>menikahi wanita ahli kitab  </strong></p>
<p>Karena tidak ada jaminan akan melengkapi &#8220;melihat Islam&#8221; yang sebelumnya hanya ditemukan di ruang publik menjadi juga di ruang privat.  Dalam negara Islam, seorang wanita ahli kitab melihat syariat Islam yang penuh berkah dilaksanakan di ruang publik.  Di sekolah dia melihat Islam.  Di tempat kerja dia melihat Islam.  Tetapi seperti apa Islam di dalam rumah tangga, sementara dia lahir dan dibesarkan bukan di keluarga muslim?  Untuk itulah, Islam memberikan kesempatan dia melihat Islam dipraktekkan di dalam keluarga, dengan menjadi istri seorang lelaki muslim yang shaleh. Kalau sekarang kebalikannya!  Di luar rumah yang ada hanya kapitalisme, sekulerisme, liberalisme.  Apakah seorang lelaki muslim justru akan menambah masalah dengan memasukkan wanita yang belum mengenal Islam ke dalam keluarganya?</p>
<p>- <strong>menikahi lebih dari 1 istri  </strong></p>
<p>Karena negara tidak akan pro-aktif campur tangan bila ada istri-istri yang ditelantarkan.  Negara ini hanya datang ketika &#8220;dipanggil&#8221; oleh istri yang menggugat cerai.  Padahal ada istri yang &#8220;tahu diri&#8221;, bahwa dia kalah cantik, kalah muda, kalah cerdas, tidak akan &#8220;laku&#8221; lagi bila cerai, sehingga akhirnya pasrah didholimi demikian.  Hanya negara Islam yang akan proaktif menjaga agar tidak ada satupun warganya yang terdholimi oleh warga lainnya, hatta itu suaminya sendiri.</p>
<p>- <strong>memiliki banyak anak  </strong></p>
<p>Karena bisa jadi justru akan menjadi mangsa pola konsumsi dan sistem pendidikan kapitalis.  Dalam negara Islam, setiap jiwa dijamin oleh negara.  Jadi banyak anak memang banyak rejeki, karena nantinya pendidikannya dijamin negara. Kalau sakit juga ada jaminan kesehatan dari negara.  Sekarang?  Banyak anak, berarti orang tua makin kewalahan mengurusnya.  Akhirnya anak diserahkan &#8220;dididik&#8221; oleh TV yang acaranya tidak islami.  Masuk sekolah kalau yang murah ya konten Islamnya minimal.  Jadilah banyak anak hanya memberikan lebih banyak korban untuk kapitalsme.</p>
<p>Jadi marilah, kita lebih proporsional dan kontekstual dalam mengatakan &#8220;syariat Islam&#8221;, termasuk ketika setengah menganjurkan untuk &#8220;menikah dini &#8211; daripada pacaran&#8221;, membela &#8220;menikah sirri &#8211; daripada berzina&#8221;, mensunnahkan &#8220;berpoligami &#8211; untuk membuat lebih banyak wanita bahagia&#8221;, mendorong &#8220;banyak anak &#8211; karena Nabi akan berbangga dengan jumlah ummatnya&#8221;, ataupun sebaliknya, menggugat kehalalan &#8220;menikahi ahli kitab&#8221;.  Semua ada konteksnya !Konteksnya adalah: ADA NEGARA YANG BERKOMITMEN MENERAPKAN SISTEM ISLAM DI ATASNYA. (<a href="http://baitijannati.wordpress.com/" target="_blank">www.baitijannati.wordpress.com</a>)</p>
<p>Sumber : <a href="http://www.facebook.com/notes/fahmi-amhar/perkara-syari-tapi-mis-context/10150490831026921">http://www.facebook.com/notes/fahmi-amhar/perkara-syari-tapi-mis-context/10150490831026921</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/baitijannati.wordpress.com/710/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/baitijannati.wordpress.com/710/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/baitijannati.wordpress.com/710/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/baitijannati.wordpress.com/710/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/baitijannati.wordpress.com/710/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/baitijannati.wordpress.com/710/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/baitijannati.wordpress.com/710/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/baitijannati.wordpress.com/710/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/baitijannati.wordpress.com/710/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/baitijannati.wordpress.com/710/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/baitijannati.wordpress.com/710/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/baitijannati.wordpress.com/710/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/baitijannati.wordpress.com/710/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/baitijannati.wordpress.com/710/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&amp;blog=719720&amp;post=710&amp;subd=baitijannati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://baitijannati.wordpress.com/2012/01/15/perkara-syari-tapi-mis-context/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5db4c5e4e99c900e96651e7e7268e5a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">faridm</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://baitijannati.files.wordpress.com/2012/01/famhar.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">famhar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>JAMPERSAL Tidak Bisa Menyelamatkan Nyawa Ibu</title>
		<link>http://baitijannati.wordpress.com/2011/11/24/jampersal-tidak-bisa-menyelamatkan-nyawa-ibu/</link>
		<comments>http://baitijannati.wordpress.com/2011/11/24/jampersal-tidak-bisa-menyelamatkan-nyawa-ibu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Nov 2011 13:08:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Farid Ma'ruf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[jampersal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://baitijannati.wordpress.com/?p=692</guid>
		<description><![CDATA[Senantiasa berkontribusi untuk menyelesaikan problem-problem umat, Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia menyelenggarakan Forum Muslimah untuk Peradabanke 6 pada Jum’at 18 November 2011 di Auditorium Graha Nandika Sucofindo, Jakarta.  Forum mengkritisi program Jaminan Persalinan (JAMPERSAL) yang dilaunching Kementrian Kesehatan RI sejak awal tahun 2011. Ratu Erma Rahmayanti selaku Pimpinan Pusat Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia mengarahkan diskusi agar umat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&amp;blog=719720&amp;post=692&amp;subd=baitijannati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Senantiasa berkontribusi untuk menyelesaikan problem-problem umat, Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia menyelenggarakan<strong> Forum Muslimah untuk Peradaban</strong>ke 6 pada Jum’at 18 November 2011 di Auditorium Graha Nandika Sucofindo, Jakarta.  Forum mengkritisi program Jaminan Persalinan (JAMPERSAL) yang dilaunching Kementrian Kesehatan RI sejak awal tahun 2011.<span id="more-692"></span></p>
<p>Ratu Erma Rahmayanti selaku Pimpinan Pusat Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia mengarahkan diskusi agar umat Islam banyak menengok <em>tarikh</em> (sejarah) Islam. Akan ditemukan bahwa sejak awal peradaban Islam sudah memandu bahwa pelayanan kesehatan bagi setiap individu rakyat adalah tanggung jawab negara. Berbagai bukti sejarah mencatat bahwa negara Khilafah Islamiyah sepanjang 13 abad sudah menjamin pelayanan persalinan yang aman dan bermartabat. Kata ‘kuret’ (Kuretase) misalnya berasal dari sebutan dalam kedokteran Islam ‘<em>al Quraits</em>‘ untuk  alat pembersih rahim.</p>
<p>Dr Arum Harjanti, salah satu pembicara menggambarkan bahwa Jampersal adalah program baru pemerintah yang diharapkan menolong kaum ibu agar mendapatkan pelayanan persalinan oleh tenaga medis. Benarkah Jampersal bisa menekan Angka kematian Ibu (AKI) yang 90% dipicu oleh faktor terlambat mengakses layanan persalinan oleh tenaga medis? Karena minimnya biaya yang disiapkan oleh pemerintah, Arum meragukan  program ini  efektif menekan AKI.  Mengingat mahalnya harga obat, juga<em>sarana dan prasarana semisal transportasi</em> terutama karena kondisi geografis yang sulit, belum lagi rendahnya penghargaan terhadap  jasa tenaga medis, seringkali besarnya jaminan pemerintah ini tidak realistis untuk memberikan pelayanan persalinan yang layak.</p>
<p>Selanjutnya DR Rini Syafri dari Lajnah Maslahiyah Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia  menyampaikan kritiknya bahwa umat patut mempertanyakan mengapa program pemerintah terkait kesehatan tidak kunjung menekan angka kematian? Selama hampir 20 tahun AKI hanya turun dari 390 (1991) menjadi  228 (2007). Pemerintah Indonesia telah menjadikan pelayanan publik termasuk kesehatan berbasis <em>‘jasa yang diperdagangkan’</em>. Karenanya tidak nampak keseriusan kebijakan untuk melayani rakyat. Pemerintah meratifikasi GATS (General Agreement Trade and Services), menjadikan ranah kesehatan sebagai jasa yang diperdagangkan. Semestinya paradigma kebijakan pelayanan adalah tanggung jawab untuk memenuhi semua hajat hidup rakyat, sebagaimana diperintahkan syariat Islam.</p>
<p>Di akhir forum Iffah Ainur Rochmah, Juru Bicara Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia (MHTI) dalam rilisnya menyampaikan bahwa MHTI telah menerima puluhan surat kaum ibu dan para bidan berisi keluhan dan testimoni  mereka terkait program Jampersal. MHTI menegaskan JAMPERSAL adalah kebijakan setengah hati pemerintah dalam pelayanan publik. Seolah memahami persoalan masyarakat, namun justru memberikan pelayanan yang menyengsarakan kaum ibu. Target penurunan AKI tak lebih hanya <em>lips service</em> untuk mencapai target MDGs 2015, tanpa benar-benar menghilangkan faktor-faktor penyebab tingginya AKI. Lebih jauh, program ini juga rawan ditunggangi agenda kontrol populasi melalui program KB.</p>
<p>Karenanya, MHTI menuntut  pemerintah memberikan pelayanan persalinan yang layak dan bermartabat. Negara akan mampu melakukan itu dan dengan menyediakan dana yang mencukupi jika menjadikan tanggung jawab pelayanan sebagai paradigma,bukan menjadikan kesehatan sebagai jasa yang diperdagangkan. Juga negara seharusnya mengambil sistem ekonomi Islam menggantikan sistem ekonomi kapitalisme</p>
<p>Hanya dengan sistem Islam pelayanan persalinan yang layak dan bermartabat bisa diperoleh masing-masing individu umat. Ingatlah bahwa sejak 13 abad lalu khalifah kaum muslimin telah menyediakan rumah sakit, tenaga medis, logistik dan pembiayaan yang memadai. Khalifah Harun Ar Rasyid telah memerintahkan kas Baitul Mal untuk mendirikan RS, RS bersalin, sekolah kebidanan dan bahkan industri farmasi.[<a href="http://baitijannati.wordpress.com/" target="_blank">www.baitijannati.wordpress.com</a>] MMC</p>
<p>Sumber : <a href="http://hizbut-tahrir.or.id/2011/11/23/jampersal-tidak-bisa-menyelamatkan-nyawa-ibu/">http://hizbut-tahrir.or.id/2011/11/23/jampersal-tidak-bisa-menyelamatkan-nyawa-ibu/</a></p>

<a href='http://baitijannati.wordpress.com/2011/11/24/jampersal-tidak-bisa-menyelamatkan-nyawa-ibu/img_9940/' title='img_9940'><img data-attachment-id='693' data-orig-size='448,299' data-liked='0'width="150" height="100" src="http://baitijannati.files.wordpress.com/2011/11/img_9940.jpg?w=150&#038;h=100" class="attachment-thumbnail" alt="img_9940" title="img_9940" /></a>
<a href='http://baitijannati.wordpress.com/2011/11/24/jampersal-tidak-bisa-menyelamatkan-nyawa-ibu/img_9809/' title='img_9809'><img data-attachment-id='694' data-orig-size='448,299' data-liked='0'width="150" height="100" src="http://baitijannati.files.wordpress.com/2011/11/img_9809.jpg?w=150&#038;h=100" class="attachment-thumbnail" alt="img_9809" title="img_9809" /></a>
<a href='http://baitijannati.wordpress.com/2011/11/24/jampersal-tidak-bisa-menyelamatkan-nyawa-ibu/img_9856/' title='img_9856'><img data-attachment-id='695' data-orig-size='448,299' data-liked='0'width="150" height="100" src="http://baitijannati.files.wordpress.com/2011/11/img_9856.jpg?w=150&#038;h=100" class="attachment-thumbnail" alt="img_9856" title="img_9856" /></a>
<a href='http://baitijannati.wordpress.com/2011/11/24/jampersal-tidak-bisa-menyelamatkan-nyawa-ibu/img_9876/' title='img_9876'><img data-attachment-id='696' data-orig-size='448,299' data-liked='0'width="150" height="100" src="http://baitijannati.files.wordpress.com/2011/11/img_9876.jpg?w=150&#038;h=100" class="attachment-thumbnail" alt="img_9876" title="img_9876" /></a>

<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/baitijannati.wordpress.com/692/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/baitijannati.wordpress.com/692/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/baitijannati.wordpress.com/692/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/baitijannati.wordpress.com/692/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/baitijannati.wordpress.com/692/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/baitijannati.wordpress.com/692/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/baitijannati.wordpress.com/692/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/baitijannati.wordpress.com/692/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/baitijannati.wordpress.com/692/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/baitijannati.wordpress.com/692/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/baitijannati.wordpress.com/692/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/baitijannati.wordpress.com/692/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/baitijannati.wordpress.com/692/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/baitijannati.wordpress.com/692/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&amp;blog=719720&amp;post=692&amp;subd=baitijannati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://baitijannati.wordpress.com/2011/11/24/jampersal-tidak-bisa-menyelamatkan-nyawa-ibu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5db4c5e4e99c900e96651e7e7268e5a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">faridm</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://baitijannati.files.wordpress.com/2011/11/img_9940.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">img_9940</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://baitijannati.files.wordpress.com/2011/11/img_9809.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">img_9809</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://baitijannati.files.wordpress.com/2011/11/img_9856.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">img_9856</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://baitijannati.files.wordpress.com/2011/11/img_9876.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">img_9876</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menghadapi Anak Tanpa Emosi</title>
		<link>http://baitijannati.wordpress.com/2011/11/23/menghadapi-anak-tanpa-emosi/</link>
		<comments>http://baitijannati.wordpress.com/2011/11/23/menghadapi-anak-tanpa-emosi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Nov 2011 00:50:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Farid Ma'ruf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>
		<category><![CDATA[menghadapi anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://baitijannati.wordpress.com/?p=707</guid>
		<description><![CDATA[Assalaamu’alaikum Wr.Wb Ibu Pengasuh Rubrik Konsultasi Keluarga yang saya hormati.  Ada yang ingin saya tanyakan, terkait dengan apa yang sering saya alami. Kenapa ya  saya ini cepet sekali emosi dalam menghadapi anak? Padahal saya sadar ini tidak  baik buat anak saya yang masih balita. Tapi semakin ditahan rasa emosi malah semakin menjadi, mohon solusinya ya. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&amp;blog=719720&amp;post=707&amp;subd=baitijannati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Assalaamu’alaikum Wr.Wb</em></p>
<p>Ibu Pengasuh Rubrik Konsultasi Keluarga yang saya hormati.  Ada yang ingin saya tanyakan, terkait dengan apa yang sering saya alami. Kenapa ya  saya ini cepet sekali emosi dalam menghadapi anak? Padahal saya sadar ini tidak  baik buat anak saya yang masih balita. Tapi semakin ditahan rasa emosi malah semakin menjadi, mohon solusinya ya. Jazakillah khair.<span id="more-707"></span></p>
<p><em>Wassalamu’alaikum Wr.Wb.</em></p>
<p>FR, Malang</p>
<p><em>Wa’alaikumsalam Wr.Wb.</em></p>
<p>Ibu FR yang baik,</p>
<p>Anak adalah anugerah dan amanah yang diberikan Allah SWT pada para orang tuanya. Sebagai amanah, semua yang dilakukan orang tua terhadap anaknya (bagaimana merawat, membesarkan dan mendidiknya) akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat kelak. Itulah menjadi penting memahami bagaimana mendidik anak, mendoakannya selalu, sekaligus senantiasa menanamkan kesabaran saat mendidik mereka.</p>
<p>Ibu FR yang baik,</p>
<p>Selaras dengan tumbuh kembangnya, pada anak balita biasanya akan mulai terjadi perubahan-perubahan perilaku. Di  antaranya adalah muncul sikap penolakan anak terhadap lingkungan sosialnya. Gejala seperti ini biasanya dimulai saat anak berusia 2,5 tahun sampai 3 tahun. Keakuan anak-anak ini mulai muncul dan mereka mulai ingin membedakan dirinya dengan orang lain. Pada saat itu pula, si kecil sudah mulai mencoba keinginannya sendiri. Perubahan-perubahan ini yang lantas dipersepsi oleh para orang tua bahwa anak  menjadi mulai sulit diatur, maunya sendiri dan sebagainya, yang tidak jarang kemudian sering menimbulkan kerepotan dalam memperlakukan mereka. Kondisi demikian ini, insya Allah akan mereda seiring dengan bertambahnya usia, berkembangnya kemampuan berpikir dan kemampuan lainnya.</p>
<p>Ibu FR yang baik,</p>
<p>Saya sangat bisa memahami, terkadang memang emosi kita akan ikut terpancing saat menghadapi anak yang demikian. Rasanya sulit sekali ditahan, dan semakin ditahan justru ingin semakin diledakkan. Akhirnya yang kemudian biasa muncul adalah luapan kemarahan. Tapi ingatlah, amarah seringkali akan mendekatkan diri kita kepada hal-hal yang berbahaya. Tanpa kita sadari anak terkadang akan menjadi sasaran kemarahan kita. Hal ini tentu sangat tidak baik untuk perkembangan perilakunya. Bukankah anak balita banyak belajar dari apa yang mereka lihat dan dengar? Maka, Anda harus sangat hati-hati ketika memperlakukan mereka. Dan yang pasti, kemarahan tidak akan mendekatkan kita dengan surga. Rasulullah SAW bersabda:</p>
<p><em>“Dahulu ada seorang lelaki yang datang menemui Rasulullah SAW dan mengatakan, “Wahai Rasulullah, ajarkanlah kepada saya sebuah ilmu yang bisa mendekatkan saya ke surga dan menjauhkan dari neraka.”Maka beliau bersabda,“Jangan tumpahkan kemarahanmu. Niscaya surga akan kau dapatkan.”</em> (HR. Thobrani)</p>
<p>Ibu FR yang baik,</p>
<p>Memang tidak mudah menahan emosi (kemarahan). Tapi sebagaimana tabiatnya, bahwa emosi adalah bagian dari naluri, maka saat keinginan untuk marah itu muncul tidak harus dipenuhi. Tapi bisa dialihkan atau ditunda (ditahan). Anda harus bisa menakar dan memahami kadar emosi Anda sendiri, pada saat kapan dan situasi seperti apa biasanya muncul. Sehingga Anda akan lebih mudah untuk mengontrol atau mengendalikannya. Rasulullah juga telah mengajarkan bagaimana semestinya memperlakukan anak-anak. Abu Hurairah meriwayatkan bahwa suatu ketika Rasulullah SAW menciumi Hasan bin Ali dan di dekatnya ada Al-Arqa’ bin Hayis At-Tamimi sedang duduk. Ia kemudia berkata, “Aku memiliki sepuluh orang anak dan tidak pernah aku mencium seorang pun dari mereka”. Rasulullah segera memandang kepadanya dan berkata:<em>“Barang siapa tidak mengasihi, maka ia tidak akan dikasihi”.</em> (HR. Bukhari)</p>
<p>Ibu FR yang baik,</p>
<p>Islam juga sudah mengajarkan bagaimana cara mengendalikan emosi (kemarahan) kita. <em>Pertama</em>, bacalah ta’awudz ketika marah. <em>Kedua,</em> ubahlah posisi ketika marah. <em>Ketiga,</em> diam atau tidak bicara. Ketika Anda  diam, maka Anda akan menjaga diri dari berbicara atau berbuat sesuatu yang menyakitkan anak yang kemudian akan disesali, dan sekaligus Anda dapat menjadi model bagaimana mengontrol emosi diri sendiri bagi anak. Ambillah waktu sejenak untuk merencanakan dan merenungkan apa yang harus Anda lakukan. <em>Keempat,</em>berwudhulah.  Jika keempat langkah tadi belum mampu meredakan amarah, ambillah langkah pamungkas, yaitu dengan melaksanakan shalat dua rakaat. Insya Allah dengan shalat amarah akan dapat diredakan.[<a href="http://konsultasi.wordpress.com/" target="_blank">www.konsultasi.wordpress.com</a>]</p>
<p>Sumber : Tabloid Media Umat, November 2011</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/baitijannati.wordpress.com/707/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/baitijannati.wordpress.com/707/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/baitijannati.wordpress.com/707/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/baitijannati.wordpress.com/707/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/baitijannati.wordpress.com/707/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/baitijannati.wordpress.com/707/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/baitijannati.wordpress.com/707/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/baitijannati.wordpress.com/707/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/baitijannati.wordpress.com/707/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/baitijannati.wordpress.com/707/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/baitijannati.wordpress.com/707/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/baitijannati.wordpress.com/707/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/baitijannati.wordpress.com/707/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/baitijannati.wordpress.com/707/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&amp;blog=719720&amp;post=707&amp;subd=baitijannati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://baitijannati.wordpress.com/2011/11/23/menghadapi-anak-tanpa-emosi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5db4c5e4e99c900e96651e7e7268e5a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">faridm</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Belajar dari Pengorbanan Ummu Imaroh</title>
		<link>http://baitijannati.wordpress.com/2011/11/05/belajar-dari-pengorbanan-ummu-imaroh/</link>
		<comments>http://baitijannati.wordpress.com/2011/11/05/belajar-dari-pengorbanan-ummu-imaroh/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Nov 2011 12:36:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Farid Ma'ruf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[ummu imaroh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://baitijannati.wordpress.com/?p=688</guid>
		<description><![CDATA[Pengantar Pada setiap Bulan Dzulhijjah, umat Islam selalu diingatakan tentang hakikat pengorbanan.  Tentu saja, karena pada bulan ini terdapat hari raya Idul Adha yang dilatarbelakangi oleh sikap pengorbanan Nabiyullah Ibrahim As. dan Ismail As.   Kisah pengorbanan keduanya senantiasa abadi, hingga tak satu pun jiwa orang-orang yang beriman kepada Allah SWT melewatkan peristiwa paling spektakuler di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&amp;blog=719720&amp;post=688&amp;subd=baitijannati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pengantar</strong></p>
<p>Pada setiap Bulan Dzulhijjah, umat Islam selalu diingatakan tentang hakikat pengorbanan.  Tentu saja, karena pada bulan ini terdapat hari raya Idul Adha yang dilatarbelakangi oleh sikap pengorbanan Nabiyullah Ibrahim As. dan Ismail As.   Kisah pengorbanan keduanya senantiasa abadi, hingga tak satu pun jiwa orang-orang yang beriman kepada Allah SWT melewatkan peristiwa paling spektakuler di dunia tersebut.<span id="more-688"></span></p>
<p>Membicarakan kisah pengorbanan, khususnya bagi muslimah, tentu bisa digali dari berbagai peristiwa baik yang dialami para nabi, shahabat atau pun orang-orang shalih di masa lalu.  Terlebih, kehidupan umat Islam di awal pertumbuhannya penuh dengan lika-liku yang tak lepas dari pengorbanan kaum perempuan.  Salah satu sosok pahlawan perempuan di masa Nabi Muhammad Saw. adalah Nusaibah Binti Ka’ab ra.  Jiwa pengorbanannya menjadikan setiap orang yang menelurusuri sejarah peri kehidupannya, tertegun takjub, bahwa ternyata seorang perempuan mampu menjadi orang terkemuka di hadapan Nabi  dan umat Islam pada masa itu.  Tulisan berikut akan memaparkan bentuk pengorbanan salah seorang shahabiyat Nabi Saw. tersebut.</p>
<p><strong>Keimanan yang Lurus</strong></p>
<p>Dia bernama Nusaibah Binti Ka’ab bin Amru bin ‘Auf al shohabiyyah al Fadhillah al Mujahidah al Anshoriyyah al Khazrajiyyah.  Ummu Imaroh adalah julukan bagi wanita mulia ini.  Beriman di kala kebanyakan orang mengingkari ajaran Nabi Muhammad Saw. adalah perkara yang tidak mudah.  Namun, demikianlah yang dilakukan Ummu Imaroh kala itu.  Suatu saat beliau menyimak paparan yang disampaikan suaminya, Zaid Bin Ashim yang baru saja menerima dakwah Islam dari Mush’ab Bin Umair.  Zaid menceritakan tentang seorang Rasul yang diutus dari kalangan Quraisy dan menyeru kepada manusia untuk beriman kepada Allah SWT.  Dakwah sang Rasul yang begitu tegar dan berani meski mendapatkan tantangan yang luar biasa pun disampaikan Zaid dengan penuh keyakinan.  Ia pun menceritakan betapa yang disampaikan Mush’ab Bin Umair tersebut telah membuat dirinya takjub hingga mengimani ajaran Rasulullah Saw.</p>
<p>Saat itulah hati Ummu Imaroh bergetar.  Beliau tak dapat menyembunyikan bisikan hati kecilnya untuk turut mengimani apa yang dibawa Rasul tersebut.  Tak ada alasan untuk menolak, tak ada keberatan untuk meningggalkan, maka Ummu Imaroh selanjutnya menyatakan, <em>“Saya beriman kepada Allah sebagai ilah (Tuhan) dan Muhammad sebagai Nabi”. </em>Dengan demikian<em> </em>Ummu Imaroh telah membuat keputusan awal yang paling baik dan menentukan sejarah kehidupannya kelak.  Beliau mulia karena memilih Islam.</p>
<p>Itulah pengorbanan pertama Ummu Imaroh.  Beliau rela mengubur kesombongan yang biasanya ada pada manusia tatkala diseru untuk meninggalkan keyakinan lamanya.  Kondisi seperti ini tentu jarang dijumpai saat ini.  Bahkan tak sedikit dijumpai muslim yang tidak rela meningalkan keyakinan yang bertentangan dengan aqidah Islam.  Mereka bersyahadat namun mengemban sekulerisme, pluralisme dan liberalisme.  Dan itu terjadi karena mereka tidak mau menanggalkan kesombongan dirinya; merasa memiliki kehidupan atau merasa mampu membuat aturan yang adil untuk manusia.  Padahal semua itu hanya omong kosong.  Tidakkah Ummu Imaroh telah memberikan pelajaran mendasar bagi kita?</p>
<p><strong>Teguh dalam Janji di Hadapan Rasul</strong></p>
<p>Tak cukup sekedar beriman, Ummu Imaroh yang telah membulatkan keimanan itu pun hendak menunjukkan kesetiaannya kepada Rasulullah Saw.  Bersama suami dan kedua putranya, yaitu Hubaib dan Abdullah, Ummu Imaroh ikut dalam rombongan yang berjalan ke bukit Aqobah untuk menyatakan baiat atau janji kesetiaan kepada Rasulullah Saw. sebagai pemimpin dan kepala negara bagi kaum muslim.  Peristiwa tersebut lebih dikenal dengan Baiat Aqobah kedua yang terjadi pada malam ke 13 bulan Dzulhijjah tahun ke 13 kenabian.</p>
<p>Inilah bentuk pengorbanan yang kedua dari sang politisi muslimah tersebut.  Keikutsertaannya ini tentu layak diperhitungkan sebagai bentuk pengorbanan beliau dalam bidang politik.  Beliau tak ingin ketinggalan memperoleh kebaikan dari peristiwa baiat Aqobah kedua yang merupakan salah satu pilar bersejarah berdirinya daulah (negara) Islam di Madinah.  Tak lama setelah peristiwa tersebut Rasulullah Saw. memerintahkan kaum muslimin di Mekkah untuk berhijrah ke Madinah dan menegakkan masyarakat di sana.</p>
<p>Ummu Imaroh bukanlah orang yang tidak peduli dengan nasib agama Islam yang terus mendapat hinaan dan tantangan dari penduduk kafir Quraisy.  Beliau juga menyadari bahwa dirinya adalah bagian dari orang-orang yang siap membantu dakwah Nabi Saw. di Madinah.  Meski beliau seorang perempuan, kesadaran politik yang dimilikinya begitu tinggi, tak kalah oleh mereka yang laki-laki.  Beliau adalah salah satu dari dua orang yang terlibat dalam Baiat Aqobah kedua tersebut.</p>
<p>Inilah yang seharusnya disadari setiap muslimah abad ini.  Kehidupan sekuler yang materialitsik telah melupakan tugas politik mereka.  Kepedulian terhadap kondisi umat dan agama ini seharusnya menjadi bagian dalam kehidupan mereka.  Sayangnya, masih banyak yang cuek alias tidak peduli.  Tak hanya itu, kesadaran atas kondisi umat yang memprihatinkan saat ini seharusnya juga diikuti oleh semangat untuk memperbaiki dengan berdakwah beramar makruf nahi munkar, menentang semua bentuk kedholiman dan berperan aktif dalam dakwah menegakkan negara Islam.  Ummu Imaroh sebenarnya telah memberikan inspirasi bagi muslimah untuk tidak ragu mengambil posisi terdepan dalam perjuangan dakwah Islam melalui kesadaran politik Islam yang dimilikinya.</p>
<p><strong>Bertempur di Bukit Uhud</strong></p>
<p>Janji setia yang beliau ikrarkan di Bukit Aqobah itu pun ternyata bukan omong kosong.  Sungguh beliau telah mewujudkannya melalui sepak terjangnya membantu dakwah Islam di Madinah dan terlibat secara aktif dalam setiap peristiwa besar yang dialami kaum muslim.</p>
<p>Ummu Imaroh memang layak mendapat julukan pahlawan perempuan Anshar.  Kepahlawanannya sangat menonjol terutama dari aktivitas beliau yang mengikuti berbagai peperangan melawan orang-orang kafir.  Beliau turut serta dalam Perang Uhud, Perjanjian Hudaibiyah, Umrah Qadha’, Perang Hunain dan Perang Yamamah di mana tangannya terpotong .   Dapatkah kita membayangkan bagaimana jiwa seorang perempuan yang terlibat dalam berbagai medan pertempuran?  Jika ia seorang pengecut, tentu tak akan hadir di medan laga.  Jika ia bukan orang yang yakin akan pahala dan kebaikan yang besar di sisi Allah SWT tentu ia lari dan bersembunyi.  Namun itulah Ummu Imaroh.  Beliau telah meyakinkan diri menjadi bagian yang bisa berarti dalam setiap kesempatan.</p>
<p>Dalam Perang Uhud, Ummu Imaroh ikut bersama suami dan kedua anaknya.  Pada waktu itu beliau membawa tempat yang berisi air. Beliau mendapati Rasulullah Saw. bersama para shahabatnya.  Namun tatkala pasukan Islam mulai mengalami kekalahan, Ummu Imaroh pun maju ke medan perang untuk ikut bertempur menggunakan pedang dan panah.</p>
<p>Ketika ada salah seorang musuh yang datang hendak menyerang Rasulullah Saw.  Ummu Imaroh dan beberapa shahabat membentuk tameng pertahanan untuk melindungi Rasulullah Saw.  hingga orang yang hendak menyerang Rasulullah tersebut sempat memukul Ummu Imaroh .  Kegigihan Ummu Imaroh dalam melindungi Rasulullah Saw. ini terlihat dari sabda beliau, “<em>Aku tidak menoleh ke kiri dan ke kanan melainkan melihat Ummu Imarah”.</em> Dan benar saja, pengorbanan Ummu Imaroh dalam perang Uhud ini tampak dari 12 bekas luka di tubuhnya.</p>
<p>Ummu Imaroh memang perempuan pemberani.  Ia rela mengorbankan jiwa dan raganya.  Tatkala Rasulullah Saw. melihat lukanya, Beliau Saw. bersabda kepada anak Ummu Imaroh, yaitu Abdullah,<em> ” Ibumu, ibumu…balutlah lukanya. Ya Allah, jadikanlah mereka sahabat saya di surga “.</em></p>
<p>Mendengar doa yang disampaikan Rasulullah Saw. tersebut Ummu Imaroh pun berkata :<em>“Aku tidak menghiraukan lagi apa yang menimpaku dari urusan dunia ini “.</em> Kalimat seperti ini tentu tak akan keluar dari mulut manusia yang lebih mencintai dunia.  Cukuplah hal ini menjadi bukti bahwa Ummu Imaroh adalah orang yang telah menjual apa yang dimilikinya di dunia ini dengan surga.  Inilah bentuk pengorbanan yang paling tinggi dari seorang manusia untuk Rabbnya.</p>
<p>Namun, bagaimana dengan kebanyakan muslimah kini.  Kata-kata surga bak nyanyian merdu yang biasa menghiasi telinga mereka namun tak berbekas dalam jiwa dan amalan.  Kerinduan pada keridloan Allah SWT seakan jauh dari harapan, apalagi jika harus dibayar dengan dunia dan isinya.  Kenikmatan dunia telah banyak melalaikan visi dan misi yang seharusnya dimiliki muslimah.  Jangankan terluka oleh goresan pedang dan anak panah -sebagaimana Ummu Imaroh- kebanyakan perempuan kini malah berlomba-lomba mempercantik diri, memoles dan memuluskan tubuh bahkan tak sedikit yang harus operasi plastik.  Sesudah itu, mereka jajakan kecantikannya itu di hadapan laki-laki demi segenggam uang yang pasti akan habis dalam waktu cepat, bukan balasan surga yang pasti kekalnya seperti yang bakal diperoleh Ummu Imaroh.  Tidakah kita malu, mengapa masih saja tertipu oleh silaunya dunia?</p>
<p><strong>Isteri dan Ibu Teladan</strong></p>
<p>Ummu Imaroh memang bukan perempuan biasa.  Ketangguhan di medan juang, tak mengurangi rasa tanggung jawabnya sebagai muslimah.  Ia tetap mampu mengemban kewajibannya sebagai isteri bagi suaminya dan ibu bagi anak-anaknya.  Pengorbanannya sebagai isteri nampak dari sikapnya terhadap kedua suaminya.  Dengan suami yang pertama, Ia mampu menjadi pendamping dan teman perjuangan saat suami isteri ini menyatakan baiat di bukit Aqobah dan bersungguh-sungguh dalam membantu dakwah Rasulullah Saw di Madinah.</p>
<p>Adapun setelah hidup dengan suaminya yang kedua, Ummu Imaroh pun tak pernah tertinggal untuk mendampingi suaminya dan memberikan berbagai pertolongan di medan pertempuran.  Keduanya nampak dalam Perang Uhud, peristiwa Hudaibiyah, Perang Khaibar, Perang Hunain dan Perang Yamamah.  Inilah pengorbanannya sebagai isteri seorang pejuang yang siap berjuang kapan pun, di mana pun dan dengan resiko apapun.  Ummu Imaroh telah memerankannya dengan sangat baik.</p>
<p>Tidakkah seharusnya hal ini menjadi inspirasi bagi para istri di jaman modern kini.  Tak seharusnya para isteri lebih mementingkan karirnya di luar rumah, jauh dari suami atau bahkan memiliki dunia sendiri yang lebih mereka cintai dari pada kehidupan rumah bersama suami dan keluarga.  Kemandirian perempuan yang dipropagandakan kaum feminis dan penggiat gender berhasil menipu sebagian perempuan, sehingga mereka lebih rela meninggalkan suaminya, tak hanya dalam aktivitas bahkan ikatan penikahan.  Perceraian meningkat karena isteri merasa lebih mandiri secara ekonomi, memiliki kebebasan mengatur urusannya sendiri tanpa campur tangan suami, atau semata-mata karena tidak <em>qonaah</em> (menerima) apa yang diberikan suami.  Sementara godaan pria lain terus mengintai, akibatnya perselingkuhan pun tak terhindarkan.  Dan akhirnya ikatan pernikahan mudah lepas oleh ganasnya kehidupan sekuler.  Inilah penyakit yang banyak menghinggapi para isteri saat ini.  Kesetiaan Ummu Imaroh pada sang suami selayaknya memberikan pengaruh, bahwa ikatan pernikahan sesungguhnya adalah jalan menuju ketaqwaan, jalan menuju diraihnya berbagai kebaikan sebagai suami isteri.</p>
<p>Ummu Imaroh juga layak menjadi ibu teladan.  Beliau telah mampu mengantarkan putra putrinya sebagai generasi pembela Islam.  Tak sedikit pun muncul keraguan dalam hantinya untuk melepas kedua putranya (Habib dan Abdullah) di setiap medan pertempuran dan tugas dakwah lainnya.  Keteguhan kedua putranya mengemban amanah dakwah Islam cukup menjadi bukti bahwa mereka hidup dalam suasana pembinaan ruhiyyah yang baik di dalam keluarga yang tentu tak lepas dari pengaruh Ummu Imaroh, sang ibu.</p>
<p>Saat perang Badar, anaknya -Abdullah- dengan gagah berani ikut berjuang menegakkan panji-panji Islam sehingga Islam memperoleh kemenangan.  Adapun kiprah Habib nampak saat ia memegang amanat sebagai utusan Khalifah Abu Bakar untuk menyampaikan surat kepada Musailamah al Kadzdzab.  Ummu Imaroh pun mendorong agar anaknya mampu mengemban amanat tersebut dengan baik.  Namun rupanya Habib harus syahid tatkala membela Islam di hadapan kekufuran tersebut.</p>
<p>Mendengar kematian anaknya itu, Ummu Imaroh bukannya kecewa.  Ia malah menerimanya dengan penuh keyakinan bahwa putranya mendapatkan kedudukan tinggi di sisi Allah SWT.  Ia menerima berita kematian itu dengan penuh kemuliaan serta kebanggaan karena telah mempersembahkan yang terbaik untuk Islam dan kaum muslim.</p>
<p>Pengorbanan hakiki seorang ibu terhadap sang anak sepertinya menjadi barang langka saat ini.  Terlebih saat ibu lebih senang menjadikan anaknya sebagai mesin uang, penghias rumah dan penyanjung harga diri alias prestise.  Jangankan menanamkan ruh jihad pada anak, mereka malah antipati terhadap pemahaman Islam yang dianggap radikal.  Berapa banyak pula ibu yang justru lebih memilihkan lembaga pendidikan yang berorientasi keilmuan dan pekerjaan saja untuk anaknya.  Sementara pendidikan yang lebih menekankan pembentukan kepribadian Islam dianggap kuno, ketinggalan jaman, dan tidak bermutu.  Itu semua tentu tidak mencerminkan sosok ibu yang baik.  Keteladan Ummu Imaroh dalam mengarahkan buah hatinya selayaknya menginspirasi setiap ibu untuk mencetak generasi yang siap mengemban tanggung jawab masa depan Islam dan kaum muslim.</p>
<p><strong>Pengorbanan Sepanjang Hayat</strong></p>
<p>Ummu Imaroh memang telah dimuliakan Allah SWT melalui pengorbanannya di sepanjang hayat.  Perang Yamamah yang bertujuan untuk menumpas gerakan Musailamah telah membawanya pada puncak pengorbanan.  Saat itu Ummu Imaroh dan anaknya -Abdullah- ikut serta dalam perang Yamamah.  Musailamah yang sebelumnya telah membunuh Habib terbunuh oleh Abdullah -anak Ummu Imaroh yang lain.  Inilah pengorbanan terakhirnya.  Beberapa tahun setelah peristiwa Perang Yamamah tersebut, Ummu Imaroh meninggal dunia.  Beliau pulang dengan dua belas bekas tusukan dan kehilangan satu tangan serta satu anaknya, semua diperolehnya dari medan pertempuran.</p>
<p>Itulah pengorbanan yang ikhlas semata-mata karena Allah SWT.  Beliau tidak mengenal kesal, mengeluh, mengadu, apalagi bersedih meski tubuhnya terluka sekalipun, meski belahan jiwanya hilang sekalipun.  Karena sesungguhnya obat dari berbagai tantangan tersebut adalah harapan yang begitu tinggi untuk meraih ridhwanullah.</p>
<p>Seandainya kaum muslimah saat ini memiliki <em>himmah</em> dan cita-cita semulia Ummu Imaroh, niscaya mereka tidak mudah melupakan Allah SWT dan berputus asa dari rahmat-Nya.  Sungguh, menapaki kehidupan ini memang penuh cobaan.  Tantangan perjuangan pun akan datang silih berganti.  Namun, janji Allah SWT pasti ditepati.  Dia akan menolong orang-orang yang menolong agama-Nya.  Artinya, jika kaum muslim saat ini kembali kepada agama Alllah SWT, menjunjung tinggi syariat Islam sebagai satu-satu pengatur kehidupan mereka, niscaya umat Islam bisa keluar dari keterpurukan, kehinaan dan ancaman musuh-musuh Islam.  Semua itu telah dibuktikan sendiri oleh Ummu Imaroh, ia telah memperoleh kemenangan hakiki, saat segala daya upaya telah diberikan untuk menolong agama Allah SWT meski harus menjalani berbagai kesulitan dan kesakitan.</p>
<p><strong>Penutup</strong></p>
<p>Pengorbanan Ummu Imaroh memang tak dapat disetarakan dengan pengorbanan Nabi Ibrahim as.dan Nabi Ismail as.  Meski kedua kisah pengorbanan ini ada yang terjadi pada Bulan Dzulhijjah, masing-masing memang memiliki dimensi yang berbeda.  Namun, sebagai sosok perempuan yang rela mengorbankan apa yang dimilikinya di tengah kesulitan hidup pada zamannya, Ummu Imaroh layak menjadi teladan kaum ibu dan perempuan pada umumnya di masa kini.</p>
<p>Berkaca pada keteladanan tersebut, kaum muslimah saat ini harus memiliki kesadaran politik Islam meski mereka sebagai seorang ibu dan isteri.  Peran aktifnya sangat diperlukan untuk membangun masyarakat Islam.  Muslimah manapun juga berhak mendapatkan surga sebagaimana Ummu Imaroh jika mereka mampu mempersembahkan jiwa dan raganya untuk Allah SWT semata-mata.  Dunia ini terlalu kecil dan tak layak ditukar oleh surga yang luasnya tak dapat diperhitungkan manusia.  Semoga akan terlahir Ummu Imaroh lain di  sepanjang perjalanan umat Muhammad Saw ini. <em>Aamiin</em>. [] <strong>Noor Afeefa</strong></p>
<p>Rujukan</p>
<p>Dr. Ahmad Sudirman Abbas, M.A, Mukjizat Doa dan Air Mata Ibu, Qultum Media, 2009.</p>
<p>Muhammad Ali Quthb, Perempuan Agung di Sekitar Rasulullah Saw, PT Mizan Publika</p>
<p>Sumber : <a href="http://hizbut-tahrir.or.id/2011/11/05/belajar-dari-pengorbanan-ummu-imaroh/">http://hizbut-tahrir.or.id/2011/11/05/belajar-dari-pengorbanan-ummu-imaroh/</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/baitijannati.wordpress.com/688/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/baitijannati.wordpress.com/688/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/baitijannati.wordpress.com/688/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/baitijannati.wordpress.com/688/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/baitijannati.wordpress.com/688/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/baitijannati.wordpress.com/688/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/baitijannati.wordpress.com/688/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/baitijannati.wordpress.com/688/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/baitijannati.wordpress.com/688/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/baitijannati.wordpress.com/688/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/baitijannati.wordpress.com/688/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/baitijannati.wordpress.com/688/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/baitijannati.wordpress.com/688/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/baitijannati.wordpress.com/688/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&amp;blog=719720&amp;post=688&amp;subd=baitijannati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://baitijannati.wordpress.com/2011/11/05/belajar-dari-pengorbanan-ummu-imaroh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5db4c5e4e99c900e96651e7e7268e5a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">faridm</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Melejitkan Kecerdasan Berbasis Spiritual</title>
		<link>http://baitijannati.wordpress.com/2011/11/02/melejitkan-kecerdasan-berbasis-spiritual/</link>
		<comments>http://baitijannati.wordpress.com/2011/11/02/melejitkan-kecerdasan-berbasis-spiritual/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Nov 2011 13:04:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Farid Ma'ruf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[kecerdasan spiritual]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://baitijannati.wordpress.com/?p=684</guid>
		<description><![CDATA[oleh Fahmi Amhar &#160; baitijannati &#8212; Apakah yang bisa membuat Anda atau anak-anak Anda doyan belajar?  Kita melihat, banyak orang malas belajar, apalagi bila itu menyangkut pelajaran yang dinilai sulit, seperti matematika atau bahasa Inggris.  Padahal, sebenarnya semua anak pernah mengalami masa-masa belajar yang menyenangkan.  Hampir setiap anak suka belajar naik sepeda, berenang, atau menggunakan HP,  [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&amp;blog=719720&amp;post=684&amp;subd=baitijannati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center">oleh <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1005666222">Fahmi Amhar</a></p>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_685" class="wp-caption alignright" style="width: 190px"><a href="http://baitijannati.files.wordpress.com/2011/11/abbas.jpg"><img class="size-full wp-image-685" title="Abbas" src="http://baitijannati.files.wordpress.com/2011/11/abbas.jpg" alt="" width="180" height="196" /></a><p class="wp-caption-text">Abbas ibnu Firnas (abad 9 M), orang pertama yang terbang dengan teknologi.</p></div>
<p><em><a href="http://baitijannati.wordpress.com/" target="_blank">baitijannati</a></em> &#8212; Apakah yang bisa membuat Anda atau anak-anak Anda doyan belajar?  Kita melihat, banyak orang malas belajar, apalagi bila itu menyangkut pelajaran yang dinilai sulit, seperti matematika atau bahasa Inggris.  Padahal, sebenarnya semua anak pernah mengalami masa-masa belajar yang menyenangkan.  Hampir setiap anak suka belajar naik sepeda, berenang, atau menggunakan HP,  meski tidak ada sekolah yang memberinya nilai.<span id="more-684"></span></p>
<p><span style="direction:ltr;">Setidaknya ada empat motivasi yang mendorong anak-anak sehingga suka belajar. </span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pertama adalah pengalaman sehari-hari.  Bila sesuatu yang dipelajari dapat langsung digunakan dalam kehidupan sehari-hari, maka itu akan membuat mereka bersemangat mempelajarinya.   Itulah mengapa semua anak semangat belajar naik sepeda atau menggunakan HP tanpa perlu ada yang menyuruh atau menilainya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kedua adalah menyadari tantangan.  Bila anak menyadari apa saja yang pasti akan dihadapinya di masa mendatang atau di tempat baru yang pasti dapat dikunjunginya, maka mereka akan bersemangat untuk mempelajari ilmu yang diperlukan untuk menghadapi tantangan itu.  Maka anak yang tahu akan diajak wisata ke luar negeri atau bertemu orang asing akan lebih semangat belajar bahasa Inggris, dibanding yang tidak punya harapan untuk itu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ketiga adalah mendapatkan teladan.  Bila anak bertemu atau mendapatkan contoh sosok teladan yang menekuni suatu bidang ilmu, maka dia bisa terinspirasi untuk jadi menyukai bidang ilmu tersebut.  Seorang anak yang telah menonton film kisah Thomas Alva Edison bisa terinspirasi untuk tekun belajar fisika dan hobby utak-atik elektronika agar mengikuti jejak sang penemu lampu listrik itu seperti halnya anak yang rajin berlatih bola karena terinspirasi idola bola Zinedine Zidan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Motivasi pertama dapat disebut “experiential”, motivasi kedua “adventurial”, dan motivasi ketiga “historical”.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Motivasi yang keempat adalah yang terunik, karena dapat mendorong orang mempelajari sesuatu yang di luar pengalaman sehari-hari, melebihi tantangan yang ada, dan nyaris tidak ada contohnya dalam sejarah.  Motivasi ini muncul dari kekuatan di luar dunia – yakni Allah swt, dan karena itu disebut juga “transendental”.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kaum muslimin terdahulu memberikan contoh, bagaimana mereka termotivasi belajar, mengembangkan kreativitas ilmiah dan menerapkan teknologi secara arif, oleh dorongan ayat-ayat Qur’an dan sabda Nabi saw.  Maka mereka meraih banyak hal, jauh di atas yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari, melebihi yang dibutuhkan untuk menaklukkan musuh-musuhnya seperti Romawi atau Persia, dan menorehkan peradaban jauh di atas para teladannya yakni bangsa Yunani atau bangsa Cina.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ayat yang pertama kali turun bukanlah ayat tentang ibadah mahdhoh seperti sholat, bukan pula ayat tentang keutamaan jihad, melainkan ayat tentang belajar.</p>
<p><em>Bacalah dengan nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah, Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar dengan perantaraan tulis-baca, Dia mengajarkan manusia apa yang tak diketahuinya. </em>(QS al-Alaq 1-5)<em> </em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ditambah sejumlah hadits, di mana Rasulullah sangat mengapresiasi pencari ilmu.</p>
<p><em>Siapa yang berjalan untuk menuntut ilmu, Allah akan memudahkan baginya jalan ke sorga”  </em>(HR Muslim)<em> </em></p>
<p><em> “Para malaikat selalu membentangkan sayapnya menaungi para penuntut ilmu karena senang dengan perbuatan itu, dan orang alim dimintakan ampun </em></p>
<p><em>oleh penduduk langit dan bumi dan ikan-ikan di dalam air.  </em></p>
<p><em>Kelebihan orang alim atas ahli ibadah bagaikan kelebihan cahaya rembulan atas cahaya bintang”  </em>(HR Abu Daud)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em> </em></p>
<p>Selain memberi motivasi secara umum, ada sekitar 800 ayat Qur’an yang secara spesifik mendorong kaum muslim agar mempelajari suatu hal.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ayat  <em>“Dan [mengapa kalian tidak memperhatikan] langit, bagaimana ia ditinggikan?”</em> (QS al-Ghasiyah:18) dijadikan pendorong belajar astronomi.  Pada abad 9 M, di Baghdad, orang biasa menggunakan kitab Almagest karya astronom Yunani Ptolomeus dalam kajian “tafsir” atas ayat tersebut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sedang ayat “<em>Hai jama&#8217;ah jin dan manusia, </em></p>
<p><em>jika kamu sanggup melintasi penjuru langit dan bumi, </em></p>
<p><em>maka lintasilah, kamu tak dapat menembusnya, kecuali dengan kekuatan.” </em>(Qs. 55 Ar-Rahman :33) telah mendorong Abbas Ibnu Firnas dari Cordoba (abad 9 M) untuk menciptakan gantole dan parasut, yang dengan itu dia telah menjadi manusia pertama yang terbang dengan peralatan teknologi.</p>
<p><em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p>Sedang Hasan al Rammah (abad 13 M) mengembangkan hampir 70 resep bahan peledak hingga torpedo mungkin karena termotivasi ayat “<em>Siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan itu) kamu menggetarkan musuh Allah, musuhmu dan selain mereka yang kamu tak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya …”  </em>(Qs. 8-Al-Anfaal :60).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam kaitan teknologi, Rasulullah memandang manusia lebih tahu urusannya, sehingga beliau mendorong agar ada yang belajar ke Cina, yang tentu saat itu kaitannya dengan teknologi.  Sungguh, sebagian sahabat benar-benar pergi sampai ke Cina, antara lain untuk belajar teknologi membuat kertas, sehingga di masa Utsman bin Affan, Qur’an sudah dapat ditulis di atas mushaf (kertas).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Karena Nabi juga pernah mengatakan <em>“Jika mati manusia, terputuslah amalnya kecuali tiga hal, shadaqah jariah, ilmu yang bermanfaat dan anak yang shaleh yang mendoakan dirinya”  </em>(HR Muslim), maka pada masa keemasan Islam, banyak orang kaya ataupun penguasa yang ingin menorehkan namanya dalam keharuman ilmu. Mereka melakukan wakaf berupa pembangunan lab riset atau observatorium, lengkap dengan kebun yang luas untuk menghidupi para ilmuwannya agar melakukan riset.  Hasilnya antara lain adalah suatu tabel almanak astronomi yang paling mutakhir dan akurat di zamannya.  Tabel itulah yang akan dibawa-bawa oleh para pelaut dan mujahidin menembus batas cakrawala dunia Islam, menemukan tempat-tempat baru yang perlu disampaikan risalah Islam atas mereka, juga untuk selangkah lebih maju dari para pelaut penjajah yang selalu mengintai kelemahan dan kelengahan kaum muslim.  Shadaqah jariyah yang sekaligus memiliki output ilmu yang manfaat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Karena iklim cerdas di masyarakat seperti itu, tak heran bila para penguasa juga dikelilingi penasehat yang terdiri dari para ulama dan ilmuwan, sehingga kebijakan-kebijakannya tak melenceng dari dalil Qur’an dan Sunnah, dan juga tidak pernah mengabaikan sunnatullah yang ditemukan secara empirik dan ilmiah.  Meski penguasa dapat silih berganti, tetapi politik teknologi nyaris tidak berubah.  Negara tetap pro pencerdasan rakyat, memberi akses pendidikan yang maksimal kepada rakyat, dan menghargai karya para ulama dan ilmuwan sebagaimana mestinya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Inilah kecerdasan berbasis spiritual.  Berawal dari sebuah dorongan transendental (Qur’an dan Sunnah), diproses dengan sebuah metodologi yang dibentengi syariah oleh orang-orang yang sejak kecil dididik dalam pendidikan Islam, dan akhirnya menerapkan teknologi yang ditemukannya untuk memberi rahmat seluruh alam. (<a href="http://www.baitijannati.wordpress.com">www.baitijannati.wordpress.com</a>)</p>
<p>Sumber : <a href="http://www.facebook.com/notes/fahmi-amhar/melejitkan-kecerdasan-berbasis-spiritual/10150362637796921">http://www.facebook.com/notes/fahmi-amhar/melejitkan-kecerdasan-berbasis-spiritual/10150362637796921</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/baitijannati.wordpress.com/684/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/baitijannati.wordpress.com/684/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/baitijannati.wordpress.com/684/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/baitijannati.wordpress.com/684/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/baitijannati.wordpress.com/684/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/baitijannati.wordpress.com/684/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/baitijannati.wordpress.com/684/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/baitijannati.wordpress.com/684/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/baitijannati.wordpress.com/684/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/baitijannati.wordpress.com/684/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/baitijannati.wordpress.com/684/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/baitijannati.wordpress.com/684/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/baitijannati.wordpress.com/684/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/baitijannati.wordpress.com/684/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&amp;blog=719720&amp;post=684&amp;subd=baitijannati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://baitijannati.wordpress.com/2011/11/02/melejitkan-kecerdasan-berbasis-spiritual/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5db4c5e4e99c900e96651e7e7268e5a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">faridm</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://baitijannati.files.wordpress.com/2011/11/abbas.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Abbas</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hukum Seputar Hakam (Juru Damai) dalam Perselisihan Suami Istri</title>
		<link>http://baitijannati.wordpress.com/2011/09/20/hukum-seputar-hakam-juru-damai-dalam-perselisihan-suami-istri/</link>
		<comments>http://baitijannati.wordpress.com/2011/09/20/hukum-seputar-hakam-juru-damai-dalam-perselisihan-suami-istri/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Sep 2011 00:39:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Farid Ma'ruf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://baitijannati.wordpress.com/?p=704</guid>
		<description><![CDATA[Tanya : Ustadz, mohon diterangkan siapa yang menjadi penengah (juru damai) dalam konflik antar suami isteri? Jawab : Hakam adalah juru damai/penengah dalam perselisihan suami isteri untuk mendamaikan keduanya. Hakam menjalankan perannya setelah berbagai upaya untuk mendamaikan perselisihan suami-isteri tak berhasil, yaitu upaya suami menasehati isteri, memisahkan diri dari isteri di tempat tidurnya, dan memukul [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&amp;blog=719720&amp;post=704&amp;subd=baitijannati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tanya :</strong></p>
<p><em>Ustadz, mohon diterangkan siapa yang menjadi penengah (juru damai) dalam konflik antar suami isteri?<span id="more-704"></span></em></p>
<p><strong>Jawab :</strong></p>
<p>Hakam adalah juru damai/penengah dalam perselisihan suami isteri untuk mendamaikan keduanya. Hakam menjalankan perannya setelah berbagai upaya untuk mendamaikan perselisihan suami-isteri tak berhasil, yaitu upaya suami menasehati isteri, memisahkan diri dari isteri di tempat tidurnya, dan memukul isteri (dengan pukulan ringan yang tak menimbulkan bekas di badan). Ini sesuai ketentuan QS An-Nisaa` : 34. Jadi setelah berbagai upaya itu tak berhasil, solusinya tidaklah langsung suami-isteri itu bercerai, namun diupayakan lebih dulu cara berikutnya, yaitu melibatkan hakam dari keluarga suami dan dari keluarga isteri. (Taqiyuddin An-Nabhani, <em>An-Nizham Al-Ijtima’i fi Al-Islam</em>, hlm. 160; Wahbah Az-Zuhaili, <em>Al-Fiqh Al-Islami wa Adillatuhu</em>, IX/95; Abdul Fattah ‘Amar, <em>As-Siyasah Al-Syar’iyah fi Al-Ahwal Al-Syakhshiyah</em>, hlm. 227).</p>
<p>Keberadaan hakam disyariatkan dalam firman Allah SWT (artinya) : <em>“Dan jika kamu khawatirkan ada persengketaan antara keduanya, maka kirimlah seorang hakam (juru damai) dari keluarga laki-laki dan seorang hakam dari keluarga perempuan. Jika kedua orang hakam itu bermaksud mengadakan perbaikan, niscaya Allah memberi taufik kepada suami-isteri itu.”</em> (QS An-Nisaa` [4] : 35).</p>
<p>Hakam adalah orang yang ditetapkan oleh hakim (qadhi) dalam peradilan Islam. Jadi, hakam bukan ditetapkan sendiri oleh suami atau isteri tanpa melibatkan peradilan Islam. Imam Ibnu Bathal berkata,”Ulama sepakat bahwa <em>mukhathab</em> (pihak yang menjadi objek seruan) dari ayat ‘<em>Dan jika kamu khawatirkan ada persengketaan antara keduanya’</em> adalah para penguasa (<em>al-hukkam</em>).” (Ibnu Hajar Al-Asqalani, <em>Fathul Bari</em>, IX/403; Faishal bin Abdul Aziz Aal Mubarak, <em>Risalah fi Jawaz Khulu` Al-Qadhi li Al-Zaujah</em>, hlm. 3).</p>
<p>Disyaratkan dua hakam itu haruslah : laki-laki, adil (bukan fasik), betul-betul mengetahui (<em>khabir</em>) terhadap apa yang harus dilakukannya dalam menjalankan tugasnya sebagai hakam. Disunnahkan dua hakam itu berasal dari keluarga suami dan dari keluarga isteri, sesuai nash QS An-Nisaa` : 35 di atas. Namun jika tak ada hakam dari kedua belah pihak keluarga, hakim (<em>qadhi</em>) berhak mengutus dua orang laki-laki <em>ajnabi</em> (bukan pihak keluarga) sebagai hakam, yang sebaiknya tetap berasal dari tetangga suami-isteri itu yang betul-betul mengetahui keadaan keduanya dan berkemampuan untuk mendamaikan keduanya. (Wahbah Az-Zuhaili, <em>Al-Fiqh Al-Islami wa Adillatuhu</em>, IX/469).</p>
<p>Jika kedua hakam itu berhasil mendamaikan kedua suami-isteri, itulah yang diharapkan. Namun jika tak berhasil mendamaikan, apakah kedua hakam berhak memisahkan (<em>tafriq</em>) suami-isteri? Di sini terdapat<em>khilafiah</em> di antara fuqaha. Pendapat pertama, kedua hakam tak berhak memisahkan. Ini menurut Imam Abu Hanifah, Imam Syafi’i (dalam salah satu pendapatnya), juga menurut Imam Ahmad (dalam salah riwayatnya). Menurut mereka, hakam hanya wakil, tak berhak memisahkan kecuali dengan kerelaan suami isteri. Pendapat kedua, hakam berhak memisahkan. Demikian menurut Imam Malik, Imam Auza’i, Imam Syafi’i (dalam salah satu pendapatnya), juga menurut Imam Ahmad (dalam salah riwayatnya). Menurut pendapat kedua ini, hakam bukan wakil, tapi qadhi dari penguasa (<em>haakim</em>) yang berhak memisahkan suami isteri walau tanpa kerelaan suami isteri. (Abdul Fattah ‘Amar, <em>As-Siyasah Al-Syar’iyah fi Al-Ahwal Al-Syakhshiyah, </em>hlm. 227).</p>
<p>Menurut kami, yang <em>rajih</em> adalah pendapat kedua, sebab dalam ayat QS An-Nisaa` : 35 jelas sekali disebut istilah <em>hakam</em>, bukan wakil. Maka hakam berhak memisahkan suami isteri sebagai keputusan dari qadhi yang bersifat mengikat/memaksa (<em>‘ala sabil al-ilzam</em>). (Ibnul Qayyim, <em>Zadul Ma’ad</em>, IV/42).<em> Wallahu a’lam.[</em><a href="http://konsultasi.wordpress.com/" target="_blank">www.konsultasi.wordpress.com</a><em>]</em></p>
<p>Sumber : <a href="http://mediaumat.com/ustadz-menjawab/3080-60-hukum-seputar-hakam-juru-damai-dalam-perselisihan-suami-istri.html">http://mediaumat.com/ustadz-menjawab/3080-60-hukum-seputar-hakam-juru-damai-dalam-perselisihan-suami-istri.html</a></p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/baitijannati.wordpress.com/704/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/baitijannati.wordpress.com/704/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/baitijannati.wordpress.com/704/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/baitijannati.wordpress.com/704/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/baitijannati.wordpress.com/704/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/baitijannati.wordpress.com/704/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/baitijannati.wordpress.com/704/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/baitijannati.wordpress.com/704/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/baitijannati.wordpress.com/704/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/baitijannati.wordpress.com/704/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/baitijannati.wordpress.com/704/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/baitijannati.wordpress.com/704/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/baitijannati.wordpress.com/704/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/baitijannati.wordpress.com/704/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&amp;blog=719720&amp;post=704&amp;subd=baitijannati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://baitijannati.wordpress.com/2011/09/20/hukum-seputar-hakam-juru-damai-dalam-perselisihan-suami-istri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5db4c5e4e99c900e96651e7e7268e5a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">faridm</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cara Menghindari Konsumtif selama Ramadan Bedakan antara Kebutuhan dan Keinginan</title>
		<link>http://baitijannati.wordpress.com/2011/08/08/cara-menghindari-konsumtif-selama-ramadan-bedakan-antara-kebutuhan-dan-keinginan/</link>
		<comments>http://baitijannati.wordpress.com/2011/08/08/cara-menghindari-konsumtif-selama-ramadan-bedakan-antara-kebutuhan-dan-keinginan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Aug 2011 21:04:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Farid Ma'ruf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[keinginan vs kebutuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://baitijannati.wordpress.com/?p=673</guid>
		<description><![CDATA[Zulia Ilmawati Psikolog baitijannati &#8212; Ramadan kerap disebut sebagai bulan yang sangat spesial. Tak heran, untuk menyambut kedatangan bulan penuh berkah ini, sebisa mungkin umat Islam menyuguhkan sesuatu yang berbeda dari hari-hari sebelumnya. Mulai dari makanan hingga minuman. Bahkan, meja makan pun menjadi semakin sempit dibandingkan pada bulan-bulan lainnya. TAK heran kalau di bulan puasa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&amp;blog=719720&amp;post=673&amp;subd=baitijannati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong>Zulia Ilmawati Psikolog</strong></p>
<p><em><strong><a href="http://baitijannati.files.wordpress.com/2011/08/img080820117734111.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-675" title="Zulia Ilmawati" src="http://baitijannati.files.wordpress.com/2011/08/img080820117734111.jpg?w=135&#038;h=180" alt="" width="135" height="180" /></a>baitijannati</strong></em> &#8212; Ramadan kerap disebut sebagai bulan yang sangat spesial. Tak heran, untuk menyambut kedatangan bulan penuh berkah ini, sebisa mungkin umat Islam menyuguhkan sesuatu yang berbeda dari hari-hari sebelumnya. Mulai dari makanan hingga minuman. Bahkan, meja makan pun menjadi semakin sempit dibandingkan pada bulan-bulan lainnya.</p>
<p>TAK heran kalau di bulan puasa ini, anggaran pengeluaran bisa lebih besar. Inilah yang sepertinya menjadi penyebab naiknya anggaran secara tak wajar itu.<span id="more-673"></span></p>
<p>Padahal, logikanya, pengeluaran selama puasa seharusnya bisa ditekan, mengingat perubahan pola makan yang awalnya tidak teratur kini menjadi dua kali. Namun, kenyataannya justru sebaliknya. Pemasukan tak ada perubahan, sedangkan pengeluaran berasa melebihi dari yang dianggarkan.</p>
<p>Ini baru berbicara mengenai makanan dan minuman, belum lagi jika menyentuh kebutuhan lain menjelang Lebaran, misalnya mudik, beli baju baru dan sebagainya</p>
<p>Menyikapi budaya konsumerisme selama Ramadan, psikolog Zulia Ilmawati mengatakan jika sikap konsumtif diciptakan oleh manusia itu sendiri, karena pada dasarnya kebutuhan manusia itu terbatas. “Makanya harus dibedakan, mana kebutuhan dan mana keinginan,”ujarnya.</p>
<p>Hanya, memang tak dipungkiri jika pengaruh atau faktor rangsangan dari luar membuat sebagian orang melupakan mana yang menjadi kebutuhan dan keinginan. Misalnya, diskon besar-besaran di mal-mal atau supermarket, sudah bukan lagi memenuhi kebutuhan, tetapi keinginan. Hal tersebut sebenarnya lumrah terjadi pada momen-momen tertentu.</p>
<p>Karena memang dalam tatanan kehidupan kapitalis, hal tersebut justru dijadikan strategi pemasaran untuk menarik minat konsumen. Sehingga, orang yang tadinya tidak mau membeli jadi berkeinginan membeli produk tertentu. Tak hanya itu, pengemasan yang dibuat semenarik mungkin serta suasana yang nyaman, semakin membuat orang tertarik dan lepas kontrol dalam menahan hasrat belanjanya.</p>
<p>Sebenarnya, imbuh Zulia, semua itu dikembalikan lagi kepada pertahanan diri seseorang. Karena, jika dikaji, kebutuhan itu ada batasnya, sedangkan keinginan itu tak terbatas. Apalagi saat berpuasa, dalam keadaan lapar, secara psikologis semuanya memang terlihat menarik dan enak.</p>
<p>Guna menghindari terjebak dalam budaya konsumerisme selama Ramadan ini, yang harus dilakukan ialah sesegera mungkin membentuk kesadaran dalam segala sisi. Misalnya, kesadaran untuk menghabiskan makanan sesuai dengan porsinya, atau kesadaran untuk tidak makan secara berlebih. “Pada intinya kesadaran dalam mengendalikan keinginan,” pungkasnya.(nie) (<a href="http://baitijannati.wordpress.com/" target="_blank">www.baitijannati.wordpress.com</a>)</p>
<p>Sumber : <a href="http://www.radar-bogor.co.id/index.php?rbi=berita.detail&amp;id=77341">http://www.radar-bogor.co.id/index.php?rbi=berita.detail&amp;id=77341#</a></p>
<p>Senin, 08 Agustus 2011 , 11:01:00</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/baitijannati.wordpress.com/673/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/baitijannati.wordpress.com/673/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/baitijannati.wordpress.com/673/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/baitijannati.wordpress.com/673/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/baitijannati.wordpress.com/673/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/baitijannati.wordpress.com/673/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/baitijannati.wordpress.com/673/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/baitijannati.wordpress.com/673/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/baitijannati.wordpress.com/673/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/baitijannati.wordpress.com/673/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/baitijannati.wordpress.com/673/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/baitijannati.wordpress.com/673/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/baitijannati.wordpress.com/673/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/baitijannati.wordpress.com/673/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&amp;blog=719720&amp;post=673&amp;subd=baitijannati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://baitijannati.wordpress.com/2011/08/08/cara-menghindari-konsumtif-selama-ramadan-bedakan-antara-kebutuhan-dan-keinginan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5db4c5e4e99c900e96651e7e7268e5a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">faridm</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://baitijannati.files.wordpress.com/2011/08/img080820117734111.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">Zulia Ilmawati</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kiat Praktis Mencari Jodoh yang Islami</title>
		<link>http://baitijannati.wordpress.com/2011/08/08/kiat-praktis-mencari-jodoh-yang-islami/</link>
		<comments>http://baitijannati.wordpress.com/2011/08/08/kiat-praktis-mencari-jodoh-yang-islami/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Aug 2011 02:41:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Farid Ma'ruf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agenda]]></category>
		<category><![CDATA[kiat mencari jodoh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://baitijannati.wordpress.com/?p=663</guid>
		<description><![CDATA[Pengajian sebelum buka puasa bersama dg pembicara Ust. Farid Ma&#8217;ruf (Pengelola Blog Baiti Jannati). Senin, 8 Agustus 2011 di Masjid Al Hidayah, Plambongan, Pajangan, Bantul. Gratis. Insya Allah anda akan mendapatkan panduan bagaimana mencari jodoh yang berhasil dengan tata-cara yang Islami. Disertai kisah-kisah sukses dlm mencari jodoh.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&amp;blog=719720&amp;post=663&amp;subd=baitijannati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pengajian sebelum buka puasa bersama dg pembicara Ust. Farid Ma&#8217;ruf (Pengelola Blog Baiti Jannati). Senin, 8 Agustus 2011 di Masjid Al Hidayah, Plambongan, Pajangan, Bantul. Gratis.<br />
Insya Allah anda akan mendapatkan panduan bagaimana mencari jodoh yang berhasil dengan tata-cara yang Islami. Disertai kisah-kisah sukses dlm mencari jodoh.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/baitijannati.wordpress.com/663/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/baitijannati.wordpress.com/663/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/baitijannati.wordpress.com/663/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/baitijannati.wordpress.com/663/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/baitijannati.wordpress.com/663/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/baitijannati.wordpress.com/663/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/baitijannati.wordpress.com/663/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/baitijannati.wordpress.com/663/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/baitijannati.wordpress.com/663/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/baitijannati.wordpress.com/663/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/baitijannati.wordpress.com/663/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/baitijannati.wordpress.com/663/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/baitijannati.wordpress.com/663/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/baitijannati.wordpress.com/663/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&amp;blog=719720&amp;post=663&amp;subd=baitijannati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://baitijannati.wordpress.com/2011/08/08/kiat-praktis-mencari-jodoh-yang-islami/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5db4c5e4e99c900e96651e7e7268e5a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">faridm</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Islam Memuliakan Pembantu</title>
		<link>http://baitijannati.wordpress.com/2011/08/01/islam-memuliakan-pembantu/</link>
		<comments>http://baitijannati.wordpress.com/2011/08/01/islam-memuliakan-pembantu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Aug 2011 05:43:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Farid Ma'ruf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga Samara]]></category>
		<category><![CDATA[pembantu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://baitijannati.wordpress.com/?p=655</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Hafidz Abdurrahman Ketika Keluarga Membutuhkan Pembantu Islam telah mengatur kehidupan suami-istri dalam sebuah keluarga, sebagai kehidupan dua sahabat, yang saling membantu satu sama lain. Meski demikian, Islam juga membagi fungsi dan peran masing-masing. Suami diperintahkan untuk mencari nafkah dan mengurus urusan di luar rumah, sedangkan istri diperintahkan untuk menjaga rahasia, harta dan kehormatan keluarganya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&amp;blog=719720&amp;post=655&amp;subd=baitijannati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;"><strong>Oleh: Hafidz Abdurrahman</strong></p>
<p>Ketika Keluarga Membutuhkan Pembantu</p>
<p>Islam telah mengatur kehidupan suami-istri dalam sebuah keluarga, sebagai kehidupan dua sahabat, yang saling membantu satu sama lain. Meski demikian, Islam juga membagi fungsi dan peran masing-masing. Suami diperintahkan untuk mencari nafkah dan mengurus urusan di luar rumah, sedangkan istri diperintahkan untuk menjaga rahasia, harta dan kehormatan keluarganya di dalam rumah suaminya. Seluruh urusan domestik rumah dibebankan ke pundak istri.<span id="more-655"></span> Namun, karena kehidupan suami-istri adalah dua sahabat, bukan dua mitra usaha, maka batasan tersebut tidak bersifat mutlak, tetapi fleksibel. Artinya, masing-masing bisa saling membantu satu sama lain, sebagaimana filosofi persahabatan. Bukan filosofi mitra bisnis, dengan kalkulasi untung dan rugi.</p>
<p>Dalam konteks itulah, seorang suami berkewajiban membantu istrinya dalam mengatur dan mengurus urusan domestik rumahnya. Bisa secara langsung dengan membantunya sendiri, atau tidak langsung dengan mengusahakan pembantu untuk membantu istrinya. Ini merupakan kewajiban suami terhadap istrinya. Karena itu, kehadiran pembantu di tengah kehidupan rumah tangga pun akhirnya menjadi kebutuhan. Terlebih jika keluarga tersebut mempunyai jumlah anggota yang banyak, di mana tugas mempersiapkan makanan, membersihkan dan mengatur perabot, mencuci dan menyiapkan pakaian, dan kebutuhan lainnya tidak lagi bisa ditangani oleh satu orang (istri).</p>
<p>Tetapi, seringkali adanya pembantu juga menjadi problem tersendiri, terutama ketika tinggal serumah dengan majikannya. Terkadang keberadaan mereka di sana bisa menjadi fitnah, menyebarkan keburukan, merusak dan menghancurkan rumah tangga, termasuk anak-anak mereka akibat perilaku majikan pria atau putra-putranya terhadap pembantu perempuannya; atau perilaku majikan perempuan atau putri-putrinya terhadap pembantu pria mereka. Selain itu, untuk kasus pengasuh anak-anak, aktivitasnya kadangkala membuatnya terpaksa menyusui anak majikannya sehingga menyebabkan terjadinya percampuran nasab yang bisa berdampak pada perubahan hukum yang lain. Dampak lain, jika pembantu tersebut tidak amanah, mempunyai perilaku buruk, suka menipu dan berbohong, maka tidak saja kerugian materi akan menimpa keluarga yang dihuninya, tetapi juga kerusakan akhlak dan perilaku buruk lainnya tidak ayal akan tumbuh di tengah keluarga tersebut.</p>
<p>Memilih Pembantu</p>
<p>Nabi pernah bersabda, “Agama seseorang mengikuti agama temannya.” Hadits ini juga berlaku untuk keluarga yang menggunakan jasa pembantu. Sebagai bagian dari keluarga, pembantu bisa membawa kebaikan dan sebaliknya. Maka, untuk memilihnya harus memperhatikan beberapa perkara: Pertama, agama dan ketakwaannya. Ini penting, karena inilah yang menjadi modal perilaku dan akhlaknya. Jika dia bertakwa, maka perilaku dan akhlaknya akan baik. Dia juga tidak akan menipu, berbohong dan menyebarkan rahasia keluarga tempatnya bekerja kepada orang lain. Kedua, mengerti hukum syariah, seperti khalwat, ikhtilath, menutup dan membuka aurat, menerima dan melayani tamu serta hukum-hukum yang lainnya. Kedua, rajin, trampil, cekatan dan ulet. Karena ini juga menjadi modal penting, apakah jasa yang dia berikan kepada keluarga tersebut memuaskan atau tidak. Jika memuaskan, maka akan menyebabkan hubungan keluarga tersebut dengan dirinya menjadi baik. Begitu sebaliknya. Ketiga, cerdas. Ini juga penting, karena jika tidak, perintah atau permintaan dari majikannya tidak akan bisa langsung dikerjakan, kecuali dengan penjelasan yang panjang, detail dan tidak cukup sekali. Padahal, seringkali banyak kebutuhan harus dilakukan dan dilayani dengan cepat dan tepat. Ini akan sulit dilakukan jika pembantu tidak cerdas.</p>
<p>Memperlakukan Pembantu</p>
<p>Islam telah mengatur, memanusiakan dan memuliakan pembantu. Islam juga mengakui hak-hak mereka untuk pertama kalinya dalam sejarah, ketika sejarah umat lain justru dipenuhi dengan perlakukan yang tidak manusiawi. Ini bisa dibuktikan dalam sejarah kehidupan Rasul SAW dengan para pembantu Baginda SAW. Tidak hanya itu, Nabi SAW pun memerintahkan para majikan agar memperlakukan para pembantunya secara manusiawi, penuh kasih sayang dan tidak membebani mereka dengan beban yang tidak mampu mereka pikul. “Pembantu kalian adalah saudara kalian. Allah menjadikan mereka di bawah tanggung jawab kalian. Siapa saja yang saudaranya menjadi tanggung jawabnya, maka hendaknya dia memberi makan kepadanya seperti yang dia makan; memakai pakaian seperti yang dia pakai, dan tidak membebani mereka dengan beban yang tidak bisa mereka pikul. Jika kalian membebani mereka dengan pekerjaan, maka bantulah mereka.” (Ibn al-Hajar, Fath al-Bari, I/115). Islam telah mengangkat martabat mereka pada level saudara, sesuatu yang belum pernah ada dalam sejarah.</p>
<p>Rasul SAW pun mengharuskan majikan untuk membayar pembantunya dengan upah yang layak dan memadai. Juga tidak boleh zalim dan menangguh-nangguhkan pembayaran mereka. Nabi bersabda, “Berikanlah buruh itu upahnya, sebelum keringatnya kering.” (HR Ibn Majah). Peringatan terhadap tindakan zalim tersebut juga dinyatakan dalam sabda Baginda SAW yang lain, “Allah berfirman: Tiga golongan yang akan Aku tuntut pada Hari Kiamat.. orang yang mengontrak (jasa) buruh, dia minta dipenuhi haknya, tetapi tidak mau memberikan upahnya.” (HR Bukhari).</p>
<p>Majikan juga tidak boleh memaksa pembantunya untuk memikul beban kerja yang bisa merusak kesehatannya sehingga dia tidak bisa menunaikan kewajibannya. Nabi SAW pun berpesan kepada para majikan, “Beban yang kamu ringankan dari pembantumu kelak akan menjadi pahala bagimu dalam timbangan amal kebaikanmu.” (HR Ibn Hibban). Bahkan, Islam pun mengajarkan agar kita tetap hormat kepada pembantu, “Tidak ada sikap takabur (pada diri seseorang) yang makan bersama pembantunya.” (HR Bukhari). Nabi pun memberikan teladan nyata dalam hidup Baginda, “Rasulullah SAW tidak pernah sekalipun memukul dengan tangan Baginda apapun, baik istri maupun pembantu Baginda..” (HR Muslim), demikian penuturan Aisyah. Saat Baginda SAW melihat Abu Mas’ud al-Anshari memukul budaknya, Baginda SAW pun menegurnya. Budak itu pun dimerdekakan seketika. Nabi agung itu pun berkomentar, “Kalau seandainya kamu tidak melakukannya, pasti kamu akan dilahap neraka.” (HR Muslim)</p>
<p>Anas bin Malik, pembantu Nabi SAW menjadi saksi kemuliaan akhlak Baginda SAW kepada pembantunya. “Rasulullah adalah orang yang akhlaknya paling mulia. Suatu ketika Baginda mengutusku untuk suatu keperluan. Aku berkata, ‘Demi Allah, saya tidak mau pergi &#8211; meski di dalam hatiku, saya akan berangkat memenuhi perintah Nabi kepadaku.’ Baginda bersabda, ‘Baik, kalau begitu saya akan keluar hingga saya melihat anak-anak yang bermain di pasar.’ Tiba-tiba, Rasulullah SAW memegang tengkukku dari belakang. Aku melihatnya, Baginda pun tertawa, dan bersabda, ‘Wahai Anas kecil, pergilah sebagaimana yang saya perintahkan kepadamu.’ Aku pun menjawab, ‘Baik. Saya akan berangkat ya Rasulullah.’ Anas pun berkata, ‘Demi Allah, aku telah membantu Baginda selama 7 atau 9 tahun. Aku tidak pernah tahu Baginda mengomentasi apapun yang aku lakukan, ‘Kenapa kamu melakukan ini, dan itu.’ Atau mengomentari apa yang aku tinggalkan, ‘Mengapa kamu tidak melakukan ini dan itu?’ (HR Muslim)</p>
<p>Bahkan, Nabi pun memperhatikan urusan pembantunya hingga urusan pribadinya. Dituturkan oleh Rabi’ah bin Ka’ab al-Aslami, “Aku pernah membantu Nabi SAW. Baginda bersabda kepadaku, ‘Wahai Rabi’ah, apakah kamu tidak ingin menikah?’ Aku menjawab, ‘Tidak, wahai Rasulullah. Saya tidak ingin menikah. Saya tidak mempunyai sesuatu untuk bisa menghidupi istri. Saya juga tidak ingin menyibukkan diri hingga melupakan Tuan.’ Baginda SAW bersabda, ‘Tinggalkanlah saya.’ Setelah itu, Baginda SAW pun mengulanginya lagi.’ Aku pun menjawabnya dengan jawaban yang sama. Hingga Baginda mananyakannya yang ketiga, aku pun menjawabnya, ‘Tentu, ya Rasulullah. Perintahkanlah apa yang Tuan kehendaki, atau Tuan inginkan.’ Baginda pun bersabda, ‘Berangkatlah ke keluarga si Fulan di sebuah perkampungan kaum Anshar.” (HR Ahmad dan al-Hakim)</p>
<p>Bahkan, akhlak mulia ini tidak hanya ditujukan kepada pembantu Muslim, karena Baginda SAW pun memperlakukan pembantu non-Muslim juga sama-sama baiknya, sebagaimana yang Baginda SAW tunjukkan terhadap pembantu Baginda yang beragama Yahudi. Tatkala dia sakit, Baginda SAW pun menjenguknya. Saat menjelang ajalnya, Nabi pun menginginkannya mengucapkan dua kalimah syahadat, anak Yahudi itu pun melihat ayahnya. Ayahnya pun memerintahkannya, “Ikutilah perintah Abu Qasim (Nabi SAW).” Dia pun akhirnya masuk Islam, mengucapkan dua kalimah syahadat, dan akhirnya meninggal dengan khusnul khatimah. Nabi SAW pun terharu seraya bersabda, “Segala puji hanya milik Allah, Dzat yang telah menyelamatkannya dari neraka.” (HR al-Bukhari)</p>
<p>Begitulah akhlak mulia yang diajarkan oleh Islam terhadap pembantu. Tidak hanya itu, Islam pun menetapkan sanksi yang tegas kepada para majikan yang bersikap kasar kepada pembantunya, yaitu seketika dilarang untuk darinya, dan kepadanya dikenakan sanksi yang tegas. (<a href="http://baitijannati.wordpress.com/" target="_blank">www.baitijannati.wordpress.com</a>)</p>
<p>Sumber : http://hizbut-tahrir.or.id/2011/07/20/islam-memuliakan-pembantu/</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/baitijannati.wordpress.com/655/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/baitijannati.wordpress.com/655/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/baitijannati.wordpress.com/655/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/baitijannati.wordpress.com/655/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/baitijannati.wordpress.com/655/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/baitijannati.wordpress.com/655/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/baitijannati.wordpress.com/655/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/baitijannati.wordpress.com/655/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/baitijannati.wordpress.com/655/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/baitijannati.wordpress.com/655/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/baitijannati.wordpress.com/655/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/baitijannati.wordpress.com/655/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/baitijannati.wordpress.com/655/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/baitijannati.wordpress.com/655/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&amp;blog=719720&amp;post=655&amp;subd=baitijannati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://baitijannati.wordpress.com/2011/08/01/islam-memuliakan-pembantu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5db4c5e4e99c900e96651e7e7268e5a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">faridm</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SMS Tausiyah Gratis</title>
		<link>http://baitijannati.wordpress.com/2011/08/01/sms-tausiyah-gratis/</link>
		<comments>http://baitijannati.wordpress.com/2011/08/01/sms-tausiyah-gratis/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Aug 2011 04:39:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Farid Ma'ruf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dari Kami]]></category>
		<category><![CDATA[sms tausiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://baitijannati.wordpress.com/?p=656</guid>
		<description><![CDATA[Dapatkan sms berisi info awal-akhir ramadhan berdasarkan rukyat global, tausiyah, motivasi, komentar politik, ringkasan konsultasi fikh, dan sms bermanfaat lainnya secara gratis. Caranya adalah sebagai berikut : Ketik : reg, nama, alamat tinggal, alamat email Kirim ke : 08175423370 (Catatan : hanya bisa mendaftarkan nomor sendiri, tidak bisa mendaftarkan nomor lain misal milik teman atau saudara. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&amp;blog=719720&amp;post=656&amp;subd=baitijannati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dapatkan sms berisi info awal-akhir ramadhan berdasarkan rukyat global, tausiyah, motivasi, komentar politik, ringkasan konsultasi fikh, dan sms bermanfaat lainnya secara gratis.</p>
<p><strong>Caranya</strong> adalah sebagai berikut :<span id="more-656"></span></p>
<p>Ketik : reg, nama, alamat tinggal, alamat email</p>
<p>Kirim ke : 08175423370</p>
<p><em>(Catatan : hanya bisa mendaftarkan nomor sendiri, tidak bisa mendaftarkan nomor lain misal milik teman atau saudara. Jika ada teman atau saudara yang berminat, maka silakan informasikan cara registrasi di atas)</em></p>
<p><strong>Contoh sms :</strong></p>
<p><strong>1.   </strong><strong>Info awal-akhir ramadhan</strong></p>
<p>Hilal syar’i tidak terlihat. Maka, Sya’ban digenapkan 30 hari, dan 1 Ramadhan 1432 H jatuh pada Senin, 1 Agustus 2011.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>2.   </strong><strong>Tausiyah</strong></p>
<p>Sayyidina ‘Ali –Karramallahu wajhah– berkata:<br />
Jika (seseorang) sempurna akalnya, maka ia akan sedikit bicaranya..<br />
Bagi orang berakal, lisan (omongan)-nya berada di belakang akalnya. Namun bagi orang bodoh, akal (pikiran/hati)-nya berada di belakang lisannya…<br />
Lisan itu bagaikan serigala, jika bisa selamat darinya, maka akan selamat..<br />
Akal akan menjaga pengalaman dan sebaik-baik pengalamanmu adalah apa yang bisa memberimu pelajaran.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>3.   </strong><strong>Komentar politik</strong></p>
<p>DPR minta anggaran Rp. 15miliar untuk setiap anggota dewan yang bersedia kembali ke daerah pemilihan.(liputan6, 6/6)</p>
<p><strong>KOMENTAR</strong><strong>:</strong><br />
Wajar kalau DPR dapat julukan ‘Dewan Perampok Rakyat’, inilah produk demokrasi yang isinya adalah manipulasi politik atas nama rakyat padahal kepentingan oportunis individu dan kelompok yang berjalan. Rakyat sudah muak, saatnya demokrasi dikubur dan tegakkan sistem Islam.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>4.   </strong><strong>Motivasi</strong></p>
<p>Inspirasi hari-1 Ramadhan: “Jangan merasa rendah diri karena engkau masih muda, karena ketika Umar bin Khaththab menghadapi permasalahan pelik, dia akan memanggil para pemuda untuk memberinya saran, dengan mengandalkan ketajaman pikirannya” (Ibnu Shihab Az-Zuhri kepada pelajarnya yang masih muda)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>5.   </strong><strong>Ringkasan konsultasi fikh</strong></p>
<p>Batas akhir waktu sahur adalah saat adzan Shubuh, namun bukan awal adzan Shubuh, melainkan memanjang hingga akhir adzan Shubuh. Maka jika adzan Shubuh masih berkumandang, sahur masih boleh, tidak haram, dan tidak wajib qadha`.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sms kami kirim secara berkala. Tidak selalu tiap hari ada.</p>
<p>Program sms ini diselenggarakan oleh Syariah Publications.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/baitijannati.wordpress.com/656/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/baitijannati.wordpress.com/656/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/baitijannati.wordpress.com/656/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/baitijannati.wordpress.com/656/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/baitijannati.wordpress.com/656/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/baitijannati.wordpress.com/656/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/baitijannati.wordpress.com/656/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/baitijannati.wordpress.com/656/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/baitijannati.wordpress.com/656/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/baitijannati.wordpress.com/656/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/baitijannati.wordpress.com/656/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/baitijannati.wordpress.com/656/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/baitijannati.wordpress.com/656/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/baitijannati.wordpress.com/656/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&amp;blog=719720&amp;post=656&amp;subd=baitijannati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://baitijannati.wordpress.com/2011/08/01/sms-tausiyah-gratis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5db4c5e4e99c900e96651e7e7268e5a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">faridm</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
