<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Rumahku Surgaku &#187; Romantika Keluarga</title>
	<atom:link href="http://baitijannati.wordpress.com/category/romantika-keluarga/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://baitijannati.wordpress.com</link>
	<description>Keluarga Sakinah Mawaddah wa Rohmah</description>
	<lastBuildDate>Tue, 08 Dec 2009 12:21:45 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='baitijannati.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/5fd910c911ccfc5fc04409c51d2e7ef5?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Rumahku Surgaku &#187; Romantika Keluarga</title>
		<link>http://baitijannati.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Mencegah Perselingkuhan</title>
		<link>http://baitijannati.wordpress.com/2008/12/06/mencegah-perselingkuhan/</link>
		<comments>http://baitijannati.wordpress.com/2008/12/06/mencegah-perselingkuhan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Dec 2008 04:00:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Farid Ma'ruf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Romantika Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[selingkuh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://baitijannati.wordpress.com/?p=229</guid>
		<description><![CDATA[

Oleh : Zulia Ilmawati, S.Psi.
baitijannati. Dalam waktu terakhir ini kita semakin sering mendengar berita perselingkuhan yang marak di mana-mana. Sejumlah skandal seks menimpa politisi. Di luar ini, disinyalir masih banyak pejabat dan anggota legislatif lain, serta anggota masyarakat biasa yang berperilaku bejat, berselingkuh atau berzina dengan wanita yang bukan istrinya atau dengan lelaki bukan suaminya. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&blog=719720&post=229&subd=baitijannati&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div class="entry">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><strong>Oleh : Zulia Ilmawati, S.Psi.</strong></p>
<p class="MsoNormal"><span><em><strong><img class="alignright size-full wp-image-233" title="mencegah-perselingkuhan" src="http://baitijannati.files.wordpress.com/2008/12/mencegah-perselingkuhan.jpg?w=200&#038;h=134" alt="mencegah-perselingkuhan" width="200" height="134" />baitijannati</strong></em>. Dalam waktu terakhir ini kita semakin sering mendengar berita perselingkuhan yang marak di mana-mana. Sejumlah skandal seks menimpa politisi. Di luar ini, disinyalir masih banyak pejabat dan anggota legislatif lain, serta anggota masyarakat biasa yang berperilaku bejat, berselingkuh atau berzina dengan wanita yang bukan istrinya atau dengan lelaki bukan suaminya. <span id="more-229"></span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><em><span>Penyebab Selingkuh</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><em><span>1.<span> </span>Masalah internal.</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span>Pernikahan pada dasarnya mempertemukan dua orang yang mempunyai kepribadian, sifat, karakter, latar belakang keluarga dan problem yang berbeda satu sama lain. Karena itu, tidak mengherankan jika kehidupan dalam rumah tangga kadang tidak seindah<span> </span>harapan. Ketidakmatangan masing-masing pasangan ikut mempengaruhi dinamika yang terjadi dalam menghadapi setiap persoalan rumah tangga. Jika masing-masing tidak berusaha untuk memperbaiki diri atau malah justru mencari hiburan dan kompensasinya sendiri, maka<span> </span>pengikat di antara keduanya semakin pudar. Jika ini tidak segera diatasi, cepat atau lambat akan  mempengaruhi kualitas hubungan suami-istri. Sikap apatis, pasif atau bahkan pasif-agresif bisa menjadi indikasi adanya masalah dalam kehidupan pernikahan seseorang.</span></p>
<p class="MsoNormal"><em><span>Emotional divorce</span></em><span> (keterpecahan emosi), yang banyak dialami oleh suami-istri, baik yang baru maupun yang sudah lama menikah, membuat hubungan cinta kasih akhirnya padam dan menjadi dingin. Meskipun secara fisik pasangan suami-istri masih tinggal serumah, secara emosional terdapat jarak yang membentang. Dengan pudarnya cinta dan kasih sayang, semakin longgarlah ikatan dan komunikasi di antara pasangan yang bisa mendorong salah satu atau keduanya mencari seseorang yang dapat memenuhi kebutuhannya, baik kebutuhan emosional maupun kebutuhan fisik, termasuk seks. Apalagi jika kemudian masing-masing pasangan tidak memiliki pemahaman tentang bagaimana seharusnya menjalani kehidupan berumah tangga dan mengatasi persoalan yang muncul menurut ajaran Islam.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Debbie Layton-Tholl mengungkapkan bahwa perselingkuhan yang dilakukan oleh orang-orang yang sudah menikah pada dasarnya bukan karena untuk mencari kepuasan seksual semata. Prosentase terbesar (90%) perselingkuhan terjadi karena tidak terpenuhinya kebutuhan emosional<span> </span>pasangan. Kebutuhan seksual bukanlah menjadi alasan pertama dan utama. Perilaku seksual yang sering mewarnai <em>affair</em> ataupun perselingkuhan sering hanya merupakan sarana untuk memelihara dan mempertahankan <em>affair</em> tersebut, bukan menjadi alasan utama. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><em><span>2.<span> </span>Masalah eksternal.</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span>Dalam pandangan kapitalis hubungan pria dan wanita merupakan pandangan yang bersifat seksual semata, bukan pandangan untuk melestarikan keturunan manusia. Oleh karena itu, mereka sengaja menciptakan fakta-fakta yang terindra dan pikiran-pikiran yang mengundang hasrat seksual di hadapan pria dan wanita dalam rangka membangkitkan dorongan seksual untuk dipenuhi. Mereka menganggap bahwa gejolak naluri yang tidak dipenuhi mengakibatkan kerusakan pada diri manusia, baik terhadap fisik, psikis, maupun akalnya. Dari sini, kita bisa memahami, mengapa banyak komunitas masyarakat selalu menciptakan pikiran-pikiran yang mengundang hasrat seksual (fantasi-fantasi seksual), baik dalam cerita-cerita, lagu-lagu, maupun berbagai karya mereka lainnya. Belum lagi kebiasaan gaya hidup campur-baur antara pria dan wanita yang tidak semestinya di dalam maupun di luar rumah. Semua ini muncul karena mereka menganggap tindakan-tindakan semacam itu merupakan hal yang lazim dan penting sebagai bagian dari sistem dan gaya hidup mereka.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span>Kiat Menghindari Perselingkuhan Secara Islam</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><em><span>1.<span> </span>Menjalankan kehidupan rumah tangga secara islami. </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span>Sebagai sebuah ibadah, pernikahan memiliki sejumlah tujuan mulia. Memahami tujuan itu sangatlah penting guna menghindarkan pernikahan bergerak tak tentu arah yang akan membuatnya sia-sia tak bermakna. Tujuan-tujuan itu adalah untuk mewujudkan <em>mawaddah</em> dan <em>rahmah</em>, yakni terjalinnya cinta-kasih dan tergapainya ketenteraman hati<span> </span>(sakinah) (QS ar-Rum: 21); melanjutkan keturunan dan menghindarkan dosa; mempererat tali silaturahmi; sebagai sarana dakwah; dan menggapai <em>mardhatillah</em>. Jika tujuan pernikahan yang sebenarnya dipahami dengan benar, insya Allah akan lebih mudah bagi suami-istri meraih keluarga sakinah dan terhindar dari konflik-konflik yang berkepanjangan. Sebab, kesepahaman tentang tujuan pernikahan sesungguhnya akan menjadi perekat kokoh sebuah pernikahan. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Islam memandang pernikahan sebagai <em>“perjanjian yang berat (mîtsâq[an] ghalîdza)”</em> (QS an-Nisa’ [4]: 21) yang menuntut setiap orang yang terikat di dalamnya untuk memenuhi hak dan kewajibannya. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Islam mengatur dengan sangat jelas hak dan kewajiban suami-istri, orangtua dan anak-anak, serta hubungan dengan keluarga yang lain. Islam memandang setiap anggota keluarga sebagai pemimpin dalam kedudukannya masing-masing. Dengan kata lain, pernikahan haruslah dipandang sebagai bagian dari amal shalih untuk menciptakan pahala sebanyak-banyaknya dalam kedudukan masing-masing melalui pelaksanaan hak dan kewajiban dengan sebaik-baiknya. Ketimpangan atau terabaikannya hak dan kewajiban, misalnya soal nafkah, pendidikan atau perlindungan, tentu akan dengan sangat mudah menyulut perselisihan dalam keluarga yang bisa berpeluang untuk terjadi perselingkuhan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><em><span>2.<span> </span>Atasi berbagai persoalan suami-istri dengan cara yang benar (islami) dan tidak melibatkan orang (lelaki atau perempuan) lain.</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span>Dalam kehidupan rumah tangga, tidak selalu mudah menyatukan dua pribadi yang berbeda dan dengan latar belakang yang berbeda. Konflik menjadi suatu hal yang mudah terjadi dalam kehidupan rumah tangga. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Kesabaran merupakan langkah utama ketika mulai muncul perselisihan. Islam memerintahkan kepada suami-istri agar bergaul dengan cara yang baik, serta mendorong mereka untuk bersabar dengan keadaan masing-masing pasangan; karena boleh jadi di dalamnya terdapat kebaikan-kebaikan. Jika dibutuhkan orang ketiga untuk membantu menyelesaikan persoalan maka jangan sekali-sekali melibatkan lawan jenis yang bukan <em>mahram</em>-nya; seperti teman sekantor, tetangga, kenalan dan sebagainya. Awalnya mungkin hanya sebatas curhat, tetapi tanpa disadari, jika sudah mulai merasa nyaman, persoalan mungkin justru tidak terpecahkan, yang kemudian terjadi adalah<span> </span>munculnya rasa saling ketergantungan dan ketertarikan. Hal ini bisa menjadi awal dari kedekatan di antara mereka dan peluang untuk terjadinya perselingkuhan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><em><span>3.<span> </span>Menjaga pergaulan dengan lawan jenis di tengah-tengah masyarakat.</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span>Dalam pandangan Islam hubungan antara pria dan wanita merupakan pandangan yang terkait dengan tujuan untuk melestarikan keturunan, bukan semata-mata pandangan yang bersifat seksual. Dalam konteks itulah, Islam menganggap berkembangnya pikiran-pikiran yang mengundang hasrat seksual pada sekelompok orang merupakan keadaan yang membahayakan. Oleh karena itu, Islam memerintahkan pria dan wanita untuk menutup aurat, menahan pandangannya terhadap lawan jenis, melarang pria dan wanita ber-<em>khalwat</em>, melarang wanita bersolek dan berhias di hadapan laki-laki asing (non<em>-mahram</em>). Islam juga telah membatasi kerjasama yang mungkin dilakukan oleh pria dan wanita dalam kehidupan umum serta menentukan bahwa hubungan seksual antara pria dan wanita hanya boleh dilakukan dalam dua keadaan, yaitu: lembaga pernikahan dan pemilikan hamba sahaya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><em><span>4. <span> </span>Poligami.</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span>Islam telah menjadikan poligami sebagai sesuatu perbuatan mubah (boleh), bukan sunnah, bukan pula wajib. Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani mengatakan dalam <em>An-Nizhâm al-Ijtimâ’i fî al-Islâm</em>:</span></p>
<p class="MsoNormal"><em><span>Harus menjadi kejelasan, bahwa Islam tidak menjadikan poligami sebagai kewajiban atas kaum Muslim, bukan pula suatu perbuatan yang mandub (sunnah) bagi mereka, melainkan sesuatu yang mubah, yang boleh mereka lakukan jika mereka berpandangan demikian.</span></em></p>
<p class="MsoNormal"><span>Dasar kebolehan poligami tersebut karena Allah Swt. telah menjelaskan dengan sangat gamblang tentang hal ini (Lihat: QS an-Nisa’ [4]: 3).</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Poligami bisa menjadi solusi di tengah kehidupan pergaulan lawan jenis seperti sekarang ini. Anehnya, poligami justru banyak ditentang, sementara perselingkuhan dibiarkan merajalela. Praktik poligami yang salah di tengah-tengah masyarakat tidak boleh menjadi alasan untuk menolak poligami. </span><span>Sebab, realitas itu terjadi karena praktik poligami tidak dijalankan sesuai dengan tuntunan Islam. Alasan bahwa wanita menjadi sakit hati dan tertekan karena suaminya menikah lagi juga tidak tepat. Perasaan tersebut hanya akan muncul akibat adanya anggapan bahwa poligami sebagai sesuatu yang buruk. Itu terjadi karena kampanye massif yang dilancarkan kalangan antipoligami. Sebaliknya, jika istri menganggap poligami sebagai sesuatu yang baik, perasaan sakit hati dan tertekan akibat suaminya berpoligami tidak terjadi. Allah Swt. telah memberikan peringatan yang tegas kepada para suami yang berpoligami (Lihat: QS an-Nisa’ [4]: 129). Intinya, Allah Swt. memerintahkan kepada seorang suami untuk menjauhkan diri dari kecenderungan yang berlebihan kepada salah seorang istrinya dengan menelantarkan yang lain. Hal ini juga diperkuat dengan sebuah Hadis Nabi saw., sebagaimana dituturkan oleh Abu Hurairah ra. (HR Ahmad). </span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><em><span>5.<span> </span>Memberikan hukuman bagi para pelaku perselingkuhan.</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span>Pada hakikatnya perselingkuhan sama dengan perzinaan. Dalam pandangan Islam seorang yang berselingkuh/berzina mendapatkan hukuman yang sangat berat. Jika belum menikah, pelakunya harus dicambuk 100 kali, dan untuk yang sudah menikah harus dirajam sampai mati. Hukuman yang berat ini akan menjadi pelajaran bagi pelakunya hingga menimbulkan jera sekaligus sebagai penebus dosa atas perbuatan yang dilakukan. Jika hukuman ini diterapkan, seseorang akan berpikir panjang sebelum<span> </span>melakukan perselingkuhan. <strong>[</strong></span><strong><em><span>Zulia Ilmawati; </span></em></strong><em><span>(Psikolog, Pemerhati Masalah Anak dan Keluarga)</span></em><strong><span>]</span></strong></p>
</div>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/baitijannati.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/baitijannati.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/baitijannati.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/baitijannati.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/baitijannati.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/baitijannati.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/baitijannati.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/baitijannati.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/baitijannati.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/baitijannati.wordpress.com/229/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&blog=719720&post=229&subd=baitijannati&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://baitijannati.wordpress.com/2008/12/06/mencegah-perselingkuhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5db4c5e4e99c900e96651e7e7268e5a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">faridm</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://baitijannati.files.wordpress.com/2008/12/mencegah-perselingkuhan.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">mencegah-perselingkuhan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Angka Cerai Tinggi, Beda Partai Jadi Salah Satu Penyebab</title>
		<link>http://baitijannati.wordpress.com/2008/07/18/angka-cerai-tinggi-beda-partai-jadi-salah-satu-penyebab/</link>
		<comments>http://baitijannati.wordpress.com/2008/07/18/angka-cerai-tinggi-beda-partai-jadi-salah-satu-penyebab/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Jul 2008 00:52:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Farid Ma'ruf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga Samara]]></category>
		<category><![CDATA[Romantika Keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://baitijannati.wordpress.com/?p=178</guid>
		<description><![CDATA[Keluarga Samara. Kasus perceraian di Indonesia cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Gejolak yang mengancam kehidupan struktur keluarga ini semakin bertambah jumlahnya terutama pada tiga tahun terakhir ini. Hal ini diungkap Dirjen Bimas Islam Nasaruddin Umar di Jakarta, Selasa (15/7).
&#8220;Setiap tahun ada dua juta perkawinan, tetapi yang memilukan perceraian bertambah menjadi dua kali lipat, setiap [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&blog=719720&post=178&subd=baitijannati&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal"><strong><em>Keluarga Samara</em></strong>. Kasus perceraian di Indonesia cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Gejolak yang mengancam kehidupan struktur keluarga ini semakin bertambah jumlahnya terutama pada tiga tahun terakhir ini. Hal ini diungkap Dirjen Bimas Islam Nasaruddin Umar di Jakarta, Selasa (15/7).<br />
&#8220;Setiap tahun ada dua juta perkawinan, tetapi yang memilukan perceraian bertambah menjadi dua kali lipat, setiap 100 orang yang menikah, 10 pasangannya bercerai, dan umumnya mereka yang baru berumah tangga,&#8221; jelas Nazaruddin.<span id="more-178"></span></p>
<p>Terungkap pula bahwa salah satu sebab yang mendasari perceraian ini karena ada peningkatan perbedaan politik atau partai politik antara suami dan istri terkait Pemilihan Umum dan Pemilihan Kepala Daerah (Pemilu dan Pilkada).</p>
<p>Islam dengan tegas menyatakan dalam Al-Quran bahwa perceraian itu adalah suatu perbuatan yang halal, tetapi paling dibenci Allah, namun perceraian itu menjadi fenomena yang terjadi di masyarakat Indonesia.</p>
<p>&#8220;Dalam Al-Quran 80 persen ayat membicarakan tentang penguatan bangunan rumah tangga, hanya sebagian kecil yang membicarakan masalah penguatan negara, bangsa apalagi masyarakat, sebab keluarga adalah sendi dasar terciptanya masyarakat yang ideal, mana mungkin negara dibangun di atas bangunan keluarga yang berantakan,&#8221; ujar Nazaruddin.</p>
<p>Ia menegaskan, apabila angka perceraian di masyarakat terus mengalami peningkatan, itu menjadi bukti kegagalan dari kerja Badan Penasehat Pembinaan Pembinaan Pelestarian Perkawinan (BP4).</p>
<p>Terkait dengan perceraian akibat Pemilu yang disebabkan oleh perbedaan pandangan dan pilihan partai politik, harus dihindari. Karena itu ia mengimbau kepada umat Muslim agar menghindari adanya perbedaan yang dapat menjurus kepada perceraian.</p>
<p>&#8220;Urusan politik adalah urusan sesaat, sementara urusan keluarga adalah urusan seumur hidup. Bahkan sampai akhirat,&#8221; lanjutnya.</p>
<p>Ia juga menjelaskan, pada kasus perceraian suami-isteri ternyata jumlah isteri yang menggugat cerai suami makin meningkat. Hal ini merupakan fenomena baru di enam kota besar di Indonesia.</p>
<p>Tingginya permintaan gugat cerai isteri terhadap suami tersebut, diduga karena kaum perempuan merasa mempunyai hak yang sama dengan lelaki, atau akibat globalisasi sekarang ini, atau kaum perempuan sudah kebablasan.</p>
<p>&#8220;Kesadaran atau kebablasan, itulah antara lain yang menjadi perhatian kita semua sebagai umat beragama,&#8221; kata Nasaruddin.</p>
<p>Sementara itu, data dari Departemen Agama menyebutkan penyebab perceraian antara lain karena ketidakharmonisan rumah tangga (mencapai 46.723 kasus), faktor ekonomi (24.252 kasus), krisis keluarga (4. 916 kasus), cemburu (4.708 kasus), poligami (879 kasus), kawin paksa (1.692 kasus), kawin bawah umur (284 kasus), penganiayaan dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) sebanyak 916 kasus. (<a href="http://www.baitijannati.wordpress.com/">www.baitijannati.wordpress.com</a>)</p>
<p class="MsoNormal">Sumber : <strong>www.suara-islam.com</strong></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/baitijannati.wordpress.com/178/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/baitijannati.wordpress.com/178/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/baitijannati.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/baitijannati.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/baitijannati.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/baitijannati.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/baitijannati.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/baitijannati.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/baitijannati.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/baitijannati.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/baitijannati.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/baitijannati.wordpress.com/178/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&blog=719720&post=178&subd=baitijannati&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://baitijannati.wordpress.com/2008/07/18/angka-cerai-tinggi-beda-partai-jadi-salah-satu-penyebab/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5db4c5e4e99c900e96651e7e7268e5a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">faridm</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Curhat Pada Suami Orang?</title>
		<link>http://baitijannati.wordpress.com/2008/05/12/curhat-pada-suami-orang/</link>
		<comments>http://baitijannati.wordpress.com/2008/05/12/curhat-pada-suami-orang/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 May 2008 00:40:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Farid Ma'ruf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Romantika Keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://baitijannati.wordpress.com/?p=161</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Helvy Tiana Rosa
Keluarga Samara. “Ya, mengapa dia selalu curhat pada suamiku? Mengapa bukan pada yang lain, Vy?” tanya seorang teman pada saya lewat telepon pagi ini. Saya dapat merasakan kegundahannya.
“Ini bukan yang pertama lho. Ada apa aja tuh perempuan curhatnya selalu sama suamiku,” tambahnya lagi berapi-api.
“Dia punya suami?”

“Sudah cerai. Tapi punya anak dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&blog=719720&post=161&subd=baitijannati&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:center;" align="center"><em><strong><span style="font-style:normal;">Oleh : Helvy Tiana Rosa</span></strong></em></p>
<p style="margin-bottom:0.0001pt;"><em><strong>Keluarga Samara. </strong></em>“Ya, mengapa dia selalu curhat pada suamiku? Mengapa bukan pada yang lain, Vy?” tanya seorang teman pada saya lewat telepon pagi ini. Saya dapat merasakan kegundahannya.<br />
“Ini bukan yang pertama lho. Ada apa aja tuh perempuan curhatnya selalu sama suamiku,” tambahnya lagi berapi-api.</p>
<p>“Dia punya suami?”</p>
<p><span id="more-161"></span></p>
<p>“Sudah cerai. Tapi punya anak dari suaminya…aku kesal banget Vy! Kenapa sih perempuan itu nggak curhat sama saudara atau sahabat perempuannya yang lain…atau curhat pada teman cowoknya yang belum beristri kek…,” katanya hampir menangis.</p>
<p>Saya jadi ingat teman saya Ra. Beberapa waktu lalu rumah tangganya sempat goyang karena hal yang mirip. Ada teman perempuan suaminya yang curhat pada sang suami mengenai kasus hutang suami perempuan itu. Begitu “menderita”nya perempuan tersebut hingga suami Ra pun simpati. Lama kelamaan mereka jadi tambah dekat, apalagi ketika kemudian perempuan itu cerai dengan suaminya. Keadaan bertambah kacau buat Ra karena suami Ra lantas lebih suka curhat dengan perempuan itu ketimbang dengan istrinya sendiri dan mulai mengeluarkan sejumlah uang untuknya….Alhamdulillah pernikahan mereka yang sudah lebih dari sepuluh tahun itu bisa diselamatkan.</p>
<p>“Kamu tahu darimana tentang perempuan itu?” tanya saya.</p>
<p>“Dari sms-sms di HP suamiku,” tuturnya seraya mengatakan ia terinspirasi dari lagu “Sms Siapa” yang lagi booming kini. “Terpaksa…,” tambahnya.</p>
<p>“Mungkin dia cuma cerita, Mbak. Jangan curiga dulu,” kata saya meredakan. “Mungkin kita malah harus bersyukur pada Allah karena banyak orang yang percaya pada suami kita….”</p>
<p>“Aku belajar dari pengalaman banyak teman lain, Vy. Awal gangguan dalam rumah tangga mereka ya dari curhat-curhat nggak mutu dan salah arah seperti ini….coba, nggak mungkin orang curhat kalau nggak ada simpati…dan kalau sudah simpati…mudah kok mengembangkannya menjadi cinta! Kalau “digoda” terus dengan cara begini lama-lama suami kita kan bisa berpaling! Lihat saja, dia bisa meminjamkan bahkan memberikan uang pada perempuan itu tanpa bicara dengan kita! Lalu…bagaimana kalau kita ditinggalkan?”</p>
<p>Saya menarik napas tak panjang. Jadi ingat, suami saya juga sering jadi tempat curhat teman lelaki maupun perempuan. Saya selalu berprasangka baik. Suami saya itu kan cerdas, baik, pergaulannya luas, mungkin memang ia bisa sedikit membantu curhat yang berseliweran itu, membantu memecahkan atau memberi jalan keluar….Tapi saya tidak mungkin lupa bahwa saya juga pernah cemberut ketika ada seorang janda yang malam-malam telpon minta saran soal mantan suaminya. Malah telponnya lama sekali. Hampir satu setengah jam! Padahal perempuan itu kenal saya! Kenapa bukan bicara dengan saya ya? Untunglah suami saya dengan tegas berkata pada perempuan tersebut, “Nanti kalau mau cerita soal seperti ini dengan istri saya saja. Kayaknya dia bisa lebih banyak membantu daripada saya!”</p>
<p>Hening di telepon.</p>
<p>“Tanya aja deh Mbak baik-baik pada suami, tanpa nada curiga,” usul saya. “Tawarkan juga persahabatan dengan perempuan itu hingga selanjutnya kalau mau curhat, suami mbak bisa mengusulkan agar perempuan itu bisa curhat pada istrinya, pada Mbak. Atau bisa juga perempuan itu curhat pada kalian berdua. Kan lebih bagus….”</p>
<p>“Aku takut suamiku marah….”</p>
<p>Hmmmm yang begini nih….</p>
<p>“Kalau baik-baik…, masak doi marah sih mbak?”</p>
<p>Hanya terdengar suara tangisan.</p>
<p>“Udah, datang ke sini sekarang, Mbak. Curhat sama aku sambil buka puasa di sini! Jangan nangis gitu dong….”</p>
<p>Angin berhembus lebih kencang siang ini, di halaman rumah saya yang panas.</p>
<p style="margin-bottom:0.0001pt;">(www.keluarga-samara.com)</p>
<p style="margin-bottom:0.0001pt;">Sumber : http://helvytr.multiply.com/journal/item/191/Curhat_Pada_Suami_Orang_</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/baitijannati.wordpress.com/161/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/baitijannati.wordpress.com/161/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/baitijannati.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/baitijannati.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/baitijannati.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/baitijannati.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/baitijannati.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/baitijannati.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/baitijannati.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/baitijannati.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/baitijannati.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/baitijannati.wordpress.com/161/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&blog=719720&post=161&subd=baitijannati&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://baitijannati.wordpress.com/2008/05/12/curhat-pada-suami-orang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5db4c5e4e99c900e96651e7e7268e5a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">faridm</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sayangilah Aku Hingga Ujung Waktu</title>
		<link>http://baitijannati.wordpress.com/2008/02/15/sayangilah-aku-hingga-ujung-waktu/</link>
		<comments>http://baitijannati.wordpress.com/2008/02/15/sayangilah-aku-hingga-ujung-waktu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Feb 2008 20:44:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Farid Ma'ruf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Romantika Keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://baitijannati.wordpress.com/2008/02/15/sayangilah-aku-hingga-ujung-waktu/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Abu Aufa
Keluarga Samara &#8211; Kalau kita berbicara tentang pernikahan, pasti semua mengharapkan yang enak-enak atau kondisi ideal. Normal aja dong, kalau mengharapkan kriteria ideal untuk calon pasangan hidupnya. Sang pemuda mengharapkan calon istri yang cantik jelita, keluarganya tajir, pinter, akhlak mulia, sholehah, dll. Begitu juga sang wanita ingin punya suami yang ganteng, kaya, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&blog=719720&post=145&subd=baitijannati&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:normal;" align="center"><b><span>Oleh : Abu Aufa</span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;line-height:normal;" align="left"><b><span>Keluarga Samara</span></b><span> &#8211; Kalau kita berbicara tentang pernikahan, pasti semua mengharapkan yang enak-enak atau kondisi ideal. Normal aja dong, kalau mengharapkan kriteria ideal untuk calon pasangan hidupnya. Sang pemuda mengharapkan calon istri yang cantik jelita, keluarganya tajir, pinter, akhlak mulia, sholehah, dll. Begitu juga sang wanita ingin punya suami yang ganteng, kaya, sabar, pinter, bertanggung jawab, setia, akhlaknya memikat, dan sebagainya. Coba bayangin semua ini terjadi pada diri kita, wuah…surga dunia tuh! Siapa sih yang gak mau, iya gak?</span><span id="more-145"></span><span></span><br />
<span><br />
Saat kita lanjut usia, rambut mulai satu-persatu rontok, raga pun perlahan rapuh dan sepuh, sang istri atau suami masih tetap setia mendampingi. Saat di pembaringan, ada yang mijitin pundak hingga kitapun tertidur pulas. Saat dingin menyerang rangkulan kekasih pun semakin erat, bersama saling menopang saat kaki-kaki kita semakin melemah. Kalau sedih ada yang menghibur, saat senang, apalagi, wuah…uendah nian.</span></p>
<p>Namun, menurut Hasan Al Banna, waktu itu adalah kehidupan, ia tak pernah berhenti sesaatpun, seiring waktu berlalu, istri semakin keriput dan endut. Tapi menurut sang suami, “Istriku masih yang tercantik,” sementara suami pun perutnya udah buncit, tapi menurut sang istri, “Engkaulah satu-satunya Pangeran dalam istana hatiku.”</p>
<p>Kebesaran Allah SWT pun selalu tampak di dalam rumah tangga. Setiap anggota keluarga melakukan sholat berjamaah, qiyamullail, membaca Al Qur’an, tasbih, tahmid, saling bertausyiah, bermaafan, menasehati, dan mengingatkan. Inilah hasil dari sepasang anak manusia yang menikah karena ingin mengharapkan ridho-Nya dan cita-cita Islam serta kemegahan ajaran-Nya. Inilah dia surga yang disegerakan sebelum surga yang kekal abadi.</p>
<p>Semua diatas adalah harapan setiap pasangan. Namun, tak jarang juga ditemukan dalam suatu keluarga yang terjadi adalah sebaliknya. Dari istri yang dibilang gak pinter mengatur rumah tangga, menjaga anak, atau suami yang selalu pulang malam tak peduli dengan anak dan istri, dan macam-macam lagi. Kata nista, kata-kata yang nyelekit, tuduhan, makian bahkan saling memukul, bisa juga terjadi pada sebuah keluarga, yang gini nih sepet banget! Rumah tangga serasa bagai hidup di neraka, tak ada ketenangan apalagi kasih sayang.</p>
<p>Emang ya, segala sesuatu itu bisa tak seindah bayangan semula. Ada bunga-bunga indah, namun cukup banyak juga onak dan duri yang siap menghadang. Karena itu, berbagai masalah kehidupan dalam lembaga pernikahan harus dihadapi secara realistis oleh setiap pasangan.</p>
<p>Apalagi hidup di zaman seperti sekarang ini memang tak mudah, namun Al Qur’an memberikan arahan dalam kehidupan berumah tangga, *”…. dan musyawarahkanlah di antara kamu (segala sesuatu) dengan baik….** [QS Ath Thalaaq: 6] *”….. *dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata. Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian, bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” **[QS An Nisaa’: 19] *</p>
<p>Seperti gading, tak ada yang tak retak, begitu juga manusia, tak ada yang sempurna. Setiap kita pasti ada kekurangannya, bisa saja seorang suami atau istri terlihat mempunyai satu kekurangan, namun kalau dipikir-pikir lebih banyak kelebihannya. Apakah kekurangannya saja yang diperhatikan oleh pasangannya atau kedua-duanya dengan pertimbangan yang adil?</p>
<p>Konflik dalam kehidupan rumah tangga juga tak jarang menyebabkan banyak pasangan kehilangan cinta yang dulunya mempersatukan mereka, dan Allah SWT juga telah memberikan arahan yang jelas, *”Hai orang-orang mu’min, sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” **[QS At Taghaabun: 14]*</p>
<p>Karena itu, sesungguhnya dalam kehidupan berkeluarga yang kita harapkan adalah indahnya keampunan Allah dan surga-Nya, juga kasih sayang orang-orang yang terdekat dengan kita, yang setiap hari saling membutuhkan, karena itu ’sayangilah aku (pasangan hidupmu) hingga ujung waktu.’</p>
<p>Wahai akhi wa ukhti fillah, mari kita saling mendoakan ya, Semoga dengan kita mengambil panduan Al Qur’an dan sunnah Rasul-Nya serta contoh teladan dari keluarga Rasulullah SAW, akan semakin banyak rumah tangga yang tadinya kurang sakinah kembali menjadi sakinah, rumah tangga yang sakinah menjadi lebih sakinah, dan insya Allah pula saudara-saudara yang belum berumah tangga dikabulkan do’anya berupa pasangan hidup yang sholeh atau sholehah, *aamiin allahumma aamiin.* (<a href="http://www.keluarga-samara.com/">www.keluarga-samara.com</a>) </p>
<p>Sumber : www.tentang-pernikahan.com</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/baitijannati.wordpress.com/145/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/baitijannati.wordpress.com/145/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/baitijannati.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/baitijannati.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/baitijannati.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/baitijannati.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/baitijannati.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/baitijannati.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/baitijannati.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/baitijannati.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/baitijannati.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/baitijannati.wordpress.com/145/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&blog=719720&post=145&subd=baitijannati&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://baitijannati.wordpress.com/2008/02/15/sayangilah-aku-hingga-ujung-waktu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5db4c5e4e99c900e96651e7e7268e5a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">faridm</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Terimakasih, Cinta</title>
		<link>http://baitijannati.wordpress.com/2007/11/12/terimakasih-cinta/</link>
		<comments>http://baitijannati.wordpress.com/2007/11/12/terimakasih-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Nov 2007 15:35:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Farid Ma'ruf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Romantika Keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://baitijannati.wordpress.com/2007/11/12/terimakasih-cinta/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Helvy Tiana Rosa
baitijannati. Keluarga kami terbiasa saling mendoakan, memberi ucapan selamat dan kado bila ada yang berulang tahun atau sedang merayakan hari bahagia. Di luar itu sering juga saling memberikan sesuatu secara tiba-tiba, tak peduli hari apa pun itu kiranya. 
Saya mempunya kebiasaan mengoleksi semua kartu ucapan yang pernah diberikan suami saya: Mas [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&blog=719720&post=118&subd=baitijannati&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="center"><strong>Oleh : Helvy Tiana Rosa</strong></p>
<p align="left"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><em><strong>baitijannati. </strong></em>Keluarga kami terbiasa saling mendoakan, memberi ucapan selamat dan kado bila ada yang berulang tahun atau sedang merayakan hari bahagia. Di luar itu sering juga saling memberikan sesuatu secara tiba-tiba, tak peduli hari apa pun itu kiranya. </span></p>
<p class="MsoPlainText" style="margin:auto 0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Saya mempunya kebiasaan mengoleksi semua kartu ucapan yang pernah diberikan suami saya: Mas Tomi, untuk saya. Sebagian besar kartu itu merupakan kartu ucapan selamat ulang tahun, kartu ulang tahun pernikahan dan kartu ucapan selamat atas kesuksesan yang diraih.</span><span id="more-118"></span></p>
<p class="MsoPlainText" style="margin:auto 0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><br />
Di antara semua kartu yang saya simpan, ada satu ucapan manis yang justru tidak ditulis di selembar kartu cantik, melainkan di atas kertas putih biasa. Tapi di antara semua, itulah ucapan dari Mas yang selalu menjadi &#8216;kartu&#8217; kebanggaan saya.</span></p>
<p class="MsoPlainText" style="margin:auto 0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><br />
Bagi saya, dalam kehidupan rumah tangga kami, ridha suami sangat penting. Dan luar biasa bahwa saya mendapatkan ridhanya selalu dalam setiap langkah saya! Padahal langkah-langkah itu menurut banyak kalangan &#8220;terlalu panjang&#8221; dan kadang &#8220;jauh&#8221; dari rumah. Lalu saya berpikir, berapa banyak suami di dunia ini yang seridha Mas terhadap istrinya?</span></p>
<p class="MsoPlainText" style="margin:auto 0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><br />
&#8220;Selama di jalanNya, untukNya dan karenaNya&#8230;,&#8221; kata Mas Tomi pasti. &#8220;Tapi harus bisa bagi waktu ya&#8230;,&#8221; senyumnya lagi.</span></p>
<p class="MsoPlainText" style="margin:auto 0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><br />
Bagi Mas, yang penting saya tak egois. Saya harus berbuat yang terbaik untuk keluarga. Tapi itu tak cukup. Sebisa mungkin, sekecil apa pun, saya harus terlibat dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan. Dan di atas segalanya tentu saja: menjadi abdi illahi sejati! Dan bukankah itu semua satu paket bernama: <em>hablu minallah, hablu minannaas?</em></span></p>
<p class="MsoPlainText" style="margin:auto 0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><br />
Hari ini, sehari sesudah ulangtahun saya ke 35, saya buka lagi kartu-kartu ucapan dari Mas. Tapi yang satu itu, yang tidak tertulis dalam kartu&#8230;tak mungkin saya lupakan. Sebab itu adalah salah satu &#8220;ijazah&#8221; penting saya,  yang dikeluarkan oleh Mas Tomi:</span></p>
<p class="MsoPlainText" style="margin:auto 0;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><br />
00.50 Wib, 2 April</span></em><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span></p>
<p class="MsoPlainText" style="margin:auto 0;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><br />
Istriku sayang,<br />
Selamat ulang tahun<br />
Semoga Allah selalu ridho padamu</span></em><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span></p>
<p class="MsoPlainText" style="margin:auto 0;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><br />
You have been a great wife for me<br />
A great mother for Faiz<br />
A good sister for Bhimo, Menuk, Kiki<br />
And a sweet daughter for my mother</span></em><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span></p>
<p class="MsoPlainText" style="margin:auto 0;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><br />
I owe you so much<br />
For your love, caring<br />
And compassion</span></em><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span></p>
<p class="MsoPlainText" style="margin:auto 0;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><br />
Happy Birthday,<br />
My beautiful lady<br />
May I be your good husband<br />
Always</span></em><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span></p>
<p class="MsoPlainText" style="margin:auto 0;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><br />
Yours forever</span></em><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">, </span></p>
<p class="MsoPlainText" style="margin:auto 0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><em>Satryatomo</em> </span></p>
<p class="MsoPlainText" style="margin:auto 0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><br />
Dan tanpa bisa saya tahan, selalu saja air mata saya menitik usai membacanya kembali.</span></p>
<p class="MsoPlainText" style="margin:auto 0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><br />
Mas, mungkin belum ada hal yang sungguh berarti, yang pernah kulakukan, apalagi untukmu. Tapi “ijazah” ini, ridha Mas ini, menjadi salah satu yang sangat berarti dalam kehidupanku. Sesuatu yang membuatku semangat senantiasa untuk melangkah….</span></p>
<p class="MsoPlainText" style="margin:auto 0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Terimakasih, cinta…</span></p>
<p class="MsoPlainText" style="margin:auto 0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><br />
(Helvy Tiana Rosa)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p style="height:8px;"><!-- --></p>
<p style="text-align:center;"><img src="http://images.helvytr.multiply.com/image/2/photos/upload/300x300/Qk@3-goKCjoAAHsraoo1.jpg/kitanih.jpg?et=riYzfBtXAl%2BNWkOUpW9qtg" style="margin:0 5px 5px 0;" border="0" height="258" width="300" /></p>
<p><a href="http://helvytr.multiply.com/photos/hi-res/upload/Qk@3-goKCjoAAHsraoo2.jpg?xurl=http%3A%2F%2Fhelvytr.multiply.com%2Fjournal%2Fitem%2F48"></a></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://helvytr.multiply.com/photos/hi-res/upload/Qk@3-goKCjoAAHsraoo2.jpg?xurl=http%3A%2F%2Fhelvytr.multiply.com%2Fjournal%2Fitem%2F48"><img src="http://images.helvytr.multiply.com/image/2/photos/upload/300x300/Qk@3-goKCjoAAHsraoo2.jpg/suratmasni.jpg?et=ehsC%2CX7%2CsBqwACttUkAoog" style="margin:0 5px 5px 0;" border="0" height="300" width="179" /></a></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/baitijannati.wordpress.com/118/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/baitijannati.wordpress.com/118/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/baitijannati.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/baitijannati.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/baitijannati.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/baitijannati.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/baitijannati.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/baitijannati.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/baitijannati.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/baitijannati.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/baitijannati.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/baitijannati.wordpress.com/118/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&blog=719720&post=118&subd=baitijannati&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://baitijannati.wordpress.com/2007/11/12/terimakasih-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5db4c5e4e99c900e96651e7e7268e5a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">faridm</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://images.helvytr.multiply.com/image/2/photos/upload/300x300/Qk@3-goKCjoAAHsraoo1.jpg/kitanih.jpg?et=riYzfBtXAl%2BNWkOUpW9qtg" medium="image" />

		<media:content url="http://images.helvytr.multiply.com/image/2/photos/upload/300x300/Qk@3-goKCjoAAHsraoo2.jpg/suratmasni.jpg?et=ehsC%2CX7%2CsBqwACttUkAoog" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Tips Bertengkar Yang Islami</title>
		<link>http://baitijannati.wordpress.com/2007/06/23/tips-bertengkar-yang-islami/</link>
		<comments>http://baitijannati.wordpress.com/2007/06/23/tips-bertengkar-yang-islami/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Jun 2007 07:51:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Farid Ma'ruf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kiat Praktis]]></category>
		<category><![CDATA[Romantika Keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://baitijannati.wordpress.com/2007/06/23/tips-bertengkar-yang-islami/</guid>
		<description><![CDATA[
Oleh : Mukhlis
  
Keluarga Samara. Bismillah walhamdulillah walaa hawla walaa Quwwata Illaa billah. Shahabat Islam yang berbahagia, kita bersyukur kepada Allah bahwa
hingga hari ini Allah masih mengulur waktu buat kita. Berbicara soal vonis,
sebenarnya setiap kita telah dijatuhi hukuman mati (QS.21:35), hanya
jadwal eksekusi yang berbeda beda, ada yang minggu lalu, kemarin, tadi pagi,
dan saya, Anda? Entah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&blog=719720&post=94&subd=baitijannati&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><h1></h1>
<p class="recca" style="text-align:center;margin:0 0 0.0001pt;" align="center"><strong><span style="font-size:13.5pt;color:black;">Oleh : Mukhlis</span></strong><strong><span style="font-size:18pt;"></span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span>  </span></p>
<p class="domon" style="text-indent:27pt;margin:0 0 0.0001pt;"><strong><em><span>Keluarga Samara. </span></em></strong><em><span>Bismillah walhamdulillah walaa hawla walaa Quwwata Illaa billah.</span></em><span> Shahabat Islam yang berbahagia, kita bersyukur kepada Allah bahwa<br />
hingga hari ini Allah masih mengulur waktu buat kita. Berbicara soal vonis,<br />
sebenarnya setiap kita telah dijatuhi hukuman mati (QS.21:35), hanya<br />
jadwal eksekusi yang berbeda beda, ada yang minggu lalu, kemarin, tadi pagi,<br />
dan saya, Anda? Entah kapan, yang jelas waktu yang tersisa, harus kita<br />
maksimalkan untuk berbuat baik. Diantara kebaikan itu adalah: membangun<br />
sinergi yang baik antar dua kekasih yang diikat erat janji suci, suami<br />
dgn isteri.</span><span id="more-94"></span></p>
<p class="domon" style="text-indent:27pt;margin:0 0 0.0001pt;"><span>Bertengkar adalah fenomena yang sulit dihindari dalam kehidupan<br />
berumah tangga, kalau ada seseorang berkata: &#8220;Saya tidak pernah bertengkar<br />
dengan isteri saya !&#8221; Kemungkinannya dua, boleh jadi dia belum beristeri, atau<br />
ia tengah berdusta. Yang jelas saya dengan Ummu Naila sering menikmati<br />
sa&#8217;at-sa&#8217;at bertengkar, sebagaimana lebih menikmati lagi sa&#8217;at sa&#8217;at<br />
tidak bertengkar <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </span></p>
<p class="domon" style="text-indent:27pt;margin:0 0 0.0001pt;"><span>Bertengkar itu sebenarnya sebuah keadaan diskusi, hanya saja<br />
dihantarkan dalam muatan emosi tingkat tinggi. Kalau tahu etikanya, dalam<br />
bertengkarpun kita bisa mereguk hikmah, betapa tidak, justru dalam pertengkaran,<br />
setiap kata yang terucap mengandung muatan perasaan yang sangat dalam, yang<br />
mencuat dengan desakan energi yang tinggi, pesan pesannya terasa<br />
kental, lebih mudah dicerna ketimbang basa basi tanpa emosi.<br />
Baiklah, hari ini saya ingin paparkan resep keluarga kami dalam<br />
melangsung kan sebuah pertengkaran, alhamdulillah telah saya jalani selama 13<br />
tahun, dan berhasil membangun keadaan yang senantiasa lebih asyik daripada<br />
sebelum terjadi pertengkaran.</span></p>
<p class="domon" style="text-indent:27pt;margin:0 0 0.0001pt;"><span>Tulisan ini murni Non Politik, jadi tolong jangan tergesa-gesa<br />
menghapusnya <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </span></p>
<p class="domon" style="text-indent:27pt;margin:0 0 0.0001pt;"><span>Ketika saya dan si pencuri [hati saya] &#8212; eh enggak koq dia tidak curi<br />
hati saya, malah saya kasikan dengan ikhlas dibarter hatinya yg tulus&#8211;awal<br />
bertemu, setelah saya tanya apakah ia bersedia berbagi masa depan<br />
dengan saya, dan jawabannya tepat seperti yang diharap, kami mulai<br />
membicarakan seperti apa suasana rumah tangga ke depan. Salah satu diantaranya<br />
adalah tentang apa yang harus dilakukan kala kita bertengkar, dari beberapa<br />
perbincangan via tulisan plus waktu yang mematangkannya, tibalah kami<br />
pada sebuah Memorandum of Understanding, bahwa kalau pun harus bertengkar<br />
maka :<br />
1. <strong>Kalau bertengkar tidak boleh berjama&#8217;ah</strong>. Cukup seorang saja yang<br />
marah-marah, yang terlambat mengirim sinyal nada tinggi harus menunggu sampai<br />
yang satu reda. Untuk urusan marah pantang berjama&#8217;ah, seorangpun sudah<br />
cukup membuat rumah jadi meriah. Ketika ia marah dan saya mau menyela,<br />
segera ia berkata &#8220;STOP&#8221; ini giliran saya !</span></p>
<p class="domon" style="text-indent:27pt;margin:0 0 0.0001pt;"><span>Saya harus diam sambil istighfar. Sambil menahan senyum saya berkata<br />
dalam hati : &#8220;kamu makin cantik kalau marah,makin energik &#8230;&#8221;<br />
Dan dengan diam itupun saya merasa telah beramal sholeh, telah menjadi<br />
jalan bagi tersalurkannya luapan perasaan hati yang dikasihi&#8230; &#8220;duh<br />
kekasih .. bicaralah terus, kalau dengan itu hatimu menjadi lega, maka<br />
dipadang kelegaan perasaanmu itu aku menunggu &#8230;..&#8221;<br />
Demikian juga kalau pas kena giliran saya &#8220;yang olah raga otot muka&#8221;,<br />
saya menganggap bahwa distorsi hati, nanah dari jiwa yang tersinggung<br />
adalah sampah, ia harus segera dibuang agar tak menebar kuman, dan saya<br />
tidak berani marah sama siapa siapa kecuali pada isteri saya <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  maka kini<br />
giliran dia yang harus bersedia jadi keranjang sampah. pokoknya khusus<br />
untuk marah, memang tidak harus berjama&#8217;ah, sebab ada sesuatu yang lebih<br />
baik untuk dilakukan secara berjama&#8217;ah selain marah <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>2. <strong>Marahlah untuk persoalan itu saja</strong>, jangan ungkit yang telah terlipat<br />
masa. Siapapun kalau diungkit kesalahan masa lalunya, pasti terpojok, sebab<br />
masa silam adalah bagian dari sejarah dirinya yang tidak bisa ia ubah.<br />
Siapapun tidak akan suka dinilai dengan masa lalunya. Sebab harapan<br />
terbentang mulai hari ini hingga ke depan. Dalam bertengkar pun kita<br />
perlu menjaga harapan, bukan menghancurkannya. Sebab pertengkaran di<br />
antara orang yang masih mempunyai harapan, hanyalah sebuah foreplay, sedang<br />
pertengkaran dua hati yang patah asa, menghancurkan peradaban cinta<br />
yang telah sedemikian mahal dibangunnya. (sampai hari ini, biaya<br />
pernikahan saya masih harus terus saya cicil, sayangkan kalau di delete begitu saja&#8230;<br />
 <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </span></p>
<p class="domon" style="text-indent:27pt;margin:0 0 0.0001pt;"><span>Kalau saya terlambat pulang dan ia marah,maka kemarahan atas<br />
keterlambatan itu sekeras apapun kecamannya, adalah &#8220;ungkapan rindu<br />
yang keras&#8221;. Tapi bila itu dikaitkan dgn seluruh keterlambatan saya, minggu lalu,<br />
awal bulan kemarin dan dua bulan lalu, maka itu membuat saya terpuruk jatuh.<br />
Bila teh yang disajinya tidak manis (saya termasuk penimbun gula),<br />
sepedas apapun saya marah,maka itu adalah &#8220;harapan ingin disayangi<br />
lebih tinggi&#8221;. Tapi kalau itu dihubungkan dgn kesalahannya kemarin dan tiga hari<br />
lewat, plus tuduhan &#8220;Sudah tidak suka lagi ya dengan saya&#8221;,maka saya telah<br />
menjepitnya dengan hari yang telah pergi, saya menguburnya di masa lalu, ups saya<br />
telah membunuhnya, membunuh cintanya. Padahal kalau cintanya mati, saya juga<br />
yang susah &#8230;. OK, marahlah tapi untuk kesalahan semasa, saya tidak<br />
hidup di minggu lalu, dan ia pun milik hari ini &#8230;..</p>
<p>3. <strong>Kalau marah jangan bawa bawa keluarga</strong> !<strong></strong></span></p>
<p class="domon" style="text-indent:27pt;margin:0 0 0.0001pt;"><span>Saya dengan isteri saya terikat masa 13 tahun, tapi saya dengan ibu dan<br />
bapak saya hampir dua kali lipat lebih panjang dari itu, demikian juga<br />
ia dan kakak serta pamannya. Dan konsep Quran, seseorang itu tidak<br />
menanggung kesalahan fihak lain (QS.53:38-40).<br />
Saya tidak akan terpantik marah bila cuma saya yang dimarahi, tapi<br />
kalau ibu saya diajak serta, jangan coba coba. Begitupun dia, semenjak saya<br />
menikahinya, saya telah belajar mengabaikan siapapun di dunia ini<br />
selain dia, karenanya mengapa harus bawa bawa barang lain ke kancah &#8220;awal<br />
cinta yang panas ini&#8221;. Kata ayah saya : &#8220;Teman seribu masih kurang, musuh satu terlalu<br />
banyak&#8221;. Memarahi orang yang mencintai saya, lebih mudah dicari ma&#8217;afnya dari<br />
pada ngambek pada yang tidak mengenal hati dan diri saya..&#8221;. Dunia sudah<br />
diambang pertempuran, tidak usyah ditambah tambah dengan memusuhi<br />
mertua !</p>
<p>4. <strong>Kalau marah jangan di depan anak anak </strong>!<br />
Anak kita adalah buah cinta kasih, bukan buah kemarahan dan kebencian.<br />
Dia tidak lahir lewat pertengkaran kita, karena itu, mengapa mereka<br />
harus menonton komedi liar rumah kita. Anak yang melihat orang tua nya<br />
bertengkar, bingung harus memihak siapa. Membela ayah, bagaimana<br />
ibunya. Membela ibu, tapi itu &#8216;kan bapak saya.<br />
Ketika anak mendengar ayah ibunya bertengkar :<br />
Ibu : &#8220;Saya ini cape, saya bersihkan rumah, saya masak, dan kamu<br />
datang main suruh begitu, emang saya ini babu ?!!!&#8221;<br />
Bapak : &#8220;Saya juga cape, kerja seharian, kamu minta ini dan itu dan<br />
aku harus mencari lebih banyak untuk itu, saya datang hormatmu tak ada,<br />
emang saya ini kuda ????!!!!<br />
Anak : &#8220;&#8230;&#8230; Yaaa &#8230;ibu saya babu, bapak saya kuda &#8230;.. terus<br />
saya ini apa ?&#8221;</span></p>
<p class="domon" style="text-indent:27pt;margin:0 0 0.0001pt;"><span>Kita harus berani berkata : &#8220;Hentikan pertengkaran !&#8221; ketika anak<br />
datang, lihat mata mereka, dalam binarannya ada rindu dan kebersamaan. Pada<br />
tawanya ada jejak kerjasama kita yang romantis, haruskah ia mendengar kata basi<br />
hati kita ???</p>
<p>5. <strong>Kalau marah jangan lebih dari satu waktu shalat</strong> !<br />
Pada setiap tahiyyat kita berkata : &#8220;Assalaa-mu &#8216;alaynaa wa &#8216;alaa<br />
&#8216;ibaadil-ahissholiihiin&#8221; Ya Allah damai atas kami, demikian juga atas hamba<br />
hambamu yg sholeh &#8230;. Nah andai setelah salam kita cemberut lagi, setelah<br />
salam kita tatap isteri kita dengan amarah, maka kita telah mendustai Nya,<br />
padahal nyawamu ditangan Nya. OK, marahlah sepuasnya kala senja, tapi<br />
habis maghrib harus terbukti lho itu janji dengan Ilahi &#8230;.. Marahlah habis<br />
shubuh, tapi jangan lewat waktu dzuhur, Atau maghrib sebatas isya &#8230;<br />
Atau habis isya sebatas &#8230;. ???<br />
Nnngg .. Ah kayaknya kita sepakat kalau habis isya sebaiknya memang<br />
tidak bertengkar &#8230; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>6. Kalau kita saling mencinta, kita harus saling mema&#8217;afkan<br />
(Hikmah yang ini saya dapat belakangan, ketika baca di koran resensi<br />
sebuah film). Tapi yang jelas memang begitu, selama ada cinta, bertengkar<br />
hanyalah &#8220;proses belajar untuk mencintai lebih intens&#8221; Ternyata ada yang masih<br />
setia dengan kita walau telah kita maki-maki.<br />
Ini saja, semoga bermanfa&#8217;at, &#8220;Dengan ucapan syahadat itu berarti kita<br />
menyatakan diri untuk bersedia dibatasi&#8221;.</span></p>
<p class="domon" style="text-indent:27pt;margin:0 0 0.0001pt;"><span>Selamat tinggal kebebasan tak terbatas yang dipongahkan manusia<br />
pintar.</p>
<p><em>kiriman bang muchlis &#8230; </em><span>(<a href="http://www.baitijannati.wordpress.com/">www.keluarga-samara.com</a>)</span></span></p>
<p class="domon" style="margin:0 0 0.0001pt;"><span><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></span></p>
<p class="domon" style="margin:0 0 0.0001pt;"><span>Sumber : prayoga.net</span><span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/baitijannati.wordpress.com/94/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/baitijannati.wordpress.com/94/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/baitijannati.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/baitijannati.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/baitijannati.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/baitijannati.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/baitijannati.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/baitijannati.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/baitijannati.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/baitijannati.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/baitijannati.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/baitijannati.wordpress.com/94/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&blog=719720&post=94&subd=baitijannati&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://baitijannati.wordpress.com/2007/06/23/tips-bertengkar-yang-islami/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5db4c5e4e99c900e96651e7e7268e5a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">faridm</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>