<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Rumahku Surgaku &#187; Pribadi Muslimah</title>
	<atom:link href="http://baitijannati.wordpress.com/category/pribadi-muslimah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://baitijannati.wordpress.com</link>
	<description>Keluarga Sakinah Mawaddah wa Rohmah</description>
	<lastBuildDate>Tue, 08 Dec 2009 12:21:45 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='baitijannati.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/5fd910c911ccfc5fc04409c51d2e7ef5?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Rumahku Surgaku &#187; Pribadi Muslimah</title>
		<link>http://baitijannati.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Saatnya Peduli Ibu dan Generasi</title>
		<link>http://baitijannati.wordpress.com/2007/06/28/saatnya-peduli-ibu-dan-generasi/</link>
		<comments>http://baitijannati.wordpress.com/2007/06/28/saatnya-peduli-ibu-dan-generasi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Jun 2007 06:22:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Farid Ma'ruf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ibu]]></category>
		<category><![CDATA[Pribadi Muslimah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://baitijannati.wordpress.com/2007/06/28/saatnya-peduli-ibu-dan-generasi/</guid>
		<description><![CDATA[ 			 			 		
Oleh : Kholda Naajiyah
&#160;
baitijannati. Kesadaran  akan pentingnya tugas-tugas ibu yang tak tergantikan oleh siapapun ini, bahkan  sudah menjadi trend di negara maju sejak lama. Di Amerika (yang sering menjadi  barometer penggiat Feminisme), gerakan keluar rumah mulai ditinggalkan oleh kaum  perempuan. Mereka berbondong-bondong memutuskan back to family. Berawal  [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&blog=719720&post=97&subd=baitijannati&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><form name="spamform" method="post" action="/ym/blocksender2?box=Inbox&amp;MsgId=8573_6139043_11500_1675_19628_0_1487_72464_1192212081&amp;inc=&amp;Search=&amp;YY=37281&amp;y5beta=yes&amp;y5beta=yes&amp;order=down&amp;sort=date&amp;pos=0&amp;view=a&amp;head=b"> 			 			 		</form>
<p align="center"><strong>Oleh : Kholda Naajiyah</strong></p>
<p align="center">&nbsp;</p>
<p><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:'Verdana';"><em><strong>baitijannati. </strong></em>Kesadaran  akan pentingnya tugas-tugas ibu yang tak tergantikan oleh siapapun ini, bahkan  sudah menjadi trend di negara maju sejak lama. Di Amerika (yang sering menjadi  barometer penggiat Feminisme), gerakan keluar rumah mulai ditinggalkan oleh kaum  perempuan. Mereka berbondong-bondong memutuskan <em>back to family</em>. Berawal  dari meluasnya sindrom <em>Cinderella Complex</em>, yakni perasaan akan  kegamangan sebagai “<em>public woman</em>”, bermunculanlah organisasi-organisasi  yang mendukung kembalinya kaum ibu kepada tugas domestik, sebagai pengatur rumah  tangga dan pendidik utama anak-anak.</span><span id="more-97"></span><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:'Verdana';">Mula-mula muncul  <em>Moms Offering Mom Support Club</em> yang berdiri sejak 1983. Lalu Yayasan  <em>Mothers at Home</em> yang berdiri 1984, Mothers &amp; More tahun 1987 dan  masih banyak lagi. Tak heran jika angka statistic partisipasi perempuan dalam  karier di ranah public terus menurun (<em>USA Today</em>,  10/05/1991).</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:'Verdana';">Di negeri  ini, Majelis Ulama Indonesia pernah mengkampanyekan <em>Gerakan Kembali ke  Rumah</em> pada tahun 2004 (<em>Republika</em>, 16/12/04). Sayang, gaungnya  ditenggelamkan oleh jargon yang didengungkan oleh para aktivis perempuan. Entah  tidak mengapa, adanya titik balik perjuangan kaum Feminis internasional yang  terbukti telah gagal mengangkat harkat dan martabat kaum perempuan tidak  dijadikan pelajaran bagi Feminis di tanah air untuk merevisi  gerakannya. </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:'Verdana';">Akibatnya, Feminis  di tanah air masih juga dengan lantang mengajak kaum ibu untuk  berbondong-bondong keluar rumah dan mencari eksistensi diri di ruang publik.  Dengan dalih kemandirian, khususnya kemandirian ekonomi, kaum perempuan dipaksa  meninggalkan tugas dan kewajibannya sebagai ibu, pengatur rumah tangga sekaligus  pendidik anak-anak.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:'Verdana';">Betapa  tidak, kini lebih banyak anak-anak yang dibesarkan di <em>Tempat Penitipan  Anak</em> (TPA), <em>play group</em>, <em>kindergarten</em> dan sejenisnya.  Anak-anak tumbuh berkat sentuhan baby sitter dengan imbalan rupiah yang  menggiurkan, bukan di tangan ibunya dengan penuh kasih sayang dan keikhlasan  serta gratis. Maklum, ibu yang semakin sibuk hanya punya waktu akhir pekan saja  untuk memperhatikan buah hatinya. Itupun kalau tidak ada PR dari kantor atau  tidak dinas ke luar kota.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:'Verdana';">Ibu-ibu  juga semakin merasa benar dan tenang keluar rumah karena diperkuat oleh apologi  yang salah kaprah, seperti “saya bekerja kan juga demi anak” atau “yang penting  kan kualitas, bukan kuantitas.”Ah, benarkah anak-anak yang masih kecil-kecil itu  mereka tanya dan memang menghendaki ditinggal ibunya? Juga, benarkah kualitas  dapat dicapai tanpa memperhatikan kuantitas? Sebuah asumsi yang layak  diperdebatkan kebenarannya.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:'Verdana';"><strong>Potret  Buram Anak</strong></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:'Verdana';">Terabaikannya  peran ibu sebagai pelahir generasi dan pendidik utama anak-anak, telah  melahirkan sisi-sisi kelam dunia anak. Memang, terabaikannya peran ibu bukanlah  “penyebab” tunggal, karena ada faktor sistemik seperti lingkungan dan negara  yang berpengaruh. Namun fakta membuktikan, banyak anak-anak “gagal” lahir dari  sebuah rumah tangga dimana tidak ada figur sentral sebagai pendidik.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:'Verdana';">Ketika  kedua orang tua sama-sama sibuk mencari nafkah, ketika seorang ibu mengalihkan  tugas pengasuhan dan pendidikan anak-anaknya kepada pihak lain, lahirlah  generasi-generasi bermasalah yang haus akan kasih sayang. Ya, kepribadian  anak-anak dewasa ini cenderung labil, semakin tidak cerdas dan bahkan cenderung  liar.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:'Verdana';">Kasus  bunuh diri pada anak-anak, bahkan balita adalah contohnya. Selanjutnya anak-anak  banyak yang terlibat seks bebas, narkoba, hamil di luar nikah, aborsi, hingga  tindak kriminalitas. Bayangkan, di Kediri anak usia 12 tahun membunuh balita  berusia 4 tahun. Dari mana inspirasi membunuh itu ia peroleh? Apakah orang  tuanya mengajarkan? Tentu tidak.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:'Verdana';">Semua itu  terjadi karena anak-anak kurang mendapatkan pelajaran dari orang tuanya,  khususnya ibu. Sementara banyak sekali “pelajaran” yang ia serap dari mana saja,  khususnya di luar rumah. Anak yang belum sempurna akalnya itu, sejatinya  membutuhkan bimbingan untuk memilih mana yang benar dan mana yang salah.  Ironisnya, ”bimbingan” itu mereka serap dari sumber yang salah. Entah dari  teman-teman, artis idolanya, majalah, buku atau bahkan televisi.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:'Verdana';"><strong>Kembalikan  Fungsi  Keluarga dan Ibu</strong></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:'Verdana';">Ketika  lahir, seorang anak merupakan makhluk yang tidak berdaya dan amat tergantung  pada orang yang terdekat dengan dirinya. Dan, idealnya orang terdekat itu adalah  ibunya. Menurut Neuman (1990)  usia 20-22 bulan merupakan masa penting hubungan  ibu-anak dan pembentukan diri individu, yang disebut Neuman <em>primal  relationship</em>. Dalam pandangan ahli social learning maka apa yang dilakukan  oleh ibu terhadap anaknya merupakan proses yang diadopsi oleh si anak melalui  proses <em>social-modelling</em>. Bagaimana cara ibu mengasuh, apakah dengan  penuh kelembutan dan kasih sayang atau apakah dengan kasar dan amarah serta  penolakan akan membentuk perilaku manusia muda tersebut.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:'Verdana';">Begitu  penting peran keluarga khususnya ibu dalam membentuk karakter anak sejak dini  bahkan sejak ia di dalam kandungan. Keluarga memiliki peran yang besar disamping  sekolah dalam memberikan pengetahuan tentang nilai baik dan buruk kepada  anak-anaknya. Keluarga pulalah wadah dimana anak dapat menerapkan nilai-nilai  yang diajarkan di sekolah, maupun di institusi keagamaan. Mengentaskan anak-anak  bermasalah harus dimulai dengan mengembalikan fungsi keluarga sesuai nilai-nilai  ajaran moral dan agama.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:'Verdana';">Fungsi  keluarga akan berjalan dengan baik dimulai dari pembenahan kualitas calon  pasangan suami istri, calon ayah dan ibu dan suami istri. Mereka  hendaklah  diberikan pembinaan dan pembekalan memadai supaya paham betul hak dan kewajiban  sebagai seorang ayah dan ibu terhadap anak. Disamping memahami tangggung jawab  mereka dalam melindungi hak-hak anak-anak mereka. Negara memfasilitasi segala  upaya pengembalian fungsi keluarga terutama ibu pada posisinya   semula.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:'Verdana';"><strong>Penutup</strong></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:'Verdana';">Bangsa  ini sedang mengalami krisis rendahnya Sumber Daya Manusia (SDM). Semua menyadari  itu. Bahkan semua sepakat –termasuk negara— akan pentingnya melahirkan  generasi-generasi yang berkualitas, baik dari sisi pendidikan, sain maupun  moral. Generasi seperti itu hanya bisa terwujud dengan memberikan ruang yang  nyaman bagi kaum ibu untuk mendidik anak-anaknya, khususnya pada usia dini.  Sebab pada usia kritis inilah masa depan anak ditentukan. Untuk itu negara harus  memberikan support demi keberlangsungan peran dan tugas kaum ibu. Inilah saatnya  untuk peduli ibu dan generasi!(*) (www.baitijannati.wordpress.com)<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:'Verdana';"><em>Peminat  masalah anak-anak, remaja dan wanita, Aktivis Hizbut Tahrir  Indonesia</em></span></p>
<p>Sumber : HTI Online</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/baitijannati.wordpress.com/97/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/baitijannati.wordpress.com/97/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/baitijannati.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/baitijannati.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/baitijannati.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/baitijannati.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/baitijannati.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/baitijannati.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/baitijannati.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/baitijannati.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/baitijannati.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/baitijannati.wordpress.com/97/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&blog=719720&post=97&subd=baitijannati&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://baitijannati.wordpress.com/2007/06/28/saatnya-peduli-ibu-dan-generasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5db4c5e4e99c900e96651e7e7268e5a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">faridm</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sosok Wanita Shalehah Dambaan Umat</title>
		<link>http://baitijannati.wordpress.com/2007/03/14/sosok-wanita-shalehah-dambaan-umat/</link>
		<comments>http://baitijannati.wordpress.com/2007/03/14/sosok-wanita-shalehah-dambaan-umat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Mar 2007 12:46:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Farid Ma'ruf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pribadi Muslimah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://baitijannati.wordpress.com/2007/03/14/sosok-wanita-shalehah-dambaan-umat/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Nurlaila Sari Q*
“Dunia itu perhiasan, sebaik-baik perhiasan adalah wanita sholehah.” (HR. Muslim) 
Anas Ra juga menuturkan, Rasulullah Saw, pernah bersabda: “Siapa saja yang telah dikaruniai Allah wanita salehah berarti dia telah menolongnya dalam satu bagian agamanya. Oleh karena itu, hendaklah ia bertaqwa kepada Allah dalam bagian yang kedua”. (HR al-Hakim)
BERDASARKAN hadits di atas maka [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&blog=719720&post=54&subd=baitijannati&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;" align="center"><strong><em><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:black;">Oleh: Nurlaila Sari Q*</span></em></strong><span></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:black;">“</span><em><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:black;">Dunia itu perhiasan, sebaik-baik perhiasan adalah wanita sholehah.”</span></em><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:black;"> <strong>(HR. Muslim)</strong> </span><span></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:black;">Anas Ra juga menuturkan, Rasulullah Saw, pernah bersabda: “<em>Siapa saja yang telah dikaruniai Allah wanita salehah berarti dia telah menolongnya dalam satu bagian agamanya. Oleh karena itu, hendaklah ia bertaqwa kepada Allah dalam bagian yang kedua</em>”. <strong>(HR al-Hakim)</strong></span><span id="more-54"></span><span></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:black;">BERDASARKAN hadits di atas maka wanita salehah adalah sebaik-baik perhiasan dunia. Dan keinginan untuk menjadi sosok wanita shalehah haruslah terpatri dalam diri setiap muslimah. Wanita mana sih yang tidak ingin menjadi sebaik-baik perhiasan didunia ini? Lantas bagaimanakah karakter wanita shalehah menurut Islam? </span><span></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:black;">Allah Swt berfirman: </span><span></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:black;">“</span><em><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:black;">Laki-laki adalah pemimpin wanita karena Allah telah melebihkan sebagian mereka atas sebagian yang lain dan karena mereka telah menafkahkan sebagian harta mereka. Oleh karena itu, wanita yang salehah adalah yang menaati Allah dan memelihara diri ketika suami tidak ada karena Allah telah memelihara mereka”</span></em><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:black;"> <strong>(QS.An-Nisa( 4):3)</strong> </span><span></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:black;">Dalam ayat tersebut di atas Allah Swt menetapkan bahwa salah satu karakter wanita salehah adalah menaati Allah swt. Artinya wanita salehah hanya akan berpikir dan bertindak berdasarkan rambu-rambu dari Allah Swt. Ia akan berupaya dengan serius dan sungguh-sungguh untuk melaksanakan Islam secara <em>kaffah</em> (keseluruhan) . </span><span></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:black;">Islam sebagai <em>dien</em> yang sempurna telah menetapkan rambu-rambu baik berupa hak dan kewajiban bagi wanita terkait dengan posisinya sebagai anak, sebagai isteri dan sebagai ibu . </span><span></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:black;">Dalam pandangan Islam sebagai seorang anak, wanita berhak untuk mendapatkan nafkah yang halal, perlindungan, pengasuhan dan pendidikan yang terbaik dari orang tuanya. Pada saat yang bersamaan anak juga berkewajiban berbakti kepada orang tuanya dengan cara bergaul dengan makruf kepada mereka, tidak berkata kasar kepada mereka, memenuhi perintah mereka sepanjang tidak terkategori maksiyat. </span><span></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:black;">Terkait posisi wanita sebagai isteri, dalam Islam isteri berhak untuk mendapatkan nafkah, perlindungan dan pergaulan yang baik dari suaminya, berhak untuk didengarkan pendapatnya. Di saat yang bersamaan Islam mewajibkan isteri untuk berbakti dan taat kepada suami sepanjang tidak maksiyat, wajib menggauli suaminya dengan baik dan penuh kasih sayang, memelihara rumah, diri dan harta suaminya. </span><span></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:black;">Sebagai seorang ibu maka islam menjadikan peran sebagai ibu dan Robbatul bait adalah yang paling utama bagi wanita. Sabda Rasulullah saw: <em>“Seorang wanita adalah pengurus rumah tangga suaminya dan anak-anaknya, dan ia akan dimintai pertanggung jawaban atas kepengurusannya”</em> <strong>(HR.Muslim)</strong> </span><span></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:black;">Memang tidak dapat kita pungkiri, ibu berperan penting dalam mencetak generasi yang berkualitas. Islam menjadikan memelihara anak sejak dalam kandungan, menyusui, memelihara, merawat, mendidik anak menjadi tanggung jawab ibu. </span><span></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:black;">Islam juga mengatur peran publik wanita. Seorang wanita adalah bagian dari masyarakat dan bertanggungjawab bersama kaum laki-laki dalam mewujudkan masyarakat yang baik, yang mendapatkan ridho dari Allah Swt yaitu masyarakat yang menerapkan syariat Islam yang akan menebarkan rahmat bagi seluruh alam. Seorang muslimah berkewajiban untuk berdakwah, menyeru kepada Islam, mengingatkan kepada kebajikan. Dia juga tidak boleh menjadi sosok yang individualis dan egois, hanya mementingkan diri sendiri, minim empati dan tidak mau melihat persoalan orang lain. Sabda Rasulullah Saw: <em>”Siapa saja yang bangun pagi-pagi tetapi tidak memperhatikan urusan kaum muslimin, maka ia bukanlah golongan mereka”</em> <strong>(HR Ath-Thabari)</strong> </span><span></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:black;">Islam telah menetapkan, seorang muslimah memiliki hak untuk menyampaikan pendapat, kritik dan saran terhadap kebijkan pemerintah yang menyimpang dari syariat Islam. Oleh karena itu muslimah juga harus cerdas politik Ia harus mengetahui mana kebijakan yang keliru dan bagaimana yang seharusnya, khususnya kebijakan atau aturan yang terkait dengan peran utamanya yaitu sebagai pencetak generasi dan pengatur rumah tangga. Islam membolehkan wanita terjun ke sektor publik untuk mengembangkan potensi ataupun mengaktualisasikan dirinya sepanjang tidak melaksanakan hal-hal yang diharamkan Allah misalnya membuka aurat, ber<em>khalwat</em>, apalagi sampai mengabaikan kewajiban utamanya yaitu sebagai ibu dan pengatur rumah tangga. </span><span></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:black;">Dengan demikian sosok wanita shalehah adalah sosok anak, isteri dan ibu yang taat kepada Allah, menjaga kehormatan diri dan keluarganya. Ia selalu bercermin pada sosok muslimah hasil pendidikan Rasulullah Saw. Ia mendedikasikan dirinya bagi Allah dan rasul-Nya sehingga tidak mudah terprovokasi dengan ide-ide yang justru akan menjauhkannya dari Allah bahkan menyesatkan manusia. Ia akan berdaya guna bagi dirinya, keluarganya, lingkungan sekitarnya dan bagi ummat. Ia adalah sosok <em>daiyah</em> yang menyeru dirinya, kelluarga dan masyarakatnya untuk berada dijalan Allah. Dia akan teguh dan <em>istiqomah</em> di jalan Allah walau apaun yang terjadi, baginya keridhaan Alah diatas segalanya. </span><span></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:black;">Memang menjadi wanita salehah tidaklah mudah, apalagi di tengah serbuan nilai dan sistem <em>jahiliyah</em> modern (baca Kapitalis, materialis) saat ini. Namun menjadi sosok wanita salehah bukanlah hal yang mustahil, tinggal bagaimana kita berupaya sungguh-sungguh untuk dapat mewujudkannya. Mengupayakan proses pembinaan untuk menempa diri menjadi sosok wanita salehah adalah hal yang tidak boleh ditunda-tunda untuk dilaksanakan. </span><span></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:black;">Pada dasarnya pembinaan kepribadian harus memperhatikan dua aspek. Pertama aspek <em>aqliyah</em> (pola pikir), yang kedua aspek <em>nafsiyah</em> (pola sikap) Beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk meningkatkan kualitas aqliyah kita diantaranya: </span><span></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:black;">1. Mengikuti kajian-kajian ke-Islaman yang menuntun kita untuk dapat menambah pengetahuan kita tentang Islam baik tentang aqidah, hukum-hukum Islam terkait persoalan individu hingga persoalan masyarakat. </span><span></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:black;">2. Rajin mengasah pemikiran kita dengan mengikuti forum diskusi, seminar kajian <em>workshop</em> dan lain-lain, maupun dengan memperbanyak bacaan yang dapat menambah pengetahuan Islam kita ataupun pengetahuan lain yang tidak bertentangan dengan aqidah Islam. </span><span></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:black;">3. Senantiasa berlatih untuk menganalisa setiap masalah dan menyelesaikannya dalam sudut pandang Islam. </span><span></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:black;">Adapun cara untuk meningkatkan kualitas <em>Nafsiyyah</em> kita diantaranya: </span><span></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:black;">1. Meningkatkan frekuensi dan kualitas ibadah dalam rangka ketaatan terhadpap perintah Allah Swt, seperti memperbanyak sholat dan shaum sunnah disamping tetap mengerjakan shalat wajib, membaca Alquran , dan banyak bersedekah. </span><span></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:black;">2. Memupuk rasa tawakkal kepada Allah. </span><span></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:black;">3. Memupuk kesabaran dan rela terhadap qadha </span><span></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:black;">4. Memperbanyak dzikir dan istighfar kepada Allah </span><span></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:black;">5. Senantiasa tekun berlatih untuk ikhlas karena Allah Swt. </span><span></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:black;">6. <em>Istiqomah</em> untuk menyeru di jalan Allah. </span><span></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:black;">Dengan meningkatnya kualitas <em>aqliyah</em> dan <em>nafsiyyah</em> pada diri muslimah kita berharap dapat menjadi sosok wanita shalehah yang menjadi dambaan umat, yang akan menjadi pencetak generasi yang berkualitas serta menghantarkan umat kepada kejayaan dan kemuliaan didunia dan akhirat Insyaallah. Wahai para muslimah, mari kita segera bersama-sama untuk meraih ridho Allah dan bersama-sama menapaki jalan menuju surga-Nya! Pasti tidak ada yang lebih indah ditelinga para kita kecuali mendengar berita gembira bahwa dirinya,keluarganya , suaminya dan anak-anaknya maupun keluarga berada disurga-Nya. <em>Wallahu a&#8217;lam</em>.*** </span><span></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:black;"><br />
<strong><em>*) Ibu Rumah Tangga dan anggota aliansi penulis prosyariah KalSel</em></strong> </span><span></span></p>
<p>source : http://www.radarbanjarmasin.com/berita/index.asp?Berita=Opini&amp;id=66765</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/baitijannati.wordpress.com/54/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/baitijannati.wordpress.com/54/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/baitijannati.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/baitijannati.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/baitijannati.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/baitijannati.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/baitijannati.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/baitijannati.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/baitijannati.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/baitijannati.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/baitijannati.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/baitijannati.wordpress.com/54/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&blog=719720&post=54&subd=baitijannati&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://baitijannati.wordpress.com/2007/03/14/sosok-wanita-shalehah-dambaan-umat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5db4c5e4e99c900e96651e7e7268e5a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">faridm</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Islam Memuliakan Wanita</title>
		<link>http://baitijannati.wordpress.com/2007/03/09/islam-memuliakan-wanita/</link>
		<comments>http://baitijannati.wordpress.com/2007/03/09/islam-memuliakan-wanita/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Mar 2007 06:37:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Farid Ma'ruf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Media Muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[Pribadi Muslimah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://baitijannati.wordpress.com/2007/03/09/islam-memuliakan-wanita/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: O.Solihin
baitijannati - Rasulullah SAW. membuat empat garis seraya berkata:
Tahukah kalian apakah ini?” Mereka berkata: “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.” Nabi SAW. lalu bersabda: “Sesungguhnya wanita ahli surga yang paling utama adalah Khadijah binti Khuwailid, Fathimah binti Muhammad SAW., Maryam binti ‘Imron, dan Asiyah binti Mazahi.” (Mustadrak Ash Shahihain 2:497).
Sabda Rasulullah SAW. yang lain:
“Takutlah kepada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&blog=719720&post=53&subd=baitijannati&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="center"><strong>Oleh: O.Solihin</strong></p>
<p><em><strong>baitijannati </strong></em>- Rasulullah SAW. membuat empat garis seraya berkata:<br />
Tahukah kalian apakah ini?” Mereka berkata: “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.” Nabi SAW. lalu bersabda: “Sesungguhnya wanita ahli surga yang paling utama adalah Khadijah binti Khuwailid, Fathimah binti Muhammad SAW., Maryam binti ‘Imron, dan Asiyah binti Mazahi.” (Mustadrak Ash Shahihain 2:497).<span id="more-53"></span></p>
<p>Sabda Rasulullah SAW. yang lain:</p>
<p>“Takutlah kepada Allah dan hormatilah kaum wanita.” (H.R. Muslim).</p>
<p>Itulah sebagai tanda cinta Islam kepada wanita. Islam memuliakan wanita, dan menempatkannya dalam kedudukan yang terhormat. Kita tahu, bahwa wanita itu makhluk yang lemah dan rentan terhadap tindak kejahatan.<br />
Pelecehan seksual kerap mendera kaum wanita. Namun kita juga sering dibuat aneh dengan sikap wanita di jaman sekarang ini. Berlindung di balik kedok emansipasi, kaum wanita malah membuat peluang untuk dilecehkan. Karena menginginkan peran ganda dalam kehidupannya dan ingin bersaing dengan laki-laki, akhirnya mereka sendiri yang kedodoran menahan gempuran pelecehan seksual yang jelas membahayakan kesucian dan kehormatan dirinya.</p>
<p>Dalam masyarakat kapitalis, wanita sudah dijadikan komoditas yang diperjual-belikan. Mereka dijadikan sumber tenaga kerja yang murah dan dieksploitasi untuk menjual barang. Dan ini telah banyak memakan korban dan merendahkan martabat wanita yang dalam Islam sangat dihormati. Wal hasil, emansipasi yang sebenarnya mengangkat wanita dari perbudakan dan dominasi kaum pria, malah membuatnya semakin amburadul.</p>
<p>Islam sangat menjunjung kehormatan dan kesucian kaum wanita. Terbukti, suatu ketika seorang muslimah di kota Amuria—terletak antara wilayah Irak dan Syam—berteriak meminta pertolongan karena kehormatannya dinodai oleh seorang pembesar Romawi. Teriakan itu ternyata “terdengar” oleh Khalifah Mu’tashim, pemimpin umat Islam saat itu. Kontan saja ia mengerahkan tentaranya untuk membalas pelecehan tersebut. Dan bukan saja sang pejabat nekat itu, tapi kerajaan Romawi langsung digempur. Sedemikian besarnya tentara kaum muslimin hingga diriwiyatkan, “kepala” pasukan sudah berada di Amuria sedangkan “ekornya” berakhir di Baghdad, bahkan masih banyak tentara yang ingin berperang. Fantastis! Dan untuk membayar penghinaan tersebut 30.000 tentara musuh tewas dan 30.000 lainnya menjadi pesakitan.</p>
<p>Kondisi itu sangat berbeda dengan sekarang, selain memang sistemnya tidak mendukung untuk memuliakan wanita, wanitanya sendiri malah memberi peluang pria untuk mengotori kesucian dan meruntuhkan kehormatannya. Jutaan wanita yang masih betah mengumbar auratnya ketika keluar rumah. Yang secara fakta memang menjadi faktor pemicu terjadinya pelecehan seksual.</p>
<p>Kita bisa mengambil hikmah dari perlakuan Islam terhadap kaum wanita ini. Lapangan pekerjaan wanita yang banyak di rumah, bukan berarti Islam mengucilkan dan merendahkan wanita, tapi justru memuliakannya. Bekerja di luar rumah bukan berarti tidak boleh. Mubah saja selama jenis pekerjaannya sesuai kodrat dan tidak membahayakan kesucian dan kehormatan dirinya. Namun, bila jenis pekerjaannya kemudian menuntut perannya yang besar hingga melupakan kewajiban rumah tangganya, maka tentu saja tidak dibenarkan. Apalagi sampai mengancam kesucian dan merendahkan kehormatannya sebagai wanita.</p>
<p>Dengan demikian, memang hanya dengan bercermin kepada Islam semuanya akan beres, dan kaum wanita bisa meneladani pribadi-pribadi wanita terhormat dalam hadits di atas. Dan tentu saja hanya dengan penerapan Islam sebagai aqidah dan syariat dalam mengatur kehidupan yang bakal menuntaskan berbagai problem masyarakat saat ini.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/baitijannati.wordpress.com/53/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/baitijannati.wordpress.com/53/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/baitijannati.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/baitijannati.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/baitijannati.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/baitijannati.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/baitijannati.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/baitijannati.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/baitijannati.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/baitijannati.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/baitijannati.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/baitijannati.wordpress.com/53/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&blog=719720&post=53&subd=baitijannati&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://baitijannati.wordpress.com/2007/03/09/islam-memuliakan-wanita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5db4c5e4e99c900e96651e7e7268e5a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">faridm</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pengabdian seorang Umi</title>
		<link>http://baitijannati.wordpress.com/2007/02/07/pengabdian-seorang-umi/</link>
		<comments>http://baitijannati.wordpress.com/2007/02/07/pengabdian-seorang-umi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Feb 2007 07:32:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Farid Ma'ruf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pribadi Muslimah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://baitijannati.wordpress.com/2007/02/07/pengabdian-seorang-umi/</guid>
		<description><![CDATA[Yesterday, I visited my friends, they just delivered their baby last week. The first one is from Jordan n the other one is from Saudi Arabia. I learned a lot of knowledge n spirit of life from them. I just want tell about my friend who is from Jordan. 
Her name is Su’ad, she have [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&blog=719720&post=40&subd=baitijannati&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Yesterday, I visited my friends, they just delivered their baby last week. The first one is from Jordan n the other one is from Saudi Arabia. I learned a lot of knowledge n spirit of life from them. I just want tell about my friend who is from Jordan. </span><span id="more-40"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Her name is Su’ad, she have husband from Palestine n have 2 sons. She came to hospital at 27 of December, First day, the contraction happened every half an hour, second day it happened every 10 minutes and last day it happened every 2 minutes. I can’t imagine what she feels. When I delivered my baby, I just take 6 hours until my baby come to this world.<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Sebelum dia pergi ke hospital, kami sempat bertemu. Dia bilang ke aku, ‘I will contact u, if Iam still a life’ with sweet smile in her face. Aku sempat memeluknya dengan erat sambil membisikkan ‘Be patience n be strong sister, InsyaAllah Allah with u’. Aku sempat termenung cukup lama….memang ketika seorang umi akan mengantarkan kehidupan untuk jundinya, umi sudah harus siap menerima semua resikonya, resiko itu tidak hanya sakit yang luar biasa (kaum laki-laki tidak pernah bisa berempati dalam hal ini), namun juga kematianpun siap dihadapi. Bagi seorang umi, kehidupan anaknya adalah<span>  </span>kehidupannya, umi siap melakukan apapun untuk jundi-jundinya.<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Akhirnya, ketika semua orang sedang sholat Ied, dokter memutuskan untuk operasi, karena contraction telah menyebabkan dia kesakitan sekali. Su’ad hanya sempat call aku untuk made do’a for her. Aku tanya kedia…apa yang bisa aku bantu, dan dia hanya berkata ‘just make do’a for me Rusyda, Iam very tired, do’a to Allah to give me power so I can give my life to my baby’. Aku hanya meneteskan air mata mendengar kata-kata dia yang begitu penuh dengan ketawaqalan kepada Allah.<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Alhamdulillah, Operation sukses, dan babynya lahir dengan selamat, Temanku juga selamat. Namun, setelah melahirkan baby, tidaklah tuntas sampai disitu perkara seorang umi. Sang umi masih harus merasakan kesakitan yang tak tahu sampai kapan usainya. Seluruh badan seorang umi akan sakit semua dan dalam kondisi seperti itu, umi tetap harus menjalankan tugas-tugasnya sebagai seorang ibu. Menyusui…memberikan kasih sayang baik pada si baby juga pada jundinya yang lain. Subhanalloh…tidaklah heran ada sebuah hadits ‘Syurga ada dibawah kaki ibu’.<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Setelah beberapa hari di hospital, akhirnya sister Su’ad pulang, aku langsung kerumahnya. Ketika aku datang dia langsung berkata kepadaku ‘Alhamdulillah Rusy, Palestinian boy is healthy n strong, he will be mujahid InsyaAllah’. Duggg berdebar hatiku….pernahkah aku berniatan seperti itu, setelah sakit yang diderita hanya untuk memberikan kehidupan pada sang jundi, temanku sudah berniat akan memberikan kehidupan jundinya untuk Syahid di jalan Allah. Subhanalloh….<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Saat itu, temanku masih belum bisa bergerak leluasa karena jahitan diperutnya belum begitu pulih, bahkan dia bilang satu sisi ok tapi sisi yang lain jahitannya tidak mau menutup, bahkan setelah diangkat jahitannya, kulitnya masih terbuka. Dan kemaren, ketika saya berkunjung lagi, luka itu semakin parah. Dia terkena infection. MasyaAllah….dia sempat menangis mendengar berita itu. Nursenya sempat cakap sama dia, kalau temenku harus back to hospital atau menemui dokter, kalau dia mendiamkan saja, dia bisa meninggal. Alhamdulillah, dokter sudah berikan antibiotic….dan tunggu hasilnya har senin. Namun…dia adalah orang yang kuat. Dia sesekali cakap ke saya ‘saya berharap, jika saya meninggalpun, saya berdoa semoga Allah menyetarakan saya dengan orang mati syahid, sebagaimana janjiNya…Amien’. Meski dia tidak bisa bergerak sama sekali dan merasakan sakit yang luar biasa karena infection, disela-sela kunjungan kami, dia masih mau mengajak aku untuk berdiskus tentang kondisi ummah ini. Kami sempat berdiskus tentang kehidupan di palestine, aku bilang ke dia, aku tidak bisa bayangkan bagaimana hidup disana, setiap hari harus siap dengan peperangan siap mengantarkan nyawa. Dia menjawab, ‘untuk bisa bayangkan kehidupan disana kamu harus tinggal disana, setalah satu atau dua tahun kamu akan terbiasa, bahkan kamu akan mencintai jihad melawan israel, kamu tidak akan takut lagi akan kematian dan kamu tidak akan takut akan sakit akibat peperangan. Mertua dan semua saudara suamiku masih tinggal disana, dan mereka tidak mau pindah kenegri manapun, bahkan untuk holidaypun mereka tak mau, mereka terlalu sayang terhadap battle melawan yahudi, mereka tidak mau kehilangan kesempatan untuk syahid di jalan Allah’. Subhanalloh….selama ini aku hanya baca di artikel-artikel saja tentang kehidupan di Palestine, namun kali ini aku mendengarnya secara nyata.<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Itulah salah satu profile seorang umi, dan bagaimana pengabdiannya terhadap keluarganya dan Allah. Tergambar nyata betapa pengabdian seorang ibu sepanjang masa dan betapa tulusnya. Saya mohon, teman-teman semua berdoa untuk teman saya Su’ad agar segera diberi kesembuhan dan segera pulih kembali…Amienn.</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/baitijannati.wordpress.com/40/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/baitijannati.wordpress.com/40/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/baitijannati.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/baitijannati.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/baitijannati.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/baitijannati.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/baitijannati.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/baitijannati.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/baitijannati.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/baitijannati.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/baitijannati.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/baitijannati.wordpress.com/40/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&blog=719720&post=40&subd=baitijannati&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://baitijannati.wordpress.com/2007/02/07/pengabdian-seorang-umi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5db4c5e4e99c900e96651e7e7268e5a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">faridm</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sikap Hidup Seorang Muslimah</title>
		<link>http://baitijannati.wordpress.com/2007/02/02/sikap-hidup-seorang-muslimah/</link>
		<comments>http://baitijannati.wordpress.com/2007/02/02/sikap-hidup-seorang-muslimah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Feb 2007 10:35:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Farid Ma'ruf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pribadi Muslimah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://baitijannati.wordpress.com/2007/02/02/sikap-hidup-seorang-muslimah/</guid>
		<description><![CDATA[Komitmennya Terhadap Nilai-Nilai Islam)
Oleh: Nafîsah M. Ridwan
baitijannati – Sikap hidup seseorang sangat  ditentukan oleh cara pandang mendasar yang dimilikinya tentang kehidupan.  Sebagai seorang muslimah, yang telah meyakini aqidah Islam, sudah seharusnya ia  senantiasa memiliki kesadaran penuh bahwa keberadaan dan eksistensi dirinya,  alam semesta yang ditempatinya serta kehidupan yang dijalaninya di dunia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&blog=719720&post=18&subd=baitijannati&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><h1 align="center">Komitmennya Terhadap Nilai-Nilai Islam)</h1>
<p>Oleh: Nafîsah M. Ridwan</p>
<p align="justify"><strong>baitijannati </strong>– Sikap hidup seseorang sangat  ditentukan oleh cara pandang mendasar yang dimilikinya tentang kehidupan.  Sebagai seorang muslimah, yang telah meyakini aqidah Islam, sudah seharusnya ia  senantiasa memiliki kesadaran penuh bahwa keberadaan dan eksistensi dirinya,  alam semesta yang ditempatinya serta kehidupan yang dijalaninya di dunia ini  bukan terjadi dan berjalan dengan sendirinya. Semua itu adalah ciptaan Allah  SWT. Dia-lah sebagai &#8220;Subyek Pengendali&#8221; segala sesuatu yang berlangsung di alam  semesta ini.<span id="more-18"></span></p>
<p align="justify">Dengan demikian seorang muslimah akan senantiasa menyadari  bahwa posisinya di dunia ini adalah sebagai seorang hamba yang tunduk pada  aturan Allah SWT sebagai Khaliqnya. Selanjutnya ia pun meyakini bahwa hanya  Allah SWT yang harus ditaati dan disembah, dan hanya keridloan-Nya lah yang  harus digapai dalam kehidupan ini.</p>
<p>Hal ini sesuai dengan kalimat syahadat  yang menjadi ikrar setiap muslim (maupun muslimah) yang dibacakan dalam setiap  sholatnya:</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">&#8220;<em>Tidak ada Tuhan (yang disembah) kecuali Allah dan  bahwasanya Muhammad adalah utusan Allah.</em>&#8220;</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify"><strong>Muhammad ismail</strong> dalam kitabnya  &#8220;<strong><em>al-Fikrul al-Islami</em></strong>&#8221; menjelaskan bahwa arti  <em>Lâill</em><em>â</em><em>ha illallah</em> baik secara lughowi maupun syar&#8217;i  adalah <em>L</em><em>â</em><em> ma&#8217;budda illallah</em> (Tidak ada yang disembah  kecuali allah). Artinya, seorang muslim/muslimah) yang telah mengikrarkan  kalimat syahadat di atas harus mewajibkan dirinya untuk melakukan ibadah hanya  kepada Allah semata, tidak kepada yang lain. Cara pandang khas ini merupakan  cara pandang yang dilandasi oleh aqidah islamiyah. Demikian juga, seluruh  pemikiran-pemikiran cabang yang ada saat ini pun harus dibangun di atas landasan  aqidah Islamiyah.</p>
<p><strong>Aqidah Islam Sebagai Pijakan Berfikir dan  Bertindak</strong></p>
<p align="justify">
Ketika seorang muslimah mengambil Islam sebagai Aqidahnya  maka sudah seharusnya ia senantiasa menjadikan Aqidah Islamiyah sebagai standar  kehidupannya. Ia pun harus memahami bahwa karakter aqidah islam adalah aqidah  ruhiyah dan aqidah siyasiyah. Sehingga ia senantiasa menjadikan aqidah Islamiyah  sebagai pijakan berfikir dan bertindak.</p>
<p>Tak satu pun pemikiran-pemikiran  yang ia lahirkan kecuali berangkat dan berstandar hanya pada aqidah Islamiyah.  Demikian juga ketika bertindak atau bersikap maka tak satu pun tindakan atau pun  sikap yang ia tunjukkan kecuali berstandar pada hukum syara&#8217; yang terpancar dari  aaqidah islamiyah tersebut.</p>
<p>Seorang muslimah tidak akan merasakan dirinya  hidup kecuali di atas pijakan Aqidah islamiyah. Bahkan sulit baginya untuk  melepaskan diri dari ikatan Aqidah Islamiyah. Dengan demikian ketika nilai-nilai  asing datang dan berusaha menyusup ke alam kehidupannya maka ia tiada ragu dan  sungkan untuk menolaknya bahkan semaksimal mungkin berusaha mengikis &#8220;virus&#8221;  tersebut dari kehidupannya.</p>
<p>Tak pernah sedikit pun terlintas dalam  benaknya untuk mengambil atau mengakomodasi nilai-nilai asing termasuk di  dalamnya adalah nilai-nilai demokrasi. Karena ia menyadari bahwa nilai-nilai  tersebut adalah racun yang membahayakan bagi diri dan umatnya. Ia menyadari  bahwa jika mengambil apalagi meminum racun tersebut sama saja dengan melakukan  upaya bunuh diri.</p>
<p>Seorang muslimah tak pernah sedikitpun tergiur oleh  bujuk rayu pemikiran-pemikiran asing yang bermaksud menyeretnya. Ia tak pernah  bergeming sedikit pun oleh bujukan materi ataupun manfaat yang disuguhkan  dihadapannya. Untuk meneguk setetes pun, tak kuasa ia melakukannya. Karena ia  sadar bahwa semua itu hanyalah tipu daya yang akan membawa dirinya pada jurang  kesengsaraan dan kesesatan. Sehingga ia semakin berusaha untuk memperkuat  aqidahnya. Ia pun tak melupakan apa yang telah menjadi firman Allah SWT dalam  <strong>Qs. al-Baqarah [2]: 256 :</strong></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">&#8220;<em>…</em><em>Sesungguhnya telah jelas antara jalan yang  benar dan jalan yang salah. kArena itu barangsiapa yang ingkar pada thaghut dan  beriman kepada Allah maka sesungguhnya ia telah berpegang pada buhul tali yang  amat kuat yang tidak akan putus…&#8221;<br />
</em><br />
Dalam kondisi apapun seorang  muslimah yang menjadikan aqidah Islam sebagai pegangan hidupnya akan tetap pada  pendirian untuk mengambil hanya satu standar nilai dalam hidupnya. Sekalipun ia  harus mengorbankan harta, jiwa dan raganya ia akan tetap memilih jalan hidup  yang hakiki. Baginya hidup yang hakiki bukan untuk memperoleh materi ataupun  manfaat, akan tetapi hidup yang hakiki adalah meraih kemuliaan di sisi  Al-Khaliqnya. Ia pun sadar bahwa satu-satunya jalan untuk meraih kemuliaan  hanyalah dengan menjadikan Aqidah islamiyah sebagai standar baku dalam  kehidupannya.</p>
<p>Pada saat seorang muslimah menjadikan aqidah islamiyah  sebagai pijakan berfikir dan bertindak itulah dikatakan ia telah menemukan  jatidirinya, sebagai sosok pribadi muslim. Yakni sosok kepribadian yang khas,  yang murni dan istimewa, tidak tercampur sedikit pun oleh nilai-nilai  asing.</p>
<p>Begitulah seharusnya seorang muslimah. Ia senantiasa memegang  idealisme Islam dengan kuat. Ia pun optimis bahwa idealisme Islam yang mampu  memecahkan seluruh problematika kehidupan m,anusia.</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify"><strong>Acuh Tak Acuh bukan Tabiatnya</strong></p>
<p align="justify">
Bukan tabiat seorang muslimah hidup dengan konsep  individualisme. Sebaliknya ia senantiasa menempatkan dirinya menjadi bagian dari  umat islam yang lain. Karenanya ia tak lupa dengan apa yang disabdakan oleh  Rasulullah Saw:</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">&#8220;<em>Kamu akan melihat orang-orang yang beriman saling  berkasih sayang, saling mencintai, saling mengasihi yaitu bagaikan satu tubuh.  Apabila satu anggota saja sakit, maka tertariklah bagian anggota yang lain ikut  sakit dengan tidak dapat tidur dan badan panas.</em>&#8221; [<strong>HR. Bukhari  Muslim</strong>].</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">&#8220;<em>Barangsiapa yang tidak memperhatikan kepentingan kaum  muslimin, maka ia bukanlah termasuk di antara mereka. Dan barangsiapa yang tidak  berada di waktu pagi dan petang selaku pemberi nasehat bagi Allah dan rasulNya,  bagi kitabNya, bagi pemimpinnya dan bagi umumnya kaum muslimin, maka ia bukanlah  termasuk di antara mereka.</em>&#8221; [<strong>HR.  ath-Thabrani</strong>].</p>
<p>Oleh karena itu seorang muslimah tak akan pernah  tinggal diam ketika melihat nilai-nilai asing yang membahayakan bagi  saudara-saudaranya (umat Islam yang lain). Ia tak bisa berdiam diri melihat  fakta yang demikian. Ia akan senantiasa berusaha menyadarkan umat islam untuk  senantiasa waspada terhadap nilai-nilai asing yang membahayakan bagi kehidupan  mereka.</p>
<p>Ia bagaikan pembawa pelita penerang jalan, pembawa penjelas  antara yang haq dan yang bathil, sebab ia adalah generasi penerus penyampai  risalah Rasulullah SAW. Ia menjadi penuntun orang-orang yang meminta petunjuk ke  arah jalan kebenaran. Dirinya sarat dengan bejana-bejana ilmu dan aqalnya ibarat  khazanah-khazanah hikmah. Ia tak akan pernah merelakan masyarakat (umat Islam)  dijauhkan dari nilai-nilai Islam. Ia pu tak rela masyarakat berada di bawah  pengaruh orang-orang tak berilmu yang dengan mudah memberikan fatwa untuk  menerima kebathilan. Dengan demikian keberadaan dirinya senantiasa dibutuhkan  umat Islam.</p>
<p>Untuk menjadi muslimah yang demikian tentulah sangat tidak  cukup hanya menjadikan Aqidah Islamiyah sebatas ucapan lafadz-lafadz. Akan  tetapi haruslah berusaha menjadikan aqidah tersebut sebagai standar baku bagi  kehidupannya dan memahami konsekuensinya. Sehingga ia pun memiliki kepedulian  yang tinggi untuk memelihara nilai-nilai Islam yang ada dalam dirinya dan  nilai-nilai Islam yang ada dalam diri umat Islam pada  umumnya.</p>
<p>Nilai-nilai asing yang membahayakan dirinya ia pahami  membahayakan pula bagi uamatnya. Demikian pula nilai-nilai asing yang  membahayakan umatnya ia pahami pula membahayakan bagi dirinya. Hingga ia pun  senantiasa memiliki kesadaran yang tinggi untuk memelihara diri dan umatnya dari  kontaminasi racun-racun dunia. Ia pun dengan lantang akan mengatakan racun  adalah racun, madu adalah madu. Kebenaran adalah kebenaran, kebathilan adalah  kebathilan. Tak pernah ia membungkus kebathilan dengan sesuatu agar tampak baik  dihadapan umat Islam. Bahkan tanpa segan membongkar keburukan nilai-nilai asing  yang membahayakan umatnya dengan sejelas-jelasnya, untuk kemudian menunjukkan al  haq yang sesungguhnya, tanpa ragu dan bimbang. Demikianlah seharusnya seorang  muslimah bersikap peduli terhadap umat Islam. Kepeduliannya terhadap umat islam  adalah kepeduliannya terhadap islam sebagai dien yang  dianutnya.</p>
<p><strong>Perjuangan Hakiki Muslimah Bersama  Umat</strong></p>
<p align="justify">
Ketika kaum muslimin telah menyadari akan esensi aqidah  Islam yang dipeluknya, maka muslimah bersama ummat bersatu dalam barisan  perjuangan yang hakiki. Yakni perjuangan yang berada di bawah panji aqidah LÂ  ILLÂHA ILLALLAH MUHAMMADAR RASULULLAH. Dengan kata lain perjuangan yang  berperspektif Islam.</p>
<p>Dalam perjuangan ini, kaum muslimin (termasuk  muslimah) berusaha untuk mewujudkan nilai-nilai Islam yang hakiki. Nilai-nilai  Islam yang murni tanpa adanya noda-noda asing yang akan mencemari nilai Islam.  Nilai ini tentu saja bukan nilai yang absurd, akan tetapi merupakan nilai yang  pasti akan membawa kaum muslimin sampai pada suatu bentuk kehidupan yang sesuai  dengan tuntunan ilahi. Dalam perjuangannya tak pernah ada kata sepakat dengan  nilai-nilai asing. Dengan kata lain tidak ada kata kompromi ataupun akomodasi  dengan nilai-nilai yang datang dari luar Islam, sekalipun nilai asing tersebut  nampak baik luarnya. Sebab ukuran kebaikan tidak bisa dilihat dari luarnya, akan  tetapi hanya dapat dilihat dari ideologi yang mendasarinya.</p>
<p>Oleh karena  itu, bukan sesuatu yang tidak mungkin, jika kaum muslimin selalu bercita-cita  mewujudkan nilai-nilai islam dalam kehidupannya. Bukan pula hal yang mustahil  untuk menolak setiap bentuk nilai-nilai asing yang bertentangan dengan nilai  Islam.</p>
<p>Akhirnya hanya kembali kepada aqidah Islamiyah, kaum muslimin  dapat mencapai kemuliaan yang  hakiki.</p>
<p><strong>PUSTAKA:</strong></p>
<p>1.Muhammad Ismail. Al  Fikrul Al Islamy. 1953<br />
2. Taqiyyuddin An Nabhany. Syakhshiyyatul Islamiyah.  Darul Ummah<br />
3. Taqiyyuddin An Nabhany. Attakatul Hizby. 1953<br />
4. Drs. H.  Moh. Rifa’i. Tiga Ratus Hadits bekal Da’wah dan pembina Pribadi Muslim. 1980.  Wicaksana. Bandung<br />
5. Abu Laily dan Drs. H. Zahri Hamid. Al Hadits. 1983.  Kota Kembang Yogyakarta.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/baitijannati.wordpress.com/18/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/baitijannati.wordpress.com/18/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/baitijannati.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/baitijannati.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/baitijannati.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/baitijannati.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/baitijannati.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/baitijannati.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/baitijannati.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/baitijannati.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/baitijannati.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/baitijannati.wordpress.com/18/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&blog=719720&post=18&subd=baitijannati&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://baitijannati.wordpress.com/2007/02/02/sikap-hidup-seorang-muslimah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5db4c5e4e99c900e96651e7e7268e5a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">faridm</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Merajut Kembali Benang Ukhuwah</title>
		<link>http://baitijannati.wordpress.com/2007/02/02/merajut-kembali-benang-ukhuwah/</link>
		<comments>http://baitijannati.wordpress.com/2007/02/02/merajut-kembali-benang-ukhuwah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Feb 2007 10:35:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Farid Ma'ruf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pribadi Muslimah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://baitijannati.wordpress.com/2007/02/02/merajut-kembali-benang-ukhuwah/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Ummu  Hafizh
baitijannati &#8211; Dua kubu massa saling berhadapan.  Mereka saling lempar, saling pukul, dan pada akhirnya saling bunuh. Di Surabaya,  Jakarta, Ambon, Poso dan di daratan Arab, semuanya terjadi demikian. Namun  sayang, setelah diselidiki, ternyata mereka sama-sama muslim. Benarkah sesama  muslim itu bersaudara? Bila benar, mengapa hal di atas [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&blog=719720&post=17&subd=baitijannati&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Oleh: Ummu  Hafizh</p>
<p><strong>baitijannati</strong> &#8211; Dua kubu massa saling berhadapan.  Mereka saling lempar, saling pukul, dan pada akhirnya saling bunuh. Di Surabaya,  Jakarta, Ambon, Poso dan di daratan Arab, semuanya terjadi demikian. Namun  sayang, setelah diselidiki, ternyata mereka sama-sama muslim. Benarkah sesama  muslim itu bersaudara? Bila benar, mengapa hal di atas bisa terjadi? Memang  demikianlah yang banyak terjadi di berbagai belahan bumi. Umat Islam bermusuhan  dengan sesamanya, sehingga dampaknya bisa kita lihat. Umat Islam kini rusak  dalam jurang kehancuran. Padahal kalau kita menengok sejarah Islam terdahulu,  kita akan tercengang. Umat Islam terdahulu adalah umat yang kuat serta disegani  musuh-musuhnya, bahkan merupakan umat yang tak tertandingi oleh satupun umat  lain yang ada di muka bumi ini dalam hal kejayaan. Intinya, umat Islam saat itu  mampu mencapai kejayaan yang gilang gemilang dan sangat luar bisa.<span id="more-17"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Namun sekarang kok malah rapuh  seperti ini? Penyebabnya tidak lain adalah hancurnya jalinan benang ukhuwah  Islamiyah. Umat Islam sekarang lebih mengutamakan ikatan golongan ketimbang  ikatan aqidah. Hal inilah yang menyebabkan begitu gampangnya umat Islam tercerai  berai menjadi banyak golongan. Padahal hal itu dilarang oleh Allah Rabbul  ‘Alamin.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>“Dan berpegang teguhlah kamu  semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kalian bercerai berai, dan  ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kalian dulu bermusuhan maka Allah  mempersatukan hati kalian, lalu menjadilah kalian karena nikmat Allah  orang-orang yang bersaudara, dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu  Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan  ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk”</em> (<strong>Qs. Ali Imron  [3]: 103</strong>).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>“Dan janganlah kamu  menyerupai orang-orang yang bercerai berai dan berselisih sesudah datang  keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang mendapat  siksa yang berat.”</em> (<strong>Qs. Ali Imron [3]: 105</strong>)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Juga Rasulullah Saw memberi  peringatan pada umatnya tentang kehancuran umat akibat perpecahan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>“Sesungguhnya Allah SWT telah  menggulung bagiku bumi ini sehingga aku dapat melihat ufuk timur dan ufuk  baratnya. Sesungguhnya kekuasaan umatku akan sampai kepada apa yang digulungkan  kepadaku tadi. Kekuasan umatku mencakup bangsa hitam maupun putih. Dan aku  memohon kepada Rabbku untuk umatku agar umatku itu tidak binasa akibat kelaparan  yang sangat, dan agar mereka tidak dapat dihancurkan oleh musuh dari luar  mereka. Rabbku seraya menyatakan: Wahai Muhammad, sesungguhnya apabila Aku  menetapkan suatu ketetapan maka hal tersebut tidak akan dapat ditolak. Aku  memberikan bagi umatmu agar mereka tidak binasa akibat kelaparan yang mewabah  serta musuh dari luar diri mereka tidak dapat menguasainya sekalipun mereka  berkumpul dari berbagai penjuru hingga sebagian umatmu itu menghancurkan  sebagian yang lain, dan sebagian mencaci sebagian yang lain.”</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Dari hadits di atas, jelaslah  bahwa hancurnya umat Islam serta mampunya musuh Islam menguasai umat Islam  bukanlah disebabkan karena kelaparan atau kekurangan makanan. Namun, hancurnya  umat Islam dan dapatnya dikuasai musuh adalah karena terjadi keterpecahbelahan,  perselisihan, serta permusuhan di dalam tubuh umat Islam sendiri. Naudzubillah  min syarri dzalik!</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Wahai saudariku, masih ingatkah  kita dengan penderitaan saudara kita di palestina, masih sempat berdoakah kita  untuk saudara kita yang sedang di siksa oleh Amerika di Iraq, masih menengokkah  saudara-saudara kita yang saat ini masih mencari kehidupan kembali setelah  cobaan tsunami menimpa mereka.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">&#8220;<em>Barangsiapa yang tidak  memperhatikan kepentingan kaum muslimin, maka ia bukanlah termasuk di antara  mereka. Dan barangsiapa yang tidak berada di waktu pagi dan petang selaku  pemberi nasehat bagi Allah dan rasulNya, bagi kitabNya, bagi pemimpinnya dan  bagi umumnya kaum muslimin, maka ia bukanlah termasuk di antara mereka.</em>&#8221;  [<strong>HR. ath-Thabrani</strong>].</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Janganlah karena kita berbeda  partai, berbeda suku dan Negara lantas kita bermusuhan. Janganlah karena kita  disibukkan dengan aktifitas sehari-hari kita lupakan saudara-saudara kita.  Janganlah karena kita sendiri sedang diberi cobaan oleh Allah berupa kesempitan  dalam hidup akhirnya kita egois dan tidak peduli dengan saudara-saudara kita  yang lain.</p>
<p class="MsoNormal">&#8220;<em>Kamu akan melihat orang-orang yang beriman saling  berkasih sayang, saling mencintai, saling mengasihi yaitu bagaikan satu tubuh.  Apabila satu anggota saja sakit, maka tertariklah bagian anggota yang lain ikut  sakit dengan tidak dapat tidur dan badan panas.</em>&#8221; [<strong>HR. Bukhari  Muslim</strong>].</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sesungguhnya petunjuk Allah sudah  jelas melalui firmannya, dan sesungguhnya sudah jelas teladan yang telah  diberikan Rasulullah kepada kita, dengan kejayaan Islam dimasa lalu. Marilah  kita rajut kembali benang ukhuwah ini, tidak perduli kita dari partai mana,  tidak perduli kita dari Negara mana, tidak perduli kita dari golongan kaya atau  miskin. Selama kita mengaku orang Islam, marilah kita saling berangkulan, saling  mendoakan dan saling membantu. Sehingga kejayaan yang telah hilang bisa kita  raih kembali.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>“Sesungguhnya kaum mukmin itu  bersaudara, karena itu damaikanlah di antara saudaramu itu, dan bertakwalah  kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat.”</em> (<strong>Al Hujurat  :10</strong>)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/baitijannati.wordpress.com/17/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/baitijannati.wordpress.com/17/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/baitijannati.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/baitijannati.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/baitijannati.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/baitijannati.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/baitijannati.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/baitijannati.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/baitijannati.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/baitijannati.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/baitijannati.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/baitijannati.wordpress.com/17/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&blog=719720&post=17&subd=baitijannati&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://baitijannati.wordpress.com/2007/02/02/merajut-kembali-benang-ukhuwah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5db4c5e4e99c900e96651e7e7268e5a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">faridm</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kemuliaan Ibu dan Peningkatan Kualitasnya</title>
		<link>http://baitijannati.wordpress.com/2007/02/02/kemuliaan-ibu-dan-peningkatan-kualitasnya/</link>
		<comments>http://baitijannati.wordpress.com/2007/02/02/kemuliaan-ibu-dan-peningkatan-kualitasnya/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Feb 2007 10:34:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Farid Ma'ruf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pribadi Muslimah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://baitijannati.wordpress.com/2007/02/02/kemuliaan-ibu-dan-peningkatan-kualitasnya/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Indah Sri Sulanjari

baitijannati  &#8211; Menjadi seorang ibu adalah sesuatu yang sangat luar biasa. Ibu mengandung  anaknya selama kurang lebih sembilan bulan dalam kondisi yang semakin melemah.  Setelah itu, ibu akan melahirkan anak yang telah dikandungnya dengan susah  payah. Namun, begitu mendengar jerit tangis seorang bayi yang keluar dari mulut  [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&blog=719720&post=16&subd=baitijannati&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Oleh: Indah Sri Sulanjari</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<strong>baitijannati</strong>  &#8211; Menjadi seorang ibu adalah sesuatu yang sangat luar biasa. Ibu mengandung  anaknya selama kurang lebih sembilan bulan dalam kondisi yang semakin melemah.  Setelah itu, ibu akan melahirkan anak yang telah dikandungnya dengan susah  payah. Namun, begitu mendengar jerit tangis seorang bayi yang keluar dari mulut  rahimnya, seorang ibu akan tersenyum bahagia. Segala keletihan yang dia rasakan  di saat mengandung dan melahirkan serasa hilang. Dengan penuh kasih sayang  seorang ibu akan menyusui bayinya, membelai dan menciumnya. Seorang ibu akan  selalu siap menenangkan bayinya, di saat bayinya menangis. Seorang ibu akan  selalu siap merawat bayinya. Seberat apa pun tubuh si bayi, ibu akan selalu siap  menggendongnya.<span id="more-16"></span><br />
Seiring dengan berjalannya waktu, usia bayi pun bertambah. Bayi akan  tumbuh dan berkembang menjadi seorang anak kecil yang membutuhkan bimbingan dan  arahan untuk mengenal lingkungan sekitarnya. Di sinilah dibutuhkan peran seorang  ibu dalam mengasuh dan mendidik anaknya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Ibu, Sekolah Pertama bagi  Anak</p>
<p>Seorang ibu mempunyai peran yang sangat vital dalam proses  pendidikan anak sejak dini. Ibulah sosok yang pertama kali berinteraksi dengan  anaknya, sosok pertama pula yang memberikan rasa aman dan nyaman serta sosok  yang dia percaya. Karena itu, ibu menjadi sekolah pertama bagi anak-anaknya.  Peran ibu dalam mendidik anaknya ini sangat penting karena dapat menentukan  kualitas generasi masa depan suatu masyarakat dan negara. Tidak salah kalau ada  yang mengatakan bahwa ibu ibarat tiang negara. Tinggi rendahnya moralitas suatu  bangsa dapat dilihat dari tinggi rendahnya moralitas para ibu di negeri itu atau  sejauh mana kepedulian para ibu dalam mendidik anak-anaknya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Salah satu aspek penting  keberhasilan dalam pendidikan anak adalah adanya kedekatan fisik dan emosional  antara seorang ibu dengan anaknya. Secara alami, kedekatan fisik dan emosional  ibu dengan anaknya sudah terjalin sejak anak berada dalam kandungan, menyusui  dan masa pengasuhan. Kasih sayang seorang ibu merupakan jaminan awal untuk  tumbuh kembang anak dengan baik dan aman. Karena itu, ibu mempunyai peran yang  penting dan mulia dalam mendidik anak sejak usia dini. Untuk memainkan peran  ini, Allah telah memberikan potensi pada ibu berupa kemampuan untuk hamil,  menyusui serta naluri keibuan. Allah juga menetapkan anjuran kepada para ibu  untuk menyusui anaknya selama dua tahun, mengamanahkan para ibu untuk mengasuh  anaknya selama masa pengasuhan (hadlonah), yaitu sampai anak bisa mengurus  dirinya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sesungguhnya karakter seorang ibu  merupakan kesan pertama yang ditangkap seorang anak. Apabila seorang ibu  memiliki kepribadian yang agung dan tingkat ketakwaan yang tinggi maka kesan  pertama yang masuk dalam benak anak adalah kesan yang baik. Kesan awal yang baik  ini akan menjadi landasan yang kokoh bagi perkembangan kepribadian anak ke arah  yang ideal. Di samping itu anak sendiri membutuhkan figur teladan dalam  mewujudkan nilai-nilai yang ditanamkan kepadanya selama proses belajar di masa  kanak-kanak, karena kemampuan berfikir anak di masa ini belum sempurna. Di masa  ini anak belum mampu menerjemahkan sendiri wujud nilai-nilai kehidupan yang  diajarkan kepadanya. Kekuatan figur seorang ibu akan membuat anak mampu untuk  menyaring apa-apa yang boleh dan tidak boleh diambil dari lingkungannya. Karena  anak menjadikan apa yang diterima dari ibunya sebagai standar nilai. Para pakar  pendidikan mengajarkan bahwa keteladanan adalah media pendidikan yang paling  efektif dan berpengaruh dalam menyampaikan tata nilai kehidupan. Dalam hal ini  ibulah orang yang paling tepat untuk berperan sebagai teladan pertama bagi  anaknya. Ibulah yang paling besar peranannya dalam memberikan corak pada  pembentukan kepribadian anak, sehingga dibutuhkan ibu yang berkualitas yang akan  mampu mendidik anaknya dengan baik.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Peningkatan Kualitas Ibu</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Mengingat begitu besar dan  pentingnya peran ibu dalam proses pertumbuhan dan perkembangan anak, perlu  diupayakan peningkatan kualitas ibu. Karena tinggi rendahnya kualitas para ibu  sangat mempengaruhi kualitas anak. Untuk itu terwujudnya figur ibu ideal  merupakan langkah awal untuk mencetak generasi masa depan yang berkualitas.  Mencetak ibu yang berkualitas bukanlah hal yang mustahil dilakukan. Menjadi ibu  yang berkualitas dapat dicapai apabila ada kesadaran dari para ibu akan arti  penting peran dan fungsinya. Para ibu yang sadar, tidak akan menginginkan  anaknya kelak ketika menempuh masa remaja terlibat dan terjerumus dalam  kenakalan remaja seperti penyalahgunaan narkoba, seks bebas, tawuran dan  berbagai tindak kriminal lainnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Menjadi ibu berkualitas yang  mampu mengantarkan anaknya mengarungi kehidupan dengan kesuksesan adalah sesuatu  yang realistis. Banyak tokoh –tokoh teladan- baik yang hidup di masa lalu maupun  masa kini, baik dari negeri orang maupun dari negeri sendiri- seperti Imam  Syafi’i, Imam Bukhori, Buya Hamka, Moh. Hatta, B.J. Habibie, AA. Gym dan  lain-lain, mendapat sentuhan dan pendidikan langsung dari para ibu yang luar  biasa sehingga mampu mengantarkan kesuksesan anaknya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Salah satu modal dasar untuk  menjadi ibu yang berkualitas adalah adanya wawasan dan keilmuan tentang konsep  pendidikan anak. Sehingga seorang ibu harus senantiasa memperkaya dirinya untuk  memahami perkembangan kondisi anaknya (baik aspek fisik maupun aspek emosi). Ia  juga harus mengetahui konsep pendidikan anak sesuai dengan tahapan  perkembangannya dan program-program yang perlu dia lakukan untuk memenuhi  seluruh hak-hak anaknya. Menurut seorang pakar pekembangan anak, ada beberapa  konsep pendidikan yang perlu dipahami oleh ibu dalam mendidik anak-anaknya  sesuai dengan tahapan perkembangannya, antara lain adalah:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Pertama</strong>, bahwa  setiap anak memiliki karakteristik yang berbeda sehingga perlakuan atau metode  pendekatan yang dipakai untuk masing-masing anak dalam proses pembelajarannya  bisa jadi berbeda.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Kedua</strong>, anak akan  mengalami perubahan dengan pendidikan yang diberikan. Perubahan yang terjadi  pada masing-masing anak tidak sama dan instan, tetapi bertahap. Maka di sinilah  diperlukan kesabaran dan tidak boleh membanding-bandingkan kemampuan anak.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Ketiga</strong>, anak  usia dini merupakan masa emas, yang akan dengan cepat menyerap informasi. Di  sinilah diperlukan memberikan pengajaran yang benar sejak dini tanpa anak merasa  terbebani. Kemudian memberikan rangsangan-rangsangan yang membuat anak berupaya  mengkaitkan antara informasi yang satu dengan yang lain, sehingga dapat  merangsang kemampuan proses berfikirnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Dengan memahami konsep pendidikan  anak sesuai dengan tahapan perkembangannya, diharapkan peran mulia ibu sebagai  pendidik anaknya menjadi lebih optimal. Anak-anak tidak hanya sebagai penyejuk  mata ibu tetapi mereka juga adalah asset bangsa. Para ibu yang berusaha dengan  sungguh-sungguh mendidik anaknya dengan penuh keiklasan untuk menjadi anak yang  sholeh, mereka akan mendapatkan dua hal, yaitu kesuksesan anaknya dan pahala  yang tiada putusnya dari Tuhannya.<br />
&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Yang tidak kalah penting untuk  mendukung terwujudnya para ibu yang berkualitas adalah lingkungan. Lingkungan  yang kondusif adalah lingkungan yang di dalamnya terdapat pembinaan yang  terstruktur dan berkelanjutan untuk para ibu. Sebaiknya para ibu dan para calon  ibu dibekali berbagai pengetahuan dan keterampilan tentang pengasuhan dan  pendidikan anak. Untuk saat ini pembinaan terhadap para ibu dan calon ibu bisa  dilakukan oleh individu yang peduli dan organisasi-organisasi yang ada di tengah  masyarakat. Karena keterbatasan pendidikan dan pengetahuan orangtua terutama ibu  merupakan unsur yang dapat menghambat ibu dalam pengasuhan anak secara optimal.  Mengingat anak adalah mutiara-mutiara bangsa. Dalam diri mereka tersimpan  berbagai potensi. Penggalian potensi positip mereka diperlukan suatu ilmu.  Alangkah beruntungnya negeri ini andaikan para ibu di negeri ini mampu  membimbing dan mengarahkan potensi positip anak-anaknya. Mungkin tidak ada lagi  penyalahgunaan narkoba, seks bebas, tawuran dan tindakan amoral lainnya di  kalangan anak-anak kita.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Selamat hari ibu. Semoga para ibu  dapat menjadi jembatan terwujudnya generasi masa depan yang berkualitas.(*)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Penulis adalah pengajar  di SMA Bina Bangsa Sejahtera Bogor </strong></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/baitijannati.wordpress.com/16/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/baitijannati.wordpress.com/16/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/baitijannati.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/baitijannati.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/baitijannati.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/baitijannati.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/baitijannati.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/baitijannati.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/baitijannati.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/baitijannati.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/baitijannati.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/baitijannati.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&blog=719720&post=16&subd=baitijannati&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://baitijannati.wordpress.com/2007/02/02/kemuliaan-ibu-dan-peningkatan-kualitasnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5db4c5e4e99c900e96651e7e7268e5a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">faridm</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gosip Or Ghibah</title>
		<link>http://baitijannati.wordpress.com/2007/02/02/gosip-or-ghibah/</link>
		<comments>http://baitijannati.wordpress.com/2007/02/02/gosip-or-ghibah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Feb 2007 10:33:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Farid Ma'ruf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pribadi Muslimah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://baitijannati.wordpress.com/2007/02/02/gosip-or-ghibah/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Rusyda
baitijannati &#8211; Gosip yang berasal dari bahasa inggris dari kata gossip artinya  gunjing, kabar angin, buah mulut. Jadi bentuk kata kerjanya “Ngegosip” yang  berarti menggunjing, atau menyebarkan kabar angin. Yakni suatu aktivitas  menyebarkan atau menceritakan sesuatu yang ada pada diri seseorang (biasanya  sesuatu yang jelek/rahasia) kepada orang lain, ketika seseorang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&blog=719720&post=15&subd=baitijannati&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Oleh Rusyda</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>baitijannati &#8211; </strong>Gosip yang berasal dari bahasa inggris dari kata gossip artinya  gunjing, kabar angin, buah mulut. Jadi bentuk kata kerjanya “Ngegosip” yang  berarti menggunjing, atau menyebarkan kabar angin. Yakni suatu aktivitas  menyebarkan atau menceritakan sesuatu yang ada pada diri seseorang (biasanya  sesuatu yang jelek/rahasia) kepada orang lain, ketika seseorang tadi itu tidak  ada dalam forum yang sama.<span id="more-15"></span></p>
<p align="justify">Dan ternyata sejak berabad-abad yang lalu pun Rosulullah  telah mengatakan ada aktivitas semacam ngeghosip ini yang namanya ghibah.  Rosulullah saw bersabda:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>“Tahukah kalian apakah ghibah  itu?, para sahabat menjawab, “Allah dan RasulNya yang lebih tahu” Lalu beliau  melanjutkan “Yaitu kamu menyebut saudaramu dengan hal-hal yang ia tidak suka  untuk disebut” lalu seseorang bertanya “ Bagaimana pendapatmu bila apa yang aku  katakan itu ada pada diri saudaraku yang aku ceritakan? Beliau menjawab “ Bila  apa yang kamu ceritakan itu ada pada diri saudaramu, maka kamu telah melakukan  ghibah terhadapnya. Dan bila apa yang kamu katakan itu tidak ada pada diri  saudaramu, berarti kamu telah mengada-ada tentangnya (menfitnahnya)” </em><strong>(H.R Muslim</strong>]</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Dan kalau kita lihat ghibah ini  banyak macemnya, yaitu:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Ghibah tentang jasad seseorang,  Ghibah tentang nasab seseorang , Ghibah tentang menganggap rendah pekerjaan  seseorang (padahal halal dan dia tetap orang yang beriman), Ghibah tentang  akhlaq seseorang,  Ghibah tentang hal-hal yang terkait dengan persoalan agama  seseorang, dan Ghibah berkaitan dengan yang dipakai seseorang</p>
<p class="MsoNormal"><strong>Hukum Ghibah Dalam Islam</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Allah berfirman:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>“<span class="gen">Dan  janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya.  Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta  pertanggungan jawabnya.</span>” </em><strong>(Q.S Al Israa[17]:36)</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">“<span class="gen"><em>Tiada suatu  ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang  selalu hadir.</em> </span><em> (malaikan Raqib dan Atid)” </em><strong>(Q.S  Qaaf[50]:18)</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p>Lebih  spesifik lagi Allah Berfirman dalam Surat yang lain:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>“<span class="gen">Hai  orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena  sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang  dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang  suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik  kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat  lagi Maha Penyayang</span>.”</em> <strong>(Q.S Al Hujuraat[49]: 12)</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Rasulullah SAW bersabda:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>“Ketika saya di Mi’rajkan  saya telah melihat suatu kaum yang berkuku tembaga digunakan untuk mencakar muka  dan dada mereka sendiri, maka saya bertanya kepada Jibril: Siapakah mereka itu?  Jawabnya: Mereka yang makan daging orang dan mencela kehormatan orang (yakni  Ghibah)” </em><strong>(H.R Abu Dawud dari Anas ra.)</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>“Barang siapa beriman kepada  Allah dan hari akhir maka hendaklah ia berkata yang baik atau (kalau tidak)  hendaklah ia diam” </em><strong>(Mutafaq’alaih)</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Orang yang bermuka dua, yang  mengadu domba orang lain</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Dari Abu Hurairah, ia berkata:  <em>“Nabi SAW berkata: Kelak dihari kiamat, disisi Allah, Engkau akan mendapati  orang yang bermuka dua diantara orang-orang yang berbuat keji itu, yang  mendatangi satu golongan orang dengan satu wajah dan mendatangi satu golongan  yang lainnya dengan wajah yang lain pula” </em><strong>(HR Muslim dan Abu  Dawud)</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Dari beberapa dalil diatas jadi  jelaslah bahwa aktivitas ghibah secara umum dilarang dalam Islam, dan hukumnya  adalah Haram. Hal ini kita ketahui dari adanya celaan dan Ancaman Allah terhadap  pelaku ghibah tersebut. Begitu juga halnya ketika kita hanya sebagai pendengar  setia saja. Karena diamnya kita disitu berarti kita juga setuju dan mendukung  akan aktivitas ghibah tersebut. Yang harus kita lakukan ketika kita tahu  bahwasannya ghibah itu haram, seharusnya kita mengingatkan saudara kita yang  sedang khilaf tersebut dan bukannnya malah nimbrung dan bikin suasana tambah  panas .</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Rasulullah bersabda:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">“<em>Barang siapa mencegah ghibah  yang menyinggung kehormatan saudaranya, maka Allah akan membebaskannya dari  neraka</em>” <strong>(H.R Imam Ahmad)</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">“<em>Barang siapa mencegah ghibah  yang dilakukan oleh saudaranya, maka Allah akan mencegahnya dari neraka pada  hari kiamat</em>” <strong>(H.R At Tirmidzi)</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Dan kalau memang Orang yang kita  peringati tersebut tidak mau menerima, maka jangan segan-segan untuk  meninggalkan forum tersebut. Allah SWT berfirman:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>“<span class="gen">Dan apabila  kamu melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah  mereka sehingga mereka membicarakan pembicaraan yang lain. Dan jika syaitan  menjadikan kamu lupa (akan larangan ini), maka janganlah kamu duduk bersama  orang-orang yang zalim itu sesudah teringat (akan larangan itu)</span>.” </em><strong>(Q.S Al An’am[6]: 68)</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Ghibah Yang di  Perbolehkan</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Meskipun Ghibah itu haram, namun  ada pengkhususan. Ada beberapa ghibah yang diperbolehkan, antara lain:</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;text-align:justify;">&lt;!&#8211;[if  !supportLists]&#8211;&gt;<strong><span style="font-size:14pt;">·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></strong>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;Minta pertolongan untuk mengubah  kemungkaran dengan cara menceritakan kepada seseorang yang dirasa mampu  merubahnya agar jadi kebenaran. Misalkan, Ada seorang anak yang terkena narkoba,  maka kita boleh menceritakan kepada orang tua anak tersebut agar bisa  memberhentikan pemakaian narkobanya.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;text-align:justify;">&lt;!&#8211;[if  !supportLists]&#8211;&gt;<strong><span style="font-size:14pt;">·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></strong>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;Orang yang didzalimi boleh  menceritakan kepada Seorang Hakim tentang kedzaliman seseorang tersebut, bisa  juga tentang pengkhianatan atau uang suap yang dilakukan orang tersebut.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;text-align:justify;">&lt;!&#8211;[if  !supportLists]&#8211;&gt;<strong><span style="font-size:14pt;">·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></strong>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;Cerita kepada Mufti (ahli hukum)  untuk meminta fatwa. Misalkan seorang istri yang menceritakan suaminya yang  super bakhil sampai menelantarkan keluarganya, maka sang istri tersebut  mengambil harta suaminya secara diam-diam. Hal ini seperti yang dilakukan oleh  Hindun binti Utbah yang berkata kepada Rasulullah SAW:</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;"><em>“Sesungguhnya Abu Sofyan  adalah seseorang yang kikir, dan tidak memberi cukup belanja untukku dan  anak-anakku kecuali jika saya mengambil diluar tahunya. Jawab Nabi saw: Ambillah  secukupmu dan anak-anakmu dengan tidak berlebihan (sederhana)” </em><strong>(H.R  Bukhari Muslim)</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;text-align:justify;">&lt;!&#8211;[if  !supportLists]&#8211;&gt;<strong><span style="font-size:14pt;">·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></strong>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;Memperingatkan kaum muslimin dari  kejahatan seseorang, soalnya dikhawatirka akan menimpa kaum muslimin. Misalkan  kita tahu bahwasannya Laknatullah Bush, Howard, Blair itu ternyata seorang Musuh  Islam sejati. So kita bisa menjelaskan kepada umat tentang kejelakan dan  konspiransi yang mereka ciptakan terhadap kaum muslimim.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;text-align:justify;">&lt;!&#8211;[if  !supportLists]&#8211;&gt;<strong><span style="font-size:14pt;">·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></strong>Tidak berdosa kalau kita menceritakan seseorang yang  terang-terangan berbuat fasik/dosa.</p>
<p class="MsoNormal"><strong>Sistem Sekarang Berperan dan Mendukung Program  “Ayo Nggosip!”</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Kita bisa melihat  tayangan-tayangan TV Indonesia dan majalah-majalah yang ada, gosip saat ini  sudah dijadikan lahan komersiel. Cek and ricek, Kiss, belum lagi majalah Nyata,  Bintang, X-File dll. Sehingga saat ini ngomongin orang sudah menjadi hal yang  biasa.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Meski sepertinya masalah gosip  ini hal yang remeh, tapi ini bener-bener menjadi contoh nyata bagi kita betapa  peraturan yang diberlakukan kepada masyarakat dengan negara sebagai penjamin  terlaksananya peraturan tadi itu sangatlah berperan penting dalam mendidik  masyarakat menjadi model masyarakat yang gimana.</p>
<p class="MsoNormal"><strong>Bagaimana Seharusnya Kaum Muslimin?</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sebagaimana disebutkan dalam  banyak Nash, harusnya kaum muslimin itu saling membantu dan saling berkasih  sayang. Bukannya saling membuka Aib dan saling mencaci maki.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><em>Kaum muslimin tidak  boleh cuek dan egois</em>, </strong>dia harus punya empati dengan saudaranya  yang lain:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>“Barang siapa yang bangun  dipagi hari dan ia hanya memikirkan masalah dunianya, maka orang tersebut tidak  berguna apa-apa disisi Allah, dan barang siapa yang tidak memperhatikan urusan  kaum muslimin, maka ia tidaklah termasuk golongan mereka (kaum muslimin)” </em><strong>(HR Thabari dan Abu Dzar Al Ghiffari)</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><em>Kaum muslimin harus  menghormati hak orang lain dan tidak menyakiti hatinya,</em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>“Demi Allah tidak beriman.  Demi Allah tidak beriman. Demi Allah tidak beriman. Seseorang bertanya, ‘Siapa  lagi Rosulullah?’ Rasulullah menjawab: ‘Orang yang tetangganya merasa terganggu  dengan ulahnya’” </em><strong>(HR Bukhari, Muslim dan Ahmad)</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><strong>Orang muslim itu  bersaudara, dia akan mencintai saudaranya seperti dirinya  sendiri,</strong></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>”Orang muslim itu saudara  muslim lainnya, tidak mendzaliminya dan tidak membiarkannya. Dan barang siapa  yang mencukupi kebutuhan saudaranya maka Allah akan mencukupkan kebutuhannya  pula, dan barang siapa yang meringankan beban kesedihan orang muslim maka Allah  akan meringankan beban kesedihannya dihari kiamat. Dan barang siapa menutupi  (aib) seorang muslim maka Allah akan menutupinya (aibnya) kelak pada hari  kiamat” </em><strong>(HR Bukhari, Muslim, Abu Daud, An-Nasay dan At-Tirmidzi) At  Tirmidzi mengatakan hadits ini hasan shahih.</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><strong>Orang Muslim itu  saling tolong menolong,</strong></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>“Orang mukmin itu bagi orang  mukmin lainnya seperti sebuah bangunan yang saling memperkokoh lainnya” Kemudian  Rasulullah mengenyamkan jari jemarinya </em><strong>(HR Bukhari dan At  Tirmidzi)</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Reference:</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Buku penjelasan Hadits,  “Adabun Nabi” karya Abdul Qadir Ahmad ‘Atha’</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Terjemah digital AlQur’an </strong></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/baitijannati.wordpress.com/15/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/baitijannati.wordpress.com/15/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/baitijannati.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/baitijannati.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/baitijannati.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/baitijannati.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/baitijannati.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/baitijannati.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/baitijannati.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/baitijannati.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/baitijannati.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/baitijannati.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&blog=719720&post=15&subd=baitijannati&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://baitijannati.wordpress.com/2007/02/02/gosip-or-ghibah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5db4c5e4e99c900e96651e7e7268e5a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">faridm</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>