Suatu malam, khalifah Umar bin Khattab RA keliling keluar masuk lorong kampung mengontrol keadaan rakyatnya, suatu pekerjaan yang rutin dilakukan beliau dalam kapasitas sebagai kepala negara. Tiba-tiba beliau mendengar sebuah percakapan menarik dari rumah seorang wanita penjual susu: Baca entri selengkapnya »
Arsip untuk 'Pra Nikah' Kategori
Memilih Wanita
Ditulis oleh Farid Ma'ruf di/pada Juli 1, 2008
Ditulis dalam Pra Nikah | Tidak ada komentar »
Mahar
Ditulis oleh Farid Ma'ruf di/pada Februari 29, 2008
Oleh : Helvy Tiana Rosa
Keluarga Samara. “Apa yang kamu minta sebagai mahar pernikahan kita?” Itulah pertanyaan Mas Tomi 13 tahun lalu, saat kami tengah mempersiapkan pernikahan. “Apa ya?” Saya balas bertanya. Tapi hati dan pikiran saya seolah bersepakat, bahwa tak ada mahar yang lebih baik selain yang memudahkan sang pelamar.“Seperti kebanyakan orang saja, Mas. Seperangkat alat sholat dan cincin kawin.” “O ya? Itu sajakah?” tanyanya. Saya mengangguk. “Alhamdulillah semoga berkah selalu bagi saya dan kehidupan rumah tangga kita kelak. Amiiin,” kata saya dengan wajah cerah. Itulah mahar yang saya dapat dari pernikahan kami. Sebuah mahar yang bagi mas “melapangkan” dan bagi saya juga demikian. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Kisah Pilihan, Pra Nikah | 3 Komentar »
PERGAULAN IKHWAN - AKHWAT
Ditulis oleh Farid Ma'ruf di/pada Nopember 14, 2007
baitijannati. Pergaulan dalam istilah bahasa Indonesia berarti kehidupan bersama, yakni kehidupan antar sesama manusia. Salah satu bentuk pergaulan antar sesama manusia adalah pergaulan antara laki-laki dan perempuan. Terkadang bentuk pergaulan tersebut bisa berupa persahabatan yang terjalin antara mereka dengan saling mengutarakan isi hati (tempat curhat).
Sebuah persahabatan yang terjadi antara laki-laki dan perempuan bisa dilatarbelakangi oleh kesamaan ide, gagasan, gaya hidup, minat, kebutuhan-kebutuhan, cara berpikir dan harapan-harapan. Dari situ muncullah simpati dan selanjutnya akan ada keterbukaan, jika sudah saling terbuka, maka dilanjutkan dengan sikap curhat. Dalam nuansa religiusnya biasanya dipakai kata ‘ukhuwah’. Namun ukhuwah ini didasari dengan keimanan, keikhlasan dan muroqobatullah. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Pra Nikah | 9 Komentar »
Ta’aruf Gagal Terus?
Ditulis oleh Farid Ma'ruf di/pada Nopember 12, 2007
Oleh : Ummu Raihanah
baitijannati. Fenomenaaa yang sering terjadi dikalangan muslim dan muslimah yang
sedang mempersiapkan diri ke gerbang pernikahan biasanya akan melalui “fase ta’aruf”. Suatu usaha atau ikhtiar untuk mengetahui hakikat calon pasangan kita. Bagaimana sifat dan karakternya, keluarganya, gaya hidupnya, dan seabreg-abreg “rahasia si dia” yang
ingin kita ketahui dengan detail dalam ta’aruf adalah di bolehkan dalam islam. Agar mantap sebelum terjadi pinangan/lamaran. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Pra Nikah | 1 Komentar »
SMS Merah Muda
Ditulis oleh Farid Ma'ruf di/pada Juli 11, 2007
Tetap istiqomah, Ukhti. Selamat berjuang. Semoga Allah menyertai anti.
Sender : Ikhwan +62817xxx
Senyum timbul dari cakrawalanya dengan malu-malu. Serasa ada hangat menyelusup dada dan membuat jantung berdegup lebih cepat. Otaknya pun sekejap bertanya, ”Ada apa? Sungguh, bukan apa-apa. Aku hanya senang karena ada saudara yang menyemangatiku.” Si akhwat menyangkal hatinya cepat-cepat. Dan ia bergegas meninggalkan kamarnya, ada dauroh. Ia berlari sambil membawa sekeping rasa bahagia membaca SMS tadi yang sebagian besar bukan karena isinya, melainkan karena nama pengirimnya. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Pra Nikah | 22 Komentar »
Menuju Rumah Tangga yang Barakah
Ditulis oleh Farid Ma'ruf di/pada Mei 15, 2007
(Khotbah Nikah)
Oleh : Abu Aliyya
Keluarga Samara. Alhamdulillah, segala puji kita panjatkan ke hadlirat Allah SWT. Berkat nikmat dan perkenan-Nya semata terlaksana semua kebajikan. Mahasuci “Dia yang telah menciptakan manusia dari air, dan dijadikan-Nya ia memiliki keturunan dan tali periparan” (QS. Al Furqon;54) Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Pra Nikah | Tidak ada komentar »
Dua Puluh Satu Kali!
Ditulis oleh Farid Ma'ruf di/pada April 8, 2007
Oleh : Azimah Rahayu.
baitijannati. “Dua puluh satu kali, Mbak?” mataku membulat. Takjub. Aku merentangkan kesepuluh jari tangan sambil melihat ke bawah ke arah telapak kaki yang terbungkus sepatu. 21! Bahkan seluruh jemari tangan dan kakiku pun tak cukup buat menghitungnya. “Itu selama berapa tahun, Mbak?” Aku bertanya lebih lanjut. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Pra Nikah | 6 Komentar »
Di Pagi Hari Ketika Umurku Dua Puluh Sembilan…
Ditulis oleh Farid Ma'ruf di/pada April 4, 2007
Oleh : Maharani Arrahman
Baitijanati. Ya Allah Alhamdulillah, umurku beranjak ke angka dua puluh sembilan pagi ini. Tiap kali berulang tahun, renungan demi renungan aku lakukan. Tahun ini, aku terima semua yang terjadi dalam hidupku dengan lapang dada, tanpa perlu kecewa ketika menghadapi kenyataan bahwa keinginanku masih belum dipenuhi Allah. Ya Allah terima kasih, aku diberi kesempatan untuk memperbaiki diriku dan menangkap hikmah dari semua kejadian. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Pra Nikah | 3 Komentar »
Agar Bisa Lebih Menghargai
Ditulis oleh Farid Ma'ruf di/pada April 4, 2007
Oleh : Mutiara
Baitijannati. Dulu, saya sering sekali mengeluh karena belum menikah. Saya selalu merasa ingin memiliki seorang suami yang dengan kekuatannya akan menutupi kelemahan saya, yang dengan ketelitiannya akan menutupi kecerobohan saya, yang dengan kelebihannya akan menutupi kekurangan saya. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Pra Nikah | 2 Komentar »


