Ditulis oleh Farid Ma'ruf di/pada November 24, 2009
Oleh. Dra. Rahma Qomariyah, M.Pd.I
(Anggota DPP Muslimah HTI dan Ketua Lajnah Tsaqofiyah Muslimah HTI Pusat)
Pengantar
Pada tahun 1928 saat kongres pemuda para wanita juga ikut sehingga sumpah pemuda diucapkan oleh pemuda dan pemudi. Semangat perjuangan ini terus berkobar di kalangan organisasi perempuan, sehingga mereka mengadakan Kongres Perempuan Indonesia I pada tanggal 22 Desember 1928 di Yogyakarta[1]. Kongres Perempuan Indonesia (KPI) di Yokyakarta tersebut merupakan tonggak awal pergerakan modern kaum perempuan di Indonesia. Hasil dari Kongres Perempuan Indonesia I adalah dua hal yang sanpat penting dilakukan oleh perempuan Indonesia yaitu: meningkatkan harkat perempuan, dan ikut memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Disamping itu kongres ini melahirkan organisasi perempuan yaitu Perikatan Perkumpulan Perempuan Indonesia (PPPI)[2] . Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Muslimah Terkini | Bertanda: emansipasi | Leave a Comment »
Ditulis oleh Farid Ma'ruf di/pada April 22, 2009
Oleh : Felix Siaw

Felix Siauw
Tanggal 21 April bagi wanita Indonesia, adalah hari yang khusus untuk memperingati perjuangan RA Kartini. Sebagian banyak masyarakat beranggapan, Kartini memperjuangkan Emansipasi, Feminisme, Liberalisme, dll. Nama Kartini mereka jadikan legalisasi atas apa yang mereka lakukan. Benarkah Kartini pejuang emansipasi dan feminisme? Atau tidak ada hubungannya sama sekali? Maka kita perlu meninjau kembali perjuangan Beliau. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Muslimah Terkini | 1 Komentar »
Ditulis oleh Farid Ma'ruf di/pada April 21, 2009
Oleh : Siti Nuryati
Sejak dulu wanita dijajah pria! barangkali penggalan bait lagu ini membuat kita bertanya-tanya, mengapa wanita merasa terjajah oleh kaum pria. Jika kita coba telusuri, sejak kira-kira tahun 200 Sebelum Masehi, nasib makhluk bernama wanita ini sungguh malang . Kaum laki-laki di berbagai belahan bumi meletakkan posisi wanita pada derajat yang rendah. Mereka dipaksa hidup di bawah keganasan laki-laki, sampai-sampai tidak ada batas bagi seorang suami dalam memperlakukan istrinya. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Muslimah Terkini | Bertanda: 21 April, emansipasi, kartini | 2 Komentar »
Ditulis oleh Farid Ma'ruf di/pada Maret 24, 2009

Yfonne Ridley
Oleh:Yvonne Ridley
(mualaf Inggris eks tahanan Taliban)
Dulu saya melihat wanita berkerudung sebagai manusia yang pendiam, makhluk yang tertindas. Namun, kini saya melihatnya sebagai sosok yang memiliki banyak keahlian, berbakat, dan berpendirian kuat dimana menjelma sebagai bentuk solidaritas persaudaraan yang bahkan terlalu agung untuk dibandingkan dengan persaudaraan feminisme Barat. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Muslimah Terkini | 5 Komentar »
Ditulis oleh Farid Ma'ruf di/pada November 16, 2008
Baiti Jannati. Pernikahan adalah suatu bentuk ibadah yang disakralkan dalam Islam. Pernikahan bukan hanya sekedar legalisasi hubungan seksual semata. Pernikahan bukanlah perampasan hak anak. Pernikahan adalah perpindahan perwalian dari seorang ayah kepada seorang suami. Ayah menyerahkan tanggung jawab mengasihi, menafkahi, melindungi, mendidik, dan memenuhi semua hak anak perempuannya kepada laki-laki yang ia percayai mampu memikul tanggung jawab tersebut. Islam membolehkan menikahkan anak yang sudah baligh atau belum baligh tapi sudah tamyiz (sudah bisa menyatakan keinginannya). Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Muslimah Terkini, Pernikahan | Leave a Comment »
Ditulis oleh Farid Ma'ruf di/pada November 16, 2008
Baiti Jannati. Saat ini, demokrasi dianggap sebagai sistem politik terbaik. Salah satu harapan masyarakat terhadap negara demokratis adalah mampu menciptakan kesejahteraan dan keamanan bagi semua orang, termasuk kaum perempuan, anak-anak dan kaum minoritas. Faktanya, sejak berdirinya negara ini hingga sekarang, demokrasi yang diterapkan dan diperjuangkan gagal membawa kesejahteraan dan keamanan bagi kaum perempuan dan kaum minoritas. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Muslimah Terkini | 1 Komentar »
Ditulis oleh Farid Ma'ruf di/pada Agustus 16, 2008
Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) berpendapat, Miss Universe (ratu sejagat) dan lomba kecantikan sejenisnya merupakan salah satu eksploitasi kapitalisme global terhadap kaum perempuan.
Karena itu, HTI menyatakan prihatin atas pengiriman wanita Indonesia ke ajang Miss Universe dan sejenisnya, ujar Humas Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I HTI Kalimantan Selatan (Kalsel), H. Hidayatullah Akbar yang akrab disapa Dayat, di Banjarmasin, Rabu.
Pasalnya lomba Miss Universe tersebut menunjukkan upaya sistematis membuat perempuan Indonesia kehilangan jati diri sebagai bangsa yang menjunjung tinggi moral yang berdasarkan nilai-nilai agama, lanjutnya, di sela-sela kegiatan “Dialog Rajab” 1428 Hijriyah di Balai Kota Banjarmasin. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Muslimah Terkini | 2 Komentar »
Ditulis oleh Farid Ma'ruf di/pada Mei 5, 2008
Oleh : Ummu Salamah
Keluarga Samara. Salah satu kebijakan Otonomi Daerah yang diberlakukan oleh kepala daerah (gubernur) dan disahkan oleh DPRD, adalah Perda Syariah. Isi Perda Syariah tersebut salah satunya adalah mewajibkan wanita muslimah untuk menutupi auratnya dengan jilbab. Berbagai kontroversi mengemuka menanggapi isi Perda ini. Termasuk pernyataan Komnas Anti Kekerasan terhadap Perempuan, bahwa selama 10 tahun reformasi terdapat 27 kebijakan daerah yang diskriminatif. Salah satunya pemaksaan penggunaan jilbab di sejumlah daerah seperti Tangerang, Padang Pariaman, Maros, dll (Koran Tempo, 10 Maret 2008). Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Muslimah Terkini | 2 Komentar »
Ditulis oleh Farid Ma'ruf di/pada April 22, 2008
Oleh : DINA
Keluarga Samara. Dalam buku Kartini yang fenomenal berjudul Door Duisternis Tot Licht atau Habis Gelap Terbitlah Terang, ibu kita saat itu menuliskan kegelisahan hatinya menyaksikan wanita Jawa yang terkungkung adat sedemikian rupa. Tujuan utama beliau menginginkan hak pendidikan untuk kaum wanita sama dengan laki-laki, tidak lebih. Ia begitu prihatin dengan budaya adat yang mengungkung kebebasan wanita untuk menuntut ilmu. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Muslimah Terkini | Leave a Comment »
Ditulis oleh Farid Ma'ruf di/pada April 11, 2008
Oleh : Halimah E. Sriwidayati
Baiti Jannati. Aktivis perempuan sudah menobatkan R.A. Kartini sebagai pejuang emansipasi. Dia digambarkan sebagai sosok yang bersemangat memperjuangkan kaum perempuan agar mempunyai hak yang sama dan sejajar dengan kaum pria. Pada bulan April tokoh ini kembali diangkat sembari terus mendorong perempuan Indonesia untuk menempati posisi-posisi yang biasanya didominasi oleh pria. Bagai gayung bersambut, kaum perempuan Indonesia pun bergegas mencari peluang karir setinggi-tingginya, tanpa peduli harus mengorbankan keluarga maupun harga dirinya. Benarkah semua ini sejalan dengan perjuangan Kartini? Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Muslimah Terkini | Bertanda: emansipasi, gender, jender, kartini | 1 Komentar »