<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Rumahku Surgaku &#187; Keluarga Samara</title>
	<atom:link href="http://baitijannati.wordpress.com/category/keluarga-samara/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://baitijannati.wordpress.com</link>
	<description>Keluarga Sakinah Mawaddah wa Rohmah</description>
	<lastBuildDate>Tue, 08 Dec 2009 12:21:45 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='baitijannati.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/5fd910c911ccfc5fc04409c51d2e7ef5?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Rumahku Surgaku &#187; Keluarga Samara</title>
		<link>http://baitijannati.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Cintailah Pasangan Kita Apa Adanya</title>
		<link>http://baitijannati.wordpress.com/2009/05/20/cintailah-pasangan-kita-apa-adanya/</link>
		<comments>http://baitijannati.wordpress.com/2009/05/20/cintailah-pasangan-kita-apa-adanya/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 May 2009 02:50:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Farid Ma'ruf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga Samara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://baitijannati.wordpress.com/?p=345</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Zahrina Nurbaiti
 

BaitiJannati. &#8212; Teman-teman yang shalih dan shalihah, kugoreskan kembali sebuah kisah nyata dalam kehidupan kita sehari-hari, terutama untuk para aktivis da’wah yang telah memilih da’wah sebagai jalan hidupnya. Dengan memilih da’wah sebagai jalan hidup, tentu saja ada konsekuensi-konsekuensi yang harus kita ambil atau jalani manakala diri kita telah tersibghoh (tercelup) dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&blog=719720&post=345&subd=baitijannati&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="center"><strong>Oleh : Zahrina Nurbaiti</strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p><strong><em></p>
<div id="attachment_273" class="wp-caption alignright" style="width: 136px"><strong><em><a href="http://baitijannati.files.wordpress.com/2009/04/zahrina-nurbaiti-01.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-273" title="zahrina-nurbaiti-01" src="http://baitijannati.files.wordpress.com/2009/04/zahrina-nurbaiti-01.jpg?w=126&#038;h=150" alt="Zahrina Nurbaiti" width="126" height="150" /></a></em></strong><p class="wp-caption-text">Zahrina Nurbaiti</p></div>
<p>BaitiJannati.</em></strong> &#8212; Teman-teman yang shalih dan shalihah, kugoreskan kembali sebuah kisah nyata dalam kehidupan kita sehari-hari, terutama untuk para aktivis da’wah yang telah memilih da’wah sebagai jalan hidupnya. Dengan memilih da’wah sebagai jalan hidup, tentu saja ada konsekuensi-konsekuensi yang harus kita ambil atau jalani manakala diri kita telah tersibghoh (tercelup) dengan nilai-nila Islam. Hal ini dapat kita lihat di dalam QS (2:208) yang artinya, <em>“ Hai orang-orang yang beriman, masuklah ke dalam Islam secara kaffah (menyeluruh) dan janganlah ikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan adalah musuh yang nyata bagimu.<span id="more-345"></span></p>
<p></em>Salah satu konsekuensi yang harus kita ambil setelah memutuskan untuk berhijrah yaitu menikah tanpa melalui pacaran. Karena dalam Islam memang tidak ada konsep pacaran (lihat surat 17 : 32). Bagi seorang aktivis da’wah yang telah memutuskan untuk menikah tanpa melalui proses pacaran (dikenal dengan istilah ta’aruf secara Islami), kadang yang tergambar dibenak kita adalah seorang ikhwan yang akan menjadi pendamping hidup kita adalah seorang ikhwan yang benar-benar mengamalkan apa yang telah dicontohkan Rasulullah SAW. Ya keinginan yang wajar dan manusiawi jika kita ingin pasangan hidup kita shalih/shalihah, menjaga pandangan pada yang bukan muhrimnya, berusaha selalu membantu pekerjaan isteri, dan sebagainya.</p>
<p>Selama ini penulis sering mendapatkan pertanyaan seputar rumah tangga, suami dan keluarga. Kadang ada suami yang santai membaca koran, sedangkan isterinya sibuk memasak dan mengurus anak-anak, tanpa peduli untuk membantunya. Lalu bagaimanakah sikap kita terhadap pasangan hidup kita? Berikut adalah tips-tips bagaimana kita menyikapi pasangan hidup kita yaitu sebagai berikut :<br />
<strong><br />
1.Terimalah ia apa adanya</strong><br />
Pernikahan adalah menyatukan dua keluarga besar yang berbeda suku, kultur dan budaya serta pola asuh yang diterapkan pada masing-masing keluarga. Tentu saja tidak mudah merubah karakter yang telah melekat pada pasangan hidup kita. Namun Insya Allah dengan ikut tarbiyah, tentu saja perlahan-perlahan kita berusaha untuk menjadi pribadi yang kaffah.<br />
Jangan pernah sekali-kali menbandingkan pasangan hidup kita dengan pasangan hidup teman kita. Yakinlah bahwa Allah pasti memberikan jodoh yang sekufu untuk kita. Bukankah Allah tidak pernah mengingkari janji-janji-NYA?</p>
<p><strong>2.Pandai bersyukur atas anugerah suami yang shalih</strong><br />
Sebagai aktivis tentu saja, Alhamdulillah kita harus bersyukur pada Allah SWT, yang telah memberikan anugerah terindah dalam hidup kita yaitu seorang ikhwan yang sevisi dan semisi dalam mengarungi rumah tangga dan juga da’wah yang mulia ini. Coba kita bayangkan rumah tangga yang suaminya selingkuhlah, yang melakukan KDRT dalam rumah tanggalah, yang suami tidak shalatlah. Sementara Alhamdulillah, Allah anugerahkan pasangan hidup kita yang selalu tilawah, rajin datang liqo, aktif da’wah di masyarakat, mengerjakan yang sunnah-sunnah. Sementara rumah tangga lain, mungkin suaminya sering berkata-kata kasar? Sementara kita? Alhamdulillah, suami kita selalu berkata-kata lembut dan sangat menjaga perasaan kita, sebagai seorang isteri. Insya Allah karena suami kita memahami sebuah hadits yang mengatakan, <em>“ Sebaik-baik pria adalah yang paling baik sikapnya terhadap keluarga.”</em> Nikmat Allah mana lagi yang kita dustakan?</p>
<p><strong>3.Saling menutup aib pasangan hidup kita</strong><br />
Sebagai aktivis, tentu saja kita juga manusia biasa yang tidak luput dari dosa dan kesalahan. Tetapi idealnya memang kesalahan para aktivis da’wah harus lebih sedikit dibandingkan yang lain. Bukankah kita selalu mengajak orang lain untuk menjadi lebih baik, kita harus lebih dahulu mengamalkan apa yang kita sampaikan/ceramahkan?<br />
Sebaiknya dalam berumah tangga, aib pasangan hidup kita, harus kita tutupi, tidak perlu kita ceritakan pada orang lain, hatta pada adik dan kakak kita. Biarlah semua hanya suami dan isteri saja yang tahu akan aib pasangan hidup kita. Yakinlah di setiap kekurangan pasangan hidup kita, pasti Allah berikan banyak kelebihan pada dirinya..Bukankah setiap pasangan hidup merupakan pakaian bagi pasangan hidupnya?</p>
<p><strong>4.Saling meningkatkan diri dan potensi pasangan hidup kita</strong><br />
Sebagaimana kita ketahui, ada beberapa gambaran rumah tangga, yaitu rumah tangga laba-laba, rumah tangga seperti rumah sakit, rumah tangga seperti rumah tangga pasar dan rumah tangga kuburan. Yang terbaik adalah rumah tangga seperti rumah tangga masjid. Di mana dalam rumah tangga tersebut tercipta suasana saling asih, asah dan asuh. Suami dan isteri pun harus meningkat dari sisi ketaqwaan, dari sisi pendidikan, dari sisi ekonomi, sehingga tercipta rumah tangga yang sakinah mawaddah warohmah. Suami tidak boleh membiarkan isteri untuk tidak berkembang, terutama dari sisi tsaqofah (pengetahuan). Jika memang ada rezeki, tidak salah jika isteri diizinkan untuk melanjutkan kuliah kembali, atau meneruskan kuliahnya kembali (karena keburu dikhitbah) ketika skripsinya misalnya. Insya Allah indah sekali manakala kita mampu memciptakan rumah tangga seperti rumah tangga masjid</p>
<p>Semoga dengan goresanku yang sederhana ini, Insya Allah mampu memberikan semangat dan motivasi untuk teman-teman FBku yang shalih dan shalihah untuk segera mewujudkan niat yang suci yaitu menggenapkan setengah diin, yakinlah menikah tidaklah serumit dan sekompleks apa yang dibayangkan sebagian orang. Justru dengan menikah Insya Allah kekuatan kontribusi da’wah akan semakin besar, karena di tengah lelahnya kita pulang berda’wah, sudah menanti pasangan hidup kita, yang siap kita berlabuh dan berbagi tentang suka duka kehidupan ini (tapi Insya Allah banyakan sukanya daripada dukanya).. Insya Allah untuk masalah rezeki, yakinlah apa yang kita berikan untuk pasangan hidup kita, akan menjadi tambahan amal shalih kita dan akan Allah cukupkan rezeki-NYA bagi yang ingin menggenapkan setengah diinnya.. Aamiin ya Robbal ‘Alamiin…Ana dan suami tunggu undangan berikutnya ya dari teman-teman FBku yang dirahmati dan dicintai Allah SWT.. (<a href="http://www.baitijannati.wordpress.com/">www.baitijannati.wordpress.com</a>)</p>
<p>Sumber : http://www.facebook.com/note.php?note_id=84692826305</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/baitijannati.wordpress.com/345/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/baitijannati.wordpress.com/345/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/baitijannati.wordpress.com/345/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/baitijannati.wordpress.com/345/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/baitijannati.wordpress.com/345/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/baitijannati.wordpress.com/345/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/baitijannati.wordpress.com/345/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/baitijannati.wordpress.com/345/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/baitijannati.wordpress.com/345/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/baitijannati.wordpress.com/345/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&blog=719720&post=345&subd=baitijannati&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://baitijannati.wordpress.com/2009/05/20/cintailah-pasangan-kita-apa-adanya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5db4c5e4e99c900e96651e7e7268e5a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">faridm</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://baitijannati.files.wordpress.com/2009/04/zahrina-nurbaiti-01.jpg?w=126" medium="image">
			<media:title type="html">zahrina-nurbaiti-01</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kiat-Kiat Menjaga Keharmonisan Rumah Tangga</title>
		<link>http://baitijannati.wordpress.com/2009/05/01/kiat-kiat-menjaga-keharmonisan-rumah-tangga/</link>
		<comments>http://baitijannati.wordpress.com/2009/05/01/kiat-kiat-menjaga-keharmonisan-rumah-tangga/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 May 2009 03:35:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Farid Ma'ruf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga Samara]]></category>
		<category><![CDATA[Kiat Praktis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://baitijannati.wordpress.com/?p=287</guid>
		<description><![CDATA[
Oleh : Zahrina Nurbaiti
BaitiJannati &#8211; Siapa pun yang telah melangsungkan pernikahan, tentunya menginginkan terbentuknya rumah tangga yang sakinah mawaddah wa rohmah. Apalagi bagi para aktivis da’wah, dimana pernikahannya tanpa diawali dengan pacaran (karena dalam Islam memang tidak ada konsep pacaran). Yang ada hanyalah pacaran setelah menikah. Hal ini sangat sesuai dengan surat Al Isra ayat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&blog=719720&post=287&subd=baitijannati&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="center"><strong></p>
<div id="attachment_273" class="wp-caption alignright" style="width: 136px"><strong><a href="http://baitijannati.files.wordpress.com/2009/04/zahrina-nurbaiti-01.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-273" title="zahrina-nurbaiti-01" src="http://baitijannati.files.wordpress.com/2009/04/zahrina-nurbaiti-01.jpg?w=126&#038;h=150" alt="Zahrina Nurbaiti" width="126" height="150" /></a></strong><p class="wp-caption-text">Zahrina Nurbaiti</p></div>
<p>Oleh : Zahrina Nurbaiti</strong></p>
<p><strong><em>BaitiJannati </em></strong>&#8211; Siapa pun yang telah melangsungkan pernikahan, tentunya menginginkan terbentuknya rumah tangga yang sakinah mawaddah wa rohmah. Apalagi bagi para aktivis da’wah, dimana pernikahannya tanpa diawali dengan pacaran (karena dalam Islam memang tidak ada konsep pacaran). Yang ada hanyalah pacaran setelah menikah. Hal ini sangat sesuai dengan surat Al Isra ayat 32 yang artinya “ Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk”.<span id="more-287"></span></p>
<p>Mungkin ada sebagian orang yang bertanya, bahkan ketika saya mengisi seminar atau pun ceramah-ceramah keputrian di kampus, sering pertannyaan ini muncul, bagaimana mungkin Mbak, cinta bisa tumbuh tanpa kita mengenalnya terlebih dahulu, lalu bagaimana kita bisa tahu karakter pasangan hidup kita, kalau tidak pacaran lebih dahulu?. Saya pun berusaha menjawabnya sebijak mungkin tanpa harus menggurui. Saya jelaskan, bahwa memang sudah fithrah bahwa pria dan wanita diberikan rasa saling suka, simpati, rasa ketertarikan. Namun mampukah kita menjaga semua perasaan-perasaan itu, sesuai dengan jalan yang diridhoi Allah SWT? Apalagi sebagai orang beriman, kita harus yakin akan janji-janji Allah yang pasti benar. Seperti di dalam surat An-Nur ayat 26 yang menyebutkan bahwa “Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji dan laki-laki yang keji untuk perempuan yang keji pula, sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik pula. Mereka itu bersih dari apa yang dituduhkan orang. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia (surga). Haruskah kita ragu dengan janji-janji Allah SWT? Ya semua berpulang pada keimanan kita masing-masing dalam meyakini janji tersebut. Kita harus yakin, bahwa Allah akan memberikan jodoh yang sekufu untuk kita, karena pasangan hidup kita adalah refleksi dari diri kita.</p>
<p>Lalu bagaimanakah kiat-kiat menjaga keharmonisan rumah tangga kita agar tetap sakinah mawaddah wa rohmah hingga kematianlah yang memisahkan kita dengan pasangan hidup kita sebagai berikut :</p>
<p>1.Berbagi visi dan cita-cita</p>
<p>Dalam menentukan pasangan hidup, tentunya di awal pernikahan kita harus benar-benar meluruskan niat kita. Apalagi bagi seseorang yang sudah memilih da’wah sebagai jalan hidupnya, maka selayaknya juga berharap pasangan hidupnya adalah seseorang yang juga memahami tentang makna da’wah itu sendiri. Dengan kata lain sefikrolah (satu visi dan misi, satu pemikiran). Agar nantinya lebih mudah dalam berkomunikasi dan menentukan arah dan langkah hidup selanjutnya. Tidak bisa dibayangkan, jika suami aktif da’wah mendapatkan seorang isteri yang tidak paham makna da’wah, atau sebaliknya, seorang isteri yang aktif da’wah mendapatkan pasangan hidup yang kurang memahami makna da’wah itu sendiri. Jika hal ini terjadi, tentunya akan sulit terbentuknya rumah tangga yang sakinah mawaddah wa rohmah.</p>
<p>2.Saling percaya</p>
<p>Ini juga merupakan salah satu modal utama yang harus dimiliki para pasangan hidup. Kita harus bisa menjaga kepercayaan yang diberikan pasangan hidup kita. Jangan sekali pun mengkhianati perasaan pasangan kita. Jagalah kepercayaan ini dengan baik. Baik kita maupun pasangan hidup kita hendaknya berjalan lurus sesuai tuntunan agama, maka yang akan tumbuh adalah rasa saling percaya.</p>
<p>3.Saling menghargai</p>
<p>Dalam hal ini kita bisa mencontoh Rasulullah SAW yang begitu lembut dan menghargai para isteri beliau. Sampai-sampai, pada suatu hari Rasulullah SAW pulang larut malam dan tak dapat membuka pintu karena isteri Beliau tertidur di depannya,maka Rasulullah SAW memutuskan tidur di luar rumah, subhanallah.</p>
<p>4.Mudah memaafkan</p>
<p>Dalam hidup ini, tentu saja tak ada gading yang tak retak, maka jika salah satu diantara pasangan hidup kita berbuat salah, maka MAAFKANKAH, dan selesaikan semua persoalan sebelum pergi tidur.</p>
<p>5.Keterbukaan</p>
<p>Rumah tangga yang baik, sebaiknya menganut sistem manajemen keterbukaan. Jangan pernah ada sedikit rahasiapun diantara kita dengan pasangan hidup kita. Masalah keuangankah, masalah da’wahkah, masalah teman-teman fesbukkah, masalah sms-smskah, semua hendaknya kita ceritakan dengan pasangan hidup kita. Istilahnya tidak ada dusta diantara kita dan pasangan hidup kita tentunya.</p>
<p>6. Bersahabat dalam suka dan duka</p>
<p>Kebahagiaan suami adalah kebahagian kita, kesedihan suami juga kesedihan kita demikian sebaliknya. Hendaknya kita selalu bersama dengan pasangan hidup kita baik suka maupun duka.</p>
<p>7.Menerima kekurangan pasangan hidup</p>
<p>Di dunia ini, tentu saja tidak ada manusia yang sempurna. Apalagi manusia adalah tempat salah dan lupa. Rasanya kurang bijak, jika menganggap pasangan hidup kita seperti malaikat yang tak punya dosa. Yakinlah, di balik kekurangan pasangan hidup kita, pasti Allah SWT ciptakan berbagai kelebihannya. Jangan pernah sekali-kali membandingkan pasangan hidup kita dengan pasangan hidup orang lain. Yakinlah, pasangan hidup yang dipilihkan Allah untuk kita, adalah yang terbaik, Insya Allah.</p>
<p>8.Bersikap murah hati dalam kemesraan</p>
<p>Biasanya wanita lebih bersifat romantis dibandingkan seorang pria. Walaupun dari cerita seorang teman akhwat, justru suaminyalah yang lebih romantis. Tidak masalah, kalau suami kita tidak bisa romantis, ya kitalah sebagai isteri yang bersikap romantis atau sebaliknya. Jangan pernah pelit dengan kata-kata lembut, kata-kata sayang, love much, my honey. Bisa kita lakukan ketika bersms dengan suami kita, bisa juga dengan pertanyaan-pertanyaan perhatian, Mas, sudah makan belum?, atau ada yang bisa aku bantu, Mas?. Bisa juga di awal sms atau telepon, dengan kata-kata, Assalamu’alaikum say, sedang apa di kantor? Atau Abi, jangan lupa ya bawakan aku oleh-oleh ya, love much&#8230;(mengakhiri sms misalnya). Biasanya dengan kelembutan dan kasih sayang, semua akan menjadi cair dan akan bertambah rasa cinta dan sayang kita terhadap pasangan hidup kita.</p>
<p>9.Ciptakan kejutan bagi pasangan</p>
<p>Kadang-kadang kejutan yang kecil pun sangat bermakna bagi pasangan hidup kita. Misal pulang ceramah, kita belikan semangkok bakso dengan juice jambu kesukaannya, ataupun sebaliknya, pulang kerja, tiba-tiba suami kita belikan oleh-oleh martabak kesukaan kita, bisa juga majalah Ummi atau Tarbawi (terbaru misalnya). Bisa juga ketika suami pulang, sudah kita masakkan masakan kesukaannya. Dalam Islam memang tidak ada hari ulang tahun, namun tidak salahnya kita memberikan hadiah untuk pasangan hidup kita, bisa membelikan sebuah dompet, baju koko, atau kemeja kesukaannya. Jangan lupa ucapkan terima kasih atas pemberian tersebut, agar bertambah rasa syukur kita pada Allah SWT, yang telah menganugerahkan pasangan hidup untuk kita.</p>
<p>10.Ciptakan bulan madu kedua</p>
<p>Sesekali, ajaklah pasangan hidup kita, untuk berduaan saja tanpa anak-anak, untuk menikmati saat-saat indah berdua saja. Bisa makan berdua di luar rumah, dengan suasana romantis. Tidak perlu yang mahal kok, yang penting nilai kebersamaannya. Lalu bicaralah dari hati ke hati, jadilah pendengar yang baik, sampai pasangan kita menyelesaikan pembicaraannya Tataplah mata pasangan hidup kita dengan penuh cinta dan kasih sayang. Subhanallah, indah sekali, jika semua pasangan hidup bisa melakukan hal ini, rasanya tidak ada masalah yang tidak dapat dipecahkan di dunia ini. Yakinlah, Insya Allah setelah acara ini, irama hidup pasti berubah !.</p>
<p>11.Jangan sepelekan janji</p>
<p>Bila sudah berjanji dengan pasangan hidup kita, usahakanlah untuk menepatinya, biarpun untuk hal-hal yang kecil atau sepele. Seperti menjemput dari ceramah, atau mengantarkan ke dokter, misalnya. Tapi sebagai seorang isteri, kita pun harus menyadari tugas dan amanah da’wah yang diemban suami. Misalnya, sudah berjanji akan menjemput kita, namun tiba-tiba ada amanah da’wah yang jauh lebih penting, maka kita pun harus ikhlas untuk tidak dijemput.Hal ini bukan berarti pasangan hidup kita ingkar janji. Ya semua akan terasa indah manakala kita dapat memahami setiap pasangan hidup kita. (<a href="http://www.baitijanati.wordpress.com/">www.baitijanati.wordpress.com</a>)</p>
<p>Sumber : <a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=78812211305" target="_blank">FB Ustzh Zahrina N</a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/baitijannati.wordpress.com/287/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/baitijannati.wordpress.com/287/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/baitijannati.wordpress.com/287/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/baitijannati.wordpress.com/287/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/baitijannati.wordpress.com/287/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/baitijannati.wordpress.com/287/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/baitijannati.wordpress.com/287/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/baitijannati.wordpress.com/287/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/baitijannati.wordpress.com/287/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/baitijannati.wordpress.com/287/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&blog=719720&post=287&subd=baitijannati&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://baitijannati.wordpress.com/2009/05/01/kiat-kiat-menjaga-keharmonisan-rumah-tangga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5db4c5e4e99c900e96651e7e7268e5a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">faridm</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://baitijannati.files.wordpress.com/2009/04/zahrina-nurbaiti-01.jpg?w=126" medium="image">
			<media:title type="html">zahrina-nurbaiti-01</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ketika Salah Memaknai Cinta</title>
		<link>http://baitijannati.wordpress.com/2008/08/18/ketika-salah-memaknai-cinta/</link>
		<comments>http://baitijannati.wordpress.com/2008/08/18/ketika-salah-memaknai-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Aug 2008 06:04:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Farid Ma'ruf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga Samara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://baitijannati.wordpress.com/?p=191</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Titi Qamariah

Baiti Jannati. SEKARANG kaum yang mengalami penyimpangan kecenderungan seksual, sudah tidak malu dan segan lagi untuk menunjukkan identitas mereka yang sebenarnya.
Apalagi ketika baru-baru ini, massa digemparkan dengan tertangkapnya Sang Penjagal dari Jombang Jatim, Feri Idham Henyansyah alias Ryan yang disinyalir memiliki kelainan orientasi seksual alias gay. Ryan tersangka mutilasi Heri Santoso 12 Juli [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&blog=719720&post=191&subd=baitijannati&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><strong>Oleh: Titi Qamariah</strong></p>
<p style="text-align:left;"><strong><br />
<em>Baiti Jannati</em>. SEKARANG</strong> kaum yang mengalami penyimpangan kecenderungan seksual, sudah tidak malu dan segan lagi untuk menunjukkan identitas mereka yang sebenarnya.</p>
<p>Apalagi ketika baru-baru ini, massa digemparkan dengan tertangkapnya Sang Penjagal dari Jombang Jatim, Feri Idham Henyansyah alias Ryan yang disinyalir memiliki kelainan orientasi seksual alias gay. Ryan tersangka mutilasi Heri Santoso 12 Juli lalu dan terakhir ditemukan 10 kerangka korban lainnya yang ditanam di belakang rumahnya di Jombang. Motif pembunuhan di antaranya asmara dan harta.<span id="more-191"></span></p>
<p>Opini publik bermunculan dan tidak ketinggalan para selebritis di Tanah air. Termasuk seorang artis laki-laki yang pernah dengan terang-terangan mengaku gay, lewat sebuah acara infotainment beberapa waktu lalu, juga ikut berkomentar.</p>
<p>Ada kontroversi, sebagian mengutuk tapi tidak sedikit yang malah membela dan mengasihaninya. Bahwa kaum yang memiliki kelainan orientasi seksual memang cenderung posesif terhadap pasangannya.</p>
<p>Bahkan saking <em>error</em>nya ada sebuah ungkapan bahwa cinta nomor satu, jenis kelamin nomor dua, yang penting kasih sayang.</p>
<p>Mereka mengklaim perbuatan mereka dengan dalih Hak Asasi Manusia (HAM). Mereka mengatasnamakan HAM untuk melegalkan aktivitas menyimpang tersebut dalam memaknai cinta.</p>
<p>Apalagi sekarang juga marak para selebritis yang jelas-jelas laki-laki tapi senang berpenampilan perempuan. Mereka melakukannya dengan dalih tuntutan pekerjaan atau profesionalisme. Namun ternyata ini tidak sekedar masalah penampilan yang menyerupai perempuan saja, tapi juga bergeser sampai keraguan terhadap orientasi seksual mereka.</p>
<p>Anehnya, perilaku menyimpang tersebut malah dinikmati sebagai tontonan yang menarik dan menghibur bagi masyarakat kita. Kenapa fenomena rusak ini sampai terjadi? Bukankah ini sudah mengindikasikan bangkitnya kaum Luth di Indonesia?</p>
<p>Kalau fenomena ini terjadi di negara barat yang notabene menganut asas sekuler, hal ini sah-sah saja bahkan aktivitasnya dilindungi dan dijamin pelaksanaannya oleh negara dengan melegalkan perkawinan sesama jenis ini.</p>
<p>Tapi, ironisnya fakta ini juga marak di Indonesia yang merupakan negeri dengan mayoritas penduduknya adalah muslim.</p>
<p>Ternyata semakin maraknya praktik ‘Kaum Luth’ di Indonesia tidak terlepas dari adanya legitimasi dari sejumlah cendekiawan bidang agama yang secara terbuka menghalalkan perkawinan sesama jenis ini. Salah satunya Prof Dr Siti Musdah Mulia, dosen pascasarjana UIN Jakarta yang juga aktivis AKKBB.</p>
<p>Dalam salah satu wawancaranya dengan Jurnal Perempuan (Maret,2008), Musdah menyatakan: &#8220;Esensi ajaran agama adalah memanusiakan manusia, menghormati manusia dan memuliakannya. Tidak peduli apa pun ras, suku, warna kulit, jenis kelamin, status sosial dan orientasi seksualnya&#8230;&#8221;</p>
<p><strong>Pandangan Islam</strong></p>
<p>Islam adalah dien yang sempurna, karena bersumber dari Sang Maha Sempurna yaitu Allah SWT. Manusia diciptakan oleh Allah beserta segenap potensinya, termasuk naluri berkasih sayang <em>(gharizah nau’)</em>.</p>
<p>Seperti dalam sebuah lagu bahwa rasa cinta itu pasti ada pada makhluk yang bernyawa. Baik itu kepada sesama manusia, entah itu cinta kepada orang tua, saudara, lawan jenis bahkan dengan dirinya sendiri. Intinya, cinta adalah naluri fitrah yang sudah ada sepaket dengan penciptaan manusia.</p>
<p>Oleh karena itu, Islam tidak pernah melarang untuk mencintai, cuma yang selalu jadi catatan adalah apa dan bagaimana aktivitas pemenuhan/penyaluran rasa cinta itu.</p>
<p>Ya, inilah poin dari pembahasan tentang memaknai cinta ini. Manusia sering egois dengan membuat tafsir dan memaknai sendiri sesuai dengan hawa nafsunya terhadap hal yang menyangkut dirinya. Akhirnya cinta pun dimaknai dengan sebebas-bebasnya, diagung-agungkan sebagai sesuatu yang mutlak dipenuhi.</p>
<p>Hal ini sejalan dengan hasil pemikiran Sigmund Freud, seorang psikolog asal Austria yang akhirnya mengubah makna cinta yang mulia menjadi semata urusan seksual, cinta yang harus disalurkan dengan sebebas-bebasnya agar manusia merasa bahagia.</p>
<p>Pandangan Freud inipun berpengaruh pada masyarakat dunia dan dengan disokong oleh media yang ikut mempropagandakan budaya hidup hedonis dan permissive ini.</p>
<p>Dalam Islam <em>gharizah nau </em>adalah fitrah manusia. Secara alamiah ada dalam dirinya dan terdorong untuk memenuhi/menyalurkannya. Dalam hal inilah Islam mengatur bagaimana aktivitas pemenuhan GN yang benar sesuai syariat. Hal itu tidak lain hanyalah melalui sebuah ikatan suci pernikahan dan hanya berlaku kepada pasangan lawan jenis, laki-laki dengan perempuan bukan sesama jenis.</p>
<p>Sebelum adanya ijab kabul, maka syariat membatasi pergaulan antara lawan jenis ini. Islam juga menetapkan bahwa arah hubungan laki-laki dan perempuan dalam pernikahan adalah untuk melanjutkan keturunan.</p>
<p>Seperti firman Allah SWT, &#8220;Wahai sekalian manusia, bertakwalah kepada Allah yang menciptakan kalian dari satu jiwa. Dari jiwa itu Allah menciptakan istrinya dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak&#8221; (Q.S An-nisa: 1).</p>
<p>Lalu pertanyaannya, bagaimana kalau cinta dengan sesama jenis? Bisa-bisa umat ini akan <em>lost generation </em>seperti yang terjadi di negara barat yang melegalkan perkawinan sesama jenis.</p>
<p>Akhirnya, hanya satu kesimpulan bahwa fenomena buruk ini bukti semakin jauhnya Islam dengan umatnya. Saatnya kita tinggalkan sistem kapitalis sekuler yang rusak dan kufur ini.</p>
<p>Bangsa kita sudah penuh himpitan masalah dan berbagai bencana tak henti menimpa. Jangan sampai Allah menimpakan hukuman sebagaimana yang terjadi pada kaum Luth.</p>
<p>Solusi komprehensifnya adalah dengan kembali ke penerapan sistem Islam menjadi pemecah semua masalah dan yang pasti membawa maslahat dan ridho Allah SWT. (www,baitijannati.wordpress.com)</p>
<p align="right"><em>Penulis: Pembina Integrasi Studi Islam (ISI)<br />
STIA Amuntai</em></p>
<p style="text-align:left;">Sumber : http://www.banjarmasinpost.co.id/content/view/44907/644/</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/baitijannati.wordpress.com/191/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/baitijannati.wordpress.com/191/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/baitijannati.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/baitijannati.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/baitijannati.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/baitijannati.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/baitijannati.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/baitijannati.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/baitijannati.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/baitijannati.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/baitijannati.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/baitijannati.wordpress.com/191/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&blog=719720&post=191&subd=baitijannati&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://baitijannati.wordpress.com/2008/08/18/ketika-salah-memaknai-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5db4c5e4e99c900e96651e7e7268e5a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">faridm</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Angka Cerai Tinggi, Beda Partai Jadi Salah Satu Penyebab</title>
		<link>http://baitijannati.wordpress.com/2008/07/18/angka-cerai-tinggi-beda-partai-jadi-salah-satu-penyebab/</link>
		<comments>http://baitijannati.wordpress.com/2008/07/18/angka-cerai-tinggi-beda-partai-jadi-salah-satu-penyebab/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Jul 2008 00:52:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Farid Ma'ruf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga Samara]]></category>
		<category><![CDATA[Romantika Keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://baitijannati.wordpress.com/?p=178</guid>
		<description><![CDATA[Keluarga Samara. Kasus perceraian di Indonesia cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Gejolak yang mengancam kehidupan struktur keluarga ini semakin bertambah jumlahnya terutama pada tiga tahun terakhir ini. Hal ini diungkap Dirjen Bimas Islam Nasaruddin Umar di Jakarta, Selasa (15/7).
&#8220;Setiap tahun ada dua juta perkawinan, tetapi yang memilukan perceraian bertambah menjadi dua kali lipat, setiap [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&blog=719720&post=178&subd=baitijannati&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal"><strong><em>Keluarga Samara</em></strong>. Kasus perceraian di Indonesia cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Gejolak yang mengancam kehidupan struktur keluarga ini semakin bertambah jumlahnya terutama pada tiga tahun terakhir ini. Hal ini diungkap Dirjen Bimas Islam Nasaruddin Umar di Jakarta, Selasa (15/7).<br />
&#8220;Setiap tahun ada dua juta perkawinan, tetapi yang memilukan perceraian bertambah menjadi dua kali lipat, setiap 100 orang yang menikah, 10 pasangannya bercerai, dan umumnya mereka yang baru berumah tangga,&#8221; jelas Nazaruddin.<span id="more-178"></span></p>
<p>Terungkap pula bahwa salah satu sebab yang mendasari perceraian ini karena ada peningkatan perbedaan politik atau partai politik antara suami dan istri terkait Pemilihan Umum dan Pemilihan Kepala Daerah (Pemilu dan Pilkada).</p>
<p>Islam dengan tegas menyatakan dalam Al-Quran bahwa perceraian itu adalah suatu perbuatan yang halal, tetapi paling dibenci Allah, namun perceraian itu menjadi fenomena yang terjadi di masyarakat Indonesia.</p>
<p>&#8220;Dalam Al-Quran 80 persen ayat membicarakan tentang penguatan bangunan rumah tangga, hanya sebagian kecil yang membicarakan masalah penguatan negara, bangsa apalagi masyarakat, sebab keluarga adalah sendi dasar terciptanya masyarakat yang ideal, mana mungkin negara dibangun di atas bangunan keluarga yang berantakan,&#8221; ujar Nazaruddin.</p>
<p>Ia menegaskan, apabila angka perceraian di masyarakat terus mengalami peningkatan, itu menjadi bukti kegagalan dari kerja Badan Penasehat Pembinaan Pembinaan Pelestarian Perkawinan (BP4).</p>
<p>Terkait dengan perceraian akibat Pemilu yang disebabkan oleh perbedaan pandangan dan pilihan partai politik, harus dihindari. Karena itu ia mengimbau kepada umat Muslim agar menghindari adanya perbedaan yang dapat menjurus kepada perceraian.</p>
<p>&#8220;Urusan politik adalah urusan sesaat, sementara urusan keluarga adalah urusan seumur hidup. Bahkan sampai akhirat,&#8221; lanjutnya.</p>
<p>Ia juga menjelaskan, pada kasus perceraian suami-isteri ternyata jumlah isteri yang menggugat cerai suami makin meningkat. Hal ini merupakan fenomena baru di enam kota besar di Indonesia.</p>
<p>Tingginya permintaan gugat cerai isteri terhadap suami tersebut, diduga karena kaum perempuan merasa mempunyai hak yang sama dengan lelaki, atau akibat globalisasi sekarang ini, atau kaum perempuan sudah kebablasan.</p>
<p>&#8220;Kesadaran atau kebablasan, itulah antara lain yang menjadi perhatian kita semua sebagai umat beragama,&#8221; kata Nasaruddin.</p>
<p>Sementara itu, data dari Departemen Agama menyebutkan penyebab perceraian antara lain karena ketidakharmonisan rumah tangga (mencapai 46.723 kasus), faktor ekonomi (24.252 kasus), krisis keluarga (4. 916 kasus), cemburu (4.708 kasus), poligami (879 kasus), kawin paksa (1.692 kasus), kawin bawah umur (284 kasus), penganiayaan dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) sebanyak 916 kasus. (<a href="http://www.baitijannati.wordpress.com/">www.baitijannati.wordpress.com</a>)</p>
<p class="MsoNormal">Sumber : <strong>www.suara-islam.com</strong></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/baitijannati.wordpress.com/178/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/baitijannati.wordpress.com/178/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/baitijannati.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/baitijannati.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/baitijannati.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/baitijannati.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/baitijannati.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/baitijannati.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/baitijannati.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/baitijannati.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/baitijannati.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/baitijannati.wordpress.com/178/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&blog=719720&post=178&subd=baitijannati&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://baitijannati.wordpress.com/2008/07/18/angka-cerai-tinggi-beda-partai-jadi-salah-satu-penyebab/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5db4c5e4e99c900e96651e7e7268e5a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">faridm</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Haruskah Bergaji 2 Juta untuk Poligami?</title>
		<link>http://baitijannati.wordpress.com/2008/07/01/haruskah-bergaji-2-juta-untuk-poligami/</link>
		<comments>http://baitijannati.wordpress.com/2008/07/01/haruskah-bergaji-2-juta-untuk-poligami/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Jul 2008 01:41:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Farid Ma'ruf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga Samara]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[poligami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://baitijannati.wordpress.com/?p=166</guid>
		<description><![CDATA[
Oleh : M Ihsan
Keluarga Samara. Kalimat di atas saya kutip persis dengan judul asli tulisan di Jawa Pos (11/12/2006). Jika Anda berada di Kabupaten Kediri, standar gaji di ataslah yang akan diajukan pihak Pengadilan Agama sebagai salah satu rekomendasi agar permohonan poligami Anda bisa disetujui.
”Hanya gaji Rp 2 juta??? Ahh.. kecciiilll&#8230;..??? Gammpaangggg&#8230;”.
Eit, tunggu dulu. Ternyata [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&blog=719720&post=166&subd=baitijannati&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><strong></strong></p>
<div id="attachment_333" class="wp-caption alignright" style="width: 121px"><strong><strong><a href="http://baitijannati.files.wordpress.com/2008/09/m-ihsan1.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-333" title="m ihsan" src="http://baitijannati.files.wordpress.com/2008/09/m-ihsan1.jpg?w=111&#038;h=150" alt="M Ihsan" width="111" height="150" /></a></strong></strong><p class="wp-caption-text">M Ihsan</p></div>
<p style="text-align:center;"><strong>Oleh : M Ihsan</strong></p>
<p><em><strong>Keluarga Samara. </strong></em>Kalimat di atas saya kutip persis dengan judul asli tulisan di Jawa Pos (11/12/2006). Jika Anda berada di Kabupaten Kediri, standar gaji di ataslah yang akan diajukan pihak Pengadilan Agama sebagai salah satu rekomendasi agar permohonan poligami Anda bisa disetujui.</p>
<p>”Hanya gaji Rp 2 juta??? Ahh.. kecciiilll&#8230;..??? Gammpaangggg&#8230;”.<span id="more-166"></span></p>
<p><span class="fullpost">Eit, tunggu dulu. Ternyata masih banyak syarat-syarat lain yang ditetapkan oleh Pengadilan Agama (PA) Kediri sebagai pra syarat pengajuan poligami, antara lain:</span></p>
<p>(1) Surat pernyataan siap dimadu dari istri pertama</p>
<p>(2) Surat pernyataan berlaku adil</p>
<p>(3) Surat keterangan penghasilan</p>
<p>(4) Daftar kekayaan</p>
<p>Dua syarat terakhir (3 dan 4) katanya menjadi pertimbangan untuk melihat keadilan dari sisi materi. Tentang penghasilan, katanya, minimal gaji harus Rp 2 juta, dan sanggup menyediakan rumah dan kendaraan.</p>
<p>Di samping 4 item syarat di atas, sebagai pertimbangan, PA juga akan melihat:</p>
<p>(5) istri minimal 10 tahun tidak memberikan anak</p>
<p>(6) istri tidak bersedia atau tidak mampu melayani suami</p>
<p>Jika semua syarat di atas dipenuhi, maka ijin poligami diperkirakan sudah turun dalam waktu sekitar 1 bulan.</p>
<p>Kadang saya berpikir, mau poligami aja kok dipersulit seh? Alloh dan Rasul-Nya tidak membuat aturan njlimet kayak gini, lha manusia kok berani-beraninya membuat hukum di muka bumi.</p>
<p>”Afahukmal jahiliyyati yabghuun&#8230;”. Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki? ”Wa man ahsanu minallohi hukman liqoumin yuqinun”. Dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Alloh bagi orang-orang yang yaqin .</p>
<p>Alloh dalam Alquran surat Al Maidah (5) ayat 50 di atas secara jelas menyebut hukum buatan manusia sebagai hukum jahiliyah, yang tentu saja tidak lebih baik dari hukum buatan Alloh SWT. Mengapa Pengadilan Agama justru mengedepankan aturan bikinan sendiri, yang sangat mempersulit pihak-pihak yang berniat melakukan poligami, sementara Alquran dan Hadits memberikan kemudahan regulasi? Memang sih PA tidak melarang poligami (Depag dan Presiden saya jamin tak akan berani melarang secara mutlak hukum kebolehan poligami yang sudah cukup jelas dalilnya), tapi dengan tingkat kesulitan syarat-syarat seperti di atas, maka itu tidak ubahnya (secara tidak langsung) sama dengan melarang praktek poligami itu sendiri.</p>
<p>Kalau sudah seperti ini, hukum siapakah yang kita jadikan pegangan? Apakah hukum jahiliyyah bikinan PA itu? Mengapa poligami yang mubah dan sesuai syariat Islam dipersulit, sementara prostitusi yang jelas-jelam haram malah difasilitasi dengan adanya lokalisasi dan proyek kondomisasi kepada para (maaf) pelacur? Teganya Pak SBY sampai berniat merevisi UU Perkawinan karena keprihatinan mendalam atas poligaminya AA Gym, sementara tehadap anggota DPR Yahya Zaini yang terbukti selingkuh tidak keluar sepatah katapun untuk mengutuknya?</p>
<p>Keberanian menentang hukum Alloh inilah yang saya kuatirkan memberikan andil cukup besar atas terjadinya musibah beruntun yang ditimpakan Alloh SWT kepada kita saat ini. Sayangnya pemerintah tak juga menyadari kekeliruannya, dan lalu mau kembali kepada syariat Islam yang sempurna. Apakah menunggu ”peringatan” lain dalam bentuk bencana yang lebih dahsyat? Naudzu billah min dzalik. (www.keluarga-samara.com)</p>
<p>Bumi Dharmawangsa, 6 Februari 2007</p>
<p>http://www.juarasatu.com/</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/baitijannati.wordpress.com/166/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/baitijannati.wordpress.com/166/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/baitijannati.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/baitijannati.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/baitijannati.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/baitijannati.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/baitijannati.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/baitijannati.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/baitijannati.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/baitijannati.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/baitijannati.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/baitijannati.wordpress.com/166/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&blog=719720&post=166&subd=baitijannati&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://baitijannati.wordpress.com/2008/07/01/haruskah-bergaji-2-juta-untuk-poligami/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5db4c5e4e99c900e96651e7e7268e5a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">faridm</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://baitijannati.files.wordpress.com/2008/09/m-ihsan1.jpg?w=111" medium="image">
			<media:title type="html">m ihsan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menyelamatkan Keluarga Diambang Perceraian</title>
		<link>http://baitijannati.wordpress.com/2008/05/31/menyelamatkan-keluarga-diambang-perceraian/</link>
		<comments>http://baitijannati.wordpress.com/2008/05/31/menyelamatkan-keluarga-diambang-perceraian/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 May 2008 11:19:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Farid Ma'ruf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga Samara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://baitijannati.wordpress.com/?p=164</guid>
		<description><![CDATA[
Oleh : Zulia Ilmawati 
(Psikolog, Pemerhati Masalah Anak dan Keluarga)
Keluarga Samara. Akhir-akhir ini banyak kita jumpai permasalahan mengenai disorgani-sasi keluarga, di antaranya adalah perceraian. Kasus perceraian pasangan suami-istri sudah mencapai angka yang sangat mengkhawatirkan. Perceraian senantiasa membawa dampak yang mendalam bagi anggota keluarga meskipun tidak semua perceraian berdampak negatif.

Faktor Penyebab
Ada beberapa sebab pemicu perceraian, di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&blog=719720&post=164&subd=baitijannati&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="line-height:150%;text-align:center;"><em><strong><span style="font-style:normal;"></span></strong></em></p>
<div id="attachment_330" class="wp-caption alignright" style="width: 110px"><em><strong><a href="http://baitijannati.files.wordpress.com/2008/05/zulia-ilmawati.jpg"><img class="size-full wp-image-330" title="zulia ilmawati" src="http://baitijannati.files.wordpress.com/2008/05/zulia-ilmawati.jpg?w=100&#038;h=108" alt="Zulia Ilmawati" width="100" height="108" /></a></strong></em><p class="wp-caption-text">Zulia Ilmawati</p></div>
<p style="text-align:center;"><em><strong>Oleh : Zulia Ilmawati </strong></em></p>
<p style="line-height:150%;" align="center"><em><strong><span style="font-style:normal;"><span lang="sv-SE"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Verdana;">(Psikolog, Pemerhati Masalah Anak dan Keluarga</span></span></span></span></strong></em><strong><strong><span style="font-style:normal;"><span lang="sv-SE"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Verdana;">)</span></span></span></span></strong></strong></p>
<p style="line-height:150%;"><a name="more-492"></a><span lang="pt-BR"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Verdana;"><strong><em>Keluarga Samara. </em></strong>Akhir-akhir ini banyak kita jumpai permasalahan mengenai disorgani-sasi keluarga, di antaranya adalah perceraian. Kasus perceraian pasangan suami-istri sudah mencapai angka yang sangat mengkhawatirkan. Perceraian senantiasa membawa dampak yang mendalam bagi anggota keluarga meskipun tidak semua perceraian berdampak negatif.</span></span></span><span id="more-164"></span></p>
<p style="line-height:150%;"><span lang="pt-BR"></span></p>
<p><strong>Faktor Penyebab</strong></p>
<p style="line-height:150%;" lang="pt-BR"><span style="font-family:Verdana;"><span style="font-size:x-small;">Ada beberapa sebab pemicu perceraian, di antaranya:</span></span></p>
<p style="margin-left:.64cm;text-indent:-.64cm;line-height:150%;"><em><span lang="pt-BR"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Verdana;">1. Tidak memahami tujuan mendasar pembentukan keluarga.</span></span></span></em></p>
<p style="margin-left:.64cm;line-height:150%;"><span lang="pt-BR"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Verdana;">Sebagai sebuah ibadah, pernikahan memiliki sejumlah tujuan mulia. Memahami tujuan itu sangatlah penting guna menghindarkan pernikahan bergerak tak tentu arah yang akan membuatnya sia-sia tak bermakna. Tujuan-tujuan itu adalah untuk mewujudkan <em>mawaddah</em> dan <em>rahmah</em>, yakni terjalinnya cinta-kasih dan tergapainya ketenteraman hati (sakinah) (QS ar-Rum [30]: 21); melanjutkan keturunan dan menghindarkan dosa; mempererat tali silaturahmi; sebagai sarana dakwah; dan menggapai <em>mardhatillah</em>. Jika tujuan pernikahan yang sebenarnya dipahami dengan benar, insya Allah akan lebih mudah meraih keluarga sakinah, yang terhindar dari konflik-konflik yang berkepanjangan. Kesepahaman tentang tujuan pernikahan sesungguhnya akan menjadi perekat kokoh sebuah pernikahan.</span></span></span></p>
<p style="margin-left:.64cm;text-indent:-.64cm;line-height:150%;"><em><span lang="pt-BR"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Verdana;">2. Ketimpangan dalam persoalan hak dan kewajiban</span></span></span></em></p>
<p style="margin-left:.64cm;line-height:150%;"><span lang="pt-BR"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Verdana;">Islam memandang pernikahan sebagai <em>perjanjian yang berat<strong> </strong></em>(<em>mitsaq[an] ghalidza</em>) (QS an-Nisa’ [4]: 21) yang menuntut setiap orang yang terikat di dalamnya untuk memenuhi hak dan kewajibannya. Islam mengatur dengan sangat jelas hak dan kewajiban suami-istri, orangtua dan anak-anak, serta hubungan dengan keluarga yang lain. Islam memandang setiap anggota keluarga sebagai pemimpin dalam kedudukannya masing-masing. Nabi saw. Bersabda:</span></span></span></p>
<p style="margin-left:1.27cm;line-height:150%;" dir="rtl" align="right"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:medium;"><span lang="ar-SA">كُلُّكُمْ رَاعٍ فَمَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ … وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُمْ وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى بَيْتِ بَعْلِهَا وَوَلَدِهِ وَهِيَ مَسْئُولَةٌ عَنْهُمْ</span></span></span></p>
<p style="margin-left:1.27cm;line-height:150%;"><em><span lang="pt-BR"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Verdana;">Setiap kamu adalah pemimpin yang akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang telah dipercayakan kepadanya…Seorang ayah bertanggung jawab atas kehidupan keluarganya. Seorang ibu bertanggung jawab atas rumah dan anak suaminya serta akan dimintai pertanggungjawaban atasnya.</span></span></span></em> <span lang="pt-BR"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Verdana;">(HR al-Bukhari dan Muslim).</span></span></span></p>
<p style="margin-left:.64cm;line-height:150%;"><span lang="pt-BR"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Verdana;">Pernikahan dalam Islam bukan hanya berdimensi duniawi, tetapi juga <em>ukhrawi</em>. Dengan kata lain, pernikahan haruslah dipandang sebagai bagian dari amal salih untuk menciptakan pahala sebanyak-banyaknya, dalam kedudukan masing-masing, melalui pelaksanaan hak dan kewajiban dengan sebaik-baiknya. Terabaikannya hak dan kewajiban, misalnya soal nafkah, pendidikan atau perlindungan, tentu akan dengan sangat mudah menyulut perselisihan dalam keluarga yang bisa berujung pada perceraian.</span></span></span></p>
<p style="margin-left:.64cm;text-indent:-.64cm;line-height:150%;"><em><span lang="pt-BR"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Verdana;">3. Ketika fungsi keluarga sudah terabaikan.</span></span></span></em></p>
<p style="margin-left:.64cm;line-height:150%;" lang="sv-SE"><span style="font-family:Verdana;"><span style="font-size:x-small;">Islam mengajarkan prinsip keadilan dalam membina keluarga. Dalam hal ini, adil berarti meletakkan fungsi-fungsi keluarga secara memadai. Islam meletakkan fungsi keagamaan (ibadah dan amal salih) sebagai fungsi paling utama dalam keluarga. Bersumber dari fungsi keagamaan inilah, keluarga menghidupkan fungsi reproduksi, edukasi, perlindungan dan kasih sayang. Fungsi ekonomi, sosial dan rekreatif akan tumbuh sendiri jika fungsi-fungsi yang disebut sebelumnya dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.</span></span></p>
<p style="margin-left:.64cm;line-height:150%;"><span lang="sv-SE"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Verdana;">Setiap keluarga Muslim adalah ‘masjid’ yang memberikan pengalaman beragama bagi anggota-anggotanya, ‘madrasah’ yang mengajarkan norma-norma Islam, ‘benteng’ yang melindungi anggota keluarga dari berbagai gangguan (fisik dan non fisik), dan ‘rumah sakit’ yang memelihara dan merawat kesehatan fisik dan psikologis anggota keluarga. Keluarga juga bagaikan sebuah kompi dalam <em>hizbullah</em> yang turut serta dalam perjuangan menegakkan risalah Islam. Dari kompi ini pula dilahirkan kader-kader pejuang Islam. Ketika fungsi-fungsi ini tidak berjalan dengan baik atau tidak menyeluruh (misalnya hanya berjalan fungsi reproduksi, sedangkan fungsi edukasi tidak), cepat atau lambat keluarga itu akan menuju jurang perceraian.</span></span></span></p>
<p style="margin-left:.64cm;text-indent:-.64cm;line-height:150%;"><em><span lang="sv-SE"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Verdana;">4. Kebahagiaan yang tidak dirasakan.</span></span></span></em></p>
<p style="margin-left:.64cm;line-height:150%;" lang="sv-SE"><span style="font-family:Verdana;"><span style="font-size:x-small;">Keluarga sakinah adalah keluarga dengan enam kebahagiaan yang lahir dari usaha keras pasangan suami-istri dalam memenuhi semua hak dan kewajiban, baik kewajiban perorangan maupun kewajiban bersama. Amat jelas bagaimana Allah dan Rasul-Nya menuntun kita untuk mencapai setiap kebahagiaan itu. Enam kebahagiaan yang dimaksud adalah kebahagiaan finansial, seksual, intelektual, moral, spiritual dan ideologis. </span></span></p>
<p style="margin-left:.64cm;line-height:150%;"><span lang="sv-SE"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Verdana;">Mana dari enam kebahagiaan itu yang utama? Itu bergantung pada persepsi atau kerangka pandang dan pemahaman pasangan suami-istri. Keluarga Rasulullah dibangun dalam kerangka perjuangan. Inilah keluarga teladan dengan kebahagiaan ideologis. Namun, berdasarkan riwayat-riwayat yang sangat jelas, Rasul juga mampu menciptakan bagi keluarganya kebahagiaan intelektual, moral, spiritual, bahkan pula seksual. Secara finansial, Rasul memang hidup dalam kesahajaan. Namun, siapa sangka mereka juga ternyata merasakan kebahagiaan finansial. Sebabnya, kebahagiaan yang terakhir ini tidak ditentukan oleh jumlah harta yang dimiliki, tetapi oleh perasaan <em>qanaah</em> (perasaan cukup) atas rezeki yang Allah karuniakan. Ketika kebahagiaan itu tidak dirasakan akibat fungsi keluarga tidak berjalan utuh yang dipicu oleh ketimpangan dalam pemenuhan hak dan kewajiban, perceraian hanya menunggu waktu. </span></span></span></p>
<p style="line-height:150%;"><span lang="sv-SE"></span></p>
<p><strong>Mempertahankan Keutuhan Keluarga</strong></p>
<p style="line-height:150%;" lang="sv-SE"><span style="font-family:Verdana;"><span style="font-size:x-small;">Sangatlah penting bagi para pasangan yang akan menikah untuk mempersiapkan pernikahannya dengan baik sehingga dapat mengantisipasi badai yang akan menerpa dan pada saat hal tersebut terjadi dapat diatasi dengan baik. </span></span></p>
<p style="line-height:150%;" lang="sv-SE"><span style="font-family:Verdana;"><span style="font-size:x-small;">Kesabaran merupakan langkah utama ketika mulai muncul perselisihan dalam keluarga. Islam memerintahkan kepada suami-istri agar bergaul dengan cara yang baik serta mendorong mereka untuk bersabar dengan keadaan masing-masing pasangan. Sebab, boleh jadi di dalamnya terdapat kebaikan-kebaikan.</span></span></p>
<p style="margin-left:1.27cm;line-height:150%;" dir="rtl" align="right"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:medium;"><span lang="ar-SA">وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ فَإِنْ كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللَّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا</span></span></span></span></p>
<p style="margin-left:.64cm;line-height:150%;"><em><span lang="sv-SE"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Verdana;">Bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian, jika kalian tidak menyukai mereka (maka bersabarlah), karena mungkin kalian tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak </span></span></span></em><span lang="sv-SE"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Verdana;">(QS an-Nisa’ [4]: 19).</span></span></span></p>
<p style="line-height:150%;" lang="sv-SE"><span style="font-family:Verdana;"><span style="font-size:x-small;">Selanjutnya, sangat penting menjaga pintu dialog. Dialog dimaksudkan untuk menghilangkan hambatan-hambatan psikis. Kadang masalah muncul bukan karena tidak ada kecocokan pada kedua belah pihak, melainkan karena sangat kurangnya kesempatan bagi keduanya untuk berbincang-bincang. Boleh jadi hanya dengan dialog persoalan yang kelihatannya sulit akan mampu dipecahkan. Di sinilah dibutuhkan komunikasi yang baik antar suami-istri.</span></span></p>
<p style="line-height:150%;" lang="sv-SE"><span style="font-family:Verdana;"><span style="font-size:x-small;">Untuk membangun komunikasi yang baik, pasangan harus menyadari bahwa mereka merupakan dua pribadi yang unik dan berbeda. Pasangan tidak akan pernah bisa membangun sebuah kesamaan tanpa menyadari atau mengenali perbedaan yang ada. Mereka mungkin menyadari bahwa mereka berbeda, namun tidak tahu bagaimana cara menjembatani perbedaan yang ada dengan bijaksana sehingga konflik pun tak bisa dihindarkan lagi. </span></span></p>
<p style="line-height:150%;" lang="sv-SE"><span style="font-family:Verdana;"><span style="font-size:x-small;">Jika konflik antara suami-istri memang sudah tidak mampu diatasi berdua, sementara keadaan semakin runcing, maka kehadiran pihak ketiga sebagai penengah sangat diperlukan.</span></span></p>
<p style="margin-left:1.27cm;line-height:150%;" dir="rtl" align="right"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:medium;"><span lang="ar-SA">وَإِنْ خِفْتُمْ شِقَاقَ بَيْنِهِمَا فَابْعَثُوا حَكَمًا مِنْ أَهْلِهِ وَحَكَمًا مِنْ أَهْلِهَا إِنْ يُرِيدَا إِصْلَاحًا يُوَفِّقِ اللَّهُ بَيْنَهُمَا إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيمًا خَبِيرًا</span></span></span></span></p>
<p style="margin-left:.64cm;line-height:150%;"><em><span lang="sv-SE"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Verdana;">Jika kalian khawatir ada persengketaan di antara keduanya, maka kirimlah seorang hakam dari keluarga laki-laki dan seorang hakam dari keluarga perempuan. Jika kedua orang hakam itu bermaksud mengadakan perbaikan, niscaya Allah memberi taufik kepada suami-istri itu. Sesungguhnya Allah Mahatahu lagi Maha Mengenal </span></span></span></em><span lang="sv-SE"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Verdana;">(QS an-Nisa’ [4]: 35).</span></span></span></p>
<p style="line-height:150%;"><span lang="sv-SE"></span></p>
<p><strong>Ketika Perceraian Menjadi Pilihan</strong></p>
<p style="line-height:150%;" lang="sv-SE"><span style="font-family:Verdana;"><span style="font-size:x-small;">Jika memang perceraian merupakan pilihan satu-satunya maka beberapa hal penting mesti diperhatikan. Kehormatan masing-masing tetap harus terjaga. Hak-hak anak setelah orangtua berpisah tetap harus terpenuhi. Yang sering membawa kerusakan hubungan silaturahmi antara keluarga mantan suami atau istri bukanlah perceraian itu, tetapi sikap saling menyalahkan. Bahkan kadang keluar perkataan yang merusak kehormatan mantan istri atau suami. Sesungguhnya setelah perceraian terjadi, masing-masing sudah tidak ada ikatan apa-apa lagi. Jadi, mengapa juga mesti mengurusi orang yang sudah bukan suami atau istrinya lagi?</span></span></p>
<p style="line-height:150%;" lang="sv-SE"><span style="font-family:Verdana;"><span style="font-size:x-small;">Perceraian sering berakhir menyakitkan bagi pihak-pihak yang terlibat, termasuk di dalamnya anak-anak. Hak anak dalam persoalan nafkah dan kasih-sayang tetap harus terpenuhi walau kedua orangtuanya telah bercerai. Pada umumnya, orangtua yang bercerai akan lebih siap menghadapi perceraian itu daripada anak-anak mereka. Hal ini bisa terjadi karena biasanya perceraian sudah didahului dengan proses berpikir dan pertimbangan yang panjang sehingga ada persiapan mental dan fisik. Tidak demikian dengan anak-anak. Mereka tiba-tiba harus menerima keputusan tanpa sebelumnya memiliki ide dan bayangan bahwa hidup mereka akan berubah. Begitu perceraian terjadi, segeralah anak diberitahu bahwa akan terjadi perubahan dalam hidupnya. Misalnya tentang tidak akan tinggal lagi bersama, tetapi hanya dengan salah satu orangtua. Usahakan tetap menjadi tempat anak untuk mendapatkan kasih-sayang. Yakinkan anak bahwa sekalipun orangtuanya berpisah, mereka akan tetap mencintai anak. Jalin hubungan dengan anak melalui telepon atau saling berkunjung, karena sesungguhnya tidak ada yang namanya bekas anak atau bekas orangtua. </span></span></p>
<p style="line-height:150%;"><span lang="sv-SE"></span></p>
<p><strong>Pandangan Islam tentang Perceraian</strong></p>
<p style="line-height:150%;" lang="sv-SE"><span style="font-family:Verdana;"><span style="font-size:x-small;">Sesungguhnya pernikahan diselenggarakan dalam rangka membentuk keluarga dan sekaligus mewujudkan ketenangan di dalamnya. Jika di dalam kehidupan pernikahan muncul persoalan yang dapat mengganggu keluarga hingga batas yang tidak memungkinkan dipertahankan keutuhannya, maka harus ada jalan keluar bagi kedua belah pihak untuk berpisah. Dalam kondisi seperti ini, masing-masing pihak tidak harus memaksakan diri untuk mempertahankan ikatan pernikahan yang sudah diliputi dengan perselisihan terus-menerus atau bahkan mungkin juga kebencian. Sebagaimana Allah Swt. telah mensyariatkan pernikahan, Dia juga telah mensyariatkan adanya perceraian (talak).</span></span></p>
<p style="margin-left:1.27cm;line-height:150%;" dir="rtl" align="right"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:medium;"><span lang="ar-SA">الطَّلَاقُ مَرَّتَانِ فَإِمْسَاكٌ بِمَعْرُوفٍ أَوْ تَسْرِيحٌ بِإِحْسَانٍ</span></span></span></span></p>
<p style="margin-left:.64cm;line-height:150%;"><em><span lang="sv-SE"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Verdana;">Talak (yang dapat dirujuk) dua kali. Setelah itu boleh rujuk lagi dengan cara yang makruf atau menceraikannya dengan cara yang baik.</span></span></span></em><strong> </strong><span lang="sv-SE"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Verdana;">(QS al-Baqarah [2]: 229).</span></span></span></p>
<p style="line-height:150%;"><span lang="sv-SE"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Verdana;">Di dalam as-Sunnah, ada riwayat yang bersumber dari Umar Ibn al-Khahthab yang menyatakan, “<em>Nabi saw. sesungguhnya pernah menceraikan Hafshah, kemudian rujuk kembali dengannya.”</em></span></span></span></p>
<p style="line-height:150%;" lang="sv-SE"><span style="font-family:Verdana;"><span style="font-size:x-small;">Sebagaimana pernikahan, perceraian adalah solusi bagi masalah dalam rumah tangga. Sebagai solusi, perceraian boleh dilakukan tetapi tentu saja dengan cara yang baik dan benar agar tidak justru menimbulkan persoalan baru. (<a href="http://www.keluarga-samara.com/">www.keluarga-samara.com</a>) </span></span></p>
<p style="line-height:150%;"><em><span lang="sv-SE"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Verdana;">Wallâhu a’lam bi ash-shawâb.</span></span></span></em><strong> </strong></p>
<p style="line-height:150%;"><strong><span lang="sv-SE"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Verdana;">Sumber : Majalah Al Waie edisi Juni 2008</span></span></span></strong></p>
<p style="margin-bottom:0;">
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/baitijannati.wordpress.com/164/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/baitijannati.wordpress.com/164/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/baitijannati.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/baitijannati.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/baitijannati.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/baitijannati.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/baitijannati.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/baitijannati.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/baitijannati.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/baitijannati.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/baitijannati.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/baitijannati.wordpress.com/164/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&blog=719720&post=164&subd=baitijannati&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://baitijannati.wordpress.com/2008/05/31/menyelamatkan-keluarga-diambang-perceraian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5db4c5e4e99c900e96651e7e7268e5a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">faridm</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://baitijannati.files.wordpress.com/2008/05/zulia-ilmawati.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">zulia ilmawati</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Keluarga Sakinah, Keluarga Dambaan</title>
		<link>http://baitijannati.wordpress.com/2008/02/29/keluarga-sakinah-keluarga-dambaan/</link>
		<comments>http://baitijannati.wordpress.com/2008/02/29/keluarga-sakinah-keluarga-dambaan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Feb 2008 21:41:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Farid Ma'ruf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga Samara]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://baitijannati.wordpress.com/2008/02/29/keluarga-sakinah-keluarga-dambaan/</guid>
		<description><![CDATA[Semoga menjadi keluarga sakinah mawaddah wa rahmah. Ungkapan ini sering terdengar seiring dengan musim orang menikah. Seakan sudah menjadi kalimat pakem yang harus diucapkan saat menghadiri kondangan dan menyalami sang mempelai. Lantas apa maksud dari ungkapan tersebut ? 
  Keluarga Samara. Sebagai sebuah ibadah, tentu saja pernikahan memiliki sejumlah tujuan yang mulia. Memahami tujuan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&blog=719720&post=154&subd=baitijannati&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:normal;" align="center"><i><span>Semoga menjadi keluarga sakinah mawaddah wa rahmah. Ungkapan ini sering terdengar seiring dengan musim orang menikah. Seakan sudah menjadi kalimat pakem yang harus diucapkan saat menghadiri kondangan dan menyalami sang mempelai. Lantas apa maksud dari ungkapan tersebut</span></i><span> ? </span><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:normal;"><span>  </span><b><i><span>Keluarga Samara. </span></i></b><span>Sebagai sebuah ibadah, tentu saja pernikahan memiliki sejumlah tujuan yang mulia. Memahami tujuan itu akan menghindarkan pernikahan hanya sekedar ajang pelampiasan nafsu seksual belaka. Tujuan-tujuan itu adalah <i>pertama</i> mewujudkan mawaddah dan rahmat, yakni terjalinnya cinta kasih dan tergapainya ketentraman hati (ar-Rum : 21). <i>Kedua</i>, sebagai upaya mengikuti sunnah Rasulullah. <i>Ketiga,</i> melanjutkan keturunan dan menghindari dosa. <i>Keempat</i>, untuk mempererat tali silaturahim. <i>Kelima</i>, pernikahan sebagai sarana dakwah. <i>Keenam</i>, dalam rangka menggapai mardhatillah.</span><span id="more-154"></span><span></span><span> </span><b><span style="font-size:18pt;"></span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:normal;"><span>Jika demikian tujuan pernikahan yang sebenarnya, maka dapat dipastikan bahwa suatu pernikahan yang tidak diarahkan untuk mewujudkan keluarga sakinah, berarti jauh dari apa yang diajarkan oleh Islam itu sendiri. Lalu, apa ukuran sebuah keluarga disebut keluarga sakinah? </span><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><b><span>Keluarga Sakinah: Keluarga dengan Enam Kebahagiaan </span></b><b><span style="font-size:13.5pt;"></span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;line-height:normal;" align="left"><span>            Keluarga sakinah adalah keluarga dengan enam kebahagiaan yang terlahir dari usaha keras pasangan suami istri dalam memenuhi semua  kewajiban, baik  kewajiban perorangan maupun kewajiban bersama. Teramat jelas bagaimana Allah dan Rasul-Nya menuntun kita untuk mencapai tiap kebahagiaan itu. Enam kebahagiaan yang dimaksud adalah:</span><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:normal;"><i><span>Pertama</span></i><span>, kebahagiaan finansial. Kepala keluarga wajib mencukupi kebutuhan nafkah istri dan anak-anaknya dengan berbagai usaha yang halal. Kebahagiaan finansial adalah ketika kebutuhan <i>asasi </i>seperti sandang, papan dan pangan, serta kebutuhan <i>dharuri</i> seperti pendidikan, kesehatan, keamanan, terlebih bila kebutuhan <i>kamali</i> dapat dipenuhi. Sehingga keluarga itu dapat hidup normal, mandiri, bahkan bisa memberi. </span><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span>            <i>Kedua</i>, kebahagiaan seksual. Sudah menjadi fitrahnya, dalam kehidupan rumah tangga suami istri ingin meraih kepuasan seksual. Islam menuntunkan agar istri senantiasa bersiap memenuhi panggilan suami, tapi juga diajarkan agar suami selalu memperhatikan kebutuhan seksual istri. Ketika sepasang suami istri secara bersama dapat mencapai kepuasan seksual, maka mereka akan merasakan kebahagiaan seksual. Terlebih bila dari aktifitas seksual itu kemudian terlahir anak. Dengan pendidikan yang baik tumbuh menjadi anak yang shalih dan shalihah,  kebahagiaan akan semakin memuncak. </span><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:18pt;line-height:normal;"><i><span>Ketiga</span></i><span>, kebahagiaan spiritual. Salah satu kewajiban bersama suami istri adalah melaksanakan ibadah-ibadah <i>mahdah</i> seperti shalat, puasa, zakat, haji dan sebagainya. Ketika sebuah keluarga terdiri dari pasangan suami istri yang rajin beribadah, dan dalam moment-moment tertentu memenuhi anjuran Allah dan Rasul-Nya untuk melaksanakannya secara bersama, seperti shalat berjamaah, membaca al-Qur’an, puasa sunnah dan sebagainya, maka kehidupan rumah tangga itu akan dihiasi oleh suasana religius dengan aura spiritual yang kental. Mereka merasakan secara bersama nikmatnya beribadah kepada Allah. Inilah yang disebut kebahagiaan spiritual. </span><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:18pt;line-height:normal;"><span> <i>Keempat</i>, kebahagiaan moral. Suami wajib menggauli istri dengan ma’ruf. Istri juga wajib bersikap sopan dan patuh kepada suami. Suami istri bersikap sayang kepada anak-anak, sementara anak wajib bersikap hormat kepada kedua orang tuanya. Ketika pergaulan antar anggota keluarga, juga dengan karib kerabat dan tetangga, senantiasa dihiasi dengan akhlaq mulia, akan terciptalah kebahagiaan moral. </span><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:18pt;line-height:normal;"><span>Masing-masing akan merasa nyaman dan tenteram tinggal di rumah itu. Rumah akan benar-benar dirasakan sebagai tempat yang memberikan ketenangan, bukan sebaliknya. Keresahan yang membuat para penghuninya tidak betah tinggal di sana.  </span><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:18pt;line-height:normal;"><i><span>Kelima</span></i><span>, kebahagian intelektual. Untuk menjalani hidup dengan sebaik-baiknya menurut tolok ukur Islam, juga untuk mampu mengatasi secara cepat dan tepat setiap problematika keluarga yang timbul, diperlukan pengetahuan akan <i>ara’</i> (pendapat), <i>afkar</i> (pemikiran) dan <i>ahkam</i> (hukum-hukum) Islam pada pasangan suami istri. Maka menuntut ilmu (<i>tsaqofah Islam</i>) adalah wajib. </span><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:18pt;line-height:normal;"><span>Ketika, sepasang suami istri memiliki pemahaman dan ilmu Islam yang cukup sedemikian kebutuhan untuk hidup secara Islami dan menjawab setiap masalah  tercukupi, mereka akan merasakan suatu kebahagiaan karena hidup akan dirasakan terkendali, terang dan mantap. Pengetahuan memang akan mendatangkan kebahagiaan. Sebagaimana kebodohan mendatangkan kesedihan. Inilah yang disebut kebahagiaan intelektual.    </span><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:18pt;line-height:normal;"><i><span>Keenam</span></i><span>, kebahagiaan ideologis.  Keluarga dalam Islam bukan hanya dibentuk untuk memenuhi kebutuhan individu, tapi juga memuat misi keumatan. Yakni sebagai basis para pejuang Islam dalam usahanya menegakkan risalah Islam. Dengan misi itu, berarti masing-masing anggota keluarga diarahkan untuk memiliki peran yang nyata dalam dakwah. Termasuk  anak-anak yang terlahir dididik untuk menjadi kader dakwah yang tangguh di masa mendatang. </span><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:18pt;line-height:normal;"><span>Nah, keluarga yang mampu merealisasikan misi Islam yang amat mulia inilah keluarga muslim yang sebenarnya. Ketika suami istri merasa mampu mengayuh biduk rumah tangganya dalam kerangka misi tersebut, pasti mereka akan merasakan suatu  kebahagiaan tersendiri. Kebahagiaan itu kita sebut kebahagiaan ideologis.  </span><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:normal;"><span>Manakah diantara keenam kebahagiaan itu yang utama? Tergantung pada persepsi atau pemahaman pasangan suami istri. Keluarga Rasulullah dibangun dengan meletakkannya pada kerangka perjuangan. Inilah keluarga teladan dengan kebahagiaan ideologis. Tapi berdasarkan riwayat-riwayat yang sangat jelas, Rasul juga mampu menciptakan kebahagiaan intelektual, kebahagiaan moral, spiritual, termasuk seksual bagi keluarganya. </span><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:normal;"><span>Secara finansial, Rasul memang hidup dalam kesahajaan. Tapi siapa sangka mereka juga ternyata merasakan kebahagiaan finansial. Karena kebahagiaan yang terakhir ini tidak ditentukan oleh jumlah harta yang dimiliki, tapi oleh perasaan <i>qanaah </i>(cukup) atas rizki yang Allah karuniakan. </span><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span>  </span><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><b><span>Kesiapan Mental Spiritual </span></b><b><span style="font-size:18pt;"></span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;line-height:normal;" align="left"><span>  </span><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:normal;"><span>Paling sedikit ada empat persiapan yang harus dilakukan untuk membentuk keluarga sakinah mawaddah wa rahmah. Yakni persiapan ilmu menyangkut tentang bagaimana hidup sebagai istri/ibu atau sebagai suami/bapak dan bagaimana menjalani hidup bersama dalam sebuah keluarga dengan segala hak dan kewajibannya. Berikutnya adalah persiapan mental, finansial dan fisikal (kesehatan).  </span><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:normal;"><span>Empat persiapan itu  perlu dilakukan oleh calon pengantin, mengingat bahwa pernikahan berarti mempertautkan dua pribadi  dari dua keluarga yang sama sekali berbeda. Hidup dalam satu atap dengan pasangan barunya  jelas akan membawa perubahan-perubahan yang drastis. Yang semula sendiri, kini berdua. Yang semula bebas kini terikat dengan hak dan tanggungjawab dan sebagainya. </span><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:normal;"><span>Untuk menghadapi semua itu, diperlukan kesiapan mental. Yakni bagaimana menghadapi tekanan hidup dengan berbagai macam problematika kehidupan, kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan pasangan dan  sebagainya. Pasangan yang memiliki kesiapan mental akan dapat menjalani semua tekanan itu dengan jiwa yang tegar, sabar dan optimis. </span><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:normal;"><span> Sebaliknya yang tidak memiliki kesiapan mental akan banyak sekali menghadapi tekanan mental. Mungkin persoalan yang dihadapi sebenarnnya biasa-biasa saja, tapi karena memang dasarnya miskin ketahanan mental, akibatnya  menjadi sangat serius. </span><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span>            Keluarga yang normal dalam ukuran Islam adalah keluarga yang mampu mewujudkan sejumlah fungsi pokoknya, yaknsi fungsi ekonomi, fungsi sosial, fungsi edukatif, fungsi protektif, fungsi religius, fungsi rekreatif, fungsi dakwah dan fungsi afektif. Terpenuhinya seluruh hak dan kewajiban anggota keluarga (suami, istri dan anak-anak) akan membuat semua fungsi tersebut berjalan. </span><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:normal;"><span>Sehingga peluang tercapainya enam kebahagiaan dalam keluarga sakinah terbuka lebar. Sebaliknya, pengabaian sebagian apalagi seluruh hak dan kewajiban anggota keluarga jelas akan menimbulkan disfungsi keluarga. Ujungnya, tak satu pun kebahagiaan bisa diraih. </span><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span>            Buruknya relasi suami istri acap dipicu tidak didapatkannya salah satu atau lebih dari enam kebahagiaan tersebut di atas. Seorang suami yang mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan finansial keluarga akan memancing reaksi negatif dari sang istri. Terlebih bila tolok ukur kebahagiaan istri pada tercapainya perolehan materi. </span><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:normal;"><span> Begitu juga pasangan suami istri yang gagal mencapai kepuasan seksual, bergaul secara kasar, miskin pemahaman Islam, kering nuansa ibadah dan tak secuilpun terpikir perjuangan Islam, jelas akan memurukkan keluarga itu ke jurang disfungsi yang teramat fatal. Bila tidak segera teratasi, keutuhan keluarga itu akan terancam. Paling tidak kehidupan keluarga itu tidak harmonis, kering dan menggelisahkan. (<a href="http://www.keluarga-samara.com/">www.keluarga-samara.com</a>)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span> </span></p>
<p><span>Sumber : Majalah Female Readers (Zulia)</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/baitijannati.wordpress.com/154/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/baitijannati.wordpress.com/154/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/baitijannati.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/baitijannati.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/baitijannati.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/baitijannati.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/baitijannati.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/baitijannati.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/baitijannati.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/baitijannati.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/baitijannati.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/baitijannati.wordpress.com/154/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&blog=719720&post=154&subd=baitijannati&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://baitijannati.wordpress.com/2008/02/29/keluarga-sakinah-keluarga-dambaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5db4c5e4e99c900e96651e7e7268e5a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">faridm</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bagi Yang AKAN, SEDANG DAN BOSAN menikah</title>
		<link>http://baitijannati.wordpress.com/2008/01/28/bagi-yang-akan-sedang-dan-bosan-menikah/</link>
		<comments>http://baitijannati.wordpress.com/2008/01/28/bagi-yang-akan-sedang-dan-bosan-menikah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Jan 2008 21:42:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Farid Ma'ruf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga Samara]]></category>
		<category><![CDATA[Kiat Praktis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://baitijannati.wordpress.com/2008/01/28/bagi-yang-akan-sedang-dan-bosan-menikah/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Yumna
Baitijannati. Sebuah kecenderungan yang dimiliki kaum wanita pada umumnya adalah berbagi rasa, berbagi kesedihan dan kebahagian dengan shahabat terdekat mereka. Dan obrolan yang tidak jarang kita dapati adalah obrolan yang menyangkut permasalah cinta, anak dan keluarga (baca:suami) . Mulai dari yang ingin sekali menggenapkan dien, berusaha mengatasi permasalah yang terjadi dalam kehidupan pernikahan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&blog=719720&post=141&subd=baitijannati&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><b><span style="line-height:200%;">Oleh : Yumna</span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><b><i><span>Baitijannati. </span></i></b><span>Sebuah kecenderungan yang dimiliki kaum wanita pada umumnya adalah berbagi rasa, berbagi kesedihan dan kebahagian dengan shahabat terdekat mereka. Dan obrolan yang tidak jarang kita dapati adalah obrolan yang menyangkut permasalah cinta, anak dan keluarga (baca:suami) . Mulai dari yang ingin sekali menggenapkan dien, berusaha mengatasi permasalah yang terjadi dalam kehidupan pernikahan atau keinginan untuk meminta cerai. Tulisan berikut patut dibaca oleh siapapun yang akan menikah, dalam masa kehidupan pernikahan dan juga yang sudah bosan untuk menikah (berfikir untuk bercerai).</span><span id="more-141"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><b><span>Beberapa TIPS</span></b><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span>Bagi siapapun yang sudah beristri atau bersuami pasti pernah merasa bosan, suntuk, marah, jengkel, ataupun gelisah melihat suami atau sesaat setelah mendapat perlakuan suami. Kejengkelan itu kadang diutarakan dalam bentuk &#8220;Aksi diam&#8221; atau terkadang dengan teriakan marah bahkan ada yang samapai mencaci dan mengungkit kekurangan dan kesalahan suami di masa lampau. Jika hal ini dibiarkan maka akan bisa mendorong kepada tindakan yang melapau batas, rasa kalut, marah dan putus asa akan bisa berubah menjadi tindakan nekat seperti kabur dari rumah sampai sampai usaha mengakhiri hidup (baca: bunuh diri)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span>Sebelum itu semua terjadi, tolong renungkan sebentar dan pertanyakan diri kita sendiri, sudahkah kita mengikuti beberapa cara berfikir dan bertindak seperti berikut:</span></p>
<ol>
<li class="MsoNormal"><span>Pastikan      pasangan kita tahu kalo kita sedang marah dan kecewa terhadapnya, karena      pasangan kita bukanlah ahli ramal yang bias membaca pikiran orang. Jika      kita tidak menyampaikan isi hati kita maka sampai kapanpun pasangan kita      tidak akan mengerti kenapa kita kecewa kepadanya</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Pastikan bahwa      &#8220;amarah&#8221; kita beralasan. Tak jarang ada wanita yang marah hanya      karena suami salah pencet pasta gigi, atau suami yang  menaruh sepatu      melintang bukannya membujur atau suami menaruh kaos kaki di dekat meja      makan dan tidak dirak sepatu yang ada, atau suami yang suka tidur miring      kanan bukannya miring ke kiri. Jangan marah hanya dengan alasan yang      seperti ini karena hal ini hanya akan membuat kita stress sendiri,      marahlah jika ada aturan Allah yang mereka langgar, marahlah jika dia      berbuat haram. Sisanyaâ€¦Jangan!</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Sampaikan      kekecewaan/ kemarahan anda dengan cara yang bijak dan penuh cinta. Marah      adalah api, api bisa membakar, kalo sudah membakar pasti ada yang hangus      dan jika sudah hangus maka tidak akan bias dikembalikan seperti sedia      kala. Artinya jika kita menyampaikan rasa marah dengan penuh kemarahan dan      kebenciana maka dijamin tidak akan membawa hasil! Contoh marah yang sopan:      &#8220;Kanda sayang, dinda marah kepada kanda loh, kelihatan nggak dari      wajah dinda? Inginkah kanda mengetahui apa yang bikin dinda marah??â€</span><span style="font-family:'Century Gothic';"></span><span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Jangan marah      bersama sama, karena kalo dua pasangan marah bersamaan maka rumah akan      seperti hutan kebakaran, panas!! kalau pasangan kita jadi api, maka kita      harus menjadi air buatnya, demikian juga sebaliknya agar panas itu segera      redam, mungkin kita yang lebih sering menjadi air tapi tak mengapa karena      justru nantinya keberadaan kita sebagai air akan dirindukan oleh sang api      untuk mendinginkannya. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Jangan pernah      membawa bawa kesalahan tempo dulu. wanita cenderung ingat tentang kesalahan      suami dari hari pertama menikah sampai berakhirnya pernikahan. Entah      kenapa, sungguh menakjubkan kekuatan memori seorang wanita berkaitan      dengan hal ini. Sayangnya jika sudah marah, ada sekian banyak daftar      kesalahan yang harus si wanita sebutkan untuk membuat lawan bicara (baca:      suami ) KO. Hal ini tidaklah patut dilakuakan seorang wanita karena kalo      sebagai wanita sudah merasa â€˜lebihâ€™ benar dari suami maka isteri akan      kehilangan kepercayaan dan simpati dari suami. Sampai sampai bagi suami,      istr tak ubahnya sebuah ember kosong yang nyaring bunyinya setiap kali      dipukul<i>.</i></span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Jangan pernah      berangkat ke peraduan sambil memendam rasa marah yang tak terungkap.      Sampaikan sebelum kita beranjak tidur, minta lah maaf jika memang perlu      karena siapa tahu Allah tidak mengembalikan nyawa kita ke jasad kita      kembali (baca: meninggal dunia di tempat tidur).</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Kita bisa cuek      terhadap seluruh dunia tapi jangan pernah kita cuek terhadap pasangan kita      sedikitpun.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Ingatlah..bahwa      dibalik suami yang sukses ada isetri yang bekerja keras tak kenal lelah      untuk mendukung suaminya. Mungkin kita tidak dikenal dan diakui dunia tapi      jika suami berhasil maka dunia mengakuinya bahwa sebenarnya itu adalah      keberhasilan sang wanita sebagai teman hidupnya.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Ingatlah bahwa      untuk bertengkar membutuh 2 orang, Jika salah satu mengajak bertengkar dan      yang lain berusaha diam dan menyingkir maka dijamin pertengkaran tidak      akan terjadi.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Jika kita      berbuat salah, cobalah untuk mampu mengakuinya karena mengakui tidak      membuat kita buruk di hadapan pasangan tapi justru dihargai karena kita      berjiwa ksatria.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Sekali sehari,      jangan pernah lupa mengucapkan hal manis kepada pasangan kita, entah itu      komentar terhdapa baju yang dia pakai, parfum, masakan atau sekedar senyum      pasangan kita.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Jangan pernah      pergi ke tempat tidur tidur lebih dari 10 menit setelah pasangan kita      pergi tidur.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Ingat juga bahwa      pasangan kita lebih penting dari radio, televisi dan terlebih komputer .</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Dengarkan      pasangan kita dengan penuh perhatian ketika mereka berbicara, jika perlu      tataplah matanya dan jangan membuang muka. karena jika kita melakukannya      maka lain waktu mereka tidak akan membagi perasaannya dengan kita.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Kenalilah jika      pasangan kita memakai hal hal baru, rambut baru, baju baru, anting dan      kalung dan berilah komentar. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Jangan pernah pelit      memberi pujian kepada pasangan karena kita tidak akan kehilangan apapun      jika kita memuji pasangan. Justru sebaliknya, pujian akan makin memupuk      rasa kasih diantara kedua pasangan.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Jangan pernah      mengumpat dan menghina pasangan kita dengan sengaja, karena tulisan bisa      di hapus, tapi perkataan tidak bisa dicabut. sekali terucap, bekasnya akan      selalu ada disana!</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Jangan pula      mahal menyampaikan ucapan terima kasih, ucapan paling bagus adalah <i>Jazakumullah      khairan katsira</i>, dan jangan pula malu menyampaikan isi hati kita      dihadapan pasangan kita. misalkan sebelum berangkat kerja sampaikan      :&#8221;<i>I love you, Honey!&#8221;</i> dan tidak cukup itu sampaikan pula      doa untuknya : <i>&#8220;semoga Allah memberkahi langkah mu mencari nafkah      hari ini, Sayang!&#8221;</i> atau &#8220;<i>semoga Rezeqi yang engkau peroleh      hari ini barakah, Wahai Cinta!&#8221;</i> perlu diingat bahwa doa yang      menembus langit ke tujuh dan langung diterima Allah adalah doa seorang      isteri untuk suaminya.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Ada</span><span> bagusnya dibuat      sebuah aturan aturan, siapa yang bangun terakhir maka dia yang merapikan      tempat tidur. Memang itu tugas isteri tapi jika ada suami yang mau      melakukannya untuk anda maka anda beruntung memilikinya!</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Kenali jika      pasangan kita tampak capek dan kelelahan, jangan banyak bicarakan masalah      dan uneg uneg kita di saat seperti ini karena kemungkinan besar kitalah      yang menjadi masalah baru. Tunggulah sampai si dia reda dan berilah      tanggapan serta empati atau perhatian agar kelelahan si dia bisa      terkurangi, syukur kalo bisa terobati karena wajah manis kita.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Jangan pernah      mengkritisi pasangan anda di hadapan publik, tunggulah disaat kita berdua      saja dengannya. lagi lagi sampaikan dengan &#8216;bahasa kalbu&#8217;, jangan      menghakimi tetapi gunakan pertanyaan yang mampu membuat dia berfiikir lagi      tentang kesalahan yang telah dia perbuat. misal:&#8221;Sayang. ..,aku      melihat kamu tadi begini, menurutku kurang pas, bagaimana menurutmu?&#8221;</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><b><span>Last but not Least</span></b><span></span></p>
<ul>
<li class="MsoNormal"><span>Ingatlah bahwa      anda beruntung sudah memiliki pasangan hidup, masih banyak wanita diluar      sana yang berharap bisa mendapatkan pendamping dan mereka berjanji pada      diri mereka sendiri bahwa kelak mereka akan berusaha keras membahagiakan      pasangan hidup mereka, so hargai nikmat Allah bagi anda yang sudah      menikah!</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Janganlah kita      berharap memiliki suami sempurna jika kita sendiri tidak sempurna, apakah      kita sudah sehebat Bunda Khadijah R.A hingga kita ingin suami sebaik      Muhammad SAW? apakah kita setangguh Fathimah bin Muhammad R.A hingga kita      berharap laki laki se-sholeh Ali bin abi tholib? jawabnya ada di dalam      hati anda</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Sebelum berfikir      tentang perceraian dan perpisahan, carilah 100 hal buruk yang telah      pasangan anda lakukan terhadap anda, jika anda menemukannya maka anda-lah      yang kurang bersyukur hingga mampu melihat banyak sekali kekurangan orang      lain. bagaimana dengan kekurangan anda sendiri? kalo-lah anda tidak      berhasil menemukan 100 alasan maka jangan pernah terbersit kata cerai di      benak anda&#8230;karena itu adalah godaan syaithan dan yang anda perlukan      hanya kesabaran dalam berproses memahami pasangan anda. ingat!      keberhasilan terbesar syaithan adalah jika dia berhasil memisahkan suami      dan isteri (baca:cerai) .</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Jangan pernah      membandingkan rumah tangga anda dengan rumah tangga orang lain,      bandingkalah dengan rumah tangga Rosulullah Muahmmad SAW agar kita bisa      menarik contoh dan pelajaran darinya.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Jangan pernah      anda bandingkan pasangan anda dengan pasangan orang lain karena sungguh      ketika Allah seudah menjadikan pasangan itu milik anda maka itulah yang      terbaik, <i>we just need to work for adjusting to each other</i>.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Kalo memang anda      tidak ingin suami menduakan cinta anda maka kembali ingatlah, apakah anda      pernah menceritakan wanita lain kepada suami anda? jika ya? maka      kemungkinan besar masalah itu anda sendiri yang mengundangnya.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Kalo anda      melihat pasangan anda tidak betah dirumah, cek kembali perilaku dan      tampilan anda, bisa jadi suami pulang anda masih bau bawang goreng, suami      pulang rumah acak acakan, suami pulang anak anak masih belum mandi, suami      pualng setrikaan dan cucian masih menumpuk dan suami pulang anda pun tidak      menyiapkan diri dengan senyuman lebar yang menenangkan.</span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:12pt;line-height:normal;"><span>Mari kita lakukan apa yang mustinya kita lakukan, mari kita berfikir layaknya seorang wanita muslimah berfikir&#8230;. inshaAllah rumah tangga anda berhasil.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span>Semoga bermanfaat.. kalo ada tips yang kurang pas, mohon maaf, kalo ada bahasa yang aneh mohon maaf, kalo ada pelajaran maka semua kebenaran datang dari Allah semata. (<a href="http://www.baitijannati.wordpress.com/">www.baitijannati.wordpress.com</a>) </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="line-height:200%;">Yumna &#8211; London, Jan 28th 2008 (disarikan dari Muslim marriage Guidance)</span><span style="line-height:200%;"></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/baitijannati.wordpress.com/141/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/baitijannati.wordpress.com/141/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/baitijannati.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/baitijannati.wordpress.com/141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/baitijannati.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/baitijannati.wordpress.com/141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/baitijannati.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/baitijannati.wordpress.com/141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/baitijannati.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/baitijannati.wordpress.com/141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/baitijannati.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/baitijannati.wordpress.com/141/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&blog=719720&post=141&subd=baitijannati&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://baitijannati.wordpress.com/2008/01/28/bagi-yang-akan-sedang-dan-bosan-menikah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5db4c5e4e99c900e96651e7e7268e5a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">faridm</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Suami Istri Kompak ? Wah&#8230;,Harus Itu!</title>
		<link>http://baitijannati.wordpress.com/2007/11/27/suami-istri-kompak-wahharus-itu/</link>
		<comments>http://baitijannati.wordpress.com/2007/11/27/suami-istri-kompak-wahharus-itu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Nov 2007 14:05:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Farid Ma'ruf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga Samara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://baitijannati.wordpress.com/2007/11/27/suami-istri-kompak-wahharus-itu/</guid>
		<description><![CDATA[baitijannati. &#8220;Mama nggak usah turut campur deh dengan urusan-urusan papa. Yang penting papa bisa kasih duit cukup, dan pekerjaan mama cukup mengurus rumah ini dengan baik,&#8221;ungkap Ardi. Nina, sang istri pun hanya terdiam dalam pilu mendengar kata-kata yang meluncur deras dari suaminya.
Di hadapan istrinya, Rinto menegaskan,&#8221;Mama kemanakan sih uang yang papa kasih? Kok selalu tidak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&blog=719720&post=124&subd=baitijannati&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal"><span><em><strong>baitijannati. </strong></em>&#8220;Mama nggak usah turut campur deh dengan urusan-urusan papa. Yang penting papa bisa kasih duit cukup, dan pekerjaan mama cukup mengurus rumah ini dengan baik,&#8221;ungkap Ardi. Nina, sang istri pun hanya terdiam dalam pilu mendengar kata-kata yang meluncur deras dari suaminya.</span><span id="more-124"></span></p>
<p>Di hadapan istrinya, Rinto menegaskan,&#8221;Mama kemanakan sih uang yang papa kasih? Kok selalu tidak cukup. Memangnya cari duit itu gampang?&#8221;ungkap Rinto dengan nada marah. Dan Tias pun tak kalah berangnya menanggapi omelan suaminya,&#8221;Dulu Mas yang minta aku berhenti kerja. Kalau tidak kan nggak akan seperti ini. Aku juga bisa kok cari duit sendiri, supaya aku nggak terlalu tergantung padamu.&#8221;<br />
Tak kalah hebohnya adalah apa yang dikatakan Elen kepada suaminya,&#8221;Mas, krisis ekonomi semakin menggila. Gaji Mas pas-pasan. Sudahlah… biar aku saja yang kerja. Dengan jabatanku sebagai manajer di perusahaanku, kesulitan ekonomi rumah tangga kita akan beres. Sekarang Mas saja yang ngurusin anak-anak di rumah&#8221;<br />
Pertengkaran-pertengkaran kecil semacam ini, barangkali sering kita dengar di dalam sebuah kehidupan suami istri. Suami tak puas dengan apa yang dilakukan istri, pun demikian, istri pun tak puas dengan apa yang dilakukan suami. Akibatnya, antara suami dan istri senantiasa saling tuntut-menuntut. Suami merasa dirinya capek karena harus mencari nafkah untuk menghidupi istri dan anak. Istri pun merasa sudah begitu letih disibukkan oleh setumpuk pekerjaan kerumahtanggaan yang rasanya tak ada habis-habisnya. Kalau sudah demikian, pertengkaran adalah perkara yang sangat mudah terjadi. Rasanya tak ada lagi kebahagiaan yang mampu diharapkan dari kebersamaannya sebagai suami-istri. Yang tersisa hanyalah kekecewaan. Mengapa ini bisa terjadi?<br />
Jika kita renungkan dalam-dalam, kehidupan suami-istri adalah kehidupan yang dari awal telah dirancang dan disepa-kati oleh dua insan untuk mewujudkan kebahagiaan, ketenangan dan kasih sayang. Namun, seringkali berbagai harapan keindahan itu sirna ditelan oleh pertengkaran-pertengkaran yang berawal dari ketidakpahaman baik pihak suami maupun istri akan arti sebuah pernikahan.<br />
Islam sebagai sebuah aturan kehidupan telah memesankan bahwa sebuah kehidupan berjudul &#8220;suami-istri&#8221; adalah kehidupan &#8220;persahabatan&#8221;, dan bukan &#8220;kemitraan&#8221;. Berbeda dengan kemitraan yang lebih bernuansa perhitungan untung-rugi &#8211; layaknya sebuah perdagangan. Kehidupan persahabatan yang terjalin diantara suami-istri tidak didasarkan pada ada tidaknya keuntungan ataupun kerugian dari kebersamaan mereka. Suami sebagai sahabat sejati bagi istri, pun sebaliknya istri sebagai sahabat sejati bagi suami dimaksudkan untuk mewujudkan sebuah kedamaian dalam kebersamaan kehidupan yang mereka jalani.<br />
Pintu pernikahan yang telah mendudukkan mereka sebagai pasangan suami istri akan menjadikan suami merasa tenteram dan damai di sisi istrinya, begitu pula sebaliknya, seorang istri akan merasa damai dan tenteram di sisi suaminya. Karena watak asli sebuah pernikahan adalah &#8220;ketenteraman&#8221;.<br />
Islam telah menggariskan apa-apa yang menjadi hak istri atas suaminya dan hak suami atas istrinya. Seorang suami oleh Islam telah diberikan hak untuk menduduki posisi sebagi pemimpin rumah tangga. Namun, dengan posisi ini suami tidaklah lantas bertindak secara otoriter bak seorang raja yang tak bisa dilanggar perintahnya. Seorang istri berhak untuk menjawab atau menanggapi ucapan suaminya, berdiskusi dengannya serta membahas apa saja yang dikatakannya. Sebab pada dasarnya keduanya adalah dua orang sahabat, bukan pihak yang memerintah dan diperintah, bukan atasan dan bawahan.<br />
Memang benar, kewajiban nafkah ada di pundak suami, sehingga secara ekonomi seorang istri pasti sangat bergantung kepada sang suami. Masalah ekonomi oleh banyak kalangan sering diidentikkan dengan masalah &#8220;hidup dan mati&#8221;, lantaran menyangkut urusan &#8220;perut&#8221; yang tidak bisa &#8216;tidak dipenuhi&#8217;. Meski nafkah adalah urusan yang sangat urgen menyangkut &#8220;hidup dan mati&#8221;, namun kondisi ini bukan berarti membolehkan suami berlaku layaknya seorang majikan yang bebas memperlakukan istri semaunya sendiri, menjadikannya sebagai alasan untuk berbuat semena-mena terhadap istri, mengancam ataupun mencela istri lantaran kehidupan istri ada di tangannya.<br />
Islam mengajarkan kepada seorang suami untuk bersikap lemah lembut kepada istri, menghargai istri, penuh kasih sayang serta menjauhkan diri dari sikap ororiter dan semena-mena. &#8220;Janganlah kalian pernah mengetuk pintu rumah (istri) pada malam hari sampai wanita itu menyisir rambutnya yang kusut dan istri yang ditinggal suaminya itu mempercantik diri.&#8221; Hadits ini menggambarkan betapa seorang suami diajarkan untuk berbuat baik pada istrinya.<br />
Sebagaimana Islam meletakkan kewajiban nafkah di pundak suami, Islam sekaligus menempatkan seorang istri sebagai penanggung jawab urusan rumah tangga suaminya. Istrilah yang harus mengelola segala perkara yang menyangkut kerumahtanggaan dengan sebaik-baiknya. Diakui, tugas istri tidaklah ringan. Mulai dari melayani keperluan suami, menun-taskan pekerjaan-pekerjaan rutin seperti menyiapkan makanan sekeluarga, membe-reskan pakaian, merapikan rumah, menja-ga kebersihan rumah dan lingkungan, sampai memegang tanggung jawab penuh dalam pengasuhan dan pendidikan anak.<br />
Dengan peran ini, seorang istri tidak boleh berpikiran bahwa dirinya telah diposisikan sebagai &#8220;babu&#8221; lantaran jenis-jenis pekerjaan kerumahtanggaan yang dibebankan kepadanya. Para istri jangan sampai termakan oleh anggapan-anggapan yang berkembang di masyarakat bahwa pekerjaan seorang istri dalam lingkungan rumah tangga (domestik) dianggap pekerjaan yang &#8220;kurang bergengsi&#8221;. Justru dalam kaca mata Islam, peran istri dinilai sangat mulia. Peran istri tak pernah bisa dinilai dengan uang. Bayangkan dengan peran yang disandangnya untuk hamil, menyusui, mengasuh, mendidik dan membesarkan anak, perusahaan mana yang mampu menggaji pekerjaan sehebat itu? Jika seorang istri memahami peran tersebut, niscaya ia akan begitu banyak bersyukur telah dipercaya untuk mengemban peran besar tersebut.<br />
Begitulah Islam memberikan koridor pembagian peran suami-istri dalam sebuah kehidupan rumah tangga. Jika hal ini dipahami baik oleh suami maupun istri, maka kasus-kasus pertengkaran semodel kasus di atas tak akan pernah terjadi. Jika demikian, model rumah tangga sakinah mawadah wa rahmah tentu akan mudah diwujudkan. (Arini/FR) (www.baitijannati.wordpress.com)</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/baitijannati.wordpress.com/124/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/baitijannati.wordpress.com/124/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/baitijannati.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/baitijannati.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/baitijannati.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/baitijannati.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/baitijannati.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/baitijannati.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/baitijannati.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/baitijannati.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/baitijannati.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/baitijannati.wordpress.com/124/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&blog=719720&post=124&subd=baitijannati&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://baitijannati.wordpress.com/2007/11/27/suami-istri-kompak-wahharus-itu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5db4c5e4e99c900e96651e7e7268e5a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">faridm</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Membangun Keluarga Sehat</title>
		<link>http://baitijannati.wordpress.com/2007/11/27/membangun-keluarga-sehat/</link>
		<comments>http://baitijannati.wordpress.com/2007/11/27/membangun-keluarga-sehat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Nov 2007 14:00:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Farid Ma'ruf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga Samara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://baitijannati.wordpress.com/2007/11/27/membangun-keluarga-sehat/</guid>
		<description><![CDATA[ 
&#160;
Baitijannati. Kesehatan merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia yang pemenuhannya bersifat pasti. Sehat dalam pandangan Islam tidak hanya secara fisik, tetapi juga dalam berpikir dan bersikap yang dilandaskan pada akidah Islam.
Keluarga sehat bermakna bahwa seluruh anggota keluarga dapat menjalani kehidupan secara sehat, baik yang terkait dengan fisik (makanan, pakaian, rumah dan tubuh) yang pemenuhannya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&blog=719720&post=123&subd=baitijannati&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span> </span></p>
<p class="post-content">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><em><strong><a href="http://www.hizbut-tahrir.or.id/container/uploads/2007/11/nisa-kecil.jpg" title="nisa-kecil.jpg"><img src="http://www.hizbut-tahrir.or.id/container/uploads/2007/11/nisa-kecil.thumbnail.jpg" alt="nisa-kecil.jpg" align="left" /></a></strong></em><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Verdana;"><em><strong>Baitijannati. </strong></em>Kesehatan merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia yang pemenuhannya bersifat pasti. Sehat dalam pandangan Islam tidak hanya secara fisik, tetapi juga dalam berpikir dan bersikap yang dilandaskan pada akidah Islam.</span><span id="more-123"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Keluarga sehat bermakna bahwa seluruh anggota keluarga dapat menjalani kehidupan secara sehat, baik yang terkait dengan fisik (makanan, pakaian, rumah dan tubuh) yang pemenuhannya menggunakan pola pikir dan pola sikap berlandaskan akidah Islam.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Islam telah menetapkan kewajiban kepada orangtua untuk membangun keluarga yang sehat dan kuat, di antaranya:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><em><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">1.<span>  </span>Kewajiban memberi nafkah kepada keluarga dan anak.</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Allah Swt. berfirman:</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl" style="margin-left:18pt;text-align:right;line-height:150%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Arial;">وَعَلَى الْمَوْلُودِ لَهُ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;line-height:150%;"><em><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Kewajiban ayahlah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang makruf.</span></em><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Verdana;"> (QS al-Baqarah [2]: 233).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Rasulullah saw. bersabda:</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl" style="margin-left:18pt;text-align:right;line-height:150%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Arial;">دِينَارٌ أَنْفَقْتَهُ فِي سَبِيلِ اللهِ وَدِينَارٌ أَنْفَقْتَهُ فِي رَقَبَةٍ وَدِينَارٌ تَصَدَّقْتَ بِهِ عَلَى مِسْكِينٍ وَدِينَارٌ أَنْفَقْتَهُ عَلَى أَهْلِكَ أَعْظَمُهَا أَجْرًا الَّذِي أَنْفَقْتَهُ عَلَى أَهْلِكَ</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;line-height:150%;"><em><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Satu dinar yang engkau nafkahkan di jalan Allah, satu dinar untuk memerdekakan hamba, satu dinar yang engkau sedekahkan kepada seorang miskin dan satu dinar yang<span>  </span>engkau nafkahkan untuk keluargamu, maka pahala yang paling besar adalah yang engkau nafkahkan untuk keluargamu. </span></em><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">(HR Muslim).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Karena ayah mempunyai pahala yang besar dalam memberi nafkah kepada keluarga, maka jika ia tidak mau memberikan nafkah kepada anak-anak dan keluarga, padahal mampu, ia akan berdosa besar. Rasulullah saw. bersabda:</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl" style="margin-left:18pt;text-align:right;line-height:150%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Arial;">كَفَى بِالْمَرْءِ إِثْمًا أَنْ يَحْبِسَ عَمَّنْ يَمْلِكُ قُوتَهُ</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;line-height:150%;"><em><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Cukuplah seseorang itu berdosa jika ia menahan (nafkah) terhadap orang yang menjadi tanggungannya. </span></em><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">(HR Muslim).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Di antara nafkah yang wajib diberikan ayah kepada keluarga adalah makanan, pakaian dan tempat tinggal yang baik kepada keluarganya sehingga fisik mereka dapat terhindar dari berbagai penyakit.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><em><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">2.<span>  </span>Menerapkan aturan-aturan Islam terkait dengan makanan, minuman dan tidur.</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Verdana;"><span>          </span>Allah Swt. telah berfirman:</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl" style="margin-left:18pt;text-align:right;line-height:150%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Arial;">يَاأَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;line-height:150%;"><em><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Hai manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi.</span></em><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Verdana;"> (QS al-Baqarah [2]: 168).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Hembing mengatakan bahwa tidak ada makanan atau minuman yang dinyatakan haram oleh ajaran Islam, tiba-tiba dinyatakan sehat oleh dunia kedokteran. Survey membuktikan bahwa makanan merupakan faktor yang paling dominan; menduduki 90% dalam menimbulkan hampir semua penyakit yang diderita oleh seseorang, terutama terhadap penyakit jantung, stroke, kencing manis, kanker, asam urat dan jenis-jenis penyakit lainnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Kehalalan makanan akan berpengaruh, paling tidak, dalam: <em>Pertama,</em> menjaga keseimbangan jiwa manusia yang hakikatnya suci (fitrah) sebagaimana baru dilahirkan ke dunia. <em>Kedua,</em> menumbuhkan daya juang yang tinggi dalam menegakkan ajaran Islam di muka bumi. <em>Ketiga,</em><span>  </span>membersihkan hati dan menjaga lisan dari pembicaraan yang tidak perlu. <em>Keempat,</em> menumbuhkan sikap percaya diri di hadapan Allah. Dengan demikian, kehalalan makanan dalam Islam dan pengharamannya sangat berpengaruh terhadap kesehatan, baik jasmani ataupun ruhani.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Rasulullah saw. telah memberikan panduan dalam masalah makanan, yaitu menghindarkan makanan yang mengandung racun dan melarang berlebih-lebihan dalam makan dan minum sehingga melampaui kebutuhan. Rasulullah saw. bersabda:</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl" style="margin-left:18pt;text-align:right;line-height:150%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Arial;">مَا مَلأَ آدَمِيٌّ وِعَاءً شَرًّا مِنْ بَطْنٍ بِحَسْبِ ابْنِ آدَمَ أُكُلاَتٌ يُقِمْنَ صُلْبَهُ فَإِنْ كَانَ لاََ مَحَالَةَ فَثُلُثٌ لِطَعَامِهِ وَثُلُثٌ لِشَرَابِهِ وَثُلُثٌ لِنَفَسِهِ</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;line-height:150%;"><em><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Tidak ada suatu tempat yang dipenuhi oleh Anak Adam yang lebih buruk daripada perutnya. Cukuplah bagi anak Adam beberapa suap saja, asal dapat menegakkan tulang rusuknya. Namun, jika ia terpaksa melakukannya, hendaklah sepertiga (dari perutnya) diisi dengan makanan, sepertiganya dengan minuman dan sepertiganya lagi dengan nafas. </span></em><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">(HR Ahmad dan at-Tirmidzi).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Rasulullah saw. juga memberikan panduan dalam masalah minuman: </span></p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl" style="margin-left:18pt;text-align:right;line-height:150%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Arial;">لاََ تَشْرَبُوا وَاحِدًا كَشُرْبِ الْبَعِيرِ وَلَكِنْ اشْرَبُوا مَثْنَى وَثُلاََثَ وَسَمُّوا إِذَا أَنْتُمْ شَرِبْتُمْ وَاحْمَدُوا إِذَا أَنْتُمْ رَفَعْتُمْ</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;line-height:150%;"><em><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Janganlah kalian minum dengan sekali tegukan seperti minumnya unta, tetapi minumlah dengan dua atau tiga kali tegukan. Ucapkanlah “Bismillah” jika kalian minum dan ucapkanlah “Alhamdulillah” jika kalian selesai minum. </span></em><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">(HR at-Tirmidzi).</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl" style="margin-left:18pt;text-align:right;line-height:150%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Arial;">لاََ يَشْرَبَنَّ أَحَدٌ مِنْكُمْ قَائِمًا فَمَنْ نَسِيَ فَلْيَسْتَقِئْ</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;line-height:150%;"><em><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Janganlah salah seorang di antara kalian minum sambil berdiri. Siapa saja yang lupa, hendaklah ia memuntahkannya. </span></em><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">(HR Muslim).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Adapun terkait dengan pola tidur, Rasulullah saw. menganjurkan untuk tidur di atas sisi badan sebelah kanan. Sebab, tidur di atas badan sebelah kiri itu akan membahayakan hati dan mengganggu pernafasan.<span>  </span>Rasulullah saw., bersabda (yang artinya): <em>Jika kamu mendatangi tempat berbaringmu, berwudhulah sebagaimana kamu berwudhu untuk shalat, kemudian, berbaringlah di atas sisi badan sebelah kanan dan berdoalah. </em>(HR al-Bukhari dan Muslim).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><em><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">3.<span>  </span>Mencegah diri dari berbagai penyakit.</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Kewajiban para orangtua, pada saat salah seorang di antara anak-anak terkena penyakit menular, adalah mengasingkan anak-anak mereka yang lainnya. Dengan begitu, penyakit itu tidak menular kepada yang lainnya. Rasulullah saw. bersabda (yang artinya):<em> Larilah dari orang yang berpenyakit kusta sebagaimana engkau lari dari singa. </em>(HR al-Bukhari).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Alangkah agungnya panduan Rasulullah ini dalam menjaga kesehatan dari berbagai penyakit.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><em><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">4.<span>  </span>Pengobatan terhadap penyakit.</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Pengobatan ini berpengaruh sangat besar dalam menolak penyakit dan memproses kesembuhan. Masalah pengobatan ini diperintahkan oleh Rasulullah saw. dalam beberapa haditsnya,di antaranya:</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl" style="margin-left:18pt;text-align:right;line-height:150%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Arial;">لِكُلِّ دَاءٍ دَوَاءٌ فَإِذَا أُصِيبَ دَوَاءُ الدَّاءِ بَرَأَ بِإِذْنِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;line-height:150%;"><em><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Setiap penyakit itu ada obatnya. Jika obat itu mengenai penyakit maka akan sembuhlah dengan Izin Allah ‘Azza wa Jalla. </span></em><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">(HR Muslim dan Ahmad).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><em><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">5.<span>  </span>Membiasakan anak untuk berolahraga.</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Allah Swt. berfirman:</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl" style="margin-left:18pt;text-align:right;line-height:150%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Arial;">وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;line-height:150%;"><em><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kalian<span>  </span>sanggupi. </span></em><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">(QS al-Anfal [8]: 60).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Rasulullah saw. bersabda:</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl" style="margin-left:18pt;text-align:right;line-height:150%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Arial;">الْمُؤْمِنُ الْقَوِيُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللهِ مِنْ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;line-height:150%;"><em><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Mukmin yang kuat adalah lebih baik dan lebih disukai oleh Allah daripada Mukmin yang lemah. </span></em><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">(HR Muslim).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Untuk melaksanakan perintah Allah dan Rasul-Nya itu, Islam menyerukan untuk mempelajari renang, memanah dan menunggang kuda; sebagaimana yang petunjuk Rasulullah saw.<span>  </span>(yang artinya): <em>Segala sesuatu yang tanpa menyebut asma Allah adalah senda gurau belaka, kecuali empat perkara: berjalannya seorang antara dua tujuan (untuk memanah), latihan dalam menunggang kuda, bermain dengan keluarganya dan belajar berenang. </em>(HR ath-Thabrani).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><em><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">6.<span>  </span>Membiasakan anak untuk zuhud dan tidak tenggelam dalam kenikmatan.</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Pembiasaan ini dimaksudkan agar pada masa dewasa nanti, anak-anak dapat melaksanakan kewajiban jihad dan dakwah dengan sebaik-baiknya. Banyak sekali hadis yang memerintahkan untuk hidup sederhana (tidak bermewah-mewah). </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Rasulullah saw. adalah teladan dalam kehidupan Beliau yang sederhana dalam makanan, pakaian dan tempat tinggalnya, yang harus diteladani oleh generasi-generasi Muslim juga diikuti petunjuk dan sunnahnya. Dengan itu, mereka selalu siap menghadapi berbagai peristiwa yang merintanginya. Sangat banyak contoh yang dapat kita saksikan, bahwa saat umat Islam tenggelam dalam kesenangan, kehidupan mewah dan tergiur oleh kemilau budaya materialistis, maka cepat sekali mereka akan roboh, pasrah terhadap serangan musuh, hilang kesabaran dan jihad di jalan Allah Swt. terasa kecut bagi Muslim. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><em><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Wallâhu a’lam bi shawâb. </span></em><strong><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">[Rezkiana Rahmayanti] (www.baitijannati.wordpress.com)<br />
</span></strong></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/baitijannati.wordpress.com/123/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/baitijannati.wordpress.com/123/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/baitijannati.wordpress.com/123/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/baitijannati.wordpress.com/123/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/baitijannati.wordpress.com/123/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/baitijannati.wordpress.com/123/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/baitijannati.wordpress.com/123/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/baitijannati.wordpress.com/123/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/baitijannati.wordpress.com/123/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/baitijannati.wordpress.com/123/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/baitijannati.wordpress.com/123/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/baitijannati.wordpress.com/123/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&blog=719720&post=123&subd=baitijannati&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://baitijannati.wordpress.com/2007/11/27/membangun-keluarga-sehat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5db4c5e4e99c900e96651e7e7268e5a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">faridm</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.hizbut-tahrir.or.id/container/uploads/2007/11/nisa-kecil.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">nisa-kecil.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>