Arsip untuk ‘Keluarga Samara’ Kategori
Posted by Farid Ma'ruf pada Maret 6, 2012
Oleh Kholda Naajiyah
(Aktivis Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia)
BaitiJannati – Sebut saja namanya Saras (16), siswi SMA swasta di Surabaya yang terjerumus pelacuran. “Semua berawal ketika ibu saya meninggal dan ayah saya menikah lagi. Sejak saat itu, saya jarang mendapatkan perhatian dari ayah dan hampir tidak pernah mendapatkan uang jajan,” katanya. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Keluarga Samara | Bertanda: broken home | 5 Komentar »
Posted by Farid Ma'ruf pada Maret 1, 2012
Oleh : Wahyudi Ibnu Yusuf, M.Pd.
Ketiga istilah ini dapat kita temui dalam firman Allah:
وَمِنْ آَيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآَيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
Artinya: Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa cinta dan kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir (QS. Ar Rum [30]:21) Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Keluarga Samara | Bertanda: makna keluarga sakinah | 2 Komentar »
Posted by Farid Ma'ruf pada Agustus 1, 2011
Oleh: Hafidz Abdurrahman
Ketika Keluarga Membutuhkan Pembantu
Islam telah mengatur kehidupan suami-istri dalam sebuah keluarga, sebagai kehidupan dua sahabat, yang saling membantu satu sama lain. Meski demikian, Islam juga membagi fungsi dan peran masing-masing. Suami diperintahkan untuk mencari nafkah dan mengurus urusan di luar rumah, sedangkan istri diperintahkan untuk menjaga rahasia, harta dan kehormatan keluarganya di dalam rumah suaminya. Seluruh urusan domestik rumah dibebankan ke pundak istri. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Keluarga Samara | Bertanda: pembantu | 1 Komentar »
Posted by Farid Ma'ruf pada Maret 6, 2011
Oleh : Zulia Ilmawati , S.Psi.
baitijannati – Keluarga sakinah adalah keluarga dengan enam kebahagiaan yang terlahir dari usaha keras pasangan suami isteri dalam memenuhi semua hak dan kewajiban, baik kewajiban perorangan maupun kewajiban bersama. Teramat jelas bagaimana Allah dan RasulNya menuntun kita untuk mencapai tiap kebahagiaan itu. Enam kebahagiaan yang dimaksud adalah Kebahagiaan Finansial, seksual, intelektual, moral, spiritual dan idiologis. Mana dari enam kebahagiaan itu yang utama? Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Keluarga Samara | Bertanda: konflik keluarga | 2 Komentar »
Posted by Farid Ma'ruf pada Februari 17, 2011
Oleh : Zulia Ilmawati , S.Psi.

banyak anak, alhamdulillah
baitijannati — Dalam pandangan Islam, anak adalah anugerah yang diberikan Allah pada para orang tuanya. Kehadiran anak disebut berita baik (Maryam:7), hiburan karena mengenakan pandangan mata (Al-Furqan:74), dan perhiasan hidup di dunia (Al-Kahfi:46). Anak juga sebagai bukti kebesaran dan kasih sayang Allah, pelanjut, penerus dan pewaris orang tua, tetapi juga sekaligus ujian (At-Taghabun:15). Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Keluarga Samara | Bertanda: banyak anak | 1 Komentar »
Posted by Farid Ma'ruf pada Februari 3, 2011
baitijannati — Hubungan pernikahan memerlukan rasa pengertian yang mendalam antara suami-istri. Beberapa tips untuk menjaga hubungan itu:
Suami bukan Penguasa
Meskipun Islam menjadikan suami sebagai pemimpin rumah tangga, tapi bukan kepemimpinan diktator atau tiran. Suami harus melayani istri dengan baik. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Keluarga Samara | Bertanda: pernikahan, samara | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted by Farid Ma'ruf pada September 21, 2010
Oleh : Farid Ma’ruf*
SyariahPublications.Com – Baru saja saya berkomunikasi dengan seorang ikhwan yang memberikan kabar bahwa dirinya sebentar lagi akan menikah. Suatu kabar gembira. Ia pun menambahkan bahwa pernikahan ini lintas harokah. Alasannya adalah untuk menjaga ukhuwah dengan harokah lain. Selain itu, ia juga akan merekrut istrinya untuk menjadi kader di harokah yang ia ikuti. Ia pun memberikan argumen tambahan bahwa ada ikhwan senior yang juga melakukan pernikahan lintas harokah. Istrinya adalah tokoh di harokah lain dan sekarang istrinya menjadi pejuang dakwah yang tangguh di harokah yang ia ikuti. Setujukah anda dengan langkahnya? Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Keluarga Samara | Bertanda: nikah beda harokah | 13 Komentar »
Posted by Farid Ma'ruf pada September 2, 2010
SyariahPublications.Com — Rasanya baru saja kita berucap,”Marhaban, ya Ramadhan”. Para ibu dengan sukacita menyambut bulan Ramadhan, mempersiapkan menu makanan untuk berbuka dan sahur, mengajak keluarga pergi shalat tarawih, rajin menghadiri majlis-majlis kajian Islam dan tadarus dan memperbanyak amalan sunnah. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Keluarga Samara | Bertanda: lebaran | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted by Farid Ma'ruf pada Mei 20, 2009
Oleh : Zahrina Nurbaiti

Zahrina Nurbaiti
BaitiJannati. — Teman-teman yang shalih dan shalihah, kugoreskan kembali sebuah kisah nyata dalam kehidupan kita sehari-hari, terutama untuk para aktivis da’wah yang telah memilih da’wah sebagai jalan hidupnya. Dengan memilih da’wah sebagai jalan hidup, tentu saja ada konsekuensi-konsekuensi yang harus kita ambil atau jalani manakala diri kita telah tersibghoh (tercelup) dengan nilai-nila Islam. Hal ini dapat kita lihat di dalam QS (2:208) yang artinya, “ Hai orang-orang yang beriman, masuklah ke dalam Islam secara kaffah (menyeluruh) dan janganlah ikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan adalah musuh yang nyata bagimu. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Keluarga Samara | 8 Komentar »
Posted by Farid Ma'ruf pada Mei 1, 2009

Zahrina Nurbaiti
Oleh : Zahrina Nurbaiti
BaitiJannati – Siapa pun yang telah melangsungkan pernikahan, tentunya menginginkan terbentuknya rumah tangga yang sakinah mawaddah wa rohmah. Apalagi bagi para aktivis da’wah, dimana pernikahannya tanpa diawali dengan pacaran (karena dalam Islam memang tidak ada konsep pacaran). Yang ada hanyalah pacaran setelah menikah. Hal ini sangat sesuai dengan surat Al Isra ayat 32 yang artinya “ Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk”. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Keluarga Samara, Kiat Praktis | 26 Komentar »