<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Rumahku Surgaku &#187; Dunia Jundiku</title>
	<atom:link href="http://baitijannati.wordpress.com/category/dunia-jundiku/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://baitijannati.wordpress.com</link>
	<description>Keluarga Sakinah Mawaddah wa Rohmah</description>
	<lastBuildDate>Tue, 08 Dec 2009 12:21:45 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='baitijannati.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/5fd910c911ccfc5fc04409c51d2e7ef5?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Rumahku Surgaku &#187; Dunia Jundiku</title>
		<link>http://baitijannati.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Ikhlas atau Percuma?</title>
		<link>http://baitijannati.wordpress.com/2009/09/21/ikhlas-atau-percuma/</link>
		<comments>http://baitijannati.wordpress.com/2009/09/21/ikhlas-atau-percuma/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Sep 2009 12:32:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Farid Ma'ruf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Jundiku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://baitijannati.wordpress.com/?p=357</guid>
		<description><![CDATA[
Oleh : Mohammad Ihsan Abdul Djalil
Saya punya kebiasaan membeli koran eceran di perempatan jalan dekat rumah. Kadang dua sekaligus. Padahal di rumah juga sudah langganan salah satu koran. Dibaca semuanya? Sejujurnya, tidak. Saya tak punya waktu membaca 3 koran dalam sehari, apalagi kebanyakan beritanya mirip.
 
Sebenarnya tak perlu membeli koran sebanyak itu karena melalui internet [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&blog=719720&post=357&subd=baitijannati&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div class="entry clearfloat">
<p style="text-align:center;"><strong>Oleh :</strong> <strong>Mohammad Ihsan Abdul Djalil</strong></p>
<p class="MsoNormal">Saya punya kebiasaan membeli koran eceran di perempatan jalan dekat rumah. Kadang dua sekaligus. Padahal di rumah juga sudah langganan salah satu koran. Dibaca semuanya? Sejujurnya, tidak. Saya tak punya waktu membaca 3 koran dalam sehari, apalagi kebanyakan beritanya mirip.<span id="more-357"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span id="more-364"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><img class="size-full wp-image-365 alignright" title="loper-koran" src="http://keluarga.mediasyariah.com/wp-content/uploads/2009/09/loper-koran.jpg" alt="loper-koran" width="300" height="244" />Sebenarnya tak perlu membeli koran sebanyak itu karena melalui internet saya bisa mengakses banyak koran online kalau mau. Alasan saya membeli koran lebih karena salut pada mereka yang rela bekerja keras mendapatkan sedikit uang dengan cara yang benar dan halal.</p>
<p>Salah satu penjual koran di perempatan jalan Dharmawangsa – Kertajaya adalah lelaki tua dengan (maaf) kaki satu. Dia bertongkat karena kaki kanannya hanya selutut. Lelaki ini rela berdiri di tepi jalan sambil menawarkan korannya pada kendaraan yang berhenti saat lampu merah. Senyumnya terus mengembang penuh keramahan.</p>
<p>Ada juga anak-anak yang usianya baru 10 tahunan. <em>“Beli koran ya Pak, buat bayar sekolah”, </em>katanya suatu kali. Saya tergetar. Anak saya yang ikut mendengarnya pun terdiam. <em>“Nak”, </em>kata saya, <em>“Ayahmu bisa bayar uang sekolah. Jadi anak yang rajin ya di sekolah”.</em></p>
<p>Si bapak tadi, kalau misalnya mau menengadahkan tangan seperti para pengemis lain di perempatan jalan itu, pasti juga akan dapat uang. Tapi dia memilih menjual koran ketimbang meminta-minta. Saya respek. Si anak tadi, saya menaruh hormat padanya, <em>“Anak sekecil itu berkelahi dengan waktu”.</em></p>
<p>Kalau sudah begitu, saya membeli satu atau dua koran dan tak berharap kembalian. Saat Anda melakukannya, senyum si bapak tadi akan terlihat lebih mengembang lagi. Si anak lebih demonstratif. Dia loncat-loncat kegirangan, <em>“Koranku habis”</em>, teriaknya pada kerumunan penjual koran lainnya. Aha, rupanya itu dagangan terakhirnya hari itu. <em>Congrats</em> ya nak, sudah sukses mencapai target harian.</p>
<p>“<em>Ayah gitu ikhlaskah?”</em>, Safira bertanya.<br />
<em>“Ya ikhlas. Emang kalau nggak ikhlas kenapa, Mbak?”<br />
“Kalau nggak ikhlas ya percuma”.<br />
“Kata siapa?”<br />
“Ustadzah”.<br />
“Ustadzah kamu ngajarin gitu?”<br />
“Iya”.<br />
“Betul kamu, Mbak. Melakukan perbuatan kalau nggak ikhlas ya percuma saja”.</em></p>
<p>Luar biasa. Anak saya yang baru kelas 3 SD sudah mengerti konsep ikhlas. Inilah alasan saya dan istri tidak pernah komplain harus membayar uang sekolah yang kata teman-teman mahal. Mahal apanya? Guru dan sekolah bisa melakukan banyak hal yang kami berdua tak bisa mengerjakannya. Mereka pantas dibayar lebih mahal dari itu.</p>
<p><em>“Ikhlas atau percuma?”.</em> Pertanyaan Safira membuat saya memikirkan banyak hal sepanjang perjalanan pulang sekolah hari itu. Apakah setiap kebaikan yang kita lakukan sudah dibarengi dengan keikhlasan, semata-mata berharap ridho Alloh SWT?</p>
<p>Di asrama haji dekat rumah saya hari-hari ini terlihat banyak calon haji yang diantarkan puluhan bahkan ratusan anggota keluarganya dengan konvoi mobil, sebagian di antaranya malah menyewa bis. Apakah di dalam hatinya terbersit kesombongan diri, “<em>Nih, aku orang sukses, aku orang kaya, aku bisa haji saat orang lain tak mampu?”.</em> Haji memang ibadah yang mahal. Perlu lebih dari 30 juta perorang untuk bisa berangkat ke tanah suci. Kalau suami istri bisa berangkat bersama, kita tahu pasangan ini menyisihkan minimal 60 juta rupiah. Bukan uang sedikit.</p>
<p class="MsoNormal"><img class="size-full wp-image-366 alignright" title="haji-asrama-dan-bis-pengantar" src="http://keluarga.mediasyariah.com/wp-content/uploads/2009/09/haji-asrama-dan-bis-pengantar.jpg" alt="haji-asrama-dan-bis-pengantar" width="300" height="113" /></p>
<p class="MsoNormal">Ketika ada seorang pengusaha kaya mampu mengeluarkan zakat senilai 1,3 milyar dan mendapatkan publikasi besar-besaran oleh media nasional, mudah-mudahan beliau juga ikhlas. Kalau nggak ikhlas ya percuma.</p>
<p>Saat kita bisa mengerjakan sholat malam sendirian sementara yang lain tertidur pulas, apakah kita bisa ikhlas, atau menjadi congkak, <em>“Ahli ibadah itu ya seperti saya ini. Yang lain tidur saja”.</em> Kalau kita bisa membaca Alquran dengan lebih fasih, apakah kita lantas membanggakan diri, “<em>Orang lain nggak mau belajar sejak kecil sih, makanya baca Alquran belepotan kayak gitu”.</em> Dan sebagainya.</p>
<p>Dalam sebuah hadits yang dituturkan Abu Umamah al-Bahili, Nabi berpesan,<strong><em> “Innalloha laa yaqbalu minal amali, illa maa kaana lahu kholishon wabtughiya bihi wajhuhu…. </em></strong><em>Sesungguhnya Alloh tidak akan menerima suatu amal kecuali dilakukan dengan ikhlas dan dalam rangka mencari keridhoan-Nya</em>” <strong>(HR. An Nasa’i).</strong></p>
<p>Safira mungkin belum pernah mendengar hadits ini, seperti kita yang sudah lebih dewasa. Tapi dia tahu satu hal, bahwa amalan akan menjadi sia-sia kalau tak dibarengi keikhlasan.</p>
<p>Sangat menyedihkan jika di hari akhirat nanti, saat pengadilan digelar dengan hakim tunggal Alloh Yang Maha Tahu dan Maha Adil, kita datang menggendong setumpuk amal lalu kita melaporkan dengan bangga, bahwa inilah amal baik yang kita lakukan di dunia. Inilah zakat dan shofaqoh yang kita bagikan kepada kaum dhuafa. Inilah ibadah haji, puasa, sholat, dan seluruh amal yang kita lakukan semasa hidup. Lalu dalam pengadilan itu terungkap, sebenarnya kita melakukan semua amal tadi lebih karena ingin mendapatkan pujian dari orang lain, dan karena kita sudah mendapatkannya di dunia, maka di akhirat kita tak berhak menuntut imbalan lain. Satu persatu tumpukan amal baik tadi diturunkan, dan mungkin hanya menyisakan sangat sedikit amal yang benar-benar kita melakukannya ikhlas semata mencari ridho Alloh SWT. Betapa meruginya kita kalau sudah seperti itu. Astaghfirullah.</p>
<p>Marilah bersama-sama belajar menjadi orang yang lebih ikhlas.</p>
<p>Bumi Dharmawangsa, 22 November 2008.</p></div>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/baitijannati.wordpress.com/357/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/baitijannati.wordpress.com/357/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/baitijannati.wordpress.com/357/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/baitijannati.wordpress.com/357/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/baitijannati.wordpress.com/357/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/baitijannati.wordpress.com/357/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/baitijannati.wordpress.com/357/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/baitijannati.wordpress.com/357/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/baitijannati.wordpress.com/357/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/baitijannati.wordpress.com/357/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&blog=719720&post=357&subd=baitijannati&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://baitijannati.wordpress.com/2009/09/21/ikhlas-atau-percuma/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5db4c5e4e99c900e96651e7e7268e5a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">faridm</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://keluarga.mediasyariah.com/wp-content/uploads/2009/09/loper-koran.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">loper-koran</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://keluarga.mediasyariah.com/wp-content/uploads/2009/09/haji-asrama-dan-bis-pengantar.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">haji-asrama-dan-bis-pengantar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hubungan Harmonis Kakak-adik</title>
		<link>http://baitijannati.wordpress.com/2009/08/16/hubungan-harmonis-kakak-adik/</link>
		<comments>http://baitijannati.wordpress.com/2009/08/16/hubungan-harmonis-kakak-adik/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Aug 2009 10:55:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Farid Ma'ruf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Jundiku]]></category>
		<category><![CDATA[Kiat Praktis]]></category>
		<category><![CDATA[kakak adik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://baitijannati.wordpress.com/?p=354</guid>
		<description><![CDATA[baitijannati &#8212; Keharmonisan di dalam rumah tentu menjadi impian semua orang. Keharmonisan bukan hanya milik suami dan istri, melainkan untuk semua anggota keluarga; antara orangtua dan anak, juga antar saudara sekandung; kakak dan adik.
Boleh dikata, tidak ada satu pun keluarga yang tidak pernah mengalami konflik, termasuk antara kakak dan adik di dalam rumah. Tidak sedikit [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&blog=719720&post=354&subd=baitijannati&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong><em>baitijannati</em></strong> &#8212; Keharmonisan di dalam rumah tentu menjadi impian semua orang. Keharmonisan bukan hanya milik suami dan istri, melainkan untuk semua anggota keluarga; antara orangtua dan anak, juga antar saudara sekandung; kakak dan adik.<span id="more-354"></span></p>
<p>Boleh dikata, tidak ada satu pun keluarga yang tidak pernah mengalami konflik, termasuk antara kakak dan adik di dalam rumah. Tidak sedikit kita menyaksikan fakta: kakak dan adik yang tidak akur, bertengkar, saling mencela, bahkan mungkin saling menyakiti.</p>
<p>Mungkin tidak sedikit dari orangtua yang merasa bingung menyikapinya atau malah tidak jarang salah mengambil sikap dalam menyelesaikan konflik yang terjadi. Membiarkan konflik berlarut-larut akan membawa dampak buruk tidak hanya bagi perkembangan kepribadian anak (menjadi pencemburu, egois, iri dan dengki), tapi juga akan menjadi ancaman bagi keharmonisan dan keutuhan rumah tangga itu sendiri. Satu di antaranya mungkin tidak betah berlama-lama tinggal di rumah. Jika sudah demikian, lingkungan pergaulan akan menjadi ’rumah kedua’ bagi mereka.<br />
<strong>Orangtua sebagai Kunci </strong></p>
<p>Orangtua memegang peranan penting dalam upaya mengharmoniskan hubungan kakak-adik di dalam rumah. Bagaimana caranya? Berikut kiat-kiatnya:</p>
<p><em><br />
<em>1. Pahamkan anak tentang kewajiban terikat dengan syariah (termasuk tentang adab dan akhlak kepada saudara) sejak dini.</em></em></p>
<p>Anak akan senantiasa terikat dengan syariah jika akidahnya kokoh. Menanamkan akidah yang kokoh adalah tugas orangtua yang utama. Tentu prosesnya sangatlah panjang, bahkan harus dimulai sejak anak berada di dalam kandungan. Orangtua harus berupaya semaksimal mungkin agar anak-anaknya selalu menjadikan Allah Swt. dan Rasul-Nya berada di urutan nomor satu. Dengan begitu, anak menjadi sosok hamba Allah yang <em>sami’nâ wa atha’nâ</em> terhadap segala perintah dan larangan-Nya.</p>
<p>Persoalan menanamkan pemahaman yang benar tentang adab dan akhlak kepada saudara kandung pun tidak bisa dilakukan secara instan. Orangtua hendaknya sudah mulai menanamkannya sejak dini, bahkan mungkin ketika sang adik masih di dalam kandungan. Misalnya, dengan memberikan pengertian bahwa ia juga berasal dari perut ibu, sama seperti adiknya. Ibu juga bisa menceritakan bagaimana merawat dia dengan sepenuh hati dan menyayanginya sama seperti yang dilakukannya sekarang kepada sang adik. Dalam keadaan seperti ini, ibu mengkondisikan agar kakak menyayangi adiknya yang masih ada dalam kandungan.</p>
<p>Cara lainnya adalah dengan melibatkan sang kakak untuk mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan untuk menyambut kedatangan adik barunya. Perlakuan demikian akan membuat kakak merasa dihargai sehingga ia tidak akan cemburu. Bahkan hal tersebut akan menambah rasa kasih sayang kakak terhadap adiknya.</p>
<p>Jika anak sudah menginjak usia baligh, orangtua dapat memberikan pemahaman disertai dalil-dalil syariah yang terdapat di dalam al-Quran maupun al-Hadis. Misalnya dengan menceritakan hadis dari Anas bin Malik ra. yang berkata: Ada orangtua datang ingin menemui Nabi saw. dan orang-orang yang ada di dalam majelis tidak segera melapangkan tempat untuk memberikan jalan kepada orangtua tersebut. Kemudian Nabi saw. bersabda:</p>
<p>لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يُوَقِّرْ الْكَبِيرَ وَيَرْحَمْ الصَّغِيرَ</p>
<p><em>Tidaklah termasuk golonganku orang yang tidak menghormati yang lebih tua</em> <em>dan tidak</em> <em>menyayangi yang muda </em>(HR Imam Ahmad dan ath-Thabrani).</p>
<p>Ada juga hadis dari Kulaib al-Juhani ra. bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda, <em>“Saudara tua adalah orang yang menempati posisi orangtua.” </em>(HR ath-Thabari).<em> </em></p>
<p>Dua hadis tersebut menunjukkan bahwa kakak haknya dihormati sehingga kewajiban adik adalah menghormati kakak. Sebaliknya, hak adik adalah disayangi sehingga kakak berkewajiban untuk menjaga dan menyayangi adik.</p>
<p><em>2. Berikan teladan terbaik dari orangtua.</em></p>
<p>Kebaikan dan keshalihan orangtua membawa pengaruh besar terhadap pembinaan jiwa anak. Keteladanan yang baik akan membawa kesan positif dalam jiwa anak. Jangan harap anak akan saling menghargai dan menyayangi satu sama lain jika orangtua terbiasa bersikap dan berkata kasar kepada pasangan atau kepada anak-anaknya.</p>
<p>Orangtua dituntut untuk selalu menjadi yang terdepan dalam ketaatan dan kebaikan, karena anak melihat mereka setiap waktu. Orangtua akan menjadi cermin bagi anak-anaknya hingga dewasa.</p>
<p>Bangunlah sebuah motivasi bersama di dalam rumah agar senantiasa dapat meningkatkan ketakwaan dan ketaatan kepada Allah Swt. bersama-sama. Tentu orangtua harus menjadi contoh utama. Gambarkan kepada anak-anak, bahwa kebersamaan yang diharapkan adalah kebersamaan yang bukan hanya di dunia, melainkan sampai ke akhirat kelak (lihat: QS ath-Thur [52]: 21).</p>
<p><em>3. Bersikaplah adil dan jangan pilih kasih.</em></p>
<p>Ketidakadilan dan sikap pilih kasih orangtua terhadap anak-anak akan menimbulkan rasa cemburu dan dengki dalam jiwa anak karena merasa dirinya disisihkan. Rasulullah saw. bersabda:</p>
<p>فَاتَّقُوا اللهَ وَاعْدِلُوا بَيْنَ أَوْلاَدِكُمْ</p>
<p><em>Bertakwalah kepada Allah bersikaplah adil terhadap anak-anak kalian </em>(HR al-Bukhari).</p>
<p>Rasul saw. juga bersabda,<em> “Bersikaplah adil di antara anak-anak kalian dalam pemberian sebagaimana kalian suka berlaku adil di antara kalian dalam kebaikan dan kelembutan.” </em>(HR Ibnu ’Abi ad-Dunya).</p>
<p>Rasulullah saw. bahkan pernah menegur seorang sahabatnya tatkala dia hanya mencium anak laki-lakinya saja, sementara itu anak perempuan (yang juga ada bersamanya) tidak diberi ciuman. Saat melihat kejadian tersebut kemudian Rasulullah saw. bersabda, <em>“Kamu tidak bersikap adil pada keduanya!” </em>(HR al-Baihaqi).</p>
<p>Sikap pilih kasih akan memberikan dampak yang buruk terhadap anak, yaitu munculnya sikap cemburu, iri, dengki bahkan permusuhan yang dapat berujung pada pemutusan tali persaudaraan; selain akan mengakibatkan memburuknya hubungan anak dengan orangtua.</p>
<p>Orang tua yang bersikap adil akan memperoleh kebaikan dan pahala yang berlipat ganda dari sisi Allah Swt., sebagaimana sabda Rasul saw., “<em>Orang-orang yang bersikap adil akan ditempatkan di atas mimbar-mimbar yang terbuat dari cahaya.” </em>(HR Muslim).</p>
<p><em>4. Jika terjadi ’perang saudara’, bersegeralah dalam melerainya.</em></p>
<p>Jika timbul perselisihan dan pertengkaran antara kakak-adik, orangtua harus segera bertindak untuk melerai dan menjernihkan hati dan pikiran mereka, agar tidak timbul kebencian dan dendam yang berlarut-larut.</p>
<p>Lihatlah masalah yang terjadi secara obyektif, siapa yang benar dan siapa yang salah. Jangan pernah menyalahkan salah satu pihak, meskipun memang satu diantara keduanya melakukan kesalahan. Menyalahkan salah satu pihak bukanlah tindakan bijaksana.</p>
<p>Memberikan motivasi kepada dua belah pihak untuk saling memaafkan satu sama lain adalah cara terbaik. Doronglah mereka untuk berani meminta maaf (jika berbuat salah) dan berlapang dada untuk memaafkan. Berikan apresiasi jika ada salah satu di antara mereka yang mau mengalah dan meminta maaf terlebih dulu. Gambarkan bahwa Allah Swt. sangat mencintai hamba-hamba-Nya yang menyadari kesalahannya lalu meminta maaf dan memohon ampunan kepada-Nya. Allah Swt. juga mencintai hamba-hamba-Nya yang mau memaafkan kesalahan orang lain.</p>
<p>Hargailah pihak yang benar lalu tumbuhkan empatinya, agar ia tidak memposisikan dirinya sebagai pemenang. Juga tenangkan dan hiburlah yang salah, agar ia tidak terlalu merasa terpojok.</p>
<p><em>5. Berikan nasihat kepada anak-anak pada saat yang tepat.</em></p>
<p>Diperlukan waktu yang tepat untuk membicarakan pertengkaran yang telah terjadi. Carilah waktu saat anak sedang santai untuk membicarakan kembali kesalahan-kesalahan saat pertengkaran terjadi. Cara ini juga sekaligus memberikan stimulus pada anak agar terbiasa melakukan <em>muhâsabah</em> (evaluasi diri).</p>
<p>Rasulullah saw. sendiri menganjurkan beberapa pilihan waktu untuk memberi nasihat kepada anak-anak, yaitu: 1) saat berjalan-jalan atau di atas kendaraan; 2) sewaktu makan; 3) saat anak sakit.</p>
<p><em>6. Selalu mendoakan anak-anak.</em></p>
<p>Selain diperintahkan oleh Allah Swt., doa juga akan semakin menghangatkan kasih sayang dan semakin memantapkan cinta orangtua kepada anak. Mohonkanlah kepada Allah dengan sungguh-sungguh dan penuh harap agar rumah tangga senantiasa diliputi keberkahan dan keharmonisan. Berdoalah selalu agar anak-anak kita menjadi <em>qurrata a’yun</em> yang kokoh akidahnya, taat syariah, baik akhlaknya dan selalu tolong-menolong dalam ketaatan dan kesabaran. Mohonkan juga agar kita dan anak-anak kelak pada Hari Akhir nanti dipertemukan kembali di surga-Nya. Amin.</p>
<p><em>Wallâhu a’lam bi ash-shawâb. </em><strong>[]</strong></p>
<p><em>Penulis adalah ibu rumah tangga dan anggota Lajnah Tsaqafiyah MHTI Pusat, tinggal di Bogor.</em></p>
<p>Sumber : <a href="http://hizbut-tahrir.or.id/2009/07/04/hubungan-harmonis-kakak-adik/" target="_blank">www.hizbut-tahrir.or.id</a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/baitijannati.wordpress.com/354/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/baitijannati.wordpress.com/354/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/baitijannati.wordpress.com/354/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/baitijannati.wordpress.com/354/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/baitijannati.wordpress.com/354/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/baitijannati.wordpress.com/354/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/baitijannati.wordpress.com/354/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/baitijannati.wordpress.com/354/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/baitijannati.wordpress.com/354/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/baitijannati.wordpress.com/354/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&blog=719720&post=354&subd=baitijannati&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://baitijannati.wordpress.com/2009/08/16/hubungan-harmonis-kakak-adik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5db4c5e4e99c900e96651e7e7268e5a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">faridm</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bila Anak Susah Diatur</title>
		<link>http://baitijannati.wordpress.com/2009/08/02/bila-anak-susah-diatur/</link>
		<comments>http://baitijannati.wordpress.com/2009/08/02/bila-anak-susah-diatur/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Aug 2009 14:45:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Farid Ma'ruf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Jundiku]]></category>
		<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://baitijannati.wordpress.com/?p=352</guid>
		<description><![CDATA[
Assalaamualaikum Wr.Wb.
Saya seorang ibu yang memiliki anak laki-laki berusia 8 tahun. Akhir-akhir ini anak saya susah diatur. Selalu saja sulit kalau disuruh mandi sore, bandel bila disuruh membereskan buku-bukunya yang berserakan, tidak mau disuruh gosok gigi sebelum tidur, dan sebagainya. Kalau pas jam sekolah saya agak merasa lega dan terbantu, tetapi begitu pulang suasana rumah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&blog=719720&post=352&subd=baitijannati&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><em></p>
<div id="attachment_330" class="wp-caption alignright" style="width: 110px"><em><a href="http://baitijannati.files.wordpress.com/2008/05/zulia-ilmawati.jpg"><img class="size-full wp-image-330" title="zulia ilmawati" src="http://baitijannati.files.wordpress.com/2008/05/zulia-ilmawati.jpg?w=100&#038;h=108" alt="Zulia Ilmawati" width="100" height="108" /></a></em><p class="wp-caption-text">Zulia Ilmawati</p></div>
<p>Assalaamualaikum Wr.Wb.</em></p>
<p>Saya seorang ibu yang memiliki anak laki-laki berusia 8 tahun. Akhir-akhir ini anak saya susah diatur. Selalu saja sulit kalau disuruh mandi sore, bandel bila disuruh membereskan buku-bukunya yang berserakan, tidak mau disuruh gosok gigi sebelum tidur, dan sebagainya. Kalau pas jam sekolah saya agak merasa lega dan terbantu, tetapi begitu pulang suasana rumah jadi kacau. Rumah jadi berantakan, rasanya tidak selesai-selesai saya merapikan rumah. Kalau sudah begini saya menjadi sering marah-marah dan stres. Bagaimana mengendalikan emosi saya ya bu. Apakah saya biarkan saja apa maunya anak, atau perlu sedikit keras agar dia mau menuruti perintah saya. Apa sebetulnya langkah terbaik yang bisa saya lakukan. Mohon bantuannya.<span id="more-352"></span></p>
<p><em>Wassalaamu&#8217;alaikum Wr.Wb. </em></p>
<p><strong>Nanda</strong><strong><br />
<strong>Yogyakarta </strong></strong></p>
<p><em>Wa&#8217;alaikumsalam Wr.Wb.</em></p>
<p>Ibu Nanda yang baik,</p>
<p>Saya bisa memahami kesulitan dan kegelisahan Anda. Mendidik anak memang bukan pekerjaan mudah, butuh ilmu dan kesabaran. Saya yakin Anda sudah memahami ini, tapi dalam prakteknya kadang-kadang memang suka terlupakan. Anak yang susah diatur, biasanya berawal dari lemahnya aturan yang dibuat orang tua,  ketidakmampuan orang tua untuk berkata tidak pada anak, dan disiplin yang tidak konsisten. Ada beberapa ekspresi anak saat melakukan pembangkangan terhadap aturan. Anak bisa melakukan perlawanan pasif, misalnya dengan menunda untuk menurut, mencibir, cemberut (diam dan menghindar) dan merengek. Ada juga anak yang membangkang  dengan melakukan tindak agresif secara verbal atau melontarkan makian.</p>
<p>Ibu Nanda yang baik,</p>
<p>Mempunyai anak yang patuh tentunya sangat menyenangkan. Keadaan ini bisa diwujudkan jika anak dan orang tua dapat melakukan kerja sama dengan baik.  Jangan lupa sertakan setiap alasan untuk setiap perlakuan, dan lakukan dengan  cinta kasih. Tuntutan yang ditujukan pada anak harus diseimbangkan dengan kehangatan, alasan, penghargaan dan kepekaan terhadap kebutuhan anak. Ini berarti orangtua harus dapat bertindak tegas, tapi bukan mendominasi. Hal-hal yang bisa Anda lakukan agar anak tidak membangkang antara lain, pererat hubungan dengan anak, dan bersikaplah peka terhadapnya. Semakin tanggap terhadap kebutuhan anak, Anda akan semakin dapat berharap, anak akan patuh terhadap harapan dan perintah Anda. Sikap penurut akan muncul, pada anak yang memiliki orang tua yang mau mendengarkan sinyal-sinyal yang diberikannya. Misalnya segera menanggapi tangisannya. Orang tua yang tidak peka, akan membentuk anak menjadi seorang yang sulit tanggap terhadap perintah orang tuanya..</p>
<p>Ibu Nanda yang baik,</p>
<p>Anak adalah amanah yang diberikan Allah kepada para orangtua. Sebagaimana layaknya sebuah titipan, maka Anda harus menjaganya dengan baik. Apalagi tugas utama seorang ibu memang mendidik anak. Didiklah dia dengan kasih sayang, karena mendidik dengan kasih sayang jauh akan lebih baik dari pada dengan marah-marah. Apa yang akan Anda dapatkan dengan cara seperti itu? Ternyata bukan sebuah kebaikan tapi  malah akan membuat Anda semakin stres, dan satu hal yang kadang tidak kita sadari bahwa anak adalah peniru yang ulung. Anak-anak akan banyak belajar dari apa yang mereka lihat dan dengar. Jadi jangan salahkan dia kalau suatu ketika Anda melihat si kecil, ketika menyelesaikan persoalan dengan marah-marah juga. Belajarlah mengelola emosi dengan baik, karena Anda adalah model terdekat buat anak-anak. Sadarilah bahwa mendidik dengan emosi tidak akan menyelesaikan masalah. Cobalah Anda pahami dengan cermat karakter dan perkembangannya. Belajarlah berpikir positif terhadap perilakunya. Bukankah anak-anak seusianya masih terus  dalam proses belajar. Jika Anda terpaksa harus memberikan hukuman gunakan hukuman yang masuk akal dan sesuai dengan kesalahan. Yang juga tidak kalah penting adalah selalu mendoakannya. Semoga Allah SWT  memberikan kemudahan dan kesabaran. []</p>
<p>Sumber : Tabloid Media Umat</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/baitijannati.wordpress.com/352/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/baitijannati.wordpress.com/352/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/baitijannati.wordpress.com/352/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/baitijannati.wordpress.com/352/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/baitijannati.wordpress.com/352/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/baitijannati.wordpress.com/352/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/baitijannati.wordpress.com/352/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/baitijannati.wordpress.com/352/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/baitijannati.wordpress.com/352/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/baitijannati.wordpress.com/352/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&blog=719720&post=352&subd=baitijannati&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://baitijannati.wordpress.com/2009/08/02/bila-anak-susah-diatur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5db4c5e4e99c900e96651e7e7268e5a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">faridm</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://baitijannati.files.wordpress.com/2008/05/zulia-ilmawati.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">zulia ilmawati</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Aku Ingin menjadi Penyelamat Bumi (Pendidikan Politik Anak Sejak Dini)</title>
		<link>http://baitijannati.wordpress.com/2009/04/25/aku-ingin-menjadi-penyelamat-bumi-pendidikan-politik-anak-sejak-dini/</link>
		<comments>http://baitijannati.wordpress.com/2009/04/25/aku-ingin-menjadi-penyelamat-bumi-pendidikan-politik-anak-sejak-dini/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Apr 2009 00:59:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Farid Ma'ruf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Jundiku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://baitijannati.wordpress.com/2009/04/25/aku-ingin-menjadi-penyelamat-bumi-pendidikan-politik-anak-sejak-dini/</guid>
		<description><![CDATA[Malam itu saya bersama keluarga menikmati film The Day After Tomorrow. Sebuah film lama yang sengaja saya putar untuk sebuah agenda besar keluarga. Apa itu?
Sekedar memperkenalkan diri. Saya saya hidup bahagia denga seorang istri cantik dan 3 putra-putri yang lucu. Yang kecil baru sekolah TK (5 tahun), kemudian abangnya kelas 1 SD (7 tahun) dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&blog=719720&post=284&subd=baitijannati&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div id="attachment_306" class="wp-caption alignright" style="width: 148px"><a href="http://baitijannati.files.wordpress.com/2009/05/nopriade-herman.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-306" title="nopriade herman" src="http://baitijannati.files.wordpress.com/2009/05/nopriade-herman.jpg?w=138&#038;h=150" alt="nopriade herman" width="138" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">Nopriadi Herman</p></div>
<p>Malam itu saya bersama keluarga menikmati film <em>The Day After Tomorrow</em>. Sebuah film lama yang sengaja saya putar untuk sebuah agenda besar keluarga. Apa itu?<br />
Sekedar memperkenalkan diri. Saya saya hidup bahagia denga seorang istri cantik dan 3 putra-putri yang lucu. Yang kecil baru sekolah TK (5 tahun), kemudian abangnya kelas 1 SD (7 tahun) dan yang sulung kelas 3 SD (8 tahun).<span id="more-284"></span></p>
<p>Kembali ke masalah nonton film! Film yang kami tonton ini memvisualisasikan bagaimana dahsyatnya dampak <em>global warming</em> yang mengakibatkan miliaran manusia tewas, hancurnya ratusan negara serta musnahnya banyak makhluk hidup. Indonesia? Negeri kita ini termasuk yang tidak begitu diperhitungkan karena dianggap sudah tenggelam.</p>
<p>Film ini tidaklah sempurna, tapi gambaran kehidupan es di mana-mana cukup membuat cemas anak-anak. Yang kecilpun bertanya: &#8220;Apa ini betulan? Apakah ini akan sampai ke tempat kita?&#8221;. Abang dan Kakaknya menunggu jawaban dari saya.</p>
<p>Saya mengatakan bahwa ini <em>Insya Allah</em> akan terjadi saat Abi, sebutan anak-anak untuk saya, telah meninggal dunia dan kalian sudah besar seperti Abi. Mereka menjawab &#8220;Ohh..enak Abi&#8221;. Seakan mereka tidak terima kalau menghadapi itu tanpa orang tuanya.<br />
Sambil tersenyum saya mengatakan pada mereka, &#8220;<em>Global warming</em> tidak akan terjadi bila kalian mau menghentikannya&#8221;. Merekapun bertanya &#8220;Bagaimana?&#8221;.<br />
Dengan bahasa mereka saya jelaskan apa itu <em>global warming</em>, bagaimana mengatasinya dan apa yang harus mereka perankan dalam hidup ini.</p>
<p>Setelah acara nonton bersama itu anak saya sudah merasa memiliki predikat baru. Predikat ini sampai sekarang ia banggakan dan rasakan. Predikat itu adalah sebagai &#8220;Penyelamat Bumi&#8221;. Gelar inilah yang sering saya jadikan senjata untuk memotivasi mereka dalam banyak hal kebaikan. Alhamdulillah <em>image diri </em>berhasil memotivasi mereka untuk melakukan hal baik dan belajar banyak hal. Disamping masalah agama, mereka juga sudah saya kenalkan melalui internet apa itu bumi, tata surya, galaxi dan lain-lain. Bahkan, yang paling kecil sudah diajarkan oleh Uminya bagaimana berpidato di hadapan manusia terutama rakyat AS (produsen CO2 terbesar) untuk bersama-sama bertanggung jawab menghentikan <em>global warming</em>.</p>
<p>Bagaimana dengan anda dan anak-anak anda? (Berbagilah cerita bagaimana pendidikan politik di keluarga <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  )</p>
<p>Kalau belum ada rencana dan belum tergerak dengan cerita ini, ada baiknya anda membaca pembuka makalah yang pernah saya sampaikan dalam sebuah workshop. Pembukanya begini :</p>
<p><strong><em>&#8220;Ilmuwan: Pemanasan Global Setara dengan Senjata Pemusnah Masal&#8221;</em>. . Kalimat ini dicuplik dari judul berita di harian Republika pada bulan November 2005. Satu judul untuk menarik perhatian tentang dahsyatnya global warming bagi kehidupan manusia. Dalam berita itu dicatat Robert May, presiden lembaga ilmiah Inggris terkemuka, Royal Society, memberi peringatan tentang bahaya global warming pada konferensi 12 hari di Montreal terkait nasib Protokol Kyoto. Ia mengatakan, &#8220;Dampak pemanasan global banyak dan serius: naiknya permukaan laut, perubahan dalam ketersediaan air bersih dan meningkatnya berbagai kejadian luar biasa -banjir, kekeringan dan topan- yang konsenkuensi seriusnya meningkat menjadi sebanding dengan senjata pemusnah masal&#8221;.</strong></p>
<p><strong>Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon menyerukan pentingnya tindakan untuk mengatasi pemanasan global, dan memperingatkan bahwa dunia pada saat ini berada di ambang bencana. Ban memberi komentar pada suratkabar <em>International Herald Tribune</em>, &#8220;Saya selalu menyebutkan pemanasan global akan menjadi masalah yang paling penting. Sekarang saya yakin bahwa kita kini berada di ambang bencana, jika kita tidak melakukan tindakan apapun.&#8221; Ia juga mencatat meningkatnya pencairan sungai es (gletser) dan es di kutub, serta menandaskan bahwa hancurnya es di Antartika itu akan menaikkan ketinggian air laut sampai enam meter atau 18 kaki, yang bisa menenggelamkan kota-kota pantai New York, Mumbai dan Shanghai. Ia berkata, &#8220;Saya tidak menyebarkan kepanikan. Tapi saya yakin bahwa kita saat ini makin mendekati saat-saat yang mengerikan itu&#8221; </strong><br />
Lengkapnya bisa diakses di <a href="http://nopriadi.multiply.com/journal/item/23/Global_warming_kapitalisme_dan_islam" target="_blank">http://nopriadi.multiply.com/journal/item/23/Global_warming_kapitalisme_dan_islam</a></p>
<p>Itulah global warming.<br />
Dalam sebuah konferensi Internasional di UGM, seorang pakar lingkungan hidup dari Inggris mengatakan yang kurang lebih &#8220;Bumi tempat kita tinggal sekarang tidak akan kita nikmati next 50 tahun akan datang disebabkan global warming. Perlu diingat, waktu terus berjalan dengan sangat cepat. Manusia harus berpikir keluar kotak. Berpikir secara tidak biasa untuk menyelamatkan bumi&#8221;.  Pada saat diberi kesempatan, saya menyampaikan sebuah pernyataan dan ajakan pada audiens (terdiri dari tokoh-tokoh agama, aktivis lingkungan, mahasiswa, intelektual kampus dari berbagai Negara) dengan ungkapan yang kurang lebih:<br />
<strong>&#8220;We realize that global warming threats our earth. We have many problems in this earth. We&#8217;ve heard that the people should think outside the box. I just wanna say that you couldn&#8217;t think outside the box if you are still in secular framework. We need to solve the problems with a new perspective. We need a new way to manage the civilization. We need Islam. Islam really could solve our problems&#8230;..&#8221;.</strong><br />
Saat itu saya tidak lupa mengundang audiens untuk mempelajari Islam dalam rangka menyelamatkan bumi.<em> We need Islam to stop Global Warming</em>.<br />
<em>Speech</em> dan provokasi singkat saya waktu itu mendapat sambutan tepuk tangan yang meriah.</p>
<p>Kembali ke persoalan anak. Saya tidak percaya dengan ungkapan &#8216;biar anak menentukan sendiri  mereka mau menjadi apa&#8217;. Saya tidak percaya sepenuhnya. Yang saya yakini adalah saya punya tanggung jawab dihadapan Allah SWT akan menjadikan anak seperti apa. Menjadikan anak seperti apa? Sejak dini anak harus dididik dengan persoalan-persoalan besar peradaban. Sejak dini mereka harus dikenalkan betapa tidak beresnya pengaturan peradaban hari ini. Sejak dini mereka harus dipahamkan agar terlibat dalam menyelamatkan bumi. Berlebihan? Mungkin? Oleh sebab itu jadikanlah anak kita sebagai &#8216;Penyelamat Bumi&#8217;.<br />
Semoga Allah SWT menjadikan saya dan keluarga sebagai <em>khalifah fil ardhi</em> penjaga bumi bersama orang-orang ikhlas. Amien&#8230;.</p>
<p>source image, <a href="http://www.imdb.com/title/tt0319262/plotsummary" target="_blank">http://www.imdb.com/title/tt0319262/plotsummary</a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/baitijannati.wordpress.com/284/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/baitijannati.wordpress.com/284/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/baitijannati.wordpress.com/284/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/baitijannati.wordpress.com/284/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/baitijannati.wordpress.com/284/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/baitijannati.wordpress.com/284/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/baitijannati.wordpress.com/284/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/baitijannati.wordpress.com/284/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/baitijannati.wordpress.com/284/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/baitijannati.wordpress.com/284/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&blog=719720&post=284&subd=baitijannati&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://baitijannati.wordpress.com/2009/04/25/aku-ingin-menjadi-penyelamat-bumi-pendidikan-politik-anak-sejak-dini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5db4c5e4e99c900e96651e7e7268e5a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">faridm</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://baitijannati.files.wordpress.com/2009/05/nopriade-herman.jpg?w=138" medium="image">
			<media:title type="html">nopriade herman</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menanti Jundi yang Tak Kunjung Hadir dalam Rumah Tangga</title>
		<link>http://baitijannati.wordpress.com/2009/04/21/menanti-jundi-yang-tak-kunjung-hadir-dalam-rumah-tangga/</link>
		<comments>http://baitijannati.wordpress.com/2009/04/21/menanti-jundi-yang-tak-kunjung-hadir-dalam-rumah-tangga/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Apr 2009 13:17:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Farid Ma'ruf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Jundiku]]></category>
		<category><![CDATA[Kiat Praktis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://baitijannati.wordpress.com/?p=272</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Zahrina Nurbaiti

Setiap keluarga yang telah lama melangsungkan pernikahan, pastinya menginginkan hadir seorang jundi yang mampu memecahkan kesunyian disaat kesepian melanda. Belum lagi celoteh kecil yang mampu menghidupkan suasana, saat lelah pulang berdakwah. Namun, bagaimana jika hal tersebut tak pernah kunjung hadir, setelah belasan tahun penantian sang jundi serta segenap ikhtiar telah dilakukan. 
Haruskah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&blog=719720&post=272&subd=baitijannati&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><strong>Oleh : <span lang="IN">Zahrina Nurbaiti</span></strong></p>
<p class="MsoNormal">
<div id="attachment_273" class="wp-caption alignright" style="width: 158px"><a href="http://baitijannati.files.wordpress.com/2009/04/zahrina-nurbaiti-01.jpg"><img class="size-full wp-image-273" title="zahrina-nurbaiti-01" src="http://baitijannati.files.wordpress.com/2009/04/zahrina-nurbaiti-01.jpg?w=148&#038;h=174" alt="Zahrina Nurbaiti" width="148" height="174" /></a><p class="wp-caption-text">Zahrina Nurbaiti</p></div>
<p>Setiap keluarga yang telah lama melangsungkan pernikahan, pastinya menginginkan hadir seorang jundi yang mampu memecahkan kesunyian disaat kesepian melanda. Belum lagi celoteh kecil yang mampu menghidupkan suasana, saat lelah pulang berdakwah. Namun, bagaimana jika hal tersebut tak pernah kunjung hadir, setelah belasan tahun penantian sang jundi serta segenap ikhtiar telah dilakukan. <span id="more-272"></span></p>
<p>Haruskah meratapi dengan menangis karena takdir tersebut? Ya Rabbi, jadikanlah kami hamba-Mu yang selalu pandai bersyukur dengan nikmat yang telah Engkau anugerahi, dan berikanlah kesabaran pada kami atas ujian yang Engkau berikan dan tetapkanlah kami di jalan dakwahMu hingga hidup mulia atau kesyahidan menemui kami.</p>
<p>Selanjutnya, apa dan bagaimana sikap kita jika mendapatkan cobaan sang jundi yang belum hadir ditengah-tengah keluarga? Berikut beberapa tips, hal dan sarana yang dapat kita lakukan:</p>
<p>1. Membina hubungan yang erat dengan Allah SWT (Quwwatu Sillah Billah)<br />
Dengan adanya hubungan yang erat dengan Allah SWT, yakinlah bahwa hati ini menjadi lebih tenang, lebih tawakal dengan setiap cobaan yang diberikan-Nya. Yakinlah bahwa rencana Allah SWT jauh lebih indah dari rencana kita.</p>
<p>2. Berkonsultasilah ke dokter<br />
Jika dalam satu tahun usia pernikahan belum ada tanda-tanda kehamilan, maka hal pertama yang bisa dilakukan pasangan adalah dengan melakukan pemeriksaan ke dokter, baik sang isteri maupun suami, agar lebih mudah pengobatannya.</p>
<p>Lalu, terimalah hasil test dari dokter tersebut dengan kesabaran, kebesaran jiwa dan tidak saling menyalahkan diantara pasangan kita, agar pernikahan terus berjalan dan tetap harmonis. Janganlah bersedih hati apalagi berputus asa. Teruslah berikhtiar, meskipun untuk melakukan hal ini dibutuhkan biaya yang cukup besar. Jangan langsung tergoda untuk berobat ke pengobatan yang terkadang membawa kita jatuh pada nilai-nilai kemusyrikan (contoh: bawa ayam hitamlah, aneh-aneh saja)</p>
<p>3. Carilah Aktivitas Yang Positif<br />
Setiap manusia, pada prinsipnya tidak menyukai hal-hal yang monoton, namun lebih menyukai hal-hal yang dinamis. Ketika belum ada tanda-tanda kehamilan dalam pernikahan, maka carilah aktivitas yang positif, seperti:</p>
<p>a. Menjadi seorang pendidik/murobbi<br />
Ada perasaan bahagia yang tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata, manakala melihat binaan (mad’u) kita mendapatkan jodoh seorang pria (ikhwan) yang shaleh dengan keluarga yang sakinah tentunya.</p>
<p>b. Melanjutkan kuliah.<br />
Sambil menunggu kehadiran sang jundi, kita bisa memilih untuk melanjutkan kuliah. Dan biasanya saat kuliah, akan banyak tugas-tugas dan presentasi, sehingga membuat kita sibuk untuk mengerjakan hal tersebut, jadi tidak larut dengan cobaan yang sedang melanda kita. Tetapi jika terlihat tanda-tanda kehamilan, bisa saja cuti dahulu demi keselamatan sang janin. Semua itu bisa dikomunikasikan dengan pasangan kita tentunya.</p>
<p>Sehingga kuliah dapat kita jalani dengan enjoy. Tentu saja kita harus mampu mengelola waktu dengan sebaik-baiknya, antara kuliah, dakwah dan rumah tangga. Apalah artinya jika kita sukses kuliah, dakwah, tetapi rumah tangga kita berantakan (tidak terurus).</p>
<p>c. Aktif berdakwah di tengah masyarakat<br />
Sebagai seorang muslimah, kita bisa mendaftarkan diri menjadi koordinator kewanitaan (Kornit) atau sebagai muballighah (pembicara), baik di Pos KK maupun kegiatan Forsitma. Selain menambah kepercayaan diri kita, hasilnya juga bisa bermanfaat untuk orang lain. Bukankah sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain.</p>
<p>d. Cobalah untuk menulis (bisa artikel, novel islami, cerpen, dsb)<br />
Semua diri kita pastinya mempunyai potensi yang telah Allah gariskan, hanya saja tinggal bagaimana kita mampu mengasahnya. Seperti Habiburahman El-Shirazy dengan kisah: Ayat-Ayat Cinta, Ketika Cinta Berstasbih, atau Ketika Cinta Berbuah Surga.</p>
<p>Nah, kita pun bisa oiba-coba menulis apa saja. Misalnya, menulis &#8220;Ketika Menjemput Kesyahidan di Palestina&#8221;, atau apa sajalah. Insya Allah, ide itu akan mengalir begitu saja dengan pertolongan Allah tentunya.Dengan bismillah, insya Allah kita pastinya bisa.</p>
<p>e. Ikut kursus-kursus kilat<br />
Selain hal diatas, kita juga bisa ikut kursus menjahit, kursus Bahasa, kursus salon Muslimah, kursus tata boga, dan lain sebagainya. Intinya, waktu akan terasa lebih cepat, daripada hanya sekedar berfikir atau meratapi takdir, kok belum hamil-hamil juga ya?</p>
<p>f. Menjadi trainer<br />
Seorang muslimah, bisa juga bergabung bersama pelatihan manajemen Trustco misalnya. Mudah saja, kita hanya melakukan presentasi dengan tema &#8220;KONSEP DIRI&#8221; misalnya selama 45 menit, lalu dinilai oleh Tim Trustco. Setelah dinyatakan lulus, banyak ikut magang isi pelatihan. Tetapi jangan lupa hal itu dikomunikasikan lagi dengan pasangan hidup kita, agar langkah kita menjadi lebih ringan.</p>
<p>Perlu di ingat, dibalik kesuksesan seorang suami, pasti ada peran seorang isteri di belakangnya yang selalu mendukungnya. Begitu pula sebaliknya, apalah artinya menjadi isteri yang sukses berdakwah tanpa ridho dari suami tentunya. Dan suami yang baik adalah yang mampu memotivasi sang isteri untuk terus berkembang, saling asih, asah dan asuh.</p>
<p>Tanpa dukungan sang suami, tidak mungkin kita bisa seperti ini. Dakwahlah yang menyatukan cinta dan hati kita, biarlah kematian saja yang memisahkan kita, mengumpulkan kita berdua di surga-Nya yang abadi, Amiin.<br />
Kuucapkan Jazakumullah Khairan Ahsanul Jazaa, kepada suamiku, cintaku, sayangku yang terus menemaniku dari segala kondisi yang menimpaku. Yang mau menerimaku dengan segala kelebihan dan kekuranganku. Rasanya, baru kemarin gaun pengantin aku kenakan, hingga tak terasa waktu demi waktu terus berganti menemani pernikahan kami. Subhanallah, ternyata 14 tahun sudah usia pernikahan, kami jalani.</p>
<p>4. Bina terus komunikasi dengan pasangan kita<br />
Jangan pernah sungkan atau malu mengungkapkan perasaan yang kita rasakan pada pasangan kita dengan cara yang baik tentunya. Bisa saja hal itu kita lakukan, seperti saat kita sedang berdua makan malam di luar dengan suasana yang cukup romantis. Tidak perlu mahal, yang penting makna kebersamaanya.</p>
<p>Walaupun hanya nasi uduk di Pisang Bintaro, ataupun bubur Cirebon di Sektor 9 Bintaro, hal itu bisa kita lakukan, atau dimanapun yang penting tidak terlalu mahal. Jadilah pendengar yang baik, sampai pasangan kita selesai mengungkapkan perasaannya. Tataplah mata pasangan kita dengan penuh cinta dan kasih sayang. Subhanallah, indah sekali rasanya. Tidak ada ada masalah yang tidak ada solusinya, pastinya semua masalah ada solusinya.</p>
<p>5. Berbaik sangka terus menerus kepada Allah SWT<br />
Janganlah sekali-sekali kita berburuk sangka (su’uzhon) kepada Allah SWT, mengapa belum hamil juga? Bukankah Allah selalu mengikuti persangkaan hamba-Nya. Buatlah selalu fikiran yang positif mengapa kita belum diberi seorang anak.</p>
<p>Bisa saja hidup kita memang untuk membahagiakan orang lain, meski terkadang kita harus mengorbankan kebahagiaan yang kita miliki, lebih dibutuhkan masyarakat misalnya. Sehingga jasmani kitapun tetap sehat, bukankah kesehatan ruhiyah sangat berpengaruh pada kesehatan jasmani?</p>
<p>6. Mengambil anak di panti asuhan atau anak saudara<br />
Ini bisa menjadi alternatif jika belum ada tanda-tanda kehamilan. Tapi jangan lupa komunikasikan kembali dengan pasangan hidup kita dan juga keluarga besar tentunya. Walaupun dalam Islam tidak ada hukum Adopsi. Bisa saja hal ini dilakukan dalam rangka merangsang hormonal kita, sehingga kita benar-benar merasakan seperti memiliki anak sendiri (tapi bukan memancing untuk punya anak seperti mitos yang berkembang di tengah masyarakat saat ini, takut-takut jatuhnya ke arah syirik).</p>
<p>7. Mengikuti program bayi tabung<br />
Ketika inseminasi buatan tidak berhasil dilakukan sebanyak maksimal 3 kali, biasanya dokter menganjurkan untuk mengikuti program bayi tabung. Di RS. Harapan Kita, biaya sekitar Rp 60-70 juta, juga di Makmal UI sekitar Rp 45 juta, itupun tingkat keberhasilannya adalah 1: 4. Yang namanya ikhtiar, bisa saja dilakukan, namun sebaiknya usia di bawah 40 tahun (maksimal 38 tahun).</p>
<p>Semoga beberapa tips tersebut dapat membantu bagi keluarga ikhwan dan akhwat yang mendapatkan ujian yang sama. Janganlah berputus asa dari rahmat Allah SWT, yakinlah bahwa Allah SWT tiak akan membebani di luar batas kemampuan hambaNya. Isilah hari-hari yang indah ini dengan amal sholih yang berkesinambungan, meskipun sedikit namun rutin kita lakukan.</p>
<p>Ya Allah ya Robbi,<br />
Kuatkanlah bahtera rumah tangga kami,<br />
Meskipun ujian melanda,<br />
Janganlah membuat kami jauh dari-Mu,<br />
Apalagi putus asa dari Rahmat-Mu<br />
Engkaulah yang menyatukan Cinta dan Hati kami dalam Da&#8217;wah-Mu,<br />
Hingga hidup mulia atau kesyahidan menemui kita</p>
<p>Suamiku Aa Rudi Lesmana, yang aku cintai dan sayangi karena Allah SWT<br />
Jangan pernah bosan untuk terus menasehatiku untuk menjadi isteri yang sholihah,<br />
Aku tidaklah secantik Aisyah,<br />
Tidak pula se-sholihah Siti Khodijah,<br />
Tidak pula sesuci Maryam,<br />
Tidak pula setegar Asiyah,</p>
<p>(Namun aku adalah wanita akhir zaman yang berusaha untuk menjadi Isterimu yang sholihah).</p>
<p>Merci Beaucoup Le Dieu<br />
La Vie Est Belle<br />
Si que nous faites beaucoup<br />
Pour Cette La Vie</p>
<p>N&#8217;oblie pas toujours de travaille bien<br />
Pour mes parents, mes amis, dans le PKS<br />
Bon Courage!<br />
Mes Amis Ikhwan wa Akhwat Fillah</p>
<p>Wassalamu’alaikum, Wr. Wb</p>
<p>Hj. Zahrina Nurbaiti, S. Sos, S. Sos.I, MM</p>
<p>Sumber : <a href="http://www.facebook.com/album.php?aid=23964&amp;id=1220026119&amp;saved#/note.php?note_id=75839836305&amp;ref=nf" target="_blank">Facebook Ibu Zahrina N</a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/baitijannati.wordpress.com/272/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/baitijannati.wordpress.com/272/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/baitijannati.wordpress.com/272/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/baitijannati.wordpress.com/272/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/baitijannati.wordpress.com/272/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/baitijannati.wordpress.com/272/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/baitijannati.wordpress.com/272/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/baitijannati.wordpress.com/272/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/baitijannati.wordpress.com/272/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/baitijannati.wordpress.com/272/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&blog=719720&post=272&subd=baitijannati&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://baitijannati.wordpress.com/2009/04/21/menanti-jundi-yang-tak-kunjung-hadir-dalam-rumah-tangga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5db4c5e4e99c900e96651e7e7268e5a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">faridm</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://baitijannati.files.wordpress.com/2009/04/zahrina-nurbaiti-01.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">zahrina-nurbaiti-01</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bila Pornografi Merusak Otak Anak</title>
		<link>http://baitijannati.wordpress.com/2009/03/07/bila-pornografi-merusak-otak-anak/</link>
		<comments>http://baitijannati.wordpress.com/2009/03/07/bila-pornografi-merusak-otak-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Mar 2009 08:35:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Farid Ma'ruf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Jundiku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://baitijannati.wordpress.com/?p=240</guid>
		<description><![CDATA[
 Selain narkoba, ancaman terdahsyat bagi anak-anak saat ini adalah pornografi. Bahkan pornografi disebut-sebut lebih dahsyat dampaknya daripada narkoba. Karena, jika narkoba bisa merusak tiga bagian otak anak, maka pornografi bisa merusak sekaligus lima bagian otak anak.
 
Belasan situs dan games porno saat ini terus mengancam anak-anak yang mengandung unsur pornografi dan kekerasan. Misalnya Naruto [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&blog=719720&post=240&subd=baitijannati&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div class="entry">
<p class="MsoNormal"><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--><!--[if !mso]&gt;--> <!--[endif]--><a href="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2009/03/stop-pornografi.gif"><img class="size-medium wp-image-9882 alignright" title="stop-pornografi" src="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2009/03/stop-pornografi.gif" alt="" width="200" height="205" /></a><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Selain narkoba, ancaman terdahsyat bagi anak-anak saat ini adalah pornografi. Bahkan pornografi disebut-sebut lebih dahsyat dampaknya daripada narkoba. Karena, jika narkoba bisa merusak tiga bagian otak anak, maka pornografi bisa merusak sekaligus lima bagian otak anak.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Belasan situs dan games porno saat ini terus mengancam anak-anak yang mengandung unsur pornografi dan kekerasan. Misalnya Naruto dan Grand Theft Auto (GTA) games berjudul ‘San Andreas’, ‘Vice City’ serta ‘Bully‘. GTA yang berisi rencana besar untuk mencuri mobil, awalnya adalah upaya pemerintah AS memberikan inspirasi bagi para tentaranya. Namun belakangan lebih banyak berisi adegan-adegan porno.<span id="more-240"></span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">‘’Sekarang angka pengguna games dan situs porno di kalangan anak-anak meningkat hingga 1.360 persen. Ini luar biasa mengkhawatirkan. Berdasarkan penelitian, games tersebut paling sering dimainkan oleh anak-anak mulai usia empat tahun hingga usia remaja,’‘ ujar Ketua Pelaksana Yayasan Kita dan Buah Hati, Elly Risman, dalam seminar Memahami Dasyatnya Keru sakan Otak Akibat Pornografi dan Narkoba Ditinjau dari Neuroscience, belum lama ini.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Menurut Elly, umumnya anak-anak mengakses situs porno tersebut di rumah, baik di rumah sendiri maupun di rumah temannya. Ironisnya, dari penelitian yang dilakukan di 28 provinsi, sebagian besar orang tua menyatakan tidak tahu bahwa games dan situs tersebut mengandung unsur pornografi.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Dari hasil pertemuan konselor Remaja Yayasan Kita dan Buah Hati dengan 1.625 siswa SD kelas 4 hingga 6 di Jabodetabek sepanjang 2008, lanjut Elly, diketahui bahwa 66 persen dari mereka sudah pernah melihat halhal berbau pornografi. Sekitar 24 persen melalui komik, 18 persen melalui games, 16 persen melalui situs porno, 14 persen melalui film, 10 persen VCD dan DVD, 8 persen melalui HP, dan empat hingga enam persen melalui majalah atau koran.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Mengapa anak-anak ingin melihat adegan pornografi? Sekitar 27 persen mengaku iseng setelah menyelesaikan tugas pekerjaan rumah. Lalu, 10 persen terbawa teman dan empat persen takut dibilang kurang pergaulan. Sedang lokasinya, 36 persen anak melihat pornografi di rumah atau kamar pribadi, 12 persen di rumah teman, 18 persen di warnet, dan tiga persen di tempat rental. Melihat begitu tingginya akses anak-anak terhadap media pornografi, Elly memaklumi jika sekarang banyak anak-anak yang sudah melakukan kegiatan seks aktif pada usia remaja. Menurutnya, rangsangan yang berulang kali terjadi, membuat anak lebih mudah tergoda melakukannya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Survei yang dilakukan Komnas Perlindungan Anak terhadap 4.500 remaja di 12 kota besar selama tahun 2007 diperoleh fakta bahwa 97 persen remaja pernah nonton film porno, 93,7 pernah ciuman, petting dan oral seks, 62,7 persen remaja SMP sudah tidak perawan serta 21,2 persen remaja SMU pernah aborsi. Sekjen Departemen Kesehatan (Depkes) Sjafi’i Ahmad menyatakan, informasi tentang pornografi akan mengubah pola perilaku seseorang sesuai dengan informasi yang diterimanya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Selain itu, ternyata informasi tentang pornografi yang didengar atau dilihat seseorang, juga dapat merusak sel-sel otak. ‘’Akibatnya, perilaku dan kemampuan intelegensia akan menga lami gangguan,’‘ ujarnya. Otak sebagai organ yang me ngolah informasi, kata Sjafi’i, menerima apa yang bisa di lihat, didengar dari lingkung an, selanjutnya memproses informasi itu sesuai dengan ka pasitas kemampuan inte legensia yang dimiliki seseorang. Tingkat pendidikan, pengetahuan, dan lingkungan akan membentuk pola perilaku seseorang.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Sjafi’i mengatakan, kerusakan otak dapat dibuktikan dengan kerusakan fisik dan radiologis serta tampak dalam bentuk manifestasi gangguan perilaku. Jika gangguan ini meluas dalam kelompok masyarakat, dapat dibayangkan akibat besar yang bisa ditimbulkan. ‘’Yang pasti akan memperburuk kemampuan kesehatan fisik, mental, sosial, dan menghancurkan sendi tatanan kehi dupan masyarakat disertai pe nurunan kemampuan intelegensia secara umum,’‘ jelasnya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Penurunan kesehatan intelegensia secara langsung dan tidak langsung, kata Sjafi’i, akan menurunkan produktivitas sehingga secara menyeluruh akan memperburuk Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia yang pada saat ini belum sesuai dengan harapan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Sementara Kepala Pusat Intelegensia Departemen Kesehatan, Jofizal Jannis menyatakan, bila anak-anak terus-me nerus dipaksa menonton tayangan-tayangan yang berbau pornografi, maka yang terjadi adalah kecanduan yang bisa merusak intelegensia.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Tidak hanya itu. Jofizal juga mengatakan, selain rusaknya daya intelegensia, remaja Indonesia juga tidak akan dapat berpikir jernih. ‘’Ini akan menimbulkan efek negatif baik fisik maupun mental mereka. Dan itu akan menurunkan kualitas hidup mereka kelak,’‘ tegasnya. (<em>mediaumat.com, 06/03/09</em>)</span></p>
<p><em><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Komentar:</span></strong></em></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Sungguh sangat menyedihkan membaca berita di atas. Lagi-lagi kerusakkan sosial akibat dari sistem kapitalisme sekularisme mengancam generasi kita. Ketika sistem kapitalisme sekular dipaksakan, perzinahan merajalela, bahkan perilaku yang nista tersebut mengancam generasi muda. Pendidikan yang berbasis sekular pun tak mampu menjadikan generasi di negeri ini benar-benar bertakwa. Padahal Rasulullah Saw telah mengingatkan:<br />
</span></p>
<p><em><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;">“Jika zina dan riba sudah menyebar di suatu kampung maka sesungguhnya mereka telah menghalalkan azab Allah atas diri mereka sendiri”.</span></em><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;"> (HR al-Hakim, al-Baihaqi dan ath-Thabrani).</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Sekali lagi, sistem sekularisme tak mampu menghentikan kerusakkan sosial yang terus melaju ini. Sudah saatnya kaum Muslim mencampakkan sistem yang rusak tersebut dan kembali kepada Islam.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Di dalam sistem Islam sangat diperhatikan tiga faktor penting masyarakat. Pertama, ketakwaan individu yang dibangun dengan pembinaan-pembinaan Islam. Kedua, adanya kontrol sosial dengan ditegakkannya <em>amar makruf nahi munkar</em>. Ketiga, penegakkan aturan yang shohih dan tegas oleh negara. Aturan tersebut tentu saja berasal dari Sang Mahatahu, yakni aturan Islam yang akan ditegakkan oleh Khilafah Rasyidah.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Sumber : <a href="http://hizbut-tahrir.or.id/2009/03/07/bila-pornografi-merusak-otak-anak/" target="_blank">www.hizbut-tahrir.or.id</a><br />
</span></div>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/baitijannati.wordpress.com/240/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/baitijannati.wordpress.com/240/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/baitijannati.wordpress.com/240/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/baitijannati.wordpress.com/240/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/baitijannati.wordpress.com/240/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/baitijannati.wordpress.com/240/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/baitijannati.wordpress.com/240/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/baitijannati.wordpress.com/240/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/baitijannati.wordpress.com/240/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/baitijannati.wordpress.com/240/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&blog=719720&post=240&subd=baitijannati&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://baitijannati.wordpress.com/2009/03/07/bila-pornografi-merusak-otak-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5db4c5e4e99c900e96651e7e7268e5a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">faridm</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2009/03/stop-pornografi.gif" medium="image">
			<media:title type="html">stop-pornografi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Membeli Cinta Anak</title>
		<link>http://baitijannati.wordpress.com/2008/09/30/membeli-cinta-anak/</link>
		<comments>http://baitijannati.wordpress.com/2008/09/30/membeli-cinta-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Sep 2008 09:56:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Farid Ma'ruf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Jundiku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://baitijannati.wordpress.com/?p=199</guid>
		<description><![CDATA[
Oleh :M. Ihsan Abdul Djalil




Baiti Jannati. Anda pernah dapat hadiah? Saya rasa semua orang pernah terima hadiah. Bisa dari bos, orang tua, istri atau suami, teman baik, atau dari siapa saja. Tapi hadiah yang saya terima kali ini sungguh luar biasa. Mungkin ini akan menjadi yang terindah dalam hidup saya.
Malam itu saya baru datang dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&blog=719720&post=199&subd=baitijannati&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div style="text-align:center;"><strong></p>
<div id="attachment_333" class="wp-caption alignright" style="width: 121px"><strong><a href="http://baitijannati.files.wordpress.com/2008/09/m-ihsan1.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-333" title="m ihsan" src="http://baitijannati.files.wordpress.com/2008/09/m-ihsan1.jpg?w=111&#038;h=150" alt="M Ihsan" width="111" height="150" /></a></strong><p class="wp-caption-text">M Ihsan</p></div>
<p>Oleh :<span style="font-weight:bold;">M. Ihsan Abdul Djalil</span></strong></div>
<div style="text-align:center;"><strong></strong></div>
<div style="text-align:center;"><strong></strong></div>
<div style="text-align:center;"><strong></strong></div>
<div style="text-align:center;"><strong></strong></div>
<div style="text-align:left;"><em><strong>Baiti Jannat</strong></em>i. Anda pernah dapat hadiah? Saya rasa semua orang pernah terima hadiah. Bisa dari bos, orang tua, istri atau suami, teman baik, atau dari siapa saja. Tapi hadiah yang saya terima kali ini sungguh luar biasa. Mungkin ini akan menjadi yang terindah dalam hidup saya.</div>
<div style="text-align:left;">Malam itu saya baru datang dari luar kota. Seperti biasa, begitu masuk garasi, anak-anak menyambut dengan heboh. Tiba-tiba Faris (anak kedua, sekarang  kelas 1 SD) mendekat, <span style="font-style:italic;">“Ayah, aku ada hadiah buat ayah”.</span></div>
<div style="text-align:left;"><span style="font-style:italic;">“Oh ya, apa mas?”.</span> Penasaran.</div>
<div style="text-align:left;"><span id="more-199"></span><br />
Faris berlari masuk rumah dan sebentar kemudian menyodorkan selembar kertas.</div>
<div style="text-align:left;"><span style="font-style:italic;">“Wah, mas, ini bagus sekali. Mas Faris yang membuatnya?”</span></div>
<div style="text-align:left;"><span style="font-style:italic;">“Iya, soalnya aku kangen. Terus aku buat kreasi untuk ayah”.</span><br />
<span style="font-style:italic;">“Hebat kamu mas, terima kasih ya”. </span><br />
Sambil memasuki rumah, saya pandangin terus lukisan pemberian Faris. Temanya laut. Ikan dan tumbuhannya dibuat dari kertas, digunting, lalu ditempelkan dengan lem untuk membuat kesan timbul. Hmm.. anakku kangen? Padahal saya keluar kota hanya nginap semalam.</div>
<div style="text-align:center;"><img src="http://mohammadihsan.com/content/data/upimages/Lukisan_Faris.jpg" border="0" alt="" align="none" /></div>
<div style="text-align:center;">Pojok kiri atas Faris menulis, <span style="font-weight:bold;font-style:italic;">&#8220;Dari Faris Untuk Ayah&#8221;</span>. WOW</div>
<div style="text-align:left;">Sementara anak-anak lain di luar kamar, Faris terus membuntuti. Kelihatan sekali dia lagi kangen berat. <span style="font-style:italic;">“Mas, napa sih kamu kangen sama ayah?”. </span><br />
Faris terus lengket menggandeng saya, <span style="font-style:italic;">“Soalnya enak kalau ada ayah. Ada yang ajak main”. </span></div>
<div style="text-align:left;">Main? Di rumah ada 3 saudaranya, ada ibunya juga. Tiap hari juga main, tapi kangen saya karena menjadi teman mainnya? Begitulah cinta anak. Tak bisa kita membelinya dengan uang, pakaian, atau hadiah paling mahal sekalipun. Anak menerjemahkan cinta orang tua berdasar waktu berkualitas yang kita berikan. Kalau kita terus sibuk, tak pernah ada waktu bersama, mereka mengartikan kita sedang tak mencintainya. Anak butuh waktu kita. Dan itulah pemberian saya yang membuat Faris jatuh cinta.</p>
<p>Saya masih ingat pagi dimana saya sengaja mengalah saat badminton dengan skor tipis: 21-19. Faris dengan bangga menceritakan kemenangannya itu ke semua penghuni rumah. Kakak adiknya, ibunya, semua dikabari, <span style="font-style:italic;">“Aku tadi bisa ngalahkan ayah”.</span> Gubrakkss&#8230; <span style="font-style:italic;">“Iya nih, Faris tambah hebat sekarang. Masa ayah bisa kalah”,</span> saya sengaja nambahin karena kakak adiknya terkesan tak percaya.  Lha masa belum genap 7 tahun bisa ngalahkan ayahnya. Hil yang mustahal, hehe..</div>
<div style="text-align:left;">Begitulah saya “membeli” cinta anak. Bukan dengan uang. Hanya waktu. Mainan robot mahal dari saya sekarang hanya ditaruh di kamarnya. Saat menerima memang dia terlihat senang, lalu dilupakan begitu saja. Tapi 20 menit badminton sehabis subuh, membuat saya begitu dirindukannya. Dan ketika anak lelaki sudah mencintai figur ayahnya, saya menjadi sangat powerful di hadapan dia. Saya bisa meminta dia melakukan apapun yang saya ingin dia melakukannya. Karena cinta.  (www.baitijannati.wordpress.com)</div>
<p>Surabaya, 28 September 2008</p>
<p><span style="text-decoration:underline;">Catatan:</span><br />
<span style="font-style:italic;">Lukisan indah tersebut sekarang jadi wallpaper laptop saya, sebagai reminder, sesibuk apapun saya harus luangkan waktu untuk anak, karena itulah wujud cinta kita, dan dia sangat membutuhkannya.</span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/baitijannati.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/baitijannati.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/baitijannati.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/baitijannati.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/baitijannati.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/baitijannati.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/baitijannati.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/baitijannati.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/baitijannati.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/baitijannati.wordpress.com/199/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&blog=719720&post=199&subd=baitijannati&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://baitijannati.wordpress.com/2008/09/30/membeli-cinta-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5db4c5e4e99c900e96651e7e7268e5a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">faridm</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://baitijannati.files.wordpress.com/2008/09/m-ihsan1.jpg?w=111" medium="image">
			<media:title type="html">m ihsan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mohammadihsan.com/content/data/upimages/Lukisan_Faris.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Agar Anak Merasa Senang Beribadah Selama Ramadhan</title>
		<link>http://baitijannati.wordpress.com/2008/09/09/agar-anak-merasa-senang-beribadah-selama-ramadhan/</link>
		<comments>http://baitijannati.wordpress.com/2008/09/09/agar-anak-merasa-senang-beribadah-selama-ramadhan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Sep 2008 13:21:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Farid Ma'ruf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Jundiku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://baitijannati.wordpress.com/?p=195</guid>
		<description><![CDATA[Diasuh oleh Dra. (Psi) Zulia Ilmawati
Pertanyaan :
Assalamu&#8217;alaikum Wr.Wb.
Tanpa terasa, Ramadhan telah tiba. Bulan yang penuh rahmah dan berkah. Bulan yang penuh dengan pengampunan dan pembebasan dari api neraka. Buat kita orang tua, yang telah berpuluh kali menjalani puasa tentu sudah tahu apa tujuan, makna dan faedah puasa, tapi bagaimana dengan anak-anak kita? Apa kiat-kiat yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&blog=719720&post=195&subd=baitijannati&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;">Diasuh oleh Dra. (Psi) Zulia Ilmawati</p>
<div id="attachment_196" class="wp-caption alignright" style="width: 97px"><a href="http://baitijannati.files.wordpress.com/2008/09/ustdz-zulia.png"><img class="size-full wp-image-196" title="Zulia Ilmawati" src="http://baitijannati.files.wordpress.com/2008/09/ustdz-zulia.png?w=87&#038;h=115" alt="Ustadzah Dra. (Psi.) Zulia Ilmawati" width="87" height="115" /></a><p class="wp-caption-text">Ustadzah Dra. (Psi.) Zulia Ilmawati</p></div>
<p>Pertanyaan :</p>
<p>Assalamu&#8217;alaikum Wr.Wb.<br />
Tanpa terasa, Ramadhan telah tiba. Bulan yang penuh rahmah dan berkah. Bulan yang penuh dengan pengampunan dan pembebasan dari api neraka. Buat kita orang tua, yang telah berpuluh kali menjalani puasa tentu sudah tahu apa tujuan, makna dan faedah puasa, tapi bagaimana dengan anak-anak kita? Apa kiat-kiat yang bisa kita lakukan agar anak merasa senang dengan datangnya bulan Ramadhan, dan menjalaninya dengan baik. Terimakasih untuk saran-sarannya ibu.<br />
Wassalamu&#8217;alaikum Wr.Wb.<br />
Nadia<br />
Bandung</p>
<p>Wa&#8217;alaikumsalam Wr.Wb. <span id="more-195"></span></p>
<p>Ibu Nadia yang baik,</p>
<p>Mengantarkan anak untuk berpuasa dan memahami maknanya, memang bukanlah pekerjaan mudah. Keberhasilan yang kita harapkan memerlukan persiapan sejak jauh hari. Kiat-kiat yang bisa dilakukan orang tua, untuk merancang pola pendidikan terbaik buat anak selama bulan Ramadhan antara lain adalah :.</p>
<p>1. Mengenalkan Ramadhan agar anak terkondisi dengan datangnya bulan Ramadhan.</p>
<p>Jauh sebelum Ramadhan datang, orang tua hendaknya rajin mengumpulkan kisah-kisah menarik seputar Ramadhan. Pilihkanlah kisah-kisah sahabat dan perjuangan Rasulullah yang berhasil di bulan Ramadhan. Pengalaman-pengalaman masa kecil orang tua pun akan sangat menyenangkan bagi anak-anak jika dikisahkan satu atau dua pekan sebelum datangnya Ramadhan. Melakukan pengkondisian menyambut Ramadhan juga dapat dilakukan dengan memberikan pemahaman yang memadai tentang keutamaan Ramadhan. Jika pengkondisian ini dilakukan berulang-ulang sejak sebelum Ramadhan tiba, sangat mungkin akan tumbuh niat yang kuat pada anak untuk berpuasa Ramadhan.</p>
<p>2. Menyambut Ramadhan dengan Keriangan dan Keceriaan</p>
<p>Rasulullah telah menasehati Abdullah bin Mas&#8217;ud untuk menyambut Ramadhan dengan wajah yang berseri tidak cemberut. Keriangan atau keceriaan dapat diciptakan misalnya dengan mengajak anak untuk mengikuti acara-acara penyambutan Ramadhan dengan berpawai keliling membawa poster-poster atau seruan-seruan bulan Ramadhan.</p>
<p>3. Mempersiapkan jadwal khusus buat anak</p>
<p>Perubahan jadwal sehari-hari selama Ramadhan juga memerlukan persiapan, agar tidak mengagetkan. Membiasakan anak bangun sahur, misalnya, bukan hal yang ringan. Orang tua perlu merancang cara khusus dan istimewa untuk membuat anak mau membuka mata dengan gembira. Misalnya dengan menyediakan menu sahur yang istimewa. Waktu sahur sebaiknya diakhirkan (kira-kira satu atau setengah jam menjelang shalat subuh) sebagaimana anjuran Rasulullah.</p>
<p>4. Menjalankan ibadah dengan gembira.</p>
<p>Perasaan senang tanpa tekanan dalam beribadah sangat penting bagi anak. Kondisikan lingkungan bermain dan kehidupan sehari-hari si anak dengan menyenangkan sehingga anak akan tertarik untuk mulai turut mencoba. Misalnya dengan mengundang kawan-kawan dekatnya berbuka puasa di rumah. Mengajak anak-anak untuk meramaikan syiar Ramadhan dengan sholat tarawih berjamaah di masjid, mengaji dan mengkaji Quran, menyimak ceramah-ceramah agama, menyuruh mereka mengantar makanan ke masjid untuk orang yang berbuka puasa, lebih menggemarkan berinfak, shadaqah dan lainnya. Stimulusi anak dengan pahala dan surga yang dijanjikan Allah untuk orang yang giat  beribadah selama bulan Ramadhan.</p>
<p>5. Memberikan alternatif pengisian waktu yang positif kepada anak</p>
<p>Untuk mengalihkan perhatian anak-anak dari rasa lapar, bisa menggunakan berbagai jenis permainan. Sejak di jaman kehidupan Rasulullah saw, para sahabat muslimah telah merancang kreativitas bagi putra-putrinya, khusus untuk menggembirakan hati mereka agar melupakan waktu yang terasa berjalan lambat selama berpuasa. Seperti nampak dalam sebuah kisah, ketika Rasulullah Saw mengutus seseorang pada hari Asyura ke perkampungan orang-orang Anshar dan berkata, “Siapa yang pagi ini shaum hendaklah ia shaum dan menyempurnakan puasanya. Maka kami pun menyempurnakan puasa hari itu dan kami mengajak anak-anak kami shaum. Mereka kami ajak ke masjid, lalu kami beri mereka mainan dari benang sutra. Jika mereka menangis minta makan kami berikan mainan itu sampai datang waktu berbuka.” (HR Bukhari-Muslim)</p>
<p>6. Melatih berpuasa dengan bertahap</p>
<p>Melatih puasa pada anak dapat dilakukan dengan bertahap, misalnya mengijinkan anak berbuka sampai jam 10, lalu jam 12 dan seterusnya sampai akhirnya penuh sampai waktu berbuka. Berikan penghargaan dan pujian untuk anak yang sabar. Jika memungkinkan berikan hadiah yang mendidik misalnya, berupa alat-alat belajar. Terhadap anak yang baru berlatih puasa (belum kuat dan gampang terpengaruh), sebaiknya mereka dijauhkan bermain dari anak-anak yang malas berpuasa. Dekatkan dengan anak-anak lainnya yang tekun berlatih.</p>
<p>Demikian ibu Nadia, perhatian yang intens dan cara-cara yang bijak dalam mempersiapkan dan menjalankan ibadah selama Ramadhan Insya Allah akan dapat menggugah kesadaran anak-anak untuk berpuasa dan beribadah lain dengan gembira. Selamat Berpuasa, semoga keberkahan Ramadhan akan ibu dan keluarga dapatkan. Amiin&#8230;. (<a href="http://baitijannati.wordpress.com/" target="_blank">www.baitijannati.wordpress.com</a>)</p>
<p><strong>Sumber : www.suara-islam.com</strong></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/baitijannati.wordpress.com/195/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/baitijannati.wordpress.com/195/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/baitijannati.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/baitijannati.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/baitijannati.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/baitijannati.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/baitijannati.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/baitijannati.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/baitijannati.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/baitijannati.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/baitijannati.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/baitijannati.wordpress.com/195/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&blog=719720&post=195&subd=baitijannati&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://baitijannati.wordpress.com/2008/09/09/agar-anak-merasa-senang-beribadah-selama-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5db4c5e4e99c900e96651e7e7268e5a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">faridm</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://baitijannati.files.wordpress.com/2008/09/ustdz-zulia.png" medium="image">
			<media:title type="html">Zulia Ilmawati</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>HTI Jogja Promosikan Pendidikan Integral Anak Usia Dini Berbasis Aqidah Islam</title>
		<link>http://baitijannati.wordpress.com/2008/08/05/hti-jogja-promosikan-pendidikan-integral-anak-usia-dini-berbasis-aqidah-islam/</link>
		<comments>http://baitijannati.wordpress.com/2008/08/05/hti-jogja-promosikan-pendidikan-integral-anak-usia-dini-berbasis-aqidah-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Aug 2008 17:52:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Farid Ma'ruf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Jundiku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://baitijannati.wordpress.com/?p=183</guid>
		<description><![CDATA[Baiti Jannati &#8212; Pada hari ahad tanggal 27 Juli 2008, bertempat di Aula Balai Kota Jogjakarta, Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) DPC Kota Jogjakarta menggelar Workshop dengan tema “Pendidikan Integral Anak Usia Dini Berbasis Aqidah Islam“. 
 
Acara yang diselenggarakan sebagai rangkaian peringatan Hari Anak Nasional ini menampilkan pembicara Ibu Nur Habibah, S.Psi, M.Si (Konsultan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&blog=719720&post=183&subd=baitijannati&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignright" src="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2008/08/training-padu02.jpg" alt="" width="231" height="179" /><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><em><strong>Baiti Jannati</strong></em> &#8212; Pada hari ahad tanggal 27 Juli 2008, bertempat di Aula Balai Kota Jogjakarta, Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) DPC Kota Jogjakarta menggelar <em>Workshop</em> dengan tema “<em>Pendidikan Integral Anak Usia Dini Berbasis Aqidah Islam</em>“. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Acara yang diselenggarakan sebagai rangkaian peringatan Hari Anak Nasional ini menampilkan pembicara Ibu Nur Habibah, S.Psi, M.Si (Konsultan Masalah Anak dan Keluarga), Ibu Aini Qori’ah, A.Md (HTI Kota Jogjakarta), dan Ibu Shinta Asri Risnaeni, S.Psi (Home Schooling Group Karima Aqila).</span><span id="more-183"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Dengan jumlah peserta kurang lebih 100 orang dari perwakilan pengurus PAUD mulai tingkat RW sampai tingkat kecamatan se-Kota Jogjakarta dan masyarakat umum.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Workshop</span></em><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> di buka dengan sambutan dari DPC HTI Kota Yogyakarta, Ustadzah Meti Astuti, SEI. Beliau memaparkan bahwa betapa pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini, karna pada usia 0 sampai 8 tahun terjadi pertumbuhan otak mencapai 80%, kemudian setelah itu hanya sisanya saja 20%. Pada Usia 0 sampai 8 tahun itulah terjadi proses pertumbuhan yang sangat cepat. Jadi kalau ada Ibu-ibu yang mengabaikan pendidikan anak usia dini, itu adalah tindakan yang keliru. apalagi pada usia 0 sampai 3 tahun yang merupakan masa emasnya/golden age.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Melalui <em>Workshop</em> ini, HTI ingin menjelaskan kepada para peserta, bahwa dengan Metode <em>Pendidikan Anak Usia Dini</em> Berbasis <em>Aqidah Islam</em> akan mencetak anak-anak yang sholeh, memiliki kepekaan sosial yang tinggi (tidak hanya memikirkan diri sendiri), dan berjiwa pemimpin (<em>problem solver</em>), artinya, tidak menjadi pembuat masalah tapi justru menjadi orang yang bisa memberi solusi atas berbagai masalah di masyarakat.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Acara berlangsung interaktif, disertai peragaan langsung oleh pemateri dan memberi contoh bagaimana cara mengajari anak didik dengan sikap serta lagu-lagu Islami. Para peserta merespon positif atas terselenggaranya acara ini. (www.baitijannati.wordpress.com)<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">(<em>Lajnah I’lamiyah</em> HTI DPC Kota Jogjakarta)</span></strong></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/baitijannati.wordpress.com/183/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/baitijannati.wordpress.com/183/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/baitijannati.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/baitijannati.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/baitijannati.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/baitijannati.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/baitijannati.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/baitijannati.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/baitijannati.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/baitijannati.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/baitijannati.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/baitijannati.wordpress.com/183/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&blog=719720&post=183&subd=baitijannati&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://baitijannati.wordpress.com/2008/08/05/hti-jogja-promosikan-pendidikan-integral-anak-usia-dini-berbasis-aqidah-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5db4c5e4e99c900e96651e7e7268e5a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">faridm</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2008/08/training-padu02.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Agar Anak Terbiasa Berdakwah</title>
		<link>http://baitijannati.wordpress.com/2008/07/18/agar-anak-terbiasa-berdakwah-2/</link>
		<comments>http://baitijannati.wordpress.com/2008/07/18/agar-anak-terbiasa-berdakwah-2/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Jul 2008 01:08:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Farid Ma'ruf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Jundiku]]></category>
		<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://baitijannati.wordpress.com/?p=180</guid>
		<description><![CDATA[Diasuh oleh Dra. (Psi) Zulia Ilmawati
Assalaamu&#8217;alaikum Wr.Wb
Pengasuh Rubrik Konsultasi Keluarga yang saya hormati, Saya ibu dari 3 orang anak.  Anak pertama saya, laki-laki berumur10 tahun, kedua perempuan 7 tahun dan yang ketiga perempuan juga masih 3 tahun. Alhamdulillah mereka tumbuh sehat dan menyenangkan. Kalau sedikit nakal, namanya juga anak-anak. Saya dan suami kebetulan cukup aktif [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&blog=719720&post=180&subd=baitijannati&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div class="wp-caption alignright" style="width: 97px"><img src="http://baitijannati.files.wordpress.com/2008/07/ustdz-zulia.png?w=87&#038;h=115" alt="Zulia Ilmawati" width="87" height="115" /><p class="wp-caption-text">Zulia Ilmawati</p></div>
<p class="MsoNormal">Diasuh oleh Dra. (Psi) Zulia Ilmawati</p>
<p class="MsoNormal">Assalaamu&#8217;alaikum Wr.Wb</p>
<p class="MsoNormal">Pengasuh Rubrik Konsultasi Keluarga yang saya hormati, Saya ibu dari 3 orang anak.  Anak pertama saya, laki-laki berumur10 tahun, kedua perempuan 7 tahun dan yang ketiga perempuan juga masih 3 tahun. Alhamdulillah mereka tumbuh sehat dan menyenangkan. Kalau sedikit nakal, namanya juga anak-anak. Saya dan suami kebetulan cukup aktif dalam kegiatan dakwah sejak kami masih sama-sama kuliah dulu. Setelah saya berkeluarga, saya ingin agar anak-anak kelak juga mengikuti jalan kehidupan seperti yang sudah kami pilih, yaitu kehiduppan dalam dakwah. Apa yang seharusnya saya lakukan, agar anak-anak kelak senang berada dalam kehidupan dakwah dan menjadi pengemban dakwah yang tangguh? Apakah mungkin saya bisa memulainya sejak dari sekarang. Terima kasih untuk saran-sarannya?</p>
<p class="MsoNormal">Wassalamu&#8217;alaikum Wr.Wb.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Rina</p>
<p class="MsoNormal">Bogor<span id="more-180"></span></p>
<p class="MsoNormal">Wa&#8217;alaikumsalam Wr.Wb.</p>
<p class="MsoNormal">Ibu Rina yang baik,</p>
<p class="MsoNormal">Alhamdulillah, saya senang membaca surat ibu yang menceritakan bagaimana ibu dan suami begitu menikmati kehidupan dakwah. Dan keinginannya untuk mengenalkan  kehidupan dakwah sejak dini kepada anak-anak, juga harapan-harapannya agar kelak  mereka menjadi pengemban dakwah yang tangguh. Dakwah Islam sesungguhnya memang membutuhkan para pengemban yang tangguh. Dan seorang pengemban  dakwah yang tangguh tidak akan lahir begitu saja. Tapi harus melalui proses dan upaya terus menerus, bahkan sejak dari masa kanak-kanak. Maka, mengajak anak “berdakwah” sedari dini sangatlah penting agar anak-anak sudah terbiasa dengan kegiatan dakwah agar akhirnya dia juga bercita-cita menjadi pengemban dakwah yang tangguh.</p>
<p class="MsoNormal">Ibu Rina yang baik,</p>
<p class="MsoNormal">Mengenalkan kehidupan dakwah pada anak-anak dapat dimulai dengan melibatkan anak dalam aktivitas dakwah. Hal ini penting untuk memberikan contoh dan lingkungan yang kondusif, sehingga suasana dakwah sudah bisa dirasakan anak sejak dini. Ajaklah anak turut serta  ketika ibu menjadi peserta atau pembicara dalam pengajian, diskusi, seminar  atau bahkan aksi-aksi protes di jalanan. Sesampai di rumah, anak bisa diminta pendapatnya tentang  kegiatan yang baru saja ia ikuti. Bisa juga ditanya tentang materi yang disampaikan ibu, respon atau tanggapan para peserta, bahkan mungkin tanpa kita duga ia juga mempunyai  kritik dan saran buat ibu. Sebelum memutuskan untuk mengajak anak pergi berdakwah tentu harus dipertimbangkan kondisi kesiapan anak. Maka, lakukan persiapan seperlunya  agar anak di sana bisa  merasa nyaman dan tidak malah  menimbulkan masalah.</p>
<p class="MsoNormal">Ibu Rina yang baik,</p>
<p class="MsoNormal">Mengajak anak terlibat dakwah bisa juga dilakukan secara tidak langsung. Misalnya dengan  membantu orang tua saat orang tua tidak di rumah. Ketika ibu harus bergegas pergi pagi-pagi untuk urusan dakwah, ajaklah anak yang besar  membantu adiknya menyiapkan keperluan sekolah, atau membantu membereskan rumah. Sehingga ketika ibu kembali rumah sudah rapi. Dengan cara itu, anak akan melihat langsung kesibukan orang tua dalam dakwah. Dan anak juga bisa merasakan langsung bagaimana ia ternyata bisa membantu mendukung dakwah meski hanya dengan melakukan sebagian kecil pekerjaan ibu di rumah. Cara lain yang juga penting untuk mengajak anak berdakwah adalah dengan menciptakan suasana dakwah di rumah. Misalnya dengan mengembangkan kebiasaan saling nasehat menasihati atau  seringnya rumah dijadikan sebagai tempat aktivitas dakwah.</p>
<p class="MsoNormal">Ibu Rina yang baik,</p>
<p class="MsoNormal">Untuk menumbuhkan semangat dan motivasi ibu bisa menceritakan kepada anak-anak bagaimana kehidupan Rasulullah dan para sahabat. Sampaikan kepada mereka bahwa kehidupan Rasulullah dan para sahabat tidak pernah lepas dari kehidupan dakwah. Ceritakan bagaimana perjuangan Rasulullah dan para sahabat menyebarkan Islam ke seluruh dunia. Sesekali, penting untuk disampaikan kepada anak janji-janji Allah untuk para pengemban dakwah.  Tidak ada salahnya  jika anak juga diberikan penjelasan yang benar tentang jihad misalnya. Ketika tengah melihat tivi atau membaca koran biasanya ada topik yang menarik. Bagus bila anak sudah langsung bisa berkomentar dan memberikan pendapat. Kita tinggal  menambahi atau memberikan arahan serta solusi menurut Islam. Kalau anak-anak belum memberikan respon, kita bisa memancingnya dengan bertanya kepada mereka, apa tanggapannya setelah melihat itu semua. Bukan hanya tanggapan, bila perlu ajaklah anak memberikan respon secara kongkrit.  Bisa juga dengan mengajak mereka berdoa bersama-sama setelah selesai shalat berjamaah agar  Allah memberikan pertolongan kepada mereka. Jangan lupa biasakan anak juga berdoa untuk keselamatan dan kejayaan umat Islam di seluruh dunia.  Demikian Ibu Rina, mudah-mudahan kelak anak-anak ibu benar-benar menjadi pengemban dakwah yang tangguh. Amiin. (<a href="http://www.baitijannati.wordpress.com/">www.baitijannati.wordpress.com</a>)</p>
<p class="MsoNormal"><strong>Sumber : www.suara-islam.com</strong></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/baitijannati.wordpress.com/180/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/baitijannati.wordpress.com/180/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/baitijannati.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/baitijannati.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/baitijannati.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/baitijannati.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/baitijannati.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/baitijannati.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/baitijannati.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/baitijannati.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/baitijannati.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/baitijannati.wordpress.com/180/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=baitijannati.wordpress.com&blog=719720&post=180&subd=baitijannati&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://baitijannati.wordpress.com/2008/07/18/agar-anak-terbiasa-berdakwah-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5db4c5e4e99c900e96651e7e7268e5a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">faridm</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://baitijannati.files.wordpress.com/2008/07/ustdz-zulia.png" medium="image">
			<media:title type="html">Zulia Ilmawati</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>