Indahnya Ta’aruf Secara Islami
Ditulis oleh Farid Ma'ruf di/pada Mei 6, 2009
Oleh : Zahrina Nurbaiti
BaitiJannati – Sengaja kugoreskan tulisan ini, kado untuk teman-teman FB ku yang sedang ta’aruf, atau yang akan melakukan ta’aruf secara Islami. Juga bagi pasangan yang sudah pernah melakukan ta’aruf Islami,kado tulisan ini kupersembahkan sebagai kenang-kenangan yang terindah yang pernah dilalui dahulu. Kudoakan semoga Allah SWT selalu memudahkan dan melancarkan ta’aruf Islami yang sedang atau akan berlangsung. Bagi pasangan yang sudah melakukan ta’aruf Islami, semoga langgeng pernikahannya, hingga kematianlah yang memisahkan kita dari pasangan kita. Aamiin
Bagi setiap aktivis da’wah, yang sudah memilih da’wah sebagai jalan hidupnya, tentunya harus memiliki kepribadian Islamiyyah yang berbeda dengan orang-orang yang belum tarbiyah tentunya. Salah satu akhlak (kepribadian Islami) yang harus dimiliki setiap ikhwan atau akhwat adalah ketika memilih menikah tanpa pacaran. Karena memang dalam Islam tidak ada konsep pacaran, dengan dalih apapun. Misalnya, ditemani orang tualah, ditemani kakak atau adiklah sehingga tidak berdua-duan. Semua sudah sangat jelas dalam Alqur’an surat Al Isra ayat 32 yang artinya ”Dan janganlah kamu mendekati zina ; (zina) itu sungguh perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk.”. Apalagi sudah menjadi fihtrah bagi setiap pria pasti memiliki rasa ketertarikan pada wanita begitu pula sebaliknya. Namun Islam memberikan panduan yang sangat jelas demi kebaikan ummatnya. Mampukah tiap diri kita menata semua, ya perasaan cinta, kasih sayang benar-benar sesuai dengan syari’ah? Dalam buku Manajemen Cinta karya Abdullah Nasih Ulwan, juga disebutkan, cinta juga harus dimanage dengan baik, terutama cinta pada Allah SWT, Rasulullah SAW, cinta terhadap orang-orang shalih dan beriman. Jadi tidak mengumbar cinta secara murahan atau bahkan melanggar syariat Allah SWT.
Lalu bagaimanakah kiat-kita ta’aruf Islami yang benar agar nantinya tercipta rumah tangga sakinah mawaddah warohmah, berikut pengalaman penulis 14 tahun lalu yaitu :
1.Melakukan Istikharoh dengan sekhusyu-khusyunya
Setelah ikhwan mendapatkan data dan foto, lakukanlah istikharoh dengan sebaik-baiknya, agar Allah SWT memberikan jawaban yang terbaik. Dalam melakukan istikharoh ini, jangan ada kecenderungan dulu pada calon yang diberikan kepada kita. Tapi ikhlaskanlah semua hasilnya pada Allah SWT. Luruskan niat kita, bahwa kita menikah memang ingin benar-benar membentuk rumah tangga yang sakinah mawaddah warohmah. Seseorang biasanya mendapatkan sesuatu sesuai dengan apa yang diniatkannya.
2.Menentukan Jadwal Pertemuan (ta’aruf Islami)
Setelah Ikhwan melakukan istikharoh dan adanya kemantapan hati, maka segerlah melaporkan pada Ustadz, lalu Ustadz pun memberikan data dan foto kepada Ustadzah (guru akhwat), dan memberikan data dan foto ikhwan tersebut kepada Akhwat. Biasanya akhwat yang memang sudah siap, Insya Allah setelah istikharoh juga segera melaporkan kepada Ustadzahnya. Lalu segeralah atur jadwal pertemuan ta’aruf tersebut. Bisa dilakukan di rumah Ustadzah akhwatnya. Memang idealnya kedua pembimbing juga hadir, sebagai tanda kasih sayang dan perhatian terhadap mutarabbi (murid-murid). Hendaknya jadwal pertemuan disesuaikan waktunya, agar semua bisa hadir, pilihlah hari Ahad, karena hari libur.
3.Gali pertanyaan sedalam-dalamnya
Setelah bertemu, hendaknya didampingi Ustadz dan Ustadzah, lalu saling bertanyalah sedalam-dalamnya, ya bisa mulai dari data pribadi, keluarga, hobi, penyakit yang diderita, visi dan misi tentang rumah tangga. Biasanya pada tahap ini, baik ikhwan maupun akhwat agak malu-malu dan grogi, maklum tidak mengenal sebelumnya. Tapi dengan berjalannya waktu, semua akan menjadi cair. Peran pembimbing juga sangat dibutuhkan untuk mencairkan suasana. Jadi tidak terlihat kaku dan terlalu serius. Dibutuhkan jiwa humoris, santai namun tetap serius.
Silakan baik ikhwan maupun akhwat saling bertanya sedalam-dalamnya, jangan sungkan-sungkan, pada tahap ini. Biasanya pertanyaan-pertanyaan pun akan mengalir.
4.Menentukan waktu ta’aruf dengan keluarga akhwat
Setelah melakukan ta’aruf dan menggali pertanyaan-pertanyaan sedalam-dalamnya, dan pihak ikhwan merasakan adanya kecocokan visi dan misi dengan sang akhwat, maka ikhwan pun segera memutuskan untuk melakukan ta’aruf ke rumah akhwat, untuk berkenalan dengan keluarga besarnya. Ini pun sudah diketahui oleh Ustadz maupun Ustadzah dari kedua belah pihak. Jadi memang semua harus selalu dikomunikasikan, agar nantinya hasilnya juga baik. Jangan berjalan sendiri. Sebaiknya ketika datang bersilaturahim ke rumah akhwat, Ustadz pun mendampingi ikhwan sebagai rasa sayang seorang guru terhadap muridnya. Tetapi jika memang Ustadz sangat sibuk dan ada da’wah yang tidak bisa ditinggalkan, bisa saja ikhwan didampingi oleh teman pengajian lainnya. Namun ingat,ikhwan jangan datang seorang diri, untuk menghindarkan fitnah dan untuk membedakan dengan orang lain yang terkenal di masyarakat dengan istilah ’ngapel’ (pacaran).
Hendaknya waktu ideal untuk silaturahim ke rumah akhwat pada sore hari, biasanya lebih santai. Tapi bisa saja diatur oleh kedua pihak, kapan waktu yang paling tepat untuk silaturahim tersebut.
5.Keluarga Ikhwan pun boleh mengundang silaturahim akhwat ke rumahnya
Dalam hal menikah tanpa pacaran, adalah wajar jika orang tua ikhwan ingin mengenal calon menantunya (akhwat). Maka sah-sah saja, jika orang tua ikhwan ingin berkenalan dengan akhwat (calon menantunya). Sebaiknya ketika datang ke rumah ikhwan, akhwat pun tidak sendirian, untuk menghindari terjadinya fitnah. Dalam hal ini bisa saja akhwat ditemani Ustadzahnya ataupun teman pengajiannya sebagai tanda perhatian dan kasih sayang pada mutarabbi.
6.Menentukan Waktu Khitbah
Setelah terjadinya silaturahim kedua belah pihak, dan sudah ada kecocokan visi dan misi dari ikhwan dan akhwat juga dengan keluarga besanya, maka jangalah berlama-lama. Segeralah tentukan kapan waktu untuk mengkhitbah akhwat. Jarak waktu antara ta’aruf dengan khitbah, sebaiknya tidak terlalu lama, karena takut menimbulkan fitnah.
7.Tentukan waktu dan tempat pernikahan
Pada prinsipnya semua hari dan bulan dalam Islam adalah baik. Jadi hindarkanlah mencari tanggal dan bulan baik, karena takut jatuh ke arah syirik. Lakukan pernikahan sesuai yang dicontohkan Rasulullah SAW, yaitu sederhana, mengundang anak yatim, memisahkan antara tamu pria dan wanita, pengantin wanita tidak bertabarruj (berdandan),makanan dan minuman juga tidak berlebihan.
Semoga dengan menjalankan kiat-kiat ta’aruf secara Islami di atas, Insya Allah akan terbentuk rumah tangga yang sakinah mawaddah warohmah…yang menjadi dambaan setiap keluarga muslim baik di dunia maupun di akhirat.
Teriring doaku yang tulus kepada ikhwah dan akhwat fillah yang akan melangsungkan pernikahan kuucapkan ”Baarokallahu laka wa baaroka ’alaika wajama’a bainakumaa fii khoirin..
Dan bagi sahabat-sahabatku yang belum menikah, teriring doa yang tulus dari hatiku, semoga Allah SWT memberikan jodoh yang terbaik untuk semua baik di dunia maupun di akhirat..Aamiin ya Robbal ’alamiin. (www.baitijanati.wordpress.com)
Sumber : FB Ustzh Zahrina N




JABRIG berkata
assalamualaikum wr wb
ummi kebetulan ane lagi taaruf nih ama akhwat. mudah2an taarufnya islami sesuai dg yang ummi paparkan. sekalian minta doanya ya, agar segalanya dipermudah Allah SWT, Amiin. jazakallah
orang ikhwan berkata
seorang teman berkata:
syarat seorang ikhwan bila ingin melamar akhwat soleha adalah:
1.IP/IPK minimal 2,89
2.harus satu organisasi
3.sederajat status sosialnya atw minimal sama
rasanya aq mw bunuh diri aja ataw cari pasangan yg wanita biasa2 aja….klu cari akhwat yg sbnrnya sih ya susah,,,makan hati…mending cari yg akhwat biasa walaupun tak sholat,,daripada gk ada sama sekali ataw bunuh diri….
gmn tuh…???
dee berkata
apa yang di maksud dengan menimbulkan fitnah…?ana belum begitu paham…?afwan mohon bimbingannya
fiqs berkata
assalamu’alaikum wr wb.
artikelnya bagus,
jadi tahu apa yang harus dilakukan pas ta’aruf! (doa-kan ana ya!)
….jazakumullah khairan katsira
Wassalamu’alaikum wr wb
zefri berkata
untuk “orang ikhwan” mngkin teman anda salah menafsirkan ttg seorang akhwat, dan bila kita belum mendapatkan wanita sholehah bukan berarti wanita yang tidak shalat itu baik bagi kita, ingat tak manusia yang sempurna kecuali Rasulullah SAW.
niensda berkata
Ass.wr.wb..Ummi sy akhwat yg sedang proses mencari jodoh..tolong ummi beri info kalau ada ustadzah/ustadz yang menyediakan media ta aruf dengan calonnya sekalian ..terima kasih sebelumnya
hasan berkata
iya nih,, aku juga mau kenalan qo,,
sukadukakehidupan berkata
Ass.Wr.Wb,
bagaimana caranya supaya kita yakin dengan istikhoroh yg kita lakukan itu merupakan jawaban dari Alloh SWT, sementara hati telah cenderung kepada ikhwan yg bersangkutan? lalu, mana yang lebih prioritas/baik, seorang ikhwan bersilaturrahim ke keluarga akhwatnya dulu atau menngenalkan akhwat ke keluarga ikhwannya dulu? ana hanya sedang berpikir mana yg lebih sedikit dampak buruknya, bila terjadi penolakan di salah satu pihak keluarga.
Syukron
Wass.wr.wb
http://sukadukakehidupan.wordpress.com
MUCHSONI berkata
Assalamu’alaikum wr wb,ummi bagaimana kiat2 menghilangkan rasa tidak percaya diri/nerves terhadap akhwat yang dari segi pengetahuan agamanya lebih sedangkan disisi lain ana ingin mengkhitbah akhwat tersebut,sukron
wassalamu’alaikum wr wb
imronpribadi berkata
sebuah obsesi diri dengan mempertahankan kaidah cinta dan rumah tangga secara syariat dimata sesama dan sang pencipta
fauzy berkata
Subhanallah..benar2 indah apa yang telah diaturkan dalam Islam dalam proses sebuah pernikahan
Aa' berkata
“Alhamdulillah…” dengan paparan antum tadi saya jadi lebih mengerti dan memantapkan ilmu serta pengetahuan ta’aruf saya.
jazakumulloh khoiron
aryu berkata
jazakalloh
artikel nya menambah pengetahuan saya ttg taaruf.
Ndaru berkata
Assalamualaikum….ummi ikhwan sedang proses mencari jodoh..tolong ummi beri info kalau ada ustadzah/ustadz yang menyediakan media ta aruf dengan calonnya sekalian ,khusus nya daerah jogja…terima kasih sebelumnya..
wassalamu’alaikum wr wb
Tanggapan :
Jogja daerah mana?
widarti sahid berkata
Assalamualikum Ummi……………………
Islam itu agama yang indah. Proses menuju sebuah pernikahn di atus sedemikian indah. Gak ada yang patah hati. gak ada yang zina. Aku salut……….. banget
Aku se masih 19 tahun…. aku gak nerti banyak tentang ta’aruf. basic pendi2kan agama aku dapat dari tingkt TK sampai SMP. Ktika SMA n skarang di Universitas aku gak dapat banyak ilmu agama.
Aku ingin se kali law diantara orang2 yang membaca situs ini mau berbagi ilmu denganku
Singgah ke FB aku ya gadis.sahid@yahoo.com atau 081977460081
Yunita berkata
Asslmkm,ummi sy pgn bgt sgra mnyempurnkn dien mll ta’aruf scr islami.hal ini sdh prnh sy utarakan k murabbi,tp pihak murabbi tdk brani mnjanjikn u mncrikn calon.pdhal byk tmn2 sy yg sdh ckp umur u sgr mnikah.justru yg srgkali dtg u brknalan dr org2 yg tdk ikt tarbiyah.sy hrs bgmana?
abu berkata
assalamualaikum…
saya laki-laki biasa.saya bukan seorang ikhwan yang suka liQa,saya pun tidak punya murobi khusus.
tapi saya seoarang muslim. saya ingin memiliki istri solehah.
apakah hanya orang yang suka liqa za yag boleh mendapatkan kriteria akhwat…?????