Rumahku Surgaku

Keluarga Sakinah Mawaddah wa Rohmah

Curhat Pada Suami Orang?

Posted by Farid Ma'ruf pada Mei 12, 2008

Oleh : Helvy Tiana Rosa

Keluarga Samara. “Ya, mengapa dia selalu curhat pada suamiku? Mengapa bukan pada yang lain, Vy?” tanya seorang teman pada saya lewat telepon pagi ini. Saya dapat merasakan kegundahannya.
“Ini bukan yang pertama lho. Ada apa aja tuh perempuan curhatnya selalu sama suamiku,” tambahnya lagi berapi-api.

“Dia punya suami?”

“Sudah cerai. Tapi punya anak dari suaminya…aku kesal banget Vy! Kenapa sih perempuan itu nggak curhat sama saudara atau sahabat perempuannya yang lain…atau curhat pada teman cowoknya yang belum beristri kek…,” katanya hampir menangis.

Saya jadi ingat teman saya Ra. Beberapa waktu lalu rumah tangganya sempat goyang karena hal yang mirip. Ada teman perempuan suaminya yang curhat pada sang suami mengenai kasus hutang suami perempuan itu. Begitu “menderita”nya perempuan tersebut hingga suami Ra pun simpati. Lama kelamaan mereka jadi tambah dekat, apalagi ketika kemudian perempuan itu cerai dengan suaminya. Keadaan bertambah kacau buat Ra karena suami Ra lantas lebih suka curhat dengan perempuan itu ketimbang dengan istrinya sendiri dan mulai mengeluarkan sejumlah uang untuknya….Alhamdulillah pernikahan mereka yang sudah lebih dari sepuluh tahun itu bisa diselamatkan.

“Kamu tahu darimana tentang perempuan itu?” tanya saya.

“Dari sms-sms di HP suamiku,” tuturnya seraya mengatakan ia terinspirasi dari lagu “Sms Siapa” yang lagi booming kini. “Terpaksa…,” tambahnya.

“Mungkin dia cuma cerita, Mbak. Jangan curiga dulu,” kata saya meredakan. “Mungkin kita malah harus bersyukur pada Allah karena banyak orang yang percaya pada suami kita….”

“Aku belajar dari pengalaman banyak teman lain, Vy. Awal gangguan dalam rumah tangga mereka ya dari curhat-curhat nggak mutu dan salah arah seperti ini….coba, nggak mungkin orang curhat kalau nggak ada simpati…dan kalau sudah simpati…mudah kok mengembangkannya menjadi cinta! Kalau “digoda” terus dengan cara begini lama-lama suami kita kan bisa berpaling! Lihat saja, dia bisa meminjamkan bahkan memberikan uang pada perempuan itu tanpa bicara dengan kita! Lalu…bagaimana kalau kita ditinggalkan?”

Saya menarik napas tak panjang. Jadi ingat, suami saya juga sering jadi tempat curhat teman lelaki maupun perempuan. Saya selalu berprasangka baik. Suami saya itu kan cerdas, baik, pergaulannya luas, mungkin memang ia bisa sedikit membantu curhat yang berseliweran itu, membantu memecahkan atau memberi jalan keluar….Tapi saya tidak mungkin lupa bahwa saya juga pernah cemberut ketika ada seorang janda yang malam-malam telpon minta saran soal mantan suaminya. Malah telponnya lama sekali. Hampir satu setengah jam! Padahal perempuan itu kenal saya! Kenapa bukan bicara dengan saya ya? Untunglah suami saya dengan tegas berkata pada perempuan tersebut, “Nanti kalau mau cerita soal seperti ini dengan istri saya saja. Kayaknya dia bisa lebih banyak membantu daripada saya!”

Hening di telepon.

“Tanya aja deh Mbak baik-baik pada suami, tanpa nada curiga,” usul saya. “Tawarkan juga persahabatan dengan perempuan itu hingga selanjutnya kalau mau curhat, suami mbak bisa mengusulkan agar perempuan itu bisa curhat pada istrinya, pada Mbak. Atau bisa juga perempuan itu curhat pada kalian berdua. Kan lebih bagus….”

“Aku takut suamiku marah….”

Hmmmm yang begini nih….

“Kalau baik-baik…, masak doi marah sih mbak?”

Hanya terdengar suara tangisan.

“Udah, datang ke sini sekarang, Mbak. Curhat sama aku sambil buka puasa di sini! Jangan nangis gitu dong….”

Angin berhembus lebih kencang siang ini, di halaman rumah saya yang panas.

(www.keluarga-samara.com)

Sumber : http://helvytr.multiply.com/journal/item/191/Curhat_Pada_Suami_Orang_

About these ads

18 Tanggapan to “Curhat Pada Suami Orang?”

  1. hanifah said

    memang laki-laki kadang-kadang nggak bisa menjaga “pergaulannya”. saya pun salah satu korban dari suami yang suka dicurhatin perempuan lain. hampir sepanjang usia pernikahan kami tidak pernah saya merasakan keutuhan cinta dari suami. selalu saja ada pihak ketiga yang merampasnya. Suami saya benar2 brengsek!!!!

  2. Gilang said

    assalamu’alaikum.
    kita bisa ambil pelajaran dan hikmah dari kejadian saudari kita, karena betul bahwa melibatkan orang ke-3 dalam permasalahan keluarga tidak jarang malah makin memperkeruh keadaan terutam bila orang yg kita libatkan / mintai pendapat hanya mengetahui sedikit permasalahan yg terjadi…. hal ini pernah saya alami beberapa waktu yang lalu.
    untuk Saudari Hanifah, maaf, tidak semua laki2 seperti yang Saudariku bayangkan, karena malah saya mengalami bahwa yang melakukan itu adalah istri saya. berawal dari curhat iseng, lama2 merasa dekat dan akrab yang akhirnya timbul rasa di antara mereka…tapi alhamdulillah saya bisa melalui hal itu. kuncinya lakukan ikstiar (komunikasi dengan istri dan berdo’a pada Allah) dengan sabar lalu kita serahkan sama Allah untuk hasil akhir.
    demikian, semoga bermanfaat.
    Wassalamu’alaikum.

  3. valin said

    Kasus mba Helvy kok sama persis sama saya sich, saya tegur baik2 pd suami soal curhat, kok malah marah dia, saya jadi menaruh curiga sama suami, yang tadinya saya berbaik sangka.
    Memang sebagian besar curhat-curhatan sama lawan jenis baik msh bujang maupun dah berkeluarga ujung2nya banyakan timbul perselingkuhan. Harusnya pihak suami lebih tagas dan bijak seperti yang diungkapkan diatas klu mau crita soal …lebih baik sama istri, saya rasa itu obat penawar buat para istri, karena keselamatan rumah tangga, suami jauh lebih besar perannya dlm menyelamatkan keutuhan rumah tangga. Jadi para suami2 tolong jaga perasaan sang istri yang pada dasarnya paling setia sama suami. Tolong jangan dikianati.

  4. sapuan said

    istri bawanya curiga melulu, dan kalau ada cerita sedikit saja langsung meledak seperti bomb. Ini membuat suami makin menantang untuk mengerjai istri..mbok istri-istri tuh menggunakan taktik dan cara yang menghargai suami dalam mengintrerogasi..

  5. nity said

    Halo mbak, jangan sampai masalah ini menggangu lebih jauh keluarga mbak. kalau bisa bicarakan dulu dengan suami. bagaimanapun setatus sudah beda(sudah berkeluarga). karena biasnaya istri kurang berani mengutarakann isi hatinya dengan suami(jadi lebih keseringan marah2 sendiri dan diem2an ). nah..kalau bisa saya sarankan, mbak kalo ada masalah apapun, bicarakan dengan suami karena dialah teman sejati anda yang bisa menerima dan memberikan tanggapan pada anda. karena suami akan merasa dihargai dan dia masih dibutuhkan. jadi dia merasa kalo dia ada maslah dia juga akan cerita pada and bukan dengan yang lain. ya ga munafik sie, emang ada bbrp wanita yang seneng goain laki2 , apalagi laki2 yang dia anggap gampang didekati dan merespon balik. nah disanalah peran sang istri, bagaimana caranya biar itu tidak terjadi(mkn dengan menambah perhatian dari hal kecil misalkan cium kening pas ngantor/kerja(kalau belum pernah ibu lakukan)dll, tidak tll menuntut dll). karena dimana2 pihak ketiga adalah racun.(bukan hanya sinetron tapi kenyataan emang ada)

  6. ochat said

    sah2 aja kalee
    make it easy

  7. ochat said

    ini lebih sadis mbak, mantan pacar saya ninggalin saya dan nikah dengan cewek pilihan orangtuanya dan sudah memiliki 2 anak. dan karena ada pihak ke tiga , dia jadi menceraikan istrinya dan anaknya dirawat ibunya dikampung(dan dia dengan enaknya tinggal/kumpul ma cewek itu)tepatnya Nusa Dua Bali. dah diapun memfitnah istrinya biar istrinya malu dikampung dan setuju menceraikan dia(padahal dulu cewe ini diuber2 ma orang tua si cowo biar mau menikahi anaknya) dan kenyataanya?
    ! dan yang tambah bobrok lagi, orang tua si cowo ikut mendukung untuk menceraikan karena bagi mereka mendapatkan hal yang sepeti itu udah hal yang lumrah di keluarga mereka!dan saya bersyukur tidak masuk ke kekurga itu. dan rumah , mobil dijual untuk menghidupi cewek barunya itu!!! dari cerita itu saya bisa ambil dimana KESETIAAN ITU SERING DIUJI. jadi bagaiman pasangan itu membawanya, kalo dia kebawa arus pasti akan hanyut. kalo keduanya ada RASA MEMILIKI hal itu tidak adan terjadi. apalagi hubungan dengan kedua keluarga berjalan dengan baik. Rahmat Tuhan, pasti akan diberikan kebahagiaan. tanamkan di diri anda kalo DIA ADALAH MILIK ANDA JADI RAWATLAH DAN PERHATIKAN, SAYANGI DIA SEPERTI ANDA MENYAYANGI DIRI ANDA(untuk pasangan). jadi hal itu mungkin tidak kan terjadi. dan Matilah wanita2 ato laki2 yang suka menggangu istri/suami/pacar orang

  8. rara said

    dear all…

    saya juga pernah mengalami hal yang sama, bahkan sejak di awal pernikahan kami, sahabat suami saya dulu yang sudah menikah juga sering telp2 suami saya, padahal waktu itu posisi ybs sedang hamil, dia curhat banyak, semuanya, dari mulai dirinya sampe2 masalah ranjangpun dia cerita ke suami saya, awalnya karena waktu itu posisi suami saya masih lajang, tidak terlalu saya permasalahkan, tetapi setelah kita menikah 2 bulan dan ybs masih sering telp suami saya itu baru sebuah permasalahan..

    saya protes ke suami saya, tetapi waktu itu suami saya masih bertahan dengan alasan, dia lebih kenal sahabat itu duluan daripada aku, dan aku pun memberikan pendapat, “oke memang mas lebih kenal sahabat mas, jauh sebelum mas kenal sama aku…tapi..sekarang mas udah punya aku..aku yang gerawat mas, aku yang perhatikan mas..dia sudah punya keluarga sendiri..biarlah dia dengan keluarganya..”

    lalu kuhapuslah nomor sahabat suamiku, tetapi aku menyimpan nomornya, dan ternyata memang suamiku masih saja berhubungan dengan sahabatnya itu dengan mengganti kontak name di hpnya..saat aku tanyakan kenapa masih menyimpan no hpnya? lalu suamiku memberikan jawaban “mas gak hapal nomor2 temen2 nti kalok mas angkat ntar kamu marah..”

    memang aku masih gak terima waktu dia ngomong begitu, tapi selanjutnya aku pasrah…yang penting aku melayani suamiku dengan sepenuh hati..insya allah dia gak akan lari kemanapun jugak..dan yang penting tetap berdoa..

    wahai perempuan2 lain yang suka curhat dengan suami orang..sadarlah..suami adalah pakaian kita, jika kita ceritakan ke orang lain tentang suami kita, sama saja dengan kita menelanjangi diri sendiri, dan itu artinya kita membuat malu diri sendiri…jadi..jika pakaian kita rusak atau kurang bagus (jika suami bertindak tidak sesuai dengan keinginan kita..) istighfar…begitulah cara kita menjahit pakaian rusak itu…:)

    jujur, aku juga sedang belajar seperti itu kok atas saran dari temen wanitaku..:)

  9. annisya said

    Kejadian seperti diatas amat sangat perlu diwaspadai oleh para istri. Sebab saya juga pernah mengalaminya. Untung rumah tangga yang sempat memanas waktu itu dapat terselamatkan. Ceritanya berawal dari pertemuan suami dengan teman lamanya. Saya juga kenal dg perempuan tersebut. Setelah saling menceritakan kabar masing2, mulai mereka tukar no HP. Berlanjutlah dg curhat kpd suami. Rupanya dia memanfaatkan kelemahan suami yg dg gampang memberi empati pada siapapun. Perempuan itu sebut saja Dina, menceritakan bahwa rumah tangganya kurang harmonis sejak kelahiran anak mereka. Sebelumnya Dina jg menceritakan bahwa dia memperoleh anak dengan melakukan inseminasi buatan atas desakan orangtuanya/keluarganya. Karena kepingin segera mendpt cucu. Sialnya lha koq suami saya percaya bahkan langsung bersimpati ketika Dina menceritakan bahwa suaminya tidak mau mengakui anaknya dg alasan menggunakan sperma orang lain. Secara rasional, kita tidak tahu apa yg terjadi dg teman kita setelah lama kita tidak bertemu.Termasuk apa memang benar kejadiannya begitu, atau dia hanya ngarang2 saja. Yg jelas sempat membuat suami lupa dg keluarga/istri. Setiap hari pulangnya selalu malam. Nggak pernah peduli dg anak2. Setiap ditanya kemana aja perginya, nggak pernah mau ngaku. Jadi suka bohong. Alhamdulilah, akhirnya diberi jalan keluar dg diawali penemuan bukti-bukti komunikasinya. Suami akhirnya tdk bisa berkutik. Meskipun tetap tidak mau secara langsung mengakuinya (biasa kan, laki2 selalu gengsi utk mengakui kesalahan di depan istrinya)

  10. danisharun said

    Assalaamu’alaykum
    Alhamdulillaah. Artikel ini dan nilai di dalamnya, perlu jadi bahan renungan saya.
    Menjaga pergaulan ketika sudah menikah. Baik istri maupun suami. Mengapa hukuman zina pada orang yang sudah menikah lebih berat daripada yang belum, walaupun sama – sama berdosa….Berarti ketika sudah menikah justru pergaulan benar – benar semakin dijaga. Terimakasih.

  11. Kebetulan aku seorang Suami, aq hanya ingin berbagi dari sisi kita sebagai seorang laki2..
    Kebetulan banyak orang yg sering curhat ke saya baik pria maupun wanita, klo pria ya seputar kerjaan, pandangan, rumah tangga dan lain sebagainya dan kebetulan curhatnya sering ke rumah sudah pasti Istri tau dan lg mungkin klo pria pasti ga mslh bagi kaum hawa jika ada yang curhat ke suaminya.. bukan begitu :)

    Nah yg mslh adalah jika yg curhat adalah kaum hawa baik gadis, istri orang ataupun janda pasti deh ini yg bakal jadi masalah. Kebetulan ini terjadi padaku ada yg curhat kadang gadis, kadang yg menikah atau yg hampir bercerai dll..
    Sebenarnya kita juga serba salah mau nolak ga mungkin udah naluri kita sebagai co klo ada yg minta bantuan dan kita bisa pasti nolong. Sebenarnya kita jg sadar klo itu bakal mengganggu pasangan tapi seperti tadi serba salah posisinya.

    Saya ingin berbagi, kalau saya biasanya ambil sikap klo ada yg curhat lewat telp. begitu selesai saya langsung ngobrol sama istri siapa yg telp apa masalahnya kemudia dijadikan bahan obrolan sama istri, bukannya bermaksud membuka rahasia dia ke istri tapi saya jg harus menjaga perasaan istri jgn sampai timbul prasangka yang engga2..
    Nah klo lewat SMS, bisasanya saya ga hapus sms itu termasuk sms jawaban saya ga dihapus dan saya selalu membiasakan istri buka sms di hp, biasanya klo bunyi saya bilang yang tlng liat sms dari siapa? maksudnya biar dia biasa baca sms apapun di HP ku, dg tujuan tidak ada rahasia diantara kita dan klo dia kurang setuju sama isi sms dia ga ragu bertanya dan saya pasti menjelaskan maksudnya jadi permasalahan pasti clear..

    nah saran saya buat kaum Hawa jgn ragu mengungkapkan apa yg dirasakan kepada pasangannya, biasakan untuk terbuka karena memendam sesuatu malah bakan menjadi bahaya nantinya.. curiga yg ga beralasan bisa mengakibatkan fatal..

    O ya.. biar adil, buat kaum Adam juga biasakan terbuka pada pasangannya, Istri adalah teman terdekat anda jadi selalu terbukalah padanya dan ingat juga nolong orang boleh tapi tetap perhitungkan perasaan pasangan anda.. :)

    Ok smoga bermanfaat buat semua keep smile

  12. umar said

    Assalamualaikum,

    Saudaraku sekalian. Suami atau Istri sama saja dalam hal digoda setan. Kalau salah satu dari pasangan suami istri sudah masuk perangkap setan maka sudah pasti tidak akan lama lagi Bahtera Rumah Tangga bakal terganggu. Saya mau share bahwasannya yang mengganggu hubungan Rumah tangga adalah masuknya setan melalui pintu berikut :

    1. Khalwat dengan bukat mahram, baik melalui sms, telepon, chating, numpang di kendaraan, dll. Jadi hindarilah hal2 seperti ini
    2. Ikhtilat , berkumpulnya laki-laki dan perempuan dalam suatu acara atau perkumpulan.
    3. Sikap Nusyuz istri, yaitu pada saat ditegur ditanggapi dengan emosi bukan dengan kepala dingin.
    4. Sikap Dayuz suami, yaitu tidak ada atau kurang rasa cemburu saat istri bepergian atau berhubungan dengan bukan mahram.

    Insya Allah kalau ke 4 hal tersebut bisa dijaga, maka setan akan susah untuk menggoda pasangan suami istri. Namun celaka nya di akhir zaman sekarang kurang diperhatikan masalah ini, baik oleh suami atau istri. Jadi tidak memandang suami atau istri kalau tidak bisa menghindarkan ke 4 pintu masuknya setan tersebut, maka lambat laun akan merusak keharmonisan rumah tangga

  13. siswanto said

    emang gak smua lk2. sy jug pernah dicurhati mak jande…anak gadissss smpai maen kerumah pas istri gak da dirumah….tapi gak da terjadi sesuatu.cuma waktu istri tau.. wah ngancem ….bakal …..gmana tuh .

  14. SITI JUNAENI said

    Assalamualaikum
    Semua Perempuan yang sudah bersuami akan mengalami hal seperti itu, karena itu memang cobaan buat mereka dalam menjalani Rumah Tangga,
    Sedikit Tips bagi yang mengalami ;
    1. Pada saat itu bicarakan pada Pasangan kita, bahwa curhat itu merupakan salah satu Hal Yang mendekati Zina (Walaaa Taqrabuz zinaa), dan termasuk zina muhson, so sedini mungkin hindari kontak dalam bentuk apa pun dan dengan siapa pun;
    2. Hindari Fitnah, katakan pada pasangan kita,bahwa perbuatan spt itu akan menimbulkan Fitnah, padahal Fitnah lebih kejam dari pembunuhan ;
    3. Konformasikan hal tsb kepada teman pasangan curhatnya secara baik – baik, bahwa yang dilakukannya sangat keliru dan berbau fitnah serta Hal yang mendekati zina ;
    4. Dekati semua teman 2 kantornya dan semua teman 2nya, usahakan agar mereka (teman 2 suami anda )kenal dengan anda dan anak 2 anda ;
    5. Berdo’a kepada Allah, agar Allah menyadarkan Hati dan Fikirannya dengan Cara Allah dan sebaik 2nya.
    6. Jadikan hal tsb, Penguji Iman Anda dan yakini, bahwa Cinta Anda kepada Allah dan Rasulnya lebih kuat daripada kepada suami Anda, karena Allah menyadarkan kita dengan Cobaan spt itu, Yakini semua itu adalah Milik Allah, dan anda bukan sepenuhnya pemilik pasangan anda, jikalau semua cara sulit merubah karakter suami anda, Bersabar dan tetap fighting serta Rubahlah Besar Cinta Anda kepada Anak 2 anda, karena Anak adalah Amanat Allah yang paling terbesar yang akan memberi anda doanya jikalau kita sudah pulang ke Haribaan Nya.

  15. !7 tahun saya tidak pernah membuka sms,inbox atau emal suami…kehidupan rumah tangga kami sangat harmonis…sangat bahagia…saling terbuka…saya bahkan tahu pasword apapun milik suami demikian juga suami…hingga suatu hari tanpa sengaja…saya memegang hp suami yg di sodorkan anak saya yg hendak main game tapi nggak bisa…terhenyak…membaca sebuah inbox…suami saya ternyata menjadi tempat curhat teman lamanya yang sudah menjadi janda selama 7 tahun.yg sedang bimbang memilih pasangan…semua curhat yg saya baca masih dalam kategori yang baik…suami saya sepertinya memang berniat baik untuk membantu memecahkan maslah teman lamanya tersebut…tapi tat kala saya meliat time mere chat…tak urung air mata ini menjadi tumpah juga…mereka chat hingga tengah malam…di saat saya dan anak anak saya sedang terlelap…
    esoknya saya penasaran…saya buka hpnya…semakin terperanjat…karena sms yg keluar begitu banyak…sudah mulai ada umpan balik dr suami dengan menanyakan sudah maem? sms mbangunin sholat malam…tilawah dsb.terakhir yg membuat saya semakin senewen adalah sms suami yg sedang bingung mau isi pulsa tapi lupa nomer…bertanya pagi enaknya sarapan apa…bahkan ia bertanya obat diare :(. mohon doanya supaya rumah tangga saya kembali normal seperti sedia kala…

  16. ah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 5.328 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: