<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Eksploitasi Perempuan</title>
	<atom:link href="http://baitijannati.wordpress.com/2008/04/16/eksploitasi-perempuan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://baitijannati.wordpress.com/2008/04/16/eksploitasi-perempuan/</link>
	<description>Keluarga Sakinah Mawaddah wa Rohmah</description>
	<lastBuildDate>Tue, 08 Dec 2009 05:44:06 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: Aristiono Nugroho</title>
		<link>http://baitijannati.wordpress.com/2008/04/16/eksploitasi-perempuan/#comment-813</link>
		<dc:creator>Aristiono Nugroho</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Apr 2008 04:54:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://baitijannati.wordpress.com/?p=158#comment-813</guid>
		<description>Paradigma yang digunakan para feminis adalah Paradigma Konflik. Paradigma Konflik mengajarkan (kepada para feminis), bahwa segala sesuatu berseteru atau bertentangan,dan karenanya harus ada perjuangan kelas (kelompok) untuk merebut sesuatu.
Oleh karena itu para feminis menjadikan pekerjaan publik (di lakukan laki-laki di luar rumah) dan pekerjaan domestik (dilakukan perempuan di dalam rumah) sebagai sumber konlik, dengan memposisikan kedua pekerjaan ini secara strukturatif.
Pekerjaan publik berada di atas, sedangkan pekerjaan domestik berada di bawah. Maka jangan heran jika para feminis sering merendahkan para ibu rumah tangga, karena para feminis merendahkan pekerjaan para ibu rumah tangga.
Dalam perspektif Islam, laki-laki dan perempuan setara dalam hal peluang mendapat ridha Allah SWT. Untuk hal pekerjaan (terutama bagi yang telah berkeluarga) ada pembagian tugas antara ayah dan ibu.
Ayah menangani pekerjaan publik dengan dukungan ibu yang menangani pekerjaan domestik.
Ibu menangani pekerjaan domestik dengan dukungan ayah yang menangani pekerjaan publik.
Pekerjaan publik dan domestik berada dalam posisi sejajar atau setara.
Ayah dan ibu saling bekerjasama membina keluarga, agar dapat mewujudkan kecintaan keluarga tersebut kepada Allah SWT, Rasulullah Muhammad SAW, dan jihad di &#039;jalan&#039; Allah SWT.
InsyaAllah, ayah, ibu, dan anak-anak berbahagia di dunia dan akherat.
Untuk share silahkan klik http://sosiologidakwah.blogspot.com</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Paradigma yang digunakan para feminis adalah Paradigma Konflik. Paradigma Konflik mengajarkan (kepada para feminis), bahwa segala sesuatu berseteru atau bertentangan,dan karenanya harus ada perjuangan kelas (kelompok) untuk merebut sesuatu.<br />
Oleh karena itu para feminis menjadikan pekerjaan publik (di lakukan laki-laki di luar rumah) dan pekerjaan domestik (dilakukan perempuan di dalam rumah) sebagai sumber konlik, dengan memposisikan kedua pekerjaan ini secara strukturatif.<br />
Pekerjaan publik berada di atas, sedangkan pekerjaan domestik berada di bawah. Maka jangan heran jika para feminis sering merendahkan para ibu rumah tangga, karena para feminis merendahkan pekerjaan para ibu rumah tangga.<br />
Dalam perspektif Islam, laki-laki dan perempuan setara dalam hal peluang mendapat ridha Allah SWT. Untuk hal pekerjaan (terutama bagi yang telah berkeluarga) ada pembagian tugas antara ayah dan ibu.<br />
Ayah menangani pekerjaan publik dengan dukungan ibu yang menangani pekerjaan domestik.<br />
Ibu menangani pekerjaan domestik dengan dukungan ayah yang menangani pekerjaan publik.<br />
Pekerjaan publik dan domestik berada dalam posisi sejajar atau setara.<br />
Ayah dan ibu saling bekerjasama membina keluarga, agar dapat mewujudkan kecintaan keluarga tersebut kepada Allah SWT, Rasulullah Muhammad SAW, dan jihad di &#8216;jalan&#8217; Allah SWT.<br />
InsyaAllah, ayah, ibu, dan anak-anak berbahagia di dunia dan akherat.<br />
Untuk share silahkan klik <a href="http://sosiologidakwah.blogspot.com" rel="nofollow">http://sosiologidakwah.blogspot.com</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
