Wanita Sholehah
Ditulis oleh Farid Ma'ruf di/pada Januari 5, 2008
Perhiasan yang paling indah
bagi seorang abdi Allah
Itulah ia wanita sholehah
Ia menghiasi dunia
Perhiasan yang paling indah
bagi seorang abdi Allah
Itulah ia wanita sholehah
Ia menghiasi dunia
Itulah ia wanita sholehah
Ia menghiasi dunia
Aurat ditutup demi kehormatan
Kitab Al Qur’an didaulahkan
Suami mereka ditaatinya
Walau berjualan di rumah saja
Karena iman dan juga Islam
Telah menjadi keyakinan
Jiwa raga mampu di korbankan
Harta kemewahan dileburkan
Di dalam kehidupan ini
dia menampakkan kemuliaan
Bagai sekutum mawar yang tegar
Ditengah gelombang kehidupan
Aurat ditutup demi kehormatan
Kitab al Qur’an didaulahkan
Suami mereka ditaatinya
Akhlak mulia yang ia hadirkan
Karena iman dan juga Islam
Telah menjadi keyakinan
Jiwa raga mampu di korbankan
Harta kemewahan dileburkan
Di dalam kehidupan ini
dia menampakkan kemuliaan
Bagai sekutum mawar yang tegar
Ditengah gelombang kehidupanBy : The Fikr



Januari 11, 2008 pada 12:45 pm
Tolong ulasan tentang Suami yang muallaf dunk….
Februari 4, 2008 pada 1:57 pm
tolong bilang tentang cara mencari cewek agar dapat yang shalehah.
Februari 27, 2008 pada 5:32 am
[...] Sumber BainatiJannati [...]
Februari 27, 2008 pada 7:35 am
Subhanallah…sungguh beruntung seseorang yang bisa menjadi wanita shalihah. Yang mencintai RabbNya, RasulNya serta AgamaNya.
Mei 26, 2008 pada 9:11 am
subhanalloh betapa kuat ia seorang wanita sholehah yang diciptakan untuk menjadi wanita sholehah yang dapat menutup auratnya dan mencintai robb nya.
Juli 14, 2008 pada 1:39 pm
masya Alloh, hati-hati dengan ni nasyed. efeknya besar lo!
klo bagi yang dah punya sih enak, semakin …ehm…(sulit mengatakan karena belum merasakan sih).
tapi kalau bagi yang belum punya kayak saya? waduh, berat-berat!!! jadi kepengen.
klo sekedar kepengen sih g masalah. tapi gawatnya klo dah mbayangin seseorang seperti yang digambarkan dalam nasyed, adu….h, super berat! tidur jadi nggak enak, makan g sedap kecuali kalau lapar. apa lagi kalau udah tau ternyata udah diboncengin ama temen sendiri? adu…….h! hanya ada satu kata, sabar!
Juli 14, 2008 pada 1:45 pm
ya Alloh, ijinkan hamba untuk tidak membayangkannya, memikirkannya. ijinkan hamba untuk melupakannya. tapi, segera kirimkanlah ia untuk menjadi pendamping hidup yang setia. bila tidak, segera mampukan hamba agar segera memperoleh yang lebih baik daripada ia.