Profile Training Keluarga SAMARA
Posted by Farid Ma'ruf pada September 21, 2007
Keluarga Samara. Keluarga SAMARA (Sakinah Mawadah wa Rahmah) adalah bentuk keluarga yang didambakan oleh pasangan suami istri dalam membangun mahligai rumah tangga-nya.
Keluarga sakinah sendiri mengandung pengertian bentuk keluarga dalam perkawinan sesuai syara’, yang didalam-nya terpenuhi kebutuhan hajat hidup spiritual dan material, sedangkan mawadah wa rahmah mengandung pengertian bahwa lembaga perkawinan tersebut didasarkan pada rasa cinta kasih dan sayang diantara komponen-komponen keluarga didalamnya.
Namun demikian dalam kehidupan sehari-hari, ternyata upaya mewujudkan keluarga yang demikian bukanlah perkara yang mudah, ditengah-tengah arus kehidupan seperti ini, jangankan untuk mencapai bentuk keluarga ideal, bahkan untuk mempertahankan keutuhan rumah tangga saja sudah merupakan suatu prestasi tersendiri, sehingga sudah saat-nya setiap keluarga perlu merenung dan bermuhasabah apakah mereka tengah berjalan pada koridor yang diinginkan oleh Allah dalam mahligai tersebut, ataukah mereka justru berjalan bertolak belakang dengan apa yang diinginkan oleh-Nya.
Dalam pelatihan ini peserta akan diberikan pemahaman mengenai pernikahan, hubungan apa sesungguhnya yang terjadi diantara laki-laki dan perempuan dalam pernikahan tersebut, serta diberikan 3 prinsip dalam ber-keluarga, yaitu :
Prinsip pertama, Islam memandang pernikahan sebagai “perjanjian yang berat, setiap orang memiliki hak dan kewajiban (Lihat QS. An Nisâ[4] :21), disini ada HAK DAN KEWAJIBAN
Prinsip kedua, Islam memandang setiap anggota keluarga sebagai pemimpin dalam kedudukan masing -masing (Lihat HR. Bukhari dan Muslim), disini SEMUA ANGGOTA KELUARGA ADALAH PEMIMPIN
Prinsip ketiga, Islam mengajarkan prinsip adil dalam membina keluarga. Adil dalam arti meletakkan fungsi-fungsi keluarga secara memadai dengan fungsi keagamaan sebagai dasarnya, disini berlakukonsep ADIL.
Selanjutnya disampaikan pula 8 fungsi keluarga, yaitu
Fungsi reproduksi : dari keluarga dihasilkan anak keturunan secara sah
Fungsi ekonomi : kesatuan ekonomi mandiri, anggota keluarga mendapatkan dan membelanjakan harta untuk memenuhi keperluan
Fungsi sosial : memberikan status, kadang prestise kepada anggota keluarga
Fungsi protektif : keluarga melindungi anggotanya dari ancaman fisik, ekonomis dan psiko sosial
Fungsi rekreatif : keluarga merupakan pusat rekre asi bagi para anggotanya
Fungsi afektif : keluarga memberikan kasih sayang
Fungsi edukatif : memberikan pendidikan
Fungsi relijius : keluarga memberikan pengalaman keagamaan kepada para anggota
Dari 8 fungsi keluarga di atas, semua berlandaskan pada fungsi keagamaan yang berikutnya akan mendorong 4 fungsi keluarga lain : reproduksi, edukasi, protektif, afektif, ekonomi, sosial dan rekreatif.
Dari 8 fungsi keluarga tersebut kemudian dakam pelatihan ini diberiakn pemahaman kepada kita mengenai tujuan berkeluarga, serta pencapaian 6 kebahagiaan yang insyaAllah akan kita capai apabila kita telah memahami dan menjalankan fungsi dan tujuan berkeluarga tersebut.
Training ini juga memberikan pelatihan untuk menjadi suami dan istri yang shaleh, dalam nuasa muhasabah yang sendu. Selanjutnya dalam training ini juga akan diberikan bimbingan menjadi anak yang shaleh, karena sesungguhnya setiap suami dan istri adalah juga anak-anak dari ibu bapak kita, dan sekali lagi kita pun diajak bermuhasabah tentang apa yang telah kita lakukan terhadap kedua orang tua kita.
Metodologi yang disampaikan adalah metodologi religius berlandaskan tauhid dengan pendekatan emosional memuaskan akal dan menenangkan jiwa, dengan sasaran menyadarkan seseorang untuk :
¨ Memahami hakekat keluarga
¨ Memahami fungsi keluarga.
¨ Memahami tujuan keluarga
¨ Memahami dan menjadi suami dan istri yang shaleh
¨ Menjadi anak yang shaleh
¨ Memahami pola komunikasi yang baik
¨ Krisis rumah tangga
¨ Menggapai kesejahteraan
¨ Keluarga dambaan umat
Tujuan Program
1. Memenuhi kebutuhan keluarga untuk terwujud-nya keluarga yang SAMARA
2. Menemukan dan mengarahkan mahligai rumah tangga, sehingga setiap komponen keluarga memahami posisi dan kepemimpinannya masing-masing
3. Memenuhi kebutuhan metodologi komunikasi yang baik diantara anggota keluarga dan masyarakat
4. Memahami krisis rumah tangga dan memahami jalan keluar-nya
5. Menggapai keluarga sejahtera dambaan umat.
Sasaran Program
Sebagai pembinaan keluarga, maka program ini disusun untuk dapat diikuti pasangan suami dan istri
Metodologi Program
v Metode pemaparan dengan menguatkan aspek ruhiyah
Metodologi ini terutama dilakukan pada hari pertama pelatihan, dimana peserta diberikan pemahaman mengenai hakekat rumah tangga, fungsi dan tujuan rumah tangga, dan menjadi suami dan istri yang shaleh, dimana keseluruhan materi dikemas dalam nuansa muhasabah yang sendu, memuaskan akan dan menenangkan jiwa.
v Diskusi dan Tanya Jawab
Metode ini merupakan umpan balik dari peserta berupa pertanyaan, tanggapan, pengalaman dan permasalahan -permasalahan yang dihadapi oleh peserta, sehingga setiap peserta tumbuh kepekaan perasaan terhadap lingkungan disekitar diri-nya
v Simulasi
Metode ini didesain untuk merangsang partisipasi aktif peserta dalam proses penilaiannya terhadap sesuatu, baik berkenaan dengan tujuan hidup-nya, maupun dalam upaya mengasah potensi-potensi yang ada, simulasi berujung pada komitmen peserta untuk berbuat lebih baik di masa mendatang.
v Permainan/Games
Beberapa materi yang dikemas dalam bentuk permainan, dimana setiap peserta akan melakukan telaah dan mengambil kesimpulan sendiri atas pelajaran yang dipetik dalam permainan tersebut.
v Dinamika Kelompok
Ketika melaksanakan kegiatan simulasi, perserta akan dibagi dalam beberapa kelompok yang didampingi oleh fasilitator, tujuannya agar peserta belajar ber-kelompok, belajar berpendapat didalam kelompok, belajar memimpin, juga untuk mengambil pendapat kelompok yang diperlukan sebagai pembanding dari hasil pendapat personal.
Materi dan Simulasi
Materi terbagi dalam dua bagian besar :
Memahami fungsi dan tujuan keluarga:
- Memahami arti keluarga
- Memahami fungsi dan tujuan ke luarga
- Menggapai kebahagiaan rumah tangga
- Menjadi Suami & Istri yang shaleh
- Sinergi Suami & Istri
Seluruh materi disampaikan dengan metode yang bersifat :
1. Menggugah akal
2. Menggetarkan jiwa
3. Menyentuh perasaan
Investasi
Investasi program pelatihan ini sebesar Rp. 7.000.000,- (terbilang: Tujuh Juta Rupiah) [untuk in house training], sudah termasuk didalamnya modul-modul dan perlengkapan pelatihan. Investasi tersebut tidak termasuk PPH, tempat, perlengkapan training dan konsumsi peserta.
Jadwal Program
Program ini dikemas dalam 8 jam efektif, disampaikan selama 1 hari dengan jadwal sebagai berikut:
|
WAKTU |
MATERI |
METODOLOGI |
|
07.00 – 08.00 |
Registrasi |
|
|
08.00 – 08.30 |
Pengantar & Pembukaan |
|
|
08.30 – 10.00 |
Memahami arti keluarga Memahami fungsi dan tujuan keluarga |
Pemaparan dgn nuansa muhasabah |
|
10.00 – 10.15 |
Break pagi |
|
|
10.15 – 12.00 |
Menjadi Suami Sholeh dan Istri yang shalehah |
|
|
12.00 – 13.00 |
Sholat dan Makan Siang |
|
|
13.00 – 15.00 |
Menjadi dan membentuk anak sholeh |
|
|
15.00 – 15.30 |
Break sore |
|
|
15.30 – 17.00 |
Sinergi Suami & Istri |
Catatan : Trainer adalah Gus Uwik dkk



