Rumahku Surgaku

Keluarga Sakinah Mawaddah wa Rohmah

HAK ASUH ANAK PASCA PERCERAIAN

Posted by Farid Ma'ruf pada Juni 2, 2007

Oleh : Mia Endriza Y.,S.P.

(Ketua Aliansi Penulis Pro Syari’ah (AlPen ProSa)
Cabang Kalimantan Selatan)

 

Keluarga Samara. Pernikahan tidak selalu berjalan mulus. Terkadang justru berakhir dengan perceraian. Perceraian dipilih karena dianggap sebagai solusi dalam mengurai benang kusut perjalanan bahtera rumah tangga. Sayangnya, perceraian tidak selalu membawa kelegaan. Sebaliknya, seringkali perceraian justru menambah berkobarnya api perseteruan. Layar kaca pun sering menayangkan perseteruan pada proses maupun paska perceraian yang dilakukan oleh para publik figur Indonesia melalui tayangan-tayangan infotainment. Salah satu pemicu perseteruan adalah masalah hak asuh anak. Apabila pasangan suami istri bercerai, siapa yang berhak mengasuh anak? Ayah ataukah Ibu ?

Ayah yang pada awalnya adalah kepala keluarga. Ia merasa berhak penuh atas hak asuh anak. Di sisi lain, ibu pada awalnya adalah pengelola keluarga. Ia telah hamil, melahirkan, menyusui, merawat, dan mendidik anak. Ia juga merasa berhak penuh atas hak asuh anak. Bagaimana solusinya?

 

Hakikat Perceraian

Perceraian adalah perpisahan atau putusnya hubungan suami-istri. Di antara keduanya diharamkan atas aktifitas pemenuhan seksual, serta lepas dari hak dan kewajiban sebagai suami dan istri.

Sebenarnya perceraian adalah solusi terakhir. Ibarat pintu darurat, ia hanya dilalui jika bahtera rumah tangga tidak mungkin diselamatkan. Oleh sebab itu, seharusnya perceraian menjadi “api pemadam” bukan penambah kobaran perseteruan. Berarti perlu kejelasan syariat, siapa yang memiliki hak asuh anak (hadhanah).

 

Hak Asuh Anak Menurut Syariat Islam
Ahmad, Abu Daud, dan Al-Hakim telah meriwayatkan dari Abdullah bin ‘Amr : Bahwa seorang wanita berkata, “Ya Rasul Allah, sesungguhnya anak saya ini, perut sayalah yang telah mengandungnya, dan tetak sayalah yang telah menjadi minumannya dan haribaankulah yang melindunginya. Tapi bapaknya telah menceraikan aku dan hendak menceraikan anakku pula dari sisiku.” Maka bersabdalah Rasulullah saw. : “Engkaulah yang lebih berhak akan anak itu, selagi belum kawin (dengan orang lain).”

Demikian halnya saat Umar bin Khattab menceraikan Ummu Ashim dan bermaksud mengambil Ashim bin Umar dari pengasuhan mantan istrinya. Keduanya pun mengadukan masalah ini kepada Abu Bakar r.a. selaku amirul mukminin saat itu.

Abu Bakar berkata : “Kandungan, pangkuan, dan asuhan Ummu Ashim lebih baik bagi Ashim dari pada dirimu (Umar) hingga Ashim beranjak dewasa dan dapat menentukan pilihan untuk dirinya sendiri.”

Ayah dan ibu adalah orang tua anak-anaknya. Walaupun ayah dan ibu telah bercerai, anak tetap berhak mendapat kasih dan sayang dari keduanya. Ayah tetap berkewajiban memberi nafkah kepada anaknya. Anak berhak menjadi ahli waris karena merupakan bagian dari nasab ayah dan ibunya. Anak gadis pun harus dinikahkan oleh ayahnya, bukan oleh ayah tiri.

Bagaimana nasib ibu yang telah menjanda? Ibu yang menjanda akibat diceraikan suaminya maka ia berhak mendapat nafkah dari suami hingga masa iddahnya berakhir (tiga kali haid) serta upah dalam pengasuhan anak baik dalam masa iddah maupun setelahnya hingga anak mencapai fase tamyiz (berakal) dan melakukan takhyir yang memungkinkan ia untuk memilih ikut ibu atau ayah

Jika anak belum mencapai fase tamyiz (berakal), maka ibu tetap berkewajiban mengasuh anaknya. Jika ibu tidak mampu mengasuh anaknya (misalnya karena : kafir/murtad, tidak waras, dan sebab syar’i lainnya yang tidak memungkinkan dia mengasuh dan mendidik anak), maka pengasuhan dapat dilakukan oleh ibunya ibu (nenek dari anak) hingga garis keturunan seterusnya. Jika dari semua yang tergolong mulai dari ibunya ibu hingga garis keturunan seterusnya tidak mampu mengasuh maka menjadi kewajiban ayah untuk mengasuh atau mencari pengasuh yang mumpuni untuk mengasuh dan mendidik anak-anaknya.

Pengasuh yang dipilih bisa ibunya ayah (nenek anak) hingga garis keturunan seterusnya. Bisa juga perempuan lain yang memang mumpuni dalam mengasuh anak. Adapun syarat pengasuh anak adalah baligh dan berakal, mampu mendidik, terpercaya dan berbudi luhur, Islam, dan tidak bersuami. (Fiqih Anak, 2004. Hj. Huzaemah Tahido Yanggo).

Perceraian memang pahit. Akan tetapi perceraian lebih baik dipilih daripada kehidupan rumah tangga menjadi terpuruk sehingga bisa menyebabkan berbagai kemaksiatan. Tugas ayah dan ibu berikutnya adalah menanamkan cinta dan kasih sayang kepada anggota keluarganya agar anak-anak yang dihasilkan dari pernikahan tersebut tidak condong kepada sikap durhaka. Baik kepada ibu, ayah, maupun keduanya. Hal ini karena ayah dan ibu adalah orang tua dari anak.
Dengan demikian, fenomena yang terjadi seperti berebut hak asih anak, mengadu pada Komisi Perlindungan Anak maupun LSM-LSM Peduli Anak, seharusnya tidak perlu terjadi. Hal itu justru bisa menimbulkan stress pada anak. Apalagi sampai menghindarkan anak dari pertemuan dengan ayah atau ibunya. Oleh karena itu tidaklah mengherankan apabila anak-anak menjadi depresi dan membenci salah satu maupun kedua orang tuanya. Inilah saatnya untuk memutus lingkaran setan dari kesalahan pemahaman mengenai hak asuh anak (hadhanah) sesuai syariat Islam. Wallahu’alam bish shawab. (
www.keluarga-samara.com)

Telah diedit oleh : Farid Ma’ruf

About these ads

87 Tanggapan to “HAK ASUH ANAK PASCA PERCERAIAN”

  1. ilham said

    permasalahan seperti yang anda ungkapkan memang dewasa ini marak terjadi, tetapi kemudian permasalahanya adalah landasan apa yang akan kita gunakan untuk menjawab persoalan tersebut, karena biar bagaimanapun persoalan hak asuh harus di selesaiakan, memang dampaknya akan sedikit buruk terhadap pisikologi anak, tetapi akan lebih berdampak buruk apabila tidak ada kejelasan siapa yang paling berhak dan bertanggung jawab terhadap keberlangsungan kehidupan seorang anak pasca perceraian apakah itu bapak atau ibu…. tulisan anda terkesan hanya memberi persoalan baru karena posisi tulisan anda netral….

  2. farida said

    seperti yang anda tuliskan diatas tentang hak asuh anak pasca perceraian, menurut hukum islam ibulah yang lebih berhak mengasuhnya, karena dia yang mengandungnya, dan anak korban perceraian itu adalah anak kandung. lalu bagaimana hak asuh anak menurut hukum islam jika anak tersebut adalah anak angkat yang belum baligh?

  3. maman sudrajt said

    Saudara Ilham ini kelihatannya kurang bisa menyimak artikel yang diuraikan di atas!!!

    • Adank Doank said

      Betul.. Padahal judul dan sub-judulnya ditulis jelas dan tercetak tebal..
      Isinya pun sangat jelas terbaca dan dapat difahami..
      Bagian manakah yang menjadi persoalan baru?

  4. Ummu Ryan said

    Bagaimana dalam hukum islam jika kesalahan ada di pihak istri, dalam artian istrinya tidak solehah, atau sering melakukan kekerasan fisik terhadap anak2nya. Apa yang menjadi batasan seorang ibu/ istri dianggap tidak sanggup mengasuh anak? Banyak yang terjadi seorang pria/suami sulit mendapatkan hak asuh walau sebenarnya kesalahan ada di pihak istri atau anak2 lebih dekat dengan ayahnya?

    • yuly said

      terus gimana solusinya tuh?

    • Adank Doank said

      Jika anak belum mencapai fase tamyiz (berakal), maka ibu tetap berkewajiban mengasuh anaknya. Jika ibu tidak mampu mengasuh anaknya (misalnya karena : kafir/murtad, tidak waras, dan sebab syar’i lainnya yang tidak memungkinkan dia mengasuh dan mendidik anak), maka pengasuhan dapat dilakukan oleh ibunya ibu (nenek dari anak) hingga garis keturunan seterusnya. Jika dari semua yang tergolong mulai dari ibunya ibu hingga garis keturunan seterusnya tidak mampu mengasuh maka menjadi kewajiban ayah untuk mengasuh atau mencari pengasuh yang mumpuni untuk mengasuh dan mendidik anak-anaknya.

      • dafa maulidri said

        jadi kesimpulan nya, peluang suami/ ayah untuk mendapat hak asuh anak sangatlah tipis, jadi kalau begitu mengapa orang2 pada berebut hak asuh anak?

      • cacuk said

        contohnya sy, istri sy berkhianat (selingkuh) kemudian sy jatuhkan talak,tetapi istri sy nuntut hak asuh anak dan akhirnya dikabulkan, pdhl mnrt agama mantan istri sy tdk bisa dijadikan suri tauladan yang benar bagi anak sy,
        apakah mantan istri saya tmsk ibu yg tdk bs mengasuh anaknya (misalnya karena : kafir/murtad, tidak waras, dan sebab syar’i lainnya yang tidak memungkinkan dia mengasuh dan mendidik anak). dah tak utarakan di persidangan tp hakim ttp jatuhkan hak asuh anak ke mantan istriku

  5. ahmad said

    Bagaimana menghadapi permintaan cerai yang setiap hari-setiap masalah yang tidak berkenan dihati seorang istri, maka kata “cerailah” yang terus dirong-rong istri kepada suaminya.
    Apakah ada kekuatan kepada kaum suami yang mendapat perlakuan tidak baik atas ucapan kasar dari istri, pulang-pergi kantor tidak mendapat respon, makan dan tidur tidak di hiraukan.
    Apakah istri yang seperti ini berhak atas anak, pembagian dari suami, dan hak lain sebagai penyokong hidupnya?

    • ajie said

      apakah sudah ada pendapat untuk permasalahan seperti di atas?
      saya juga merasa seperti yang anda alami.

      • deny said

        saya juga lg menghadapi masalah diatas

      • very said

        cara apa saja yg bisa dilakukan ayah untuk dapat hak asuh anaknya ??
        bisa g misalkan ibunya udh g mau urusin anaknya lalu kita tanda tangan perjanjian hitam diatas putih, apa itu bukti kuat untuk bisa menang di pengadilan ???

        mohon d balas ..!!

    • oKs said

      Saya juga mengalaminya, bahkan lebih parah lagi, istri berani menghina ibu kandung saya berkali-kali, bahkan pernah mendorongnya hingga jatuh, masih adakaha hak asuh anak baginya?mohon balasannya ke email saya

    • Indra said

      Saya juga mengalaminya, istri saya tidak pernah menghargai saya sebagai suami, perkataan buruk sering keluar dari mulutnya, selalu mengumbar kejelekan suami bahkan sesuatu yang tidak pernah saya lakukan pun menjadi pelengkap ucapanya saat sedang menjelek-jelekan saya di depan keluarga dan teman-temannya, bukan hanya saya, tapi keluarga saya pun juga, padahal semuanya belum tentu benar, yang lebih fatalnya istri saya juga berani membentak bahkan menunjuk muka ibu saya saat ia memarahi ibu saya, pergi meninggalkan saya pun sering ia lakukan saat sedang marah, bukanya kejelekkan suami maupun keluarganya merupakan aib bagi seorang istri? Tapi kenapa istri saya tidak sedikitpun merasa berdosa melakukanya??.
      Ia selalu mengungkit-ungkit kesalahan di masa lalu yang sudah diselesaikan dan udah ada kata maaf dan memeafkan pada saat itu juga, tapi kenapa istri saya seolah-olah mencari masalah baru dengan mengungkit masa lalu, padahal saat ini pun tidak ada masalah yang serius, dan pada akhirya sekarang istri saya meminta cerai, sedangkan kami tangah mengasuh anak kami yang berumur 5 bulan, Lantas apa yang harus saya lakukan sebagai seorang ayah dan kepala rumah tangga??

      Mohon di balas, bagaimana langkah saya dalam menghadapi masalah ini?

    • ness said

      saya juga sedang sedih dan mengalami persoalan serupa, istri saya meminta untuk berpisah, saat ini saya sedang bekerja d luar negri dan belum sekali pun saya d beri kesempatan untuk melihat anak saya yg baru lahir 3 bulan yg lalu, sebelum kelahiran anak kami semua berjalan lancar, komunikasi pun normal, sampai saat istri saya melahirkan semua nya berubah,tiba2x telpon tidak pernah d angkat, dengan alasan rusak, dan 2 bulan terakhir istri saya minta cerai dengan alasan yg tidak jelas, saya d sini merasa dizalimi dan d kebiri hak saya sebagai suami dan ayah, sampai nama untuk anak kami pun saya tidak boleh untuk memberi nama..
      saya bingung dan sedih akan situasi ini, saya mati matian banting tulang untuk kebahagiaan mereka, tapi ini yg sya dapat… mohon saran nya,
      terima kasih..

      • Sya turut prihatin…, Sebaiknya anda pulang dulu untuk menyelesaikan semuanya, langkah pertama; menanyakan apa sebenarnya yang sedang terjadi, langkah kedua; selesaikan permasalahnnya sesuai dengan masalah yang ada…

    • Saya mengalami permasalahan ini.

  6. alesandro said

    Karena ekonomi saya dalam ketidakberdayaan, istri pernah bilang ke saya gini, ” Aku udah gak kuat hidup seperti ini, Pa…. Masak mau beli susu anak aja sulit, ini sulit itu sulit……, lalu, saya merasa malu, walaupun akhirnya susu pun terbeli,dan….saya bilang, ” Ya beginilah aku adanya , Ma. Sekrang ini aku seperti ini. Kalau kamu tidak bisa bertahan hidup denganku, mau apa? Pisah (Cerai)? Silahkan..beginilah aku adanya, jatuh, gak seperti dulu…
    Apakah diatas sudah termasuk talaq ?

  7. Hime said

    Saya anak korban perceraian umur 14 tahun, mempunyai 2 adik dibawah 12 tahun. Saat ini saya sedang mencari hukum tentang pembagian anak, yang mendukung saya agar dapat tinggal bersama ibu saya. Apa yang bisa saya lakukan agar dapat membantu ibu saya memenangkan sidang pembagian anak nanti? Saya tau betul kalau istri ayah saya yang bersalah. Dia memfitnah ibu saya macam2 dan ayah saya percaya!
    Istri ayah saya hanya mengincar hak waris yang 50% dimiliki oleh adik laki-laki saya yang masih berumur 3 tahun.
    Saya tidak bisa membiarkan diri saya dan kedua adik saya hidup dengan istri ayah.
    Namun, ekonomi ibu saya pas-pasan. Saya khawatir tidak dapat memenangkan sidang tersebut hanya karna kondisi ekonomi ibu saya. Tolong bantu dan dukung saya. Terima kasih.

  8. arie said

    Saya sependapat dengan Ummu Ryan,
    Bagaimana jikalau pihak suami dalam kasus perceraian ini berada dalam posisi yang teraniaya (teraniaya dalam hal pikiran/batin) sedang istri selalu ingin menang sendiri, tidak mau mendengarkan perkataan suami, tidak bisa berdiskusi dan slalu meledak ledak disaat emosional. Dan satu lagi bagaimana kasusnya jikalau di kenyataannya seorang istri sering mengancam suaminya untuk (maaf) menghabisi hidup anak2 andaikan suami selingkuh, lari meninggalkannya… (walaupun kenyataannya tidak ada yg selingkuh) apakah tindakan pengadilan dalam hal hak asuh anak ini.. pastinya semua tuduhan yg di alamatkan ke pihak istri akan dibantah 100 persen olehnya. Terima kasih

    • benn said

      itulah hukum di indonesia. walau suami yg teraniya, tp klo anak ms dibwh 12 thn sang suami kmgkinan sgt kecil bahkan boleh diblg tidak mungkin memperoleh hak asuh anak, kecuali sang istri tidak beres ( pemabuk, kurang waras, judi,dll). mnrt saya itu sangat tidak adil. gimana cara memperoleh keadilan hukum bagi suami klo trjd hal spt itu?

  9. Idham said

    Saya adalah mantan suami dan ayah seorang anak. Karena kelelahan dengan tuntutan mantan istri akan materi, akhirnya kami sepakat berpisah. Selama menikah istri selalu mendzalimi secara batin. Ancaman pisahpun sering ia lontarkan. Sekarang anak diasuh oleh nenek pihak mantan istri. Saya rutin menafkahi anak, yang jadi persoalan adalah berapapun uang yang saya kirimkan tidak pernah dihargai pihak mantan istri. Mungkin karena hubungan keluarga kedua pihak yang tidak baik. Sekarang saya telah menikah lagi, kami berencana mengasuh anak, bagaimana ketentuan dalam islam? Sekarang anak berusia tujuh tahun.

  10. aryo said

    mas mau minta bantuan buat bahan karya ilmiah saya….
    sebenarnya apa sih yang menjadi dasar sengketa dalam perebutan hak asuh anak??

    tolong mas

  11. Ummu Zaki said

    Assalau’alikum..

    Seperti ada suatu kejadian bahwa sang istri ingin bercerai secara baik-baik dalam artian semua ini menjadi masalah ayah dan ibu tanpa harus melibatkan anak. Namun sang suami tetap berkeras bhw anak harus ikut suami dgn cara memaksa anak melalui penekanan dan dalih bhw ayah adalah pemimpin keluarga yg berhak sepenuhnya menentukan langkah apa yg akan diambil dalam keluarga tsb dan juga menurut ayah sang ibu tdk bisa dipercaya dalam mendidik anak (semua itu diungkap secara gamblang di depan si anak)padahal si anak msh di bawah umur. Stlh kejadian tsb si anak mjd ketakutan thd sikap keras ayahnya smp tdk mau menemui ayahnya. Tapi sang ayah menuduh bhw sang ibulah yg menghambat pertemuan antara anak dan ayah. Walaupun sang ibu juga berpikir jikalau sang ayah tetap spt itu akan berdampak buruk thd anak. Menurut bapak, bgmn dgn kasus spt ini pdhal sang istri sgt berharap kedewasaan suami untuk menghadapi perceraian itu dgn tetap memberikan kasih sayang dan menjaga tali silahturahmi yg baik. Karena stlh dinyatakan bercerai sang ayah tdk pernah menemui anak.

  12. wans21 said

    Assmlkm..
    Saya telah bercerai (permintaan dari mantan istri) dan yg mengurus di pengadilanpun dia dgn ibunya, krn mantan mertua sy sdh pengalaman dan suami mantan mertua yg skrgpun adalah suami yg ketiga.
    keputusan gugat cerai tsb oleh pengadilan agama hak asuh anak diberikan pd saya, dgn dasar awalnya yaitu mantan istri yg meninggalkan sy dgn anak2, lalu di pengadilan dia mengatakan silahkan sy yg asuh anak2 asal dia tetap minta dicerai, perceraian kami sdh 1 tahun, dlm kurun wkt tsb si ibu dari anak2 jarang skali berkunjung (dlm 1 thn hanya 3 kali x 5 menit), apakah hukumnya dalam islam, seorang ibu seperti itu? anak2 sy sering bertanya kenapa ibu begitu cuek dan acuh!!

    • kinan said

      begitukah pak wans? bila istri yang pergi meninggalkan rmh, hak asuh anak jatuh k suami? bagaimana kl istri meninggalkan rmh (anak dan suami) karena di usir oleh suami, masihkah hak asuh anak jatuh k tangan bapaknya? terimakasih

  13. tri said

    saya akan bercerai krn dituduh selingkuh..pdhl saya hnya butuh hiburan didunia maya…skarang kami pisah rumah dan anak semata wayang diambil suami…saya dipersulit untuk bertemu anak,pdhl ank saya ingin ikut dg saya..apa yg harus saya lakukan untuk mendapatkan anak saya kembali?????bagaimana hukum negara maupun agama yg mengatur hak asuh anak dlm kasus saya ini?????

  14. uul said

    saya ibu dari 2 orang anak (5.5th dan bayi 3bln). rumah tangga kami sepertinya sudah tk bisa diselamatkan, sekarang hampir 2bln suami tdk pernah menghubungi, menafkahi kami (pdahal suami dari kel berada dan terpandang), saya ingin segera menuntut/gugat cerai suami, apakah bisa saya memenangkan hak asuk anak2 tersebut? melalui pesan sms suami sudah mengikhlaskan anak2 diasuh o/ saya. tapi saya masih khawatir krn kel suami termasuk org yg disegani. terima kasih.

    • susilo said

      insya allah ibu bisa memenangkan hak asuh anak ibu. Sms yg ibu terima itu bisa dijadikan bukti ke majelis hakim, dan kalau ingin lebih kuat lagi, minta suami untuk membuat Surat Pernyataan yg menerangkan kalau dia bersedia di cerai dan hak asuh anak berada ditangan ibu tanda tangan diatas materai. smoga saran saya ini dapat bermanfaat buat ibu..

      • kinan said

        pak susilo, sy pun pernah mengirim sms yg menerangan “silahkan kl km ingin mengurus anak, tp bila km tidak mau biarkan aku yg mengurusnya” kpd suami. jd bs yah sms itu d jadikan bukti? bisakah saya berdalih kl itu bukan sms dari saya, krn saat itu sy hanya emosi krn dy selalu memojokkan sy?

  15. tjatur edi b said

    jika istri selingkuh, dan meninggalkan keluargannya. Dan anak-anak memilih tinggal bersama ayahnya (walupun baru berusia 9, 11 tahun).
    Saya kira istri yang demikian tidak layak mengasuh anak-anaknya.
    peristiwa tetangga

  16. bintang said

    Di sini saya

  17. nurul aini said

    ass. sy telah bercerai sudah cukup lama, tidak ada permasalahan mungkin sudah tidak cocok saja..namum sy berkendala karena hanya bisa menemui anak di rumah orang tuanya singkat cerita tidak bisa sy mengajak anak keluar. bagaimana menurut anda

    • Hadimuljono said

      Kasusmya mbak Nurul ini sama dengan kasusnya anak saya, mengajak keluar makanpun tidak dikasih.Hal ini antara lain disebabkan penafsiran dari Surat Keputusan Pengadilan Agama yang kurang jelas dan hanya menyebutkan pihak suami/istri boleh memberikan kasih sayang yang se-luas2-nya, tanpa diperinci apa itu arti kasih sayang yang se-luas2-nya.
      Salah satu solusinya ya konsultasi ke KPAI ( Komnas Perlindungan Anak Indonesia) dan hanya
      bersifat mediasi.

  18. Hadimuljono said

    Hukum apakah yang sebenarnya berlaku di PA dalam perkara perceraian dan hak asuh anak?
    Bukankah hukum2 Islam sekarang sudah dikompilasi menjadi Buku Hukum yang ber nama Kompilasi Hukum Islam, ditambah Undang2 No.1 tahun 1974.

  19. adhi sunardi said

    Mohon penjelasannya, jika istri berzina,nusyuz, pembohong, pengutang di rentenir dan tdk amanah menjaga harta suami apakah dia berhak mendapat hak asuh anak saat diproses dipengadilan agama nanti?

    • aan said

      bagaimana kalo istri kayak gitu ?
      apa saya berhak mendapatkan anak ?
      sedangkan bukti2 saya sudah jelas dan saksi2 saya sudah komplit ?
      mohon blsnya

  20. Aneko said

    Bagaimana menghadapi permintaan cerai yang setiap hari-setiap masalah yang tidak berkenan dihati seorang istri, maka kata “cerailah” yang terus dirong-rong istri kepada suaminya.
    Apakah ada kekuatan kepada kaum suami yang mendapat perlakuan tidak baik atas ucapan kasar dari istri, pulang-pergi kantor tidak mendapat respon, makan dan tidur tidak di hiraukan.
    Apakah istri yang seperti ini berhak atas anak, pembagian dari suami, dan hak lain sebagai penyokong hidupnya?

  21. andi_007@ymail.com said

    Bpk /Ibu sy kalau nengok anak di tempat mertua saya knpa ada mantan istri saya malah sy di pukul oleh mantan istri dia berkata knpa lo ke sini

  22. herman said

    sya sudah tidak sanggup lagi menghadapi istri saya,dia cenderung brani sama saya bahkan ke orang tua saya,pukalan2yang dia lontarkan ke saya sering kluar stiap kita ada masalah.dan skarang saya tekad tuk cerai,tapi yg jadi masalah anak saya,Apakah bisa anak saya bisa ikut saya?yg saya berat kan,1istri saya muallaf,2ekonomi kluarganya minim,3 istrti saya tingkat emosionalnya tinggi.pendendam, dan sudah terjadi ber ulang2.mohon saran,,saya harus bagaimana?

  23. Lina Kurniawati said

    Saya nuntut cerai ma suami saya. sekarang status saya masih menggantung karena dia belum menceraikan saya. sdang 2 anak saya dibawa suami dan sekarang dititipkan sama mertua. saya sering mengalami kesulitan bertemu mereka, paling klu bisa ketemu cuma 1 jam saja, itupun anak2 sdh dpaksa masuk kerumah lagi sama mertua. saya bingung gimana nanti klu anak2 melupakan saya. Mohon saran bagaimana saya bisa mendapatkan hak asuh atas anak2 saya nanti klu sudah resmi bercerai……

    • LINA said

      SEORANG ISTRI SEHARUSNJA TIDAK USAH MINTA CERAI DGN SUAMINJA DGN ALASAN APAPUN ATAU KESALAHAN APAPUN .SEDABGKAN TUHAN AJA MAHA PEMAAF KENAPA KITA TIDAK .KENAPA HARUS SEDIH KARNA IBU SENDIRI YG MENGHANCURKAN RUMAH SENDIRI .APAKAH IBU TIDAK SEDIHMELIHAT ANAKNJA TERLANTAR PISAH DARI KEDUA ORANG TUANJA.. SARAN SAYA NGAK USAH NUNTUT CERAI MA SUAMI DAN BISA NERKUMPUL DGN KELUARGA ADALAH PEKERJAAN YG PALINHG BAHAGIA. SALING MAAF MEMAAFKAN ADALAH PALING BENAR…

  24. kalau menurut saya hak asuh itu ada pada ibu karna bapak tak tau bagai mana keadaan anak dan apa yang anak mau karna karna yang memiliki perasaan yang pekat terhadap anak adalah ibu, krn dlm hukumnya bapak memiliki bebat atas nafka untuk keluarga

    • LINA said

      BELUM TENTU SEORANG SUAMI TIDAK BISA ASUH ANAK ..TO WANITA SEKARANG JUGA TIDAK BISA ASUH ANAK .KARNA MEREKA HANJA TAU PAKAI BABY SISTER . JADI SUAMI JUGA BISA PAKAI BABY SISTER …ZAMAN UDH MODRN BU .MAKANJA SAYA SARANKAN JGN BERCERAI BIAR BISA ASUH BERSAMA ..BUKANKAH LEBIH BAIK.

      • maheswara said

        istri saya dulu babysister setelah menikah dgn saya dia berhenti jadi babysister.tp sekarang anak saya umur 5 th justru dy minggat n kerja lg jd babysister di kota.TSK.n sekarang justru istri saya minta cerai.yang saya tanyakan bagaimana dgn hak asuh anak saya sementara ibunya sendiri g mau merawat anak sendiri justru merawat anak org lain. saya sendiri bkrja di JKT n anak saya sekarang ikut istri kakak saya di CLP.

    • boby said

      ya ya ya…. benar juga kata lina… sekarang kayaknya zaman dah mulai gila semua,, kalau sudah cerai baru tuh si istri seperti pahlawan kesiangan..

      • AZWIR said

        Saya Tidak Setuju dengan pernyataan IBU…” Saat ini kebanyakan anak2x lebih dekat dengan ayah nya…. ” emosi ibu2x zaman sekarang ini kerap telah melampui rasa kasih sayang nya sehingga anak nya pun tak disaynagi lagi…, bisa coba ibu lakukan surver setealah seorang ayah pulang kerja .. anak2x cenderung ke ayah atau mama nya,,,? Coba juga surevey pada halri libur ketiak ayah tidak kerja anak lebih dekat kepada siapa?… coba ibu perhatikan ketika ana2x mennagis dan minta susu pada malam hari… siapa yg paling sering menggendong dan mebuat susu nya ..?……… KAsih sayang seorang ayah terhadap anaknya kerap kali lebih dari kepada isri nya…, sang istri zaman sekarang ini kerap hanya menggunakan emosi dan ego saja….,,, sangat susah mencari seornag karakter seorang ibu untuk seornag anak…………. AKU INGIN ANAKKU ADA BERSAMAKU… KALAU SYARTA UNTUK DIKAWIN LAGI MUNGKN AQ BISA SANGGUPI.. ASAL ANA2X KU SELALU BERSAMAKU…

  25. mimi said

    Ass.saya seorang mahasiswi dan telah memiliki keluarga dengan seorang anak laki2. namun saya merasa suami saya tidak mencintai saya dan anak saya lagi. karena dia berhubungan dengan mantan pacarnya walaupun hanya lewat handphone. dan secara batin dan lahiria dia tidak menafkahi saya, yang menafkahi saya itu adalah orang tuanya. saya minta cerai tapi belum ada kepastian sampai saat ini. yang membuat saya bertahan karena anak.orang tua dan mertua saya. sebenarnya saya masih sayang dengan dia,tapi selama ini saya merasa batin saya tesiksa dengan tingkah lakunya. apakah saya yang harus mengambil keputusan(menceraikan dia)??? tapi hak pengasuhan anak saya yang mau.

  26. cicik said

    saya jg mengalami hal yang tdk menyenangkan,.. saya memang salah sm mertua,tp akibat kelakuan suami yg terlalu ank mama bgt,tiap gerak gerik sya semuanya slah,.jika ibunya melapor lngsng diambilnya padahal blm tentu benar semua.suami saya tdk pernah menahkahi saya secara penuh.semuanya serba ibunya. saya merasa jenuh,kesal,kecewa,saya ingn plng kerumah saya sendiri sll dilarang.anakpun berusaha dijauhkan dr saya.semua RT kami yg mengatur adalah mertua. mohon solusinya?

  27. dedi said

    bagaimana klo semisal dari awal suami hobby selingkuh…..tapi di akhir hubungan istri dekat dengan seorang pria….(bisa di bilang selingkuh jg)….kalau seperti ini hak asuh jatuh ke tangan siapa ?
    mohon balasannya

  28. maya eva said

    saya menikah dgn duda cerai, anak 3, semua ikut saya. suami saya termasuk kurang mampu sedangkan saya mapan. suami saya bercerai krn mantannya gemar berhutang hingga ratusan juta rupiah dan menyebabkan suami saya tidak punya apa2 lagi.
    pertanyaan saya : apakah saya wajib menyokong finansial di keluarga saya?
    karena seorang psikolog menyatakan, urusan anak2 adalah tanggung jawab orang tua kandung, bukan tanggung jawab saya selaku ibu tiri. tapi saya sering merasa bersalah, karena secara finansial saya lebih mapan dibandingkan suami yg berpenghasilan pas2an.
    ada yang bisa kasih saran? terima kasih.

  29. cindy said

    anak sudah 2, tetapi akhir2 ini ga ada keseriusan suami utk mencari nafkah lebih.. anak petama 2,5thn, anak ke2 4bln.. ke dunya msh kuat susu formula,, semua kbutujan anak saya yg penuhi karna sy yg bekerja, saat ingin mnta bercerai suami mengancam utk membawa anak pertama saya,, bagaimana kalao sidang perceraian an nanti, apakah pengadilan akan menyetujui permintaa suami???

  30. randy said

    Saya sedang menunggu sidang kedua saya.. Setelah saya baca artikel d atas. Saya masih belum paham yg d maksud dgn syar’i lainnya? Apakah perselingkuhan istri saya juga termasuk? Dan jika jatuh k tangan ibunya. Ibu dari istri saya juga syirik(atau main dukun). Karna yg saya alami adalah istri saya menggugat saya dikarnakan dia memiliki kekasih baru..

  31. aghus said

    as. wb.
    karena sy pgawai saya sementara menunggu surat izin cerai dari pmerintah setempat, sebenarya wajibkah seorang pegawai mengambil surat izin seperti itu ..???? karena ada anak ibunya mau mengambil anak itu, saya juga mau mengambil anak itu dengan alasan saya yang biayai bagaimana seharusnya aturan sesuai UU….????. terima kasih..

  32. winarto said

    sy baru menikah 1,5 thn dan langsung dikarunia anak perumpuan yg sekarang berusia 9bulan,sy sangat sayang kepada anak sy,bisa dikatakan melebihi kasih sayang yg diberikan ibunya..apa bisa sy dari pihak ayah/suami ingin mendapatkan hak asuh penuh atas anak sy???yg menjadi landasan sy selama ini sy melihat ibunya terkesan cuek,malas,tidak mau lelah,suka berpura2 seakan tidak mengerti apa yg di mau bayinya,tidak mau tau suami yg sampai tengah malam mencari nafkah buat keluarga lelah butuh istirahat,mau tidak mau sy melihat anak sy diabaikan sy turun tangan,meskipun dengan perasaan lelah letih yg paginya harus berangkat kerja lagi…sampai sy mengambil keputusan untuk mencari pembantu buat meringankan istri dan jg sy,tp ternyata keaadaanya tidak jauh berubah,sekarang kelihatannya dia tambah enak2an tidak mau tau hampir semua pekerjaan mengurus bayi diserahkan ke pembantu,sy berusaha utk tdk setiap hari pulang mlm utk bisa berkumpul sama keluarga,ternyata kepulangan sy seakan2 cm dimanfaatin,dia enak2an nton tv kaki dilipat sambil ngelihatin sy ganti popok anak dengan pembantu..orang tua,saudara sy dijelek2in,padahl yg slama ini banyak berkorban tenaga+materill dari pihak sy,,dari pihak dia omong kosong….sampai pembantu dijelek2in….apa jadinya akhlak ,moral anak sy kalu sampai di asuh seorang ibu seperti itu?????????

    • benn said

      sy jg mengalami hal spt pak winarto,bahkan istri sy jg tdk pernah mau urus rmh.tdk pdl suami uda mkn atau blm,pagi bgn suami yg beresin t4 tdr,suami yg bersih2 rmh.istri tdk mau tau apa2,klo ditegur mlh melawan n trakhr suami yg seakan berslh.apalg ekonomi sy yg pas2an slalu dijdiin alasan smua itu,bahkan sy srg dihina.yg parahny semua yg dilkkn istri sy thd sy slalu didukung dan dibacking oleh ibuny. bahkan skrg ibuny buka toko pakaian tuk dia n dia sdh bs cr duit sndr mkn sombong n mkn ga bs mghormati suami.sgl kebaikan & pengorbanan sy slm ini thd dia tdk prnh dihrgai.sbnrny sy sdh tdk thn dg smua ini & sdh pengin bgt cerai,tetapi beban pkrn sy sll anak, kelak akan bagaimana.dlm keseharian anak lbh dkt dg sy,bahkan bole diblg sy lbh pdl & myygi anak. yg sy beratkan hukum di indo kl anak dibwh 12thn pasti jth ke tgn ibu, palagi kalau cm hal2 spt diatas smua pasti bs sgt mdh dibantah istri di pengadilan. klo bnr2 cerai sdh pasti sy akan kehlgn anak,bahkan 1hari ja pun sy ga kan bklan diijinkan bw anak plg. sy jg bingung hrs bagaimana. klo mghrpkan istri berubah kykny ga mgkn lg, stlh sy bersabar berthn2 demi anak, istri bkn mmbaik mlh mkn parah

  33. siti rohmah said

    suami saya selingkuh itu alasan saya gugat cerai dia…setelah bercerai mantan suami saya memberikan nafkah anak saya ke yang momong anak saya…alesannya karena anak saya lebih bayak sama dia…bagaimana itu bisa dibenarkan ga

    • nur w said

      lho…klw yg momong ank ibu pembantu ya jelas salah lah..krn yg tau betul kebutuhan anak hylah ibunya, harusnya nafkah anak diberikan mll ibu, berarti mantan suami ibu py kecuriagaan pd ibu. saran sy berikan pengertian dan alasan yg kuat pd mantan suami ibu bhw dg uang yg ia berikan utk anak akan di cukupkan hy tuk ank sj.

  34. Budi santosa said

    Saya mau menceraikan istriku krn dia tlah membuat aq tak punya harga diri lagi , jika saya seorang pegawai swasta seberapa banyakkah saya hrs menafkahi anak saya krn 2 anak saya ikut mantan istri? Adakah hubungannya dgn gaji yg saya terima? Selain masa idah & mutah apakah saya msh diwajibkan menafkahi mantan istri saya? Jk msh brapa banyak yg hrs saya berikan kpdnya?

  35. adido said

    apa suami wajib menafkahi istri dan anak nya setelah percerean,,

  36. boby said

    bagaimana kalau perceraian tersebut di mulai dari perbuatan mertua yang meminta suami untuk berpisah dengan istri dan ada bukti surat tertulis dari mertua, dan istri pun sering meninggalkan rumah bila bertengkar dengan waktu yang lama, serta ada bukti kalau istri mengatakan biar suami yang mengurus anak (bukti bentuk sms), dan istri sering berkata (maaf) Setan, bangsat, iblis bila dia marah (bukti BBm), pada saat cerai istri sebagai pengugat.. apakah suami mempunyai hak asuh anak dalam hal ini

  37. Hendri said

    kl istri sering memukuli suami hanya masalah sepele terus istri tiba2 minta cerai dan suami siap mengurus perceraan karena merasa sudah capek melihan istri berani sama suami, suami berhak tidak untuk hak asu anak
    balas

  38. nastiti said

    Saya seorang istri sedang mengalami masalah dengan suami. Saya pernah dikatain dengan mertua perempuan saya kalo saya tidak bisa memenuhi janji saya kesuami maka saya tidak akan pernah hidup enak selamamya. dan kalo tahu saya bakal melanggar janji saya kepada suami maka dulu suami saya tidak akan pernah mau sama saya. Permasalahan saya belum mendapat solusi cuman suami saya sudah mengancam andai kalo sampai berpisah maka anak akan diasuh oleh suami karena saya dianggap tidak berakhlak baik (karena saya punya masa lalu yang buruk) sehingga suami saya tidak mempercayakan anak untuk saya asuh. Bagaimana menurut Bapak jika kami memilih untuk pisah, apakah saya tetap akan mendapat hak asuh anak kami?

  39. tyara said

    bagaimana bila mantan suami tidak memberikan nafkah sedkitpun pada si anak?? apa masih berhak mendapatkan hak asuh?? sedangkan sang anak baru berumur 4 tahun

  40. Sy menikah dgn istriQ,di palu. Tadinya ia masuk islam, dan saat punya anak, kami keposo, dan diposo dia kembali'(murtad). Karna suruhan orang tuanya, Dan disana aq dsuruh pulang kpalu, sdang anakQ laki2 ada dengannya. Saat aq meminta anakQ mertuaQ, yg melarang’dan tdk memberikan anakQ kpadaQ. Bagaimana solusi tolong bantuanya.

    • nur w said

      saran sy nasehati istri anda, ajak dia kembali kpd Islam, klw bs anda jgn hidup bersatu dg mertuanya selama mrk masih kafir krn itu mjd racun bagi keluarga anda, langkah anda selanjutnya berikan nasehat lebih byk kpd istri, ajak pergi hidup sendiri, bila perlu ngontrak sendiri jika blm py rmh, jika nasehat tdk mempan jg, coba langkah kedua dg mengurangi jatah istri (nafkah lahir dan batin), siapa tau dg cara ini ia akan luluh, ttg meminta ank, anda coba berdalih kpd mertua mau ajak ank jalan2 atau sekedar membeli mainan sebentr sja nnt akan kembali, stlah berhasil membawa keluar pintu anda bs lakukan langkah ke tiga yaitu bw kabur anak anda jauh-jauuuuuh, yg penting ank anda harus selamat di akhirat yaitu ttp dalm Islam, jgn takut dituduh menculik oleh mertua, kan itu ank anda sendiri bkn ank org jdi bukan menculik namanya,, klw langkah ketiga ini sdh berhasil, mk sdh brg tentu istri bs anda pengaruhi tuk ttp ikut anda dg kembali kpd Islam atau tetap dg agamanya nasraninya, jk ia sayang anak tentu ia akan tetap memilih ikut kpd anda, tp jk ia tetap pd pendiriannya dg agama nasraninya, saran sy mash byk kok muslimah2 yg butuh suami dan menerima anda,

  41. feni said

    Assalamualaikum wr.wb,
    Saya seorang mualaf. anak saya 2 org, msh dibawah umur. anak2 mmg ada pada saya, saya tak pernah memaksakan agama kpd mrk. tapi mrk yg mw belajar ttg islam bhkan mengaji di mushola tiap maghrib menjelang hingga isya’. mantan mempeributkan mengenai hak asuh. bahkan sdh melayangkan gugatan ke pengadilan dan salah satu isi tudingannya adl meng’kafir’kan anak2 dari agama sblmnya (nasrani-protestan). besok selasa 7 mei 2013 adl sidang panggilan pertama di p.n. jakarta timur. yang saya tanyakan :
    1. apakah hak asuh saya hilang krn sy murtad dari nasrani (sy awalnya adl muslim, menikah krn hamil dan murtad masuk kristen krn anak sy butuh ayah) ?
    2. apakah sy salah krn anak sy maunya ikut saya bahkan skrg mrk lebih tenang krn sdh mualaf spt sy ? alhamdulillah sy tdk memaksakan agama yg sy anut pd mrk.
    3. andaikata sy skrg telah menikah lagi karena sdh lewat masa iddah saya, apakah sy salah dalam artian hilang hak asuh saya ?
    Mohon penjelasannya.
    Wassalam.wr.wb

  42. ismail said

    ada berhak mengambil anak anda dan melanjutkan kehidupan di jalan islam,dan mengenai hukum islam yg paling berhak mengasuh anakya adalah ibu yg soleh kalo tidak kembalikan kebapaknya yg soleh kalo dua duanya soleh,jikalo si bekas istri menikah lagi wajib anak itu di kembalikan ke bapaknya jikalo umur nya sudah habis susu,dan itu pun jikalo bapak nya mau, atau mau mengabilnya,hak bapak nomer dua dengan kondisi,seperti hadis di atas anak iku ibunya semasih menjada,wallahuallam bissawab,

    • nur w said

      ya klw bapaknya muslim, tp klw bpknya kafir ya sdh tentu anak hrs pd ibu, walaupun ibu tlh menikah lg, krn klw ank itu di asuh oleh bpknya yg kafir, mk ank akan di ajak kafir jg, dan itu mudhorotnya jauh lebih besar

  43. Abdullah said

    Aslamualaikum wrwb. saya menikah dengan janda punya anak 2 laki dan perempuan, Alhamdullah saya diberi amanah sama Allah Ta’ala lahirnya anak perempuan, sekarang anak saya baru berumur 1thn, Allahuma baitna jangan sampai terjadi, yg saya mau tanyakan bilamana terjadi perceraian, Hak asuh anak perempuan saya pada siapa.? terima kasih. wasallam…

  44. hamba allah said

    assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh…
    alhamdulillahirabbil alamin
    salawat dan salam semoga selalu tercurahkan pada junjungan kita nabi besar Muhammad SAW.
    terkait dengan permasalahan dia atas, ijinkan saya memberikan masukan
    1. kalo terjadi perceraian, pastinya yang jadi korban pertama kali adakah anak. dia akan menerima dampaknya secara langsung baik fisik maupun psikis.
    2. terkait dengan perceraian, undang-undang nya sudah jelas bahwa selama usia anak masih belum mencapai 12 tahun, maka pengasuhan anak “mutlak” ada di “garis” ibu.
    3. yang jadi permasalahan sekarang adalah , bagaimana jika seorang ibu ” dianggap ” tidak bisa mengasuh anak dengan baik?? atau bagaimana jika seorang ayah sangat berkeinginan untuk mengasuh buah hatinya walaupun usia anaknya masih dibawah 12 tahun???
    kita ketahui bersama bahwa kita tidak dapat melawan hukum “secara frontal” karena hukum adalah hukum. bagaimanapun hasilnya, suka tidak suka itulah hukumnya.
    khusus untuk kaum ” ayah ” yang notabenenya ingin mendapatkan hak asuh, disarankan untuk lebih baik fokus melakukan hal-hal yang bisa mendapatkan hak asuh TANPA melawan undang-undang yang telah ada. karena undang undang notaenenya adalah PEMBUKTIAN.
    misalnya contoh :
    undang-undang akan batal dengan sendirinya apabila pihak tergugat dapat memberikan bukti yang KUAT terkait dengan hal-hal yang dapat “memberatkan” pihak penggugat.
    misalnya :
    a. mencari saksi yang dapat dibuktikan pihak penggugat salah dalam “melancarkan serangan” dalam gugatannya. Pemuktian ini harus dengan pernyataan hitam diatas putih. misalnya keterangan dari Pihak RT/RW yang mendukung pembuktian tersebut.
    b. sekarang adalah zaman digital, kalo bisa persiapkan bukti yang dapat “dilihat” secara langsung pada saat di pengadilan agama.
    ( tulisan tersebut juga berlaku pada pihak ibu )
    demikian, kalo ada yang kurang berkenan, mohon dimaafkan.
    NB. yang paling baik dan benar adalah tidak terjadi perceraian. ingatlah moment2 pada saat bersama yang indah. dan tanamkan tidak ada persoalan yang tidak dapat dipecahkan secara bersama. buang ego masing2 buat masa depan anak.
    wassalamualaikum wr.wb

  45. muzdalifah said

    Kita yg beragama islam sebaiknya kembalikan kepada sariat islam saja,sebab apapun kebijaksanaan yag dibuat manusia, jauh lebih baik kebijaksanaan Alloh SWT.

  46. Mario said

    saya bercerai dengan istri saya memiliki anak 2,yg satu usia 10 th yg satu 5 th. sekarang ikut dengan orangtua ibunya(nenek), sementara ibunya merantau kerja, apakah saya bisa mengambil hak asuk anak saya itu dari neneknya, lebih berhak neneknya apa saya?.

  47. siti salma said

    Apakah seorang ibu, yg prnh melahirkan 3 anak, bercerai
    & kehilangan hak asuh atas anak2nya, 17,9, & 5 thn, itu msh ada
    kewajiban menafkahi anak2nya atau tidak? Seperti apa
    bentuknya nafkah tsb? Tolg pendapat teman2 dri brbagai
    sudut pandang, terutama pemahaman keagamaan ttg hal… Nb: umur anak2 tsb 1 dan 5 tahun

  48. siti salma said

    Apakah seorang ibu, yg prnh melahirkan 3 anak, bercerai
    & kehilangan hak asuh atas anak2nya, 17,9, & 5 thn, itu msh ada
    kewajiban menafkahi anak2nya atau tidak? Seperti apa
    bentuknya nafkah tsb? Tolg pendapat teman2 dri brbagai
    sudut pandang, terutama pemahaman keagamaan ttg hal…

  49. Mohammad Hambal Alfariz said

    Saya dalam proses cerai dengan istri, namun yang menjadi pertimbangan saya adalah hak asuh anak. anak saya perempuan masih berumur 23 Bulan, sebetulnya saya tahu scr hukum istri saya yang paling berhak, tapi saya ingin mengambil hak asuh terhadap anak saya karena saya khawatir anak saya tidak mendapatkan pendidikan yang layak baik akhlak dan formal, dan lingkungan keluarga yang tidak sehat dengan pola asuh yang sangat bertentangan dengan prinsip mendidik anak yang benar (terlalu dimanja)

    Perlu diketahui bahwa keluarga istri saya termasuk golongan yang tidak bisa mengaji, tidak pernah berpuasa dan tidak sholat sama sekali (ini saya baru ketahui setelah 3 tahun pernikahan) baik dari bapak, ibu, istri saya dan semua saudaranya, dan juga suka memakai uang riba, hutang sana-sini pakai uang riba dan saya sama sekali tidak menyukai kebiasaan tersebut.

    Sebetulnya anak perempuan hak asuhnya di siapa?Bisakah saya menuntut hak asuh anak perempuan karena saya khawatir tentang pendidikan akhlaknya akan rusak bila hidup di lingkungan keluarga istri?mohon petunjuknya karena saya masih sebatas rencana untuk mengajukan hak asuh anak.

  50. agonk said

    Saya slh satu ayah yg sdh bercerai hmpr 3th dan memiliki seorang ank laki2 umr 8th
    Saya sbg ayah merasa mndpt ketidak adilan u bertemu dg ank n sll banyak alasan dr mntan istri,sperti dwaktu ank libur sekolah panjang, saya hanya dberi waktu 2-3 hari saja karena mntan istri merasa miliki hak asuh penuh
    Memang dlm proses perceraian saya tdk mnyertakan mslh hak asuh pd pengadilan karena bgi saya hak asuh milik berdua n bersikap adil demi kbahagiaan anak,tp dlm proses perjalanan setelah perceraian tdk seperti yg saya kira.
    Yg saya tanyakan,apakah saya jd punya hak yg sama u bersama dan berkumpul anak tnpa dbatasi olh mantan istri,trimakasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 5.358 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: