Pengasuh Rubrik Konsultasi Keluarga yang saya hormati, Saya ibu dari 3 orang anak. Anak pertama saya, laki-laki berumur10 tahun, kedua perempuan 7 tahun dan yang ketiga perempuan juga masih 3 tahun. Alhamdulillah mereka tumbuh sehat dan menyenangkan. Kalau sedikit nakal, namanya juga anak-anak. Saya dan suami kebetulan cukup aktif dalam kegiatan dakwah sejak kami masih sama-sama kuliah dulu. Setelah saya berkeluarga, saya ingin agar anak-anak kelak juga mengikuti jalan kehidupan seperti yang sudah kami pilih, yaitu kehiduppan dalam dakwah. Apa yang seharusnya saya lakukan, agar anak-anak kelak senang berada dalam kehidupan dakwah dan menjadi pengemban dakwah yang tangguh? Apakah mungkin saya bisa memulainya sejak dari sekarang. Terima kasih untuk saran-sarannya?
Keluarga Samara. Kasus perceraian di Indonesia cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Gejolak yang mengancam kehidupan struktur keluarga ini semakin bertambah jumlahnya terutama pada tiga tahun terakhir ini. Hal ini diungkap Dirjen Bimas Islam Nasaruddin Umar di Jakarta, Selasa (15/7).
“Setiap tahun ada dua juta perkawinan, tetapi yang memilukan perceraian bertambah menjadi dua kali lipat, setiap 100 orang yang menikah, 10 pasangannya bercerai, dan umumnya mereka yang baru berumah tangga,” jelas Nazaruddin. Baca entri selengkapnya »
Baiti Jannati. “Ya, jangan pernah ajari anak berbohong”. Judul yang provokatif. Tak ada orang yang mau anaknya menjadi pembohong. Semua ingin punya anak jujur. Tahukah Anda, justru kitalah yang selama ini, sadar atau tidak, telah mengajari anak-anak berdusta?
Peristiwa ini sudah lebih dari setahun berlalu. Entah mengapa, sampai sekarang saya tak pernah benar-benar bisa melupakannya. Saya menyesal. Kesal. Oh, seandainya waktu bisa berputar, saya pasti akan memperbaikinya. Baca entri selengkapnya »
Pengasuh Rubrik Konsultasi Keluarga yang saya hormati, Saya ibu dari 3 orang anak. Anak pertama saya, laki-laki berumur10 tahun, kedua perempuan 7 tahun dan yang ketiga perempuan juga masih 3 tahun. Alhamdulillah mereka tumbuh sehat dan menyenangkan. Kalau sedikit nakal, namanya juga anak-anak. Saya dan suami kebetulan cukup aktif dalam kegiatan dakwah sejak kami masih sama-sama kuliah dulu. Setelah saya berkeluarga, saya ingin agar anak-anak kelak juga mengikuti jalan kehidupan seperti yang sudah kami pilih, yaitu kehiduppan dalam dakwah. Baca entri selengkapnya »
Suatu malam, khalifah Umar bin Khattab RA keliling keluar masuk lorong kampung mengontrol keadaan rakyatnya, suatu pekerjaan yang rutin dilakukan beliau dalam kapasitas sebagai kepala negara. Tiba-tiba beliau mendengar sebuah percakapan menarik dari rumah seorang wanita penjual susu: Baca entri selengkapnya »
Keluarga Samara. Kalimat di atas saya kutip persis dengan judul asli tulisan di Jawa Pos (11/12/2006). Jika Anda berada di Kabupaten Kediri, standar gaji di ataslah yang akan diajukan pihak Pengadilan Agama sebagai salah satu rekomendasi agar permohonan poligami Anda bisa disetujui.
Keluarga Samara. Akhir-akhir ini banyak kita jumpai permasalahan mengenai disorgani-sasi keluarga, di antaranya adalah perceraian. Kasus perceraian pasangan suami-istri sudah mencapai angka yang sangat mengkhawatirkan. Perceraian senantiasa membawa dampak yang mendalam bagi anggota keluarga meskipun tidak semua perceraian berdampak negatif.Baca entri selengkapnya »
Keluarga Samara. Kadang-kadang, istri saya membandingkan Fahri (anak ketiga) dengan Fitri (anak pertama). Pada usia 3 tahun dulu, bicara Fitri sudah jelas, membaca dikit-dikit sudah bisa, beberapa doa-doa sudah lancar. Fahri belum, meskipun motoriknya bagus, usil (dalam bahasa Jawa: “petakilan”) dan pokoknya “rame” banget. Dulu ibu saya juga suka membandingkan saya dengan beberapa teman atau sepupu, yang konon tulisan mereka lebih rapi atau belajarnya lebih rajin. Tetapi ketika saya mendapat beasiswa sekolah ke Luar Negeri, semua komentar itu tentu saja terhenti dengan sendirinya. Baca entri selengkapnya »
Keluarga Samara. Peringatan dua tahun gempa Jogja diperingati dengan acara pengajian. Acara yang berlangsung pada Ahad, 11 Mei 2008 di rumah HM. Hadi Wiyono, Ngetal, RT 03, Desa. Karang Talun, Kec. Imogiri, Kab. Bantul ini dikoordinir oleh DPD II HTI Kab. Bantul. Tampil sebagai pembicara di hadapan kurang lebih 450 peserta adalah Ustadzah Lies Arifah, S.Pd. Tampak hadir di antara peserta adalah Ibu Sulastri (wakil dari Tim Penggerak PKK Kecamatan Imogiri) serta Bapak Nur Fathoni (Lurah Desa Karang Talun). Tema yang diangkat pada kesempatan ini adalah ”Dengan Semangat Ukhuwah, Kita Bangun Bantul Bersyari’ah”.Baca entri selengkapnya »
Keluarga Samara. “Ya, mengapa dia selalu curhat pada suamiku? Mengapa bukan pada yang lain, Vy?” tanya seorang teman pada saya lewat telepon pagi ini. Saya dapat merasakan kegundahannya.
“Ini bukan yang pertama lho. Ada apa aja tuh perempuan curhatnya selalu sama suamiku,” tambahnya lagi berapi-api.